"Hoy sialan kalian benar - benar tidak mau melihat siapa yang menang antara si Uchiha dan si Hyuga itu, Un?!" Deidara berteriak kesal kepada teman - temannya yang lain, mereka masih saja mempertengkarkan perihal taruhan yang mereka sepakati bersama dengan sedikit ditambahi dengan adegan saling tonjok - menonjok satu sama lainnya kecuali Sasori dan Kisame tentunya.

Saat ini Kisame sedang menunjukan kepada Sasori koleksi foto peranakan dari sepasang ikan hiu Hammerhead yang ia beri nama Ponpon yang baru saja ia beli kemarin di toko ikan asal China favoritnya (Pasar gelap). Sasori yang melihat hal tersebut hanya bisa terdiam takjub, darimana si muka ikan ini bisa mendapatkan dan juga memelihara peranakan hiu Hammerhead ini?Bukankah memelihara hewan ini ilegal? Begitu pikirnya.

Beralih ke Deidara, ia terlihat makin kesal karena perkataannya diabaikan, well satu hal yang perlu kalian tau, Deidara sangat benci ketika ia diabaikan, jadi dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan atensi atau perhatian dari orang yang mengabaikannya.

'Khh, tidak ada cara lain aku harus menggunakan karya terapik buatanku, karena jika aku menyengat mereka dengan tekanan listrik yang kecil, mereka akan tetap mengabaikanku'

"Hah, kalian benar - benar tidak memberiku pilihan lain, un! Kalau begitu rasakan ini. SuperD3i 3.000.000 volt!"

*Bzzt!*

""AAAAAAAAAGGGH!""

"HAHAHA, SENI ADALAH SENGATAN!"

"A- akan kubunuh kau banci pirang!"

"A- Akh, akan ku cabuti rambut bancimu satu persatu Dei Sialan!"

"Oit oit oit. Tunggu dulu, sebelum kalian memukuliku aku cuma mau bilang kalau pertarungan dari Duo Freshmen kita akan segera berakhir, jadi ayo nonton dulu!" Ucap Deidara yang entah bagaimana dirinya sudah berada diatas tangki air milik sekolah mereka, tentu saja dengan niat untuk menjauhi amukan dari teman - temannya yang baru saja ia sengat menggunakan 'Masterpiece' inovasi terbarunya.

"Grr, Awas saja kau, setelah ini kau akan kujadikan sesajen untuk Dewa Jashin!"

"HAHAHAHA! AKAN KUTATA ULANG WAJAHMU SIALAN!" Tiba - tiba sebuah suara menginterupsi kegiatan 'normal' mereka.

Dengan bergegas para anggota Akatsuki menghampiri pagar pembatas mencoba melihat apa yang sedang terjadi dibawah sana. Kecuali Deidara yang masih berada diatas tangki air milik Sekolah mereka.

"Sepertinya adik si Itachi itu akan kalah, benar begitu Yahiko?" Tanya Hidan dan diberi anggukan oleh Kakuzu yang berada tepat disebelahnya.

"Masih belum, jangan terlalu percaya diri dulu Hidan" Yahiko menggelengkan kepalanya, tidak menyetujui pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh koleganya tersebut. Well jika dilihat dari situasi maka tentu saja orang - orang yang melihat keadaan Sasuke akan beranggapan bahwa ia telah habis, tapi tidak dengan Yahiko. Selain ia tidak rela akan kehilangan uang 500 yen- nya. Ia juga memiliki pandangan tersendiri akan Situasi dari Sasuke tersebut, ia berpikir bahwa Sasuke sengaja berada dalam posisi tersebut untuk membuat lawannya kehabisan tenaga dan ketika lawannya sudah mulai menunjukkan tanda - tanda tersebut maka Sasuke akan mengcounternya dan dengan cepat mengakhiri pertarungan tersebut. Well kurang lebih seperti itulah pemikiran Yahiko saat ini.

"Jangan membual Yahiko, Si Neji itu sudah memenangkan pertarungan itu, Dan juga jangan lupa kalau aku dan Hidan akan memenangkan pertaruhan ini!" Sahut Kakuzu dengan tatapan mencemooh Yahiko.

"Kau tau Uchiha itu selalu dipenuhi dengan kejutan" Deidara tiba - tiba menyahuti duo Kakuzu dan Hidan tersebut.

"Huh? Ada apa ini bukannya kau membenci Itachi? kenapa kau tiba - tiba memberikan adik dari Itachi itu sebuah pujian huh? " Hidan memutar badannya menghadap Deidara yang masih setia ditempatnya berdiri. Hidan benar - benar tidak mengerti hal ini, bukannya si Maniak sengatan ini membenci Uchiha - Uchiha itu?.

"Aku hanya berusaha bersikap objektif disini. Jika mengingat pertarunganku yang lalu melawan si Itachi itu, aku bisa bilang jika adik Itachi itu juga memiliki apa yang Itachi miliki, mereka sama - sama memiliki Speed dan Akurasi yang luar biasa, tapi bedanya adik Itachi itu tidak terlalu hebat dalam menggunakan kepintaran dalam berkelahi atau yang biasa disebut Battle IQ. Tapi jika dilihat dari lamanya pertarungan yang Sasuke lakukan melawan Si Hyuga itu. Aku bisa menyimpulkan bahwa Sasuke memiliki kelebihan didaya tahan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan kakaknya sendiri, yakni Itachi". Jelas Deidara panjang lebar tanpa mengalihkan sedikitpun tatapannya dari area pertarungan.

"Hoo apa hari ini akan badai? Kenapa kau tiba - tiba menjadi pintar seperti itu hm, Dei?" ujar Nagato lumayan terkesan dengan apa yang telah disampaikan oleh salah satu sobat begonya.

"Pfft, Kau benar Nagato - san, sepertinya sebentar lagi terjadi badai" Sasori tiba - tiba terkikik, sungguh perkataan Nagato berhasil membuatnya tertawa kecil akibat perkataan yang rada nyeleneh dari wakil ketuanya itu.

Deidara yang mendengar hinaan Nagato dan Sasori hanya bisa mengutuk mereka dalam hati.

'Tunggu saja kalian berdua akan ku pasang D3i super sole 9000 volt di sol sepatu kalian muahahaha!!'

"Seperti yang Dei bilang, ini belum berakhir!" Sahut Yahiko tiba - tiba yang sedari tadi perhatiannya tidak teralihkan sedikitpun dari pertarungan para Freshmennya itu.

"UWOOOO!" Terdengar gemuruh yang dihasilkan olah para murid yang menyaksikan perkelahian Duo Monster Freshmen mereka, mereka bersorak bukan tanpa sebab, mereka berhasil dibuat takjub dengan kehebatan Sasuke berhasil meloloskan diri dari Ground and Pound milik Neji bahkan sekaligus berhasil melakukan serangan balik kepada Neji yang baru saja membuat Sasuke benar - benar dalam keadaan yang bisa dikatakan hampir 'membunuhnya'.

"Nah kan? Kubilang juga apa!" Sorak Yahiko gembira! Tapi tidak dengan Duo Kakuzu - Hidan yang langsung merutuki Sasuke karena ia bisa mengembalikan keadaan, yang artinya uang taruhan mereka berdua tertahan. Tapi mereka yakin dengan luka yang didapatkan Sasuke tidak akan bisa membuatnya memenangkan pertarungan ini.

'Ayo kita lihat seberapa kuat kau adik Itachi!' Batin Deidara

.

.

.

Dan beberapa saat kemudian pertarungan antara Neji dan Sasuke sudah akan mencapai akhirnya.

Mereka menatap satu sama lain, bersamaan dengan itu satu kelopak bunga sakura menari - nari meminta agar bisa melepaskan diri dari tangkai pohonnya menuju lantai dunia yang terlihat segar dan subur itu, beberapa detik kemudian daun tersebutpun menyentuh tanah juga bersamaan dengan itu Neji maju menerjang kearah Sasuke yang ternyata sudah terlebih dahulu memasang kuda - kuda yang lebih Defensif dibanding sebelumnya.

Neji melakukan Fake kiri yang berhasil mengecoh Sasuke yang berusaha menahan sisi kanannya sehingga membuat sisi kiri tubuhnya terekspos. Neji kemudian memanfaatkan hal itu dengan melepaskan pukulan kearah leher Sasuke sehingga membuat Sasuke tercekat, kemudian Neji melancarkan siku menggunakan tangan yang tadi ia pakai untuk memukul leher dari Sasuke mengarahkannya mengincar dada Sasuke lalu kemudian ia menyambungnya dengan pukulan tangan kirinya yang mengincar kepala Sasuke, akan tetapi pukulannya bisa dihindari, Sasuke menundukan kepalanya dan kemudian melakukan Uppercut kearah dagu dari Neji.

*Swung*

*Tap*

"Yeahh! Neji berhasil menahannya, ini semakin jelas bahwa Neji akan memenangkan pertarungan ini!" Kakuzu berteriak kegirangan karena 'ayam jagonya' lagi - lagi berhasil membalikan keadaan.

"Tch, lihat saja Sasuke yang akan memenangkan pertarungan ini!" balas Deidara tidak terima, Yahiko yang mendengar perkataan Deidara menoleh kepadanya, ia kemudian tersenyum.

'Hehh, apakah ini pertanda bahwa kau telah berhasil berdamai dengan dirimu sendiri Dei? Baguslah dia sudah bisa menerima kemampuannya, yang bisa dikatakan masih sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk bersaing dengan Itachi. Tapi tetap saja aku masih ingin untuk terus membantumu agar dapat melampaui Itachi tapi itu semua tidak akan berjalan dengan baik jika kau tidak dapat memahami kelebihan ataupun kekuranganmu sendiri'. Yahiko kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke area pertarungan yang tadi sempat ia abaikan.

Kembali ke pertarungan, Neji berhasil membloknya dengan menggunakan kedua tangannya, Sasuke melihat itu hanya bisa mendecih kesal kemudian Neji melancarkan Combonya, ia memukul dada Sasuke kemudian ia pindah keulu hati Sasuke sehingga membuat Sasuke meludahkan liurnya kemudian ia menarik tangan kanannya memukul belakang telinga kanan milik Sasuke sehingga membuat Sasuke sedikit terhuyung kesamping, seakan tidak ada jeda Neji kemudian melakukan Mawashi Geri, yakni ia mengangkat kaki kanannya dengan cepat dan langsung mengarahkannya tepat ketelinga kiri milik Sasuke sehingga membuat Sasuke kembali terhempas kesamping.

Belum sempat Sasuke terjatuh Neji menangkapnya, kemudian melakukan gerakan penutup dari Combonya yakni Surikomi Goshi. Ia menarik Sasuke mendekat kemudian Neji memutar punggungnya membelakangi Sasuke mengangkat sedikit kaki kanannya untuk menciptakan momentum bantingan, kemudian ia sedikit menurunkan pinggulnya setelah itu ia menarik tangan kanan Sasuke dan kemudian menggunakan kaki kanannya tadi yang ia angkat untuk mengait pijakan dari kedua kaki Sasuke, setelah itu ia menggunakan pinggulnya untuk melakukan bantingan dengan sangat keras.

*Dumm* Bugh*

". . . . ."

""HAHHHH?!!"

"D- Double Knock out?!" ujar Sasori yang berhasil lepas dari keterkejutannya, ia menatap tak percaya akan apa yang barusan saja ia lihat.

Nagato kemudian mencoba mencari penjelasan dari sebuah pertarungan yang sangat mengejutkanya, yang baru saja disajikan oleh para Freshmen ajaib dari Sekolahnya ini. "Apa - apaan ini bukannya Neji berhasil membanting Sasuke dengan teknik yang sempurna? Tapi kenapa Neji juga ikut - ikutan pingsan? Apa jangan - jangan. -".

"A- aku melihatnya! Pukulan itu!" Berkeringat dingin, Deidara tiba - tiba memotong ucapan Nagato. Sehingga membuat semua temannya berbalik menatapnya, menunggu perkataan apa yang akan Deidara keluarkan.

" Tidak salah lagi itu adalah. . ."

""Phantom Punch!""

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: no pair for today my friend.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? Ganti Judul.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

KHS Boys - Courtyard, Monday at 8:27 am.

". . . . ."

Beberapa detik setelah peristiwa Double Knockout terjadi, keheningan menghinggapi murid - murid yang berkerumun mengelilingi area lapangan tersebut, mencerna apa yang barusan saja terjadi dihadapan mereka.

""HAHHHH?!!""

Didetik berikutnya kegaduhan terdengar menyelimuti keheningan yang sempat terjadi, karena hal ini terlalu aneh. Bagaimana bisa si Neji itu pingsan? Bukannya ia yang melakukan bantingan yang sempurna kepada Sasuke? Apa kepalanya ikut terbentur juga saat ia melakukan bantingan? Rasanya itu tidak mungkin bagaimanapun juga mereka tau bahwa Neji itu juara Judo se SMP - SMA seJepang, jadi kesalahan fatal tersebut kemungkinan terjadinya sangat kecil bahkan sampai berada ditingkat mustahil akan terjadi.

Pertanyaan terus berputar diotak mereka dilihat dari sisi manapun juga. hasil dari pertarungan ini benar - benar mengkhianati hasil yang didamba - dambakan oleh masing - masing dari mereka yang mengira jika Neji lah yang akan memenangkan pertarungan ini, nyatanya pertarungan ini hanya dapat menghasilkan seri.

Pertarungan dengan hasil seri mungkin banyak terjadi akan tetapi hasil seri yang barusan mereka liat itu dikategorikan aneh dan langka! Kenapa langka? Karena kebanyakan pertarungan yang berhasil seri diakibatkan oleh kedua kubu yang bertikai tidak dapat mengangkat tinjunya lagi akibat kelelahan, kemudian ada juga yang sama - sama menyerah karena masing - masing dari mereka frustrasi akibat tidak dapat meng K.O. lawannya, dan kemudian yang terakhir yakni Last Blow, kebanyakan Last Blow yang mereka pernah liat itu diakibatkan oleh kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melakukan benturan terakhir yang mengharuskan Kedua kubu yang bertikai harus melepaskan pukulan terhebat mereka tanpa perlu memikirkan pertahanan mereka sehingga membuat siapa saja yang berhasil bertahan dari Last blow itu akan otomatis keluar sebagai pemenang. akan tetapi Last Blow ini juga bisa mengakibatkan kedua kubu yang melakukan benturan tersebut terkena Double Knockout sehingga menghasilkan pertarungan yang seri.

Pengecualian untuk Pertarungan antara Neji dan Sasuke yang baru saja mereka saksikan tadi, mereka tidak melakukan Last Blow, dan pertarungan tadi mereka lihat itu sudah jelas bahwa Neji yang akan memenangkannya karena Neji lah yang melakukan serangan penghabisan. Akan tetapi Neji juga yang malah ikut - ikutan pingsan, sangat aneh bukan?.

"N- Naruto - san! apa yang terjadi?" Lee meneguk ludahnya pahit, tidak lupa keringat dingin mengalir daro dahinya.

"Double Knockout" Jawab Naruto santai, jujur ia juga merasa terkejut, namun keterkejutannya sedikit berbeda dari murid - murid yang ada disekitarnya yang kebenyakan terkejut dengan hasil pertarungan yang seri dan membuat keduanya pingsan. Lebih tepatnya Naruto terkejut melihat kecepatan dan ketepatan pukulan dari sahabatnya itu, well bagaimanapun juga melepaskan pukulan secepat dan seakurat itu dalam kondisi yang bisa dibilang sangat - sangat sulit hampir mendekati kata mustahil, menurutnya itu adalah sebuah pencapaian yang sulit ditiru oleh orang lain.dan satu lagi. Naruto juga dibuat terkejut dengan satu fakta bahwa ada seseorang seumuran yang hampir saja mengalahkan sahabatnya itu. Kemudian senyum mengerikan terpatri diwajah Naruto.

'Hehh menarik, apa ada lagi orang sehebat orang ini? Aku tidak sabar untuk bertarung melawan orang sekuat dia!' batin Naruto.

"Iya aku tau itu tapi bagaimana bisa? Apa Neji - san tidak sengaja membenturkan kepalanya saat membanting Sasuke - san?" Lee sedikit kesal karena Naruto memberikan jawaban yang sangat membantu untuk bangsa dan negara alien, orang - orang juga tau itu adalah Double Knockout, hahh salahnya juga sih pertanyaannya kurang detail untuk orang seperti Naruto ini.

"Huh memangnya kau tidak melihatnya Shin? Sebelum Sasuke menyentuh tanah ia berhasil melepaskan pukulan Cross kanan yang tepat mengenai rahang Niji, dan didetik berikutnya ketika Sasuke terbentur diatas tanah Niji juga ikut pingsan, karena pukulan itu sangat telak mengenai rahangnya" Balas Naruto acuh kemudian mengecek jam pada jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.

"B- Bagaimana bisa Sasuke - san melepaskan pukulan Cross dalam waktu yang sangat singkat dalam situasi dan kondisi seperti itu?! Aku tau dia petarung yang mengandalkan kecepatan akan tetapi melepaskan pukulan dalam keadaan seperti itu. . . itu terlalu cepat kau tau?-

- Oh dan satu lagi nama lawan dari Sasuke - san itu Neji buka Niji!" Lee menggeleng - gelengkan kepalanya, apa beneran daya ingat Naruto sepayah itu? Ataukah memang dianya saja yang tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitarnya?.

"Tentu saja dengan melakukan latihan, kau juga jika terus latihan dan memiliki mentor yang bagus, aku yakin kau juga akan mencapai levelnya" Jelas Naruto, ia kemudian menarik Lee memisahkan diri mereka dari kerumunan para murid yang masih saja sibuk berdebat dengan hasil pertarungan yang mereka saksikan, menuju arah Sasuke dan Neji yang masih tergeletak diposisi mereka masing - masing.

"Hm. kau benar juga, Baiklah mulai saat ini aku akan lebih giat lagi dalam berlatih dan juga aku akan meminta Guy - senpai untuk menjadi mentorku karena berhubung juga hari ini dia sudah keluar dari Rumah Sakit!" Ujar Lee dengan mata yang berbinar - binar, dirinya semakin semangat untuk berlatih untuk menjadi lebih kuat, karena bagaimanapun dia tidak bisa diam saja setelah melihat perbandingan kekuatan antara Neji, Sasuke dengan dirinya sendiri.

Well walaupun bisa dibilang ini sedikit tidak adil sih, karena Lee masihlah baru dalam dunia seni bela diri, ia baru mempelajari bela diri ketika ia naik ke kelas 2 SMP dengan alasan ia sering sekali dirundung sejak ia menaiki jenjang SMP entah karena apa ia juga tidak tahu menahu soal kenapa ia terus saja dirundung. Sedangkan untuk Neji dan Sasuke, ia pernah mendengar bahwa mereka berdua sudah lama dalam hal ini, mereka berdua sudah sedari kecil diajari bela diri oleh orang tua mereka masing - masing ditambah lagi banyak yang mengatakan kalau mereka berdua itu adalah Prodigy dalam seni bela diri itu sendiri, well agak susah memang untuk Lee untuk bisa mengejar ketertinggalan dari kedua orang itu, tapi ia tetap yakin bahwa suatu saat nanti ia akan bersanding sejajar dengan mereka berdua, tentu saja dengan kerja keras yang berlebih ia yakin ia akan bisa walau mungkin tidak dalam waktu dekat ini.

Selagi Lee sibuk dengan pikirannya, Naruto terus saja menarik kerah baju Lee untuk mendekati Sasuke yang jaraknya kurang dari 10 meter dari tempatnya berdiri, ia juga bisa melihat didepannya ada sekitar 5 murid kelas 1 yang juga mendekat kearah yang sedang ia tuju.

'Apakah itu teman - teman dari si Niji itu? Jika benar begitu berarti aku harus cepat - cepat dan membawa Sasuke menjauh sebelum mereka melukai Sasuke yang sedang pingsan itu' batin Naruto yang kemudian agak sedikit mempercepat langkahnya menorobos kerumunan orang - orang ini menuju kearah sahabatnya yang sedang terbaring tak sadarkan diri.

Jika kau tanya kenapa Naruto bisa berpikiran seperti begitu? Jawabannya simple, ia sering sekali berada dalam keadaan seperti itu ketika ia masih menjadi bocah SMP. Salah satu kejadian yang ia masih ingat sampai sekarang yaitu ketika ia dan kawan - kawannya melakukan peperangan terakhir mereka sebelum mereka masuk SMA yang masing - masing mereka pilih, Naruto mengajak perang seluruh SMP terkuat yang berada diwilayah mereka tinggali saat itu, yakni Kyoto.

.

.

.

Ia mengingat ketika Sahabat merahnya pingsan setelah mengalahkan salah satu dari 4 Boss yang masing - masing mereka lawan. Mereka berperang melawan 4 SMP, Naruto saat itu sudah berhasil membuat aliansi dengan 3 SMP lainnya yang telah ia taklukkan. Jadi bisa dibilang ini adalah peperangan skala besar yang melibatkan 8 SMP terkuat yang ada di Kyoto, dan yang mereka lawan adalah Sekolah - sekolah yang memiliki kapasitas yang luar biasa kuat untuk seumuran anak SMP.

Saat itu sisa Naruto dan beberapa teman - temannya saja yang masih sadar diantara kerumunan murid - murid SMP yang masih tergeletak di lapangan bola yang mereka sewa untuk baku hantam(?), Disisi lain terlihat Shikamaru dan Chouji yang sudah terlebih dahulu pingsan akibat kelelahan melawan Boss dari SMP Kiri dan SMP Iwa, ia memastikan teman - temannya berada dalam kondisi yang aman untuk sekadar beristirahat (baca: pingsan).

Naruto ingin sekali mengamankan mereka berdua dengan membawa jauh mereka berdua dari tempat peperangan ini akan tetapi ia juga kelelahan, ingin meminta tolong kepada teman - teman lainnya yang masih sadar? Ia tidak bisa karena berdiri saja mereka kesusahan, ia tidak mau menjadi ketua yang egois. Kemudian Naruto mendecih kesal karena ketidak berdayaannya untuk setidaknya membantu sahabatnya yang sedang pingsan itu. Karena bagaimanapun juga ini adalah perang bisa saja ada anak buah dari salah satu Boss yang tidak terima karena pemimpin mereka dikalahkan dan mencoba menuntut balas dendam dengan menghajar sahabat - sahabatnya yang sedang tidak berdaya itu.

Setelah memastikan tidak ada lagi orang yang berpotensi untuk melukai Shikamaru dan Chouji, ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah satu sahabatnya lagi, sahabat merahnya. ia melihat ada segerombolan murid - murid yang jika dilihat dari seragamnya memiliki rupa yang sama dari salah satu Boss yang baru saja sahabatnya kalahkan itu.

Naruto mengutuki orang - orang itu, dengan segenap tenaganya ia berlari menuju gerombolan murid - murid tersebut mencoba menghalangi mereka dari niat jahat mereka untuk melukai sahabatnya itu.

*Hop*

Kemudian Naruto melompat tinggi menyiapkan kaki kanannya untuk melakukan gerakan tendangan yang mengincar orang terdepan dari gerombolan tersebut.

*Duakh!*

Dengan telak tendangan tersebut mengenai leher orang itu sehingga membuatnya terlempar kebelakang dan berhasil menabrak 3 orang yang berada dibelakangnya itu, orang yang terkena tendangan tersebutpun langsung tidak sadarkan diri.

*Tap*

Setelah Naruto mendaratkan tubuhnya ia kemudian melanjutkan serangannya kepada 3 orang yang menjadi bantalan dari orang yang baru saja ia berikan tendangan mautnya, baru saja mereka bertiga mencoba untuk bangkit dari jatuhnya Naruto sudah terlebih dahulu menyambut mereka.

*Bugh!* "AAAGK!"

Naruto menendang Sisi kanan perut dari salah satu murid tersebut sehingga membuat murid itu terlempar kesamping akibat kuatnya tendangan dari Naruto, tendangan miliknya berhasil membuat murid itu berteriak kesakitan, kemudian Naruto berpindah ke orang kedua yang tepat berada didepannya, dengan cepat Naruto menarik kepala orang itu mengarahkannya menuju kelutut kanannya yang sudah ia tekuk itu.

*Bugh!* "GUHAHH!"

Hantaman dari lutut Naruto berhasil membuat hidung dari orang tersebut patah sehingga mengeluarkan darah yang sangat banyak.

Kemudian Naruto mengalihkan pandangannya kearah orang terakhir yang masih terduduk melihat temannya dihajar secara brutal. Orang itu susah payah menelan ludahnya, bulir - bulir keringat mulai membasahi wajahnya yang menyiratkan tampang yang terlihat sangat ketakutan, Orang itu kemudian berbalik menatap wajah Naruto yang menatapnya dingin kemudian ia menangis meminta Naruto untuk mengampuninnya. Naruto kemudian mengatakan kepada orang itu agar jangan pernah sekali - kali untuk mencoba mencelakai teman - temannya jika orang itu tidak mau merasakan penyesalan dikemudian hari. Naruto benar - benar serius, ia akan menghajar siapa saja yang berani untuk mencelakai teman - temannya, bahkan ia sudah siap untuk mematahkan kedua tangan orang ini jika saja orang ini mencoba untuk melawannya.

.

.

.

Naruto yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri tiba - tiba terganggu oleh seseorang yang memiliki badan yang sangat besar yang menghalangi laju Naruto.

*Bugh*

"Aduh kenapa kau tiba - tiba berhenti Naruto - san?"

Lee sedikit kebingungan karena tiba - tiba Naruto menghentikan langkahnya sehingga membuat kepala mereka berdua terbentur.

Naruto menghiraukan pertanyaan dari Lee tersebut, matanya masih menatap bingung kepada orang yang jika dilihat dari pakaiannnya memakai pakaian seperti guru, tiba - tiba orang itu mengangkat tubuh Sasuke dan Neji kemudian ia meletakan mereka berdua dibahunya.

*KRINGG!*

bersamaan itu pula terdengar bunyi bell yang menandakan bahwa mereka sudah harus masuk ke kelas mereka masing - masing karena proses belajar mengajar akan segera dimulai.

"SEMUANYA MASUK KE KELAS KALIAN!" teriak garang dari pria besar tersebut sehingga membuat kerumunan para murid yang mengetahui siapa pria tersebut berlari masuk tanpa bantahan sedikitpun. Sedangkan para Freshmen, menatap pria itu kebingungan.

"Hiiiiiii! I- itu. . ." Lee menatap Horror kearah pria yang berada didepan Naruto.

"Hmm kau tau siapa dia Jill?" Naruto heran, apa yang membuat si alis tebal ini terlihat ketakutan seperti itu, apakah ia tau soal pria berbadan Gorila ini?

"I- itu Ibiki - sensei, dari cerita yang kudengar ia pernah menghajar beberapa murid sampai mengalami koma selama 2 bulan!" Lee kemudian berbisik pelan ketelinga Naruto, tidak lupa ia mencuri - curi pandang kearah Ibiki yang ada didepannya yang sekarang tengah memasang raut wajah yang mengerikan, Lee yang tidak sengaja menatap mata dari Ibiki tiba - tiba langsung bergidik ngeri, seakan - akan tatapan dari Ibiki itu menjanjikan kematian bagi siapapun yang melihatnya.

"Hah?! Bukannya itu keterlaluan, kenapa ia tidak dipecat kalau begitu?" Naruto benar - benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar, bagaimana bisa orang seperti ini bisa menjadi Guru di Sekolah ini? Ia tahu Sekolah ini diisi dengan para berandalan akan tetapi menghajar mereka sampai koma itu keterlaluan, sepertinya rumor bahwa KHS Boys diisi oleh orang tidak waras itu ada benarnya, tidak murid tidak Guru semuanya sama saja! Naruto semakin kebingungan dengan informasi yang baru saja ia dapatkan dari si alis tebal yang ada disebelahnya ini.

"Katanya ia pernah akan dipecat akan tetapi ia mengancam Kepala Sekolah jika ia dipecat ia akan membawa anggota geng Yakuzanya dan akan membakar Sekolah ini, bahkan ia juga mengancam untuk mebakar rumah milik Kepala Sekolah itu sendiri!" Tambah Lee mendramatisir, bulir - bulir keringat terus - menerus berjatuhan dari dahinya, ia merasakan dirinya mual dia benar - benar takut dengan sosok gurunya yang satu ini.

"Bahkan pernah ia sampai ditangkap oleh para polisi karena memukul penjual di pasar! saat ia hendak dimasukkan kedalam mobil polisi, ia tiba - tiba saja melakukan perlawanan kepada polisi dengan cara ia menyundul body mobil sampai - sampai body mobil itu penyot!" Kaki Lee sudah seperti agar - agar sekarang, ia benar - benar akan pingsan jika ia terus berusaha mengingat rumor - rumor yang ia dapatkan mengenai guru yang ada dihadapannya ini.

*Glug*

Naruto yang mendengar perkataan Lee dengan susah payah menelan ludahnya pahit, Orang ini sudah bukan seorang guru lagi akan tapi seorang kriminal! Apakah sekolah ini semiskin itu sampai - sampai tidak bisa mendapatkan guru yang layak dibandingkan Gorila ini?! Ah atau jangan - jangan si Ibiki ini adalah anggota Yakuza yang mungkin menyamar menjadi guru agar bisa dengan leluasa merekrut berandalan disini agar bisa menjadi anggota Yakuza tanpa perlu membayar mereka? begitulah kira - kira pertanyaan - pertanyaan yang menari - nari didalam otak milik si monster kuning ini.

Ibiki yang mendengar itu hanya bisa Sweatdrop, Siapa yang membuat rumor itu pikirnya.

Sedangkan beberapa Freshmen yang tidak sengaja mendengar perkataan Lee juga ikut ketakutan dan kemudian mereka memutuskan untuk berlarian kedalam gedung kelas mereka masing - masing, mereka tidak mau mati konyol disini.

Sedangkan sisa Freshmen yang tersisa juga sebenarnya merasa ketakutan akan tetapi ego mereka yang menentang untuk percaya dengan ketakutan yang menghinggapi mereka itu.

"Tch, omong kosong! Matilah kau!" Tiba - tiba salah satu dari Freshmen yang masih ada dilapangan menyerang Ibiki.

"Ughhh" tampaknya Neji menandakan dirinya akan siuman, tubuhnya mulai menggeliat menandakan ia akan sadar sebentar lagi, bersaman dengan itu.

*Bugh*

Sebelum murid yang menyerang Ibiki berhasil melayangkan pukulannya, murid itu sudah terlebih dahulu terkena kaki dari seseorang yang digendong oleh Ibiki, yakni Neji. Kaki milik Neji tersebut tepat mengenai pelipis murid itu sehingga membuat pelipisnya mengeluarkan darah.

Murid tersebut jatuh terduduk meraba pelipisnya yang sobek.

"Da- darah dimatanya, dia buta! huaaaa!" Lee yang melihat itu semakin ketakutan iapun kemudian lari meninggalkan Naruto.

Para Freshmen yang melihat itu seketika mengekor dibelakang Lee ikut berlari menjauhi Guru yang brutal itu. Well mereka tidak mau anggota tubuhnya hilang dikarenakan guru gila yang baru saja membuat 'buta' mata muridnya sendiri.

Hahh Lee, kenapa kau menjadi penyebar hoax yang handal?.

"Kau tidak apa - apa nak?" Ibiki mengulurkan tangannya mencoba meraih muridnya yang entah karena apa ia tak tahu kenapa pelipis muridnya ini bisa sobek dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak.

Murid yang pelipisnya berdarah kemudian mengarahkan pandangannya kearah orang mengulurkan tangan kepadanya, ia melihat horror kepada Ibiki seakan - akan orang didepannya adalah seorang iblis.

"Hiiiiiii" dan kemudian murid itupun lari ketakutan meninggalkan Ibiki yang mematung, mereka baru saja menyaksikan kelakuan seorang guru yang membuat muridnya sendiri 'buta'.

Hahh dasar si alis tebal terlalu melebaikan sesuatu yabg tidak - tidak.

"Hahh" Ibiki menghela napas lelah, kenapa ia selalu berada diposisi seperti ini, orang - orang selalu salah paham dengannya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah murid yang tersisa didepannya, yakni Naruto.

"Aku melihatnya, kaki dari si Niji itulah yang mengenai pelipis murid yang tadi sehingga membuat pelipisnya sobek" ujar Naruto menatap Ibiki tepat dimatanya, sepertinya otak leletnya sedang bagus - bagusnya hari ini, ia sekarang lumayan paham akan sedikit situasi yang dihadapi oleh gurunya ini, sepertinya gurunya ini sering disalah pahami oleh orang lain karena perawakannya yang terbilang mengerikan, tapi itu hanya pendapatnya saja, mungkin perkataan Lee lah yang benar entahlah, dia tidak terlalu peduli tapi satu yang harus dia lakukan saat ini, yaitu menjaga jaraknya dari guru gorilanya ini, dia setidaknya harus memastikan apakah rumor tersebut benar adanya atau cuma bualan semata.

"Ini sudah jam pelajaran, silahkan pergi ke kelasmu!" Ibiki menatap Naruto datar disertai dengan suara yang datar pula.

"Baik, kalau begitu aku duluan sensei, oh iya aku titip temanku ya!" Naruto memberikan senyuman tipis kepada Ibiki kemudian berlari menuju kelasnya.

'Jadi si Niji itu yang menang? Ia sudah lebih dulu siuman dibandingkan dengan Sasuke, kurasa Sasuke tidak akan sadar dalam waktu yang sebentar, bagaimanapun juga Sasuke mendapatkan damage yang lebih parah dibandingkan dengan Niji, well kepalanya dibanting dengan keras menghantam tanah sedangkan dilain sisi Niji hanya mendapatkan pukulan yang tepat mengenai rahangnya jadi tentu saja itu tidak terlalu parah dibandingkan Sasuke. Kuharap Sasuke tidak mengalami cedera otak atau semacamnya' batin Naruto sangat khawatir kepada sohibnya, posisi Naruto sekarang sudah agak jauh dari Ibiki.

Beralih ke Ibiki yang masih berada di lapangan, matanya masih menatap murid berambut kuningnya dari jauh.

'Heh menarik, anak itu berbicara padaku dengan menatap langsung kemataku, aku akui anak itu sangat berani' batin Ibiki, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju UKS milik sekolah, mengantarkan dua muridnya yang sama - sama babak belur akibat perkelahian mereka tadi, ya dia melihatnya lagipula sekolah ini tidak mempermasalahkan perkelahian, karena sebenarnya sekolah ini bisa dibilang mengambil kurikulum semi militer jadi memiliki fokus pada fisik dan daya tahan tubuh para muridnya. Sayangnya orang - orang disini dari masyarakat sekitar sampai murid - murid disini salah paham akan hal ini sampai mencap sekolah ini adalah sekolah berandalan yang tidak memiliki kurikulum pembelajaran sama sekali.

Hahh mereka dan ketidak tahuan mereka, asal kalian tahu sekolah inilah yang paling banyak memasok lulusan mereka menjadi tentara muda, bahkan ada beberepa dari mereka yang menjadi polisi dan juga bahkan kebanyakan dari mereka menjadi rekrutan Yakuza.

Berkata soal Yakuza, Ia kembali mengingat perkataan murid kelas satu yang memiliki alis tebal tadi perihal rumor tentang dirinya yang tidak benar, ia tidak tau sejak kapan rumor - rumor palsu itu menyebar, lagipula ia tidak peduli karena dengan adanya rumor - rumor itu bisa dibilang dapat membuat pekerjaannya untuk menertibkan murid - murid di Sekolah ini menjadi jauh lebih mudah.

.

.

.

.

.

Inuzuka High - Parking Lot, Monday at 8:10 am.

"Bagaimana Dosu, apakah sudah semuanya disini?" tanya Sakon di balik kemudi motor yang ia dan saudara kembarnya (Ukon) tunggangi, lalu kemudian Sakon menolehkan kepalanya kearah samping kanan, tepatnya kearah Dosu yang saat ini sedang sibuk menghitung jumlah total anggota yang berada di tempat parkir Inuzuka Industrial High ini.

Tiba - tiba datang sekelompok murid yang mendekat kearah kerumunan yang saat ini menetap ditempat parkir sekolah milik Inuzuka Industrial High.

"Kau mau kemana Sakon, Ukon?" tanya seseorang yang tiba - tiba muncul bersama beberapa orang yang mengikutinya dibelakang.

"Kidomaru - senpai? Ah kami hanya mengumpulkan pasukan kami untuk menyerang Sekolah bodoh itu, jangan khawatir kami akan membalas perlakuan mereka dua hari yang lalu" Bukan Sakon ataupun Ukon yang membalas, tetapi Dosu lah yang menjawab pertanyaan dari orang yang dipanggil dengan nama Kidomaru itu.

"Kheh percaya diri sekali kau, kau tau ini adalah saat yang sangat tidak tepat untuk menyatakan perang kepada mereka" Kidomaru tersenyum merendahkan dengan perkataan dari Kohainya ini.

"Apa maksudmu senpai? Apa kau meragukan kami?" kali ini Sakon yang mengambil alih situasi, jujur saja ia sedikit tersinggung ketika mendengar kekehan dari seniornya ini ditambah lagi senyuman meremehkan terpampang jelas diwajahnya, ugh jika saja orang inu bukan wakil dari Kimimaro - senpai, Sakon pasti akan menantangnya bertarung.

"Kau tahu kenapa? Karena hari inilah waktu dimana geng - geng besar seperti Akatsuki maupun Uchiha Empire merekrut anggota baru mereka, pikirkan saja jika kau menyerang Freshmen mereka, apakah mereka akan diam? Tentu saja tidak malahan mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat para Freshmen mereka untuk loyal kepada mereka dengan cara memberikan sedikit bantuan kekuatan untuk mengalahkan kalian" Jelas Kidomaru panjang lebar.

"Dan juga soal meremehkan kalian, aku tidak meremehkan kalian, lebih tepatnya aku hanya sedikit skeptis saja, karena 2 hari yang lalu 40 orang anak buahmu dikalahkan hanya dengan 2 murid KHS yang kemungkinan besar adalah Freshmen juga sama seperti kalian, kau sudah lihatkan perbandingan kekuatan kalian" Kidomaru mencoba membuka pikiran kohainya ini, well bagaimanapun angka 40 itu tidaklah sedikit ditambah lagi 40 orang itu dikalahkan hanya dengan 2 Freshmen dari KHS? Ini memalukan.

"Ck, jadi kau mengatakan kami ini lemah hah?! Kalau begitu kau lihat saja setelah kami menyerang mereka, kau akan mendapatkan berita bahwa Red Wheel Konoha bisa meratakan para Freshmen dari sekolah bodoh itu!" Ujar Ukon marah tidak terima, tentu saja ia tidak terima karena 2 hari yang lalu ia dan kakaknya (Sakon) tidak turun langsung dalam menyerang, dan juga anggota yang ia kirim saat itu baru saja melakukan pelatihan yang keras dari Kimimaro jadi ia yakin mereka bertarung dengan kondisi yang tidak prima, beda dengan kondisi yang sekarang, ia yakin mereka bisa mengalahkan para Freshmen yang ada di sekolah bodoh itu.

"Kau jangan gegabah, apa kau mau mati?!" Kidomaru membentak Ukon yang berkata nyalang padanya. Setelah Kidomaru membentak Ukon, ia melihat anggota dari Sakon dan Ukon yakni Freshmen mereka menegangkan badannya, tanda bahwa mereka siap akan menyerang Kidomaru beserta anak buahnya yang ada di belakangnya.

Kidomaru kemudian mengalihkan perhatiannya kebelakang, ia melihat teman - temannya juga bersiap untuk menyerang, dengan sigap Kidomaru memberikan gestur tangan untuk diam dan tidak perlu melakukan hal yang tidak - tidak. Jujur saja, Kidomaru tidak mau ada perpecahan di lingkup sekolah ini, ia tidak mau sekolah ini terpecah seperti sekolah rival mereka yakni KHS Boys. Kemudian Kidomaru menatap tajam kearah Sakon selaku pemimpin para Freshmen yang ada didepannya ini.

"Aku akan memberikanmu saran, melawan mereka itu butuh taktik dan kesabaran, jujur kalian akan langsung kalah jika kalian mengajak mereka perang secara langsung. Kalian harus bermain sabar, kalian harus menunggu waktu yang tepat untuk menyerang dan yang paling penting adalah mencari tahu siapa - siapa saja orang - orang penting yang berpengaruh diangkatan mereka. Setelah kalian memiliki cukup banyak informasi dan sudah mengetahui siapa ketua mereka, kalian menunggu saat yang tepat ketika pemimpin mereka tengah sendirian ataupun ketika mereka sedang dalam kondisi yang memungkinkan untuk diserang secara tiba - tiba, -

- Kusarankan kalian untuk membagi tim untuk menghajar beberapa ketua mereka yang berkeliaran. Kau tahu ini adalah cara yang paling mudah dan paling ampuh untuk menyerang mereka karena selama 2 tahun pengalamanku mengamati mereka, mereka adalah kelompok yang sangat tidak kompak saat menjadi Freshmen, jadi kemungkinan menyergap mereka ketika mereka berjalan sendiri itu lebih mudah dan juga lebih efisien" Jelas Kidomaru panjang lebar, kemudian ia berbalik seraya meninggalkan tempat itu, tapi sebelum ia benar - benar berjalan menjauhi para juniornya, ia tiba - tiba menghentikan tubuhnya, kemudian ia kembali menghadapkan pandangannya kepada juniornya itu.

"Jika kalian bertanya kenapa tidak menyerang sekarang saja padahal kekompakan mereka tidak ada? Jawabannya simpel kalian masih belum mengetahui siapa Boss mereka jadi kalian hanya akan membuang tenaga kalian sia - sia, dan ketika kalian lengah maka Freshmen yang kalian serang akan meminta bantuan kepada senior mereka, tentu saja senior mereka akan turun membantu mereka dengan iming - iming membuat mereka menjadi anggota mereka.Oh satu lagi, jika kalian mengabaikan perkataanku dan tetap kekeh untuk menyerang sekolah itu. maka kami para Sophomore tidak akan membantu kalian karena kalian bergerak tanpa perintah dari Kimimaro, jadi jangan berharap kami akan membantu kalian ketika kalian diserang" Tambah Kidomaru kemudian ia berjalan mendekat kearah Sakon dan Ukon.

*Grep*

Kidomaru mencengkram kerah baju milik Sakon, kejadian itu mendapatkan beragam ekspresi dari orang - orang yang ada disekitar mereka.

"Kau tau? Kalian semua bisa datang kapan saja di markas utama kita untuk berlatih, aku juga ingin memberi beberapa pelajaran kepada kalian soal sopan santun" kemudian Kidomaru melepas cengkramannya dari kerah baju Sakon, kemudian memberikan senyuman menenangkannya kepada juniornya. Well ia hanya ingin mengetes mental para juniornya, dan hasilnya ia cukup puas karena kebanyakan mereka memandang marah kepadanya, yang berarti juniornya ini sama sekali tidak takut dengan ancaman dan sudah bisa dikatakan siap ketika mereka diberikan perintah untuk menyerang geng lain ataupun sekolah lain dari pemimpin sementara mereka di RWK, yakni Kimimaro.

Kidomaru meninggalkan tempat itu bersama pasukannya yang senantiasa mengikutinya sejak tadi.

Sakon yang melihat ity hanya mendecih kesal, ia memikirkan kembali kata - kata dari senpainya.

"Jadi bagaimana kak? Apa kita tetap akan menyerang mereka?" tanya Ukon yang sepertinya juga terpengaruh dengan kata - kata dari Kidomaru.

"Dosu".

"Ya?".

"Bubarkan mereka, kembali ke kelas, setelah pulang sekolah nanti ajak mereka ke markas utama RWK. Kita akan latihan sampai kita bisa lebih kuat dari sekarang, kau tau Dosu? Saat ini aku benar - benar bersemangat untuk menghancurkan Freshmen sekolah bodoh itu" ujar Sakon dengan senyum mengerikannya.

"Aku mengerti" Dosu mengangguk kemudian ia masuk ke tengah - tengah lautan manusia yang ada disitu.

"SEMUANYA MENDEKAT KEARAHKU!" Teriak Dosu yang sukses mendapatkan perhatian dari orang - orang yang ada disitu, kemudian ia memberitahu mereka sesuai dengan apa yang Sakon katakan kepadanya, berbicara soal Sakon, ia dan adiknya kini sudah memisahkan diri dari kerumunan itu.

Sakon kemudian memanggil Ukon untuk naik kemotornya, setelah Ukon sudah berada ditempat duduknya, ia kemudian menyalakan mesin motornya.

*Brum*

Kemudian Sakon mengemudikan motornya keluar dari gerbang sekolah, hal itu berhasil mendapatkan perhatian orang - orang yang ada disitu.

"OY SAKON UKON, KALIAN MAU KEMANA?!" Tanya Dosu panik, jangan bilang mereka mau menyerang KHS? Ini bakalan menyusahkan karena 2 orang tolol itu suka sekali berbuat onar, ditambah ia mengingat perkataan Kidomaru jika mereka tetap kekeh untuk menyerang KHS, maka para Sophomore mereka akan lepas tangan, Senior mereka tidak terlibat dalam hal ini karena mereka tengah melakukan persiapan pelatihan untuk kelulusan mereka padahal tahun ajaran baru saja dimulai, aneh memang. Juga alasan itulah pemimpin RWK yang asli memberikan jabatannya kepada wakil RWK yang masih kelas 2 yakni Kimimaro.

"TENANG SAJA KAMI HANYA AKAN PULANG TIDUR, OH IYA BERITAHU GURU YANG MASUK KALAU KAMI BERDUA SAKIT OKE?!" Teriak Sakon, ia saat tengah menggas motornya pelan, tentu saja agar perkataannya didengar dari lawan bicaranya itu, beberapa detik kemudian ia menarik penuh gas motornya sehingga membuat dia dan adiknya meninggalkan tempat itu jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

"DADAH KAMI MENGANDALKANMU, DOSU!" teriak Ukon sebelum kakaknya membelokan motornya kearah kiri distrik perumahan yang ada disitu.

"Hahh, kembar siam sialan, selalu saja merepotkanku" Dosu memijit kepalanya pusing. Kemudian ia kembali mengarahkan perhatiannya kepada kerumunan yang masih setia berdiri disekitarnya.

"Oke kalian sudah mengertikan? Kalau begitu bubar, kembali ke kelas kalian masing - masing dan terima kasih atas waktunya!" Dosu kemudian mencabut kunci motornya kemudian memasukannya kedalam saku celananya, setelah itu ia beranjak memasuki halaman sekolah dengan tujuan mengarah ke gedung sekolah dimana kelasnya berada, tidak lupa diikuti oleh beberapa temannya yang juga ikut dibelakangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC~

Oke, mari analisis struktur dari Geng RWK, mereka memiliki ketua resmi yang kini berada dikelas 3 dan saat ini memberikan tahtanya sementara kepada wakil resminnya yang kini berada dikelas 2 yakni Kimimaro, bisakah kalian menebak siapa ketua resmi mereka? Hmm.

Oke sekarang aku bakalan memperlihatkan peta kekuatan yang ada di Inuzuka Industrial High, Aku juga bakal mengurutnya dari yang terkuat sampai terlemah disetiap angkatan.

Kelas 3

- ???

Kelas 2

- Kaguya Kimimaro.

- Kidomaru.

- Jirobo.

- Kamizuru Kurobachi.

- Kamizuru Jibachi.

Kelas 1

- Sakon.

- Ukon.

- Kinuta Dosu.

- Tsurugi Yoroi (Orang yang di Combo oleh Naruto dichapter 3).

- Akado Misumi (Orang yang di Combo oleh Shikamaru dichapter 3).

- Abumi Zaku (Orang pertama yang menyerang Naruto dichapter 3).

Untuk penggambaran karakter kalian bisa melihatnya di Google, mereka semua murni karakter yang berasal dari Naruto dan Naruto Shippuden, dari cerita canon, ova sampai the movie.

Untuk chapter depan Naruto akan kembali mengambil alih cerita, Yeah finally Naruto is back in Action baby! Tapi kalian harus bersabar untuk menunggu kapan dipublishnya chapter tersebut, Oke?.

Oh dan yang terakhir, mungkin 2 sampai 3 chapter kedepan aku akan mengakhiri Arc Freshmen War Ini, setelah itu kita akan masuk kedalam Arc kedua yakni. Arc KHS vs RWK. Jadi stay tuned!.

.

.

.

Aku sengaja nge-repubilsh chapter 7 ini Karena adanya sedikit perubahan yang terjadi, yakni adanya penambahan plot ditiap -tiap chapter demi menguatkan plot - plot lain yang akan terjadi kedepannya dan aku juga berusaha untuk memperbaiki semua typo yang kutemui, aku menyarankan kepada pembaca lama untuk membaca cerita ini dari awal lagi, karena ada sedikit perubahan penting yang terjadi ditiap - tiap chapternya.

Sekian Terimakasih.