Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Fairy Tail by Hiro Mashima

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Kenapa kau dengan mudahnya memaafkan atas semua yang sudah kuperbuat padamu. aku mengabaikanmu, aku menghinamu, aku menghujatmu. Seharusnya kau marah dan membenciku tapi ini kau malah memaafkanku" ucap Rias lirih.

"Karena aku mencintaimu"Rias kaget dengan apa yang diucapkan Naruto. Walaupun pelan dia dapat mendengar dengan jelas apa yang dia ucapkan barusan.

"Sejarah terulang lagi" ucap Irene sambil mendesah muram.

"Dia berencana menggunakan anakmu untuk membuatmu keluar dari celah dimensi milikinya" tambahnya.

"Kita akan sering ketemu Great Red dan kau salah satu makhluk bodoh yang pernah kukenal. Kau bahkan mengenal Ophis sebaik aku mengenalnya tapi jangan khawatir aku akan melindunginya karena aku adalah adalah ibu baptisnya" lalu Irene pergi dengan lingkaran sihir bergambar naga.

"Aku hanya mencoba memperbaiki keadaan dengan meminta maaf pada Naruto-kun" ucap Rias.

"Biar kutebak, dia memaafkanmu" ucap Akeno.

"Dia memang orang yang baik" Rias membalas.

"Apakah kau akan melaporkan ini pada Rias-Buchou ?" ucap Koneko lalu mengarahkan pandangannya pada Kiba sementara yang diajak bicara hanya diam sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan.

'Aku berharap kau tidak mengatakan ini pada Rias-Buchou, Kiba-senpai' batin Koneko lalu mereka berdua meninggalkan ruangan klub Kendo.

'Sebentar lagi aku akan mendapatkan senjata mematikan fraksi akuma dan akan kumulai Great War kedua' suara tawa menggema diseluruh ruangan dan tanpa dia sadari bahwa dia menggali kuburannya sendiri.

Chapter 8

"Sepertinya mencari pegawai lain bukan ide yang buruk kan Naruto ?" Teuchi bertanya ke Naruto yang sedang mengelap meja.

"Benar Jii-san. Jika aku berhalangan hadir seperti hari itu maka kau ada yang bantu di kedai" ucap Naruto.

"Tenang saja, aku akan membantumu membuat sebaran dan besok akan kusebarkan di kota, siapa tahu ada yang sedang mencari kerja full time atau part time" tambahnya.

"Terimakasih banyak Naruto, aku tidak tahu apa jadinya jika kau tidak bekerja disini" Teuchi berucap.

"Tidak perlu berterimakasih Jii-san, aku yang harusnya berterimakasih karena hanya kau yang mau mempersilahkanku masuk dan menginap ditempatmu. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tidak dapat tempat tinggal waktu itu" ucap Naruto yang telah selesai membersihkan peralatan makan dan kini mengeringkan tangannya.

"Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu Jii-san karena ada piket pagi besok" ucap Naruto yang berjalan menuju pintu dan mulai meninggalkan kedai.

"Kau anak yang baik Naruto" ucap Teuchi lalu membersihkan kedai melanjutkan sisa yang dikerjakan Naruto. Sementara itu Naruto yang berjalan menuju gubuknya di daerah perbukitan seperti merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Naruto terus berjalan mencoba menghiraukan tapi dengan reflek dia melompat ke kanan dan benar saja sebuah tombak bercahaya menancap ditanah.

"Tombak cahaya ?"

"Malaikat Jatuh ?" ucap Naruto.

"Sepertinya Sirzech tidak menghapus ingatanmu setelah dia mengunset evil piecemu dari peerage adiknya, Rias Gremory ?" ucap sosok malaikat jatuh itu.

"Aku yang meminta padanya untuk tidak menghapusnya" ucap Naruto.

"Kau adalah makhluk terbodoh yang pernah kutemui, kau begitu mudah memaafkan dan aku yakin kau adalah anggota keluarga Targaryen yang terkenal. Kau seperti akuma murahan yang pernah kami kenal" ucapnya lagi.

"Harus kukatakan berapa kali, aku bukan Aegon Targaryen, aku Uzumaki Naruto" lalu Naruto bersiap menyerang dan dia langsung bergerak menghindar setelah sebuah tombak cahaya datang padanya.

"Ayo datang padaku malaikat jatuh sialan" lalu mereka memulai pertarungan. Sementara Naruto bertarung dengan malaikat jatuh, Rias dan kelompoknya juga sedang berhadapan dengan malaikat jatuh lainnya.

"Wah wah rupanya kita kedatangan tamu tak diundang" ucap Rias yang telah mengeluarkan PoD di tangannya.

"Rias Gremory sialan" upat mereka lalu menyerang mereka dengan menggunakan tombak cahaya, sebelum tombak cahaya itu sampai ke Rias, Kiba langsung menangkisnya.

"Sepertinya ini baik untuk latihan"

"Kiba, kau akan melawan malaikat jatuh yang pertama dan malaikat jatuh yang satu lagi akan diatasi oleh Issei dan Koneko. Ayo kita tunjukan apa yang akan terjadi jika malaikat jatuh masuk ke wilayah kita" ucap Rias dengan lantang.

"Baik Buchou" lalu mereka melakuan apa yang dikatakan. Kiba tanpa kesulitan mengalahkan malaikat jatuh itu atau lebih tepatnya prajurit dari fraksi malaikat jatuh, begitu juga untuk Issei dan Koneko, walaupun Issei sempat sedikit mengacau tapi karena dragon shoot-nya lah mereka menang.

"Aku akan menendangmu dengan keras jika kau mengacau lagi Issei-senpai" ucap Koneko yang masih kesal karena lawan yang mereka lawan adalah malaikat jatuh perempuan, membuat Issei hilang fokus dan hampir saja menikamnya dengan tombak cahaya. Dua malaikat jatuh itu akhirnya kalah dan Rias siap untuk mengakhirinya.

"Ada kata terakhir untuk pemimpin" ucap Rias.

"Salah satu dari kami saat ini sedang berhadapan dengan teman kalian yang lemah itu. pasti saat ini mereka sudah mengeksekusinya dan hanya tinggal m-" malaikat jatuh itu belum selesai berucap karena Rias telah memusnahkannya dengan PoD andalannya.

"Rias kita harus segera bergegas, Naruto dalam bahaya" ucap Akeno dengan nada khawatir setelah mendengar ucapan malaikat jatuh tersebut.

"Ayo Buchou, kita harus segera ke tempat kerja Naruto-senpai" ucap Issei lalu mereka bergegas tapi mereka terlambat. Mereka dikagetkan dengan Naruto yang yang telah berada dalam posisi salib dengan tiga tombak cahaya yang menancap ditubuhnya.

"Naruto!"

"Naruto-senpai!" ucap Rias, Akeno , Kiba, Koneko, Issei dan Asia yang melihat orang begitu mereka kenal. Ketika mereka mencoba mendekat, mereka dihentikan dengan sebuah kubah dengan lapisan cahaya yang merupakan kelemahan para akuma.

"Rias hancurkan kubah ini dengan PoD-mu!" ucap Akeno dengan nada gemetar dan takut menatap kedepan. Usahanya gagal karena kubah itu masih berdiri kokoh, Issei mencoba menggunakan dragon shoot tapi gagal juga, mereka menggabungkan kekuatan tapi kubah itu tetap kokoh.

"Hahaha kalian lihat, kubah ini dibuat khusus oleh Kokabiel-sama, tidak ada yang bisa menembusnya" ucap malaikat jatuh tersebut dan dia kembali menancapkan tombak cahaya di paha kanan Naruto.

"Arghhh!" itulah teriakan dari Naruto yang mereka dengar dan tidak ada yang bisa mereka lakukan.

"Lepaskan Naruto-senpai , malaikat jatuh sialan" Issei berteriak sambil terus menerus menembak dragon shoot kearah kubah tersebut.

"Hahaha kalian lihat, teman kalian ini bernyali besar, dia tidak mati setelah kehilangan banyak darah. Mungkin ini akan memutuskan nyalinya" ucap malaikat jatuh tersebut lalu menusukkan tombak cahaya itu tepat ke jantungnya.

"Noooo!" itulah kata yang keluar dari mulut Rias dan yang lain ketika melihat tombak cahaya tersebut itu menembus tepat di jantung Naruto.

"Lihatlah Rias Gremory, bukannya kau senang jika aku menghilangkannya karena dia keluargamu dihina oleh para tetua dunia bawah, karena dia orang tuamu khususnya ibumu membencimu, karena dia lemah, keluargamu dihina. Kau harusnya berterimakasih padaku, mungkin dengan menemaniku dan melayani kami. Itu ucapan terimakasih yang tepat" ucap mereka lalu suara tawa mereka mulai terdengar.

"Sebagai ucapan belas kasihku, aku tidak akan melenyapkanya tapi kurasa tugas kami sudah selesai. Ambil mayat tidak berguna ini" lalu kedua malaikat jatuh itu pergi dan kubah itu lenyap, secepat cahaya mereka menghampiri Naruto dan melepaskannya dari rantai dengan perlahan, dan membaringkan kepala Naruto di pangkuan Rias tanpa menghiraukan rasa perih ketika tombak cahaya itu menyentuh bagian tubuhnya.

"Bertahanlah Naruto, kami akan membawamu ke dunia bawah, keluarga Sitri bisa menyembuhkanmu" ketika Rias ingin memerintah Kiba membawa Naruto, Naruto dengan pelan berucap.

"No Rias, kurasa waktuku sudah dekat. Maaf aku kalah, mereka main curang dengan menyerang dari belakang" ucap Naruto terbata-bata dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Jangan berbicara senpai, kami akan membawamu dan mengobatimu di dunia bawah" ucap Issei dengan lirih melihat kearah orang yang dihormatinya itu.

"Tidak perlu Issei, kurasa menghabiskan waktu dengan teman-temanku adalah yang kubutuhkan sekarang" ucap Naruto lirih.

"Jangan berkata begitu Naruto-kun, kau akan selamat dan menghabiskan waktu lebih banyak lagi bersama kami" ucap Akeno mencoba menahan air matanya tapi air mata itu jatuh juga dari kedua matanya.

"Apa yang dikatakan Issei dan Akeno benar, Naruto. Kita akan menhabiskan waktu bersama lebih banyak lagi. Kita akan nongkrong di tempat kerjamu, kita bersama akan menikmati makanan buatanmu, kau tahu aku suka gyoza buatanmu. Kau harus bertahan Naruto, aku yakin Onii-sama bisa menyembuhkanmu. Aku akan membawamu ke dunia bawah" ucap Rias lirih dan menggenggam tangan Naruto dengan kuat seolah memberi Naruto kekuatan untuk bertahan.

"Aku minta maaf karena telah menyebabkan semua yang dikatakan malaikat jatuh itu tapi sekarang kau tidak akan malu lagi dan kau akan berbaikan dengan ibumu. Sampai salamku pada kakakmu, orang tuamu dan para Maou, terimakasih sudah menerimaku di keluarga kalian dan menjadi bagian dari kalian. Aku sangat senang dan bersyukur pada tuhan. Sampai nanti semuanya, semoga kedamaian selalu menyertai kalian" lalu genggaman Naruto sedikit menguat lalu terlepaslah genggaman itu diikuti menutupnya mata Naruto. Hanya tangisan dan teriakan penyesalan terdengar melihat orang yang mereka cintai meninggal dihadapan mereka.

"Waktunya sang naga terlahir kembali" mereka yang masih menangisi kematian Naruto dikagetkan dengan sosok wanita berpakaian penyihir dengan tongkat ditangannya mendekat kearah mereka.

"Jangan takut gadis kecil, aku kesini hanya ingin membawa sang pangeran kembali ke tempat dia sebenarnya berada" ketika Rias ingin menyerang setelah mendengar ucapan wanita tersebut, mereka langsung dikeliling oleh corak-corak aneh berwarna merah membentuk kubah lalu sebuah suara terdengar mengelilingi mereka.

Tidurlah, tidurlah dengan tenang, ketika kau bangun nanti kau akan melihat dunia yang cerah dan matahari yang menjunjung tinggi

"Tidurlah kalian dengan damai dan saat bangun nanti kalian akan mengatakan bahwa Naruto meninggal dan tubuhnya melebur menjadi cahaya" setelah wanita itu berucap Rias dan yang lain pingsan dan tertidur dengan damai.

"Sudah saatnya Targaryen kembali mengaum didunia ini" wanita berkata lalu mengangkat menggendong Naruto lalu mereka menghilang dalam lingkaran sihir bergambar 3 kepala naga dan kubah yang terbentuk tadi juga ikut menghilang. Sementara itu di suatu tempat, sebuah murka seseorang yang sedang memarahi seseorang menggema di ruangan tersebut.

"Bodoh kalian semua, kenapa artefak itu bisa hilang" ucap seorang sosok mungkin bergaun gothic yang telah melenyapkan 5 dari mereka.

"Siapa yang berani menyerbu tempat ini" ucap sosok berambut silver.

"Dia seorang wanita berambut merah dengan tongkat, dia mengalahkan Kuroka-sama dan Le fay-sama yang anda tugaskan untuk berjaga. Kami bagaikan kutu dihadapannya, dia memusnahkan kami tanpa kenal ampun. Tolong maafkan kami Ophis-sama" prajurit itu melaporkan apa yang terjadi waktu.

"Dasar kau Irene Belserion, apa yang ingin kau lakukan dengan artefak itu" ucap sosok tersebut yang ternyata Ophis.

"Tidak ada ampun bagi kalian" lalu sekejap mereka lenyap bagai abu.

"Lapor Ophis-sama, kami menerima laporan dari mata-mata bahwa Uzumaki Naruto sudah tewas ditangan kanan Kokabiel, dia juga melaporkan bahwa jasadnya dibawa oleh orang yang ciri-cirinya sama seperti yang dikatakan oleh mereka.

"Tidak salah lagi, Irene Belserion lah yang menyerbu tadi. Kuroka dan Le Fay bukanlah lawan yang tepat untuk dia." Ucap Ophis yang duduk disinggasana.

"Apakah sang ratu naga memiliki tujuan yang sama denganmu, Ophis" ucap sosok berambut silver.

"Ya, kami memiliki sebuah janji" ucap Ophis, mereka bingung dengan apa yang dikatakan pemimpin mereka itu.

Keeseokan harinya, Rias dan yang lain ditemukan pingsan semalam ditemukan olelh Tsubaki dan Saji yang sedang berpatroli malam itu. setelah mereka sadar, mereka menyadari bahwa apa yang mereka lihat itu sungguhan yaitu teman mereka Uzumaki Naruto telah meninggal ditangan malaikat jatuh.

"Ini sudah keterlaluan" ucap Sirzech setelah menderngar cerita dari Rias.

"Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa Sirzech, Naruto bukan lagi bagian dari kita" ucap Ajuka yang berpendapat.

"Bagian dari kita atau tidak tapi tindakan anak buah Azazel tidak bisa ditolerin lagi. Aku harus menemuinya" ucap Sirzech.

"Jangan gegabah, Sirzech" ucap sang ayah.

"Apa yang dikatakan ayahmu benar Sirzech, bicarakan secara baik-baik. Jangan sampai berdampak negatif. Sudah cukup kita berperang satu sama lain" ucap Venelana yang masih menenangkan putrinya.

"Mereka benar Sirzech-sama, kita bicarakan ini baik-baik" ucap Grayfia selaku istri dan ratunya.

"Aku hanya marah, kenapa dia mengalami ini semua" ucap Sirzech.

"Mungkin aku yang harus kalian salahkan karena analisaku lah, dia mengalami hal seperti ini" ucap Ajuka.

"Kita semua membuat kesalahan dan yang harus kita lakukan memperbaikinya"

"Apa dia punya keluarga disini ?" tanya Lord Gremory.

"Naruto-senpai tidak memiliki keluarga Gremory-sama, dia hanya tinggal seorang diri dan dia besar di panti asuhan" ucap Issei memberi tahu mereka.

"Sebaiknya kita makamkan walaupun tanpa jasad sebagai bentuk penghormatan" ucap venelana karena dia sudah menganggap Naruto sebagai anaknya sendiri setelah dia menjadi kebangsawanan Rias. Lalu mereka melakukan apa yang dikatakan Venelana tadi, sebuah makam dibuat dan batu nisan bertuliskan "Rest In Peace Uzumaki Naruto" berada di pusat pemakaman di kota.

"Sebaiknya hari ini kalian tidak usah masuk, beristirahat dan tenangkan pikiran kalian. Masalah ini akan menjadi urusan kami. Sona bisakah kau membuat surat izinnya" tanya Sirzech.

"Tentu Sirzech-sama" lalu Sirzech berjalan mendekati sang adik yang masih memandangi nisan Naruto.

"Rias kau harus ikhlas " ucap Sirzech.

"Aku tidak akan melupakan apa yang kulihat kemaren"

"AKAN KUBALAS 10X LEBIH KEJAM DARI INI" ucap Rias dengan dingin dan penuh penekanan sambil menatap kearah nisan Naruto. Ketika Sirzech ingin berucap lagi, pundaknya dipegang oleh sang ibu dan dia melihat ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu Rias" lalu Sirzech memeluk Rias sambil mengelus punggungnya, diikuti oleh orang tuanya dan tak lupa sang ibu mencium kening putrinya lalu mereka semua pergi, menyisahkan Rias dan yang lain.

"Rias kalian bisa izin tiga hari untuk menenangkan diri. Aku akan mengurus izinnya dengan Tsubaki" ucap Sona.

"Terimakasih bantuannya Sona" ucap Rias dengan nada dingin.

"Itulah gunanya sahabat. Kalau begitu aku pergi dulu" Rias hanya menganggukan kepalanya lalu Sona pergi kembali kesekolah. Sekarang hanya sisa Rias dan anggotanya yang masih menatap kearah nisan tersebut dengan pandangan sedih.

'Maafkan aku Naruto/Naruto-kun/Naruto-senpai' ucap mereka berenam dalam hati. Tanpa diketahui mereka sedari tadi diawasi dan sosok itu hilang dalam asap hitam.

Sementara Rias dan yang lain masih berduka dan masih menyalahkan diri mereka, di suatu tempat atau lebih tepatnya sebuah gua terdapat sebuah tabung yang berisi cairan hijau, sesosok tubuh manusia dan sebuah kristal berisikan cahaya berwarna perak. Terlihat jelas kontras warna antar benda.

"Sebentar lagi kau akan bangkit dan Targaryen akan kembali mendapatkan tempatnya sebagai The Conquer. Hanya tinggal menunggu waktu" ucap sosok yang ternyata Irene yang menatap kearah tabung tersebut sambil mengelusnya. Dia tidak menyadari bahwa kristal berisikan cahaya perak itu bersinar warna merah, hitam dan perak secara bergantian.

To Be Continue

Hai hai hai, hello semuanya. I'm back, aku minta maaf baru bisa update setelah jeda hampir 9 bulan tidak update karena kesibukan sebagai mahasiswa tua yang harus segera menyelesaikan tugas akhirnya. Maafkan scene pertarungannya, sungguh jelek karena gak terlalu ahli dalam membuat scene battle tapi aku akan terus belajar cara membuat scene battle yang baik dan kalian bisa membayangkan sendiri scene battlenya. Terimakasih kepada reader setia yang masih setia menunggu cerita ini update, semoga suka dengan chapter ini dan jika ada saran, kritik dan sebagainya, kalian bisa tulis di kolom review atau dm me. Maafkan jika ada typo dkk-nya. Hampir lupa, setelah berpikir secara matang maka aku memutuskan fanfic ini akan menggunakan dual pairing untuk mc nya yaitu NaruRias dan NaruAkeno. Tidak ada harem, maafkan jika ada yang menginginkan harem. Irene dan Ophis disini hanya sebagai ibu baptisnya Naruto karena sebuah janji yang mereka buat. Penasaran dengan janjinya, makanya ikutin terus cerita ini. See you in the next chapter.

Arigatou Gozaimasu