The Admiral
NARUTO: Masashi Kishimoto
AZUR LANE:
Warning: Typo, OOC, DLL
Start Story
Naruto tak pernah mengira ini akan terjadi dalam hidupnya. Belum sehari dia menggeluti pekerjaan ini, dia sudah merasa kalau bekerja sebagai pelayan di sini tidak buruk-buruk amat, bahkan terbilang cukup menyenangkan bekerja dengan Nevada dan kawan-kawannya. Yah, walaupun tadi ada insiden dengan Honolulu di gudang, tapi sisanya baik-baik saja.
Sekarang sudah selesai makan siang dan pekerjaannya juga sudah selesai semua untuk sekarang, sehingga membuatnya senggang dan ingin berjalan-jalan sedikit menjelajahi pangkalan, hingga akhirnya menemukan tempat ini.
Ia suka tempat ini. Membuatnya bisa melihat birunya hamparan laut lepas dan seluruh pangkalan. Jujur, pemandangan seperti ini biasanya ia lihat jika berada di monumen Hokage, hanya saja kali ini bukan hijaunya hutan tapi biru laut.
"Oh, rupanya ada orang di sini," suara seorang wanita dari arah belakang mengejutkannya. Ia sedikit menoleh untuk melihatnya. Naruto tak tahu siapa dia, tapi beberapa kali melihatnya sedang bersama dengan Wales, "Keberatan bila aku ikut menikmati pemandangannya?" ucapnya sembari berjalan ke samping Naruto.
"Umm ... Tak masalah," jawabnya berusaha sopan. Ia tahu posisinya di sini hanyalah seorang yang menumpang dan juga seorang pelayan untuk sementara.
Untuk sesaat, suasananya sangat hening. Tak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu, keduanya malas sibuk memandang laut di depan. Yah, walau sebenarnya Naruto sekarang ini sedang merasa gugup berada di sebelah seorang wanita. Bohong jika ia mengatakan tidak terpesona oleh kecantikannya, apalagi jarak antara mereka berdua yang terbilang cukup dekat.
"Sangat indah, kan?" ujar Illustrious tiba-tiba. Naruto hanya diam saja. Ya, memang pemandangan di sini sangat indah, tapi entah mengapa ia bisa merasakan sedikit emosi negatif dalam ucapan wanita ini, "Siapa yang menyangka jika sesuatu yang indah ini telah menjadi saksi pertempuran kami untuk waktu yang lama," ekspresinya berubah sendu.
"Perang, kan? Yah, itu selalu sesuatu yang buruk," ia telah mendengar sejarah dunia ini dari Enterprise dan Wales. Sebelumnya, dunia ini pernah mengalami perang skala global. Namun, musuh baru yang muncul membuat para manusia kala itu langsung melakukan gencatan senjata dan bertarung di bawah Panji yang sama. Namun, tetap saja dengan teknologi yang lebih canggih, umat manusia masih dikalahkan dan didorong menuju ambang kepunahan.
Hingga pada saat yang paling putus asa, entah itu kebetulan atau apa, umat manusia berhasil menciptakan sebuah senjata yang dapat melawan balik para Siren dan merebut kembali lautan dan wilayah mereka. Semenjak saat itu, pertarungan antara para Siren dan Kansen yang mewakili manusia terus berlanjut. Walaupun sekarang ini manusia tidak saling berperang, tapi perang tetaplah perang.
"Ya, kita membencinya tapi masih terus mengangkat senjata," Illustrious tahu rasa sakit yang ada di setiap perang. Sudah beberapa kali ia melihat rekan terdekatnya tumbang di lautan ini. Bahkan, sesekali ia bermimpi buruk dan melihat adiknya ikut tumbang, "Apakah Anda percaya pada perdamaian abadi?"
Naruto sedikit terdiam mendengar ucapannya. Ia kembali teringat dengan cita-cita dari Jiraiya yang ia ingin laksanakan. Namun, entah mengapa belakangan ini ia mulai ragu dengan hal itu, "Mungkin sudah tidak lagi. Perang akan selalu ada selama manusia ada," jawabnya sembari melihat langit. Mungkin benar, perdamaian abadi adalah sesuatu yang mustahil. Mungkin saat ini manusia masih bersatu karena menghadapi ancaman yang sama. Namun, bagaimana jika Siren berhasil dimusnahkan secara total? Pastinya umat manusia akan mencari alasan untuk melanjutkan perang mereka.
"Tapi, setidaknya selama masih bernafas, aku akan berusaha menjaga kedamaian itu hingga mati dan mempercayakannya pada generasi selanjutnya," ia merentangkan tangannya ke depan dan mengepalkannya dengan erat.
Illustrious bisa merasakan pancaran tekad yang luar biasa dari Naruto hanya dengan melihat matanya saja. Ia terkikik pelan, tingkahnya terbilang sangat polos ... Tapi, itu yang dia suka, "fufufu, Anda orang yang menarik," Naruto hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu. Menurutnya ia baru saja bertingkah konyol di depan seorang wanita. Apalagi Illustrious sampai tertawa tadi.
Illustrious membalikkan badannya dan menghadap ke arah Naruto, "Aku belum memperkenalkan diri. Maka dari itu izinkan aku," ia sedikit mengangkat gaun putihnya dan menunduk dengan menawan. Inilah cara seorang wanita bangsawan memberikan salam, "Kapal induk pertama kelas Illustrious dari Royal Navy, Illustrious," ujarnya.
Naruto harus berusaha untuk tidak memerah. Illustrious terlihat begitu cantik dengan senyumannya ketika memperkenalkan dirinya, dan jangan lupakan pemandangan murah hati yang dia lihat barusan saat wanita itu menunduk, "Naruto ... Panggil saja Naruto," ia sedikit berdehem guna menghilangkan rona di pipinya. Oh ya ampun, mengapa dia begitu mempesona?
"Kalau begitu, Naruto ... Apa kau mau jadi pelayan pribadiku?" tanya Illustrious tiba-tiba. Tentu saja ini membuatnya sedikit terkejut karena ia saja baru kenal dengan wanita ini, "Jangan khawatir soal bayaran. Kau akan mendapatkan bayaran yang bagus," yah, tawaran itu cukup menggiurkan, menjadi pelayan pribadi dari seorang wanita cantik seperti Illustrious mungkin adalah dambaan para pria, belum lagi soal bayarannya. Hanya saja, ia bekerja di sini bukan karena uang tapi hanya karena balas budi sudah diberikan tempat. Lagi pula, Wales yang memberi pekerjaan ini, jadi menurutnya ia harus minta izin terlebih dahulu pada wanita itu.
Baru ingin menjawab tawaran barusan, tiba-tiba saja Naruto merasakan badannya sedikit tersengat. Yah, ia tahu ini pasti sinyal dari Kunai Hiraishin miliknya, mungkin telah terjadi sesuatu yang gawat sehingga Cleveland melempar Kunai pemberiannya, "Maaf, Nyonya Illustrious, sesuatu telah terjadi," ujarnya langsung menghilang dari dan hanya menyisakan kilatan kuning saja.
Illustrious tak sempat berkata apa-apa karena Naruto sudah lebih dulu menghilang dari sana. Entah mengapa perasaannya kurang baik. Enterprise yang pergi sedari tadi juga belum kembali. Sebelumnya, mereka telah menerima pesan darurat dari Armada Eagle Union yang dipimpin oleh Hornet telah diserang. Ada kemungkinan itu adalah musuh yang dengan yang menyerang mereka kemarin, sehingga tanpa pikir panjang lagi Enterprise langsung bergerak walaupun kondisinya yang terluka.
Sesaat kemudian, entah karena alasan apa Illustrious tiba-tiba tersenyum dan menatap lautan, "Angin pertempuran ini telah berubah ... Entah menuju kejayaan ... Atau kehancuran," ujarnya dengan senyuman lembut. Ia berbalik dan mulai berjalan pergi dari sana. Dari arah kejauhan, seorang gadis kecil berambut ungu sedang melambaikan tangan padanya.
"Hmm, dia benar-benar seorang dewa. Manusia normal tak akan bisa melakukan itu,"
Beberapa saat sebelumnya
Enterprise benar-benar mengutuk keadaannya saat ini. Dia telah menghadapi seorang gadis dari Sakura Empire, memang pada awalnya dia dapat menguasai jalannya pertarungan. Namun, tanpa diduga peralatannya telah mencapai batas dan akhirnya rusak. Niat awal menolong adiknya, sekarang telah berubah menjadi petaka baginya.
Dunia terasa lambat baginya tatkala pedang yang membara itu diayunkan menuju badannya. Tapi anehnya tiba-tiba saja ada sebuah benda aneh yang lewat antara dirinya dan gadis itu. Namun, ia tak begitu memikirkannya dan mulai menutup mata, menunggu rasa sakit yang akan segera dia rasakan.
Crash!
"Arrgh"
Namun, Enterprise tak merasakan sakit apa pun padahal baru saja dia mendengar bunyi daging yang terpotong, dia lantas membuka matanya dan alangkah terkejutnya ketika melihat seorang pemuda pirang yang amat dikenalnya sedang berdiri di depannya dengan keadaan yang parah.
"Naruto!!" ia terkejut, begitu pula dengan Zuikaku sebagai pelaku penebasan itu. Bagaimana mungkin seseorang bisa tiba-tiba muncul di saat duelnya?
Darah menyembur deras dari luka melintang yang dibuat Zuikaku, Dan sepertinya Naruto akan ambruk ke belakang. Enterprise segera menahannya dalam dekapan agar tubuh pemuda pirang itu tak tenggelam ke laut, "Bodoh! Apa yang kau lakukan!?" Ia panik dan takut, remaja misterius yang baru saja dia selamatkan beberapa hari yang lalu, kini kembali menghadapi maut.
"Oh sial! Itu benar-benar sakit. Sekarang seragam kerjaku sudah rusak," keluh Naruto. Enterprise hendak memarahinya karena masih sempat-sempatnya si pirang itu mengoceh yang tidak penting. Tunggu!? Ia baru menyadari kalau pendarahan di dada Naruto telah mulai berhenti dan lukanya perlahan mulai menutup. Sungguh, ini di luar akal sehat baginya.
Sialan Cleveland, mengapa dia melemparkan Kunai miliknya di depan seorang gadis gila yang sedang mengayunkan pedangnya?! Walaupun penyembuhannya terbilang cepat, tapi rasa sakitnya sangat tidak enak.
Sementara itu, Zuikaku hanya bisa menatap horor pada luka miliki Naruto yang dengan cepatnya menutup dengan sendiri, "Oi, apa-apaan kau ini?" ekspresi wajahnya bercampur antara takut dan terkejut.
"Itukah ucapanmu pada orang yang baru saja kau tebas?" ujar Naruto dengan sarkas sembari mencoba kembali berdiri. Tiba-tiba saja, Naruto secara ajaib menghilang dari pandangan Zuikaku.
Zuikaku tiba-tiba merasakan besi tajam yang dingin di lehernya. Entah bagaimana, tapi ketika dia sadar Naruto telah berada di belakangnya. Dia sekarang ini sama sekali tak bisa bergerak, pasalnya sekarang Naruto menghunuskan sebuah Kunai di lehernya dan tangannya yang memegang pedang telah dipelintir, "A-apa!?
"Zuikaku!" seru Shoukaku yang khawatir atas keadaan adiknya itu, ia ingin melakukan sesuatu tapi sayangnya jika dia gegabah maka, Zuikaku lah yang akan menjadi korban.
Dari sini, Naruto bisa melihat kalau Cleveland bersama dua orang gadis kecil sedang melindungi sekolompok gadis yang tumbang. Dia mengerti situasinya, sepertinya kelompok Cleveland sedang tak diuntungkan di sini.
"Anda baik-baik saja, Enterprise-San?" tanya Naruto. Padahal, baru beberapa saat yang lalu keadaannya lah yang paling parah di sini, tapi sekarang dia bertanya seolah barusan itu tak terjadi padanya.
Naruto menoleh ke atas dan melihat ada dua orang wanita yang sedang melayang. Ia sedikit tertarik, sepertinya memang ada gadis kapal yang dapat melakukan hal itu. Namun, sekarang bukan saatnya memikirkan itu, "Mundurlah!! Jika tidak ..." Naruto semakin menekan Kunai miliknya ke leher Zuikaku, sehingga membuatnya sedikit berderah, " ... Jangan salahkan aku jika gadis ini mati di sini," ancamnya.
Sebenarnya, Naruto bisa saja bertarung di sini, tapi sayangnya ada beberapa gadis kapal yang terluka di belakang Enterprise, sehingga ia harus memprioritaskan mundur tanpa konflik.
Sementara itu, Prinz Eugen yang melihat pendatang baru itu merasa tertarik dengannya. Pemuda itu tiba-tiba muncul begitu saja dan tertebas, tapi anehnya pulih dengan cepat, dan sekarang dalam sekejap dia telah melumpuhkan Zuikaku. Siapa? Tidak mungkin orang ini Manusia, apalagi seorang Kansen.
"Ara, bagaimana kami tahu kau tak berbohong?" tanya Prinz dengan santainya. Nampaknya dia tak terlalu peduli pada keadaan sekutunya yang menjadi sandera Naruto, walaupun ucapnya memang benar ... Bisa saja Naruto berbohong.
Seringai Naruto tumbuh. Kunai yang berada di tangannya langsung dilemparkan ke arah Eugen dengan kecepatan tinggi, yang bahkan wanita itu tidak bisa melihat lajunya. Ia terperangah ketika senjata tajam itu telah sedikit menggores pipi mulusnya, sehingga sedikit meneteskan darah, "Aku bisa saja membantai kalian di sini," ujarnya dengan kata-kata yang terdengar sedikit kejam.
Namun, sepertinya Eugen tak merasa gentar mendengar ancaman itu, malahan ia tiba-tiba saja tersenyum aneh darah di pipinya. Jelas saja Naruto merasakan merinding melihat itu ... Sepertinya dia telah bertemu dengan orang yang aneh lagi.
"Anda sepertinya orang yang menarik, tapi sayang sekali kita berada di sisi yang berlawanan," ujarnya sembari mengangkat bahu dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.
Naruto melihat ke belakang karena merasakan ada yang sedang mendekat ke mari. Dia adalah wanita dewasa berambut putih panjang yang mengenakan pakaian seorang Maid. Saat wanita itu telah berada tak jauh darinya, dia nampak memperhatikan keadaan yang terjadi di sana dan menyimpulkan satu hal, "Maaf semuanya, sepertinya saya datang terlambat," ujarnya sembari memberikan salam ala Royal Navy.
"Siapa dia?" tanya Naruto. Ia tak tahu siapa pendatang baru ini, tapi ia tahu kalau wanita itu bukan musuhnya.
"Maaf menyela percakapan kalian, tapi sepertinya ini waktunya kalian mundur," ujar wanita itu melihat ke arah lain.
Naruto juga ikut menoleh ke arah yang dilihatnya. Di sana ... Di kejauhan, Naruto dapat melihat kalau ada beberapa kapal yang sedang menuju kemari. Dia berasumsi kalau itu adalah armada dari Royal Navy.
Prinz Eugen hanya menghela nafas dengan kecewa, sekarang keadaan tak memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan hal ini. Padahal dia sempat bersemangat karena kedatangan kenalan lamanya ini, tapi sepertinya mereka harus menyelesaikan masalah lama di lain waktu.
Beberapa Kansen walaupun tak suka, mereka tetap menurunkan senjata mereka dan mundur secara perlahan, tapi tetap saja waspada. Begitu pula Naruto, ia juga melepaskan gadis itu dari kekangannya, tapi tanpa Zuikaku sadari Naruto telah menyembuhkan lukanya menggunakan Jutsu Medis.
Zuikaku segera melompat mundur menuju kakaknya. Wajahnya terlihat netral, tapi dalam lubuk hatinya ia sangat marah. Baginya, apa yang Naruto lakukan itu adalah penghinaan baginya. Dirinya bersumpah, sebelum melanjutkan kembali pertarungannya dengan Gray Ghost, dia akan memulihkan kehormatannya yang direnggut pemuda pirang itu.
"Hei, kau. Siapa namamu?" tanya Zuikaku. Pedangnya telah disarungkan, tapi tangan yang memegang gagangnya terus gemetaran karena amarah.
Naruto tampak terdiam sesaat, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjawab, "Naruto. Itu namaku."
"Aku akan selalu mengingat namamu dan apa yang kau lakukan terhadap kehormatanku, hingga pada waktu di mana pedang ini menebas kepalamu," ujarnya sebelum benar-benar mundur bersama Saudari dan sekutunya.
Saat keadaan benar-benar aman, Naruto menghela nafasnya karena bersyukur tak terjadi pertempuran yang sia-sia. Namun, sayangnya sepertinya dia telah menciptakan musuh pertama baginya di dunia barunya ini. Lagian apa-apaan perkataannya itu? Rasanya dia terkesan seperti pria brengsek.
Naruto menoleh ke belakang karena ada yang menepuk pundaknya, rupanya itu Enterprise yang sedang menatapnya, tapi entah kenapa itu adalah tatapan kesal, "Naruto, lain kali jangan membuat orang cemas," nyalinya menjadi ciut tatkala bahunya diremas dengan kuat oleh Enterprise. Entah karena apa, wanita itu terlihat kesal.
"Maaf, tapi aku tak menduga saat aku muncul malah akan terjadi hal seperti tadi," ujar Naruto membela dirinya. Namun, sayangnya itu tak berguna banyak baginya.
"Itu juga berlaku untukmu, Enterprise," Cleveland tiba-tiba datang menimbrung. Dia tak sendiri, gadis itu terlihat sedang memepah seorang gadis lain berambut pirang Twin Tail yang mengenakan pakaian terbuka, "Seenaknya langsung pergi, padahal sedang terluka dan peralatanmu rusak ... Itu sangat ceroboh!"
"Aku mengerti kau melakukan hal ini untukku, tapi tolonglah jangan bertindak ceroboh seperti tadi, Saudari," tambah gadis pirang Twin Tail itu. Naruto dapat berasumsi, kalau gadis ini mungkin adalah adik dari Enterprise.
Enterprise hanya merespon dengan diam dan berpaling dari wajah keduanya, "Kita bicarakan itu nanti, yang penting sekarang kau selamat, Hornet," ujarnya yang bersiap beranjak dari sana. Namun, baru saja mau melangkah ia malah jatuh berlutut. Untunglah Naruto dengan sigap segera menangkap wanita itu dan memapahnya juga.
"Sepertinya kau benar-benar butuh perawatan segera, Enterprise-San," ujar Naruto. Ia menoleh pada Hornet yang sedang di papah oleh Cleveland, dan mengulurkan tangan pada rekan sesama pirang, "Ayo pegang erat tanganku, aku akan membawa kalian ke pangkalan dengan cepat.
Untuk sesaat, Hornet tampaknya bingung dengan ucapan Naruto barusan, tapi tanpa bertanya dia langsung memegang tangan Naruto dengan erat. Tiba-tiba saja penglihatannya memutih, ia hanya bisa merasakan angin kencang yang menerpa tubuhnya untuk sekejap saja.
Para gadis yang berada di sana hanya bisa melongo melihat hal itu. Ya ... Naruto telah hilang dari sana dalam sekejap tanpa jejak apa pun, dan yang tersisa di sana hanyalah seberkas cahaya oranye yang secara perlahan mulai memudar.
Sementara itu, tanpa disadari oleh siapa pun, wanita Maid sedari tadi terus mengawasi Naruto sebelum akhirnya menghilang dari sana. Sebuah senyuman terukir di bibir indahnya, "Seperti yang dikabarkan oleh Lady Wales. Sepertinya Yang Mulia akan sangat senang tentang hal ini," ujarnya. Jujur, pada saat Wales mengirimkan kabar ini sebagian besar termasuk dirinya merasa tak percaya dengan itu. Bagaimana mungkin seorang manusia dapat bertarung seimbang melawan Siren kelas atas? Namun, melihat sendiri kemampuan Naruto yang abnormal hari ini membuatnya mengubah pikirannya.
Di sebelah barat pangkalan, lebih tepatnya di taman bunga yang sering disinggahi Wales, Naruto tiba-tiba muncul secara ajaib dari ketiadaan. Beruntung, tak ada seorang pun di sana, sehingga tak ada yang menjadi korban serangan jantung mendadak. Naruto segera mengecek keadaan 2 Gadis, karena khawatir pada efek yang ditimbulkan ketika seseorang pertama kali melakukan perjalanan dengan Hiraishin.
Namun, sayangnya kekhawatirannya menjadi kenyataan. Ia melihat keduanya telah tepar di lantai sembari berusaha melakukan yang terbaik agar tak muntah di sini, bisa-bisa martabat Eagle Union dan diri mereka sebagai seorang wanita akan hancur jika itu terjadi.
"Maaf, sepertinya aku lupa memperingatkan kalian," ujarnya dengan menyesal
Dua saudari itu jika keadaan mereka tak seperti sekarang ini, mungkin saja mereka ingin sekali rasanya menghantam Naruto dengan sangat keras. Wajar saja, keduanya tadi terluka, dan sekarang Naruto malah memperparahnya, "S-sialan, kau!" ujar Hornet masih berusaha untuk tidak muntah.
Beruntungnya, Enterprise masih lebih tenang daripada adiknya itu walaupun sedikit kesal, tapi kali ini dia merasa berutang pada pemuda pirang yang baru saja menyelamatkan dirinya dan adiknya. Tanpa membuang waktu, Naruto segera membuat sebuah segel tangan berbentuk silang. Sesaat kemudian, muncul sebuah kepulan asap di sampingnya bersamaan dengan tiruannya.
"Tolong bawa dia dengan aman," ujar Naruto yang dibalas anggukan oleh tiruannya itu.
Hornet terkejut dan ingin bertanya sesuatu tentang ini, tapi sayangnya sebelumnya dia melakukannya, tiruan itu telah lebih dulu menggendongnya dengan gaya pengantin dan langsung melompati tinggi melintasi atap bangunan. Yah, tak akan berlebihan jika mengatakan Hornet sedang berteriak histeris sekarang ini.
"Uh, dia pasti akan membalasmu nanti," ujar Enterprise yang melihat kejadian barusan itu dengan facepalm. Mengingat sifat adiknya yang agak liar itu. Naruto hanya bisa menggaruk kepalanya sembari terkekeh, karena memang terkadang para Bunshin nya itu cukup sering tidak mengikuti omongannya.
Keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju klinik, tapi sayangnya karena salah seorang sedang dipapah membuat mereka berjalan dengan lambat. Tiba-tiba, Naruto berhenti memapah Enterprise dan mulai berjongkok di depannya, " Ayo, biar aku menggendongmu agar kau tak kesusahan berjalan," ujar Naruto membuat Enterprise sedikit terkejut.
"A-apa? Sudahlah itu tidak perlu," balas wanita itu. Ia sedikit gelagapan. Ini pertama kalinya ada yang memperlakukan dirinya seperti ini selain kakaknya, terlebih lagi yang melakukan itu adalah seorang pria. Entah mengapa, tapi ia kembali teringat dengan romansa yang dulu sering dia tonton.
Naruto hanya memasang senyum tanpa beban sedikit pun dan menjawab, "Aku tak merasa direpotkan, kok," andai dia tahu makna dibalik dirinya memperlakukan wanita seperti ini. Yah, kadang ketidaktahuan bisa menjadi berkah bagi orang bodoh.
Karena terus dipaksa Naruto, Enterprise akhirnya memilih untuk menerima tawaran pemuda pirang itu dan mulai naik ke punggungnya. Ia merasakan punggung Naruto sangat kokoh, tapi di saat yang sama juga memberi kehangatan dan kenyamanan yang luar biasa. Tanpa sadar, Enterprise memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya di punggung Naruto, seperti dia telah terbuai oleh kenyamanan itu dan ingin sekali lebih menikmatinya. Ia tak sadar ... Jika orang-orang terus memperhatikan kedua sejoli itu dengan berbagai reaksi.
Yah, Enterprise tak menyadarinya karena telah fokus kenyamanan itu. Dan Naruto? ... Jangan tanya dia masih terlalu bodoh dan padat dalam hal seperti itu. Tapi dapat dilihat dengan jelas kalau saat ini wajahnya memerah karena merasakan sensasi aneh yang menyentuh punggungnya. Tidak usah bertanya itu apa, tapi jelas dia merasa buruk saat ini, dan berharap dia segera sampai di tempat perawatan agar ini segera berlalu. Kau tahu? Dia benar-benar tak nyaman saat ini.
Di dalam tempat perawatan, Honolulu sedang berbaring di salah satu ranjang sembari memperhatikan langit yang cerah, sejak tadi ia terus senyum-senyum sendiri karena suatu alasan. Mungkin jika ada yang melihat ini, orang akan berpikir dia sudah gila atau semacamnya, tapi sayangnya dia tak akan memedulikan hal seperti itu. Masih terngiang dalam benaknya ketika kejadian siang tadi, di mana dia mengalami cidera dan terlilit beberapa pita.
Tak ada seorang pun yang datang menolongnya atau mendengarkan suaranya, tapi tiba-tiba saja seorang pemuda misterius datang melepaskan ikatan yang melilitnya. Tak hanya itu, pemuda tersebut juga melakukan keajaiban yang luar biasa pada kakinya yang sakit. Entah mengapa hatinya menghangat setiap kali memikirkan hal itu, ia yakin bahwa pemuda itu sengaja dikirim tuhan untuk menolongnya.
Sekarang, dirinya sedang menanti kedatangan pemuda itu karena dia telah berjanji untuk menjenguknya ketika pekerjaannya selesai, tapi sayangnya kedatangan orang yang dia tunggu belum tiba juga, "Permisi!" suara yang ia kenali memasuki Indra pendengarannya dan hal itu membuatnya bersemangat, tapi masih berusaha untuk menyembunyikannya suasana hatinya.
Dia mencoba mengintip dari gorden yang memisahkannya dengan ranjang lain. Namun, apa yang dia lihat begitu membuatnya terkejut. Ya ... Itu memang Naruto, tapi mengapa dia datang bersama gadis lain!? Bahkan, dalam keadaan digendong dengan gaya pengantin pula!! Naruto bahkan tidak melihat ke sini.
Honolulu memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia pasti salah lihat karena kelelahan dan berhalusinasi. Kenyataan ini terlalu menyedihkan untuknya. Ketika dia membuka matanya, Honolulu melihat kalau Naruto dan Hornet telah tidak ada di sana dan menghela nafas lega, "Sepertinya aku memang salah lihat," ujarnya.
Sesaat kemudian ia melihat pintu dibuka dan memperlihatkan Naruto yang masuk ke dalam, dan ini membuatnya kembali senang. Namun, sayangnya ia menyadari kalau ada seseorang yang digendong olehnya dan itu adalah Enterprise yang mengalungkan tangan di leher Naruto. Bahkan, Honolulu dapat melihat kalau pemimpinnya itu sangat menikmati punggungnya Naruto.
"A-apa? Bagaimana Enterprise bisa melakukan hal ini padaku?? Itu seharusnya tempatku!" ujarnya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Honolulu menggerakkan giginya, matanya terlihat seolah-olah sedang membara. Ini tidak bisa diterima! Dirinyalah yang pertama kali mengklaim tempat itu, dan sekarang gadis lain malah mencoba untuk merebut itu darinya. Baiklah! Jika mereka ingin perang maka sebagai Kesatria Eagle Union ia akan memberikan perlawanan yang layak.
Dengan kesal, Honolulu langsung turun dari ranjangnya dan segera pergi dari sana. Terkejut? Yah, sebenarnya sedari tadi kakinya sudah baik-baik saja, akan tetapi dia sengaja berlama-lama di sini agar bisa menunggu Naruto datang menjenguknya.
Beberapa saat kemudian, setelah kepergiannya, gorden itu dibuka oleh Naruto. Namun, ia tak menemukan siapa-siapa di sana selain kasur yang berantakan menandai kalau baru saja ada orang di sana, "Hmm, sepertinya dia sudah pulang. Padahal aku berjanji untuk menjenguknya di sini. Ah, sudahlah," ujarnya seraya kembali ke tempat Enterprise dan Hornet.
ocean
Di suatu tempat di tengah laut, Zuikaku hanya duduk dia di atas kapalnya. Sedari tadi dia terus seperti ini, sehingga membuat kakaknya khawatir pada keadaan gadis itu. Naruto yang dapat dengan cepat mampu melumpuhkan dan menjadikan dirinya sandera, membuatnya merasa kalau kehormatannya sebagai pengguna pedang telah dihina, terlebih lagi pria itu telah seenaknya menyentuh tubuhnya seperti hampir dipeluk.
"Kau masih memikirkan hal tadi, Zuikaku-Chan?" tanya kakaknya yang prihatin. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak obat untuk mengobati lukanya, "Biarkan Onee-Chan mengobati lukamu agar tidak infeksi," Zuikaku hanya mengangguk saja. Ia masih saja sibuk memikirkan itu.
Shoukaku yang hendak mengobati luka adiknya langsung terkejut melihat keanehan yang terjadi pada luka adiknya ... Atau lebih tepatnya, tempat di mana luka itu harusnya berada. Ya, luka yang disebabkan oleh Naruto tadi telah hilang entah ke mana, padahal dirinya yakin kalau pemuda itu tadi telah sedikit melukai Zuikaku.
"Eh!?"
Zuikaku yang melihat raut wajah kakaknya juga merasa bingung, "Apa terjadi sesuatu pada luka itu?" tanyanya. Ia segera mengecek lukanya, dan terkejut ketika menyadari kalau luka yang tadi itu telah menghilang sepenuhnya seolah tak pernah ada di sana. Namun, ada sedikit sisa darah yang membenarkan kalau luka itu tadi memang ada.
Sesaat kemudian, wajah Zuikaku kembali bersemangat dan sebuah seringai sadis yang tak pernah kakaknya lihat sebelumnya telah tercipta di bibirnya, "Ini pasti karena Dewa kita. Dia seolah memberikanku restu untuk memulihkan kehormatanku kembali dari pirang biadab itu!" ujarnya dengan semangat dan tekad.
Entah Shoukaku harus merasa senang atau khawatir setelah melihat ini. Untuk sesaat, ketika Zuikaku menyeringai seperti itu dirinya merasa seolah sedang melihat orang lain. Ia bersumpah, ini pertama kali baginya melihat adiknya menyeringai sadis seperti tadi. Tapi di satu sisi, adiknya telah kembali bersemangat. Ia berharap ini cepat berlalu.
The next morning, Base Azur Lane
Jam masih menunjukkan pukul 04: 30 pagi, sehingga wajar bagi Naruto untuk masih melanjutkan tidurnya. Ia tidur dengan nyenyak, nampaknya sangat kelelahan sehabis bekerja. Namun, kita bukan ingin membahas si pirang yang sedang tidur itu. Tapi beberapa lorong jauhnya dari kamar Naruto, 3 orang wanita berpakaian Maid sedang menuju tempat si pirang dengan langkah kaki yang cepat. Yang berjalan di tengah itu adalah Belfast selaku kepala pelayan istana.
"Sheffield, apa semua yang kita butuhkan sudah kau bawa?" tanya Belfast dengan ekspresi yang serius.
Gadis berambut pirang dengan wajah datar di sebelahnya mengangkat sebuah koper hitam, dan menepuknya, "Jangan khawatir, semuanya sudah ada di dalam sini," jawabnya. Tak hanya wajah, tapi suaranya pun lumayan datar di telinga.
"Edinburg?"
"Tak masalah, aku sudah memastikan ini rapi berulang kali," ujar seorang gadis berambut putih di sebelah kiri. Di lihat dari mana pun, dia sangat identik dengan Belfast. Di tangannya, dia memegang sesuatu yang sepertinya telah dilipat.
"Kalau begitu, ayo. Kita tak punya banyak waktu," ujarnya yang terus melangkah
Mereka bertiga adalah pelayan langsung dari Pemimpin Royal Navy, Queen Elizabeth. Dan ketiganya telah diberikan sebuah mandat yang sangat penting oleh sang ratu itu sendiri, sehingga tak ayal jika keseriusan terpancar jelas dari wajah para wanita. Mereka akan mengerahkan semua kemampuan untuk tugas yang satu ini karena perintah ratu sendiri yang mengatakan tak boleh gagagl. Entah tugas apa itu, tapi jika dilihat dari arah tujuannya, sepertinya itu juga berhubungan dengan Naruto.
Tak ada yang tahu atau menyadari, bahkan Naruto sekalipun kalau setiap langkah yang diambil oleh para wanita ini akan benar-benar lebih mengubah lagi hidupnya di masa depan entah itu seperti apa. Baik kah, atau merupakan kesialan baginya?
Bersambung,
Oh benar-benar waktu yang lama untuk ini. Saya telah menghabiskan waktu lama di King of Heroes, dan saat kembali ke sini saya telah merasa kaku untuk Fanfic sendiri. Mohon maaf jika ada yang terkesan buruk atau cringe.
Oh, dan saya telah membuat benang untuk seorang gadis dalam fic ini dan benang yang lain akan secara perlahan mulai mengikat Naruto dan beberapa yang lain. Suka kah kalian terhadap kejadian di atas? Mohon pendapat dan kritikannya.
Ada yang meminta Naruto untuk menyembunyikan kekuatannya agar terkesan misterius, tapi maaf saja saya tak melihat alasan yang kuat untuk melakukan hal itu dan di sini dia tak langsung OP tapi kekuatan itu berasal dari latihannya di dunia Shinobi.
Dan untuk chapter depan, mungkin kalian sudah bisa melihat pengangkatan Naruto menjadi seorang Laksamana.
Maaf semua jika ini mengecewakan kalian setelah menunggu.
See you, mohon berikan review nya
