A Cute Bodyguard
Disclameir : andai Naruto itu punya author, udah author nikahin deh ama si chiken #dichidori.
Pairing : SasuNaru, NejiGaa.
Warning : BL, Typo (mungkin), ga jelas, ff ngawur bikinan orang amatir yang ga pernah lepas dari ke OOC-an chara-nya, buat yang anti cerita buatan saya mohon jangan di paksakan membaca silahkan klik back aja... warning berlaku jadi No Bash.
Kedua !
….,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"Pssttt woy coba lihat si kuning itu.'' Ucap seorang bocah berambut raven dengan bentuk badan bulat pada temannya yang bernadan kurus dengan rambut berwarna coklat yang diikat tinggi mirip buah nanas.
''Oh si cowok jadi-jadian itu.'' Sahutnya.
''Iya, siapa ya namanya? Oh iya namanya Namikajhe Naluto, ha ha ha.'' Ejek sigendut yang diselingi tawa beberapa anak yang ikut berkerumun dengannya.
Sedangkan sibocah pirang yang menjadi bahan ejekan tampak wajahnya merah menahan amarah, ''Hei kalian, Nalu itu cowok tulen kok, dan kamu teme gendut, belhenti ngejek Nalu teluc.'' Bentaknya dengan logat cadelnya yang khas.
Namikaze Naruto di usianya yang sudah masuk sekolah dasar kelas satu memang masih berlogat cadel dan hal itu membuatnya menjadi bahan ejekan teman-teman sekelasnya.
''Aku bakal berhenti mengejekmu jika kamu sudah tidak cadel lagi, Naluto cadel.''
''Nama Nalu bukan Naluto, tapi Naluto uhhhh cucah banget cih.'' Gerutunya yang sukses membuatnya tambah diejek.
...….~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"A-a-apa maksud ucapanmu ttebayo, siapa yang kau sebut mantan pacar, eh?" terdengar dengusan dari si raven.
''Kau sama sekali tidak mengenaliku, Naru yang dulunya cadel.'' Naruto terkesiap, mana mungkin dia akan lupa dengan kalimat sakti yang selalu membuatnya tensi di usia dini kala itu, kalimat yang selalu di ucapkan musuh sepanjang masanya itu, ya siapa lagi kalau bukan teme gendut pantat ay- err sepertinya Naruto menyadari sesuatu, si pirang pun mulai meneliti garis wajah si raven yang agak gimana gitu.
Dan barulah Naruto sekarang ingat siapa sosok di depannya ya tidak salah lagi dia adalah, ''Aku Sasuke Uchiha, masih ingatkah pada sosok tampanku ini, wahai mantan pacarku yang dulunya cadel.''
Kamvret, Naruto benar-benar tidak terima di katai cadel berulang-ulang walau kenyataanya ia memang dulu masih cadel walau sudah masuk sekolah dasar kelas 1 tapikan saat sudah naik kelas 2 dia sudah tidak cadel lagi, kayaknya musuh bebuyutannya ini mulai mengibarkan bendera perang untuk yang kesekian kalinya.
"Aku dulu tidak cadel teme gendut sialan, aku hanya belum fasih saja ttebayo.'' Geramnya dengan perempatan siku-siku di keningnya yang terlihat jelas.
''Hn, aku juga tidak gendut dobe, saat itu aku hanya kelebihan berat badan saja." Elak siraven kalem, dalam hati Naruto hanya bisa mengumpati sosok didepannya 'mana ada yang seperti itu.' Batinnya.
''Berhenti memanggilku dobe, dan lagipula siapa juga yang pernah jadi pacarmu sudah gendut kau selalu mengejekku ttebayo.'' Cela Naruto.
''Apa aku masih terlihat gendut dimatamu?"
''Ya kau itu errr…'' Naruto kehabisan kata-kata ia sadar jika sosok di depannya sudah berubah seratus persen menjadi sosok gagah bertubuh tinggi dan juga tampan.
Blush
Kedua pipi Naruto merona melihat perubahan drastis itu, tubuh Sasuke sungguh kekar dan juga sexy hampir saja membuat air liurnya menetes jika ia tidak ingat jika sosok itu adalah sosok pembunuh yang sedang mengincar nyawa Gaara, majikannya.
''Dulu aku memang selalu mengejekmu tapi aku berbuat itu karena ada sebabnya dan sebabnya itu adalah kau sendiri dobe cadel.''
''Aku sudah tidak cadel teme gendut sialan.'' Naruto melayangkan tinjunya hingga mengenai rahang bawah Sasuke membuat si raven sedikit mundur kebelakang.
''Hn, begitu juga denganku.'' Tukasnya datar.
''Cih, lupakan masalah itu, sekarang aku ingin bertanya padamu teme, kenapa kau ingin membunuh majikanku ttebayo?" tanya Naruto langsung keintinya karena ia merasa percuma bernostalgia tentang masalalunya dengan siraven yang pastinya tidak akan ada habisnya karena jika sudah beradu mulut seperti tadi maka tidak akan selesai cepat jika tidak ada penengahnya, dan Naruto ingat yang selalu jadi penengah pertengkaran keduanya adalah si tukang tebar senyum yang Naruto yakin itu adalah senyum palsu.
"Bukankah sudah jelas dobe, karena ada yang menyuruhku." Jawab Sasuke kalem sambil memainkan kukunya yang sukses membuat Naruto iilfeel seketika.
''Lalu orang yang menyuruhmu itu siapa?"
''Kenapa tidak kau tanyakan saja pada majikanmu itu dobe.''
''Lho kenapa aku yang harus bertanya pada Gaara ttebayo, kaukan yang disuruh teme.'' Naruto misuh-misuh sambil menunjuk tak sopan pada Sasuke.
''Baiklah, baiklah, namanya Hyuuga Neji, puas?"
''Tidak, apa alasannya? Jika hanya soal kekuasaan bukankah Hyuuga itu lebih berkuasa dibanding Sabaku.''
''Kupikir kau tak tahu soal itu dobe, mengingat otak pas-pasanmu itu yang hanya tahu main salon-salonan sejak dulu.''
Nyes, kalimat Sasuke memang selalu top soal menghina, dan apa maksudnya dengan 'main salon-salonan' sejak dulu itu, itu fashion tahu inget itu titik.
Naruto memang hoby cosplay sejak dulu makanya jangan heran jika ia selalu mengoleksi make up tapi please dia bukan banci yang hoby dandan itu Cuma keharusan saat akan ikut cosplay, Sasuke saja yang memang selalu salah mengartikan atau memang ia hobynya mencari masalah sama Naruto, lagipula hobynya itu sudah ia hilangkan sejak ayah dan kakaknya menghilang jadi ia hanya focus mencari keberadaan dua orang terpenting dalam hidupnya itu denga mengakses jejaring sosial karena mana tahu lewat media internet kedua orang selalu dicarinya selama ini akan dengan mudah ditemukan walau sampai saat ini hasilnya tetap saja nihil.
''Dengar teme sialan, aku itu walau hoby ikutan cosplay tapi bukan berarti aku kehilangan info di televisi, lagipula bukankah kehidupan keluarga Hyuuga itu selalu disorot dan diberitakan diseluruh media dan jejaring sosial, jadi orang bodoh pun bisa tahu.'' Ujarnya dengan kedua pipi yang mengembung lucu sungguh jika saat ini Sasuke tidak dalam keadaan menjalankan 'misi' dari Hyuuga Neji sudah dipastikan jika dobe 'mantan' tercintanya itu akan ia culik lalu ia sekap di rumahnya seumur hidup.
"Ya, ya, kau memang sedikit pintar sekarang.''
''Teme sebaiknya kau batalkan niatmu itu, atau kau akan terus berhadapan denganku.''
''Tidak bisa dobe, ini sudah menjadi pekerjaanku sejak dulu.'' Sahutnya.
''Bukankah kau itu kaya raya teme, untuk apa kau mencari uang lagi apalagi dengan cara kotor seperti ini?" tanya Naruto penasaran, padahal setahunya keluarga Uchiha itu sangat kaya dan terkenal setara dengan kekayaan keluarga Hyuuga dan juga Sabaku lalu apa yang membuat Sasuke menjadi pembunuh hanya demi bayaran yang tinggi.
''Aku tak sekaya itu dobe, semuanya sudah hancur sejak sepuluh tahun yang lalu pembantaian dirumahku dan Anikiku yang menghilang begitu saja, seluruh aset Uchiha kini dikuasai orangtua sialan itu dobe, dan aku menjadi pembunuh bukan hanya ingin mengumpulkan uang saja tapi melatih kemampuanku untuk membalas dendam pada orang-orang sialan itu!" serunya dengan kalimat yang panjang, Naruto sedikit menganga karena Sasuke yang biasanya kalem dan bicara seperlunya itu bisa juga curhat panjang lebar padanya, namun kalimat sepuluh tahun lalu itu mengingatkannya juga pada peritiwa menghilangnya ayah dan kakaknya.
''Tapi kau tak harus menjadi seorang pembunuh teme, dan soal kakakmu itu kau masih bisa mencarinya ttebayo.''
''Yah, seandainya kita bicara sepuluh tahun yang lalu dobe." Sahut Sasuke dengan nada malas, terlihat dari raut wajahnya yang mulai masam dan agak gimana gitu.
''Apa bedanya sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu ttebayo?"
''Jelas beda dobe, aku sudah terlanjur memilih jalan ini dan namaku sudah tersebar kemana-mana jadi sudah terlambat jika kau mengatakan hal itu.''
''Khe, jadi hanya itu, lalu kau sekarang akan tetap memburu majikanku?"
''Ya, itu adalah misi, dan aku tidak akan berhenti sebelum misiku selesai, sekarang sebaiknya kau jangan menghalangi jalanku dobe.'' Sasuke memulai ancang-ancangnya siap akan menyerang Naruto.
''Kau mau apa teme?"
''Aku hanya akan membuatmu diam saja dobe, tenang saja setelah misi ini tuntas aku akan menjemputmu disini.''
''Kau pikir semudah itu.'' Naruto pun mulai mengeluarkan kemampuan berandalnya kembali kali ini keduanya bertarung dengan serius, Naruto akui Sasuke sepertinya lebih kuat darinya terbukti dari setiap serangan Sasuke yang mengenainya pastilah luarbiasa sakit, namun ia tak akan menyerah dan kalah begitu saja ia pun harus bisa berusaha sekuat tenaganya untuk melindungi majikannya, karena hanya ia yang mampu melindunginya.
Selang beberapa menit akhirnya pertarunganpun berakhir dengan kondisi keduanya yang babak belur, tak ada yang menang ataupun kalah karena keduanya sama-sama terkapar dengan nafas yang terputus-putus, darah mengalir di hidung, pelipis dan juga sudut bibir keduanya serta beberapa anggota tubuh yang mungkin lebam dan tentulah sangat menyakitkan dialami keduanya.
"Kau sudah babak belur dobe jadi sebaiknya berhenti mengganggu misiku.'' Ucap Sasuke dengan nafas tersengal-sengal.
''Enak saja ttebayo, aku tidak akan berhenti sampai kau berhenti memburu majikanku.''
Sasuke meludahkan darahnya kesamping lalu mendengus sebal yang sumpah membuat hidungnya yang memang sakit menjadi dua kali lipat sakit.
''Bukankah sudah kubilang jika aku tidak akan berhenti sampai misi ini sukses.'' Sergahnya.
'' Dan aku akan tetap menghalangimu karena yang kau buru adalah majikanku teme, aku adalah bodyguardnya jadi jangan harap kau bisa menyentuhnya.''
Onyx Sasuke membola, "Kau bodyguard targetku?"
''Ya memang kenapa teme?"
''Kupikir kau adalah temannya.'' Naruto mendengus geli, padahal ia sudah sempat mengatakannya pada siteme itu namun agaknya siteme sempat salah focus hingga tak memperhatikan apa yang diucapkan sipirang saat itu.
''Jangan memasang wajah aneh seperti itu teme, itu tidak cocok dengan wajah tam.. ehem anehmu ttebayo." Naruto hampir keceplosan menyebut tampan namun secepat kilat ia meralatnya.
''Hn, jadi sainganku lumayan berat ya.'' Gumam Sasuke tanpa sadar mengundang kerutan di dahi sipirang.
''Maksudmu?"
''Ya, kudengar jika bodyguard baru Sabaku itu mampu mengalahkan orang-orang yang disewa Hyuuga itu tempo hari, jadi itu kau dobe, tak kusangka ternyata kau memang sekuat itu.'' Tukasnya yang bagi Naruto terdengar seperti pujian padanya.
''Khe jangan pernah menilai sesuatu dari covernya saja teme, aku selama ini selalu berlatih dengan keras.'' Katanya menyombongkan diri padahal aslinya kan sipirang itu jago berkelahi karena ia menjadi berandalan saat masih sekolah dulu.
''Tapi itu tak akan mengubah apapun dobe…'' Sasuke perlahan bangkit lalu merapikan sedikit penampilannya.
''Kali ini aku akan membiarkan targetku hidup tapi bukan berarti aku melepaskannya, ingat dobe aku masih akan tetap membunuhnya dan setelah aku berhasil kau akan kulamar, jaa na mantan pacar.''
Setelah mengucapkan kalimat itu Sasuke pun pergi meninggalkan Naruto yang masih dalam kondisi tiduran ditanah, ingin sekali ia membalas kata-kata rivalnya itu namun percuma karena sosok dengan rambut pantat ayam itu sudah menghilang entah kemana pada kondisinya tak jauh beda dengan sipirang.
"Dasar teme sialan, aku bukan mantan pacarmu ttebayo.'' Ucapnya pelan.
''Naruto kau baik-baik saja?" tanya sebuah suara yang Naruto kenal sebagai suara Gaara terdengar dari arah depan, tampak sosok Gaara yang setengah berlari menghampirinya dengan wajah panik.
''Kalau aku baik-baik saja mana mungkin aku terkapar tak berdaya seperti ini Gaara.'' Ketusnya dengan wajah merajuk yang dibuat-buat.
''Sebaiknya kau jangan banyak bicara dulu. Izumo bantu aku memapah Naruto.'' Perintahnya pada supir pribadinya.
Izumo dengan sigap membantu Gaara membopong Naruto menuju mobilnya, di dudukannya dengan perlahan tubuh Naruto yang terlihat sulit bergerak itu.
''Tuan muda apa kita akan langsung kembali kerumah anda atau…"
''Kita kerumah sakit untuk memeriksa kondisi Naruto lebih dulu.'' Titah Gaara langsung, Izumo mengangguk patuh lalu mulai melajukan mobilnya menjauhi kawasan sepi itu.
.
.
"Jadi kau juga kali ini gagal Uchiha?" tanya Neji dengan nada tajam, ia duduk dikursinya dengan posisi menghadap kaca jendela ruangannya yang menghadap pemandangan kota di depannya atau membelakangi Sasuke dengan segelas wine ditangannya sedangkan sebelah tangannya lagi menopang dagu lancipnya.
''Hn, lawanku memang sedikit tangguh.'' Jawab Sasuke tak kalah tajam, suhu udara yang memang dingin karena AC semakin dingin saat aura dingin menguar dari tubuh keduanya.
''Bukankah kau seorang propesional, lalu kau kemanakan gelarmu itu Uchiha?" tanya Neji dengan nada mencemooh.
''Gelarku takan ada artinya jika didepan mantan pacar, Hyuuga.'' Neji terkesiap keningnya yang tertutup headband mengerut tak paham sama sekali maksud pembunuh sewaannya.
''Apa maksudmu Uchiha? Bisa kau jelaskan lebih rinci?"
''Tidak ada pengulangan Hyuuga, aku kesini hanya untuk menyampaikan laporannya saja, kau tak perlu membayarku jika kau mau karena misiku gagal, dan jika kau memang tak membutuhkanku lagi sebaiknya kau cari yang lain saja.'' Tegas Sasuke dengan tampang bosan, siraven pun berbalik dan hendak pergi dari ruangan Neji.
''Tunggu sebentar.'' Tahan pria berambut coklat panjang itu seraya memutar kursinya.
''Hn.'' Sasuke membalikan posisinya kembali menghadap Neji.
''Baiklah aku akan memberimu waktu sampai kau bisa membunuhnya, aku tak perlu menyewa jasa yang lain karena aku lebih percaya padamu, tenang saja bayarannya dua kali lipat dari yang kutawarkan.''
Sasuke bergeming dengan mata segelap malamnya yang menatap tajam Hyuuga Neji, dalam benaknya ia sedikit berdelusi tentang tawaran Neji, ya bayaran yang di terimanya nanti tentulah sangat besar bahkan mampu menyewa sebuah pulau impiannya untuk berbulan madu dengan sipirang, membayangkan itu sebuah seringai licik mulai berkembang dibibir siraven.
''Hn kuterima tawaranmu Hyuuga, dan kupastikan tak akan ada kata gagal lagi walau itu memakan waktu yang cukup lama.'' Ujarnya lalu kembali berbalik menuju pintu keluar, saat ia memutar knop pintu ia pun berhenti sejenak, ''Cinta ditolak memang selalu menyakitkan, eh?#smirk" ucapnya dengan nada jahil lalu keluar dengan debaman pintu yang cukup keras saat kembali menutupnya di susul dengan bunyi lemparan benda keramik didalam ruangan milik Neji.
.
.
Sementara itu di rumah sakit, terlihat sipirang yang masih terbaring lemah dengan Gaara yang terus menemaninya selama ia diperiksa oleh dokter yang memang masih memiliki hubungan saudara dengan keluarga Sabaku.
''Nenek Chiyo bagaimana kondisinya?" tanya Gaara pada dokter wanita yang memang sudah berumur lebih dari setengah abad itu.
''Tak ada yang parah Gaara-sama, ia hanya butuh istirahat untuk memulihkan tubuhnya saja, daya tahan tubuhnya sangat kuat jadi tak ada yang perlu dicemaskan.'' Jawab wanita tua itu.
''Kau dengar sendirikan Gaara, aku ini sangat kuat ttebayo, luka seperti ini belum ada apa-apanya.'' Sela Naruto dengan nada bangga pada majikannya yang membuat sang majikan memutar bola matanya yang berwarna hijau itu.
''Aku begitu karena aku mengkhawatirkanmu bodoh, kau pikir siapa yang tidak panik melihat seseorang terkapar begitu saja dijalanan.''
''Hei, aku tidak terkapar dijalanan ttebayo." Sembur Naruto tak terima, Gaara menampilkan senyum mengejeknya.
''Ya kau benar, itu hanya tanah berlapis batu dengan sedikit rerumputan.'' Ujarnya dengan nada dibuat-buat.
Naruto membuang wajahnya kesamping dengan pipi yang mengembung, ''Sesukamulah.'' Ketusnya.
Wanita tua bernama Chiyo itu hanya tersenyum melihat tingkah keduanya, ia merasa sangat senang karena mampu melihat wajah ceria tuan mudanya yang dulu sempat menghilang kini kembali lagi berkat kehadiran bocah pirang yang menjadi bodyguardnya itu.
.
.
Kiba menguci pintu pet house miliknya, ia berencana akan mengunjungi rumah Gaara sekalian bertemu dengan Naruto, Kiba walau dengan kondisi lumpuh namun ia masih bisa beraktivitas tanpa bantuan oranglain walau terkadang ia akan sedikit mengalami kesulitan saat berada diluar pet housenya.
Kiba menggerakan kursi rodanya yang kebetulan bergerak otomatis dengan menekan tombolnya menuju kearah depan dimana ia biasa menyetop taksi yang akan ditumpanginya, ia memang sengaja pergi sendiri tanpa di temani Akamaru.
Saat ia akan sampai ditempat tujuannya seorang pria menghadang jalannya membuatnya harus memundurkan laju kursi rodanya, Kiba mendongak untuk melihat siapa sosok pria tinggi yang sudah menghalangi jalannya itu.
''Apa kabar, Kiba?" sapa sosok itu.
Kiba melotot horor pada sosok didepannya, tubuhnya mengigil seketika, wajah itu adalah wajah yang tak asing diingatannya.
''Shi-shika…maru.''
Tbc
Halo halo halo apa kabar reader semuanya…semoga sehat selalu ye…semoga part ini g membingungkan ye…
Buat yang login udah kimi bales lewat pm ye
Balesan buat yang guest:
vilan616 : errr entah kenapa udah aku coba kok g bisa ye bales lewat pm.. jadi disini aja ye...kimi bakal lanjut terus kok walau lama os kimi pan orang yang sibuk nyari duit kkk kimi mah apa atuh cuma bubuk rangginang *bukan orang senang* kkk
aoi sora : iya say,,, tapi buat yang ex kayknya bakal lama binggo os idenya macet total,,, gpp kok aoi-chan.. kimi malah udah punya 3 projeck ff baru nih bingung mau meluncur yang mana dulu kkk.
shizuka : gaara g suka naru kok.. hehehe maaf ya kalau lama kimi pan sibuk..
gyumin4ever : iye cyin sasu emang endut tuh os kebanyakan makan tomat dia #ditampolpakesendalamasasuram.
guest : ini udah lanjut
retnoelf : ini udah lanjut
kiroy123 : ne sasu emang rada ooc.. tapi tetep nyeremin kok...
uzumakisafira : makasih ya.. ini udah lanjut kok
mohon maaf buat segala kekurangannya ya.. oh iya sesuai yang kini sempat bilang ama salah satu reader klo kimi udah bikin 3 ff baru yang mungkin tau2 bakal kimi post kalau para reader berkenan mungkin kimi bakal post secepat.. buat tema yang pertama itu sekuel ff hope yang kedua temanya pembunuhan plus rated m *walau g yakin bisa bikin lemon* dan yang terakhir temanya pedo...buat yang g setuju juga boleh kok berpendapat di review jadi mungkin kimi tunda dulu postingan ff barunya..
sampai jumpa di part selanjutnya ya...
