Sejak pagi Seoul telah begitu dingin dan malam ini salju turun cukup deras. Pria yang tengah menyandarkan punggungnya di elevator itu mengeratkan mantel yang dia pakai. Hoodie hitam yang cukup tebal tidak cukup menghalau dingin yang menusuk tulang. Jelas sekali dingin tidak akan pernah berkawan dengan tubuhnya yang begitu sensitif. Smartphone yang berada digenggamannya menyala, menunjukan waktu yang telah melewati tengah malam ketika rehearsal untuk konser SMTown "Humanity Culture" berakhir. Baekhyun menyelesaikan latihan vokalnya ketika jarum jam menunjukkan pukul 12.15.
Ketika pintu elevator terbuka, Baekhyun dengan langkah malasnya berjalan menuju basement. Pria mungil itu sedang tenggelam dalam lamunan ketika suara klakson mobil membuat tubuhnya tersentak. Kepalanya mendongak, melihat lampu audinya yang menyala.
Sontak bibirnya yang tadi mencebik karena kelelahan langsung mekar bagaikan musim semi. Sepasang sabitnya melengkung bahagia dengan kakinya yang berlari menghampiri mobilnya.
Sedangkan pria yang sedari tadi berada di kursi kemudi terkejut saat pintu mobil disampingnya dibuka dan merasakan seseorang yang kini telah berada dipangkuannya.
"Hei," panggil Chanyeol. Tersenyum kecil saat Baekhyun merapat begitu manja diceruk lehernya. Tangan Chanyeol terangkat, mengelus punggung Baekhyun.
"Bagaimana latihannya ?". Bukan jawaban yang didapatkan Chanyeol, pria mungil diatas pangkuannya itu malah merengek.
"Aku ingin pelukan"
Chanyeol terkekeh lirih sebelum kemudian memeluk bayi besarnya dengan kedua lengannya. Baekhyun disisi lain memejamkan matanya, menikmati elusan hangat dibelakang punggungnya. Posisi mereka jauh dari kata nyaman, tapi Baekhyun hanya merindukan telinga gajah favoritnya.
Sejak skandal yang menimpa Chanyeol, pria itu memutuskan untuk istirahat sejenak dari aktivitas sosial media atau tampil dalam acara apapun. Termasuk pada agenda SMTown di awal tahun depan, Chanyeol juga tidak akan menghadirinya.
Baekhyun adalah seorang pria dewasa sehingga dia mengerti keputusan Chanyeol untuk tidak ikut serta di SMTown, pria mungil itu tidak mempermasalahkannya. Namun semejak Chanyeol memberitahunya bahwa dia akan mengikuti program "Law of The Jungle", Baekhyun tiba-tiba menjadi sangat manja padanya.
"Haruskah kita pulang sekarang ?" tanya Chanyeol, kemudian merasakan anggukan dibahunya.
"Baik, lepas dulu"
Walaupun Baekhyun terlihat kesal karena harus melepaskan pelukannya, pria mungil itu tetap menurut kemudian duduk dikursi mobil disamping Chanyeol. Melirik Baekhyun yang kembali cemberut, Chanyeol meraih tangannya yang dingin kedalam genggamannya.
Pria mungil itu menoleh dan tersenyum padanya. Chanyeol membalas senyumnya kemudian mulai melajukan mobil setelah mengecup punggung tangan kekasihnya sekali. Meninggalkan semburat merah muda dikedua pipi Baekhyun.
Mobil audi itu membelah jalanan Seoul yang tepiannya telah ditutupi tumpuman salju, menuju apartemen Baekhyun.
Baekhyun membaringkan tubuhnya diatas sofa diapartemennya dengan smartphone ditelinganya. Hari ini dia baru saja menyelesaikan Vlive-nya untuk menyapa penggemar dan sedikit membicarakan tentang konser solonya "Beyond LIVE" yang jadwalnya memang dekat dengan konser SMTown jadi jelas saja menuju akhir tahun Baekhyun sibuk dengan latihannya.
Suasana hati pria mungil itu tidak begitu baik sejak pagi karena besok Chanyeol sudah harus berangkat syuting untuk program Law of The Jungle-nya.
Pria diseberang menghela napasnya untuk kesekian saat mendapatkan pertanyaan yang sama dari kekasihnya untuk yang ketiga kalinya.
"Aku yakin sudah membawa semuanya yang kubutuhkan Baekhyun"
"Benar ?"
"Ya. Lagipula manajer hyung pastinya akan mengingatkanku jika aku melupakan sesuatu"
"Hm, baiklah. Tidak bisakah aku mengantarmu besok ?"
"Baekhyun kita telah membicarakan ini sebelumnya. Lagipula kau memiliki konser SMTown besok"
"Yeolie.."
Mendengar nada suaranya Chanyeol tahu betul jika Baekhyun tidak ingin ditinggal. Selama dirinya istirahat dari publik, Chanyeol memang sering mengunjungi Baekhyun. Entah hanya untuk memasakkannya sesuatu atau mereka akan membuat lagu bersama. Beberapa hari terakhir ini Chanyeol juga menginap di apartemen Baekhyun atas permintaan kekasihnya. Sehingga Chanyeol bisa mengerti jika Baekhyun menjadi sulit ditinggal seperti ini.
"Syutingku disana tidak akan lama. Lagipula kita memiliki jadwal untuk Lotte Duty Free juga bukan ?"
"Hmp, tetap saja !. Janji untuk menghubungiku ?"
"Aku berjanji. Apakah kau menginginkan sesuatu setelah aku menyelesaikan syuting disana ?"
Terjadi jeda untuk beberapa saat, pria mungil itu tengah berpikir apakah dia menginginkan sesuatu dari kekasihnya.
"Baekhyun ?"
"Hm.. tidak ada. Hanya cepat kembali dan beri aku pelukan. Kau harus memelukku seharian penuh !"
Berikutnya terdengar suara tawa Chanyeol dari seberang telepon yang tidak pernah gagal membuat Baekhyun tersenyum setiap kali mendengarnya.
"Baik, aku akan memelukmu sepanjang hari"
"Chanyeol ?"
"Hm ?"
"Happy Newyear. Terimakasih telah menjadi Chanyeol yang kuat, terimakasih untuk selalu disisiku hingga saat ini dan.. mm.. dan.. a-aku mencintaimu, mengerti ?"
"Baekhyun, aku akan terus disisimu tahun ini maupun seterusnya. Happy Newyear dan aku mencintaimu". Pria mungil itu mengangguk dengan senyum tersemat dibibirnya.
Berikutnya pangggilan tetap bersambung hingga Baekhyun terlelap tanpa sadar. Chanyeol yang menyadarinya berbisik mengucapkan selamat tidur begitu mendengar deru nafas pria mungilnya yang teratur sebelum mengakhiri panggilannya.
Hari ini Baekhyun memiliki jadwal syuting untuk MV lagu lagu kolaborasi dirinya bersama DJ Raiden dan Changmo. Begitu sutradara berteriak "cut !" Baekhyun menghembuskan napasnya. Dia hanya memiliki beberapa menit sebelum take selanjutnya sehingga Baekhyun bermaksud untuk mengecek smartphonenya sebentar.
Chanyeol sama sekali belum membalas pesannya semalam maupun mengangkat telponnya sejak pagi ini. Pria mungil itu merasa khawatir karena kemarin Chanyeol memberitahunya bahwa kakinya sempat terkilir dan pria itu belum mengabarinya hingga saat ini apakah kakinya telah baik-baik saja atau belum.
Saat Baekhyun hendak mengeluarkan smartphonenya untuk menelpon Chanyeol suara seseorang yang begitu dikenalinya memanggilnya.
"C-chanyeol ?!" pekik Baekhyun sangat terkejut.
Chanyeol berdiri disana. Dengan sweat pants hitam dengan hoodienya dibalut jaket tebal dengan warna senada dipadu dengan beanie hitam yang menutupi kepalanya. Ah, dan masker tentunya. Baekhyun bisa melihat kekasihnya itu tersenyum dibalik masker yang menutupinya.
Baekhyun menahan dirinya untuk tidak berlari dan melemparkan tubuhnya untuk memeluk Chanyeol. Dia berusaha menahan kerinduannya, masih banyak orang disini.
"Apakah aku mengejutkanmu ?" tanya Chanyeol ketika Baekhyun telah sampai didepannya. Daripada jawaban, dia menerima pukulan dilengan kiri dari pria mungilnya.
DJ Raiden yang ternyata sejak tadi berdiri disamping Chanyeol cukup terkejut melihat Baekhyun memukul lengan Chanyeol dengan cukup keras. Namun pada akhirnya tertawa saat mendengar rintihan sakit dari bibir Chanyeol.
"Baekhyun, kau kejam sekali. Bukankah seharusnya kau merindukanku ?"
Raut wajah Baekhyun jauh dari kata baik-baik saja dan Chanyeol tidak cukup pintar untuk menebak alasannya. Masih dengan tangan kanannya yang mengepal setelah memukul Chanyeol, pria mungil itu tiba-tiba memutar tubuhnya dan melangkah pergi.
Ketika Baekhyun secara tiba-tiba pergi dari hadapannya, Chanyeol dengan keryitan di dahinya menoleh pada DJ Raiden yang berada di sampingnya.
"Hyung, apakah aku melakukan kesalahan ?"
"Kurasa tidak. Tapi sebaiknya kau menyusulnya. Baekhyun.. bagaimana aku mengatakannya. Dia seringkali memeriksa smartphonenya sejak di lokasi syuting"
"Kalau begitu aku akan menyusulnya. Hyung, bisakah kau meminta staff untuk sedikit menambah waktu istirahatnya ?. Ah, aku juga membawa kopi juga makanan untuk semuanya" ucap Chanyeol.
DJ Raiden mengangguk, "Ya, aku akan mengatakan pada mereka"
Chanyeol menganggukkan kepalanya lalu menepuk bahu DJ Raiden sebelum berlalu untuk menyusul pria mungilnya yang entah sedang marah atau merajuk padanya. Pria itu melewati beberapa staff sambil menanyakan apakah mereka melihat Baekhyun karena pria mungilnya itu tidak ada dimanapun dalam jarak pandangnya.
"Apakah anda melihat Baekhyun ?"
"Sepertinya Baekhyun-ssi menuju mobilnya"
Chanyeol mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu segera berlari untuk menghampiri mobil Baekhyun. Ketika Chanyeol ingin membukanya, pintu mobil itu terkunci. Chanyeol mengangkat tangannya untuk mengetuk kaca jendela mobilnya.
"Baekhyun, buka pintunya"
Tidak ada jawaban. Chanyeol memanggilnya sekali lagi dan Baekhyun masih tidak menjawabnya. Chanyeol memutuskan untuk mengeluarkan smartphone disaku celananya dan menelpon nomor kekasihnya. Panggilan ditolak. Chanyeol mengetuk kaca mobilnya sekali lagi sambil terus mencoba menelpon Baekhyun namun pria mungilnya itu terus menolak panggilannya.
Chanyeol yang merasa kehabisan cara akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan.
Jika kau marah dan tidak ingin aku disini, aku bisa pergi. Tapi jangan lama-lama marahnya, hm ?.
Aku merindukanmu.
Chanyeol menghembuskan napasnya, memutar tubuhnya hendak melangkah pergi sebelum pintu mobil dibelakangnya terbuka.
"Terus melangkah dan aku akan mematahkan kakimu"
Daripada merasa takut, Chanyeol tersenyum saat mendengar ancamannya. Tidak, hanya saja Baekhyun terlihat menggemaskan saat kesal padanya.
Pintu mobil itu terbuka namun tubuh Baekhyun masih menghadap kedepan dengan menyilangkan kedua lengan didepan dadanya.
Chanyeol melangkah, menaiki mobil Baekhyun. Tidak lupa menutup pintu mobilnya setelah tubuhnya duduk disamping pria mungilnya yang masih enggan menatap dirinya. Pria itu meraih kedua tangan Baekhyun, sempat berpikir bahwa pria mungil itu akan menolaknya namun ternyata membiarkan Chanyeol mengelus punggung tangannya.
"Maafkan aku, heum ?"
"Kau menyebalkan"
"Iya, aku menyebalkan" ucap Chanyeol. Baekhyun mendengus masih dengan raut kesalnya.
"Kau.. kau berjanji untuk selalu menghubungiku. Tapi kau sama sekali tidak membalas pesanku sejak semalam. Apakah kau tahu bagaimana khawatirnya aku ?!" suaranya meninggi di akhir kalimat. Chanyeol memilih untuk menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Mencium tengkuknya sekilas dan Baekhyun semakin meringkuk kedalam pelukannya.
"Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, aku hanya ingin memberimu kejutan Baekhyun. Maafkan aku, oke ?"
"Hmm"
"Jangan marah lagi ?"
"Hmmmm" deheman itu lebih lama daripada sebelumnya dan Chanyeol tertawa kecil ketika mendengarnya. Kemudian dia melepaskan pelukannya, mendorong Baekhyun dari tubuhnya untuk dapat melihat wajah cantik kekasihnya lebih jelas.
"Ciuman untukku ?" tanya Chanyeol.
Semburat merah muda muncul menghiasi kedua pipi pria mungil itu sebelum akhirnya membawa tubuhnya kedepan untuk menekan bibirnya diatas bibir penuh Chanyeol.
Ciumannya begitu lembut, bibir cherrynya begitu lembut diatas bibir Chanyeol. Baekhyun merasakan belah bibirnya ditarik kemudian dikulum kedalam bibir kekasihnya. Pria mungil itu meleleh dibawah ciuman Chanyeol bersama dengan perasaan rindunya yang bertumpuk sejak Chanyeol pergi. Jari-jari lentik itu terangkat keatas, menyusuri leher yang lebih tinggi. Chanyeol memagutnya sekali lagi dan Baekhyun melenguh. Merasakan kedua tangan Chanyeol masing-masing berada di pinggangnya, menarik tubuhnya lebih dekat.
Chanyeol merasakan sentuhan Baekhyun turun dari lehernya menuju dada bidangnya. Bergerak menyebar di atas perutnya yang keras sebelum bergerak turun kebawah. Chanyeol tersenyum kecil ditengah-tengah pagutan bibirnya dengan Baekhyun. Dengan cepat tangannya menghentikan tangan Baekhyun yang hendak menurunkan resleting celananya.
Ciuman itu terputus dan Chanyeol menggelengkan kepalanya.
"Kita masih berada di lokasi syuting Baekhyun"
Bibir semerah cherry yang kini mengkilap karena baru saja berciuman itu melengkung kebawah. Baekhyun mengerang kemudian menyandarkan kepalanya diatas dada Chanyeol.
"Kalau begitu beri aku pelukan !" ucap Baekhyun dan Chanyeol masih dengan senyum lebarnya memeluk tubuh pria mungilnya. Memberinya kecupan disana-sini dan memberitahu bahwa dia juga merindukan kekasihnya yang sempat merajuk itu.
Pada akhirnya istirahat berlangsung sampai setengah jam lamanya karena Baekhyun masih tidak ingin melepaskan pelukannya.
Malam ini Chanyeol datang ke apartemen Baekhyun, membawakan sekotak ayam goreng dan bir untuknya. Khusus untuk Baekhyun, Chanyeol membelikannya minuman yang bersoda.
"Chanyeol,"
"Hm ?"
"Mau menemaniku untuk mengganti warna rambutku ?"
"Kau ingin mewarnainya apa kali ini ?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya, "hitam saja, yang sama denganmu"
"Baik, aku akan menemanimu"
"Ngomong-ngomong ajari aku untuk menyelam jika kau ada waktu"
Chanyeol yang masih mengunyah ayam gorengnya berhenti. Tidak menyangka jika Baekhyun akan meminta dirinya untuk mengajarinya menyelam. Bagaimanapun kekasihnya itu tidak terlalu suka pergi keluar. Jika tidak ada jadwal Baekhyun akan menghabiskan waktunya dirumah. Namun Chanyeol tentu saja akan senang jika mengajari kekasihnya itu menyelam.
"Tentu saja"
"Apa kau melihat twitter saat kolaborasiku dengan Raiden hyung dan Changmo diumumkan ?. Banyak penggemar yang menginginkan kau dan aku berkolaborasi"
"Hm, aku tahu. Bukankah memang penggemar menginginkannya sejak dulu ?"
"Ya,"
Chanyeol menghentikan kunyahannya saat tiba-tiba Baekhyun seperti melamun walaupun smartphone yang menampilkan aplikasi instagram itu masih menyala ditangan kirinya.
Chanyeol meletakkan ayam gorengnya kemudian meraih tisu untuk mengelap minyak yang berada ditangannya. Berikutnya tangannya dia bawa untuk diletakkan diatas pipi kiri kekasihnya. Baekhyun mendongak saat merasakan sentuhan jemari Chanyeol di pipinya.
"Sedang memikirkan sesuatu ?" tanya Chanyeol.
"Kau pikir kapan kita bisa berkolaborasi bersama ?"
"Hm ?. Bukankah kita telah menulis banyak lagu bersama ?"
"Yeol-ie, kau tau bukan itu maksudku"
Chanyeol hanya dapat tersenyum, masih mengelus lembut pipi kekasihnya. Dia tidam bisa menjawab pertanyaan Baekhyun. Karena Chanyeol juga tidak tahu kapan mereka akan dapat benar-benar berkolaborasi bersama.
"Kita pasti akan melakukannya", Chanyeol hanya bisa memberi jawabannya seperti itu.
Walaupun suasana hati Baekhyun tiba-tiba menjadi buruk, Chanyeol selalu dapat membuatnya baik-baik saja dengan senyumnya. Baekhyun hendak memajukan tubuhnya untuk berada dipelukan Chanyeol namun berhenti saat mendapatkan notifikasi bahwa Ha Sungwoon melakukan siaran langsung di instagram.
Baekhyun memutuskan untuk bergabung dengan live-nya karena mereka berdua juga sudah lama tidak bertemu akibat jadwalnya yang padat. Pria mungil itu juga sempat siaran langsung bersama Ha Sungwoon sedangkan Chanyeol yang berada didekatnya menghabiskan ayam goreng terakhir sebelum membersihkan bekas makanan juga kaleng soda Baekhyun yang sudah habis. Tentunya dengan sepelan mungkin karena dia tidak ingin menimbulkan suara dan membuat penggemar menyadari sesuatu ataupun curiga.
"Bisakah kau mengambilkan smartphoneku ?" tanya Baekhyun yang membaringkan dirinya diatas Chanyeol.
Tubuhnya terlampau lelah. Punggungnya masih berkilau oleh keringat. Mereka baru berhenti ketika Baekhyun meneriakan nama kekasihnya untuk ketiga kalinya sedangkan Chanyeol mendapatkan pelepasannya sekali.
Tidak, Baekhyun sama sekali tidak mempermasalahkan bagaimana kekasihnya bisa bertahan begitu lama. Chanyeol hanya terlampau mahir untuk membuatnya melupakan namanya walaupun masih di foreplay.
Chanyeol yang sejak tadi mengelus punggung telanjang Baekhyun dengan ujung-ujung jarinya menghentikan gerakannya. Menoleh keatas meja, kemudian meraih smarthphone kekasihnya. Baekhyun langsung menerimanya dan memeriksa apakah ada pesan penting atau panggilan tidak terjawab dari manajernya atau siapapun.
Setelah tidak menemukannya, Baekhyun beralih membuka twitternya. Mengecek trending dan mengerutkan dahinya saat nama Chanyeol berada diurutan pertama.
Pria mungil itu sedikit was-was setiap kali nama kekasihnya menjadi trending. Ketika membuka hashtagnya, Baekhyun mengulas senyumnya. Menemukan begitu banyak cuitan penggemar yang bahagia ketika melihat Chanyeol kembali dari video promosi Lotte Duty Free.
Baekhyun sedikit mengangkat tubuhnya kemudian memperlihatkan itu kepada Chanyeol yang ternyata telah memandang maniknya.
"Lihat, penggemar begitu senang ketika melihatmu kembali"
Chanyeol menatap layar smartphone Baekhyun sebentar kemudian ikut tersenyum ketika mengetahuinya. Dia memang masih memiliki kekhawatiran terhadap kemunculan dirinya di publik, namun mengetahui respon penggemar yang ternyata juga merindukannya. Chanyeol tentu saja merasa senang.
Pria itu membawa kedua lengannya melingkari pinggang ramping Baekhyun kemudian sedikit memajukan kepalanya untuk memberikan kecupan diujung bibir pria mungilnya.
"Aku bahagia melihatnya"
Baekhyun tersenyum, menaruh smartphonenya sembarangan diatas ranjang untuk membawa kedua tangannya menangkup wajah giant-nya.
"Kau memang harus bahagia Chanyeol. Aku, para member dan semua penggemar akan selalu disisimu" suara Baekhyun begitu tenang, begitu lembut dipendengarannya. Seperti ketika air laut yang membelai kakinya.
Chanyeol tahu, dia baru saja jatuh cinta kembali dengan pemilik manik bulan sabit dengan iris cokelat madu didepannya untuk kesekian kalinya.
"Terimakasih,"
Chanyeol memberikan pagutan tiba-tiba diatas bibirnya kemudian lenguhan keluar dari bibirnya saat sesuatu menggesek selatan tubuhnya. Ciuman itu terlepas dan Baekhyun tersengal.
"Chan-"
"Aku baru sampai sekali"
Baekhyun tidak sempat mengeluarkan protesnya karena Chanyeol berpindah keatas tubuhnya dan mulutnya kembali mendesah dibawah kungkungan Chanyeol. Baekhyun mungkin memang lelah, tapi itu tidak seperti dia tidak menyukainya saat Chanyeol menerbangkannya ke awang kembali.
Kembali dengan oneshoot yang terinspirasi dari momen badut(?) dan author yang bahagia sehingga bisa membuat story ini karena kemunculan Chanyeol di Lotte Duty Free
Seharusnya ini udah dipublish disini seminggu yang lalu tapi author baru ada waktu sekarangJangan lupa reviewnya !
