A Cute Bodyguard
Disclameir : andai Naruto itu punya author, udah author nikahin deh ama si chiken #dichidori.
Pairing : SasuNaru, NejiGaa.
Warning : BL, Typo (mungkin), ga jelas, ff ngawur bikinan orang amatir yang ga pernah lepas dari ke OOC-an chara-nya, buat yang anti cerita buatan saya mohon jangan di paksakan membaca silahkan klik back aja... warning berlaku jadi No Bash.
Pertama!
Naruto pov
Aku terbangun dari tidurku, kulihat jam weker yang ada di meja nakas samping ranjangku, ah sudah jam 5 pagi rupanya. Sudah 3 hari aku berada di mansion mewah ini dan hari ini adalah hari pertamaku bekerja sebagai bodyguard anak seorang konglomerat terkaya di Suna, tak terpikir olehku sebenarnya akan ditawari propesi seperti ini.
Awalnya aku hanya iseng melewati sebuah taman yang memang sudah sepi, saat itu aku yang sudah merasa lelah karena seharian mencari lowongan pekerjaan namun tak ada satupun perusahaan ataupun restourant yang membutuhkan pegawai baru.
Saat tiba di area taman samar-samar aku mendengar suara rintihan kesakitan seseorang, di dorong rasa penasaran aku pun mengikuti asal suara itu berada dan betapa terkejutnya aku ketika melihat sosok tak berdaya itu sedang di pukuli oleh beberapa orang berpakaian hitam, naluri berandalku kembali muncul -aku tak menyebut diriku penyelamat karena aku memang dulunya seorang berandalan- dan dengan sisa tenaga yang kupunya akupun menghajar orang-orang itu tanpa ampun, beraninya mereka mengeroyok seseorang yang sudah tak berdaya, apa mereka berniat membunuhnya?
Dan dugaanku memang benar karena jika seandainya aku tak segera menolongnya mungkin pemuda itu sudah tinggal nama esok harinya. Aku kini merasa senang karena aku tak perlu bersusah payah mencari pekerjaan lagi dan menurutku pekerjaan ini sangat mudah karena aku hanya tinggal mengikutinya kemanapun ia akan pergi kan dan jika ada yang berani berbuat jahat padanya aku tinggal mengeluarkan kemampuan berandalku, hahahahaha.
Oops
Kulirik kembali jam weker di atas meja, sudah lewat 15 menit hmm sepertinya aku cukup lama melamun tadi, sebaiknya aku segera membersihkan diri lalu bersiap-siap.
Naruto pov end
Naruto tanpa mengetuk pintu kamar milik tuan mudanya langsung masuk begitu saja lalu menghampiri sosok berambut merah bata itu tak lupa cengiran lima jari khas miliknya terukir di wajah manisnya.
''Ohayo, tuan muda Gaara, bagaimana kabar anda pagi ini?" Naruto memulai sapaannya.
Gaara tersenyum kecil, ''Kabarku sudah lebih baik sekarang, dan sebaiknya kau jangan memanggilku tuan muda cukup panggil aku Gaara saja.'' Tukasnya dengan inotasi sedikit rendah.
''Eh? Tapi…''
''Ini perintah langsung dariku.'' Tegasnya, matanya menyipit tajam membuat Naruto sedikit keki, tapi ia tak menciut karena takut loh, ingat ia berandal kelas kakap oke.
''Errr baiklah, Gaara saya…''
''Jangan berbicara formal juga kepadaku.'' Potong Gaara cepat, Naruto yang sedang mengusap tengkuknya berjengit.
''A-aku mengerti.'' Katanya membuat si surai merah tersenyum puas.
Gaara menilik Naruto dari atas hingga bawah, ''Ngomong-ngomong berapa tahun usiamu?"
''Aku baru berusia 25 tahun, kau sendiri?" tanya balik Naruto, ia kembali menampilkan senyum khasnya.
Gaara terkejut mendengarnya namun ia kembali berekspresi biasa, ''Aku pun baru berusia 25 tahun, kupikir kau masih bocah ingusan yang hobi berkelahi.''
Senyum di wajah tan bergaris kumis kucing itu menghilang tergantikan dengan ekspresi kaget dengan mulut menganga.
'A-apa katanya? Bocah ingusan? Seenaknya saja dattebayo,' gerutunya dalam hati.
"Jangan memasang ekpresi seperti itu, itu sangat mengerikan.'' Ujar Gaara tetap dengan wajah sedatar papan triplek, ngomong-ngomong soal wajah datar Naruto jadi teringat sosok bulat dengan rambut model pantat ayam yang merupakan musuh sepanjang masa baginya.
Memang sejak kecil Naruto kerap di juluki cowok cantik dan yang menjadi kompornya adalah 'si teme gendut pantat ayam' yang entah sampai sekarang tak Naruto ingat namanya –dulunya sih ingat-, si gendut yang sempat jadi teman sekelasnya itu memang selalu mengejeknya dan menyuruhnya memakai rok karena menurut si gendut Naruto tak pantas memakai celana.
Ukh jika mengingat kejadian itu membuatnya selalu ingin mencari keberadaan pantat ayam gendut itu lalu menunjukan padanya jika ia bukan si cengeng Naruto atau cowok bermuka cantik lagi tapi ia adalah seorang berandal oops maksudnya bodyguard konglomerat terkenal, kkk.
Ya, hal yang membuat Naruto nekat menjadi berandal sekolah dan sering membuat keonaran adalah bentuk kekesalannya terhadap sosok itu, Naruto tak ingin lagi di ejek teman-teman di sekolahnya untuk itulah ia berusaha merubah penampilannya menjadi urakan dan terkesan bengis, iya bengis, bukan singkatan bencong hobi menangis ya #eh? #abaikan.
"Hei, jangan melamun. Sebaiknya kau segera persiapkan dirimu karena hari ini kau harus menemaniku menemui kawan lamaku.'' Ucap Gaara menyadarkan Naruto dari aktivitas 'mengenang masa lalu'nya itu.
''Ah, baik.''
.
.
''Ingat Uchiha, kali ini aku tak mau mendengar kata 'gagal' juga dari mulutmu, pastikan bocah itu mati bagaimanapun caranya, aku percaya pada kemampuan membunuhmu yang terkenal itu.'' Ucap Neji memberi perintah pada pemuda berambut emo berwarna raven itu.
''Dari informasi yang kudengar bocah itu memiliki bodyguard baru dan ia sangat kuat, jadi kau hanya perlu menggunakan sedikit trikmu dan pastikan semuanya lancar bahkan jika perlu kau bunuh saja sekalian bodyguardnya itu.'' Tambahnya.
Sasuke membalikan tubuhnya seraya berkata, ''Perintah diterima.'' Dan ia pun berlalu pergi dari ruangan milik Neji.
.
.
Inuzuka pet house adalah tempat penjualan berbagai jenis hewan peliharaan, Gaara diikuti Naruto masuk kedalam tempat tersebut yang dimana di dominasi oleh kandang-kandang dengan berbagai jenis hewan di dalamnya, Naruto memandang takjub hewan-hewan itu naluri pencinta binatangnya muncul ketika iris birunya tak sengaja tertuju pada seekor rubah unik berbulu orange dengan ekor sembilan yang terlihat langka.
Hewan mungil itu tampak tertidur dengan membuat dirinya menjadi bulat sehingga terlihat sangat menggemaskan, Naruto menghampiri hewan lucu itu dengan kedua mata yang berbinar-binar.
''Gaara, coba lihat hewan lucu ini -ttebayo.'' Panggilnya pada sang majikan seraya menunjuk-nunjuk hewan dalam kandang itu.
''Ada apa Naru, dan ada apa dengan hewan aneh itu?" tanya Gaara yang bagi Naruto terdengar sedikit 'sadis' itu.
''Bhuu kau sungguh tak memiliki perasaan, dia ini hewan lucu –ttebayo, dan aku ingin memilikinya.''
''Apa seleramu sungguh buruk, disini banyak hewan dengan kualitas baik dan kau malah tertarik pada rubah buluk itu.'' Cemoohnya tanpa rasa bersalah.
Urat kemarahan Naruto mulai terlihat, ''Dia hewan lucu dan unik –ttebayo!" teriaknya, Naruto yang memang pada dasarnya serampangan dan suka membantah itupun akhirnya meneriaki Gaara yang notabene adalah majikannya.
''Cih,'' hanya itu yang keluar dari bibir tipis Gaara seraya memalingkan wajahnya kesamping.
''Kau…!"
''Ehem-ehem, disini dilarang bertengkar.'' Ucap sebuah suara menginstrupsi, dua orang berbeda warna rambut itu pun menoleh pada sosok yang sedang duduk di atas kursi roda itu.
Inuzuka Kiba nama pemuda itu, ia berusia sama dengan Naruto, berambut coklat jabrik dengan tato segita berwarna merah dengan posisi terbalik di kedua pipinya dan ia adalah pemilik Inuzuka pet house itu.
''Kiba, bagaimana kabarmu?" tanya Gaara langsung pada kawan lamanya itu.
''Aku baik-baik saja.'' Jawabnya dengan wajah terlihat sendu, pemuda itu pun perhatiannya teralih pada sosok di samping Gaara, dan kedua mata pemuda pecinta anjing itu pun terbelalak lebar.
''Kau..Kiba?" Naruto berujar tak percaya.
''Na..ruto…''
Naruto berlari secepat kilat menuju kearah Kiba dan begitu sampai di depan pemuda tersebut ia pun langsung memeluknya erat
''Kemana saja kau selama ini Kiba, aku dan keluargamu semuanya sangat mencemaskanmu, dan apa yang terjadi dengan kedua kakimu?" Kiba berwajah murung begitu mendengar pertanyaan terakhir Naruto yang memang merupakan sahabat masa kecilnya juga.
''Aku baik-baik saja Naru, aku hanya tak bisa senormal dulu. Dan kaki ku, yah seperti yang kau lihat aku lumpuh karena kecelakaan 5 tahun yang lalu.'' Jelas Kiba, raut sedih dan juga kehilangan terlihat jelas di wajah pria bermarga Inuzuka itu.
''Lalu mana Shino apa dia ada disini juga?" Naruto bertanya sambil melihat-lihat sekitarnya.
''Dia sudah pegi Naru, pergi untuk selamanya.''
Kedua iris biru Naruto membola begitu juga dengan Gaara yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.
''Sh-Shino meninggal? Kenapa?" tanya Naruto dengan suara bergetar, baginya sosok Shino adalah kakak untuknya sebagai pengganti kakaknya yang menghilang bersama sang ayah 10 tahun yang lalu dan begitu ia mendengar sosok itu telah tiada tentulah ia pun merasa sangat sedih dan kehilangan seperti halnya Kiba yang kini terlihat sangat terpuruk.
''Kami mengalami kecelakaan tepat saat kami akan kegedung resepsi.'' Jelasnya.
''Aku turut berduka.'' Ucap Gaara yang ikut masuk masuk dalam pembicaraan.
''Bisakah kau antarkan aku kepemakamannya?"
''Minggu depan tepat lima tahun kepergiannya dan aku berencana akan kesana bersama Akamru.'' Katanya.
''Aku ikut, kau juga akan ikut kan Gaara?" tanya Naruto meminta persetujuan dari majikannya.
''Tentu saja, walau aku tak begitu dekat dengan Shino saat dulu tapi dia tetaplah temanku.'' Tukas pemuda dengan tato 'ai' dikeningnya.
''Ne~ Gaara apa kawan lama yang kau maksud adalah Kiba, dattebayo?"
''Kami sempat satu kampus Naru, namun setahun kemudian Gaara pindah keluar negri dan kami baru bertemu kembali seminggu yang lalu.'' Jelas Kiba.
Wajar saja jika Naruto tidak mengenal Gaara walau saat itu ia dan Kiba masih bertetangga karena mereka beda universitas dan jarang ada waktu untuk bertemu karena tugas masing-masing atau karena Naruto yang terlalu sibuk mencari keberadaan ayah dan kakak lelakinya.
"Bhuuu tapi tetap saja kau tak pernah bercerita apa-apa padaku.'' Naruto memasang ekspresi ngambeknya dengan cara mengembungkan kedua pipinya sambil memalingkan wajahnya, tangan pucat milik Gaara terulur Naruto yang tanpa menaruh curiga malah semakin menjadi hingga akhirnya sebuah tarikan di pipinya membuatnya berjengit diikuti ringisan kesakitan.
''Itte,,, Gaara jangan cubit pipiku ttebayo.'' Ringisnya pada si pelaku.
Gaara yang semakin bertambah gemas malah semakin menambah tekanannya, ''Kau ini sebenarnya memang masih bocah ya, tingkahmu memang masih kekanakan seharusnya kau saja yang menjadi adikku agar aku bisa melindungimu.'' Cetusnya membuat Kiba tak mampu menahan tawanya.
''Wajar saja Gaara dia memang selalu menjadi rebutan sejak dulu, dan kakaknya yang sangar itu tak pernah absen menjadi bodyguardnya sejak kecil.''
''Benarkah itu?" tanya Gaara berpura-pura polos, ''Kalau begitu aku yang akan menggantikan kakakmu saja menjadi bodyguardmu.'' Tukasnya.
''Khe, siapa yang di tolong siapa ttebayo, kalau bukan karena kehebatanku kau takan selamat ttebayo.'' Sergah Naruto yang kesal karena terus di goda oleh majikannya, sambil mengusap pipinya yang sedikit merah akibat cubitan Gaara yang untungnya sudah terlepas bibir cerry milik Naruto tak berhenti menggerutu tak jelas.
''Kau benar Gaara dia itu banyak diincar om-om mesum karena wajahnya yang mirip cewek, hahaha.'' Tawa Kiba meledak.
''Terus saja kau tertawa maka akan kubuat kandang Akamaru menjadi kandang sapi ttebayo.'' Gertak Naruto dengan wajah di buat serius namun malah membuatnya tampak cute.
"Akamaru tak memiliki kandang Naru, dia tidur bersamaku.'' Sahut Kiba disela tawanya, ''Tapi aku masih bertanya-tanya, kenapa kalian bisa saling mengenal juga?" Tanya Kiba kali ini ia bernada biasa.
''Oh aku adalah bodyguardnya, kemarin ada yang menyerangnya ditaman makanya aku menolongnya dari orang-orang yang katanya adalah pembunuh bayaran.''
''Jadi sampai sekarang kau masih diincar keluarga Hyuuga itu Gaara?"
''Ya, dan aku sempat koma beberapa hari.'' Balasnya.
''Kau harus berhati-hati dan Naru tolong lindungi Gaara.''
" Tentu saja ttebayo, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku jika perlu.'' Ucapnya dengan tangan yang menepuk dadanya.
Sementara itu di sebuah atap bangunan tampak sosok dengan balutan pakaian serba hitam memakai masker serta kacamata yang menutupi area tertentu di wajahnya tengah memperhatikan sosok Gaara yang berada dalam gedung pet house dengan menggunakan tropong di tangannya,sosok itu menyeringai karena targetnya sangat mudah ditemukan sosok yang ternyata adalah Sasuke sang pembunuh bayaran itu lalu menggulirkan arah pandangannya pada sosok di sebelah si target sedikit terkejut pada awalnya namun kembali ia menampilkan senyum aneh dibalik maskernya.
''Mantan pacar, eh?" gumamnya.
Sasuke memperhatikan sosok targetnya yang kini sudah keluar dari pet house itu, terlihat sang target dan sosok yang katanya 'mantan pacar' itu melambaikan tangannya pada sang pemilik pet house lalu keduanya masuk kedalam mobil milik targetnya.
Sasuke pun mempersiapkan dirinya untuk mengikuti targetnya kemanapun ia pergi lalu mencari tempat yang tepat untuk membunuhnya tak peduli mantan pacarnya itu ada disampingnya biarlah si mantan ia sekap di suatu tempat dan akan ia lepaskan setelah misi dari kliennya terlaksana setelah itu ia akan menerima bayaran lalu meminta si mantan balikan lagi dengannya lalu ia akan langsung melamarnya, oke mungkin otak Sasuke malah menjadi ngawur gara-gara melihat sang mantan dan sepertinya Sasuke pun tidak sadar jika orang yang di sebut-sebut mantan pacar olehnya itu adalah bodyguard baru targetnya.
Dalam mobil milik Gaara, Naruto terlihat sumringah karena keinginannya untuk memelihara si rubah unik terlakasana karena Kiba dengan senang hati mau memberikan rubah orange berekor sembilan itu padanya, sementara Gaara ia tampak berwajah masam.
''Ne~ Gaara, Kiba memang sangat baik hati ya mau memberikan rubah ini padaku, ah aku namai apa ya, hummm ah benar aku akan menamainya Kitsune saja.'' Ujarnya, ia sengaja menamainya begitu karena mata si rubah mirip dengan sang kakak yang berwarna ruby.
''Aku rasa memang wajar jika Kiba mau memberikannya, toh rubah buluk itu pasti tidak laku hingga tanpa sungkan Kiba memberikannya padamu.'' Ucap Gaara kejam –bagi Naruto-, Naruto mendelik tajam pada majikannya, kenapa sih Gaara sangat sensi pada rubah peliharaannya, atau sebenarnya dia sedang PMS sehingga pembawaannya selalu emosi alias gampang marah.
"Kitsune hewan unik ttebayo, kau saja yang ketinggalan zaman.'' Gaara lagi-lagi hanya berdecih lalu memalingkan wajahnya, sedangkan hewan bebulu orange itu terlihat masa bodoh dan tetap melanjutkan aksi tidur nyamannya.
Mobil milik Gaara memasuki area yang lumayan sepi dari kendaraan, awalnya baik Naruto maupun Gaara tak menaruh curiga, namun semakin jauh keduanya merasa semakin aneh karena mereka seperti akan di bawa kesuatu tempat dan bukannya kemansion Sabaku.
''Izumo, apa yang kau lakukan ini bukan jalan kerumahku?"
''Maaf tuan muda apa anda tidak sadar jika sedari tadi kita diikuti oleh mobil hitam itu, saya sengaja mengecohnya.'' Jawab sang supir pribadinya.
Gaara dan Naruto menoleh dan benar saja sebuah sedan berwarna hitam terlihat mengekori mobil yang di tumpangi olehnya.
''Kau yakin jika mobil itu mengikuti kita?" tanya Gaara sedikit curiga pada supirnya.
''Saya bersumpah tuan muda, saya awalnya berpikir jika mobil itu memang hanya kebetulan saja berada di belakang kita namun ketika saya mencoba mengambil rute yang berbeda-beda mobil itu tetap masih mengekori mobil ini.'' Jelas Izumo tak ingin tuan mudanya salah paham.
''Lalu sekarang kau mau membawa kami kemana, kurasa di bawa kemanapun mobil itu sepertinya akan tetap mengikuti kita.''
''Itu juga sudah saya pikirkan tuan muda.''
''Ah aku punya ide, Gaara kemarikan telingamu.'' Naruto kemudian membisikan sesuatu yang langsung diangguki oleh Gaara.
''Kau mengerti?"
''Hmm.'' Sahutnya.
Sasuke mengerutkan keningnya begitu melihat mobil targetnya tiba-tiba berhenti tepat di pinggir tepat disebuah bangunan bertingkat namun kosong, tak lama sang target terlihat keluar dari dalam mobil miliknya lalu mulai berjalan menjauhi mobil itu, tampak ia berjalan menuju bangunan kosong bertingkat 2 itu, sedikit merasa heran karena si target kini menggunakan sebuah topi dan juga sebuah masker yang membuat penampilannya tak begitu di kenali.
Sasuke pun turun dari sedan hitam miliknya, dii ikutinya sang target yang sedang berjalan sendirian itu 'kesempatan emas' begitulah pikirnya, tangannya sudah mempersiapkan sebilah belati tajam yang memang menjadi andalannya untuk membunuh target-targetnya selama ini.
Sasuke menatap heran sosok targetnya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu perlahan berbalik padanya.
''Sebegitu inginnya ya kau bertemu denganku sampai-sampai mengikutiku sampai kemari, apa kau itu salah satu fans yang naksir padaku, tuan pembunuh.'' Ucap Naruto dengan seringai yang tak terlihat di balik maskernya.
Sasuke tertegun ia baru sadar jika ia sedang di jebak karena orang di depannya bukanlah si target, "Sebagai bosyguard yang di percaya untuk melindungi tuan muda Gaara, aku wajib untuk menghalangi siapapun yang akan menyakitinya termasuk kau. Jadi siapapun itu kau tuan pembunuh jangan pernah bermimpi bisa menyentuhnya selama masih ada aku.''
Naruto menjongkokan tubuhnya lalu menyelonjorkan sebelah kakinya yang akan di gunakannya untuk menendang tulang kering sang pembunuh alias Sasuke, si raven yang memang adalah orang yang cekatan langsung melompat dari tendangan Naruto lalu bergerak mundur.
Naruto kembali maju dan mulai menyerang Sasuke dengan tangan kosong, tak di pedulikannya jika Sasuke kini memegang senjata tajam, ingat Naruto itu seorang brandal yang tak takut senjata apapun –walau ia kadang sekarat- dan ia akan berusaha untuk melindungi sang majikan apapun resiko yang akan di alaminya.
''Kau kuat juga kecil.'' Ejek Sasuke yang sukses membuat Naruto naik darah seketika.
''APA KAU BILANG DASAR BRENGSEK! JANGAN SEENAKNYA SAJA MENGHINAKU KECIL, AKU BISA SAJA LANGSUNG MEMBUNUHMU!" teriak Naruto berapi-api, bahkan Sasuke sedikit berhalusinasi melihat sesuatu berwarna kuning keemasan disekitar sosok Naruto.
''Huh sekali kecil tetap saja kecil.'' Naruto merasa seperti déjà vu dengan kalimat yang terlontar dari bibir si raven.
'Cadel tetap saja cadel, sudah begitu mukanya mirip cewek lagi, huuuu harusnya kau memakai rok saja sana dasar dobe cadel.'
'huweee Nalu ngga cadel, huweee Cyuu-nii, Cacu-teme gendut jahat.'
Tangan Naruto terkepal ia pun tanpa ampun meninju rahang Sasuke hingga kacamata sang pemuda raven terlepas.
''Kau jangan berani menghina-..'' Naruto terpaku begitu melihat sosok Sasuke yang kini membuka maskernya karena sudut bibirnya sedikit sobek akibat bogem mentah istimewa dari Naruto.
Naruto pun ikut membuka penyamarannya, ''Kau bukannya…''
''Yo, mantan pacar.''
''EH?"
TBC
haloo haloo semua gimana kabar kalian sehat semua kan?
kimi hadir bawa chap 1 nya ff ini moga masih ada yang berkenan baca walau g sesuai selera...
dan ini balasan review buat yang g login
vilan616 : err dirimu sebenarnya login tapi pas mw kimi bales lewat pm kagak bisa jadi nyampur ama yang g login aja ye.. kkk neji pan ama sasu emang sepaket klo urusan jahatin uke #lha...ini udah lanjut...
Shizuka: ini udh lanjut...
Nagitsuya : kkk namanya juga prolog
RizkasukaSN : hahaha ini udah cepet apa belom ye #kenalemvar
retno elf : ini udah lanjut...
kucing manis : ini up-nya udah pake petir kayaknya kkkk
aoi sora : aigoo saya mah masih newbie kok jadi panggil kimi aja g usah senpai hehehe... sequel hope sama ff my ex masih dalam proses say jadi sabar ya pasti ada kok ntar hehehe...
shima : kayaknya saya kenal dirimu deh kkk tapi g tau deh takut salah orang.. kkkk aigoo namanya juga uke super kiyut pasti pada g bakal nyangka tuh.. kkk
reader : ini udh lanjuttt...
gyumin4ever : kimi juga pengen kok punya penjaga kayak naru tapi sayang klo itu terkabul sasuteme bakal nyiapin panggangan buat kimi T.T
iyeth620 : hahaha boleh say boleh kok kalau mau jadi reader kimi mah cukup menyaksikan ffnya aja #slap.. mw berteman di fb kimi juga boleh cari aja fb yang namanya kimidori neido ppnya sasunaru lagi telponan.
sekali lagi makasih banget ya semuanya sampai jumpa lagi...
