Note: Komisi dari seseorang.
Sasuke dan Kushina adalah sepasang kekasih yang baru saja menjalin sebuah hubungan spesial, keduanya sedang di mabuk cinta walaupun belum berhubungan badan layaknya pasangan lainnya. Keduanya saat ini berada di sebuah kereta cepat yang akan mengantarkan mereka berdua pulang ke rumah mereka setelah sekolah mereka berakhir.
Kebetulan situasi di dalam kereta sangat ramai akan penumpang, Sasuke sendiri menggunakan punggungnya untuk melindungi Kushina dari sesaknya orang-orang yang ada di dalam kereta. Kushina tersenyum melihat Sasuke yang melindunginya dari desakan orang-orang disekitar.
Ramainya penumpang seperti ini biasanya menimbulkan suatu kejadian yang tidak di inginkan oleh beberapa wanita seperti pelecehan, Kushina pernah sekali akan di lecehkan oleh seseorang dan kebetulan ada sepupunya yang bernama Naruto berada di dekatnya, jadi orang yang melecehkan dirinya tertangkap basah.
Dan sekarang Sasuke tengah melindunginya. "Terima kasih, Sasuke."
"Sama...samaah."
Kushina mengerutkan dahinya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sasuke, dia mendengar Sasuke seolah mendesah nikmat.
Kushina mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, lalu dia mengambil ponselnya karena ada sebuah pesan dari seseorang. Kedua matanya melihat ke arah layar ponsel saat Naruto, sepupunya mengirimkan sebuah pesan pada dirinya. Pemuda pirang itu mengirimkan dirinya sesuatu.
" Sasuke itu gay."
Tentu saja Kushina tak percaya dengan hal tersebut, dia langsung mengirimkan pesan tak percaya pada Naruto.
"Aku diberitahu temanku yang dekat dengan Sasuke, dia sendiri sering memakai Sasuke."
Dahi Kushina semakin mengkerut saat Naruto membalas pesannya. Dia pun menatap Sasuke yang tengah memenjamkan mata serta menggigit bibir bawahnya seolah tengah menikmati sesuatu.
Kedua mata Kushina melihat sosok pria berkulit gelap dengan berdiri dibelakang Sasuke, pandangan Kushina turun ke bawah, dia melihat gundukan celana Sasuke yang sudah berdiri tegak, mata Kushina mengerjap sekali lagi.
Dia juga melihat tubuh Sasuke yang sudah berkeringat banyak, seragamnya basah akan keringat. Namun yang lebih membuat Kushina terkejut adalah, tangan besar itu masuk ke dalam seragam Sasuke dan meremas dada pemuda itu.
Kushina mengambil ponsel pintarnya lagi, dia mengirim pesan pada sepupunya jika Sasuke sekarang tengah di gerayangi.
"Sudah kubilang kan? Kau tak percaya malah menerimanya."
Serius? Sasuke seperti ini!?
"Dia menembakmu hanya untuk menutupi kelainan seksualnya saja, dasar bodoh."
Kushina menghela napas pasrah, dia baru saja ingin merasakan bagaimana punya pacar, malah menjadi seperti ini. Kushina pun mengirim pesan pada Naruto bahwasannya dia akan menerima sepupunya itu sebagai tunangannya.
"Eh, serius? Aku tunggu di rumah, ada beberapa lingerie seksi yang cocok denganmu."
Kushina merona hebat saat dia mendapatkan pesan vulgar dari Naruto. "Aku tidak tanya itu, bodoh!" Gadis itu menatap ke depan, dia melihat penis Sasuke yang tengah di kocok oleh pria di belakangnya itu.
Sayup-sayup Kushina mendengar desahan nikmat dari keduanya, dia menyipitkan kedua matanya saat itu. "Sepertinya kita tak bisa melanjutkan hubungan ini Sasuke."
Sasuke langsung menatap Kushina, dia memang khawatir dengan pria dibelakangnya itu. "Ke-kenapa?!"
"Yah kau tahulah, tapi jangan khawatir, aku akan menjadi temanmu saja, oke?" Kushina mengeringkan sebelah matanya sebelum dia pergi dari hadapan Sasuke, kereta itu sudah sampai di stasiun tujuannya, Kushina pergi meninggalkan Sasuke yang tengah merapihkan pakaiannya.
"Tu-tunggu Kushina!"
Kushina menulikan telinganya, dia pergi dari stasiun itu dengan menghiraukan pemuda raven tersebut. Berbeda dengan Sasuke yang tengah di gandeng oleh pria bernama A itu. "Aku akan memberikan uang seperti yang kau inginkan Sasuke-chan."
Wajah Sasuke kembali merona, penis kecilnya mulai sesak di dalam seragamnya, lalu dia pun pergi meninggalkan stasiun itu bersama sang pria, tujuan mereka selanjutnya adalah hotel terdekat.
...
..
...
"Yah, walaupun kita sudah pernah berhubungan badan, tapi kau malah menerima Sasuke. Sudah kubilang kan dia gay."
"Iya, iya aku tahu."
Naruto beserta Kushina saat ini tengah berada di kamar yang ada di apartemen milik Naruto. Kushina berada di antara kedua kaki Naruto dan sedang mengulum penis besar pemuda pirang itu.
"Jadi bagaimana lingerie yang kuberikan?" Kedua mata biru itu melihat sebuah pakaian tidur tipis yang dikenakan Kushina. "Tapi ini seksi loh, lihat lekukan tubuhmu yang kelihatan itu, lalu puting susu yang berwarna merah jambu itu terlihat menggoda."
Kushina memutar kedua bola matanya bosan. "Ya, terserahlah, dasar pirang horny."
Naruto tertawa, dia kemudian menarik Kushina untuk duduk di atas pahanya. "Well, kau semakin cantik saja Kushina-chan."
"Gombal!"
"Akhirnya aku menjadi tunanganku."
Kushina hanya tersenyum sebelum akhirnya dia mencium bibir Naruto dengan mesra, dia mengalungkan kedua lengannya pada leher Naruto dan memperdalam ciuman mereka.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
Note, Komisi
