The Admiral
NARUTO: Masashi Kishimoto
AZUR LANE:
Warning: Typo, OOC, DLL
Start Story
Malam ini mungkin akan menjadi malam yang penting bagi Azur Lane, karena sejak bertahun-tahun lamanya akhirnya mereka memiliki seorang Admiral baru yang akan memimpin. Tak usah ditanya bagaimana reaksi awal mereka ketika pertama kali mendengar kabar ini siang tadi, yang jelas hampir semua gadis langsung bersemangat dan berantusias, ada juga yang tak percaya kalau apa yang mereka dengar itu adalah nyata sehingga memukul wajah sendiri untuk memastikan ini mimpi atau bukan.
Kabar itu bahkan tersebar dengan cepat ke seluruh pangkalan dan membuat semua gadis menghentikan seluruh aktivitas mereka, demi mempersiapkan diri untuk sebuah momen yang akan sangat penting nantinya ... Ya, juga ingin tampil luar biasa di depan komandan baru mereka.
Termasuk Cleveland yang entah mengapa mengenakan setelan berompi hitam yang bertolak belakang dengan kodratnya sebagai seorang gadis, tapi baginya mungkin ini adalah penampilan yang paling membuat dirinya nyaman dan dia menyukai itu. Namun, jika dibandingkan dengan Honolulu di sebelahnya, maka Cleveland masih agak mendingan.
Gadis berambut merah itu bahkan tidak sempat menyiapkan pakaian pestanya sama sekali karena terlalu sibuk memikirkan pirang favoritnya, ia baru tahu sore ini sehingga tak bisa berbuat banyak untuk mempersiapkan pesta dan hanya bisa menggunakan seragamnya saja.
Sekarang semua gadis telah berkumpul di sini dalam barisan yang rapi, mereka semua telah menunggu kedatangan iring-iringan calon Komandan yang sepertinya tidak lama lagi akan masuk ke aula. Seperti kebanyakan gadis ketika berkumpul, hal yang para Kansen iti lakukan adalah bergosip ... Dan tentu saja topiknya adalah Komandan baru itu.
"Oh ini buruk," ujar seorang gadis berambut ungu panjang dengan wajah yang agak khawatir karena sesuatu, ia mengenakan sebuah gaun hitam One Piece yang sangat memperlihatkan dadanya.
"Ada apa, Eessex? Apa kau khawatir karena tidak bisa duduk berdekatan dengan Enterprise di acara ini?" tanya Cleveland dengan raut wajah bosan, tampaknya dia tidak tertarik dengan apa yang membuat gadis itu khawatir. Sebagai rekan satu fraksi, Cleveland tahu betul betapa terobsesinya gadis ini dengan pemimpinnya dan selalu ingin dekat dengannya.
"Karena tidak tahu kalau dia adalah Komandan, jadi aku membuatnya membereskan kekacauanku," ya sebenarnya dia tidak salah juga karena menyuruh Naruto membereskan itu semua mengingat posisinya kala itu masih seorang pelayan, hanya saja dia berpikir kalau saat itu Naruto sengaja menyamar sebagai seorang pelayan untuk menilai mereka semua. Dan sekarang, dia khawatir karena telah membuat Komandannya mencuci seluruh pakaian kotornya kemarin, "Bagaimana kalau dia membalas dendam dan menurunkan pangkatku menjadi tukang cuci baju!?" lanjutnya sembari memegang kepalanya.
Cleveland hanya memutar matanya mendengar cerita itu, tampaknya dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh kapal pertama kelas Essex itu. Menurutnya Naruto tak akan melakukan hal seperti itu, karena walaupun baru mengenalnya beberapa hari ini tapi dia tahu kalau pemuda itu adalah pribadi yang rajin selama bekerja sebagai pelayan di sini, bahkan sampai mau melakukan pekerjaan berat sekalipun jika diperintahkan.
Satu-satunya yang juga khawatir hanyalah Honolulu. Gadis itu tak menyangka kalau Essex akan membuat image buruk seperti itu pada seorang Admiral baru, tapi reaksinya akan lain lagi jika saja dia tahu siapa Admiral baru ini. Ngomong-ngomong, entah mengapa mendengar cerita Essex seperti ini semakin membuat dirinya penasaran tentang bagaimana sosok Admiral baru, "Ya ampun, pastikan setelah ini kau harus meminta maaf," Honolulu menasehati.
"Kalian berdua, diamlah! Acaranya akan segera dimulai," desis Cleveland ketika melihat Elizabeth telah berdiri di altar dengan didampingi oleh Wales dan wanita cantik bertelinga Elf. Berbeda dengan ratu mereka, keduanya tidak memakai gaun pesta tapi seragam formal yang senantiasa mereka pakai, hanya saja kali ini dengan modifikasi yang lebih mewah.
Di saat yang sama, para gadis lainnya juga ikut berdiri pertanda kalau prosesi akan segera dimulai. Pintu aula langsung dibuka oleh dua Maid yang berdiri di sana, sehingga semua bisa melihat iri-iring yang terlihat luar biasa itu, semua terpukau terutama Admiral baru yang terlihat sangat tampan di mata mereka.
Honolulu tak bisa untuk menahan keterkejutannya ketika mengetahui siapa yang menjadi Admiral baru itu, rupanya tak lain itu sendiri adalah naksirnya yang seharian ini dia cari. Ia mengepalkan tangannya, menahan rasa cemburu ketika melihat Naruto dan Enterprise yang terlihat sangat mesra ... Menurutnya. Yah, ia tahu itu hanyalah formalitas belaka untuk acara ini tapi hatinya menolak untuk menerimanya. Rasanya ingin sekali dia menyuarakan tapi dirinya sadar dengan situasi saat ini.
Sementara itu di bagian terdepan iring-iringan, Naruto secara samar terus mengatur pernafasannya untuk menghilangkan rasa gugupnya yang semakin tinggi sejak memasuki ruangan ini, terutama ketika semua pasang mata menatap padanya. Untunglah sejauh ini dia masih belum melakukan kesalahan apa pun, sikap dan pandangannya masih tegas menatap ke depan.
"Bertahanlah, acara ini tidak akan lama," ujar Enterprise dengan suara yang amat pelan sembari masih mempertahankan ekspresinya.
"Ya, Tidak masalah di sini," balas Naruto.
Secara bersamaan, keduanya menghentikan langkah kaki mereka dengan anggun dan sempurna. Mungkin setelah ini Naruto harus berterima kasih pada Madame Hood, pasalnya wanita itu dengan intens terus mengajar Naruto tentang tata Krama yang harus dilakukan untuk acara ini.
Kali ini, Naruto melanjutkan langkah kecilnya hanya seorang untuk menuju Elizabeth. Ketika ia merasa jaraknya sudah cukup, Naruto langsung berlutut layaknya seorang kesatria dengan telapak tangan di dada. Seketika, ruangan yang tadinya sunyi itu sekarang semakin senyap. Bahkan, Naruto bersumpah dia bisa mendengarnya suara nafas dan jantungnya.
"Aku, Pemimpin tertinggi Royal Navy, Queen Elizabeth. Dengan wewenang yang dipercayakan oleh pemimpin Azur Lane yang lain padaku. Dengan ini, aku menunjuk seorang Laksamana baru bagi kita semua malam ini," pada saat ini, hampir semua gadis yang hadir merasa terkejut, terutama dari Royal Navy. Mereka telah melihat sisi lain sang ratu yang biasanya agak cempreng, kini penuh aura keseriusan dan ketegasan yang menguar darinya ... Sangat jauh berbeda dengan penampilannya yang seperti anak kecil.
"Uzumaki Naruto, Apakah kau siap memikul beban dan tanggung jawab demi keberlangsungan umat manusia? Jika kau bersedia, maka bersumpahlah di altar suci ini dan kami sebagai saksinya," tanpa menjawab, Naruto berdiri dari posisi berlututnya dan mulai melepas sarung tangannya.
Di saat yang sama, Wales dan rekan bertelinga Elf nya maju ke depan Naruto sembari masing-masing membawa sebuah nampan merah. Yang dibawa oleh Wales adalah nampan berisi sebuah pisau belati yang kelihatannya sangat tajam dan mengkilap, sedangkan si telinga Elf rupanya membawa sebuah wadah yang langsung diposisikan di depannya.
Naruto mengambil belati itu dan langsung mengiris telapak tangannya, sehingga banyak mengeluarkan darah yang langsung ditampung dalam wadah itu. Mungkin bagi orang biasa ini akan sangat sakit, tapi lain lagi dengannya yang sudah pernah merasakan luka yang lebih parah dari ini. Dengan ekspresi lurus dan netral, dia mulai mengucapkan sumpahnya.
"Aku Uzumaki Naruto, dengan darahku aku bersumpah akan memikul beban dan tanggung jawab sebagai seorang Admiral! Dan demi kemanusiaan! Aku akan berjanji akan menyatukan kembali semua fraksi dalam satu naungan!" Elizabeth sedikit terkejut dengan ucapan pemuda itu, tapi untungnya dia berhasil menyembunyikan itu dengan cepat ... Ia terkejut, karena yang terakhir itu bukanlah bagian dari sumpah pelantikan tapi melainkan janjinya sendiri.
Ia tersenyum, kemiripan orang ini dengan Admiral pertama terkadang membuatnya takjub. Ia ingat hari itu ketika mereka dilahirkan, perang dunia baru saja berhenti tapi perselisihan yang mereka bawa dari wujud kapal jiga ikut mempengaruhi. Dirinya sempat khawatir dan melaporkan hal ini pada Minato, tapi Admiral pertama itu hanya tersenyum hangat dan mengatakan untuk menyerahkan semua padanya. Sekarang, ia penasaran apakah Naruto bisa melakukan hal yang sama dengan ketika Minato menyatukan seluruh Kansen untuk pertama kalinya.
Naruto melihat pada tangannya yang baru saja ia Iris. Yah, dia sudah menduganya kalau Chakra Kurama akan bertindak cepat dan langsung menutup lukanya seakan itu tidak pernah ada di sana. Ngomong-ngomong, ia penasaran apa yang akan Wales lakukan dengan darahnya. Oh, rupanya wanita itu telah berjalan membawa mangkuk berisi darahnya menuju kobaran api di sana, dan mulai menuangkannya secara perlahan-lahan.
Untuk sesaat, setelah Wales menuangkan seluruh darahnya tiba-tiba saja kobaran api itu berkobar menjadi lebih besar, juga anehnya warnanya berubah ke warna biru. Hmm, sedikit kagum bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun, rupanya reaksi itu hanya sementara saja sebelum akhirnya kembali menjadi normal lagi.
Ketika perhatiannya kembali ke Elizabeth, ia baru sadar kalau bukan hanya si ratu Royal Navy yang berdiri di sana, tapi Enterprise beserta 3 hologram yang dua di antaranya dia kenal sejak rapat tadi pagi. Jadi, ia berasumsi kalau wanita berambut hitam panjang berpakaian Cina itu adalah pemimpin fraksi dari kursi yang kosong itu. Ia ingat ini adalah bagian dari latihan, di mana ketika seorang Admiral telah mengucapkan sumpahnya maka sekarang adalah bagian di mana para pemimpin fraksi lah yang memberikan kesetiaannya.
Kelima wanita itu itu berdiri dalam posisi yang sejajar di depannya. Enterprise adalah yang paling pertama maju ke depannya. Dengan sikap yang tegas, ia memberikan hormat terbaiknya pada Naruto yang langsung dibalas dengan hormat yang sama, "Sebagai wakil Eagle Union, aku mengakuimu sebagai Admiral kami yang sah! Mulai sekarang, kami percayakan komandonya padamu," ucapnya sembari memberikan senyumnya pada Naruto.
Selanjutnya adalah Elizabeth, seperti biasa orang-orang dari fraksi itu selalu ingin tampil anggun kapan saja. Bahkan, di saat Enterprise memberikan hormat secara militer, pemimpinnya malah masih tetap mempertahankan salam anggun yang menjadi ciri khas mereka, "Sebagai seorang Admiral, Royal Navy mempersembahkan pasukannya padamu," ucapnya mengakhiri salamnya.
Salam dari Northern Parliament terbilang cukup unik, di mana Rossiya memposisikan kepalan tangannya di di depan jantung, dan satunya lagi berada di bagian belakang pinggang dengan posisi tegak yang sempurna, "Kami mempersembahkan jantung kami padamu, Comrade!"
Lalu untuk Iris Libre dan Dragon Empery, kedua fraksi itu sepertinya tidak terlalu mencolok saat giliran mereka tiba dan melakukan hormat yang seperti Enterprise lakukan. Dengan berakhirnya sesi ini, resmi sudah Naruto menjadi seorang Laksamana.
Elizabeth ke depan seluruh kerumunan. Dengan tangan yang direntangkan, dia mulai mengumumkan, " Azur Lane, sekarang sambutlah Laksamana baru kalian!," suaranya yang menggema dalam aula itu langsung saja disambut dengan sorakan kegembiraan dari seluruh Kansen yang hadir.
Line Break
Kiri, kanan, dan berputar. Yah, Hood berkata kalau gerakan dansa itu sangat sederhana dan gampang diingat. Namun, tidak pada kenyataannya di mana ia harus menyesuaikan langkah dan ritmenya serta mengingat seluruh langkah yang dianggap rumit. Sekarang, di sinilah ia melakukan tarian dansa dengan Hood selepas pengangkatannya dengan dilihat oleh seluruh gadis yang mengelilingi mereka berdua, tapi untungnya selama beberapa jam latihannya banyak waktu yang dihabiskan oleh Hood untuk mengajarinya dengan baik.
"Ya ampun Komandan, kau benar-benar hebat dalam hal ini," ucap Hood dengan tawa kecil yang keluar dari mulutnya. Kedua pasangan itu terus saling menatap, masih menjaga ritme pelan mereka berdua. Namun, bohong jika Naruto tidak kesulitan di sini sehingga dari tadi beberapa kali Hood menyesuaikan ritme dengan Naruto.
"A-aku sedang berusaha di sini," bisiknya dengan raut wajah serius karena masih berusaha menjaga ritme tariannya, ditambah lagi dia dalam posisi yang sangat dekat dengan Hood di mana tangannya kini berada di pinggul wanita itu, sehingga dia bisa mencium aromanya yang wangi.
Menyadari hal ini, sebuah ide jahil tiba-tiba terlintas di kepala Hood. Seketika, ritme tarian Hood berubah menjadi lebih berubah menjadi lebih cepat, sehingga membuat Naruto sedikit panik tapi masih berusaha mengikutinya. Yah, dia tidak ingin terlihat memalukan di depan para bawahan barunya.
Dengan lincahnya, Hood menari dengan gerakan ke kiri dan ke ke kanan sembari mengajak atau mungkin memaksa Naruto menari berputar, "Hood, kau bisa lebih pelan?" bisiknya. Namun apa daya, sepertinya wanita itu tidak dengar suaranya atau mungkin saja sengaja membuat telinganya tuli.
Dengan ritme dansa yang semakin cepat, para pemusik di pojok sana juga harus menyesuaikan lagu mereka agar sesuai dengan tarian yang sedang berlangsung kini. Hood langsung posisinya dengan melakukan gerakan memutar sehingga membelakangi Naruto dan tangan kanannya memeluk leher Naruto, dengan tangan kanan pria itu masih memegang pinggul Hood.
Ritme keduanya kembali melambat. Kiri, kanan, maju, dan mundur. Keduanya saling memejamkan mata, entah mengapa ketika berada di posisi ini Naruto sangat menikmatinya dan merasa hangat, begitu pula dengan Hood. Ia begitu sangat menikmati sisa-sisa langkah terakhir mereka sebelum tarian ini berakhir. Tanpa disadari keduanya, mereka sengaja membuat ritme ini menjadi semakin pelan.
Hood kembali melepaskan pegangannya pada bahu Naruto, dan kembali melakukan putaran 360 derajat sebanyak dua kali sembari menjaga jarak dari Naruto sebelum mendekat lagi pada pasangannya. Dan begitulah putaran itu selesai dengan posisi keduanya yang lebih dekat dari sebelumnya, di mana Hood mencondongkan diri ke belakang dan Naruto menahan tubuh wanita itu ... Ya sangat dekat, mungkin jarak antara wajah mereka hanya se-inci.
Sontak, gemuruh tepuk tangan dan siulan langsung membanjiri kedua pasangan menari itu. Semua orang memuji keindahan tarian yang mereka tunjukkan malam ini. Yah, sebenarnya tidak semua karena salah seorang berambut merah di antara kerumunan itu terus saja menatap dengan perasaan marah pada Hood.
Keduanya saling mundur beberapa langkah sebelum akhirnya mereka memberikan busur hormat layaknya seorang bangsawan sejati, "Maaf sudah merepotkanmu, Madame Hood," ujarnya.
Hood tersenyum mendengar ucapan itu. Menurutnya itu sama sekali tidak benar, malam ini Naruto telah memberikan kesenangan menari yang sangat banyak, "Bukan masalah, Komandan. Suatu kesenangan bagiku untuk mengklaim tarian pertamamu," balas Hood sembari kembali berdiri tegak.
Line Break
Di saat yang sama di Sakura Empire, perayaan besar-besaran kini telah dilangsungkan. Begitu banyak stan jualan yang dibuka oleh anggota fraksi ini, baik itu menjual makanan, aksesori, bahkan patung sekalipun. Namun, yang paling begitu meriah adalah para gadis yang berkumpul untuk menari di api di sekitar api unggun besar yang berada di pusat pangkalan mereka.
Mereka semua menari dengan bahagianya dalam perayaan yang mereka dedikasikan untuk dewa mereka dan ucapan syukur karena berhasil membangun kuil yang begitu megah untuk menghormatinya. Semangat luar biasa memang, kuil megah seperti itu dibangun hanya dalam beberapa hari, sepertinya dalam hal ketaatan Sakura Empire tak bisa diremehkan.
Bangunan kuil itu begitu mirip dengan Shimogamo yang berada di Jepang, hanya saja warnanya tak sepenuhnya merah tapi juga ditambah warna oranye yang diambil dari gambaran dewa mereka dalam Manuskrip kuno itu, di bagian gerbang juga dipasang sebuah logo berbentuk spiral. Yah, alasan digunakannya ini adalah sama dengan yang sebelumnya.
"Wah, ini benar-benar kuil yang indah, Nagato," ujar seorang wanita berambut hitam panjang diikat. Dia mengenakan seragam militer berwarna hitam dengan kimono sebagai tambahan. Seperti kebanyakan anggota Sakura Empire lainnya, dia juga melihat memiliki ciri binatang berupa tanduk di kepalanya. Ia baru saja pulang dari misinya sejam yang lalu, dan betapa terkejutnya ketika seminggu saja dia tidak di sini para gadis itu telah membuat kuil semegah ini. Yah, dia berasumsi mereka mulai membangun ini beberapa hari yang lalu ketika tanda kedatangannya mulai muncul.
"Benarkah? Aku khawatir dewa kita tidak akan menyukainya, Mikasa," balas Nagato. Dirinya sedikit khawatir kalau kalau dekorasi kuil ini tidak disukai olehnya, terlihat jelek dan itu akan dianggap sebagai penghinaan pada dewa mereka.
Mikasa tersenyum, ia bisa memaklumi kekhawatiran Nagato yang satu ini. Bagaimanapun juga, dewa mereka belum secara langsung menjumpai fraksi ini walaupun telah turun ke bumi, sehingga mereka tak tahu seperti apa kesukaannya dan itulah yang Nagato khawatirkan, "Jangan merasa kecil, Nagato. Aku yakin dewa kita tidak memandang dari segi material saja, tapi ia melihat kesungguhan kita," ucapnya.
Tiba-tiba, dua orang gadis muncul di belakang sembari membungkuk memberi hormat pada pemimpin dan salah satu orang yang dituakan oleh fraksi ini. Satunya adalah gadis berkacamata bulat dan berambut Dark Blue, sedangkan satunya terlihat sedikit tomboy dengan Surai putih. Satu-satunya kesamaan mereka adalah telinga kelinci di kepala yang begitu mencolok.
"Nagato-Sama," ujar keduanya.
"Souryuu, Hiryuu, ada apa?"
Keduanya tak bersuara, sepertinya ada yang ingin mereka sampaikan pada Nagato. Namun, sepertinya apa yang ingin mereka sampaikan adalah sesuatu yang rumit, "Kita mendapat telegram dari Azur Lane," jawab Souryuu membuat Nagato sedikit tertarik.
Ia penasaran, ada apa kira-kira sampai mantan sekutu mereka melakukan hal seperti ini. Bukankah mereka saat ini sudah benar-benar memutuskan hubungan dan berada dalam situasi konflik? Jika ini pernyataan perang, seharusnya Azur Lane tidak perlu repot-repot melakukan hal ini, toh sekarang situasinya juga seperti itu, "Apa isi pesannya?"
"Azur Lane ... Mereka telah mengangkat seorang Admiral baru di antara mereka
Nagato terdiam, ekspresinya sempat berubah tadi tapi untungnya dia dengan cepat membuatnya kembali seperti semula. Dirinya memang terkejut, apa yang sebenarnya Elizabeth rencanakan? Ia tak menyangka kalau akan ada orang yang menarik perhatian Ratu itu dan memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan untuk posisi itu, tapi entah mengapa dirinya harus merasa waspada soal ini. Yah, mereka memang sejak awal tidak terlalu peduli pada seorang Admiral karena kesetiaan mereka hanya ditujukan pada dewanya. Namun, Elizabeth tidaklah bodoh dan konyol seperti yang terlihat. Jangan menilai buku dari sampulnya adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pemimpin Royal Navy itu, Ia kenal betul si ratu , pasti sesuatu di balik semua ini
"Huh, siapa yang peduli? Dewa kita jauh lebih baik daripada pengganti Minato ini," ujarnya yang acuh tak acuh pada kabar ini. Namun, matanya menyipit ketika menyadari sesuatu. Tidak ... Tidak mungkin hanya mereka saja yang menerima telegram ini, pasti dengan tujuan tertentu berita ini telah dikirim ke semua fraksi yang ada termasuk Iron Blood sekalipun. Jika mereka melakukan itu, sepertinya ia tahu alasan dibaliknya. Tampaknya Elizabeth memiliki keyakinan besar pada Admiral baru ini. Ia tidak peduli jika rencana mereka berhasil, dengan dewa yang memimpin mereka nantinya fraksi ini tidak perlu membutuhkan sekutu lain lagi.
" Abaikan saja itu dan lanjutkan kembali perayaannya," ucapnya yang mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kuil, sepertinya dia ingin berdoa atau semacamnya.
Line Break
Naruto menghela nafas lelah, ia tak menyangka kalau meladeni para gadis yang ingin berdansa dengannya ternyata sangat melelehkan, sehingga dia pamit sebentar pada mereka untuk mencari udara segar guna menenangkan pikirannya. Sekarang, di sinilah ia tepat berada di balkon lantai dua aula utama.
"Aku tahu kau di sana, keluarlah," ucapnya entah pada siapa. Sepertinya dia merasakan kalau ada orang yang membuntutinya sejak beberapa saat yang lalu. Ia bahkan bisa mendengar suara seorang wanita yang terkejut karena telah ketahuan.
Penguntit itu akhirnya keluar dari persembunyiannya dengan malu-malu, rupanya itu adalah Honolulu yang nampaknya sedikit memerah wajahnya karena suatu alasan. Naruto tersenyum, dan berjalan mendekati si rambut merah, "Oh Honolulu-San rupanya. Ada apa?"
Honolulu berusaha menguatkan dirinya, mungkin inilah kesempatan terbaik baginya untuk mendekati si pirang tanpa para gadis yang lain mengganggu. Yah tentunya dia tidak akan langsung mengatakan kalau dia menyukainya, tapi setidaknya dia bisa memberikan perlawanan kepada para gadis dalam hal ini. Jangan salah, dirinya memang agak malu jika di depan Komandan barunya tapi dia mampu untuk memperjuangkan apa yang telah dia klaim sebagai miliknya.
"Oh bukan apa-apa, hanya saja ingin mengucapkan selamat untukmu karena telah menjadi Admiral kami," Honolulu ingin sekali menampar wajahnya dengan keras saat ini. Oh ayolah! Hanya ini yang bisa dia lakukan? Padahal banyak waktu yang sudah dia habiskan untuk membaca buku Tatang Sutarma. Hmm, rasanya dia masih gugup.
Naruto terkekeh sembari menepuk kepala gadis itu, "Oh ayolah, jangan terlalu formal kepadaku. Kau masih bisa memanggilku dengan nama jika kau mau," tanpa sadar dirinya telah membuat gadis itu tersenyum malu dengan muka yang memerah karena mendapat perlakuan itu dari orang yang dia taksir. Sementara itu, Naruto hanya memikirkan kalau untungnya dia tidak mengatakan ini di depan Wales, "Ngomong-ngomong, aku masih punya utang permintaan sekali padamu, jadi jika ingin sesuatu katakan saja."
Honolulu kegirangan dalam hatinya. Tentu saja dia mengingat ini, tapi tak disangka kalau Naruto juga ingat dengan janjinya ketika di gudang waktu itu, oh sekarang dia punya kartu andalannya untuk memudahkannya mendekati dirinya ... Hanya satu, tanpa disuruh pun dia pasti akan menggunakan ini dengan 'sangat bijak', "Kau bersungguh-sungguh?" tanyanya dengan semangat dan dibalas anggukan lembut oleh Naruto.
"Kau sangat baik, aku akan memikirkan baik-baik permintaanku nanti." Ia tersenyum dengan lembut pada Naruto.
Untuk sesaat, suasana hening menyelimuti keduanya karena tidak ada topik yang bisa digunakan untuk basa-basi, atau mungkin Honolulu sendiri terlalu malu untuk canggung dan malu untuk memulai percakapan baru. Sungguh sial, padahal ini adalah waktu yang bagus untuk ngobrol lama dengan Naruto tanpa diganggu oleh siapapun.
"Eh!?"
Ia sedikit terkejut tatkala Naruto menyodorkan tangan padanya, seolah-olah sedang meminta sesuatu," Mau berdansa denganku, Honolulu?" beruntungnya ini malam. Jika tidak, mungkin Naruto sudah melihat wajah Honolulu yang sudah memerah layaknya tomat siapa panen. Dirinya tak menyangka ini, komandannya tiba-tiba saja mengajaknya untuk berdansa di sini ... Ya, berdua saja tanpa diganggu orang lain. Tunggu ... Bukankah ini sering terjadi film-film romantis seperti beauty and the Beast? Ha! Día mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari pada Hood. Tapi tunggu dulu!? Bukankah dirinya sama sekali tidak tahu menari? Oh, suatu kesialan baginya.
Dengan berat hati, tampaknya Honolulu harus membuang kesempatan emas ini, "Maaf Naruto, tapi sepertinya kakiku masih sakit karena insiden hari itu," ribuan kata kutukan bergema di kepalanya, padahal ia ingin sekali menerima tawaran emas ini, tapi sayangnya dia tidak ingin mempermalukan dirinya di depan orang yang dia sukai hanya karena tidak bisa menari. Oh, seandainya dulu dia tidak kabur ketika les itu berlangsung. Mungkin setelah ini dia harus membuat catatan untuk segera belajar menari.
Naruto mengangguk maklum saja, sepertinya dia tidak menyadari alasan dibalik penolakan itu. Yah, memang sebuah alasan yang tepat guna membohonginya karena kebetulan saat itu dia juga yang sedikit merawat cedera Honolulu. Karena merasa sudah terlalu lama di sini, ia berpikir mungkin sebaiknya dia kembali ke pestanya sebelum Wales menegurnya lagi. Toh, pesta ini juga dibuat untuknya jadi dialah bintangnya malam ini, sehingga tak baik baginya untuk pergi terlalu lama.
"Silahkan, Lady. Anda duluan," ujarnya berusaha bertindak layaknya seorang bangsawan sejati dengan cara membiarkan Honolulu berjalan lebih dulu. Gadis itu hanya terkekeh geli melihat tingkah Naruto yang ini, sungguh berbeda dengan Naruto versi pelayan. Entah bagaimana dia dapat belajar dengan cepat di bawah bimbingan orang Royal Navy.
"Terima kasih, tuan,"
Skip Time
Brakk!
Harus Naruto akui dia sedikit terkejut dengan gebrakan meja itu. Terutama, dari mana Elizabeth mendapatkan tenaga sekuat itu. Yah, lupakan yang barusan, tampaknya pemimpin Royal Navy itu tampaknya sedikit kesal setelah dia memaparkan idenya barusan. Mungkin bukan hanya dia, tapi tampaknya beberapa orang yang hadir di sini juga terlihat tidak tidak setuju dengan idenya, dapat tergambar jelas lewat ekspresinya, "Kau bilang ingin melakukan apa?!"
Naruto menggaruk pipinya karena merasa canggung dengan situasinya saat ini, "umm ... Melakukan penyusupan ke Iron Blood?" ujar Naruto yang sepertinya tidak memiliki masalah dengan ucapannya, berbeda dengan yang lainnya.
"Iti dia masalahnya! Kau pikir seberapa berbahaya itu!?" Serius, apa yang ada dipikiran komandannya ini? Baru saja dia resmi menjabat tadi malam, dan sekarang dia ingin melakukan hal nekat dengan melakukan spionase seorang diri ke markas Iron Blood. Apa dia tahu seberapa berbahayanya itu. Karena hal inilah dia menentangnya, Azur Lane tidak bisa mengambil resiko untuk kehilangan lagi Admiral baru mereka.
"Saya setuju, Komandan. Sebagai sekretaris Anda menentang niat Anda ini," Naruto menoleh pada Wales yang barusan berbicara. Seperti katanya, dia secara resmi menjabat sebagai sekretaris pertamanya. Yah, bisa melihat raut cemas yang samar di wajah wanita dewasa itu, dan dapat memaklumi kekhawatiran mereka semua tapi izinkan dia menjelaskan rencananya lebih lengkap lagi.
"Tenanglah Elizabeth, aku memang ingin menyusup ke sana karena ingin mencari lebih detail informasi tentang fraksi itu, tapi aku akan menggunakan cara yang agak berbeda dalam hal ini," jelasnya yang sama sekali tidak membantu karena yang barusan itu hanya membuat mereka bingung saja.
Dari pada rumit menjelaskan, Naruto memutuskan untuk menunjukkannya saja secara langsung bagaimana dia akan melakukan ini, "Kalian sudah mengetahui, kan, bagaimana tentang asal-usulku?" tanyanya yang dibalas anggukan oleh mereka.
Bagaimana hal ini bisa dilupakan? Itu adalah cerita paling tak masuk akal tapi nyata yang pernah mereka dengar. Awalnya juga sulit untuk mempercayai hal seperti itu, tapi untunglah setelah Naruto menunjukkan bukti berupa beberapa Jutsu barulah mereka percaya. Lagian ada Siren yang asal-usul mereka tidak diketahui.
Naruto langsung berjalan menuju pojokan dengan seringai rubah di wajahnya, jelas dia sedang merencanakan sesuatu yang agak iseng. Namun, yang tidak disangka-sangka adalah dia tiba-tiba saja menggigit ibu jarinya sehingga berdarah seperti itu, " Chi-Bunshin no Jutsu!" ujarnya seraya menghantamkan telapak tangannya di lantai.
Bersamaan dengan itu, asap tebal langsung menyelimuti ruangan sehingga untuk beberapa orang selain dirinya merasa kesulitan untuk melihat apa yang terjadi. Ini adalah Jutsu yang berhasil dia kembangkan dengan menggunakan Kagebunshin no Jutsu sebagai referensinya, hanya saja yang satu ini berada dalam tingkat yang lebih sederhana. Sesuai namanya, teknik yang satu ini menggunakan darah sebagai salah satu persyaratannya. Kelebihan varian ini adalah kloning yang muncul jauh lebih sulit untuk dihancurkan karena pengguna akan mengisi kloningnya dengan Chakra yang jauh lebih banyak dari biasanya, kepribadiannya dapat dibentuk sesuka hati sehingga sangat cocok untuk tugas spionase.
Ketika asap itu mulai menghilang, semua dapat melihat siapa yang berdiri di samping komandan mereka, sungguh sebuah tiruan yang sangat absolute. Bahkan Wales sendiri tidak bisa menemukan perbedaan, satu-satunya hal yang dapat membuat mereka dapat membedakannya adalah versi kloning itu tampak seperti anak laki-laki berusia 8-10 tahun yang tampak polos dengan mata yang terpejam.
"Aku bersyukur Ark Royal tidak ada di sini," ujar Wales yang tampaknya sangat kagum.
Mata Elizabeth berkilat, sepertinya dia mulai paham dengan rencana dari Komandannya. Yah, tidak akan ada yang menyangka kalau anak berusia 10 tahun akan melakukan misi penyusupan. Sungguh orang ini benar-benar tak terduga.
To be Continued
Author Note:
Ya pertama saya minta maaf jika terlambat update cerita ini. Beberapa hari ini di Flores sangat panas. Serius, bahkan Anda bisa menggoreng telur di luar ruangan. Jelas hal itu mengganggu proses penulisan saya.
Oh saya berharap anda tidak melewatkan AN ini karena terkadang saya menyertakan informasi tentang beberapa hal dalam fanfic ini.
Tentu beberapa kalian saya himbau untuk memberikan review wajar saja, jangan seperti Greea yang memberikan review yang membuat orang jijik. Maaf jika beberapa balasan saya membuat Anda tersinggung.
Jika ada yang ingin ditanyakan, tanyakan saja melalui review dan saya akan membalasnya. Mungkin setelah ini saya akan fokus pada 3 Fanfic saja; The Admiral, The steel fox, dan King of Heroes.
Juga terima kasih untuk beberapa orang di GC WA, terutama Sepuh Kadek.
Oh iya dengan update nya fic juga menandai The steel fox sudah lewat dari masa Hiatus.
See you,
Saya harap Anda memberikan ulasan yang bagus agar saya semangat.
Preview;
Bismarck menatap dengan khawatir pada anak kecil yang dia temukan di pantai pagi ini. Dengan penuh perhatian, dia terus merawat anak ini sedari tadi. Bocah ini entah mengapa mengingatkan dirinya pada seseorang di masa lalu ... Seseorang yang harus meregang nyawa karena ketidakmampuannya.
Dia keluar dari lamunannya tatkala melihat bocah ini sudah mulai siuman dan batuk sedikit, "Tenanglah, Nak. Kau sekarang aman di sini," ujarnya sembari memeluk anak itu. Ia tak tahu apa yang terjadi dengan anak ini, tapi kuat kemungkinan bahwa kapal mereka diserang oleh Siren. Jadi, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bisa setidaknya membuatnya merasa tenang.
"Siapa namamu, nak?" tanyanya lembut.
Dengan gerakan yang terkesan lemah, dia menjawab, "Naruto."
