DISCLAIMER: MASHASHI KISHIMOTO
WARNING TYPO DLL
LEMON
ANAK KECIL JAUH-JAUH!!!...
Sudah sepuluh hari berlalu sejak Naruto mulai masuk kedalam keluarga Uchiha, dan dalam rentan waktu itu banyak hal yang berubah. Salah satunya adalah Sasuke yang sering pulang malam. Suami Sakura itu enggan pulang tepat waktu karena selalu melihat Naruto mencoba bermesraan dengan Sakura. Dia lebih memilih pulang malam berharap jika saat dirinya pulang, Naruto sudah pergi dari rumahnya.
Sakura juga mulai berubah. Dia tidak takut ataupun terkejut lagi saat Naruto datang. Bukan dia menerima semua perlakuan Naruto, tapi lebih ke pasrah karena tidak memiliki cara untuk membuat Naruto berhenti untuk datang ke rumah dan mencumbu dirinya. Sakura masih tetap pasif saat Naruto mencumbu dirinya di atas ranjang meski beberapa kali dia hampir lepas kendali. Jujur saja bahwa setiap cumbuan Naruto terasa nikmat tapi sebagai istri Sasuke, Sakura mencoba menguatkan diri untuk setidaknya tidak terlihat menikmati cumbuan Naruto.
Ada perubahan juga pada Mikoto meski perubahan itu hanya di ketahui dirinya sendiri. Dia hampir setiap hari melihat Naruto dan Sakura bercinta karena sial nya, lelaki pirang itu tidak peduli dengan tempat. Naruto akan bercinta dengan Sakura di mana saja. Dapur, meja makan, ruang tamu bahkan kamar Mikoto sendiri pernah di jadikan tempat oleh Naruto mencumbu Sakura. Lelaki itu seakan ingin menunjukan bagaimana dia mencumbu Sakura pada Mikoto. Dan karena hal itulah perubahan mulai terjadi pada Mikoto.
Mikoto adalah janda yang di tinggal mati sudah sejak enam tahun yang lalu, dan selama itu pula Mikoto hanya bisa manahan nafsunya karena sudah tidak ada sang suami untuk di ajak bercinta. Lalu bagaimana reaksi seorang wanita yang tengah menahan nafsunya di suguhi adegan sex secara langsung?. Bagi Mikoto, hal itu membuat nafsunya tidak terkendali. Bayangan bagaimana Naruto mencumbu Sakura selalu bersliweran di kepalanya, dan untuk meredakan nafsunya, Mikoto hanya bisa menggunakan jari-jari nya saja. Gila nya lagi saat Mikoto ber masturbasi dia selalu membayangkan Naruto tengah mencumbu tubuh nya.
Contoh nya seperti saat ini.
Mikoto tengah berbaring di ranjangnya. Tubuh nya telanjang bulat dan pahanya terbuka lebar dengan lutut tertekuk ke atas. Jari lentiknya tidak berhenti keluar masuk di dalam vaginanya sendiri sambil mendesah. Matanya terpejam sambil membayangkan Naruto tengah menindih sambil menggenjot tubuh nya dengan cepat.
"Ohhh... Naruto!, kumohon lebih cepat. Ahhh... Ahhh... Ahhh... Aku hampir sampai. Aku menginginkan spemamu Naruto!!... Ohhh." Ujar mikoto sendirian.
Sambil membayangkan Naruto menggenjot tubuhnya dengan cepat, Mikoto juga menggerakkan jari di dalam vaginanya dengan cepat. Lalu beberapa saat kemudian, Mikoto mendesah nikmat saat mencapai orgasme.
"Ohhh... Aku keluar Naruto!!.. KYYYAAAAAHHHHHH..."
tubuh Mikoto melengkung sambil merapatkan pahanya. Dada nya membusung seksi sambil tersenyum puas.
Beberapa saat setelah orgasmenya mereda, Mikoto mencabut jari dari dalam vaginanya. Matanya terbuka untuk melihat bahwa jarinya basah oleh cairannya sendiri. Jika ada yang melihat dirinya dalam keadaan seperti ini, Mikoto pasti akan sangat malu.
Mikoto mendudukkan tubuh nya di atas ranjang setelah kegiatannya selesai. Tapi begitu dirinya terduduk, Mikoto terkejut setengah mati saat melihat seorang lelaki berambut pirang tengah besi dekap di ambang pintu yang terbuka lebar sambil tersenyum menunjukan deretan giginya.
"Aku senang melihatmu masturbasi sambil membayangkan ku, Mikoto. Ohh.. Dan desahan mu sungguh seksi." Ujar orang itu yang tidak lain adalah Naruto.
"S-sejak kapan kau berada di situ?!!." Ujar Mikoto masih dengan rasa terkejutnya. Dia buru-buru menutupi tubuh telanjang nya dengan selimut agar Naruto tidak melihat tubuh polosnya.
"Sejak kau mulai. Kau terlalu menikmati masturbasi mu sampai tidak menyadari ku?." Jawab Naruto sambil berjalan mendekat dan duduk di sisi ranjang.
Sejak dia mulai?. Itu artinya Naruto juga mendengar ucapan nakal nya.?
"Kenapa tidak langsung minta saja kalau kau memang sangat menginginkan spermaku hem?, Dengan senang hati aku akan memberikannya padamu." Ujar Naruto sambil tersenyum nakal.
Mikoto hanya bisa menunduk malu. Dia menyesal Kenapa tadi dia tidak mengunci pintu. Terlebih lagi, sejak kapan Naruto datang ke rumah nya?.
"Keluar!."
"Kanapa? Bukankah kau menginginkan spermaku, hehe."
"Ku bilang keluar Naruto!!." Ujar Mikoto lagi. Dia merasa sangat malu dan ingin sendirian.
"Hehe.. Oke. Lain kali tidak perlu main sendiri, panggil saja aku. Dengan senang hati akan ku berikan sperma ku sebanyak yang kau mau, dan tentu saja di dalam vaginamu, hehe.." Setelah mengatakan itu, Naruto meninggalkan Mikoto sendiri di dalam kamar. Lelaki itu tersenyum senang sambil memikirkan bahwa sebentar lagi mainannya akan bertambah.
Mikoto menutup wajahnya dengan kedua tangan, wajah nya masih memerah karena malu. Otaknya memikirkan ucapan Naruto barusan. Jika Mikoto mau dia hanya perlu meminta pada Naruto dan lelaki itu akan memberinya sebuah kenikmatan.
"Tidak!. Aku tidak boleh kalah oleh nafsuku sendiri." Ujar Mikoto pada dirinya sendiri. Padahal jika di ingat sebenarnya Mikoto sudah kalah oleh nafsunya karena baru saja dia bermasturbasi sambil membayangkan Naruto.
Tapi biarlah, mungkin di sini maksud Mikoto adalah dia tidak akan menyerahkan tubuhnya pada Naruto.
Setelah kejadian itu, Naruto samakin intens memberi Mikoto cobaan, Cantoh nya seperti sekarang ini. Naruto tengah mencumbu Sakura di meja makan yang menyatu dengan dapur, dan aksinya itu di lihat oleh Mikoto yang tengah berdiri di balik counter dapur.
Awalnya Mikoto tengah membuat makan malam besama Sakura, tapi lelaki pirang itu tiba-tiba saja datang dan langsung membawa Sakura ke meja makan.
"Ahh... Naruto!, kumohon jangan disini!." Ujar Sakura yang merasa malu karena di lihat mertuanya. Saat ini Naruto tengah menciumi lehernya dengan penuh nafsu sambil meremas kedua payudaranya.
" Aku mau nya disini." Ujar Naruto sambil tersenyum memandang wajah Sakura. Dia langsung membalik tubuh Sakura dan mendorongnya untuk membungkuk di atas meja makan, dan tanpa berlama-lama, Naruto menyingkap rok Sakura ke atas lalu menurunkan celana dalam Sakura sampai sebatas lutut. Naruto mengeluarkan penis nya dari balik celana lalu bersiap memasukannya kedalam vagina Sakura.
SLEP!!!.
"AHHH... " desah Sakura saat merasakan penis Naruto masuk dedalam vaginanya.
Naruto mulai menggerakan pinggulnya sambil memandang Mikoto dengan senyum nakal. Dia seakan mengatakan pada MILF seksi itu bahwa dirinya bisa memberikan kenikmatan ini pada Mikoto.
Sadar sang mertua menatap dirinya. Sakura memalingkan wajahnya ke samping. Terlebih dirinya tidak bisa menahan desahan nikmat setiap kali penis Naruto bergerak di dalam vaginanya.
"Enak kan?." Ujar Naruto menggoda. Tentu saja Sakura hanya diam tanpa ingin menjawab ucapan Naruto.
Untuk memberi Mikoto tontonan yang lebih menarik, Naruto memegang lengan Sakura, lalu lelaki pirang itu membawa Sakura berdiri dan menghadapkan nya pada Mikoto.
"Ahh... Naruton, ku mohon berhenti." Ujar Sakura yang tidak bisa menahan rasa malu nya.
"Uhh... Kita baru mulai Sakura. Masih lama untukku merasa puas." Ujar Naruto sambil terus menggerakkan pinggulnya.
Sakura hanya bisa terus mendesah menerima setiap sodokan penis Naruto pada vaginanya. Nikmat?, tentu saja, tapi Sakura enggan mengakuinya meski dari desahannya sudah jelas bahwa Sakura ke enakan.
Mikoto hanya berdiri diam melihat tubuh menantunya terus terhentak oleh perbuatan Naruto. Entah kenapa dia tidak ingin meninggalkan tempatnya dan terus ingin menonton. Jelas bahwa Mikoto merasa bernafsu dan pikiran gilanya membayangkan dirinya berada di posisi Sakura.
"Naruto!, keluarr... A-aku sampai!, KYYYAAAAAAAHHHHHH..."
Sakura mencapai orgasme pertamanya. Tubuh nya menegang sambil mejinjit tinggi saat gelombang kenikmatan itu seperti meledak.
Nafas Mikoto memberat melihat menantunya mencapai orgasme. Vaginanya terasa basah hanya dengan melihat mereka bercinta. Tapi tiba-tiba saja Mikoto mendapat setitik kesadaran. Dia menggeleng untuk mengusir pikiran gila di kepalanya lalu lebih memilih meninggalkan mereka. Mikoto takut jika dirinya tetap di sana maka dia akan lepas kendali.
Melihat Mikoto pergi, Naruto hanya tersenyum senang. Dia sadar jika tadi Mikoto sangat bernafsu, hal itu terlihat jelas dari nafas Mikoto yang tampak berat dengan wajah memerah. Jika terus begini, maka akan mudah bagi Naruto untuk mendapatkan Mikoto. Jujur saja dirinya penasaran untuk mencicipi tubuh MILF seksi itu.
Naruto melihat Sakura yang tengah mengatur nafas setelah orgasme. Untuk mencicipi Mikoto bisa di lakukan lain kali, sekarang dia ingin fokus pada Sakura dulu.
Naruto mencabut penisnya dari dalam vagina Sakura, setelah itu dia memutar tubuh Sakura agar saling berhadapan.
"Tadi desahan mu terdengar sangat seksi. Apa memang senikmat itu Sakura?." Ujar Naruto menggoda.
Sakura memalingkan wajah nya karena malu. Jujur tadi dia lepas kendali saat mencapai klimaks dan mendesah dengan penuh nikmat.
"Kita lanjutkan!." Ujar Naruto yang sadar bahwa Sakura tidak akan menjawab ucapannya. Sebelum Naruto memasukan penisnya, dia menelanjangi Sakura lebih dulu. Setelah itu, dalam posisi saling berhadapan, Naruto mengangkat satu kaki Sakura sampai kepinggang nya dan kembali memasukan penis nya.
Slep.
"OHHH..." Desah Sakura saat sekali lagi penis Naruto masuk kedalam vaginanya. Dia memejamkan mata merasakan unjung penis Naruto menyentuh rahim nya.
Naruto mulai bergerak dan Sakura hanya terus mendesah. Tapi entah sadar atau tidak, Sakura terlihat sedikit tersenyum seakan menikmati sentuhan Naruto.
"Ohhh... Naruto!, Ahhh... Ahhh... Ahhh..." desah Sakura. Tangannya secara utomatis melingkari leher Naruto dan wajahnya mendongak keatas sambil terus mendesah.
Naruto tersenyum melihat reaksi Sakura. Jelas sekali bahwa istri Sasuke ini mulai terlihat menikmati sentuhanya. Sakura sudah tidak menahan desahannya seperti saat Naruto bercinta dengan Sakura di awal.
"Nikmat kan?." Ujar Naruto sambil menatap wajah Sakura yang matanya terpejam sambil terus mendesah.
"Ahhh... Ahhh... Ahhh..., iya, nikmat sekali." Ujar Sakura tanpa sadar. Tapi sesaat kemudian Sakura membuka matanya sambil menghindari tatapan Naruto setelah menyadari apa yang baru saja dia katakan.
"Aku suka kalau kau jujur." Ujar Naruto menggoda.
"Akan ku beri yang lebih nikmat." Ujar Naruto lagi dan di lanjutkan dengan menggerakkan pinggulnya semakin cepat.
"Ohhh... Naruto? Kau terlalu cepat, Ahhh... Ahhh... Ahhh..." Desah Sakura semakin tidak terkendali.
"Uhh.. Tidak apa Sakura. Kau merasa lebih nikmat kan?."
"Ku mohon Naruto!, ohhh... Su-sudah. " Ahhh... Ahhh... Ahhh..." Ujar Sakura yang semakin tidak bisa menahan kenikmatan yang Naruto berikan.
"Ahhh... Sebentar lagi Sakura."
Gerakan Naruto semakin menggila membuat Sakura kembali merasa akan keluar. Kenikmatan itu berkumpul di vaginanya lalu meledak dengan dahsyat.
"Ahhh... Aku keluar Naruto..., KYYYAAAAAAHHHHHHH..." Ujar Sakura dan di teruskan dengan mendesah panjang. Sekali lagi tubuhnya menegang dalam kenikmatan sambil mendongakkan wajah nya keatas.
"Uhh!, aku juga Sakura!, GUUHHHHH..." Naruto menekan penisnya semakin dalam lalu menyemburkan spermanya di dalam vagina Sakura.
Setalah orgasme mereka mereda, Naruto menatap Sakura sambil tersenyum lembut. Dia membelai kepala Sakura dengan sayang seakan memberi wanita itu perhatian.
"Capek?." Ujar Naruto.
Sakura mengangguk dengan maksud agar Naruto akan berhenti. Tapi tampaknya hal itu percuma saja kerena setelah Sakura mengangguk, Naruto justru menuntunnya untuk duduk di sisi meja dengan penis lelaki itu yang masih berada di dalam vaginanya.
"Sebentar lagi ya?, aku masih mau." Ujar Naruto dengan lembut.
Sakura kembali mendesah ketika Naruto mulai bergerak. Harusnya dia tau jika tidak mungkin bagi Naruto untuk merasa puas hanya dengan sekali orgasme. Lelaki pirang ini memiliki stamina yang besar yang selalu membuat Sakura kewalahan ketika melayani Naruto.
"Ahhh... Naruto!, pelan-pelan, Ohhhh..." Ujar Sakura sambil mendesah.
"Uhh... Vaginamu terlalu nikmat Sakura!, aku tidak bisa menahan diri!, Ahhh..."
Hentakan pinggul Naruto bertambah cepat dan kuat seiring berjalannya waktu. Bahkan meja makan yang mereka gunakan sampai bergeser.
"Ohhh... Naruto! Ku mohon!, aku tidak bisa menahannya kalu seperti ini." Ujar Sakura yang merasa kewalahan oleh gerakan cepat Naruto. Rasanya terlalu nikmat sampai Sakura sendiri hampir melupakan segalanya.
"Tidak perlu di tahan. Keluarkan saja Sakura." Ujar Naruto tersenyum sambil memandang wajah Sakura di depannya.
"Ssshhh... Aku keluar lagi!.. KYAAAHHHHHHHHHHHH..." Desah Sakura penuh rasa nikmat saat sekali lagi dirinya mencapai orgasme. Tubuhnya melengkung kebelakang sambil membusungkan dadanya tinggi-tinggi.
Setelah orgasme nya mereda, Sakura merasakan bahwa Naruto masih bergerak. Tubuh nya sudah sangat lelah kerena telah mencapai orgasme sebanyak tiga kali. Jadi Sakura lebih memilih menjatuhkan tubuhnya kebelakang untuk berbaring di atas meja makan karena kelelahan.
Entah berapa lama lagi Sakura harus melayani Naruto jika menunggu lelaki itu puas. Yang jelas saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Naruto merasa lelah.
Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dan seperti biasa, malam ini Sasuke enggan untuk pulang. Dia tengah berada di apartemen teman sekantor nya yang tidak lain adalah Kiba sambil meneguk minuman Beralkohol.
"Bukan nya aku mau mengusir mu, tapi apa tidak sebaiknya kau pulang?." Ujar Kiba sambil menatap Sasuke yang duduk di seberang meja.
Jika di pikir temannya ini mulai berubah setelah terakhir kali pergi ke chasino itu. Sasuke menjadi aneh, Kadang terlihat murung, frustasi, lalu marah-marah untuk hal sepele. Kiba masih tidak tau masalah apa yang di alami Sasuke kerena temannya itu masih belum mau bercerita.
"Hah.." Desah Sasuke terdengar lelah. Dia menyandarkan punggung nya kebelakang sambil melihat langit-langit.
"Apa aku boleh menginap di sini?." Ujar Sasuke tiba-tiba. dia enggan pulang ke rumah karena pasti hanya akan di suguhi adegan sex Naruto dan istri nya.
"Tentu saja. Tapi kalau boleh memberi saran, sebaiknya kau pulang dan bicarakan masalahmu dengan Ibu dan istrimu. Masalah tidak akan selesai jika kau terus menghindarinya." Ujar Kiba memberi nasihat.
Memang Kiba tidak tau apa masalah Sasuke. Tapi melihat Sasuke menghindari keluarganya, Kiba berfikir jika masalah yang Sasuke hadapi adalah masalah keluarga pada umumnya.
Sasuke mengakui jika ucapan Kiba memang benar. Tapi dalam kasusnya, apa yang mau di bicarakan?. Minta maaf?, Sasuke sudah mengatakannya berkali-kali, dan seakan tuli, Sakura hanya mengabaikan nya.
Masalah tidak akan selesai hanya dengan minta maaf dan memaafkan. coba bayangkan andai saja Sasuke dan Sakura memang berbaikan. lalu bagaimana mereka harus saling bersikap ketika Naruto datang untuk mencumbu Sakura?. Apa Sasuke dan Sakura harus menerima begitu saja seolah tidak terjadi apa-apa?. Atau justru menyambut kedatangan Naruto sambil mengatakan seperti ini?.
'oh!, Sakura!.., Naruto datang untuk bercinta denganmu, tolong layani dengan baik ya'.
'Haik! Sasuke-kun. kau tenang saja, aku akan melayani Naruto dengan baik sampai dia keluar berkali-kali di dalam vaginaku.'
benar-benar gila jika dirinya dan Sakura sampai berkata begitu.
"Aku mengerti dengan maksud Ucapan mu kiba, tapi untuk malam ini aku tidak ingin pulang dulu." Ujar Sasuke. Dia berdiri dari duduk nya dan memilih untuk pergi ke kamar Kiba lebih dulu. Dia sangat lelah, tidak hanya tubuh, tapi juga pikiran.
Kiba hanya menghelai nafas melihat Sasuke pergi ke kamar. Dia bingung harus membantu bagaimana karena tidak tau masalah yang Sasuke hadapi.
TBC.
Agak kesulitan gw bikin lemon di chap ini. Susah ternyata bikin lemon di mana si wanita nya nggak nolak tapi bersikap pasif. Cuma Ahh... Ahh... Ahh... Doang gak mau ngomong, Bingung sendiri dah gw bikin dialog nya.
Chap depan mungkin Mikoto masuk adegan lemon. Mungkin tapi... Ngahaha...
Buat yang berharap Kushina masuk. Maaf saja, gak jadi. Tapi otak gw lagi berseliweran buat bikin One-shot NaruKushiMiko. Cerita di buka dengan Naruto yang tidak sengaja ngeliat KushiMiko lagi yurian. Ngahahaha...
Segitu ajalah bacotan gw, akhir kata sampai jumpa di chap depan.
