Name: Shinobi and Assassins
Author: FCI. Arcana-paisen
Genre: Romance, Adventure
Rating: M
Disclaimer: Naruto and Akame ga Kill bukan milik saya.
Pair:
Arc 1: Naruto Uzumaki x Akame x Chelsea x Leone, Tatsumi x Mine x Esdeath x Shion, Kakashi Hatake x Najenda, Lubbock x Hikari Yamagishi(OC), Wave x Kurome, Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Shikamaru Nara x Temari, Chouji Akamichi x Karui, Sai x Ino Yamanaka, Kiba Inuzuka x Tamaki, Shino Aburame x ?, Konohamaru Sarutobi x Hanabi Hyuga, Ren Akatsuki x Hitomi Sahashi, Takashi Shiden x Rei Amamiya, Darui x Samui, Chojuro x Kurotsuchi, and Kankuro x Ikasa(OC)
Arc 2: Alisa "Alice" Uzumaki x Shinki, Akane Uzumaki x Mitsuki, Yuu Uzumaki x Sarada Uchiha
V
V
V
Arc II - Part 2: The Sign of Trouble
Sasuke Uchiha, sahabat dari Nanadaime Hokage yaitu Naruto Uzumaki saat ini sedang berhadapan dengan Kinshiki dan Momoshiki Otsutsuki dengan sengit. Sasuke direpotkan dengan kemampuan mata Momoshiki yang bisa menyerap dan mengembalikan Ninjutsu miliknya, membuatnya harus berharap pada kemampuan Kenjutsu dan Taijutsu miliknya, dia juga harus menghindari serangan fisik Kinshiki yang memiliki daya serang luar biasa.
"Kau sudah menyerah, reinkarnasi Indra?"
Mendengar perkataan Momoshiki, Sasuke menggunakan Sunshin dan muncul di belakang Momoshiki dan melancarkan serangan ke arah lehernya yang akhirnya tertahan oleh tangannya "Dalam mimpimu, Otsutsuki. Aku tidak akan menyerah... Dan juga berhenti memanggilku itu! Namaku adalah Sasuke Uchiha, bukan reinkarnasi Indra."
Kemudian Momoshiki menendang Sasuke, tapi dia bertukar posisi dengan Kinshiki dengan kekuatan mata Rinnegan miliknya. Membuat Kinshiki yang terlempar karena tendangan Momoshiki. Momoshiki yang melihat itu langsung menatap tajam Sasuke dan dia pun berkata "Kemampuan mata-mu itu sungguh merepotkan, Uchiha."
"Tapi—Sampai kapan kau akan terus bersembunyi, Isshiki?"
"Apa maksud—Gaaaahhh!" Teriak Sasuke saat dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dia kemudian memegang kepalanya dan merasakan ada hal yang tidak seharusnya ada di kepalanya 'Apa ini tanduk? Se-Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku?'
"Sepertinya Isshiki sudah mulai menguasai dirimu, Uchiha."
'Sialan! Aku harus pergi dari sini sekarang juga...' Batin Sasuke yang membuat sebuah portal dengan matanya, lalu dia masuk ke dalam portal itu.
Melihat kepergian Sasuke, Kinshiki yang kehilangan tanduknya karena perbuatan Sasuke pun berkata "Apa menurutmu keputusanmu untuk membiarkan dia kabur adalah keputusan yang bijak, Momoshiki-sama?"
"Kau tidak perlu cemas, Kinshiki." Balas Momoshiki dengan tenang dan kemudian dia tersenyum sinis dan melanjutkan "Kemanapun dirinya pergi, takdirnya sudah dikunci. Isshiki akan menguasai dirinya dan lalu reinkarnasi Indra itu akan membunuh siapapun termasuk keluarganya sendiri dan juga sahabatnya sang reinkarnasi Ashura itu, khukhukhu."
Kembali dengan Sasuke, dia pun memeriksa keadaannya kembali dan merasakan kalau tanduk yang dia rasakan sudah tidak ada lagi. Membuatnya menghembuskan nafas lega 'Sial, apa-apaan itu barusan? Apa karena Karma yang berada di tubuhku ini, tubuhku ini sudah ditakdirkan untuk dikuasai olehnya? Apa aku sudah tidak bisa tertolong lagi? Kumohon bantu aku, Naruto, Sakura, Sarada. Aku tidak ingin menjadi boneka dari anggota klan Otsutsuki itu.'
Sedangkan di Konoha, Alisa yang bangun langsung membersihkan dirinya, berpakaian dan langsung turun ke bawah dan melihat semua anggota keluarga mereka telah menunggu disana termasuk sang ayah. Tapi Alisa, hanya mengambil satu lembar roti yang sudah diberikan selai coklat favoritnya dan langsung pamit pada ayah, ibu kandung sekaligus ibu tirinya yang bernama Leone dan kedua saudaranya.
"Kenapa Alisa-chan, buru-buru sekali? Padahal masakan yang akan dibuat Akame-chan akan selesai dia buat."
Mendengar perkataan Leone, Naruto menyeruput kopi hitam di depannya dan berkata "Kau bisa bilang kalau Alisa-chan sudah menemukan jalan ninja-nya sendiri, Leone-chan."
Bibir Leone menunjukkan senyumannya dan berkata "Begitukah? Syukurlah kalau begitu."
Chelsea yang mendengarkan itu mengepalkan tangannya karena dia masih agak takut sesuatu akan terjadi pada pilihan sang putri, tapi Naruto yang menyadari itu menggenggam tangannya dengan erat dan itu membuatnya berkata "Arigatou, Naruto-kun..."
"Sama-sama, Chelsea-hime."
-Time Skip-
"Aku gagal sensei."
Melihat anak dari sahabatnya yang terlihat putus asa itu, Sakura kemudian menepuk kepala Alisa dan berkata "Tidak apa-apa, kau baru saja mulai. Tidak semua ninja medis langsung bisa melakukan apa yang saat ini sedang kau lakukan, Alice-chan. Kau harus banyak berlatih lagi dan bahkan jika kau berhasil, kau harus tetap mengasah kemampuanmu. Ayo Alice-chan, mulai lagi."
"Baiklah, sensei."
Sakura hanya bisa tersenyum melihat dedikasi putri sahabatnya yang bisa dibilang pemalas dan enggan menjadi seorang ninja itu. Walaupun begitu, dia cukup terkejut kalau Alisa yang bisa dibilang mempunyai kapasitas chakra yang tergolong besar karena dirinya merupakan seorang Uzumaki bisa mempunyai kontrol yang cukup baik, bahkan ayahnya yang tergolong mempunyai kontrol chakra yang baik meskipun dirinya juga merupakan seorang Uzumaki mempunyai masalah pada kontrolnya saat pertama dia memulai menjadi seorang ninja dan bergabung dengan tim lamanya.
"Aku berhasil melakukannya sensei!"
Sakura cukup terkejut saat melihat Alisa berhasil menghidupkan syaraf-syaraf ikan yang dia berikan padanya dan membuatnya mulai bergerak seolah ikan itu tidak pernah mati sebelumnya. Padahal dulu sekali, dia cukup kesulitan untuk melakukan itu saat dirinya pertama kali belajar pada Tsunade.
"Kau hebat sekali, Alice-chan. Padahal saat aku pertama melakukan ini, aku cukup kesulitan untuk melakukannya." Ucap Sakura yang bangga karena berhasil melatih Alisa. Sakura pernah mencoba untuk melatih putrinya yang bernama Sarada untuk mengikuti jejaknya sebagai ninja medis, tapi sepertinya dia enggan untuk menjadi ninja medis dan lebih memilih untuk menjadi petarung garis depan seperti sahabatnya dan suaminya.
"Arigatou, sensei."
Setelah itu, Sakura pun mengajak Alisa untuk pergi ke Training Ground dekat rumah sakit dan memberikan tugasnya pada Hitomi. Alisa yang melihat dia dibawa kesana terlihat kebingungan dan berkata "Jadi kenapa kau membawaku kesini, sensei?"
Boooommmm
Dengan refleks-nya, Alisa berhasil menghindari pukulan Sakura yang telah menghancurkan tanah di dekatnya. Membuat gempa bumi skala kecil di sana, dan itu membuat Alisa berteriak dengan kesal "Kenapa kau lakukan itu, sensei!"
"Aku akan mengajarkanmu untuk bertarung, Alice-chan."
"Ta—Tapi aku tidak ingin bertarung! Aku tidak ingin melukai orang lain, jadi kenapa kau mengajarkanku untuk bertarung, sensei?"
"Jangan naif Alice-chan." Balas Sakura dengan dingin dan itu membuat Alisa terdiam "Kau pikir kalau kau memilih untuk menjadi ninja medis, maka kau tidak akan mengalami pertarungan? Jangan bercanda!"
"Ta—Tapi..."
"Alice-chan..." Ucap Sakura yang menghampiri Alisa dan kemudian dia melanjutkan "Menurutmu, dalam pertarungan sebuah shinobi. Siapa yang akan diincar oleh musuh pertama kali?"
"Seorang ninja sensor."
"Kau memang ada benarnya, tapi kau salah." Balas Sakura yang kemudian melanjutkan "Ninja sensor memang diincar karena kalau ada mereka, kita akan mengetahui keberadaan musuh. Tapi jawaban sebenarnya adalah kita, ninja medis."
"E—Ehhhhh... Kenapa bisa?"
"Karena posisi kita yang bisa menyembuhkan rekan kita yang sedang terluka, akan merepotkan musuh. Jadi mereka akan mengincar kita terlebih dahulu." Jawab Sakura yang kemudian melanjutkan "Karena itulah, kita harus bertarung. Bukan untuk melukai musuh, tapi melindungi diri kita sendiri."
"Jadi kau melatihku bertarung untuk melindungi diri sendiri?" Tanya Alisa.
Sakura yang mendengar itu menggangguk dan berkata "Begitulah. Rekan satu tim-mu tidak bisa melindungi dirimu setiap waktu, Alice-chan. Karena itulah, kau harus bisa bertarung untuk melindungi diri kalian sendiri."
"Kalau begitu ajarkan aku, sensei." Balas Alisa yang kemudian melanjutkan "Aku tidak ingin menyusahkan anggota tim-ku kelak."
"Kalau begitu bersiap-siaplah karena aku tidak akan menahan diri untuk melatihmu, Alice-chan."
Alisa yang melihat senseinya menunjukkan ekspresi bengis pun terlihat meringis dan berkata 'Hehehe, apa aku memilih pilihan yang salah tou-chan, kaa-chan?'
"Bersiaplah, Alice-chaaaannnnn!"
"Gyaaaaaahhhh!"
Sedangkan di tempat lain, Naruto dan Shikamaru yang sedang mengawasi Naruto sedari tadi dibuat terkejut saat melihat sebuah portal yang terbuka dan keluarlah Sasuke dari sana. Tiba-tiba saja Sasuke mendekati Naruto dan mengucapkan tiga kata yang membuat Naruto terkejut dan marah pada sosok di hadapannya itu.
"Bunuh aku Naruto."
"Kenapa kau memintaku melakukan itu?" Tanya Naruto. Dia merasa emosi saat Sasuke memintanya untuk membunuh dirinya secara tiba-tiba, tapi dia masih bersifat tenang dan menghela nafas "Apa ada yang terjadi dalam penyelidikanmu, Sasuke?"
"Aku menemukan mereka, Naruto. Sosok yang ditakuti Kaguya dan membuatnya membuat pasukan Shiro Zetsu." Jawab Sasuke yang kemudian melanjutkan "Aku berhasil memojokkan salah satu dari mereka, tapi tiba-tiba saja—"
"Tiba-tiba apa Sasuke?"
"Tiba-tiba saja segel Kama milikku bereaksi saat salah satu dari mereka memanggilku dengan nama Isshiki dan tiba-tiba saja tumbuh tanduk seperti yang dimiliki Rikudou Sennin." Balas Sasuke yang kemudian melanjutkan "Aku cemas Naruto. Bagaimana kalau sosok yang bernana Isshiki itu berhasil mengendalikan tubuhku dan menyakiti siapapun sosok yang aku sayangi terutama istriku dan Sarada. Aku tidak ingin hal itu terjadi Naruto."
'Sasuke...'
"Naruto berjanjilah padaku..." Ucap Sasuke yang kemudian melanjutkan "Jika sosok bernama Isshiki itu benar-benar mengendalikan tubuhku, bunuhlah aku."
"Aku akan memikirkannya nanti, Sasuke."
"Naruto! Aku ingin kau berjanji padaku sekarang!"
"Sasuke... Aku akan memikirkannya setelah hal itu terjadi." Balas Naruto dengan emosi yang dia pendam "Untuk saat ini, kau lebih baik menghabiskan waktu dengan istri dan anakmu."
"Baiklah, aku mengerti Hokage-sama."
Melihat Sasuke yang pergi dari ruangan-nya, Naruto hanya bisa menghela nafas dan tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan dengan Shikamaru yang merupakan asistennya, dia pun berkata pada Naruto "Naruto, aku rasa kau harus memikirkan apa yang dikatakan Sasuke."
"Apa yang kau katakan ini, Shikamaru!" Teriak Naruto yang kemudian melanjutkan "Kau ingin aku membunuh Sasuke? Aku berlatih, berlatih, dan berlatih sebelum perang untuk membawanya kembali ke Konoha. Dan setelah dia kembali ke Konoha, kau ingin aku membunuhnya?"
"Naruto, pikirkan kondisinya." Balas Shikamaru yang melanjutkan "Kalau Sasuke benar-benar dikendalikan oleh sosok bernama Isshiki itu, berarti dia bukanlah rekanku dan sahabatmu. Tapi itu hanyalah orang asing dengan tubuh Sasuke. Aku tidak membenci Sasuke lagi setelah bantuannya dalam perang. Tapi—Apa kau akan membiarkan Isshiki mengendalikan tubuh Sasuke, lalu dia membahayakan orang-orang yang kau cintai seperti ketiga istri dan anakmu?"
"Shikamaru, bisa kau tinggalkan aku sendiri."
"Tapi—"
"Bukannya kau janji akan pergi bersama dengan Temari dan Shikadai."
Shikamaru ingin protes akan permintaan Naruto ini, tapi dia mengalah dan berkata "Terserah kau saja, Hokage-sama. Jangan lupa selesaikan semua tugasmu itu."
Saat Shikamaru pergi, Naruto pun merenung tapi dia disadarkan oleh sosok partnernya yang bernama Kurama "Tch, kau kembali menjadi naif seperti dulu gaki."
Melihat Naruto hanya terdiam, Kurama terlihat emosi dan berkata "Tidak ada respon kah? Pengecut... Kau ini seorang Hokage dan seorang kepala keluarga sekarang. Berhentilah bersikap seperti anak kecil gaki. Ingat dengan Hashirama Senju, ingat dengan ayahmu. Shodaime Hokage rela melawan sahabatnya sendiri demi melindungi Konoha. Ayahmu juga memilihmu untuk menjadi wadahku karena dia tidak ingin mengorbankan anak orang lain kalau dirinya sendiri tidak bisa melakukan hal yang sama."
"Seperti yang aku katakan pada Sasuke barusan. Aku akan memutuskan apa yang akan aku lakukan jika hal itu terjadi." Balas Naruto yang melanjutkan menandatangani berkas miliknya "Tapi aku bisa minta tolong padamu kan, Kurama? Temukan cara sebisamu untuk melepaskan Sasuke dari kendali Isshiki Otsutsuki, atau setidaknya carilah cara supaya Sasuke bisa mengendalikan kekuatan Isshiki, jadi dia tidak bisa mengendalikannya."
"Kau benar-benar masih saja naif gaki. Tapi baiklah, aku akan melakukannya gaki. Tapi kalau aku tidak bisa menemukan cara apapun untuk menyelamatkan si Uchiha itu, maka kau harus bertindak sebagai seorang Kage dan mengesampingkan keinginan pribadimu ini, gaki." Balas Kurama yang kemudian mencoba ingin tidur, tapi tiba-tiba saja matanya kembali terbuka dan berkata dengan terkejut "Apa-apaan ini?"
"Ada apa Kurama? Kenapa kau kaget begitu."
Kurama yang mendengarkan pertanyaan sang partner hanya bisa berkata "Aku tidak bisa mendeteksi chakra Son, Naruto. Dia dalam bahaya."
"Celaka! Jangan bilang ini ulah Otsutsuki!" Ucap Naruto yang membuat handseal "Kage Bunshin no Jutsu!"
Satu klon Naruto terbentuk dan dia pun menatap klon-nya dengan serius "Kau selesaikan pekerjaanku. Aku akan mengecek keadaan Son."
Naruto pun keluar dari desa dengan tergesa-gesa, tanpa menyadari kalau Akame yang terlihat sedang melatih putrinya melihat-nya dan membatin 'Ada apa dengan Naruto-kun. Kenapa dia tergesa-gesa sekali? Hmm... Aku harus menanyakannya nanti di rumah.'
Dengan kecepatannya yang sudah meningkat karena dia menggunakan mode Bijuu, Naruto pun sampai ke tempat dimana Son Goku atau yang biasa dikenal sebagai Yonbi menghabiskan waktu-nya. Saat sampai disana, Naruto dibuat terkejut karena tempat itu sudah hancur di berbagai bagian bekas pertarungan yang menurut Naruto baru saja terjadi.
"Son, kau dimana? Son!"
Tidak mendapatkan respon, Kurama yang berada di dalam tubuh Naruto pun berkata "Tch, sepertinya kita telat gaki."
"Sialan!" Teriak Naruto yang meninju tanah di bawahnya "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa para Bijuu diincar kembali?"
"Sepertinya mereka berniat untuk membangkitkan pohon Shinjuu kembali, gaki."
Naruto terlihat emosi sampai-sampai dia mengaktifkan mode Rikudou Senjutsu miliknya tanpa disengaja dan tekanan kekuatan miliknya membuat tempat itu bertambah hancur. Kurama yang melihat itu berkata pada Naruto "Tenangkan dirimu, gaki. Jangan terbawa emosi... Jika hal ini kau lanjutkan, maka Iwagakure akan terkena dampak dari kemarahanmu ini, Naruto."
Naruto pun mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya, membuatnya sedikit tenang. Setelah itu, Naruto pun menyadari ada seseorang yang akan memasuki tempat itu dan hal itu membuatnya siaga.
"Naruto, apa yang kau lakukan disini?"
Mendengar kalau suara itu ternyata adalah suara Kurotsuchi, sang Yondaime Tsuchikage yang datang bersamaan dengan sang Sandaime Tsuchikage, Onoki... Naruto pun memasukkan kunai yang dia keluarkan ke kantung celana-nya "Saat di Konoha, Kurama tidak bisa merasakan chakra Son. Karena khawatir, maka aku kemari kesini. Tapi saat aku disini, malah tempat ini sudah menjadi seperti ini."
"Tapi siapa yang melakukan ini, gaki?"
"Aku juga kurang tahu, jiji." Jawab Naruto yang melanjutkan "Tapi yang aku tahu pasti adalah... Ada seseorang yang akan memburu sembilan Bijuu kembali."
Kurotsuchi dan Onoki terkejut mendengar kabar itu dan hal itu membuat Kurotsuchi berkata "Hmm, sepertinya kita harus mengadakan pertemuan Gokage, Naruto."
"Itu langkah yang bagus. Kita akan melaksanakan rapat itu beberapa hari mendatang di Konoha." Balas Naruto, tapi kemudian dia melanjutkan "Tapi apa kau melakukan ini karena kau sedikit kangen pada suamimu itu, Kurotsuchi?"
"Apa-apan kau ini? Tentu saja tidak. Aku melakukan ini karena hal ini bisa menghancurkan perdamaian di Elemental Nation." Balas Kurotsuchi dengan wajah yang memerah. Chojuro dan Kurotsuchi memang telah menikah tapi mereka tidak bisa tinggal bersama karena status mereka sebagai Kage dari desa yang berbeda. Bahkan putra mereka yang bernama Aokiji harus tinggal di Iwagakure karena tempat itu membutuhkan penerus jika Kurotsuchi memilih untuk mundur. Sedangkan di Kirigakure, Chojuro telah memilih pewaris untuk melanjutkan pekerjaannya jika dia memilih untuk pensiun dan memutuskan untuk tinggal dengan keluarganya. Namanya adalah Kagura Karatachi, meskipun Kagura harus membuat banyak warga Kirigakure sekaligus semua penduduk Mizu no Kuni untuk menerimanya, karena kakeknya adalah mantan Mizukage, Yagura Karatachi yang merupakan rekannya sesama Jinchuuriki yang kebetulan sangat dibenci semua orang di Mizu no Kuni karena rezim jahatnya, meskipun Naruto sudah memberitahu kalau Yagura hanyalah dicuci otaknya oleh Sharingan milik Obito Uchiha.
"Terserah kau saja, Kurotsuchi." Balas Naruto dengan seringai di wajahnya, membuatnya harus menghindari serangan Yoton milik Kurotsuchi. Saat Kurotsuchi memutuskan untuk kembali ke Iwa, dia pun menatap Onoki yang kondisinya bisa dilihat semakin memburuk dan itu membuatnya berkata "Kondisimu semakin memburuk, jiji. Apa perlu aku mengobatimu?"
"Tidak perlu, gaki." Balas Onoki yang tersenyum pada anak mantan musuhnya itu "Aku ini sudah begitu tua. Kalaupun aku diharuskan untuk mati, maka aku akan senang hati menerimanya. Setidaknya desa-desa besar di Elemental Nation telah bersatu dan tempat ini sudah damai sekarang."
"Masih belum, jiji." Balas Naruto yang melanjutkan "Setidaknya sampai kita berhasil membumi-hanguskan semua anggota klan Otsutsuki yang berniat untuk membuat ulah di Elemental Nation."
"Naruto..."
-Time Skip-
"Apa ada yang kau sembunyikan, Naruto-kun?"
Mendengar pertanyaan Akame, Naruto hanya bisa berkata "Apa yang bisa membuatmu berkata seperti itu, Akame-hime?"
"Aku melihatmu keluar dari Konoha secara terburu-buru. Dan aku lihat dari ekspresi wajahmu, kau terlihat sangat cemas." Balas Akame yang kemudian melanjutkan "Bisa kau jelaskan?"
"Aku akan menjelaskannya kalau aku sudah siap, Akame-hime." Jawab Naruto. Akame ingin protes, tapi melihat tatapan sang suami membuatnya menutup mulutnya dan melanjutkan acara makan satu keluarga mereka. Setelah itu, Naruto menatap sang putri kedua dan berkata "Jadi kenapa denganmu, Alisa-chan? Kenapa kau terlihat babak belur begini?"
"Sakura-obaa—Err, maksudku Sakura-sensei... Mengajarkanku untuk bertarung demi melindungi diriku sendiri."
"Dia itu... Seharusnya dia menahan diri sedikit." Balas Naruto yang menghela nafas dan kemudian dia melanjutkan "Walaupun begitu, aku yakin kau bisa melakukannya putriku. Jika dia dan Hitomi-chan bisa melakukannya, maka kau juga bisa melakukannya Alisa-chan."
"Arigatou, tou-chan."
-Time Skip-
Naruto saat ini sedang melihat formulir yang berisi info semua murid di akademi Konoha termasuk ketiga putra-putrinya. Dia kemudian dihampiri oleh Iruka dan juga Shino yang terlihat kebingungan untuk memutuskan untuk memasukkan ketiga anaknya itu.
"Jadi bagaimana Naruto?"
"Aku sudah memutuskan semuanya. Dan sepertinya aku akan menaruh Akane bersamaan dengan Sarada dan anak dari Orochimaru yang bernama Mitsuki itu ke dalam tim 3 yang akan dipimpin oleh Takashi-kun."
"Jadi bagaimana dengan Alice-chan dan Yuu-kun, Naruto?"
"Aku bisa saja memasangkan Alisa-chan dan Yuu-kun dalam satu tim, Iruka-sensei. Tapi mereka berdua selalu saja bertengkar seperti aku dan Sasuke atau Ren dan Takashi saat kami memulai karir kami sebagai seorang Shinobi."
"Kau ada benarnya." Balas Shino yang terlihat frustasi saat melihat Yuu dan Alisa selalu bertengkar, padahal mereka berdua itu kakak adik. Tidak seperti Naruto dan Sasuke atau Ren dan Takashi yang tidak ada hubungan darah sama sekali, jadi wajar kalau ada perbedatan atau perkelahian di antara mereka.
"Aku sudah memutuskan kalau aku akan memasukkan Alisa dalam tim 6. Tim 6 sendiri akan diisi oleh putriku Alisa, putri dari Kiba yang bernama Shirasaki Inuzuka dan juga anggota dari bagian cabang klan Hyuuga sekaligus murid dari Hanabi, Kurohime Hyuuga. Mereka akan dipimpin oleh Mirai Sarutobi."
Mendengar keputusan Naruto, Shino pun berkata "Jadi tim pelacak kah? Saki mempunyai indra penciuman yang tajam seperti ayahnya dan juga seluruh anggota klan Inuzuka, Hime bisa menggunakan Byakugan meskipun belum sebaik Hiashi-san, Neji, Hinata dan juga Hanabi."
Shino yang melihat ekspresi masam pada Naruto saat dia menyebut nama Hinata, langsung berkata "Maaf, Hokage-sama. Aku tidak bermaksud."
"Tidak apa-apa, Shino. Tidak usah dipikirkan." Balas Naruto. Walaupun dia sudah menikahi Akame, Chelsea, dan Leone... Dia masih belum bisa melupakan kematian Hinata yang merupakan salah satu kegagalan terbesarnya dalam perjuangannya menjadi shinobi yang diakui oleh banyak orang, bukan karena dia masih mencintainya. Kemudian dia menghela nafas, lalu dia melanjutkan "Lalu bagaimana dengan Alisa?"
"Putrimu itu memang pemalas dan terlihat tidak mempunyai ketertarikan sama sekali untuk menjadi seorang shinobi. Tapi aku bisa merasakan kalau dia adalah seorang sensor yang baik." Jawab Shino dengan jujur tanpa ada yang dia sembunyikan "Kau ingat setelah dia sakit berminggu-minggu dan itu membuatnmu panik sampai-sampai kau meminta Rokudaime-sama untuk menggantikanmu selama seminggu. Saat dia sembuh, aku ingat kau mengirim Ren untuk mengawasinya tapi dia masih bisa merasakan chakra Ren walaupun jarak Ren dan putrimu itu masih tergolong lumayan jauh."
"Aku tidak menyadarinya..." Balas Naruto yang kemudian tersenyum saat melihat foto Alisa saat dia masih bayi dan ada di gendongannya 'Sepertinya ada banyak hal yang aku tidak sadari tentangmu, putriku.'
"Jadi bagaimana dengan Yuu?"
"Aku berencana memasukkan dia dalam tim 7 yang beranggotakan dia, anak dari Kakashi-sensei dan Najenda-san yang bernama Takuni dan juga Kawaki. Mereka akan dipimpin oleh Konohamaru Sarutobi." Jawab Naruto dan hal itu membuat Iruka dan Shino terkejut atas keputusan Naruto.
-To Be Continued-
AN: What? Kok ada Kawaki? Kawaki ada karena dia itu sosok yang diselamatkan oleh Sasuke setelah dia menghancurkan Kara. Buat Tim Genin di Part 2 kebanyakan ane ngambil dari tim dari Boruto, cuma bedanya tim 3 yang gak bakal ane ganti jadi tim 7 dan Boruto ane gantikan dengan Akane dan sensei di Tim 3 bukanlah Konohamaru tapi murid dan anggota tim Naruto di Part 1. Buat Konohamaru? Dia masih jadi Jounin sensei di tim 7 yang beranggotakan Yuu, Takumi dan Kawaki.
Review:
Untuk saat ini tidak ada. Sekian dan terima kasih...
