SetsunaZ1 Present
...
...
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.
...
...
Summary :
Ini adalah sebuah kisah seorang pemuda yang bertugas membuat wilayah yang ia pimpin maju dalam segala hal. Aku tidak akan melakukan kesalahan kedua!
...
...
#StayAtHome
[Let's start]
...
...
Chapter 9
Nama ku adalah Uzumaki Naruto, Seorang perwira muda yang meninggal di bumi dan mengalami reinkarnasi ke dunia yang penuh dengan sihir dan juga pedang. Dengan nama yang sama dan juga keluarga yang mirip dengan ibu angkat ku, Aku menjelma menjadi seorang pangeran berpangkat Duke di ujung kerajaanku, tentunya dengan obesitas yang mengganggu.
Sedikit demi sedikit diriku mulai beradaptasi dengan kehidupan yang saat ini ku jalani atau kehidupan ini yang beradaptasi dengan kebiasaanku? Tentunya, Sebagai seorang perwira militer membuat diriku mau tidak mau menjadi pribadi yang praktis dan tegas. Belum lagi dengan tugas sebagai pemimpin daerah yang mengepalai berbagai strata kebangsawanan.
Korupsi, Keamanan dan beberapa masalah yang tersaji di wilayah ini menjadi tugas yang menumpuk dan harus ku selesaikan sebagai orang yang bertanggung jawab. Beberapa program sudah ku laksanakan mengukuti program yang ada di setiap negara di Bumi sebut saja dalam pelatihan militer, Aku mengajarkan tehnik Close Combat yang aku kuasai demi mencegah korban jiwa karena kehilangan senjata di medan perang. Tentunya aku tidak ingin terlibat perang dalam waktu dekat namun mau tidak mau aku harus melakukan kudeta karena kegelapan di kerajaan ini sangat gelap.
Kegelapan kerajaan? Tentunya karena wanita yang saat ini tengah duduk di depan ku. Seorang wanita yang menurut para Hassan meracuni ibu ku! Dan juga memenjarakan ibunda Lily Tenshi di suatu tempat. Ratu Elizabeth Phenex yang merupakan selir Yang Mulia Vasco Strada yang secara teknis ibu tiri ku.
Cih, Memandangnya saja membuatku jijik! Senyuman menjijikan di wajahnya itu, Aku sudah melihatnya puluhan kali. Senyuman yang terukir di wajahnya itu sarat akan ratusan rencana yang dapat ku klaim bahwa itu adalah rencana untuk menguasai beberapa pemasukan wilayah ini termasuk budidaya Crimson Bloom yang merupakan pemasukan terbesar bagi wilayah ini akan masuk kedalam kuasanya.
"Jadi ada maksud apa kedatangan ibunda ratu ke ujung kerajaan ini?" Aku bertanya kepada wanita itu dan tentunya dapat ku lihat kalau dirinya mengeluarkan sorot mata yang tampak arogan di mata ku.
"Aku tidak tau kau akan bangun kembali dari tidur panjangmu dan melakukan perubahan besar-besaran pada wilayah yang kau pimpin daripada hidup bersama dengan ibu mu di kehidupan yang abadi." Ujarnya. Ahhh... Aku tau apa maksudmu, Kau bermaksud untuk memancing amarahku kan? Dengan menggunakan ibuku sebagai bom yang dapat merusak diriku untuk kedua kalinya?
"Maafkan aku kalau tidak memenuhi ekpetasimu namun aku masih memiliki beberapa urusan yang harus aku lakukan, Termasuk menemukan 'Rubah' yang menggigit ibuku dan memasuki tidur abadinya."
"U-Ugh.."
Hahahaha... Bukankah itu lucu saat aku melihat wajah orang ini berubah seakan-akan terkejut karena tingkah ku? Kata 'Rubah' yang aku ucapkan memang mengaju pada Pelacur di depanku ini. Namun aku tidak menyangka kalau orang di belakang Pelacur tersebut akan sangat marah dan tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
"Kau... Kau... Kau menuduh ibu ku sebagai rubah yang sudah membunuh ibumu?"
"Hooo... Aku tidak menuduh namun karena kau sangat marah apakah benar bahwa Ibunda Ratu, Elizabeth Phenex, Yang di kagumi para wanita di negeri ini, Berani membunuh? Apa yang akan terjadi jika rumor tersebut menyebar?" Ucapku saat diriku menanggapinya. Hahaha... Lihat? Kalian tidak dapat memanipulasiku dengan permainan yang kalian lakukan! Bukan aku yang menari di genggaman tanganmu, Melainkan kalianlah yang menari di genggaman tanganku!
"Sialan! Fire Magic : Spinning Arrow!"
Sialan! Aku tidak menyangka kalau dia berani menggunakan sihir di meja rapat? Terlebih mengarahkannya langsung kepadaku?
Slash...
"Tidak ku sangka kalau kau berani melakukan penyerangan terhadap anggota Royalty." Suara ini?
Aku yang menutup kedua mataku terkejut karena sihir yang dilayangkan ke arahku terbelah menjadi dua. Di hadapanku juga ada seorang pemuda dengan Light Armor yang melindungiku.
"Terima kasih, Ikki." Ucapku dengan senyum tipis di wajahku. Aku dan juga Ikki tentunya sengaja melakukan hal tersebut, Suatu rencana dimana menciptakan opini publik dimana 'Namikaze Naruto itu lemah!' demi menutupi keterampilan yang aku miliki.
"Raiser Phenex, Menurut Konstitusi Kerajaan, Menyerang seorang Royalty maka hukuman yang di dapat adalah..." Hoo... Ini sangat menarik. Ikki yang merupakan pengawalku hari ini mulai menarik keluar pedang yang menggantung di pinggangnya. Penampilannya yang gagah dan juga sikapnya sebagai seorang ksatria membuat diriku sendiri kagum, belum lagi sorot mata yang terlihat menusuk di banding siapapun.
"... Hukuman mati di tempat!" Dengan selesainya ucapan yang keluar dari mulut Ikki, Pemuda itu melesat maju menghindari beberapa pengawal pribadi Ratu dan menebaskan pedang tersebut ke arah bahu.
"Arrrrggghhh" Darah dan juga sebuah tangan terjatuh begitu saja di lantai membuat semua orang membeku, kecuali diriku. Aku sudah memperhatikan potensi Ikki dan tentunya aku akan berinvestasi pada pemuda yang tampak seumuran denganku.
"Hentikan!" Suara seseorang menginterupsi pendengaran kami saat seorang wanita beranjak dari tempat duduknya.
"Ksatria anda sudah melukai Royalty juga. Jadi, harap hentikan ini atau aku akan melaporkannya ke konstitusi kerajaan."
"Silahkan saja, Tentunya aku memiliki bukti kalau Raiser menyerangku." Ujarku seraya mengeluarkan sebuah permata yang tampak bersinar. Permata itu adalah permata unik yang memiliki kemampuan untuk merekam hal-hal yang sudah terjadi.
Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan mendekati ratu yang memiliki wajah terkejut.
"Sedari awal aku tau kalau ini semua akan terjadi. Belajar dari keserakahan keluarga Phenex, Maka tujuanmu datang mengunjungiku adalah untuk menguasai pemasukan bagi wilayah ini. Lalu, Kau akan menyerahkannya pada Raiser. Namun mengingat sifat Raiser yang arogan, Aku merencanakan untuk memancing amarahnya guna menyerangku dan merekamnya." Kata-kata yang keluar dari mulutku tampak sangat berat belum lagi sangat menyenangkan melihat wajah ratu yang sangat pucat di hiasi keringat yang membasahi dahinya.
Aku mendekatikan diriku dan tepat berada di samping sang ratu.
"Sedari awal bukan aku yang menari di genggaman tangan kalian melainkan kalianlah yang menari di genggaman tanganku. Jadi, Pergilah dari sini dan jangan menunjukkan wajah kalian lagi." Ucapan yang keluar dari mulutku sangat arogan namun saat ratu itu berbalik menghadapku ucapanku berlanjut.
"Aku tau keluarga Phenex memiliki Blessing of Phenex yang membuat tubuh kalian beregenerasi mau sebagaimanapun luka yang di terima. Namun, Aku mempelajari sesuatu dari sejarah kalau Blessing of Phenex yang kalian terima itu tidaklah sempurna karena tiap kali berkah itu menyembuhkan luka kalian maka kalian akan kehilangan mana. Jadi, Aku hanya harus memotong dan terus memotong tubuh anggota keluarga Phenex sampai mereka kehabisan mana dan dapat dibunuh." Senyuman kejam mewarnai wajahku.
"Jadi, Aku harap kalian pergi dari sini."
Walaupun terlihat enggan Pelacur itu pergi bersama rombongannya. Namun sesaat sebelum mereka keluar dari mansion yang merupakan tempat tinggal ku, Aku kembali berucap hingga membuat wajah Pelacur itu dan juga Anaknya tampak ketakutan.
...
...
"Anak itu, Apa ia sudah tau kenyataannya?"
Saat ini scene beralih ke rombongan ratu yang sedang berjalan keluar dari wilayah Duke Namikaze. Dirinya sendiri mengeluarkan ekspresi yang sangat kacau.
Rencana yang ia susun beberapa minggu yang lalu setelah mendengar berita tentang tumbuhnya Crimson Bloom di wilayah Namikaze maka dirinya berencana untuk mengambil alih kekuasaan dari budidaya Crimson Bloom atas nama keluarga Phenex namun sayangnya rencana itu hancur karena seorang pemuda yang baru bangun dari tidur panjangnya.
"Bayangan sedang menggali kegelapan? Apa maksudnya? Tidak mungkin si Sialan itu berhasil membujuk Para Hassan untuk melayaninya." Wajah Ratu itu beralih ke sosok pemuda yang merupakan anak keduanya. Pemuda yang beberapa saat yang lalu mendapatkan penghinaan setelah salah satu lengannya terpotong karena ulah seorang Knight muda yang melindungi Naruto saat ini sedang mengerang marah.
"Apa yang kau katakan ada benarnya, Para Hassan tidak akan berdiri di sisinya bahkan raja sekalipun tidak berani memaksa para Hassan untuk melayaninya karena pandangan raja dan juga Hassan sangat berbeda." Ujar sang Ratu. Dirinya sendiri tau bahwasanya para Hassan tidak pernah melayani para bangsawan kecuali mereka sendiri yang melayaninya. Walaupun benteng Alamut ada di wilayah Duke Namikaze tidak mungkin kalau mereka mau melayaninya.
"Ibu, Biarkan aku memimpin pasukan Red Phenex untuk menyerang wilayah ini. Aku tidak terima atas penghinaan yang aku terima saat ini."
Saat mendengar permintaan anaknya wajah Elizabeth menjadi datar. Apakah anak keduanya ini bodoh? Tidakkah dirinya membaca kalau wilayah Duke Namikaze berisi monster-monster berwujud manusia?
"Kau tidak tau apa yang menghuni wilayah ini, Raiser. Saat kau menyatakan kalau kau akan melakukan agresi ke wilayah ini maka kau akan kembali dengan membawa mayat pasukanmu. Menurut kabar saat ini ada 10 Baron, 7 Viscount, 5 Count, 3 Marquees dan juga 2 Earl yang merupakan Monster dalam wujud manusia."
"Mengesampingkan ketidakikut sertaan para Hassan jika kau menyerang tetap saja kau akan kalah. Count Alucard dapat menggunakan Blood Magic, lalu 3 Marquees dapat menggunakan Secret Magic yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga mereka, lalu Earl Uchiha dan juga Earl Uzumaki yang menjadi masalah."
"Kedua keluarga bangsawan itu merupakan kerabat dekat Naruto. Ahhh... Jangan lupakan hubungan erat Naruto dengan keluarga Tenshi, Michael dan juga 3 Adiknya tidak akan diam jika kau menyerang wilayah ini."
"Jadi urungkan saja niatmu itu."
Pada saat itu Raiser tau jika tidak bisa menyerang wilayah yang saat ini dipimpin orang yang sudah menghinanya. Namun suatu saat, Jika saatnya tiba dirinya akan memimpin Agresi menuju wilayah Namikaze mau bagaimanapun hasilnya.
...
...
Brughh...
"Hah... Melelahkan berpura-pura menjadi lemah, Sialan!"
"Naruto-sama, Harap jaga ucapan anda."
Setelah kepergian Elizabeth Phenex, Naruto merendahkan tubuhnya di sofa yang berada di dalam ruang pertemuan. Mengeluarkan beberapa sumpah serapah hingga dirinya di tegur oleh temannya yang saat ini sedang bertugas sebagai pengawalnya.
"Terima kasih atas kerja kerasmu, Ikki." Ujar Naruto dengan senyum di wajahnya. Naruto sendiri tidak menduga jika Ikki dapat bergerak begitu cepat bahkan refleknya sendiri sangat hebat sebagai seorang Knight di umur semuda ini.
"Hei Ikki, Kau ingat saat pertama kita bertemu?" Tanyanya. Dan Ikki sendiri hanya diam lalu berjalan ke arah soda tepat di depannya.
"Bolehkah saya duduk, Naruto-sama?"
"Santai saja, Aku tidak ingin kau bersikap formal kepadaku! Kau sudah ku anggap teman, Saudara, bahkan Keluargaku sendiri jadi saat tidak ada orang bertindaklah semau mu, Temanku." Ucapnya namun dapat Naruto lihat jika mata Ikki sedikit bergetar lalu tersenyum dan duduk di soda tersebut.
"Jika ku ingat saat itu sedang hujan deras di wilayah Marquees Yamanaka..."
7 Tahun yang lalu...
Hujan deras saat itu membuatku sangat bahagia. Setelah diperlakukan semena-mena karena kurangnya energi sihir yang mengalir di tubuhku aku melarikan diri dan seakan menanggapi kesedihanku langitpun menurunkan hujannya. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, Melarikan diri dari rumah adalah hal yang aku lakukan karena perasaan sedihku.
Keluarga Kurogane adalah keluarga yang sangat hebat dan juga terpandang sebagai salah satu dari 3 keluarga Magic Swordman. Disanalah aku lahir sebagai anak dari pemimpin keluarga Kurogane, Beban yang di berikan kepadaku sangat berat namun setelah aku di indikasi memiliki mana yang sedikit orang-orang mulai menjauh bahkan orangtuaku sendiri menjauhiku.
Di tengah-tengah hujan yang sangat deras, Seorang pemuda seumuran denganku yang saat itu berusia 10 tahun mendekatiku. Aku masih ingat apa yang ia katakan saat bertukar pandang denganku seakan baru terjadi kemarin.
"Hei, Kenapa kau sendirian disini. Ikutlah denganku! Kau tau? Ibuku adalah pemimpin wilayah ini, Dia sangat hebat! Namun karena aku adalah anaknya beberapa anak yang seumuran denganku tidak mau berteman denganku."
Entahlah, Aku juga tidak tau siapa anak konyol yang mendekatiku saat itu dan bercerita tentang keluarganya. Namun, Tanpa aku sangka dia menarikku dan membawaku ke arah seorang wanita yang tersenyum lembut dengan sorot mata nanar yang siap untuk menangis dengan tangan yang gemetar memegang payungnya.
Wanita itu menjatuhkan payungnya dan memelukku, Pelukan yang hangat seperti pelukan ibuku.
Dia membawaku ke Masionnya tanpa tau identitasku sebenarnya. Dirinya membesarkanku seperti anaknya sendiri dan saat itu aku tidak tumbuh sendirian, Ada seseorang yang dapat ku panggil teman dan juga seseorang yang selalu memarahiku saat aku kalah dalam latihan pedang melawannya.
Semenjak hari itu aku mendapatkan arti apa itu 'Keluarga', Tempat dimana aku selalu merasakan kehangatan walaupun di marahi sekalipun. Dan keluargaku terus bertambah tanpa aku sadari hingga seluruh wilayah Namikaze menganggapku keluarga mereka...
"Dan aku bersumpah walaupun kabar bahwa diriku sudah menjadi Ksatria yang hebat sekalipun, Aku tidak akan pernah kembali ke Keluarga Kurogane! Apapun yang terjadi karena Naruto dan juga Arthuria adalah keluargaku."
"Hei, Apa kau tau kalau kau menceritakannya dengan air mata keluar dari kedua matamu?"
Saat-saat menyentuh tiba-tiba menjadi hening saat Naruto memberitahu Ikki fakta tersebut. Namun...
Buaghh...
"SIALAN! AKU SEDANG MENDALAMI CERITA KU!"
Buaghh...
"KENAPA KAU MEMUKULKU, HAH?"
Pertengkaran singkat antara kedua pemuda itu terjadi di ruangan rapat dan berakhir saat Touwa memanggil Arthuria. Saat itulah seorang Magic Swordman dan juga seseorang yang akan memegang Title Master of Magic Weapon takluk di hadapan seorang perempuan yang menarik telinga kedua pemuda itu.
...
...
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, Tak terasa jika sudah setengah tahun aku hidup di dunia ini.
Laporan pengembangan wilayah dari masing-masing pemimpin wilayah sudah ku terima. Sekarang tidak ada lagi yang namanya pedesaan kumuh karena pembangunan merata dari pajak yang sudah terkumpul tiap bulan. Yah, Aku sengaja meminta bantuan kepada seluruh bangsawan di bawah komando ku untuk menyisihkan pemasukan dari wilayah mereka untuk melakukan pembangunan, Tentunya aku sendiri menggunakan uangku dan juga pemasukan pajak.
Lalu sepuluh sekolah rakyat sudah di dirikan di beberapa wilayah. Walaupun pada awalnya mendapat penolakan mentah dari para bangsawan akhirnya mereka menurut juga karena pada dasarnya sifat keras kepala dari pemilik tubuh ini sudah mereka ketahui.
Di bidang militer, Wilayah ini terhitung memiliki 10.000 Pasukan tempur dan 3.000 Pasukan Patroli Keamanan, Lalu haruskah aku membuat unit Cavalery? walaupun masih membeli peralatan perang dari wilayah luar namun kemampuan mereka semua setara dengan biaya yang di keluarkan malah kemampuan mereka setara dengan Frozen Army milik Kekaisaran. Tentunya aku berterimakasih pada Paman Arashi dan juga Paman Fugaku karena bersedia memegang peranan penting dalam pelatihan pasukan.
Ahh... Count Alucard sudah ku bebas tugaskan untuk sementara dan sekarang bekerja sebagai instruktur untuk beberapa Rekrutmen baru di pasukan Infantry dan melatih pasukan di tempat terpisah yaitu The Black Forest yang mana menjadi perbatasan antara wilayah Manusia dan Abbys. Pada awalnya pelepasan jabatan Count Alucard di tolak mentah-mentah namun semua berubah saat Count Alucard berterima kasih, Yah... Aku sudah tau saat melihat sorot matanya dimana seekor monster terkurung dan menginginkan kebebasan dan tentunya aku memberikan pekerjaan lapangan dimana dirinya menjadi seorang instruktur. Membuat pasukan menjadi lebih kuat dan meringankan pekerjaan Paman Arashi dan juga paman Fugaku bukankah itu sama dengan menangkap dua burung dengan satu batu?
Dan akhirnya, Berat badanku sudah berada di standar berat badan dengan berat 62Kg. Perjuanganku untuk menurunkan berat badan akhirnya berakhir sampai sini. Selamat tinggal wajah babi, Hallo wajah tampan!
"Naruto-sama, Seringai di wajah anda sangat menakutkan." Aku mengalihkan pandanganku dari buku harian ini. Disana seorang maid berambut biru sedang berdiri dengan nampan yang ia dekap di dadanya.
"Maafkan aku kalau membuatmu takut namun itu karena beberapa rencana yang harus aku lakukan kedepannya."
"Be-begitu yah..." Hei, Apa-apaan Ekspresimu itu oii.
Menghiraukan Touwa yang sedang ketakutan setelah menyediakan teh di mejaku, Aku melanjutkan catatanku sampai Arthuria datang dengan tergesa-gesa dan membanting pintu masuk.
"Maafkan hamba, Naruto-sama. Namun seseorang dari Tower of Excanium datang menemui anda untuk membuat Kontrak penyihir dengan anda." Ujarnya dan saat mendengar hal tersebut wajahku mengeras. Bukan karena aku marah atau apa, namun karena sepertinya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat.
Ahhh... Penyihir bodoh yang di tangkap bandit dan hampir di jual sebagai budak sebelum aku menyelamatkannya. Bukannya itu kejadian sekitar 2 bulan yang lalu? Padahal jarak dari tempat kejadian ke Mansion Namikaze hanya menempuh 6 jam, Kenapa gadis bodoh ini perlu waktu lama untuk sampai kemari?
"Arthuria aku ada rencana... Tolong panggil Menma."
...
...
Namaku adalah Siluca Meletez, Seorang Penyihir Reguler yang di latih langsung oleh petinggi Tower of Excanium yang pada dasarnya adalah orangtua angkat ku. Aku juga termasuk jenius karena menguasai 5 jenis elemem sihir walau hanya beberapa elemen saja yang dapat ku gunakan sebagai sihir tingkat tinggi.
Namun, Siapa yang menyangka jika penyihir sepertiku dapat terperangkap tipuan bandit gunung. Aku juga tidak menyangka karena pada awalnya aku hanya beristirahat tanpa mengetahui kalau di hutan tersebut merupakan tempat para bandit beroperasi. Entah berapa hari atau minggu aku di penjara bersama beberapa gadis dan ada desas-desus dari pada bandit itu kalau mereka akan menjual kami di ibukota kerajaan Airia.
"Masuk!" Aku tidak tau siapa gadis itu namun dia adalah seorang gadis cantik yang selalu menjadi incaran hasrat binatang para bandit. Aku selalu melihat kalau dirinya kembali dengan beberapa luka lebam dan juga sorot mata yang kosong. Aku tidak tau pelecehan apa yang diterimanya namun aku selalu bersimpati dengan dirinya namun bukan berarti aku ingin mengorbankan diriku untuk gadis itu.
Mungkin sudah sebulan lebih aku disini dan karenanya aku sudah pasrah. Mau dibawa ke ibukota ataupun diperkosa sekalipun aku hanya bisa pasrah hingga hari itu...
Seseorang yang sangat hebat memasuki sarang para bandit. Tehniknya dan juga ekspresi yang sangat dingin membuatku merinding seketika namun kala aku mengambil keputusan untuk membuat kontrak penyihir, Ekspresi itu berganti menjadi ekspresi kebodohan dan mengatakan kalau dirinya tidak tertarik.
Jujur saja, Saat itu aku sangat kesal namun aku tidak bisa mengatakan apapun dan bersumpah akan mencari pemuda itu dengan bantuan Duke Namikaze. Sudah Gendut, Jelek, Bau keringatnya juga sangat menyengat bagai kotoran kuda, jujur saja aku tidak ingin bertemu dengan dirinya lagi.
Dan disinilah aku, Selama dua bulan berjalan mencari informasi di sekitaran wilayah Namikaze. Aku memberanikan diri untuk meminta bantuannya karena orang-orang mengatakan kalau dia adalah pemuda yang sangat rendah hati, jadi mungkin saja ia mau membantuku.
Tap... Tap... Tap...
Derap langkah seseorang memasuki ruang pertemuan dan saat pintu terbuka seorang pemuda tampan memasuki penglihatanku. Seorang pemuda berambut merah dengan warna mata berwarna ungu seperti batu Ametys mirip dengan mending Kushina-sama saat ia masih hidup, Mungkin ini yang dinamakan Cinta pada pandangan pertama?. Oii oii Siluca... Kendalikan dirimu dia adalah seorang Duke, Bangsawan yang pangkat ya ada tepat di bawah seorang Raja suatu negara jadi jangan berharap banyak belum lagi sosok gadis berambut kuning yang kecantikannya bagaikan dewi cahaya, Theia-sama dan juga seorang pemuda berambut kuning yang sangat gagah yang sangat gagah seperti sang Dewa pelindung, Gideon-sama dan rasanya aku pernah melihatnya entah dimana.
"Ahhh... Kau si gendut yang waktu itu, kan?" Tanyaku dengan suara yang sedikit keras dan juga satu jari menunjuk ke arah wajahnya. Namun reaksi yang tidak terduga di keluarkan oleh gadis di sampingnya.
"Maafkan atas ketidaksopanan hamba, Naruto-sama. Namun orang itu mencela janji setia seorang penyihir." Ujarku. Yah, Mencela janji setia seorang penyihir sama saja mencela janji setia seorang Knight. Jika Knight akan tenggelam dalam kekecewaan dan menempa diri mereka hingga orang yang ingin ia layani mengangkat mereka sebagai Ksatrianya namun seorang penyihir akan mengutuk orang tersebut sampai penyihir tersebut tiada.
"..."
Hening, Entah kenapa suasana hening tercipta di ruangan ini. Perasaanku mengatakan kalau ada yang janggal namun aku menampik itu semua kala ketiga orang itu berjalan dan menghampiri kursinya masing-masing. Namun hal yang tidak disangka adalah pemuda berambut kuning itu menduduki kursi paling tengah di antara mereka.
"Sekarang kita mulai pertemuan ini. Aku, Duke Namikaze Naruto, Pemimpin dari wilayah ini, Menyambut kedatangan Siluca Meletes dari Tower of Excanium. Sekarang kita mulai pembicaraannya."
Tu-Tunggu dulu... Orang yang tadi sudah ku hina dengan mengatakan kalau dirinya 'Gendut' adalah Duke Namikaze? Kebodohan apa yang sudah kau lakukan Siluca!
Pada hari itu seorang jenius dari Tower of Excanium, Akademi sihir terbesar yang ada di Kekaisaran harus menelan pil pahit karena menghina tuannya sendiri. Namun, Seperti kabar yang tersiar sebagai seorang pemimpin Naruto menyelesaikan masalah dengan bijaksana dimana Siluca dihukum untuk bekerja di ladang pertanian selama satu bulan.
...
...
TuBerCulosis
...
...
Yo, Apa kabar kalian semua? Sudah mencoba 'Melakukan sesuatu dengan Cumi-cumi?'
Sebelumnya aku ingin meminta maaf untuk Fic Tears to the Sun. Sialan, Aku kehabisan ide untuk menulisnya. Walau aku sudah membuat kerangka untuk fic tersebut namun tetap saja menyusun beberapa ribu kata untuk menciptakan sebuah cerita yang sangat menarik dan menggugah selera pembaca itu sangat susah.
Lalu, Mari kita Review pembahasan chapter ini.
Pertama, Elizabeth Phenex. Ratu dari Kerajaan ini pada dasarnya tidak sadar dengan pengurangan jumlah bangsawan di bawah kuasa Naruto.
Kedua, Adakah yang bertanya 'Kemana gadis yang diselamatkan Naruto di Penjara dan Identitasnya?'. Well, Jika harus menjawab ia akan muncul di chapter depan dan menjadi seorang tokoh penting dari fic ini.
Ketiga, Ku harap kalian tidak kecewa dengan intrik dan juga kejahilan yang Naruto lakukan kepada Siluca karena aku juga tidak bisa membuat percakapan dan situasi yang menjurus ke sesuatu yang disebut 'Comedy'.
Ahh... Aku kelupaan, Disini identitas Ikki sudah terbuka. Dimana dirinya berasal dari keluarga Kurogane yang merupakan salah satu dari 3 keluarga Magic Swordman terkuat di benua.
Well, Ku rasa hanya itu saja, Jadi aku mengucapkan terima kasih kepada kalian yang menunggu Fic Ampas dari lapak SETSUNAZ1.
Dan, Nantikan Fic bertema Magic School yang mana aku mendapat challenge dari temanku yang sedikit Error, siapa lagi kalau bukan Author Sakura Itsuki.
Untuk Author Sakura Itsuki : "Oii Tod, Gw lagi garap nih"
Sekian terima kasih,
Salam, SetsunaZ1
