Terima kasih pada seluruh reviewer, Kalianlah yang terhebat!

Dulunya tempat itu dibuat sebagai perlindungan jika desa di atas di serang. Mendiang Nidaime Hokage yang merancang dan mendisain banker bawah tanah Konohagakure. Sangat luas untuk menampung seluruh penduduk Konoha, bahkan sebenarnya masih ada ruang-ruang kosong yang belum terjamah. Sangat disayangkan, sebenarnya banker itu adalah peninggalan salah satu pendiri sekaligus paling modern yang pernah dibuat. Tapi sejak Hiruzen berkuasa dan Konoha boleh dibilang berada di puncak kejayaan (memenangkan dua perang besar), banker bawah tanah tidak lagi digunakan atau bahkan mungkin telah dilupakan. Desa sekarang memiliki bukit Hokage sebagai banker baru yang kualitasnya jauh dibanding buatan Nidaime. Shimura Danzo melihat kebodohan Hiruzen dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Banker itu kini menjadi markas rahasia Ne.

Danzo sebagai kepala pasukan Ne memiliki ruang kerja sendiri. Berada di level 7 bawah tanah, ruangan ini sebelumnya adalah gudang penyimpanan yang disulap sebagai ruang kerja. Di sebelahnya ada tempat tidur yang sebenarnya untuknya, tapi Danzo jarang menggunakannya. Saat ini hanya level 7 lah tingkat paling bawah yang bisa digunakan Ne, ada beberapa tingkat di bawahnya lagi, tapi keterbatasan sumber daya dan gerakan yang semakin dikekang membuat eksplorasi berjalan lambat. Insiden Uchiha membuat Danzo tidak bisa bergerak sebebas dulu.

Menatap dokumen pekerjaan sambil diterangi cahaya lampu lilin, Danzo duduk seperti petapa Zen.

Ada dua orang penjaga di dekat ruang kerja. Tapi Danzo adalah veteran, dia dengan mudah menyembunyikan emosi. Mungkin benar Ne dan dia telah membuang itu. tapi sehebat-hebatnya manusia, emosi adalah alami. Danzo tahu meski tidak akan pernah mau mengakuinya.

Adapun saat ini meski sang tetua kelihatan tenang, sebenarnya dalam hati penuh dengan gejolak. Jika dua penjaga di luar tahu, mungkin itu akan menjadi keterkejutan paling luar biasa.

Jika Hiruzen pintar (sayangnya tidak) dia akan melatih Kyuubi menjadi aset paling berharga. Dia akan memberikan semua kekuatan sejati shinobi, bahkan dia tidak masalah jika 88 anggota Ne ditukar dengan anak sembilan tahun itu.

Tentu saja, permintaan ditolak seperti yang sudah-sudah. Sama seperti ketika Danzo ingin memberdayakan Uchiha lebih berguna (dan lebih ditakuti) sebagai senjata utama desa juga berakhir sia-sia. Ketidakpuasan di dalam hatinya tumbuh dan akibat kontrol emosi luar biasa, emosi hatinya berubah menjadi kekuatan.

Suara nafas yang mewakili kemarahan seorang Danzo dapat terdengar, apakah dua penjaga itu tahu, Danzo mengabaikannya. Dia masih belum bisa memaafkan Hiruzen, bahkan dua tetua idiot yang selalu membelanya juga untuk kali ini mengecewakannya. Danzo bisa memaklumi kehilangan Itachi, setidaknya itu diganti dengan lenyapnya duri dalam daging. Tapi kasus Kyuubi tidak akan bisa dia loloskan begitu saja. Mencoba mengatur emosinya, Danzo mengembuskan nafasnya, kemudian dia memutar-mutar bahunya dua kali sebelum melihat sisa dokumen dengan ketenangan batin.

Bayangan tidak pernah tidur. Akan selalu melihat dan terus menggali.

Ne diciptakan untuk melindungi Konoha sebagai bayangan dan itu artinya masalah akan datang tanpa akhir.

Meski perang selesai dan berbagai gencatan senjata telah disetujui. Faktanya perang masih berkobar dalam skala kecil. Lima negara sepakat perang besar tidak dibutuhkan, tapi negera-negera kecil perlu di dorong untuk saling memusuhi agar pengaruh mereka tidak lenyap.

Danzo membaca semua dokumen itu dengan tenang.

Sunagakure adalah yang paling tenang dan sekutu terkuat untuk Konoha saat ini. Tapi sebenarnya itu hanyalah main aman yang dilakukan negeri pasir di tengah krisis kekurangan kekuatan tempur. Perang ketiga tidak membuat mereka jadi pihak kalah, tapi mereka kehilangan Kazekage ketiga dan Jinchūriki yang mengamuk tanpa akhir. Lalu krisis pangan juga melanda desa itu setidaknya tiga tahun terakhir sehingga ketergantungan Sunagakure kepada Konoha sudah tak bisa lagi diukur.

Dari kacamata manapun Suna jelas bukan musuh, tapi Danzo telah mengarungi banyak kehidupan tahu seberapa tinggi harga diri negara besar. Pada akhirnya orang-orang Suna akan menyadari ketidakberdayaan mereka dan melihat ketergantungan dengan Konoha sebagai aib. Kazekage Rasa bukan tipikal pemimpin emosional, tapi dia juga tidak mungkin mengabaikan cibiran pembantu-pembantunya.

Dan di sinilah dua agen Ne yang dikirim ke Suna memberikan semua laporan kepadanya selama sebulan mereka bertugas di sana.

Betapa rincinya laporan itu, membacanya saja sudah banyak memberi informasi dan strategi untuk jangka menengah. Danzo mungkin pria dingin, namun dia adalah pemimpin yang menghargai hasil kerja anak buahnya. Semakin baik semakin tinggi pula nilai anak buahnya untuk dipertahankan.

Alih-alih hanya sekedar ujian chunin, Suna bermaksud mendapatkan sponsor sebanyak-banyaknya. Mendatangkan ninja dari desa-desa tidak jelas hanya untuk membuat kesan Suna sebagai negeri kaya yang bisa diandalkan. Bukan strategi buruk, pasalnya jika desa-desa kecil itu tergiur, maka Suna akan mendapat banyak permintaan misi. Itu artinya desa mendapatkan pemasukan.

Konoha bisa saja tidak mengirim delegasi. Suna tidak akan berani macam-macam. Tapi Danzo bertaruh Hiruzen terlalu baik untuk melihat keuntungan di masa depan.

Bila Konoha absen, maka bisa menimbulkan gesekan dan Suna menganggap itu sebagai penghinaan. Konoha bisa berdalih sistem pendidikan mereka berbeda (ini jujur, Suna belum pernah melakukan ujian chunin serempak dan Danzo sangsi dengan mutu pendidikan negara itu). Suna meradang tapi tidak mengambil tindakan apa-apa karena takut kuota impor mereka terganggu.

Tapi jika Konoha mengirim delegasi, itu akan mempermudah Danzo menyusupkan mata-matanya tanpa dicurigai untuk mencari informasi. Meski sudah punya dua, menambah personil bukan suatu resiko. Belum lagi untuk mengetahui Ichibi lebih teliti.

Ini baru separuh jalan. Laporan untuk misi Iwa sebelumnya juga belum hilang dari kepalanya. Lagi-lagi Kyuubi menjadi magnet emosinya yang bergejolak.

Itachi memang akan mengancam Danzo jika menyentuh Sasuke. Konoha jadi taruhannya. Tapi misi kemarin mengubah banyak hal. Sebuah kelompok misterius dengan Itachi di dalamnya tampaknya mengincar Jinchūriki karena sebuah alasan. Kopian laporan misi tim Kakashi sudah dia terima. Baguslah menaruh anjing-anjingnya ke berbagai departemen. Mereka berguna untuk pekerjaan ini.

Akatsuki… itu sebatas ninja bayaran yang menerima upah rendah tapi menghasilkan kerja maksimal.

Danzo pernah dua kali menyewa jasa mereka dan dirinya puas. Tapi insiden Kannabi, menguak hal lain kalau kelompok ninja ini juga punya agenda lain.

Apa itu? dan seberapa buruk ini dibiarkan? Tindakan macam apa yang harus dia lakukan?

Danzo belum memikirkan untuk mengirim informan untuk mencari soal Akatsuki. Tapi itu sudah dia simpan dalam memori pendeknya. Adapun Itachi, dia tergoda memanfaatkan kesetiaan pembunuh klan dengan jaminan Sasuke.

Tapi Itachi juga simalakama yang beracun bilah tidak berhati-hati.

Danzo mengerucutkan bibirnya. Satu-satunya langkah cerdas yang bisa dia ambil adalah mencuri Kyuubi paksa untuk dirinya. bocah itu berkembang dengan memuaskan. Individu sejati seorang ninja. Sedikit bumbu, Danzo akan dengan mudah menjadikannya anak buah paling bernilai.

Tak lama, dia kembali tenang. Itu bayangan paling menyenangkan. Tapi berikutnya dia juga harus melihat potensi luar biasa itu bisa menjadi ancaman jika tidak diwaspadai. Danzo sudah punya satu parasit—Orochimaru.

Keduanya memang bekerja sama sebatas keuntungan masing-masing, laporan terbaru Orochimaru sibuk membangun kekuasaan di bekas tanah kerajaan Duzan yang dulunya milik klan Fuma. Salah satu agen melapor jika ada negara baru di bekas reruntuhan itu. hal itu baik-baik saja bagi Danzo, Konoha masih yang terkuat jika negara ciptaan Orochimaru ini macam-macam. Masalahnya adalah kelicinan ular itu dalam bermain. Alasan Danzo mencurigai Suna adalah keduanya saling berhubungan

Orochimaru memberikan beberapa bantuan (tentu bukan dengan namanya) kepada Suna. Apa itu bantuannya? Sayangnya intelnya belum mendapat apa-apa.

Jika Nono masih hidup, ia akan senang mengirim anjing kepercayaannya untuk menyelidiki sannin ular. Danzo tidak bisa semudah itu melawan mantan murid Hiruzen. Keduanya masih terikat kontrak dan meski enggan, Danzo masih membutuhkan Orochimaru.

Tanpa sadar. Dia menyentuh perban yang menutupi mata kanannya.

Dia masih punya kartu as, tapi sebisa mungkin senjata ini dia pakai di detik terakhir.

Aku masih ada pilihan memakai ini untuk Kyuubi. Itu satu-satunya opsi paling aman bahkan Hiruzen tidak curiga. Masalahnya ada murid Minato yang mengganggu…

Meski genjutsu jutsu itu halus. Bukan berarti perubahan itu tidak disadari Kakashi.

Jika itu masalahnya, itu akan menjadi penyebab masalah yang lebih besar. Mungkin lebih baik tidak melakukan apa-apa. Selama Danzo memberi hadiah untuk orang-orang bermasalah ini, dia akan mendapatkan apa yang dia mau.

Banyak masalah terus berdatangan.

Danzo juga harus mewaspadai aktivitas negara-negara kecil yang menjadi sekutu Konoha. Konflik ekonomi dan pertikaian kecil bisa Danzo buang untuk Hiruzen, tapi dalam dua bulan ini satu masalah lain yang mungkin memicu hal buruk jika tidak di urus sekarang.

Konflik Taki masih belum terselesaikan, soal masalah dualisme kepemimpinan di sana. Kaum bangsawan dan militer saling berebut pengaruh.

Danzo memiliki opsi untuk mendukung militer dan melenyapkan bangsawan. Opsi ini paling menguntungkan karena akan lebih muda mengontrol garda terdepan langsung dengan Iwagakure.

Tapi aku perlu memiliki kepastian soal Nanabi. Mereka baru memilih Jinchūriki pengganti. Selama aku belum mendapat informasi soal ini, aku belum bisa mengerahkan kekuatan militer mereka untuk bergerak.

Satu-satunya nilai Takigakure adalah Nanabi yang mereka punya.

Tanpa itu Danzo sudah lama menghancurkan desa yang pernah sekali mengkhianati Konoha.

Pengkhianat tidak layak mendapat kesempatan kedua.

Danzo menyelesaikan membaca laporan sembari merenungkan segala macam strategi dan meraih dokumen lainnya.

Pria tua itu melirik sampul dokumen yang menjelaskan soal laporan Amegakure.

Ini baru, pikir Danzo. Sudah lima tahun dia kirim mata-mata Ame adalah objek paling diam tanpa menarik perhatian.

Apa sesuatu terjadi? Danzo berkedip beberapa kali saat dia membacanya, matanya terbuka lebar. Dia membacanya lagi dari awal lalu megambil dokumen laporan dari Takigakure, membandingkannya dua kali dan setelah mengonfirmasi isinya tidak mengandung metafora atau kepalsuan, mulutnya sedikit terbuka seolah-olah dalam keadaan pusing.

"Apa-apaan ini?"

Tentu tidak diucapkan dengan keras. Nyaris datar. Tapi sangat tidak mewakili kerumitan raut wajah tetua desa itu.

Danzo selalu memegang alinasi dengan sekutu paling potensial. Kadang meski dirinya ingin mengatur semua ini sendiri, Danzo membutuhkan orang lain sebagai perpanjangan tangan.

Hanzo memang mungkin bisa menghianatinya tapi… mengingat kubu siapa yang dia pilih. Tetapi tindakannya kali ini tidak mencerminkan Hanzo yang Danzo kenal… tidak masih ada kemungkinan

Dia melihat dua laporan lain, mengkonfirmasi bahwa itu tidak penting. Laki-laki tua itu keluar ruang kerjanya yang langsung disambut sikap hormat dari dua pengawalnya.

"Aku akan pergi ke Sandaime untuk membahas suatu masalah. Jika ada yang mencariku, katakana bahwa aku tidak ada untuk saat ini. Jangan ganggu pertemuanku dengan Hokage mengerti?"

"Siap."

Kadang sebenci apapun Danzo pada Hiruzen dia harus mengakui Hokage masih yang tertinggi dalam segala urusan di Konoha.

AoN

Rasa sakit kepalanya tak kunjung berhenti, tapi Fuu tahu dia harus tetap lari. Orang-orang itu akan membunuhnya jika dia berhenti sebentar saja.

Apa yang terjadi? Kenapa ini terjadi? Siapa mereka? dan kenapa suara aneh dalam kepalanya tak kunjung berhenti?

Aku bukan suara aneh, gadis! Aku Chomei!

Apa?

Masuk ke hutan!

Kedua kakinya bergerak sendiri menuju hutan gelap yang biasa dia kunjungi saat tidak ada pekerjaan di ladang pertanian. Seorang perempuan yang merawatnya selalu menyuruhnya bermain di sana. Tidak usah membantu apapun, begitu katanya.

Fuu melihat hutan itu semakin dekat dan dekat. Warna hijau dan kegelapan di sana seperti menariknya secara ajaib. Seperti bau madu yang disukainya. Tanjakan bukit seakan bukan masalah, meski dia berlari kencang. Alam bawah sadarnya dan suara aneh di kepalanya seperti energi lain yang mendorong kakinya untuk terus berlari.

Tinggal sedikit, tinggal sedikit.

"Mau kemana gadis kecil?"

Sosok lain tingi besar muncul sekejap seperti sihir, tepat di depan Fuu yang langsung membuat gadis kecil itu terjatuh. Wajah pucat dengan hidung besar berjerawat. Matanya cekung kecil dengan salah satu seputih susu. Pakaiannya adalah sesuatu yang mencolok, abu-abu dengan jubah plastik yang biasa dipakai orang-orang untuk menghindari hujan. Tapi kesempingkan semua itu, simbol plat ninja di kepalanya menarik Fuu untuk melupakan semua… empat garis vertikal berjejeran.

"Bisa repot kalau kamu hilang…kami membutuhkanmu untuk desa kami."

Apa yang dikatakannya?

Sial! Sial! Aku menolak mati!

Tapi meski suara kepalanya merengek, Fuu tahu begitu sosok itu mengambil pedang besar yang terasurung di belakangnya lalu diangkat tinggi-tinggi. Dia sudah tidak lagi punya masa depan.

Inilah kematian.

Gadis itu menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya. Dari raut mukanya tergambar jelas dia benar-benar tidak mau bernasib seperti ini. Tapi inilah kenyataannya dan dia tidak memiliki banyak pilihan lain, bahkan sebenarnya tidak ada pilihan. Kalau saja dia memiliki kekuatan, kalau saja orang-orang dewasa itu mau mengajarinya teknik-teknik ninja, dia pasti akan menggunakannya untuk melawan orang ini dan melarikan diri. Tapi sayangnya dia Cuma gadis desa aneh dengan suara aneh di kepalanya

Kamu! Sudah kubilang—

Dia akan mati.

Pedang itu mulai mengaun ke bawah.

Dia akan—

—tapi… kenapa tidak sakit?

Gadis itu membuka mata secara perlahan. Hal pertama yang dia lihat adalah pedang itu berhenti di tengah jalan menuju dirinya, lalu kedua matanya melihat pemiliknya. Orang itu berhenti bagaikan membeku begitu saja. Pandangan orang itu tidak lagi mengarah ke gadis itu. ninja asing itu terkejut melihat apa yang ada di depannya.

Melihat hal itu gadis itu mengikuti pandangan si ninja…

Dia melihat, retakan.

Seperti cermin pecah

Retakan yang membuat pemandangan hutan di belakangnya seperti gambar rusak dan energi aneh yang belum pernah dia rasakan keluar dari retakan itu. biasanya suara di kepalanya akan berisik akan hal-hal baru, tapi itu menjadi sunyi seakan tidak ada apa-apa di sana.

Apakah itu pintu? Benak si perempuan

Dan seakan sesuatu mendengar suaranya, pemandangan tidak masuk akal itu menunjukkan bahwa dugannya terbukti benar.

Seperti kaca yang jatuh, bagian-bagian itu rontok bagaikan daun berguguran yang menampilkan kegelapan pekat

Dan sesuatu keluar dari kegelapan tersebut.

Seorang manusia. Lebih tepatnya sosok berambut hitam dengan jubah hitam dengan hiasan semacam bulu hewan. Manusia itu sulit dikenali karena memakai topeng putih yang menutupi wajahnya. Sebuah topeng yang mengingatkan Fuu pada rubah.

K-kamu…

Fuu bisa merasakan emosi ketakutan aneh dari suara dalam kepalanya, sebaliknya dirinya merasakan pengharapan jika manusia ini akan menolongnya…

"Ugh… S-siapa kau?" ucap ninja asing itu terbata-bata.

Suara yang baru beberapa waktu lalu penuh kepuasan dan kemenangan kini menciut digantikan ketakutan. Namun sosok baru itu tidak menjawab, seolah kehadirannya sudah lebih dari cukup untuk mewakili semuanya.

"Aku tanya lagi siapa kau!" kini perlahan keberanian tumbuh, tapi rasa takut itu tetap ada.

Tetapi sosok asing itu masih membisu, malah Fuu melihat jari berbalut perban dan semacam sabuk melilit di lengannya bergerak. Gerakan itu halus dan begitu sederhana, tapi sesuatu dari gerakan itu menimbulkan keburukan. Fuu merasakannya.

"Death," tangan sosok itu kemudian menutup, membentuk cengkraman. Berikutnya terdengar suara logam berat terjatuh di samping Fuu.

Gadis itu melirik dan menemukan kematian jatuh di dekatnya. Ninja asing itu terkapar di tanah dan ekspresi sakit dan ketakutan bercampur aduk.

Tidak lagi bergerak…

Mati…

Tubuh bergetar hebat. Matanya beruap tanpa sebab dan jantungnya berpacu dengan cepat. Mendadak sekeliling bising dengan suara-suara campur aduk yang membikin kepalanya sakit. Fuu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana ini dimulai dan kenapa bisa? Kesadarannya melayang jauh dan tubuhnya ambruk

Sebelum dia masuk dalam kegelapan seperti pintu itu dia masih melihat sosok asing itu ada disampingnya dan…

Dia membuka mata lalu melihat serangga besar menjulang tepat di atasnya.

AoN

Dan awal mula konflik Takigakure dimulai dari sini.

Terima kasih masih setia menunggu untuk kelanjutan kisah ini. butuh lama untuk membuat garis besar konflik ini. jujur saja ini bukan dimaksudkan untuk ditulis rinci dan langsung ke bagian ujian chunin. tapi kupikir Fuu adalah karakter penting untuk Part ini dan kenapa tidak ditulis saja bukan?

Suka? Benci? menemukan ejaan keliru? sampaikan semuanya dalam ulasan anda!