OBSESI SASUKE
CHAPTER 4
THANEA ZWARTE ROOS
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
GENDRE: HURT, COMFORT
RATE: M
WARNING: HOMO, BL
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
Dalam ruangan yang temaram terdengar suara getar sebuah smartphone, mengusik ketenangan sepasang onyx yang terlihat tidak bersahabat. Sasuke melirik sekilas smartphone yang sendari tadi bergetar dan mendapati "Tou-chan" sebagai ID Callernya. Dengan lembut Sasuke menurunkan lengan yang menjadi bantal Naruto, memastikan Naruto tidak terusik untuk kemudian beranjak dari ranjang dan menjawab panggilan di luar ruangan.
[Hn?]
[...]
[Naruto bersama ku]
[...]
[Mereka berani menyentuh milik ku!]
[...]
[Hn]
Tut tut tut
Setelah menyudahi teleponnya, Sasuke kembali ke ruangan dan mengambil sekaleng cola di kulkas. Membuka tutupnya, lalu meneguk setengah. Menghilangkan penat dan juga kekesalannya. Kakashi mengabarinya, bahwa satu preman itu mati kehabisan darah. Dua rekannya masih status kritis, dan dia berharap kedua preman tersebut segera menyusul rekannya yang lebih dulu tewas.
Beraninya mereka menyentuh miliknya. Sekarang, tugasnya adalah membuat Naruto menuruti semua perintahnya dan menghilangkan traumanya. Sasuke melepas kemeja yang ia kenakan, menggantinya dengan singlet berbahan kaos. Setelahnya melepas celana katun hingga tersisa boxer biru navy yang menutupi kebanggannya. Sasuke menatap ke ranjang, melihat sosok rapuh Naruto yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya. Melangkahkan kakinya ke ranjang, Sasuke menidurkan diri di samping Naruto. Dengan lembut, Sasuke mengecup sekilas bibir Naruto. Memelunya erat dan menyusul ke alam mimpi.
.
.
.
.
"Enggggg" terdengar lenguhan dari bibir cherry Naruto saat merasakan tubuhnya yang terasa tidak bisa leluasa. Perlahan Naruto membuka kelopak matanya, hal pertama yang di lihat adalah sebuah tangan putih dan kokoh, memeluk pinggangnya.
Deg
Jantungnya berdegub kencang, apalagi pahanya di rengkuh erat oleh paha putih mulus, yang hanya tertutup boxer. Naruto hanya bisa bernafas lega saat melihat dirinya memakai piyama, meski kebesaran.
Naruto ingat, kemarin dia hampir saja mengalami pelecehan seksual. Seandainya Sasuke tidak datang, Naruto tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi. Mengingat, betapa bernafsunya ke tiga preman untuk menggagahinya. Naruto beruntung, Sasuke datang dan menolongnya. Membantu menenangkan dirinya saat ia masih histeris dan terkejut dengan apa yang terjadi. Setidaknya dia merasa lebih baik berada di dekat Sasuke. Perasaan nyaman, aman dan terlindungi ia dapatkan saat Sasuke berasa disisinya.
Naruto memindahkan lengan Sasuke dan memilih duduk, dia memperhatikan wajah tampan Sasuke. Menyusuri otot yang berisi namun tidak kentara. Tulang rahang yang tegas, membuat Sasuke terlihat semakin tampan dan sangat layak menjadi idola kaum hawa.
Naruto mengelus surai raven Sasuke, dia terkekeh saat melihat tatanan rambut Sasuke yang masih melawan gravitasi meski saat tertidur. Sasuke membuka matanya, memberikan senyum hangat pada Naruto.
"Ohayou, Dobe," sapa Sasuke, sambil menguap dan merenggangkan otot-ototnya.
"Ohayou mo, Teme."
Naruto langsung menubruk Sasuke, memeluknya. Mengucapkan terimakasih, karena telah menolongnya.
"Arigatou, Sasuke. Kalau kau tidak ada, aku—aku pasti–," Naruto tidak mampu meneruskan kata-katanya. Kejadian kemarin ingin di lupakannya, dan dia tidak ingin mengingat lagi detail peristiwa itu.
"Ssssttttthhhhhh, tenanglah. Bukan kah kita sudah sepakat, tidak akan membahas masalah kemarin lagi," Sasuke mengelus punggung Naruto, menenangkannya, "anggap saja itu hanya mimpi buruk, kau aman bersama ku."
Naruto hanya mengangguk, melepaskan pelukannya, wajahnya merona. Malu, Sasuke hanya terkekeh melihat, sikap canggung dan malu-malu Naruto.
Sasuke turun dari ranjang dan menyambar handuk, dia ingin mandi. Belum sempat ia memegang knop pintu kamar mandi, Sasuke mengehentikan langkahnya dan menatap Naruto seduktif.
"Ingin mandi bersama, Dobe-chan?" godanya sambil berlari, saat Naruto melemparinya dengan bantal.
"Teme, mesummmm!" teriak Naruto kesal. Senyum mengembang di wajahnya. Setidaknya dia tahu, Sasuke menghiburnya.
Naruto memilih merapikan seprei, bantal dan selimut. Setelah selesai, Naruto berencana berendam dengan air hangat untuk melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku. Sambil menunggu Sasuke mandi, Naruto memilih melihat-lihat koleksi buku Sasuke.
Alis Naruto mengkerut, saat melihat sebuah buku yang berwarna orange mencolok. Dia tau, Sasuke benci warna cerah. Dengan ragu dia mengambil buku tersebut. Hatinya bertolak, mengingatkannya untuk tidak membaca isi buku tersebut. Bagaimana pun, itu adalah privacy Sasuke.
Tapi, rasa penasaran mengalahkan Naruto. Membuatnya memilih melihat isi buku tersebut. Dengan perlahan dia melihat tulisan cakar ayam Sasuke. Dari tanggal dan tahunnya, Naruto tau itu adalah tulisan pertama Sasuke.
"Diary?" gumam Naruto dan melanjutkan bacaannya.
Uzumaki Namikaze Naruto,
Hanya namanya yang tertulis di buku tersebut dan juga sebuah foto dirinya dan Sasuke saat masih merangkak ( chapter 1 ). Wajah Naruto memerah melihat posisi mereka yang ambigu. Disan terlihat Sasuke menggigit pipinya dari atas sedangkan tangan mungilnya menjambak rambut Sasuke.
"Ini sungguh memalukan." Gumam Naruto dan menangkup kedua pipinya yang terasa hangat.
Saat hendak membuka halaman ke dua, terdengar suara shower di matikan. Dengan cepat Naruto menutup buku tersebut dan meletakannya kembali ke tempat semula.
Naruto pura-pura merapikan seprei yang sudah ia tata sebelumnya, begitu melihat Sasuke keluar dari kamar mandi. Sampai akhirnya, Naruto terperangah melihat mahakarya Kami-Sama. Tubuh toples Sasuke dengan efek tetesan air yang mengalir dari ujung rambut ke tubuhnya. Membuat Sasuke kali lipat lebih tampan dan sebelumnya.
Naruto menatap iri dan sebal. Perut sixpack, dada bidang dan lainnya, membuat Sasuke terlihat sangat perfect melebihi tubuhnya. Naruto menunduk. Miris sekali tubuh rampingnya, tidak ada otot sama sekali. Naruto bergegas masuk ke kamar mandi. Dia bahkan menghiraukan panggilan Sasuke.
"Dobe–" Sasuke hanya diam, menggeleng pelan dan memilih mengambil handuk dengan motif orange biru, lalu kemeja dengan celana pendek.
Sasuke tersenyum, tidak sia-sia dia membeli beberapa lembar baju kecil untuk Naruto. Nyatanya Harapannya terkabul, Naruto masuk ke dalam kamarnya. Hal yang menyenangkan adalah Sasuke bisa tidur dengan Naruto hingga pagi.
Sasuke mendesah lelah, merasa bersalah. Tapi dia melakukan itu karena rasa cintanya pada Naruto. Naruto adalah candu baginya. Ekstasi dan arak yang paling memabukan, dia tidak tau kapan perasaan ingin memonopoli itu muncul. Tapi dia yakin mungkin saat dia menggigit pipi chubby Naruto.
Bahkan saat melihat foto itu, dia langsung mengambilnya dan menyimpannya di kotak mainan berharganya. Dan mulai belajar menulis di buku. Tulisan pertamanya adalah nama lengkap Naruto.
Cklek
Naruto melongokan kepalanya, mengintip Sasuke. Wajahnya memerah, malu.
"Suke, aku lupa membawa handuk." ucapnya malu, masih menutup tubuhnya dengan daun pintu.
Sasuke segera memberikan handuk dan baju, lengkap dengan pakaian dalamnya. Naruto hanya mengernyit heran. Kenapa Sasuke, menyimpan handuk, dan pakaian kecil. Namun dia memakainya juga, toh dari pada memakai pakaian robek. Sambil memakai pakaian pemberian Sasuke, Naruto memikirnya kemungkinan-kemungkinan. Mengapa Sasuke membeli baju yang seukuran dengan tubuh perempuan. Tubuh Naruto jadi terlihat lebih hot dalam balutan pakaian itu.
Apa Sasuke sering mengajak wanita menginap, memikirkannya membuat Naruto kesal dan dadanya berdenyit nyeri. Tidak rela. Berdecak kesal, 'awas saja kau, Teme.' pikirnya geram.
.
.
.
.
TBC
Mohon saran dan kritiknya minna~~
Salam damai selalu ~~
Hidup SasuNaruLovers
Thanea Zwarte Roos
Note: Bagi yang ingin bergabung dengan group SasuNaru Fanfiction, harap berkenalan dahulu dengan salah satu admin ne? Bisa juga via pm di akun ini
Arigatou :D
