DIAKLAIMER: MASHASHI KISIMOTO

WARNING: TYPO DLL

LEMON!

ANAK KECIL JANGAN BACA!!!..

Pagi itu, Mikoto dan Sakura baru saja mandi. Mereka tengah mengenakan pakaian yang semalam mereka kenakan kerena tidak ada pakaian lain. Mikoto mengenakan rok pendek ketat dan koas tanpa lengan dengan belahan yang gila-gilaan, dan sakura mengenakan dress merah ketat yang juga memiliki belahan dada yang keterlaluan.

Mikoto tersenyum melihat betapa banyaknya bercak merah di leher dan belahan dada Sakura. Dia juga begitu, banyak sekali bercak merah yang Naruto buat di leher dan belahan dada nya, dan dengan pakaian yang begitu terbuka itu, semua bercak merah di leher dan belahan dada kedua wanita itu tidak bisa tertutupi.

"Sekarang aku tau kenapa kau tidak pernah melawan saat Naruto mencumbu mu, kau pasti ke enakan dengan penis besar dan panjang milik Naruto kan?" Ujar Mikoto tiba-tiba pada Sakura.

Sakura terkejut dengan ucapan mertuanya yang tiba-tiba itu. Meski itu benar, tapi Sakura malu mengakuinya.

"Kaasan sama saja, tiba-tiba saja telanjang lalu menungging dan meminta Naruto menyetubuhi kaasan!." Balas sakura.

"Semalam aku sungguh tidak tahan Sakura. Kau pikir aku tidak terangsang melihat kalian bercinta setiap hari?." Ujar Mikoto pada menantunya.

Sakura merasa malu mendengar ucapan mertuanya. Tapi mau bagaimana lagi, Naruto yang terus memaksa Sakura untuk bercinta di sembarang tempat.

"Jadi bagaimana sekarang kita harus bersikap?. Maksudku, apa kita akan terus melayani Naruto di atas ranjang?." Ujar Sakura. Jujur saja bahwa Sakura memiliki sedikit rasa penyesalan mengingat dirinya semalam begitu binal. Maksudnya, dia kan punya suami.

"Mau bagaimana lagi. Naruto sudah mencicipi tubuh kita, dan kita pun menikmatinya. Jadi lanjutkan saja Sakura."

"Tapi bagaimana dengan Sasuke?."

"Kau masih memikirkan anak sialan yang mempertaruhkan mu di meja judi itu?. Lagi pula, apa kau memiliki cara agar terlepas dari Naruto?. Jika tidak ya nikmati saja Sakura, tidak usah memikirkan Sasuke." Ujar Mikoto lagi pada Sakura.

Memang apa yang Mikoto katakan ada benar nya. Untuk apa dia memikirkan Sasuke, toh Suaminya tidak menghargainya karena menjadikannya taruhan di meja judi. Dan lagi, dia tidak memiliki cara untuk lepas dari Naruto, jadi tidak salah jika Mikoto bilang untuk menikmatinya saja.

"Ku pikir kaasan ada benar nya." ujar Sakura sambil tersenyum. Mulai sekarang, dia benar-benar tidak akan menahan diri ketika melayani Naruto. Anggap saja itu balasan untuk Sasuke karena suaminya itu menjadikannya taruhan di meja judi.

"Yo, para wanitaku tersayang, lagi ngomongin apa?." Ujar Naruto yang baru memasuki kamar. Dia melihat bahwa Mikoto dan Sakura sudah berpakaian dengan baju yang kemarin mereka pakai.

"Bukan hal penting, hanya obrolan menantu dan mertua." Ujar Mikoto sambil melihat Naruto.

"Hohh... Begitu." Jawab Naruto. Dia tersenyum melihat bercak merah yang ada pada leher Mikoto dan Sakura. Itu adalah hasil dari karya nya semalam.

"Kalian semakin seksi dengan kiss mark itu." Ujar Naruto nakal pada Mikoto dan Sakura.

"Sungguh?, aku tidak keberatan jika kau menambah beberapa di sini." Balas Mikoto sambil menunjuk belahan dadanya. Dia tersenyum nakal untuk menggoda Naruto.

"Hehe.. Aku jelas mau melakukannya, tapi untuk sekarang sebaiknya kita keruang makan dulu. Para pembantu sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Aku yakin kalian butuh mengisi tenaga setelah semalam berolahraga kan?."

Mikoto dan Sakura tersenyum mendengar ucapan Naruto. Yah.. Mereka memang lapar.

"Sebelum itu, apa aku boleh minta makanan pembuka?." Ujar Mikoto nakal, dia menatap selangkangan Naruto sambil menjilat bibir nya.

Sadar apa yang Mikoto maksud, Naruto menyeringai senang. Dia berjalan lalu duduk di sisi ranjang, dia menatap Mikoto dan berkata. " Tentu, silahkan ambil sendiri."

Masih dengan senyum nakal nya, Mikoto mendekati Naruto dan bersimpuh di depan lelaki itu. Dia mengeluarkan penis Naruto dan langsung melahap penis besar itu.

"Selamat makan.." Ujar Mikoto senang.

Naruto menatap ke bawah dimana saat ini kepala Mikoto tengah bergerak naik turun di selangkangannya. Lalu dia menatap Sakura yang masih berdiri menatap dirinya.

"Apa kau mau juga Sakura?." Ujar Naruto nakal.

Sakura tersenyum, lalu ikut bergabung dengan mertuanya. Dan Naruto semakin merasa senang saat kedua wanita seksi itu bergantian melahap Penis nya dengan penuh suka cita.

"Ohhh... Kalian sungguh hebat." Ujar Naruto yang merasa nikmat.

Masih di pagi yang sama tapi waktu dan tempat yang berbeda, Sasuke tengah duduk di ruang tamu rumahnya. Dia tengah menunggu Ibu dan istri nya yang semalam tidak pulang. Dia khawatir mengingat kedua wanita itu pergi bersama Naruto.

Setelah sekian lama menunggu, Sasuke mendengar suara pintu di buka, dan di sana dia melihat tiga orang memasuki rumah.

"Darimana saja kalian!." Ujar Sasuke sedikit keras.

"Kami menginap di rumah Naruto, kenapa?." Jawab Mikoto juga sedikit keras. Agak kesal dirinya di sambut dengan nada keras oleh Sasuke.

"Kenapa kaasan menginap?!.." Ujar Sasuke bertanya. Tidak seharusnya seorang wanita menginap di rumah lelaki asing kan?. Sasuke mengerutkan alisnya melihat leher sang ibu yang penuh bercak merah, lalu pandangannya beralih pada sang istri dan mendapati hal yang sama.

"Apa yang semalam kalian lakukan?." Ujar Sasuke lagi. Dia tidak menahan nada marah nya saat melihat leher ibu dan istrinya penuh bercak merah.

"Kami bercinta dengan dengan Naruto semalam." Jawab Mikoto tanpa berniat berbohong.

Sasuke sangat terkejut mendengar ucapan ibunya. Apa katanya tadi? Bercinta dengan Naruto.

"Kaasan gila?!, kenapa melakukan hal itu hah!!!.." Teriak Sasuke marah. Dia tidak akan terkejut jika mendengar istrinya bercinta dengan Naruto mengingat taruhan judi yang dia lakukan, tapi ibunya?.

"Bukan urusan mu aku mau melakukan apa!, urus saja dirimu sendiri!." Ujar Mikoto keras.

"Hey sudah, ibu dan anak tidak boleh saling marah." Ujar Naruto santai, tapi ucapan santainya membuat Sasuke semakin emosi.

"Ibu mu sudah lama di tinggal ayahmu Sasuke, jadi ku pikir dia butuh pelampiasan, dan aku tidak keberatan kok menjadi pelampiasan ibu mu." Ucap Naruto lagi sambil tersenyum.

Sasuke menatap Naruto penuh emosi. Pelampiasan apa!, Pelampiasan nafsu?.

"Sudahlah Naruto, tidak usah mengurusi Sasuke, kita ke kamar saja." Ujar Mikoto tanpa sedikitpun peduli pada anak nya. Dia menggandeng tangan Naruto lalu membawa lelaki pirang itu masuk kedalam kamar nya.

Sasuke hanya bisa terdiam melihat ibu nya membawa Naruto ke kamar. Ini gila!, kenapa keluarganya jadi seperti ini?.

Di tengah rasa frustasi dengan ibunya, Sasuke melihat sang istri duduk di seberang nya. Dia menatap sang istri yang tampaknya ingin membicarakan sesuatu.

"Apa kau marah Sasuke-kun?," Ujar Sakura pada suaminya.

Marah?, tentu saja Sasuke sangat marah. Hanya orang gila yang tidak marah dengan kejadian ini.

"Kau lihat ini?." Ujar Sakura sambil memperhatikan kiss mark di leher nya.

"Ini memang perbuatan Naruto, tapi apa kau sadar jika kaulah yang salah?. Jika saja kau tidak mempertaruhkan ku di meja judi, hal ini tidak akan pernah terjadi. Aku tidak harus melayani Naruto di atas ranjang, dan kaasan juga tidak akan bercinta dengan Naruto."

Sasuke mengerti dengan apa yang istrinya bicarakan. Dia sangat menyadarinya bahwa semua berawal dari dirinya.

"Aku sangat menyesal Sakura." Ujar Sasuke merasa bersalah.

"Penyesalan mu tidak berguna sekarang, karena rasa penyesalan mu tidak akan bisa mengubah apapun. Mulai sekarang mau tidak mau kau harus menerima kenyataan bahwa Naruto akan terus datang untuk bercinta dengan kaasan dan aku. Jika kau merasa marah, marahlah pada dirimu sendiri karena kau yang mengawali semua masalah ini." Ujar Sakura pada suaminya.

Menerima bahwa Naruto akan terus bercinta dengan ibu dan istrinya adalah sesuatu yang gila bagi Sasuke. Tapi sayangnya dia tidak memiliki cara untuk menghentikan kegilaan ini.

"Ku harap kau menjadikan masalah ini sebagai pelajaran agar kau tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari." Ujar Sakura sambil menatap suaminya yang tampak menunduk karena merasa bersalah.

"Aku masih mencintai mu meski kau telah mempertaruhkan ku di meja judi. Tapi karena Naruto telah menjamah tubuhku dan akan terus melakukannya, maka aku tidak akan memaksa mu untuk terus mencintai ku."

Sasuke paham dengan maksud ucapan istrinya, intinya jika dirinya ingin menceraikan Sakura, maka istrinya itu akan menerima. Tapi jika dia melakukan itu, rasanya Sasuke benar-benar seperti lelaki brengsek. Dia yang membawa semua masalah ini, jadi jika dia melepaskan Sakura, rasanya Sasuke seperti kabur dari masalah.

"Aku.. Aku juga masih mencintaimu Sakura." Ujar Sasuke yang memang masih memiliki perasaan pada istrinya.

"Terimakasih Sasuke-kun." Jawab Sakura sambil tersenyum. Dia berdiri dari duduk nya lalu berjalan menuju dapur.

"Kau pasti belum sarapan kan?, akan ku buatkan makanan." Ujar nya sambil meninggalkan Sasuke di ruang tamu yang tampak menunduk karena merasa bersalah sekaligus marah.

Sementara Sasuke tengah berada di ruang tamu dengan perasaan bersalah sekaligus marah nya, Mikoto dan Naruto justru tengah bermesraan di dalam kamar. Tanpa memperdulikan anaknya, Mikoto tengah menindih Naruto sambil menggoyangkan pinggulnya dengan erotis sambil mendesah nikmat.

"Ohhh... Naruto!, Ahhh... Sungguh nikmat sekali, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..." Ujar nya sambil mendesah merasakan penis Naruto terus bergerak di dalam vaginanya.

Tadi setelah masuk ke dalam kamar, dengan tingkah nakalnya Mikoto langsung mengajak Naruto bercinta, dan tentu saja Naruto tidak menolak untuk menikmati tubuh MILF seksi itu.

Naruto menyeringai senang melihat tubuh telanjang Mikoto bergerak di atas nya. Payudara besar Mikoto semakin menambah kesan seksi wanita itu setiap kali payudara Mikoto memantul naik turun.

"Ahh!.. Aku tidak menyangka vagina mu masih sangat sempit Mikoto, ohh... Sungguh nikmat." Ujar Naruto senang.

"Uhhh!, Ssshhhh... Ahhh!..., meski tidak punya suami, aku masih rajin merawat nya, ohhh... Nikmati saja Naruto!, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Nikmati vaginaku yang mesum ini, Ssshhh... Ohhhh..." Jawab Mikoto sambil terus mendesah nikmat.

Goyangan Mikoto semakin cepat ketika merasakan kenikmatan itu berkumpul di vaginanya, dan beberapa saat kemudian, MILF seksi itu mendesah panjang ketika seakan kenikmatan itu meledak.

"Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Aku sampai Naruto!!... Aku keluar!!... KYYYAAAAAAAHHHHHH..."

Naruto tersenyum senang melihat tubuh Mikoto bergetar hebat di atas nya. Sungguh pemandangan yang bagus melihat Mikoto tampak membusungkan dadanya sambil mendongak ke atas ketika MILF seksi itu mencapai klimaks.

"Nikmat?." Ujar Naruto bertanya ketika Orgasme Mikoto mereda.

"Lebih tepat nya, sangat nikmat." Jawab Mikoto tersenyum nakal sambil memandang Naruto.

"Hehe, nah.. Sekarang biarkan aku yang bergerak. Akan ku pastikan kau semakin ketagihan dengan penis ku."

Mikoto hanya tersenyum nakal mendengar ucapan Naruto. Dia pasrah ketika lelaki pirang itu membalik posisi mereka sehingga kini Mikoto berada di bawah. Dan tanpa menunggu lama, Naruto langsung menggenjot tubuh Mikoto dengan cepat.

PLAK!, PLAK!, PLAK!.

"OHHH... Sungguh nikmat Naruto!.." Ujar Mikoto ke enakan. Setiap kali Naruto menghentakkan pinggulnya, payudara besar Mikoto bergoyang menambah kesan seksi wanita itu.

"Ssshhh... Lebih cepat Naruto!, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..., ku mohon masukan penis mu lebih dalam, ohhh..." Desah Mikoto di bawah kungkungan Naruto.

Dengan seringai senangnya, Naruto menuruti ucapan Mikoto. Dia bergerak lebih cepat dan keras membuat tubuh MILF seksi itu terhentak kasar.

"Ahh!, sial!. Aku akan keluar Mikoto, uhh!..." Ujar Naruto yang merasa akan segera sampai.

"Uhhh!, aku juga Naruto!, ku mohon keluarkan di dalam. Biarkan rahimku merasakan sperma mu Naruto!... Ahhhh!..."

Gerakan Naruto menggila lalu beberapa saat kemudian.

"Uhh!. Aku keluar Mikoto!, GUUHHHH..."

"OHHH... Aku juga Naruto!.. KYYYAAAAAAHHHHHHHH..."

Mereka mencapai klimaks bersamaan. Mikoto mendesah penuh nikmat ketika dirinya mencapai orgasme sambil merasakan sperma Naruto menyembur di dalam vaginanya. Sungguh, rasanya sangat nikmat sampai membuat Mikoto melengkungkan pinggulnya disertai tubuh bergetar hebat.

Sasuke yang masih duduk di ruang tamu bisa mendengar dengan jelas desahan ibunya di dalam kamar. Jelas dia tau apa yang tengah mereka lakukan hanya dari suara desahan itu. Apa lagi kalau bukan bercinta. Enggan mendengar desahan ibunya lagi, sasuke beranjak dari ruang tamu menuju ruang makan untuk menunggu istrinya yang tengah membuatkan makanan. Tapi dari ruang makan pun, Sasuke masih bisa mendengar desahan ibunya meski samar.

Sakura yang melihat suaminya datang ke ruang tamu hanya diam sambil terus memotong bahan makanan yang akan dia masak. Dia tau pasti suami nya tidak betah mendengar desahan Ibu nya.

"OHHH... Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Lagi Naruto!.. Jangan berhenti.l, Ssshhh... Ahhhh!..." Pinta Mikoto sambil mendesah. Saat ini dirinya tengah menungging di atas ranjang dengan penis Naruto yang bergerak keluar masuk di vagina nya dari belakang.

"Hehe.. Tenang saja Mikoto, aku akan memuaskan mu." Ujar Naruto senang. Dia tidak menyangka Mikoto bisa se nakal ini saat di atas ranjang. Apa itu karena Mikoto tidak pernah di sentuh lelaki selama bertahun-tahun?, entahlah, yang tidak penting Naruto menyukai tingkah nakal Mikoto.

"Ouhhh!... Penis mu menyentuh rahimku Naruto!.. Ahhh!... Nikmat sekali, Ohhh..." Ujar Mikoto saat ujung penis Naruto menabrak rahim nya.

"Vagina mu juga menjepit penis ku dengan kuat Mikoto!, ahhh!..."

Mikoto menoleh ke belakang sambil tersenyum nakal. Dia mengeratkan otot vaginanya untuk menjepit penis Naruto semakin kuat.

"Ahh!.. Sialan!. Kau menantang ku ya?!." Ujar Naruto ketika Penis nya di jepit semakin kuat oleh vagina Mikoto.

"Hihi.. Enak kan?." Ujar Mikoto sambil tersenyum menggoda. Tapi beberapa saat kemudian, dia tidak bisa menahan desahan nya ketika Naruto semakin cepat menggerakkan pinggulnya.

"Ohhh!... Naruto!.. Kau terlalu cepat, ahhh!... Kau akan membelah tubuhku Naruto." Ujar Mikoto saat merasakan kenikmatan yang gila akibat gerakan cepat Naruto.

"Kau yang memulai Mikoto, jadi nikmati saja." Ujar Naruto tanpa berniat memelankan gerakan pinggul nya.

Mikoto semakin tidak kuasa menahan kenikmatan yang Naruto berikan. Tubuh nya terhentak kasar sambil terus mendesah nikmat.

"Ohhh... Keluar Naruto!.. Aku keluar lagi!.. KYYYAAAAAAAHHHHHHHH..."

Sekali lagi Mikoto mencapai klimaks. Kali ini lebih dahsyat dari yang sebelumnya sampai membuat Mikoto mendesah panjang dengan tubuh menegang. Wajah nya mendongak ke atas disertai lidah terjulur keluar.

"Uhh!.. Aku juga Mikoto!, terima sperma ku ini!, GUUHHHHH..."

Dengan penis yang di masukan semakin dalam, Naruto menyemburkan sperma panas nya di dalam vagina Mikoto. Hal itu juga membuat Mikoto tersenyum senang saat sekali lagi vaginanya di isi oleh sperma panas Naruto. MILF seksi itu bisa merasakan ketika cairan panas itu dengan pelan mengalir ke dalam rahim nya.

"Ohhh... Sungguh nikmat!." Ujar Mikoto senang. Tubuh nya yang menungging ambruk ke bawah ketika merasa begitu lelah.

Melihat Mikoto terengah-engah Mikoto membuat Naruto senang. Dia merebahkan tubuh nya di samping MILF seksi itu lalu tersenyum lembut.

"Masih sanggup?, aku belum puas loh.." Ujar Naruto nakal sambil membelai rambut Mikoto.

Mikoto melebarkan senyumnya ketika mendengar ucapan Naruto. Lelaki di sampingnya ini memang sangat kuat, sampai bisa membuat nya seakan melayang dalam kenikmatan.

"Kalau belum puas, kita lanjutkan Naruto~." Ujar Mikoto nakal. Dia menindih tubuh Naruto lalu memasukan penis besar itu ke dalam vaginanya. Setelah itu Mikoto kembali bergoyang dengan erotis sambil mendesah nikmat.

"Ohhh... Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Naruto!!.. Nikmat sekali!, Ahhh..." Ujar Mikoto sambil mendesah.

Meski berada di ruangan yang sama, Sasuke maupun Sakura hanya saling diam. Untuk Sakura, dia memang tidak berniat untuk berbicara dengan suaminya dan lebih memilih menyibukkan diri dengan mencuci bekas makan suaminya dan perabot lain. Kalau Sasuke dia bingung harus berbicara apa mengingat dirinya dan Sakura sedang dalam posisi yang bisa di bilang sedikit tegang.

Sasuke memaklumi jika Sakura mendiamkannya mengingat dirinya dengan tega menjadikan sang istri sebagai taruhan judi. Tapi jujur dia tidak betah jika terus saling diam seperti ini. Dia ingin keluarganya kembali seperti semula seperti saat Naruto belum datang ke dalam keluarga mereka, dan Sasuke menyadari bahwa hal itu sulit.

"Oh!.. Sakura, kau sedang apa?."

Ujar seorang yang datang ke dapur yang menyatu dengan ruang makan itu. Dia adalah Naruto yang datang dengan bertelanjang dada sehabis bercinta dengan Mikoto.

"Aku sedang mencuci piring." Jawab Sakura seadanya. Jika tidak ada Sasuke mungkin Sakura sudah tersenyum nakal sambil menjilat bibirnya melihat Naruto datang dengan bertelanjang dada.

Tanpa menghiraukan Sasuke yang duduk di meja makan, Naruto berjalan menuju Sakura. Dia berdiri di belakang istri Sasuke itu lalu memeluk nya dari belakang.

"Aku belum puas tapi Mikoto sudah pingsan karena kelelahan, jadi aku mau melanjutkannya denganmu." Ujar Naruto sambil menciumi leher Sakura. Dia baru sadar jika Sakura telah berganti baju dengan pakaian rumahan.

Sakura paham dengan maksud Naruto, Lelaki pirang ini ingin bercinta dengannya. Sakura melihat suaminya yang masih duduk di meja makan sambil mengepalkan tangannya. Tampaknya Sasuke kembali emosi.

"Kita ke kamar saja." Ajak Sakura yang sedikit merasa tidak enak dengan Sasuke.

"Aku mau nya di sini." Jawab Naruto santai. Tanpa peduli dengan Sasuke yang tengah emosi, Naruto menyingkap rok rumahan Sakura ke atas. Dia menurunkan celana dalam istri Sasuke itu dan langsung menyiapkan penis nya.

SLEP!!..

"AHHH!..." Desah Sakura ketika penis Naruto masuk kedalam vaginanya.

Sakura menatap Sasuke yang juga tengah menatap nya lalu dia kembali mendesah ketika Naruto mulai menggerakkan pinggulnya.

"Ohhh!... Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!... Naruto!..." Ujar Sakura sambil mendesah. Hal itu tentu saja membuat Sasuke semakin emosi.

"Ohhh... Vagina mu sangat sempit Sakura!, Ahhh!... Akan ku keluarkan spermaku di dalam vagina mu." Ujar Naruto di sela gerakan pinggulnya.

"Hey Sasuke!, kau pintar sekali mencari istri, ahh!.. Selain seksi, vagina Sakura juga sangat sempit, uhh!.."

Ucapan itu terasa seperti ejekan bagi Sasuke. Terlebih lagi dia secara langsung melihat istrinya di genjot lelaki lain.

"Ohhh... Naruto!, aku hampir sampai, Ahhh!... Ahhh!... Ahhh!..." Ujar sakura ketika merasakan bahwa klimaks sudah dekat.

"Uhh!.. Aku juga Sakura." Ujar Naruto yang juga merasa hampir sampai.

Emosi Sasuke semakin mendidih melihat Naruto menggenjot istrinya dengan brutal, terlebih Sakura terus mendesah nikmat menerima setiap tusukan penis Naruto.

"Ahhh!... Naruto!, aku tidak kuat lagi!, aku keluar Naruto!!... KYYYAAAAAAAHHHHHH..." ujar Sakura sambil mendesah panjang. Tubuhnya menegang dengan kaki menjinjit ketika sebuah kenikmatan yang berpusat di vaginanya seakan meledak.

"Ohh!.. Aku juga Sakura!, terima semua spermaku ini!. GUUHHHHHH..."

Naruto menyemburkan spermanya di dalam vagina Sakura sambil melenguh nikmat. Dia melakukan itu sambil menatap Sasuke seakan mengejek lelaki itu.

"Untuk ronde selanjutnya apa kau mau bergabung Sasuke?, aku yakin Sakura akan senang, hehe." Ujar Naruto pada Sasuke yang tampak terlihat marah.

Sasuke berdiri lalu berjalan, bukan ke arah Naruto dan Sakura, melainkan pergi ke kamar nya. Dia tidak tahan melihat istrinya bercumbu dengan Naruto.

"BRENGSEK!!!..." Teriak Sasuke penuh amarah sambil membanting pintu kamar.

TAMAT.