DISCLAIMER: MASHASI KISHIMOTO

WARNINH: TYPO DLL

LEMON

ANAK KECIL JAUH JAUH.

Di dalam sebuah casino, seorang lelaki berambut Raven tengah duduk di meja judi sambil menghitung kemenangan nya malam ini. Dia menumpuk koin yang jika di uang kan mungkin sekitar tiga puluh juta Yen.

Sasuke nama lelaki itu. Dia tersenyum senang atas kemenangan besarnya malam ini. Hanya dengan bermodalkan lima puluh ribu yen, dia bisa mendapatkan uang sebanyak ini.

Sebenarnya Sasuke bukanlah orang yang gila judi. Dia hanya kadang-kadang saja datang ke casino untuk sekedar mencari hiburan, dan dari semua permainan judi nya, malam ini Sasuke mendapatkan kemenangan yang begitu luar biasa. Malam ini Keberuntungan sedang berada bersama nya.

"Dengan semua uang ini, aku bisa membeli rumah baru, hahaha!!.." Ujar Sasuke pada dirinya sendiri.

"Sebaiknya aku pulang, Kaasan dan Sakura pasti sangat senang.."

Sasuke hendak berdiri untuk menukarkan semua koinnya dengan uang asli. Tapi seorang lelaki yang seumuran dengannya datang menghampiri.

"Wow.. Kau menang banyak kawan."

Ujar orang itu sambil duduk di seberang meja.

Sasuke menatap lelaki pirang di depan nya sambil tersenyum angkuh. Dia kenal orang itu yang tidak lain adalah Naruto pemilik dari casino ini.

"Kenapa? Apa kau kesal karena aku mengambil banyak uang darimu?."

"Haha!!, tidak. Justru aku ikut senang dengan kemenangan mu. Namanya kan judi, jadi pasti ada yang kalah dan menang." Ujar Naruto santai.

"Begitu Kah?.. Kalau tidak ada urusan, aku ingin pulang." Ujar Sasuke. Dia tidak berminat berlama-lama mengobrol dengan Naruto.

"Kenapa terburu-buru, belum terlalu malam ini kan?. Bagaimana kalau tinggal sebentar dan bermain denganku. Melihat keberuntungan mu, mungkin kau bisa mendapatkan dua kali lipat dari uangmu sekarang?."

Sasuke tertarik dengan ucapan Naruto. Karena lelaki itu pemilik dari tempat ini, pasti dia punya banyak uang kan?, dan karena dirinya sedang beruntung, jadi Sasuke mengiyakan ajakan Naruto.

"Boleh, mau main apa?."

"Yang mudah saja. Samgong."

Permainan samgong sangat mudah, bahkan anak-anak pun bisa memainkannya. Pemain di beri tiga kartu dan mereka hanya perlu mengumpulkan maksimal tiga puluh poin. Jika melewati angka itu, kartu di anggap hangus.

Kartu AS Di hitung satu sementara kartu, J, Q, dan K, di hitung sepuluh.

"Baiklah, jangan marah kalau aku mengambil lebih banyak uangmu."

"Hahaha!!.. Aku suka keyakinan mu."

Naruto menjentikan jarinya dan salah satu anak buahnya mendekat.

"Ambilkan aku koin sebanyak yang dia punya."

"Haik!, Naruto-sama."

"Agar adil, kau boleh meminta salah satu pengunjung untuk membagikan kartu." Ujar Naruto pada Sasuke.

Lelaki berambut raven itu mencari pengunjung lain untuk di mintai tolong. Tidak banyak orang yang menganggur. maksutnya, mereka kebanyakan sibuk dengan permainan mereka sendiri.

Di saat Sasuke mencari, dari belakangnya lewat sorang wanita seksi berambut pirang pucat dengan pakaian terbuka.

"Hey nona, bisa tolong kami sebentar?."

Ino nama wanita itu. Dia menoleh saat merasa di panggil.

"Ya?."

"Bisa tolong membagi kartu untuk kami?."

"Aku?, Em.. Baiklah." Ujar nya tidak keberatan.

"Siapa namamu?." Tanya Naruto pada wanita yang Sasuke pilih

"Ino, Yamanaka Ino."

"Nama yang cantik, seperti orang nya, Hehe... Nanti kalau aku menang, akan ku beri hadiah." Ujar Naruto sambil mengedipkan satu matanya.

Ino tersenyum malu atas godaan Naruto. Dia menanggapinya dengan tersenyum manis sambil mengangguk.

"Bisa kita mulai?." Ujar Sasuke saat orang yang tadi Naruto suruh mengambil koin telah datang.

"Tentu."

Setelah memberi tahu Ino permainan apa yang akan mereka mainkan, wanita seksi itu mulai mengocok kartu. Dia cukup ahli melakukannya. Ino membagi satu per satu kartu di mulai dari Naruto, dan setelah mereka mendapat tiga kartu, Ino meletakan sisanya di tengah-tengah.

"Kau yang tentukan taruhan." Ujar Sasuke.

Tanpa menjawab, Naruto mendorong seperempat dari koin milik nya. Melihat hal itu, Sasuke juga melakukan hal yang sama.

Sasuke membuka ketiga kartunya. Dia punya J, 10, dan kartu AS. dengan kata lain dia baru mengumpulkan angka dua puluh satu.

"Kau duluan." Ujar Sasuke pada Naruto.

Lelaki pirang itu baru punya lima belas poin. Jadi dia meminta Ino untuk memberinya kartu lagi. Setelah Ino memberi nya satu kartu, Naruto membukanya. Dia mendapatkan kartu K.

"Lagi!." Ujar Naruto karena baru mendapatkan dua puluh lima poin. Cukup beresiko sebenarnya, tapi dia merasa tidak bisa menang dengan dua puluh lima poin. Tapi sial nya dia malah mendapatkan kartu angka 7.

"Giliran Mu." Ujar Naruto tanpa menunjukan ekspresi kesal.

Sasuke meminta Ino memberinya satu kartu, dan dengan keberuntungan nya, dia mendapatkan angka 8.

"Cukup!." Ujar Sasuke karena telah mengumpulkan dua puluh sembilan poin.

Mereka menunjukan kartu masing-masing dan Sasuke tersenyum karena memenangkan permainan.

"Sepertinya kau memang sangat beruntung." Ujar Naruto santai meski baru saja kalah.

"Begitulah." Jawab Sasuke singkat.

Mereka melanjutkan permainan, dan yang kalah akan menentukan taruhan berikutnya. Sekali lagi, Naruto mendorong setengah dari koin yang masih dia punya, dan Sasuke mengikutinya.

Sekali lagi, Ino membagikan kartu untuk mereka. Padahal dia tidak ikut bermain, tapi kenapa dia merasa gugup?. Mungkin karena banyaknya taruhan mereka.

Naruto membuka tiga kartu yang dia punya. Kali ini dia mendapatkan kartu 10, 7 dan 3. Naruto meminta Ino untuk memberinya kartu lagi dan dia mendapatkan kartu 9. Dengan begini, dia telah mengumpulkan dua puluh sembilan poin.

"Giliran Mu."

Ujar Naruto pada Sasuke. lawannya tidak menambah kartu, tapi langsung membuka ketiga kartunya.

"Kau menang lagi." Ujar Naruto santai saat melihat Sasuke punya kartu 10, J, dan Q."

"Ini malam keberuntunganku." Ujar Sasuke senang sambil menarik semua koin di tengah meja.

Permainan berikutnya, Naruto mempertaruhkan semua koin nya, dan Sasuke juga mempertaruhkan jumlah yang sama seperti Naruto.

Dan dengan keberuntungan nya, Sasuke memenangkan permainan lagi.

"Ah!, sial." Ujar Naruto setelah koinnya habis.

Sasuke hanya tersenyum memandang Naruto. Semua koin yang di punya, jika di uang kan mungkin kurang lebih enam puluh juta Yen. Ini benar-benar kemenangan besar, atau terlalu besar?. Dengan uang ini, dia bisa membuka usaha, membeli rumah, dan mobil. Hebat nya, dia hanya membawa modal lima puluh ribu Yen. Mungkin ini yang di namakan dengan kaya mendadak.

"Kalau kau masih punya uang, aku tidak keberatan bermain denganmu lagi." Ujar Sasuke terdengar agak mengejek.

Naruto hanya tersenyum, dia kembali meminta anak buahnya mengambil koin dengan jumlah yang sama seperti milik Sasuke. Dan begitu anak buahnya itu kembali, Naruto langsung mendorong semua koin itu ke tengah meja.

"Kau berani?." Ujar Naruto santai.

Sasuke menatap semua koin yang Naruto pertaruhkan. Malam ini dia sedang sangat beruntung, dan jika dia menang lagi, seratus dua puluh juta Yen akan dia bawa pulang. Membayangkan semua uang itu membuat Sasuke terlalu senang.

"Tentu saja". Ujar Sasuke. Dia mendorong semua koin milik nya ke tengah meja.

Tangan Ino berkeringat melihat jumlah taruhan mereka. Dia mengocok kartu lalu membagikannya pada Naruto dan Sasuke.

Saat mengambil kartunya, Sasuke merasa gugup, tapi dia tersenyum senang saat melihat jumlah poin milik nya. 9, 10 dan, K. Memang bukan poin sempurna, tapi sasuke sangat yakin bisa menang dengan dua puluh sembilan poin.

" Melihat kau tersenyum, sepertinya kau punya kartu bagus." Ujar Naruto santai. Dia sudah mengumpulkan dua puluh enam poin, tapi melihat senyum Sasuke, Naruto merasa akan kalah dengan poin segitu.

"Menurutmu begitu?".

"Sepertinya aku tidak punya pilihan. Ino-chan?, apa kau orang yang beruntung?." Ujar Naruto bertanya pada Ino.

"Eh!, aku?."

"Iya."

"E-entahlah, aku tidak tau. Tapi tadi aku memenangkan permainan, padahal baru pertama kali berjudi."

"Itu artinya kau beruntung, dan aku akan meminjam keberuntungan mu." Ujar Naruto menggoda sambil mengedipkan matanya.

"Apa kau akan terus bicara?!. Ujar Sasuke yang sudah tidak sabar karena yakin akan menang.

" Hehe.. Maaf. Ino-chan, tolong beri aku satu kartu lagi, dan aku ingin kau langsung membukanya."

Ino mengangguk dengan gugup. Sial, padahal dia hanya membantu, tapi kenapa dia bisa se gugup ini sih!. Ino mengambil satu kartu, dan seperti perintah Naruto, dia membuka nya langsung.

"AS!." Ujar Ino setelah melihat kartu yang baru dia buka.

"Lagi!, aku butuh angka tiga." Ujar Naruto tenang.

"Ka-kau yakin?." Ujar Ino gugup. Jika Naruto butuh angka tiga, itu artinya Naruto sudah punya dua puluh tujuh poin, sangat beresiko jika menambah kartu lagi.

"Tentu saja."

Sasuke yang mendengar ucapan Naruto lebih percaya diri jika akan menang. Hanya ada empat kartu dengan angka 3 di antara banyaknya kartu yang masih tersisa.

Masih dengan kegugupan nya, Ino mengambil satu kartu lagi, dan seperti perintah Naruto, dia langsung membuka nya.

"T-tiga!." Ujar Ino tidak percaya. Bahkan Sasuke yang mendengarnya sampai berdiri.

"Wow.. Kau memang memiliki keberuntungan Ino-chan. Sepertinya aku harus menikahi mu, hehe.."

"Eh? Ah! Terimakasih." Ujar Ino yang bingung harus menjawab apa.

"Giliran Mu Sasuke. Apa kau ingin menambah kartu." Ujar Naruto sangat santai.

"Agar kau bisa lebih mudah memutuskan, aku akan menunjukan kartuku." Ujar Naruto lalu membuka ketiga kartu pertamanya. J, J, dan, 6. Itulah kartu pertamanya. Di tambah dengan kartu AS dan 3, maka Naruto punya poin sempurna.

"Tambah!." Ujar sasuke tidak punya pilihan. Jika dia mendapatkan AS, maka poin akan seri.

Ino mengambil satu kartu untuk Sasuke. lelaki itu mengambilnya dan dengan pelan, mengintip kartu itu.

"SIALAN!!." Ujar Sasuke sambil membanting semua kartunya. Dia mendapatkan kartu angka 8 yang membuat nya melebihi tiga puluh poin.

"Hehe, aku menang." Ujar Naruto lalu mengambil semua koin di tengah meja.

Sasuke merasa emosi! Uang yang sudah berada di tangan lenyap begitu saja.

"Beri aku pinjaman. Kita main lagi!." Ujar Sasuke yang merasa kesal. Sepertinya emosinya tidak terkendali karena semua uang nya lenyap.

Jika di pikir lagi, Sasuke hanya kalah lima puluh ribu Yen. Itu modal yang dia bawa. Tapi karena sudah mendapatkan enam puluh juta Yen dan uang itu hilang begitu saja, Sasuke merasa sangat kesal.

"Maaf, di sini bukan Bank jadi kami tidak melayani pinjaman, hehe..." Ujar Naruto sambil tertawa.

"Ah!, tapi kalau kau punya sesuatu untuk di pertaruhkan, maka aku bersedia bermain lagi."

Sesuatu untuk di pertaruhkan?. Hanya Mobil dan rumah yang dia punya, itupun atas nama ibu nya. Dia punya uang dari hasil dia bekerja selama ini. Tapi uang itu juga di pegang sang Ibu.

"Kalau kau tidak punya uang lagi, aku akan pergi. Ino-chan, bisa bantu aku membawa semua koin ini? Nanti ku beri hadiah." Ujar Naruto sambil mengedipkan matanya nakal.

Ino mengangguk lalu mulai menata semua koin itu di atas nampan yang anak buah Naruto bawa.

Sasuke berfikir. dia kalah satu kali dari empat permainan. Dia merasa masih memiliki keberuntungan.

"Akan ku pertaruhkan rumahku, tapi kau harus mempertaruhkan semua koin yang kau punya."

"Tidak!. Aku sudah tau rumah mu, dan ku pikir rumahmu tidak sebanyak semua uang ini jika di jual." Ujar Naruto menolak.

"Brengsek!, apa kau jadi pengecut." Ujar Sasuke penuh emosi. Dia masih membayangkan semua uang nya yang tadi dia dapatkan.

"Aku akan bermain jika kau punya sesuatu yang sepadan dengan semua uang ini!". Ujar Naruto sambil tersenyum mengejek.

Sasuke sangat emosi melihat senyum Naruto. dia masih merasa bisa menang jika bermain lagi.

" Istriku!, aku akan mempertaruhkan istriku!."

Naruto berhenti menata koin itu ke atas nampan. Dia menatap Sasuke sambil menyeringai.

"Aku suka orang yang berani." Ujar Naruto pada Sasuke.

Dia menuangkan semua koin nya di atas meja lalu berkata.

"Ayo main."

Sasuke menatap Naruto serius. Dia lalu meminta Ino untuk kembali membagikan kartu.

Ino merasa bahwa sasuke sudah gila. Dia bahkan tega mempertaruhkan istrinya di atas meja judi. Tapi itu bukan urusan nya, Biarkan saja Sasuke dengan ke gilaan nya.

Setelah mendapat masing-masing tiga kartu. Mereka mengambil dan melihat poin yang mereka punya. Naruto punya dua puluh satu poin dan sasuke dua puluh poin.

"Kau duluan." Ujar Naruto santai.

Sasuke meminta Ino memberinya kartu, dan dia mendapatkan kartu 9. Dengan begini, dia punya dua puluh sembilan poin.

"Giliranmu!." Ujar Sasuke setelah merasa cukup dengan poin milik nya.

"Aku pinjam keberuntunganmu lagi ino-chan. Aku sudah punya dua puluh satu poin, dan aku butuh angka sembilan." Ujar Naruto pada Ino sambil tersenyum. Dia terlihat santai berbeda dengan Sasuke yang tampak gugup.

Ino memberi satu kartu untuk Naruto dan lelaki pirang itu meminta nya untuk langsung membuka nya.

"Se-sembilan." Ujar Ino tidak percaya.

Sasuke melotot melihat kartu angka sembilan itu, dan saat Naruto membuka semua kartunya, Sasuke merasa tubuh nya lemas.

"Aku punya tiga puluh poin. Jika kau tidak memiliki poin yang sama, istrimu menjadi miliku." Ujar Naruto sambil menyeringai.

Sasuke menatap semua kartu di tangannya yang hanya dua puluh sembilan poin. Dia meletakan kartunya di atas meja lalu menunduk sambil menjambak rambutnya.

"Istrimu menjadi miliku, hehe.." Ujar Naruto sambil menyeringai senang.

"Aku tidak sabar mencicipinya, HAHA!!."

"BRENGSEK!!!." Ujar Sasuke pada Naruto. Tapi lelaki pirang itu hanya tersenyum.

"Tidak usah marah begitu, beginilah judi. Tenang saja, aku tidak akan menyuruhmu menceraikan nya, aku hanya akan datang ketika ingin bercinta dengan istrimu saja. HAHAHA!!!." Ujar naruto sambil tertawa senang. Siapa sangka malam ini dia akan memenangkan istri orang. Lumayan untuk sekedar bermain-main.

"Mau main lagi?, mungkin sekarang kau bisa mempertaruhkan Ibu mu, hehe."

"Sialan!!, kau mau ku hajar?." Ujar Sasuke emosi.

"Kalau tidak mau ya sudah. Ayo Ino-chan, kita nikmati kemenangan ini." Ujar Naruto sambil membawa pergi semua koin di atas meja.

.

.

.

.

.

PLAK!!!

Suara tamparan terdengar keras di dalam kediaman Uchiha. Pelaku penamparan itu adalah Mikoto yang dengan begitu kuat nya menampar Sasuke.

Dia baru saja mendengar dari lelaki pirang yang kini duduk santai di sofa ruang tamunya jika Sasuke mempertaruhkan istrinya di meja judi dan kalah. Wajar jika Mikoto langsung menampar anak nya setelah mendengar kabar itu dari Naruto. Bahkan menurutnya tamparan saja tidak cukup.

"Kau sudah gila hah!!!" Teriak Mikoto marah pada Sasuke. Tapi anak nya itu hanya diam tidak bisa mengatakan apa-apa karena dirinya memang salah.

Mikoto menatap sang menantu yang tidak lain adalah Sakura. Menantunya itu tengah menunduk sedih karena merasa tidak di hargai.

"Begini Naruto, aku akan membayar dengan uang saja, Jangan bawa Sakura." Mikoto jelas tidak mau jika lelaki pirang itu membawa menantunya.

"Sungguh?, Nah begitu lebih mudah. Kalau begitu aku mempertaruhkan seratus dua puluh juta Yen. Dengan kata lain, kau harus memberiku uang dengan jumlah itu." Ujar Naruto santai.

Mikoto melotot mendengar jumlah yang Naruto sebutkan, dia tidak punya uang sebanyak itu. Bahkan jika rumah ini di jual, Mikoto yakin masih belum cukup untuk menutupi kekurangan nya.

"A-aku tidak punya uang sebanyak itu."

"Sayang sekali, kalau begitu Sakura tetap milikku. Oh.. Dan jangan salah paham, aku tidak akan membawa Sakura. Aku hanya akan datang ketika ingin bermain saja, hehe."

Mikoto tau apa maksud dari bermain yang Naruto maksud. Dia melihat menantunya dan sudah sewajarnya jika Sakura menangis.

"Karena semua sudah jelas, jadi aku pulang dulu." Ujar Naruto. Dia berdiri, lalu mendekati Sakura. Dia mengangkat dagu Sakura yang menunduk lalu mencium bibir nya.

Jelas saja apa yang Naruto lakukan membuat semua nya terkejut. Sasuke hampir berdiri dan meninju Naruto. Tapi dia tidak melakukannya kerena teringat jika telah menjadikan Sakura taruhan di meja judi dan kalah.

"Besok aku akan datang Sakura, jadi tunggu aku, oke." Ujar Naruto sambil tersenyum senang. Setelah mengatakan itu, Naruto pergi dari kediaman Uchiha.

Sakura berdiri dari duduk nya, dia mendekati Sasuke dengan air mata membasahi pipi nya lalu menampar Sasuke sekuat tenaga.

PLAK!!!.

"Aku membencimu!." Ujar nya lalu pergi ke kamar.

Sasuke hanya diam mendapat tamparan dari istri nya, sangat wajar dia mendapatkan itu setelah apa yang dia lakukan. Dia sangat menyesal mempertaruhkan Sakura di meja judi, tapi rasa penyesalan nya tidak berguna sekarang.

"Aku menyesal melahirkan anak seperti timu. Mendiang ayah mu pasti sangat kecewa Sasuke." Ujar Mikoto. Dia pergi meninggalkan anak nya di ruang tamu dan menyusul Sakura ke dalam kamar.

"Arrhhhgg brengsek!." Teriak Sasuke sambil menjambak rambut nya.

TBC.

Muahahaha... Siapa yang kemarin kesel pas gw bilang mau bikin fic SasuKushi?.

Kenak prank nya kalian, hehe.

Tapi gw masih bingung kenapa pada gak suka SasuKushi. Padahal gak ada bedanya sama lemon yang lain.

kalau membicarakan Lemon NTR, dari pada SasuKushi, lebih heboh RaikagexKushina kan?

Penasaran gw sama respon kalian kalau gw bikin RaikagexKushina. Pasti muncul lah kata mutiara dari kalian, ya kan?...