DISCLAIMER: MASHASHI KISHIMOTO

WARNING: TYPO DLL

LEMON!

ANAK KECIL JANGAN BACA!!!..

Sudah satu bulan sejak Sakura mulai melayani Naruto di atas ranjang. Memang tidak setiap hari Naruto mencumbu Sakura karena wanita itu memiliki masa datang bulan, tapi Naruto akan tetap datang untuk sekedar bermesraan dengan nya. Selama waktu itu, semakin banyak perubahan pada diri Sakura. Contohnya ketika tidak sedang dilihat mertuanya, Sakura akan lebih aktif ketika bercumbu dengan Naruto. Dia tidak merasa enggan untuk bergoyang dengan seksi ketika melayani lelaki itu. Mungkin karena sudah terbiasa, toh.. Sakura tidak bisa melawan, jadi tidak salah kan jika sedikit menikmati?.

Sasuke juga semakin jarang pulang ke rumah, dan setiap kali suaminya pulang, Sakura selalu mencium bau alkohol dari Sasuke. Apa Sakura masih marah?, entahlah. Tapi Sakura masih mengabaikan Sasuke ketika suaminya pulang.

Untuk Mikoto, MILF seksi itu masih berjuang keras menahan nafsunya yang semakin bergejolak. jujur Mikoto hampir tidak bisa bertahan setiap kali melihat bagaimana hebatnya lelaki itu ketika bercinta dengan Sakura. Tubuhnya sangat menginginkan sentuhan Naruto, dan untuk meredakan nafsunya, Mikoto hanya bisa menggunakan jari-jari nya.

Sekitar pukul tujuh malam. Saat ini Naruto tengah duduk di ruang tamu keluarga Uchiha sambil menunggu Sakura dan Mikoto berganti pakaian. Malam ini, Naruto mengajak Sakura dan Mikoto untuk pergi ke casino milik nya.

"Wow.. Kalian sungguh seksi." Ujar Naruto dari tempatnya duduk. Dia melihat Sakura dan Mikoto datang keruang tamu sambil mengenakan pakaian yang baru dia belikan.

Sakura menutupi belahan dada nya yang terekspos karena pakaian yang ia kenakan sangat terbuka. Bayangkan saja, saat ini Sakura mengenakan dress merah ketat tanpa lengan yang bahkan panjang nya tidak melebihi setengah pahanya. Jika Sakura membungkuk dia yakin celana dalamnya akan terlihat. Salain itu, bagian atas nya benar-benar gila kerena belahan dadanya benar-benar di Ekspose.

Kenapa Sakura mau mengenakan pakaian ini? karena Naruto memaksanya. Lelaki itu bilang bahwa jika Sakura tidak mau memakainya, maka lelaki itu akan membawa Sakura ke casino lalu mencumbu nya di atas meja judi. Meski Naruto mengatakan hal itu dengan nada bercanda, tapi Sakura merasa yakin jika lelaki itu benar-benar akan melakukan apa yang dia katakan jika tidak menurut.

Mikoto sendiri mengenakan sebuh rok hitam ketat dan kaos putih tanpa lengan. Dan tentu saja pakaian itu tidak menutupi tubuh Mikoto dengan benar mengingat betapa mini nya pakaian itu. Rok itu tidak mencapai setengah paha Mikoto, sementara koas nya memiliki kerah berbentuk V yang sangat rendah sehingga belahan dadanya terlihat. Singkatnya Mikoto terlihat menggiurkan memakai pakaian itu.

Pakaian yang Mikoto kenakan juga pemberian Naruto. Entah kenapa dia tidak menolak saat di ajak ke casino sambil di suruh untuk memakai pakaian seksi ini? Jauh di dalam dirinya, Mikoto malahan merasa senang.

"Karena kalian sudah siap, jadi ayo kita pergi." Ujar Naruto sambil menghampiri Mikoto dan Sakura. Dengan mesra, Naruto memeluk pinggang Sakura dan Mikoto lalu mulai berjalan.

Sakura tidak terkejut melihat mertuanya di peluk oleh Naruto juga. Bagaimanapun juga, sakura sudah tau jika selama ini mertuanya memiliki nafsu pada Naruto. Sudah beberapa kali dia mendengar desahan mertuanya saat ber masturbasi sambil menyebut nama Naruto di dalam kamar. dia berfikir, akan jadi seperti apa keluarga mereka nanti jika pada akhirnya mertuanya kalah oleh nafsunya sendiri dan bercinta dengan Naruto?.

Tepat saat mereka sampai di teras depan, sebuh mobil yang sangat mereka kenal datang. Itu mobil sasuke yang baru pulang dari berkerja.

"Mau kemana kalian?." Ujar Sasuke setelah turun dari mobil. Dia mengerutkan alisnya melihat pakaian ibu dan istrinya yang begitu seksi. Terlebih kedua wanita itu tengah di peluk oleh Naruto. Utuk sakura, Sasuke sudah sering melihat Naruto memeluk istri nya itu. Tapi ibunya?.

"Oh!, sasuke. Aku mengajak ibu dan istrimu ke casino. Kau mau ikut juga?. Ujar Naruto santai pada Sasuke.

" Kenapa kalian berpakaian seperti itu?." Ujar sasuke mengabaikan ucapan Naruto. Bagi dirinya, ini pertama kalinya melihat sang ibu dan istrinya berpakaian minim begitu.

"Kenapa?, bukan urusanmu kami mau berpakaian seperti apa!." Ujar Mikoto sengit. Entah kenapa dia selalu merasa kesal ketika melihat anaknya.

Sasuke ikut kesal dengan ucapan ibunya. Dia baru pulang, tapi langsung di sambut dengan hal seperti ini.

"Memangnya kaasan mau menggoda lelaki hidung belang di luar sana dengan pakaian seperti itu hah!!.

PLAK!.

"Kau bilang apa?!!!." Ujar Mikoto setelah menampar anaknya.

Sasuke memegang pipi nya yang terasa panas setelah di tampar sang ibu. Dia menyadari jika ucapannya salah, tapi dia hanya kesal Melihat melihat ibu dan istrinya keluar dengan pakai minim seperti itu.

"Sebaiknya kita berangkat sekarang!. Ujar Mikoto yang merasa semakin kesal.

Sebelum benar-benar pergi, Naruto memandang sasuke dengan senyum santai. Tapi bagi sasuke senyum itu seperti ejekan untuk dirinya.

Dengan perasaan kesal, sasuke melihat istri dan ibunya pergi. Dan perasaan kesal nya bertambah saat melihat Naruto meremas pantat istrinya di sepanjang jalan menuju mobil.

Bagi Mikoto dan Sakura, ini pertama kalinya mereka datang ke sebuah casino. Semua pengunjung di sini kebanyakan adalah orang-orang kaya yang datang membawa banyak uang untuk bermain judi. Mikoto banyak sekali melihat orang-orang kesal karena kalah dan orang-orang yang senang karena menang.

"Mau coba main?." Ujar Mikoto pada Sakura dan Mikoto.

"Aku tidak bisa main." Ujar Sakura yang memang tidak tau menahu permainan judi.

"Kalau kau Mikoto?. Mau coba main?."

"Aku tidak bawa uang." Ujar Mikoto jujur. Dia memang tidak berniat main dan lebih memilih untuk melihat-lihat saja.

"Tidak perlu khawatir, aku akan memberimu uang untuk bermain. Lagipula tidak menyenangkan jika datang ke sini tapi tidak mencoba bermain kan?."

Mikoto setuju untuk bermain setelah Naruto bilang mau memberinya uang. Toh kalau dia kalah itu bukan uang nya.

Setelah Naruto memberi Mikoto koin untuk berjudi, dia mengajaknya nya untuk pergi ke sudut cahino untuk menemui tiga orang yang tengah duduk bersama.

Mereka adalah Raikage, Mei Terumi, dan Tsunade Senju. Ketiga orang itu tengah bermain kartu dengan jumlah taruhan yang besar.

"Boleh bergabung?." Ujar Naruto menghampiri mereka.

Ketiga orang itu menoleh. Lalu tersenyum melihat orang yang sangat mereka kenal.

"Hohh... Sekarang aku tau kenapa kau jarang mengunjungi ku Naruto. Ternyata kau punya dua wanita seksi." Ujar Mei sambil menatap Naruto dengan senyum nakal.

"Hahaha!... Kau bisa saja, Mei. Oh.. Perkenalkan, ini Sakura, dan ini adalah Mikoto." Ujar Naruto memperkenalkan kedua wanita yang dia bawa.

"Hay!, aku Mei Terumi, yang punya dada jumbo ini Tsunade lalu pria gosong ini Raikage." Ujar Mikoto memperkenalkan diri dan juga teman bermain judi nya.

"Sudah kendalanya!, kalau mau ikut main, ayo duduk." Ujar Raikage. Agak kesal saat Mei memanggilnya pria gosong.

Naruto meminta Mikoto duduk, lalu di ikuti sakura di samping kanan dan Naruto sendiri di samping kiri. Meja itu berbentuk bulat dan cukup besar, jadi masih sangat cukup ruang untuk tambahan tiga orang.

"Mikoto yang akan ikut main. Aku dan sakura hanya akan menonton saja."

"Terserah!, ayo mulai!." Ujar Raikage.

Setelah menjelaskan bahwa mereka akan bermain remi cangkulan, Raikage mulai mengocok kartu dan membaginya satu persatu pada para pemain. Setelah masing-masing mendapat lima kartu. Raikage membuka satu kartu di tengah meja dan meletakan sisanya di samping kartu yang baru dia buka itu.

Skop. Itu adalah kartu yang di buka Raikage, dengan kata lain mereka semua harus membuang kartu yang sama dengan kartu itu.

"Berapa taruhannya?." Ujar Mei sebelum mereka semua membuka kartu masing-masing.

"Lima juta yen!." Ujar Tsunade sambil meletakan beberapa koin di tengah meja. Aksinya di ikuti oleh Raikage dan Mei. Tapi Mikoto agak sedikit terkejut mendengar jumlah taruhan itu.

Dia melihat koin milik nya dan merasa bingung karena tidak tau berapa nilai dari setiap koin miliknya. Sadar dengan kebingungan Mikoto Naruto membantu meletakan koin di tengah meja. Lalu permainan pun di mulai.

Raikage membuang kartu skop dengan angka 4, Tsunade dengan angka 7, lalu Mei dengan, K dan Mikoto dengan 10. Dengan begini Mei menjadi yang paling tinggi dan mendapat keuntungan untuk membuang kartu lebih dulu.

"Hati!." Ujar Mei sambil membuang kartu hati angka 9. Mikoto mengatakan lewat karena tidak memiliki kartu itu. Sudah di sepakati bahwa pemain tidak boleh mengambil kartu dalam tumpukan agar permainan lebih cepat.

Raikage membuang kartu hati angka sepuluh untuk mengungguli Mei. Tapi tsunade membuang kartu yang lebih tinggi.

Karena kartunya paling besar, Tsunade membuang kartu lagi. Dia membuang kartu hati lagi karena tau Mikoto sudah tidak memiliki nya.

Mei mengatakan lewat begitu juga dengan Mikoto dan Raikage. Tsunade tersenyum mengetahui semua lawan nya tidak punya kartu hati. Tapi sayangnya, dia juga sudah tidak punya kartu hati lagi, jadi untuk giliran selanjutnya Tsunade membuang kartu K keriting. Padahal kalau dia masih punya kartu hati, sudah di pastikan tsunade akan menang.

Mei kembali mengatakan lewat karena tidak memiliki kartu keriting lalu Mikoto membuang kartu AS keriting untuk mengungguli Tsunade dan Raikage mengatakan lewat karena tidak memiliki kartu itu.

Sekarang sisa kartu mereka adalah Tsunade satu, Mei tiga, Mikoto tiga, dan Raikage juga tiga. Jika Mikoto salah membuang kartu. Maka di pastikan Tsunade akan menang.

Karena sekarang gilirannya, Mikoto membuang kartu yang belum pernah di buang yaitu K wajik. Dia melihat Raikage ikut membuang 7 wajik lalu menatap Tsunade yang hanya punya satu kartu.

Mikoto merasa berdebar karena tsunade hanya punya satu kartu. Dia berharap agar tsunade tidak memiliki kartu wajik.

"Lewat!." Ujar wanita berdada besar itu karena tidak memiliki kartu wajik.

Semua merasa senang, lalu mei membuang kartu AS wajik untuk mengungguli Mikoto, dan sekarang gilirannya lagi.

Satu, dua, dua,dan dua. Itulah kartu yang masih mereka miliki dengan Tsunade yang paling sedikit.

Mei membuang kartu sekop angka 9 Karena hanya itu kartu yang paling besar. dan Mikoto Mengungguli nya dengan J sekop. Raikage membuang 5 sekop lalu mereka semua kembali menatap Tsunade.

Mikoto adalah orang yang paling berdebar karena jika Tsunade tidak punya kartu sekop, maka dia akan menjadi pemenang.

"Sialan!, lewat!. Ujar Tsunade kesal.

Mikoto tersenyum lebar mendengar itu. Dia membuang kartu terakhir nya lalu berujar-," Aku menang!." -dengan nada senang.

Yang lain hanya berdecak kesal. Percuma saja jika mereka punya kartu yang sama seperti Mikoto, toh wanita itu yang kartunya habis duluan.

"Keberuntungan pemula." Ujar Tsunade. Padahal tadi dia sempat unggul, tapi sayang karena pada akhirnya dia kalah juga.

"Kita lanjutkan." Ujar Raikage setelah Mikoto mengambil semua koin di tengah meja. Karena Mikoto menang, maka sekarang gilirannya untuk membagikan kartu.

Malam itu, Mikoto menikmati permainan kartunya. Entah kenapa dia merasa betah duduk berlama sambil berjudi. Apa Mikoto memiliki jiwa penjudi?, entahlah.

Di perjalanan pulang, Mikoto tidak henti-hentinya tersenyum senang. Dia menang malam ini dengan membawa keuntungan sekitar sepuluh juta. Modal yang Naruto berikan di kembalikan oleh Mikoto karena dia menang.

"Besok ayo kita datang ke casino lagi!." Ujar Mikoto di dalam mobil. Dia duduk di kursi belakang sendirian karena Sakura dan Naruto duduk di depan.

"Kaasan!, sebaiknya kita tidak usah pergi kesana lagi." Ujar sakura yang merasa keberatan. Dia menyadari bahwa mertuanya seakan menyukai berjudi. Meski tadi itu pertama kalinya Mikoto datang ke casino, tapi mertuanya terlihat sangat senang ketika berjudi. Sakura hanya tidak ingin mertuanya kecanduan berjudi karena menurutnya, tidak ada keuntungan apapun dari berjudi. Sekarang memang menang banyak, tapi besoknya bisa kalah lebih banyak. Itulah judi.

"Tidak apa kan?. Lagipula Mikoto menikmatinya." Ujar Naruto yang duduk di balik kemudi.

"Tapi kan.."

"Tidak apa sakura, toh sekarang aku punya modal sendiri." Ujar Mikoto tersenyum.

Bukan masalah itu sebenarnya, tapi apa Mikoto lupa jika Sasuke kalah di meja judi?. Bahkan Sasuke sampai berani mempertaruhkan istrinya sendiri. Sakura hanya takut jika suatu saat mertuanya akan mulai berani mempertaruhkan sesuatu yang berharga di meja judi seperti Sasuke

Naruto menghentikan mobilnya setelah sampai di rumah. Sekedar informasi, naruto membawa Mikoto dan sakura ke rumahnya untuk menginap. Memang awalnya kedua wanita itu keberatan, tapi naruto tidak peduli dan terus menjalankan mobilnya ke rumahnya sendiri.

"Ayo masuk." Ujar naruto begitu mereka keluar dari mobil.

Kedua wanita itu memandangi rumah mewah milik Naruto. Mereka berfikir jika Naruto benar-benar kaya karena memiliki rumah seperti ini.

"Aku tidak punya orang tua, jadi aku hanya tinggal bersama pembantu. Tapi karena sekarang sudah malam, jadi mungkin mereka sudah tidur." Ujar Naruto memberi tahu sambil membuka pintu rumah.

Mikoto dan sakura hanya mengangguk. Mereka Sedikit terkejut mendengar Naruto hanya hidup sendirian.

"Mau minum apa?." Ujar Naruto menawari setelah mereka masuk ke dalam.

"Ini sudah malam, jadi aku mau langsung tidur." Ujar Mikoto karena waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam.

Naruto mengerti, lalu mengantar mereka ke sebuah kamar. Mikoto dan sakura langsung masuk di ikuti Naruto.

"Ini kamarku. Kita akan tidur di sini karena kamar yang lain di pakai para pembantu." Mikoto sedikit terkejut. Jadi dia harus tidur di sini?. Mikoto berfikir jika dirinya pasti akan di suguhi dengan percumbuan Naruto dan Sakura jika mereka bertiga tidur bersama.

Mereka semua naik ke atas ranjang. Naruto berada di tengah Mikoto di kanan dan Sakura berada di kiri. Dan benar apa yang Mikoto pikirkan. Tepat setelah mereka berbaring di atas ranjang, Naruto langsung menggerayangi tubuh sakura.

"Kita main sebentar ya." Ujar Naruto sambil tersenyum.

"Tolong naruto!, jangan sekarang." Ujar sakura yang merasa malu karena mertuanya ada di sebelah nya. Hal seperti ini sudah sering terjadi dimana mertuanya melihat dirinya dan Naruto bercinta. Tapi tetap saja Sakura merasa malu.

"Tidak apa, aku sudah tidak tahan melihat tubuh seksi mu dari tadi." Ujar naruto menggoda.

Tangan nakal Naruto mulai bergerak kedalam dress sakura dari bawah. Dia menarik celana dalam sakura turun dan langsung memasukan jari nya kedalam vagina sakura.

"Ahhh!... Naruto..." Ujar Sakura saat merasakan jari Naruto mulai bergerak di dalam vaginanya. Dia merasa nikmat, tapi juga malu karena ada mertuanya.

"Enak kan?." Ujar Naruto nakal. Dia semakin cepat menggerakkan jari nya di dalam vagina Sakura dan beberapa menit kemudian, Sakura mendesah panjang ketika mendapatkan orgasme pertama nya.

Permainan mereka berlanjut, kali ini sebelum ke menu utama, Naruto menelanjangi sakura lebih dulu. Dia juga melepas semua pakaiannya lalu bersiap memasukan penis nya kedalam vagina Sakura.

Slep!.

"Ohhh!..." Desah Sakura ketika penis Naruto masuk kedalam vaginanya. Dia mendongak merasakan kenikmatan di bawah sana.

Naruto tersenyum senang mendengar sakura mendesah nikmat di bawahnya. Dia mulai menggerakkan pinggulnya membuat desahan Sakura semakin menjadi.

"Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Naruto!, Sssshhhh...ohhhh..." Desah Sakura nikmat. Dia seakan lupa dengan adanya Mikoto dan terlena oleh kenikmatan yang Naruto berikan.

"Ohhh... Tolong lebih cepat." Ujar Sakura meminta.

Naruto menurut lalu bergerak lebih cepat membuat tubuh telanjang sakura terhentak kuat.

"Ahh!... Vagina mu sungguh nikmat Sakura. Ohh..." Ujar Naruto senang.

Mikoto hanya terdiam menyaksikan apa yang sakura dan Naruto lakukan. Jujur dia sangat bernafsu saat ini, dan nafsu itu semakin tidak bisa dia tahan.

"Mau ikutan Mikoto?." Ujar Naruto sambil terus menggenjot tubuh Sakura. Dia memberi senyum nakal seakan mengatakan bahwa ini sangat nikmat.

Mikoto memejamkan matanya. Tidak ingin melihat apa yang tengah mereka lakukan. Tapi beberapa saat kemudian, Mikoto membuka matanya saat mendengar Sakura mendesah panjang.

"Ohhh... Naruto!... Aku keluar!... KYYYAAAAAAAHHHHHHH..."

Mikoto menyaksikan bagaimana tubuh menantunya bergetar hebat saat orgasme. Dada sakura membusung sambil mendongak saat merasakan kenikmatan itu.

"Ah!, persetan!, aku tidak tahan lagi!." Ujar Mikoto tiba-tiba. Dia bangkit dari berbaring nya, lalu melepas semua pakaiannya membuat sakura merasa terkejut.

"Ka-kaasan!.."

"Maaf Sakura,Aku sungguh tidak tahan. Naruto!, tolong puaskan aku." Ujar Mikoto sambil membuat posisi tubuhnya menungging di atas ranjang.

Naruto tersenyum senang melihat tubuh telanjang Mikoto. Dia mencabut penisnya dari dalam vagina Sakura lalu bersiap di belakang Mikoto.

"Rasakan betapa hebat nya penis ku Mikoto."

SLEP!.

"OHHHHH..." desah Mikoto saat penis Naruto masuk kedalam vaginanya. Dia mendongak dengan Ekspres nikmat sambil tersenyum senang.

"Ahhh... Sungguh besar dan panjang. Ayo Naruto, mulai gerakan penis mu." Ujar Mikoto tidak sabar.

Naruto mulai menggerakkan pinggulnya membuat Mikoto mendesah nikmat. Tubuh telanjang nya bergerak maju mundur menerima setiap sodokan penis Naruto pada vaginanya.

"Ohhh... Ya, sungguh nikmat Naruto!, lagi, lebih cepat lagi!, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..."

Sakura menatap mertuanya tidak percaya. Memang selama ini Sakura tau bahwa Mikoto selalu ber masturbasi sambil membayangkan Naruto. Tapi melihat aksi mertuanya yang tiba itu membuat Sakura sedikit terkejut.

"Ohhh... Nikmat Naruto!, Ahhh!... Penis mu menyentuh rahimku, Ssshhhh... Ahhhh..."

"Hehe nikmat kan?, harusnya selama ini kau tidak perlu menahan nafsumu Mikoto." Ujar Naruto sambil terus menggerakkan pinggulnya.

"Ahhh!... Aku menyesal selama ini manahan nafsu ku, Ohhh!... Sungguh nikmat Naruto!... Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..."

Naruto hanya tersenyum mendengar ucapan Mikoto. Dia mulai fokus menikmati tubuh MILF seksi itu dengan meremas pantat sintal Mikoto sambil terus menggerakkan pinggulnya.

"Enghhh... Aku akan keluar Naruto!, tolong lebih cepat!, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..."

"Aku juga Mikoto, akan ku keluarkan di dalam. Uhh!.."

Gerakan Naruto semakin menggila membuat tubuh Mikoto semakin terhentak kasar. Kedua payudara besar Mikoto sampai bergoyang mengikuti irama sodokan penis Naruto pada vaginanya.

"Ohhh... Keluar Naruto!... Aku keluar!... KYYYAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH..."

Mikoto mendesah panjang ketika merasakan sebuah kenikmatan yang berpusat di vaginanya. Tubuh nya menegang, lalu wajah nya mendongak sambil tersenyum nikmat.

"Uhh!.. Aku juga Mikoto, GUUHHHH!..."

Naruto menekan penisnya lebih dalam, lalu menyemburkan sperma panasnya di dalam vagina Mikoto.

Mikoto tersenyum senang merasakan sperma panas Naruto mengalir kedalam vaginanya. Sudah bertahun-tahun dia tidak merasakan sperma lelaki mengisi rahimnya.

"Ohh... Aku merasakan sperma mu Naruto, rasanya sungguh panas dan nikmat."

"Hehe. Aku masih punya banyak Mikoto, kau mau lagi?."

"Iya, tolong naruto!, isi rahimku dengan sperma mu sampai penuh!." Ujar Mikoto bahkan dengan nada memohon."

"Haik!, aku akan memberikannya padamu Mikoto."

Naruto mengubah posisi mereka. Dia membuat Mikoto berbaring telentang lalu menekuk kedua lutut Mikoto keatas dan membuka paha MILF seksi itu lebar-lebar.

"Kau siap untuk ronde selanjutnya Mikoto?." Ujar Naruto sambil tersenyum senang.

"Aku sudah tidak sabar Naruto, tolong cepat masukan." Ujar Mikoto tidak sabar. Naruto menurut, lalu segera memasukan penisnya kedalam vagina Mikoto lagi

SLEP!!.

"OHHHHH!!..." Desah Mikoto ke enakan saat sekali lagi penis Naruto memasuki vaginanya.

Lelaki pirang itu mulai bergerak sambil melihat sakura yang masih berbaring telanjang di samping mereka. Naruto menggunakan tangannya untuk memainkan vagina Sakura sehingga kamar itu menjadi lebih ramai dengan desahan dua wanita.

Secara bergantian Naruto menikmati tubuh seksi Mikoto dan Sakura, hebatnya lagi, Sakura tidak menahan diri dan mulai aktif karena melihat mertuanya begitu binal. Karena Sakura sendiri tidak bisa melawan, jadi dia berfikir untuk menikmati nya saja sekalian.

"Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Lebih cepat lagi Naruto!.. Puaskan aku malam ini, AAAAHHHHH..."

TBC.