Disclaimer: At Masashi Kishimoto and others.
Chapter 2: Nazarick Empire
Pagi hari yang cerah di kota kecil tempat Naruto tinggal. Kicauan burung dan udara segar menjadi satu-satunya hal yang Naruto nikmati. Saat ini, ia sedang berjalan menuju guild-nya, banyak orang yang menyapa kedatangannya setelah sekian lama tidak kelihatan. Dan juga mereka memujinya karena menjadi pahlawan kerajaan.
Saat Naruto pertama kali datang ke lobby guild, teman-teman seperjuangannya langsung memberikan kejutan selamat kepada dirinya. Mereka turut bahagia karena Naruto merupakan orang yang membuat guild mereka terkenal.
"Terima kasih," ucap Naruto sambil tersenyum. Sejujurnya, ia tak memiliki begitu banyak ragam kata untuk diucapkan. Entah kenapa sifatnya agak berubah menjadi pendiam setelah hidup di dunia ini. Mungkin karena faktor lingkungan.
Awalnya Naruto ingin pergi menuju ruangan master guild untuk mengundurkan diri, tetapi karena desakan dari teman-teman yang menyuruhnya untuk berpesta ringan membuat Naruto terpaksa mengikuti keinginan mereka.
Setelah pesta yang memakan waktu sekitar 30 menit itu berakhir barulah dia pergi menuju ruangan master yang terletak di lantai paling atas. 10 menit kemudian, Naruto turuna lagi ke lobby dengan membawa selembar kertas dan satu buah kantung berukuran cukup besar. Di dalamnya terdapat koin emas sebagai hadiah.
Naruto menaiki meja yang kosong. "Teman-teman!" Ia berucap cukup keras untuk dapat didengar oleh semua orang yang ada di ruangan ini.
Setelah mendapatkan semua perhatian, Naruto mulai berbicara. "Mulai hari ini aku bukan lagi seorang adventurer. Aku telah mengundurkan diri. Terima kasih untuk tahun-tahun menyenangkannya dengan kalian."
Semua orang terkejut mendengar ucapan Naruto. Benarkah? Padahal ini adalah puncaknya kejayaan remaja berambut pirang itu tetapi ia memutuskan untuk berhenti? Salah seorang adventurer kelas silver maju satu langkah dengan senyum misteriusnya.
"Oy Naruto, aku dengar dari temanku yang bekerja di istana kalau kau mendapatkan tawaran untuk menikahi puteri raja, apa itu benar?"
Semua orang kembali menatap terkejut, kali ini bukan pada Naruto, tetapi pada orang yang baru saja berbicara itu. Ada yang tidak percaya, ada yang tersenyum bangga, ada juga yang menangis karena iri.
Naruto tersenyum tipis. "Itu benar. Raja menawariku untuk menikahi puteri tertuanya."
Orang yang menjadi lawan bicara Naruto semakin melebarkan senyumannya. "Kalau begitu tidak heran kau mengundurkan diri dari guild ini. Semoga pernikahanmu langgeng sampai tua nanti. Ngomong-ngomong, aku sangat setuju kalau kau menjadi raja berikutnya!"
Bisik-bisik mulai terdengar.
"Naruto akan menikahi tuan puteri?"
"Itu berarti di masa depan dia akan menjadi raja kita!"
"Wow! Aku tidak keberatan jika kerajaan ini di pimpin oleh Naruto. Semua kerajaan lain pasti akan takluk di tangan kita!"
"Ya, kau benar."
"Hidup Naruto-sama calon raja kita!"
"Hidup Naruto-sama!"
Naruto yang tadinya tersenyum mulai berkeringat. Ia sebenarnya ingin meluruskan jika dirinya menolak tawaran itu. Tetapi dia juga tidak bisa memberikan alasan bahwa ia keluar karena menyetujui ajakan Ainz.
Biarlah kesalahpahaman ini berlanjut. Naruto juga sepertinya tak akan bertemu mereka lagi karena nanti malam Ainz akan datang ke mansionnya. Setelah semua urusan selesai, Naruto hendak pergi keluar guild tetapi seorang gadis cantik menghentikan langkahnya. Ia adalah resepsionis bernama Murayama.
"Na-Naruto-kun, apa benar kau akan menikah dengan tuan puteri?" tanya gadis itu dengan gugup.
Naruto tersenyum tipis. "Sesuai apa yang mereka katakan."
Mendengar jawaban itu, Murayama nampak kecewa. Tapi ia buru-buru merubah mood-nya dan tersenyum lebar. "Kalau begitu selamat, aku selalu mendukungmu."
"Terima kasih, Murayama. Kau gadis yang baik. Aku berharap kita akan bertemu lagi di lain waktu."
-o0o-
Sore hari menjelang, Naruto dan para pelayannya sudah membereskan barang-barang. Tinggal menunggu kedatangan Ainz. Pelayan Naruto berjumlah 3 orang dan semuanya wanita.
"Naruto-sama, apa ini pilihan yang terbaik? Anda tahu bukan kalau undead itu adalah monster jahat yang memiliki kebencian kepada setiap makhluk yang bernyawa?" tanya seorang pelayan yang sedang membawa barang Naruto.
Naruto melirik pelayannya itu. "Aku tahu sifat alami undead. Tapi, aku tidak merasakan itu darinya. Mungkin dia adalah undead yang berbeda. Kau tenang saja, Raphtalia. Jika sesuatu yang gawat terjadi, aku akan melindungimu … juga kalian," ucap Naruto yang diakhiri memandang semua pelayannya.
Raphtalia dan dua pelayan tersenyum senang.
Mereka saat ini berada di ruang tamu mansion. Dengan secangkir teh hangat, Naruto menunggu Ainz sambil menyeruput dengan perlahan minumannya itu. Sementara tiga pelayannya dengan setia berdiri di belakangnya. Terdapat beberapa koper di samping mereka.
Tak lama kemudian, sebuah distorsi ruang dan waktu berbentuk lingkaran dengan warna kegelapan muncul di depan mereka. Para pelayan itu kaget dan sedikit ketakutan. Sementara Naruto diam sambil menganalisis sihir yang mirip kemampuan mata sahabatnya tersebut.
Ainz muncul dari sana, kemunculannya membuat tiga pelayan Naruto khawatir. Baru kali ini mereka melihat undead secara langsung. Naruto bangkit berdiri sebelum Ainz mengucapkan sesuatu. Nampaknya ia tak mau membuang waktu lebih lama dengan beberapa basa-basi.
Ainz melihat mata Naruto yang berbeda warna itu. "Kau sudah siap?"
Hanya anggukan yang didapatkan Ainz.
"Kalau begitu, silahkan masuk gerbang teleportasi ini." Ainz kembali memasuki gerbang teleportasinya.
Naruto menatap ketiga pelayannya dan menyuruh mereka untuk memeriksa ulang barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal. Setelah semuanya siap, mereka akhirnya memasuki gerbang itu.
-o0o-
Sebuah ruangan megah dengan meja berbentuk lingkaran yang dipermukaannya terdapat peta dunia. Meja itu dihiasi oleh sepuluh kursi yang mengitarinya. 10 orang dari berbagai ras telah duduk di sana. Tidak ada yang memulai bicara.
Naruto telah dua hari tinggal di istana ini–begitulah Ainz menyebutnya. Tempat ini tidak seperti istana pada umumnya yang besar dan menjulang ke atas menandakan seberapa besar kemegahan. Sebaliknya, istana yang telah dibangun Ainz selama ratusan tahun ini malah menjorok ke dalam tanah.
Ainz membuat istana bawah tanah sebanyak sembilan lantai dengan tiap lantainya merupakan anomali sebuah dimensi. Naruto bisa berkata seperti itu karena di setiap lantai ia bisa melihat sebuah dunia yang berebeda, seperti gurun es maupun lautan lava.
Naruto tidak habis pikir bagaimana Ainz bisa membuat 'dunia lain' di bawah tanah. Masing-masing lantai dihubungkan oleh lift. Awalnya, semuanya terhubung dengan tangga, tetapi berkat salah satu dari 10 kaisar yang memiliki pengetahuan lebih maju maka diganti oleh lift dengan bahan bakar mana.
Dalam duduk diamnya, ia memandang cincin emas yang terpasang di jari tengah kanannya. Itu bukan hanya sebagai hiasan saja, cincin tersebut merupakan item magic yang berfungsi sebagai media teleportasi antar lantai. Jadi para kaisar bisa dengan bebas mengunjungi setiap lantai tanpa harus memakai lift. Kegunaan lainnya adalah untuk media komunikasi batin. Para kaisar bisa dengan bebas bertelepati untuk menyampaikan informasi secara langsung tanpa mempermasalahkan jarak mereka.
Ruangan ini berada di lantai paling dasar, yaitu lantai 9. Lantai ini memiliki fungsi seutuhnya dari istana kerajaan. Seperti ruang singgasana, ruang rapat, dan kamar pribadi untuk para kaisar. Sebenarnya masih banyak ruangan lagi seperti ruang harta dan tempat tinggal para maid.
Naruto sudah berkenalan secara singkat dengan para rekan kaisarnya saat pertama kali datang ke istana, dan sekarang diadakan rapat pertama kali dengan anggota lengkap dari The Ten Rulers untuk membahas langkah selanjutnya.
Ainz memandang satu per satu orang yang duduk bersama dirinya. Mata hitam dengan hanya setitik cahaya merah itu memandang bergantian hingga manusia yang baru direkrutnya 2 hari lalu.
"Aku sangat mengapresiasi kepada kalian yang telah bergabung bersamaku." Ainz membuka suara. Kini semua perhatian tertuju padanya. "Pertama-tama, mari kita memperkenalkan diri lagi untuk lebih akrab. Dimulai dariku kemudian Boros dan seterusnya hingga Naruto."
"Namaku Ainz Ooal Gown, seorang undead. Sama seperti kalian, sebelumnya aku adalah makhluk hidup yang berasal dari ras dark elf. Setelah mati, aku kembali bangkit sebagai undead dengan ingatanku yang masih utuh. Selama ratusan tahun aku telah mempelajari banyak sihir dan membangun istana ini," ucap Ainz dengan suara berat khasnya. Ia lalu menyudahi perkenalan itu.
Selanjutnya adalah seorang pria tinggi nan kekar di samping kanan Ainz, hal yang paling mencolok darinya adalah sebuah mata tunggal berukuran besar di wajahnya. "Namaku Boros, orang pertama yang direkrut oleh Ainz. Aku bukan berasal dari planet ini, melainkan berasal dari tempat yang jauh di langit sana. Kalian bisa menyebutku ras alien."
Naruto sedikit terkejut. Rupanya dunia ini juga memiliki beberapa planet. Dan mungkin saja ada jutaan kehidupan di langit sana yang ia belum ketahui. Naruto juga sempat berpikir bahwa dunia ini masih terhubung dengan dunianya dulu. Hanya beda planet saja. Lain kali ia harus menanyakannya pada Boros.
Selanjutnya adalah seorang wanita dewasa dengan paras cantik dan rambut hitam pendek. Ia berpakaian cukup minim berwarna biru. "Namaku Merlin. Ras manusia." Tidak ada kalimat lagi yang keluar dari mulutnya.
"Aizen Sosuke, ras arrancar," ucap seseorang dengan nada yang lembut tetapi memancarkan tekanan kuat. Dari sana saja Naruto dapat mengatahui bahwa pria bernama Aizen itu merupakan seorang petarung kuat dan jenius.
Naruto tidak terlalu tahu mengenai ras arrancar, ia hanya tahu dari rumor bahwa ras itu mirip seperti manusia pada umumnya tetapi memiliki sebuah lubang di tiap tubuh mereka. Juga umur dari arrancar sangatlah panjang. Naruto melirik sebuah lubang yang tembus hingga ke belakang di dada Aizen.
"Rimuru Tempest, salam kenal. Aku adalah seorang slime."
Naruto melihat seorang lelaki berwajah cantik dengan rabut biru mudanya. Ia tak menyangka slime bisa berubah bentuk menyerupai manusia. Pengetahuannya tentang dunia ini masih minim.
"Jibril dari ras flugel. Salam kenal semua dan semoga kita bisa bekerja sama."
Mungkin menempatkan dia sebagai wanita tercantik di dalam The Ten Rulers tidaklah salah. Flugel merupakan ras yang dikatakan bersaudara dengan malaikat, contohnya adalah sepasang sayap putih yang tumbuh di belakangnya.
"Semiramis. Dark elf." Tidak banyak kata yang keluar dari mulut seorang wanita dark elf berambut hitam panjang itu.
"Think Nirvalen, elf. Salam kenal." Satu lagi wanita yang sepertinya mempunyai sifat irit bicara.
Sekarang adalah giliran pria tua dengan janggut tebal yang berada di sebelah kiri Naruto. "Namaku Sun Wukong. Aku berasal dari ras demi-human suku kera. Salam kenal semua wahai anak muda."
Tinggal dirinya yang tersisa. Mata berbeda warna itu memandang lurus ke depan. "Uzumaki Naruto. Manusia." Dan pada akhirnya dia memperkenalkan diri dengan singkat.
Mereka semua adalah para The Ten Rulers. Ainz mengangguk pertanda sesi perkenalan berakhir. Selanjutnya akan memasuki topik rapat yang sebenarnya.
"Nazarick Empire, itulah nama dari kekaisaran yang akan kita dirikan." Ainz menjeda waktu sebentar. "Sejauh ini, kita sudah memiliki 10 kaisar yang akan berkuasa dan beberapa bawahan. Di antaranya adalah 3 maid milik Naruto, satu rekan Aizen, dan beberapa bawahan milik Rimuru."
Tidak ada yang bersuara meski Ainz sudah menyelesaikan kalimatnya. Ia melanjutkan. "Untuk mendirikan sebuah negara, diperlukan beberapa syarat. Pertama, adalah penguasa. Kita sudah memilikinya. Kedua adalah penduduk. Dengan jumlah kita yang masih sedikit, kata penduduk kurang tepat untuk disematkan. Topik inilah yang akan kita bahas selanjutnya."
"Ketiga adalah wilayah. Saat ini yang dimiliki Nazarick Empire adalah istana. Kita bisa mengklaim wilayah di sekitar istana sebagai milik kita. Tetapi akan sia-sia jika tidak ada orang yang menempatinya."
"Dan keempat adalah pemerintahan serta hukum yang berdaulat, ini akan dibahas seiring berjalannya waktu."
Mereka semua mendengarkan dengan seksama. Untuk sebuah awalan, memang tak dapat disanggah jika pekerjaan mereka sangat banyak. Mengklaim wilayah mungkin persoalan mudah karena letak istana Nazarick berada di dataran netral–dataran yang tidak menjadi bagian dari bangsa manapun.
Masalah utamanya adalah penduduk. Dari mana mereka akan mendapatkan penduduk dalam waktu cepat? Itulah topik yang akan dibahas rapat pertama ini. Naruto, sebagai seseorang yang sudah berpengalaman dalah hal memerintahkan sebuah wilayah, ia memiki ide untuk mendapatkan orang-orang yang akan menjadi penduduk Nazarick Empire di masa depan.
Tangan yang merupakan tengkorak milik Ainz menunjuk sebuah wilayah tak jauh dari istana Nazarick. "Daerah ini merupakan kawasan bermukimnya beberapa suku dari lizardman. Letaknya tak terlalu jauh dari sini dan masuk ke dalam wilayah netral. Operasi pertama kita adalah menaklukan mereka dan menggiring seluruh lizardman ke dalam Nazarick Empire beserta wilayahnya. Dengan begitu syarat penduduk dan wilayah akan terpenuhi."
Semuanya mengangguk mengerti. Tidak ada yang spesial dari lizardman khusunya dari segi kekuatan. Sebuah target yang cukup mudah bagi mereka.
Naruto mengangkat tangan pertanda ingin mengutarakan sesuatu. Semua mata langsung tertuju padanya dan Ainz mengangguk tanda mengizinkan Naruto berbicara.
"Untuk langkah pertama, cukup bagus. Tapi kita tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Di istana sendiri perlu banyak orang untuk mengurus pekerjaan. Tidak mungkin kita memperkerjakan lizardman yang hanya tinggal di rawa saja."
Ainz mengangguk mengerti. Ini juga adalah persoalan yang sangat penting. Sebelum kehadiran para maid Naruto, Ainz dan yang lainnya berburu makanan di hutan sekitar untuk mengisi perut mereka–kecuali Ainz yang tak makan apapun–dan urusan membersihkan istana dikerjakan oleh skeleton yang ia ciptakan. Namun, berkat kehadiran pelayan Naruto, urusan makanan ditanggung oleh mereka. Itu hanya sementara saja. Rencana jangka panjangnya adalah ia akan memperkerjakan banyak orang untuk menjadi pelayan dan pembersih di istana.
"Apa kau memiliki usulan?" tanya Rimuru yang berusaha tersenyum akrab pada lawan bicaranya.
Dengan wajah yang masih datar, Naruto mengangguk. Ia lalu menunjuk beberapa kerajaan yang mengitari Nazarick. "Budak," ucapnya pelan tetapi masih bisa didengar oleh semua orang. "Di Re-Estize Kingdom banyak sekali budak demi-human dan elf. Begitu juga dari Slane Theocracy yang menjadikan elf sebagai budak mereka. Kita akan melakukan operasi pembebasan budak skala besar di kedua kerajaan itu setelah operasi penaklukan lizardman selesai."
Sun Wukong mengelus janggutnya sambil tersenyum tipis. "Saran yang cerdik anak muda. Dengan begitu kita bisa mendapatkan banyak orang untuk ditempatkan di sekitar istana Nazarick yang mana nanti akan berubah menjadi ibu kota."
Naruto mengangguk. "Tentu saja kita akan membawa mereka tanpa paksaan. Biarlah mereka memilih sendiri mau tinggal di mana setelah kita bebaskan."
Ainz tersenyum meski tulang wajahnya tak ada yang bergerak sedikit pun. "Mengagumkan. Aku belum terpikir untuk memakai rencana itu. Jika semuanya setuju kita akan mengesahkan operasi pembebasan budak."
Semuanya mengangguk tanda mereka setuju. Kembali ke masalah semula tentang penaklukan lizardman. Mengerahkan semua kaisar untuk menyerang suku lizardman sangatlah tidak etis. Jadi mereka sepakat akan mengutus satu kaisar untuk menyelesaikan operasi ini dan Naruto yang terpilih–sebenarnya Naruto sendiri yang mengajukan diri.
Kaisar lainnya akan berfokus pada masalah lain. Proyek pembangunan dan peluasan pemukiman di sekitar Nazarick akan dimulai besok bersamaan dengan operasi penaklukan lizardman. Dan yang akan bertanggung jawab dalam proyek ini adalah Boros. Pengetahuannya tentang teknologi dan pemukiman yang sangat maju berperan penting dalam membangun ibu kota Nazarick agar tertata tapi.
Ainz sudah menyiapkan pasukan undead yang dapat diperintah apapun. Ini akan sangat menguntungkan karena undead adalah tenaga kerja yang tak akan pernah lelah. Tak perlu biaya untuk menyiapkan keperluan pekerja. Sebuah keuntungan besar bagi Nazarick yang mampu menciptakan undead patuh.
Naruto dan Boros sudah kebagian jatah. Sisanya akan mendiskusikan tentang peraturan yang berlaku jika Nazarick Empire sudah resmi berdiri. Naruto hanya berpesan hapus semua jenis perbudakan di Nazarick Empire. Untuk peraturan lainnya ia serahkan kepada rekannya.
Rapat itu selesai setelah 2 jam berlalu dan mereka pergi menuju kamar masing-masing.
-o0o-
Naruto menghela napas ringan. Kini ia sedang bersantai di kasur king size empuknya sambil menatap langit-langit. Kamar ini terbilang sangat mewah dengan desain yang tidak pernah ia lihat sebelumnya–menawan.
Ia sedikit memikirkan bagaimana keadaan para pelayannya saat ini. Jika sesuai jadwal maka Raphtalia dan dua lainnya sedang menyiapkan makan malam. Kemarin Naruto sudah berkeliling ke semua lantai istana Nazarick. Lantai satu dan permukaannya menyerupai makam. Agak aneh memang istana kekaisaran berbentuk makam. Namun, itulah hasil dari rancangan Ainz. Mungkin ia terpengaruh sifat undead-nya dan mendesain permukannya menyerupai makam kuno. Entahlah.
Naruto masih berpikir apakah keputusannya sudah benar? Ia memang merasakan tidak ada niatan jahat dari para rekan kaisarnya–Naruto sudah mampu merasakan niat jahat tanpa masuk ke mode kurama. Hanya saja, menyatukan semua ras dan hidup berdampingan cukup sulit untuk diwujudkan. Perbedaan budaya dan dendam masa lalu adalah hal yang paling sulit ditangani. Namun, ia masih akan melihat bagaimana hasilnya.
Boros yang bertanggung jawab membangun pemukiman di sekitar istana yang akan menjadi ibu kota adalah pusatnya semua ras berkumpul. Inilah yang akan Naruto lihat. Apakah mereka bisa hidup berdampingan tanpa rasa benci atau tidak.
Naruto menutup mata. "Tak baik membayangkan yang belum pasti. Lebih baik aku bersiap untuk penaklukan lizardman."
Tugas pertamanya sebagai kaisar akan dimulai.
Bersambung
AN: Hana back! Maaf banget ya updatenya lama. Hana lagi cari referensi dan baca LN Overlord. Untuk yang sudah menyarankan, makasih banyak. Inilah hasil akhir dari saran kalian dan referensi yang Hana cari.
Sepertinya Hana gk usah jelasin masing-masing char dari anime apa ya, kalian pasti sudah tahu. Ada beberapa editing ras seperti Aizen dan Semiramis. Kalau yang belum tahu tanya saja di kolom komentar.
Untuk yang menyarankan character dari ras manusia dan dragon maaf banget ya, gk dimasukin. Ada beberapa alasan. Pertama, ras dragon hanya memiliki satu anggota, yaitu dragon yang sudah dikalahkan Naruto. Jadi gk ada dragon lain di universe ini. Kalau untuk ras manusia seperti Najenda, Shanks, dll. Mereka kuat tapi gk punya umur panjang. Hana cari yang umurnya panjang kayak Merlin dan Naruto.
Segitu saja dulu. Sampai jumpa di chapter tiga.
16-06-2021
Hanakirei-chan
