Ketika Baekhyun sampai di apartemennya, jam hampir menunjukkan pukul tengah malam. Dia memutuskan untuk mandi air hangat dengan cepat karena tubuhnya benar-benar ingin segera beristirahat. Baekhyun menguap kesekian beberapa kali ketika menggosok giginya. Kemudian mencuci mukanya sebelum keluar dari kamar mandi dengan mengusak rambutnya yang masih basah. Dia bisa merasakan tubuhnya terasa lebih segar setelah mandi.
Baekhyun mendudukkan dirinya didepan cermin dan mulai memberikan krim malam untuk wajahnya kemudian meraih hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. Lagipula tidak mungkin Baekhyun tidur sebelum mengeringkan rambutnya.
Ketika sibuk mengeringkan rambutnya dia teringat oleh pembicaraannya dengan Sehun yang tertunda di telpon tadi. Sehun pagi tadi sempat menelponnya namun Baekhyun yang masih memiliki jadwal membuatnya dengan terpaksa mengakhiri panggilan terlebih dahulu.
Sebenarnya dia sedikit heran ketika mendapatkan panggilan dari maknae itu. Pasalnya Sehun bukan seseorang yang akan menelponnya jika bukan keadaan mendesak. Sehun cukup tahu jika jadwal mereka sama-sama padat terutama sejak Baekhyun di SuperM dan pekerjaan yang lainnya. Sehingga Sehun biasanya akan mengiriminya pesan daripada panggilan telpon secara langsung.
Maka dari itu Baekhyun tidak bisa menyembunyikan keryitan diantara kedua alisnya ketika menerima panggilan dari Sehun pagi tadi.
"Haruskah aku menelponnya ?" gumam Baekhyun masih dengan hairdryer ditangan kanannya sambil berjalan menuju kamarnya untuk mencari smartphonenya yang masih berada di saku baju kotornya.
Ibu jari kirinya menekan tombol diatas smartphonenya untuk mengaktifkannya. Ketika melihat panggilan tidak terjawab dari Yoora noona Baekhyun seketika langsung mematikan hairdyernya.
Baekhyun mendudukkan dirinya diatas ranjang lalu menggulir layar didepannya. Menemukan empat panggilan tidak terjawab dan tiga pesan dari pengirim yang sama. Tanpa sadar perasannya tidak mengenakkan muncul ke permukaan.
Kenapa Yoora noona menelponnya ?, Baekhyun membatin.
Baekhyun memilih untuk membuka pesannya terlebih dahulu.
(22:56) Baekhyun, apa kau sibuk ?. Tolong telpon noona kembali jika kau sudah membaca pesan ini. Noona khawatir dengan Chanyeol
(22:30)Baekhyun, apa kau mungkin sedang bersama Chanyeol sekarang ?. Kalau tidak, apakah kau tahu dimana dia ?
(22:04)Baekhyun, apa kau tahu Chanyeol dimana ?. Dia sama sekali tidak menjawab panggilanku
Tanpa sadar Baekhyun menggigit bibir bawahnya ketika perasaannya berubah tidak nyaman. Sehun sempat mengatakan tentang Chanyeol tadi ditelepon. Namun belum sempat maknae itu berbicara, manajernya memanggilnya sehingga Baekhyun harus mengakhiri panggilan mereka.
Baekhyun menekan kontak kakak Chanyeol, lalu pada dering pertama panggilan itu langsung terjawab.
"Baekhyun ?!"
"Noona, maaf aku baru bisa menelpon noona sekarang. Ada apa dengan Chanyeol ?. Aku sedang tidak bersamanya"
Berikutnya Baekhyun baru sadar jika yodanya itu juga tidak mengiriminya pesan sama sekali hari ini. Aneh, karena Chanyeol biasanya akan menelponnya atau mengirimi pesan menanyakan perihal jadwalnya atau keinginannya untuk bertemu.
Sial, kenapa dia baru menyadari ini. Baekhyun mengumpat didalam hati.
"Chanyeol tidak bersamamu ?"
"Tidak. Aku baru ingat jika dia belum menghubungiku sama sekali hari ini"
"Oh Tuhan.."
"Noona ?. Ada apa dengan Chanyeol ?"
"K-kau belum tahu beritanya ?"
"Berita ?" ulang Baekhyun terlihat bingung. Terutama ketika dia mulai mendengar suara isakan dari seberang.
"Noona, apa yang terjadi ?. Aku benar-benar khawatir sekarang. Bisakah noona memberitahuku ?"
"Bagaimana bisa mereka- hiks hiks melakukan itu pada Chanyeol. Dia adikku, aku menghabiskan hampir seluruh hidupku bersamanya. Aku yang lebih mengenalnya. Aku yakin dia tidak seperti itu. Oh Tuhan kumohon.."
Baekhyun disisi lain hanya terdiam bingung. Sangat bingung. Yoora noona menangisi Chanyeol dengan sangat buruk diseberang sana dan dia tidak bisa melakukan apapun.
"Noona.."
"Itu dimana-mana Baekhyun. Mereka menyakiti Chanyeolku dimana-mana !. Berita tentang Chanyeol-" suara Yoora terdengar tercekat disana sebelum melanjutkan ucapannya.
"Baekhyun.. Tolong jaga Chanyeol untuk kami. Kau adalah satu-satunya orang terdekatnya yang noona percaya. Eomma masih syok, noona masih harus menemaninya. Baekhyun, kau masih disana ?"
"Y-ya aku masih disini noona"
"Baekhyun". Baekhyun terkejut ketika kini dia mendengar suara ibu Chanyeol.
"E-eommonim ?"
"Baekhyun, kami sama sekali tidak bisa menghubunginya. Appa dan Yoora juga sudah mencoba menghubungi kontak temannya yang kami tahu tapi mereka tidak tahu dimana keberadaan anak itu. Jadi eomma mohon.. Tolong hubungi dia, eomma yakin jika itu dirimu Chanyeol mungkin akan mendengarkan. Dan sudah berapa kali kukatakan untuk memanggilku eomma ?"
"B-baik eomma" jawab Baekhyun seadanya. Masih dengan kebingungannya namun jelas sekali bahwa hatinya tidak sedang baik-baik saja jika itu menyangkut Chanyeol.
"Eomma percaya padamu. Kumohon segera hubungi kami jika dia sudah bisa kau hubungi"
"Aku mengerti"
"Terimakasih Baekhyun"
"Eomma-"
"Baekhyun, noona tutup dulu ya. Kami mengharapkan kabar Chanyeol darimu. Selamat malam"
"Selamat malam noona"
Baekhyun menghembuskan napasnya. Kemudian dengan segera membuka situs pencarian di internet lalu mengetikkan nama Chanyeol. Selanjutnya apa yang ditemukan Baekhyun cukup untuk membuat kedua sipitnya kini melebar.
"Omong kosong apa ini ?"
Baekhyun beralih membuka twitternya. Menemukan hashtag nama Chanyeol berada di trendingnya. Ketika Baekhyun menekan hashtag itu, bermacam-macam berita tentang Chanyeol dengan narasi yang berbeda terpampang dilayarnya. Untuk komentarnya, Baekhyun telah bisa menebak.
Baekhyun mengangkat tangan kanannya, memijit pelipisnya ketika pening menyerangnya. Dia tidak menyangka bahwa hal seperti ini akan menimpa Chanyeol. Bagaimana bisa mereka melakukan ini pada Chanyeol ?. Dia adalah pria dengan hati paling lembut dan hangat yang pernah Baekhyun kenal.
Baekhyun beralih untuk menelpon Sehun. Bisa jadi jika Chanyeol kini sedang bersamanya. Panggilan tersambung dan Baekhyun mendengar Sehun memekik diseberang sana ketika memanggilnya.
"Hyung !"
"Sehun, dimana Chanyeol ?"
"Aku tidak tahu. Dia sama sekali tidak bisa dihubungi. Apakah kau sudah membaca beritanya ?"
"Ya, aku sudah membacanya. Yoora noona dan eomma menelponku"
"Ibu Chanyeol hyung ?"
"Ya. Sehun.. bagaimana bisa.. apakah ini masuk akal ?. Darimana mereka membuat lelucon seperti ini"
Baekhyun memejamkan matanya. Bayangan tentang Chanyeol secara beruntun memenuhi kepalanya. Berpikir mengapa Chanyeol seakan menghindari semua orang seperti ini. Baekhyun menghembuskan napasnya dengan kasar. Sakit didadanya tidak kunjung reda.
Pria mungil itu kini beranjak dari kasurnya, lalu mencari kunci mobilnya. Dia harus menemukan Chanyeol. Dia tidak bisa berdiam diri seperti ini. Bagaimana jika Chanyeol benar-benar sendirian diluar sana ?. Oh tidak, Baekhyun tidak akan membiarkannya.
Ketika mendengar Baekhyun seperti tengah tergesa-gesa, Sehun langsung menghentikannya.
"Hyung, apa yang akan kau lakukan ?"
"Mencari Chanyeol"
"Hyung, kumohon tenangkan dirimu. Aku yakin Chanyeol hyung-"
"Aku tidak bisa tenang Sehun !. Kau juga sudah baca beritanya, bukan ?. Bagaimana bisa- argh !. Sehun bagaimana bisa aku tetap disini jika Chanyeol tengah berperang sendirian disana ?!"
"Hyung.. aku tahu benar kau khawatir. Kami semua khawatir. Tapi mungkin Chanyeol hyung ingin sendiri dulu. Bisakah kita menghargainya ?"
"Sehun.."
"Kumohon biarkan Chanyeol sendiri dulu. Besok kita coba untuk menghubunginya, oke ?"
Baekhyun menghembuskan napasnya. Mencoba untuk tidak terbawa oleh emosinya sebelum menyetujui ucapan Sehun. Kemudian mengakhiri panggilan mereka. Sehun benar, Chanyeol mungkin memang ingin sendiri dulu sehingga dia tidak bisa dihubungi oleh siapapun.
Baekhyun kembali berjalan kekamarnya, melempakan smartphonenya sembarangan. Lalu menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Malam ini Baekhyun yakin bahwa dirinya tidak bisa tidur. Pria mungil itu menggulingkan tubuhnya, meraih smartphone yang sempat dia lempar sembarangan di atas ranjangnya tadi. Kemudian mencari kontak Chanyeol dan mengetikkan pesan untuknya.
Chanyeol, bisakah kita bertemu ?
Aku merindukanmu, tolong hubungi aku
Aku tetap disini, aku tidak kemana-mana..
Send.
Baekhyun memejamkan kedua manik sabitnya. Menggenggam smartphone itu diatas dadanya. Berharap dia menerima balasan.
Nyatanya sampai keesokan harinya Baekhyun belum juga mendapatkan balasan pesan dari Chanyeol. Pria mungil itu benar-benar menahan dirinya untuk tidak mencari Chanyeol seorang diri.
Tentang pernyataan dari agensi, Baekhyun juga sudah mengetahuinya dan dia sedikit menyayangkan hal itu. Baekhyun sempat menanyakan perihal Chanyeol kepada manajer hyungnya, namun terlihat jika manajernya itu juga tidak terlalu tahu bagaimana agensi akan mengatasinya. Masih sangat abu-abu.
Hari ini dia melihat kiriman tweet dari DJ Raiden. Perasaannya sedikit lega, walaupun belum juga membaik namun paling tidak Baekhyun tahu jika Chanyeol akan baik-baik saja.
Itu sangat menyiksanya. Ketika Baekhyun tidak dapat melakukan apapun ketika hal seperti ini menimpa Chanyeol. Baekhyun merasa dia belum dapat menjadi seseorang yang dapat Chanyeol andalkan.
Kini langit Seoul telah berubah gelap. Baekhyun masih berada di apartemennya, menyandarkan punggungnya disofa. Dia baru saja menerima panggilan dari ibu Chanyeol. Baekhyun bisa merasakan kesedihan wanita paruh baya itu ketika mengatakan bahwa Chanyeol belum juga dapat dihubungi. Baekhyun sendiri juga meminta maaf karena belum dapat menghubungi putra bungsunya itu.
Pria mungil itu juga sempat berbicara ditelpon dengan ibunya. Karena klaim dari wanita yang mengaku sebagai mantan kekasih Chanyeol itu juga menyeret namanya. Karena itu ibu Baekhyun juga ikut khawatir. Namun Baekhyun segera mengatakan bahwa hal itu tidak benar.
Mantan kekasih Chanyeol ?. Baekhyun benar-benar ingin tertawa ketika teringat pernyataan dari wanita itu. Tiga tahun bersama ?. Baekhyun benar-benar tertawa hingga perutnya sakit ketika membaca kalimat itu.
Baekhyun menolehkan kepalanya ketika mendengar suara bel apartemennya. Berpikir tidak mungkin jika pelaku yang memencet bel itu adalah manajernya. Seingat Baekhyun jadwalnya hari ini telah selesai dan manajer hyung juga telah memberitahunya perihal jadwalnya kedepan. Jadi Baekhyun dengan kerutan dikeningnya berjalan menuju pintu apartemennya.
Pria mungil itu terkejut ketika menemukan mq hyung yang tengah membopong seorang pria dilengan kanannya melalui layar intercomnya.
"Hyung ?"
"Baekhyun ?. Bisakah kah membuka pintu apartemenmu ?"
Baekhyun segera mengangguk lalu dengan sedikit tergesa membuka pintu apartemennya.
Pria yang tengah dibopong oleh mq hyung tidak lain adalah Chanyeol.
"C-chanyeol ?"
Pria yang Baekhyun panggil itu hanya terdiam, tidak bergeming sedangkan kepalanya menunduk kebawah. Perlahan, Baekhyun dapat mencium bau alkohol yang sangat kuat menyeruak masuk kedalam penciumannya.
"Kasur atau sofa, semuanya baik. Aku sudah tidak kuat membopongnya"
"A-ah, kesini hyung. Biarkan aku ikut membantu" ucap Baekhyun lalu meraih tangan kanan Chanyeol untuk dia letakkan diatas bahunya, membantu mq hyung menuntun Chanyeol kekamarnya.
Mq hyung menghembuskan napasnya setelah membaringkan tubuh Chanyeol diatas ranjang Baekhyun. Kemudian sedikit mengelap keringat diatas keningnya. Baekhyun sendiri terdiam sambil pandangannya tertuju pada Chanyeol yang terlihat setengah sadar. Pria itu beberapa kali bergumam tidak jelas.
"Maaf tiba-tiba datang kesini. Aku sudah buntu untuk memberitahunya" ucap mq hyung.
"Apa yang terjadi pada Chanyeol ?" lirih Baekhyun tidak melepaskan netranya dari Chanyeol.
"Sejak kemarin dia terus minum alkohol. Aku bahkan tidak tahu berapa kaleng atau botol yang dia habiskan. Dia sama sekali tidak mendengarku, Chanyeol juga menolak untuk makan"
"Seburuk itu ?", kini kedua sabit itu telah berkaca-kaca. Emosinya yang dia tahan sejak kemarin telah menuju akhirnya.
Mq hyung membawa tangan kanannya untuk dia letakkan diatas bahu kiri Baekhyun.
"Awalnya Chanyeol mengatakan jika dia ingin sendiri. Maka aku membiarkannya. Tapi dia mulai minum dan aku kehilangan cara untuk menghentikannya. Dia akan marah ketika aku mencoba untuk menghentikannya dan tidak ada yang dapat kulakukan setelah itu. Jadi, kumohon bantu dia untuk berdiri, oke ?. Aku percaya padamu. Tolong untuk berada di sisinya. Dia juga menyesal jika masalahnya menyangkut namamu"
Selesai mengucapkannya mq hyung keluar setelah sebelumnya meremas bahu Baekhyun dengan kuat. Benar-benar serius meminta tolong dalam ucapannya.
Baekhyun mengeluarkan smartphonenya untuk mengirim pesan kepada Yoora noona bahwa Chanyeol telah bersama dirinya. Dengan begitu Baekhyun berharap mereka tidak akan terlalu khawatir dengan keadaan Chanyeol.
Setelah mengirimkan pesan kepada Yoora noona, Baekhyun menyimpan smartphonenya kembali dan mengambil tempat untuk duduk disamping Chanyeol yang masih bergumam tidak jelas.
Baekhyun mendekat, membawa tangannya untuk mengelus rahang pria itu.
"Chanyeol.." panggil Baekhyun.
Pria mungil itu sedikit tersentak ketika tangan kanannya Chanyeol tahan. Pria itu mengenggam tangan Baekhyun dengan erat.
"Aku disini.." Baekhyun berbisik.
Perlahan kedua phoenix mulai itu terbuka. Pusing dikepalanya bukan main tapi Chanyeol memaksakan diri untuk membuka kedua matanya ketika mendengar suara familiar memasuki pendengarannya.
"Baekhyun selalu disini" suara itu kembali terdengar.
Kini kedua phoenix itu terbuka dengan pandangan yang lebih jelas. Menemukan tatapan teduh dari kekasih hatinya. Merasakan kehangatan dari kulit tangannya. Chanyeol ingin menangis. Dia ingin menangis dipelukan pria mungilnya. Dia ingin mencari perlindungan didalam pelukannya.
"Baek- ugh !". Chanyeol segera menutup mulutnya ketika perutnya mual dan ingin muntah. Pria itu langsung bangun, berlari dengan sedikit terhuyung menuju kamar mandi di kamar Baekhyun. Baekhyun sendiri langsung menyusul Chanyeol.
Chanyeol muntah dengan sangat buruk, pening dikepalanya semakin membuatnya sakit. Tapi pria itu bisa merasakan pijatan lembut ditengkuknya.
"Baek,"
"Muntahkan saja" ucap Baekhyun.
Baekhyun menggigit bibirnya yang bergetar ketika Chanyeol hanya memuntahkan cairan. Tidak ada makanan apapun. Bau alkohol sangat mendominasi. Jadi benar apa yang dikatakan mq hyung padanya. Chanyeol menolak makan dan hanya minum sejak kemarin ?.
Ketika Chanyeol merasa mualnya telah berhenti, dirinya bangkit dengan Baekhyun yang masih disisinya. Setelah itu berjalan menuju wastafel untuk mencuci mulutnya, merasakan pahit dilidahnya. Chanyeol menolehkan kepalanya ketika mendengar isakan Baekhyun.
"Baek ?"
Baekhyun sendiri menggeleng dengan keras. Menutup mulutnya dengan kuat. Dia bahkan telah berjanji pada dirinya jika dia tidak akan menangis didepan Chanyeol. Hanya saja Baekhyun tidak bisa menahannya lebih jauh ketika kedua sabitnya menemukan kantung mata Chanyeol begitu buruk. Wajahnya yang terlihat pucat, muntahnya barusan, dan juga berita tentang Chanyeol yang cukup membuat hatinya sakit tidak terkira sejak kemarin.
Ketika tubuhnya ditarik kedalam pelukan, Baekhyun menemukan dirinya menangis lebih keras. Membawa kedua tangannya mengepal diatas dada Chanyeol. Baekhyun membatin bahwa ini salah. Tidak seharusnya dia seperti ini, tidak seharusnya Baekhyun bersikap seperti ini. Seharusnya dia yang menenangkan Chanyeol.
"Maaf" cicit Baekhyun ditengah isakannya.
Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya. Membawa tubuh Baekhyun diantara lengannya. Chanyeol merasakan air matanya jatuh, membuat kedua pipinya basah. Chanyeol tahu, bahwa Baekhyun pasti sangat mengkhawatirkannya hingga membuat pria mungilnya seperti ini. Dan Chanyeol untuk kesekian kalinya menyesali hal itu.
"Chanyeol ?" panggil Baekhyun masih dengan menggerakan tangannya untuk mengelus surai Chanyeol.
"Heum ?" balas Chanyeol semakin menelusupkan kepalanya diantara ceruk pria mungilnya. Sedangkan kedua lengannya melingkari pinggang Baekhyun.
"Noona dan eommamu menelponku. Mereka sangat khawatir padamu. Aku bisa mengerti jika kau-" Baekhyun tercekat ditengah kalimatnya.
Chanyeol yang menyadarinya kemudian mengelus pinggang pria mungilnya. Baekhyun menghembuskan napasnya. Merasa lebih rileks ketika tangan Chanyeol bergerak dengan lembut diatas kulit tubuhnya.
"Aku mengerti jika kau ingin sendiri. Tapi tidakkah kau harus memberitahu mereka ?"
"Aku akan mengirimi mereka pesan setelah ini"
"Chanyeol"
"Heum..". Chanyeol menyematkan kecupan diatas kulit leher Baekhyun sebelum mendongak untuk menatapnya.
"Apapun yang terjadi padamu, selalu ingat bahwa aku selalu disini, oke ?. Kau boleh kemanapun tapi.. tapi.."
Chanyeol terdiam. Tidak mengerti kemana arah pembicaraan Baekhyun. Namun satu hal yang Chanyeol bisa rasakan, kesedihan Baekhyun melalui sorot matanya.
Chanyeol menarik Baekhyun kedalam ciuman, menghentikan ucapan pria mungil itu. Pria mungil itu memejamkan matanya ketika lembut bibir Chanyeol berada diantara bibirnya. Elusan jari Chanyeol digaris rahangnya, dan kedua tubuh mereka yang saling berbagi kehangatan satu sama lain.
Chanyeol melepaskan pagutannya kemudian memberi kecupan singkat diatas bibir tipis kekasihnya.
"Apapun yang terjadi, kemanapun aku ingin pergi. Aku selalu kembali kesini, karena Baekhyun selalu disini, kan ?"Ucap Chanyeol dibalas anggukan cepat oleh Baekhyun.
Walaupun Baekhyun tidak bisa menyelesaikan ucapannya namun Chanyeol selalu mengerti dirinya.
Chanyeol tersenyum kecil kemudian kembali memeluk tubuh pria mungilnya. Pipinya dia letakkan diatas dada telanjang pria mungilnya, merasakan kehangatan diantara lengan Baekhyun. Baekhyun sendiri mengecup pucuk kepala Chanyeol sebelum menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Jari-jari tangan Baekhyun berada diantara surai Chanyeol, kemudian menunduk untuk memberi kecupan diatas kepala Chanyeol sebelum memejamkan matanya.
"Tuhan, kumohon berikan Chanyeol kekuatan untuk selalu dapat berdiri ketika dia terjatuh"
Disisi Baekhyun, dia selalu merasa dapat menghadapi dunia. Disisi Baekhyun, dia merasa baik-baik saja dan yakin apa yang terjadi padanya akan segera berlalu. Disisi Baekhyun, malam itu Chanyeol terlelap tanpa merasakan beban apapun didalam pikirannya. Disisi Baekhyun.
Sekali lagi ini hanyalah sebuah imajinasi author yang dituangkan dalam bentuk tulisan karena terlalu emosional sejak berita tentang Chanyeol
Tolong selalu support dan beri komentar baik untuk Chanyeol
