Pair : SasuNaru, ShikaKiba, dll
Genre : romance/ humor (maybe).
Warning : BL, typo (mungkin), OOC (nyempil), dll.
a/n : ini Cuma buat yang suka baca ff terutama Sasunaru sebagai pairingnya, jadi bagi yang anti sama boy love dan lain sebagainya jangan di baca ya…
Selamat membaca.
Part 2
Naruto pov
Satu hari yang lalu
Namaku Namikaze Naruto, siswa tahun pertama di sekolah ini. Sudah sebulan aku bersekolah disini, bisa di bilang aku ini murid pindahan karena saat masuk sekolah ini sudah memasuki semester kedua.
Di sini aku memang jarang memiliki teman karena aku sendiri yang menginginkan itu, tapi jarang bersosialisasi bukan aku tak memiliki teman sama sekali karena pada kenyataanya aku memiliki seorang sahabat bernama Karin, gadis yang katanya seorang fujoshi akut dan sedikit stress.
Apa aku sangat kejam dengan mengatainya begitu? Ohohoho tentu saja tidak kan?, dia memang sangat pantas dengan julukannya itu, karena dia sendiri tak mengapa jika aku sedang kesal lalu dengan sengaja aku mengatainya fujoshi stress, dia malah memiliki moto tersendiri dalam hidupnya yaitu ' no yaoi, no life' anehkan? Dan entah kenapa aku malah bisa bersahabat dengannya sedari dulu, dan hari ini adalah hari tersialku pasalnya, si rambut merah a.k.a Karin itu dengan seenak jidatnya memasang nama dan photoku di sebuah situs bernama g****r, awalnya dia tidak mau mengaku jika itu situs apa karena jujur aku sendiri pun tak tahu dengan situs itu, namun saat kuselidiki akhirnya aku tahu dan kalian tahu apa yang saat ini kulakukan? Aku memintanya untuk menghapus nama dan photoku.
Dan kalian tahu, reaksinya hanya satu kalimat yang mencengangkan,'agar kau bisa segera dapat jodoh'. Dan beginilah situasi sekarang dengan aku yang kembali mengejar-ngejar dirinya, ck sial dia berlari kearah gedung basket, aku secepat mungkin mengejarnya dan tak mempedulikan suasana di dalam sana, Karin berlari ketengah lapangan, aku yang sudah kesal setengah mati melepas sebelah sepatuku lalu melemparkan kearahnya, dan shit! Ini memang hari sialku, sepatu yang ku lempar tadi tak mengenai dirinya melainkan pada sosok berambut pantat ayam itu tepat mengenai wajah bagian atasnya, yang kalau tidak salah dia itu oh tidak ini gawat.
End Naruto pov
Naruto menghela nafasnya saat teringat kejadian kemarin, sungguh sebenarnya ia tak berniat memiliki masalah dengan senpai garang itu di tambah lagi kejadian hari ini membuat otaknya panas, dan sosok yang patut di salahkan adalah Karin sang sahabat tercinta, ck ck.
''Apa yang kau lamunkan baka dobe, cepat pijat pundakku dengan benar.'' Titah Sasuke saat pijatan Naruto di pundaknya terhenti, beginilah nasib sang Namikaze sekarang jadi tukang pijat dadakan sang Uchiha bungsu yang sangar.
''Ha'i, yang mulia raja Uchiha teme Sasuke-sama.'' Sahutnya dengan nada ketus lalu melanjutkan acara memijit senpai sangarnya.
Sasuke sama sekali tak tersinggung dengan julukan yang di berikan oleh kohai pirangnya, ia justru sangat senang melihat raut wajah si pirang yang sangat lucu saat sedang marah atau cemberut.
''Ingat setelah ini kau harus membersihkan apartementku sebagai hukumanmu yang berikutnya, mengerti?"
"Ha'i.''
.
.
Naruto pulang kerumahnya dengan wajah cemberut, Minato selaku sang ayah hanya mengerutkan keningnya saat melihat raut wajah sang anak yang tak biasanya itu.
''Kenapa Naru? Kau sepertinya sedang kesal, apa ada yang menganggumu di sekolah?" tanya Minato lembut, Naruto melihat kearah ayahnya sekilas lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya yang tak jauh dari pintu utama ia masuk.
Rumah milik Namikaze Minato memanglah sangat kecil dan hanya bisa di tempati oleh dua orang, terdiri dari dua kamar, ruang tamu dan juga dapur. Mereka memang hanya tinggal berdua, karena istri dari Minato pergi entah kemana dan walaupun hanya tinggal berdua, Naruto merasa bersyukur karena masih bisa merasakan kasih sayang orangtua walau hanya orangtua tunggal.
''Naru?" panggil Minato.
Naruto yang sedang merebahkan dirinya di kasur single miliknya menoleh pada sang ayah yang kini sudah berpakaian rapi.
''Tou-san mau pergi kemana?"
''Tou-san hari ini akan bekerja Naru.'' Jawab Minato, ia mendudukan dirinya di samping ranjang anaknya.
''Loh tapi inikan sudah sore?"
''Tou-san bekerja sebagai bartender di sebuah club malam Naru jadi wajar saja jika berangkat sore.''
''Kenapa harus club malam tou-san, bukankah pendidikan tou-san sangat tinggi, kenapa tidak di perusahaan saja?"
''Tidak Naru, itu hanya akan membuka luka lama saja.'' Jawab Minato lirih, Naruto bisa melihat kesedihan dimata sang ayah. Ia paham betul apa yang terjadi pada masalalu keluarganya begitupula alasan sang ibu yang dengan tega meninggalkan keluarganya saat kemiskinan mulai melanda dan kini harus tinggal berdua di tempat kecil yang mereka tinggali sekarang.
"Jika itu sudah menjadi keputusan tou-san, aku tidak bisa melarang." Ujarnya, Minato tersenyum lembut lalu mengusap surai pirang sang anak.
''Arigato Naru. Tou-san berangkat dulu ya, jaga diri di rumah baik-baik jangan lupa kunci pintunya jika sudah malam.''
"Baik tou-san, tapi jika aku mengunci pintu lalu tou-san bagaimana bisa masuk?" tanya Naruto.
''Tenang saja, tou-san sudah membawa duplikatnya, kalau begitu tou-san pergi, jaa.'' Minato pun keluar dari kamar Naruto.
Naruto menghela nafas lelah, ya ia benar-benar lelah setelah seharian di kerjai senpai bernama Sasuke itu, dan yang paling melelahkan adalah ia harus mendadak jadi babu di apartement sang senpai, awalnya ia pikir apartementnya itu ukurannya tak seberapa namun saat masuk kedalamnya ia benar-benar di buat tercengang kala melihat seluruh isi apartement yang bahkan dengan rumahnya sendiri masih lebih luas dan mewah apartement sang Uchiha bungsu.
Dan sialnya, Sasuke tak hanya menyuruhnya membersihkan ruangannya saja ia bahkan menyuruh Naruto mencuci pakaian kotornya yang sudah menumpuk, lalu dengan seenak jidatnya Uchiha bungsu itu pun menyuruhnya untuk masak, dan mulai besok ia berjanji untuk tak bertemu dengan seniornya itu dan jika bertemu pun ia akan sebisa mungkin menghindar darinya.
Drrrtttt drrrtttt
Naruto mendengar ponselnya berbunyi dengan segera ia mengambilnya di lihatnya satu pesan masuk dari Karin untuknya.
From : FujoKarin
Naru-chan, aku minta maaf atas kejadian tadi, sebagai gantinya aku akan mentraktirmu ramen sepuasnya besok saat pulang sekolah, jadi please jangan marah lagi yaaaa :D.
Naruto terkikik geli saat membaca pesan dari sahabatnya itu, lalu dengan semangat ia mengetik pesan balasan.
To : FujoKarin
Permintaan maaf di terima, dan bersiap-siaplah dompetmu kempis Karin #smirk.
Di tekannya tombol send, lalu ia pun kembali menaruh ponselnya diatas bantal tidurnya, sambil menunggu balasan dari sahabatnya Naruto pun membayangkan kejadian sebelum ia keapartement Sasuke.
Flasback
Naruto masuk kedalam kelasnya dengan wajah cemberut, ia pun lalu duduk di bangkunya. Karin yang duduk di sebelahnya tersenyum salah tingkah padanya dan berusaha untuk mengajaknya berbicara.
''Naru-chan, gomene.'' Ucap Karin namun tak di gubris oleh sang Namikaze.
''Naru-chan~, Naru-…"
"Berisik Karin, huh.'' Ketusnya seraya membuang wajahnya kesamping tanda kalau ia benar-benar marah pada gadis berambut merah itu, namun dalam hati Naruto tidak benar-benar marah padanya hanya saja ia ingin 'sedikit' memberi pelajaran pada sahabatnya itu.
Sepanjang pelajaran Karin di liputi rasa bersalah, sesekali ia melirik pada Naruto yang terus bersikap cuek padanya, dan sampai pulang sekolah pun tetap seperti itu terbukti dengan terburu-burunya Naruto saat merapikan peralatan sekolahnya.
Flashback off
Naruto tertawa cekikikan mengingat kejadian itu, ia sudah puas sekarang karena berhasil membuat Karin untuk sementara waktu berhenti mengusilinya.
Drttt drttt
Kembali ponsel Naruto berbunyi, buru-buru di ambilnya ponsel miliknya karena tak sabar melihat pesan balasan dari Karin untuknya, namun agaknya ia harus kecewa karena ia melihat nomor tak di kenal tertera di ponselnya.
Naruto pun membaca isi pesannya.
From : 089xxxxx
Kau mungkin tak mengingatku, kau mungkin tak akan mengenalku lagi.
Tapi jangan pernah melupakan ini…
Setangkai bunga lili putih dan juga bianglala…
My sunshine
Jantung Naruto tiba-tiba berpacu, kedua matanya memanas ia tak mengerti isi pesan itu hanya saja satu kalimat terakhirnya membuat rasa sakit di kepalanya mulai terasa.
Tbc
Halooo all reader… arigatou udah baca plus review ff gaje buatan kimi T^T… moga part yang ini ga gaje-gaje amat ye…
oh iye kemaren ada kesalahan teknis nih.. itu harusnya naru anak kelas satu bukan kelas dua ye.. os awalnya nih ff kimi bikin di fandom anu makanya pas ngedit lupa yang onoh ketinggalan kkk.
Seperti biasa mohon pendapatnya all reader…
