UNTITLE

Wiell

Disclaimer :

Cerita ini milik saya, jika ada kesamaan bukan suatu kesengajaan. Apabila kalian melihat yang sama persis mohon beritahu saya.

[CHANBAEK]


Tidurnya lebih nyenyak.

Baekhyun benar merasa segar setelah tidur, rasa lelahnya sedikit terobati dengan tidur yang berkualitas begini. Matanya memang masih berat untuk sekadar membuka dan rasa hangat yang melingkupi tubuhnya juga kian bertambah membuatnya makin betah terpejam. Mungkin sedikit aneh namun tak apa, guling hotel memang sangat nyaman digunakan. Hanya sedikit lebih keras dan hangat. Dengan deru napas diatas kepalanya.

"Hm?"

"Selamat pagi, istriku!"

Mendengar suara tak asing yang dekat dengan indera pendengarnya membuat Baekhyun berjengit, sontak mendongak untuk menemukan si jangkung yang tengah tersenyum ceria. Lalu belitan hangat disekitar perutnya yang sedikit banyak membuatnya nyaman adalah Chanyeol.

"Masih belum sadar jika sudah jadi istri ya?"

Mendorong dadanya menjauh dan segera bangun adalah rencana Baekhyun. Namun rencana tinggal rencana. Pelukan di tubuhnya makin mengerat bahkan wajahnya menempel pada batang leher Chanyeol. Napas hangat menderu di atas kepalanya, juga kecupan kecil yang berulang membuat Baekhyun malu sekaligus risih. Padahal dengan yakin ia meletakkan guling diantara mereka namun sekarang guling itu sudah teronggok tak berdaya di sudut ranjang.

"Apa yang kau lakukan Chanyeol? Bisa menjauh sedikit?"

"Aku tidak tahu jika tubuhmu sebegini nyaman untuk dipeluk."

Dorongan lebih kuat dilakukan dan Chanyeol sedikit menjauh, hanya beberapa centimeter saja. Baekhyun menghela napasnya, sejujurnya ia masih mengantuk dan malas untuk sekadar berdebat ataupun beradu otot begini.

"Cium dulu, nanti aku lepaskan."

Bekhyun memutar bola matanya malas, ia masih mengantuk dan Chanyeol yang terus menggodanya, "menyingkir dari tubuhku, Chanyeol!"

"Kita kan pengantin baru, Baekhyun. Apakah tidak ada kejutan untuk suamimu ini, hm? Aw –sakit!!"

Cubitan kecil Baekhyun berikan sebagai imbalan untuk Chanyeol, mengganggu waktu paginya bukan hal yang baik. Pelukannya melonggar karena kesakitan dan Baekhyun segera keluar dari sana, melenggang santai ke kamar mandi, "itu balasan karena kau menggodaku!"

Pintu di tutup dan Baekhyun tertawa puas.


UNTITLE CHAP 11


Pagi itu Chanyeol bersantai. Ia mendapatkan jatah libur untuk pernikahannya selama 3 hari, sebenarnya ia bisa libur lebih lama namun tidak untuk sekarang.

Melupakan sejenak penatnya pekerjaan dan menghabiskan waktu dengan orang tersayang memang bagus. Yang ia sadari adalah ia lebih banyak tersenyum dari hari sebelumnya. Dan itu semua karena Byun Baekhyun.

"Menikmati liburmu, bung?"

Baekhyun muncul dengan bathrobe dan membawa segelas jus apel. Mendudukan dirinya disamping Chanyeol dan menikmati sinar matahari pagi.

"Begitulah. Mau berenang?" tanya Chanyeol.

"Tidak, aku sudah mandi jadi aku tidak akan berenang."

Chanyeol mengangguk, ia kemudian berdiri. Melepaskan baju melewati kepalanya yang tanpa sadar membuat Baekhyun terpana. Mengagumi bagaimana tubuh tinggi dengan kadar otot yang tidak berlebihan ataupun kurang. Sangat pas.

"Terpesona?"

"Eh? Tidak. Biasa saja."

Baekhyun memalingkan wajahnya, tiba-tiba pipinya memanas tanpa sebab. Sedangkan Chanyeol mengangkat bahunya acuh, Baekhyun memang tsundere. Ia berjalan menuju sisi kolam, bersiap untuk berenang di cuaca yang indah ini.

Memutar semua sisi kolam hingga kurang lebih 15 menit dan mendapati Baekhyun yang terpejam nyaman. Diam-diam Chanyeol naik ke permukaan, mendekati Baekhyun yang terlindung dari panas dengan sebuah payung yang besar. Padahal mereka baru bangun tidur, menyantap sarapan dan Baekhyun kembali tertidur lagi.

"Bangung, pemalas!"

Namun tidak ada tanggapan berarti, untuk itu Chanyeol menarik hidungnya hingga Baekhyun kesulitan mengambil napasnya.

"Chanyeol!!"

Tangan Baekhyun menarik tangan Chanyeol menjauh. Ia meringis kesakitan. Menatap sengit pada Chanyeol yang tertawa puas, "dasar gila."

Hidung memerah yang menggemaskan bagi Chanyeol. Inginnya ia menggoda Baekhyun lagi sebelum dering ponsel mengalihkan perhatian keduanya.

Nama Jongin tertulis di ponsel Baekhyun.

Chanyeol tidak dapat mendengar karena Baekhyun menjauh, seperti menyembunyi hal lain. Namun ia bisa menebak jika itu tentang warisan.

'Baekhyun, kapan kau akan membagikan warisan itu?'

"Hyung, kenapa kau terus mendesakku? Tidak ada hal lain yang perlu kau katakan?"

Rasanya Baekhyun sangat kesal. Kebahagiaannya direnggut karena pernikahan ini.

'Baek, aku sangat membutuhkan uang. Saat ini perusahaan sedang krisis dan Kyungsoo akan melahirkan. Aku sudah tidak punya apapun Baekhyun.'

Suara itu membuat Baekhyun mengiba, apalagi ia baru saja menikah dan membutuhkan banyak biaya dari akad hingga resepsi. Dan Jongin merendahkan diri karena benar membutuhkan uang.

"Aku akan membicarakannya lagi nanti, beri aku waktu."

'Baiklah, pertimbangkan Baekhyun. Sekali ini saja.'

Chanyeol menikmati jus apel milik Baekhyun, ia masih menerka apa yang dibicarakan Jongin juga Baekhyun. Pasti tidak jauh dari uang lagi.

"Hey, itu minumanku!"

Baekhyun datang, menatap sengit pada Chanyeol yang meringis. Minuman itu tinggal separuh dan bahkan Baekhyun hanya sempat meminumnya sedikit.

"Berbagi itu baik untuk suamimu, Baekhyun," ucap Chanyeol tenang. Ia bersiap menggoda Baekhyun lagi sebelum ekspresinya berubah.

"Ehm, jadi ada apa? Kenapa Hyung menelponmu sekarang?"

Baekhyun menatap Chanyeol sekilas, ia menghela napas, "ia hanya ingin aku cepat membagi warisan. Padahal pernikahanku baru kemarin."

Tentu saja, ia menggunakan untuk membayar hutangnya yang akan jatuh tempo - batin Chanyeol.

"Mau aku membantumu?"


UNTITLE CHAP 11


Ini adalah minggu pertama sejak Baekhyun resmi menjadi istri Chanyeol. Lelaki itu masih menyebalkan namun juga perhatian. Ia bersikap seolah peduli dan menyanjung Baekhyun, namun ia enggan tertipu. Karena bisa saja Chanyeol hanya menggoda dan ia kembali teringat dengan pernikahan yang palsu ini. Sepertinya Baekhyun harus segera mengambil apa yang telah Chanyeol janjikan. Hell, ia bisa berbelanja tanpa batas.

Saat Baekhyun di kampus, Chanyeol terus menelponnya hingga 4 kali. Membuat Baekhyun mengernyit tentang hal apa yang mendesak.

"Baekhyun, kau mau kemana?"

Hyeri datang saat Baekhyun bersiap masuk mobilnya, "aku akan pulang dan mengambil berkas milik Chanyeol. Kau mau ikut?"

"Apakah boleh? Tentu saja."

Hyeri telah duduk di kursi depan, memasang set belt nya rapat. "Jadi Oppa ingin kau mengambil berkasnya?"

"Begitulah, katanya nanti akan ada rapat dan ia tidak bisa pulang," ucap Baekhyun dan mulai menjalankan mobilnya. Kabar baik karena Chanyeol telah mengijinkannya mengambil mobil miliknya dan ia bisa bebas kemananpun.

"Eum, Baekhyun?"

Hyeri berucap canggung, menggosok telapak tangan, "bisakah aku tinggal denganmu dan Oppa?"

"Apa?!"

Beruntung mereka ada dilampu merah dan Baekhyun tidak menabrak pengguna lainnya. "Tapi kenapa?"

"Ayolah, jarak kampus lebih dekat jika dari apartement Oppa dibanding jarak kampus ke rumahku. Aku sudah lelah harus mengemudi setiap hari."

Wajah memelas yang dulu Baekhyun anggap lucu, kini berubah menyebalkan.

"Aku tidak bisa memutuskannya. Nanti kau tanyakan saja pada Chanyeol."

"Lagipula tidak lama, hanya dua bulan. Lalu aku akan kembali ke rumah," ucapnya menyakinkan. Ia pasti bisa tinggal dengan Baekhyun.

Tak lama mereka telah sampai di apartement, mempersilahkan Hyeri dan ia bergegas mengambil sebuah berkas sesuai dengan petunjuk Chanyeol yang ada di ruang kerja lalu kembali keluar dan menuju kantor Chanyeol.

"Apakah kalian sudah melakukannya?"

"Apa?"

"Itu, sesuatu yang bisa pasangan lakukan."

"Apasih? Seks?"

Hyeri menutup wajahnya, "kenapa kau frontal sekali? Aku kan sudah mengkodenya."

"Itu rahasia."

"Ayo beritahu aku sekali saja. Aku tidak akan membocorkannya."

"Itu rahasia kami."

Mereka telah sampai di kantor Chanyeol, menuju ke resepsionis yang saat itu tengah berbincang.

"Dimana ruangan Park Chanyeol?"

"Apakah anda sudah membuat janji?" tanya seorang wanita yang lebih tua darinya. Namun yang membuat jengkel adalah tatapan menilai dari ujung kepala hingga kaki. Baekhyun memang menggunakan kemeja bermotif kotak dan ripped jeans yang robek di bagian lutut. Mungkin ia tak tahu jika Baekhyun adalah Istri Park Chanyeol.

"Ya, ia sudah menelponku."

"Tunggu sebentar. Aku akan menghubungi sekertaris tuan Park. Atas nama?"

"Byun Baekhyun."

Baekhyun menunggu dengan sabar, Hyeri masih duduk di kursi tunggu resepsionis dan bermain dengan ponselnya.

Tiba-tiba karyawan itu menunduk, "mohon maaf saya tidak mengenali anda, Tuan. Saya tidak tahu jika anda adalah suami dari Tuan Park."

Baekhyun tersenyum canggung, membuat beberapa orang menoleh pada mereka, "tidak masalah. Tapi bisa tunjukkan ruangannya?"

"Ruangan Tuan Park ada di lantai 15, anda bisa bertanya pada sekertaris disana.

"Baiklah, terimakasih."

Sementara Hyeri hanya mengikutinya dari belakang, ia memang jarang ikut ke acara di kantor Chanyeol jadi tidak heran jika banyak orang yang tidak mengenalnya bahkan ia adalah adik dari CEO mereka.

Ini adalah kali pertama Baekhyun mengunjungi kantor Chanyeol. Kantor yang luas dengan desain yang menarik. Beberapa karyawan membungkuk juga menyapanya, mungkin mereka tahu jika Baekhyun adalah istri dari atasannya.

Ketika mereka sampai di lantai 15, samar Baekhyun dapat mendengar suara dari dalam, yang ia kira adalah suara Chanyeol yang tengah memaki. Apa mungkin Chanyeol bertengkar?

"Ya Tuhan!"

Pintu dibuka dan Baekhyun di buat terkejut setengah mati ketika mendapati Jongin berlutut padanya.


Bersambung -


Note Chapter 11 :

Gimana ya? makin gak karuan aja wkwk. Udah aku perbaiki ya tentang gender Kyungsoo, sebenarnya dari awal aku pengen dia itu laki-laki carrier tapi setelah kupikir aku gak mau fanfic ini jadi male preg. Terima kasih sarannya, kalau kamu nggak bilang aku kayaknya nggak tahu. Ada masukan? silahkan tinggalkan di kolom review ya!!

Terima kasih. Luv 3