The Golden Soldier: Thouser

Disclamer:

Naruto Masashi Kishimoto

Boku no Hero Academy Kohei Horikoshi

Kamen rider Toei

Summary:

Tidak ada yang sempurna, semuanya memiliki kekurangan tersendiri, begitu juga dengan mereka para pahlawan.

Digambarkan sebagai yang pemberani, hebat, dan menjadi penolong bagi yang lemah namun intinya adalah mereka dikatakan sebagai sosok sempurna tanpa noda...

Noda...Heh.

Maka bagaimana kalau aku yang menjadi noda tersebut...

Sosok yang akan menjadi sisi gelap dari pahlawan yang selalu mereka elu-elukan, simbol dari ketidak sempurna mereka,

Thouser

The Golden Soldier: Thouser

"Apa maksud ayah!"

Terlihat seorang gadis dengan nada kesal dan marah pada pria berambut hitam yang dipanggil Ayah.

"Tidak ada maksud apa-apa," balas pria berambut hitam ini dengan tenang namun tegas.

"Lalu, kenapa ayah dan ibu tiba-tiba meminta ku untuk bertunangan dengan orang yang bahkan belum pernah ku kenal!"

Sosok, pria berambut hitam ini tidak mengatakan apa-apa, ia hanya menatap ke pada putrinya. Sebelum kemudian dia mengalihkannya ke arah lain.

"Kami punya alasan Nejire," ucap tenang seorang perempuan dengan wajah cantik dan rambut terurai panjang berwarna Periwinkle.

Sosok gadis yang bernama Nejire sangat kesal dan marah ketika ia mendengar, kedua tangannya mengepal. Ia bahkan sampai menggigit bibirnya.

"Hanya demi bisnis, kalian mengorbankan masa depan ku!," bentak sosok gadis Periwinkle ini.

"Nejire, jaga ucapanmu!," tegur sang ibu yang melihat tingkah laku anak yang seperti hilang kendali.

"Terserah oka-san!, dari dulu sampai detik ini yang kalian pikirkan hanya masalah bisnis! Kalian tidak pernah mempedulikan ku!," ujar Nejire dengan luapan amarah yang meluap-luap.

Sang ibu yang mendengar itu hanya dapat terdiam, dia menundukkan kepalanya sambil memegang dada.

"Begitu juga dengan ayah dan ibumu, mau kau marah sebesar apa pun, pertunangan ini tetap akan dilaksanakan."

Nejire menatap dengan pandangan yang sangat terbelalak, dengan perasaan kecewa ia lalu berlari pergi dari ruang tersebut.

"Nejire!"

"Biarkan saja, Natsumi."

"Keiji."

Sosok pria bernama Keiji ini lalu memegang tangan dari pada istrinya, sementara sosok perempuan bernama Natsumi ini hanya dapat menatap mata suaminya tersebut.

"Ini jalan terbaik satu-satunya," ucap pria berambut hitam ini.

Natsumi yang mendengar itu langsung memeluk sang suami, sementara Keiji hanya bisa mengalihkan pandangannya pada pemandangan di luar.

'Kuharap kau bisa menjaga putri kami, Naruto-kun.'

The Golden Soldier: Thouser

"Ba...Banyak sekali."

Seorang pemuda berambut pirang menatap pada tumpukan kotak yang sekarang memenuhi halaman dari pada depan rumahnya.

"Oi..Oi, cepat-cepat bawa ini semua ke dalam, P.I.R.A.N.G!"

Suara yang amat tidak enak di dengar muncul dari belakang, pemuda pirang ini. Siapa lagi kalau bukan gadis berambut Periwinkle, dengan tatapan tajam sambil bersedekap.

Pemuda yang adalah CEO dari pada Zaia Enterprise ini hanya bisa menghela napas, nampaknya kata-kata mutiara 'Jangan menilai hanya dari sampul' sangat pas menggambarkan apa yang tengah dialami.

Sangat berbanding terbalik 180 derajat, dengan foto cantik yang diperlihatkan oleh paman Hado.

"Iya..Iya, tenanglah, Nejire!"

"Jangan sebut namaku seenaknya! Pirang!"

'Tuh, kan salah lagi,' pikir Naruto yang bisa pasrah.

Karena tidak ingin memperpanjang masalah sepele, Naruto langsung saja mengangkat kotak-kotak tersebut.

"Kalau sampai jatuh, kau harus bertanggung jawab."

Sosok gadis bernama Nejire ini lalu pergi dari tempat tersebut menuju ke dalam rumah besar dari pada CEO Zaia Enterprise.

Time skip

Naruto kini tengah bersantai setelah, dua jam memindahkan kotak yang ada di halaman depan. Sambil menikmati sebuah apel segar, ia menonton pertandingan sepak bola.

"Ini adalah detik-detik menegangkan, apakah The Foxes dapat membalikkan keadaan melalui tendangan bebas ini, kita saksikan. Sementara kita lihat nampaknya The Gunners, tidak memberikan celah sedikit saja pada para pemain The Foxes untuk mencetak gol."

Pemuda berambut pirang ini sangat serius menatap ke arah televisi, pertandingan yang sangat membuat detak jantungnya berdetak serasa cepat, dikarenakan tim favorit nya tengah bermain yaitu The Foxes.

"Nampaknya pemain nomor sembilan akan menjadi eksekusi tendangan bebas ini."

"Ia dirinya sudah siap."

Priiiit!

"Wasit telah memberikan tanda, dan inilah dia pemain nomor sembilan melesat tendangan keras yang mengarah ke pojok atas kanan gawang dan! G!"

Click!

"Ak..Aku mencintaimu Hime!"

CEO Zaia Enterprise ini hanya bisa membeku dengan ekspresi terbelalak, ia lalu menoleh ke sebelah kanan dan melihat sosok gadis bermata biru tengah duduk sambil memegang remote televisi dengan wajah tak berdosa.

"Tidak!"

Suara teriakan keras langsung menggema di satu rumah tersebut.

"Kenapa kau pindahkan! Aku tidak bisa melihat gol kemenangan The Foxs!," ucap Naruto sambil menunjuk ke Nejire dengan rasa kesal.

"Jadi, apa masalahnya, lagi pula mereka sudah pasti menang," balas gadis Periwinkle, yang kini seperti acuh dan lebih fokus pada acara drama kesukaannya.

'Bukan itu masalahnya, masalahnya sebenarnya kau memindahkan saluran televisi di waktu yang tak tepat!'

Entah kenapa pemuda berambut pirang ini sangat merasa sial hari ini, namun ia tidak dapat melakukan apa-apa ya setidaknya ia bisa melihat tendangan kemenangan itu di internet tapi atmosfernya akan beda sekali.

'Hah, tenang, tenang.'

Naruto lalu ke halaman depan kembali, ia lalu menyambung selang dengan keran air yang berada di situ.

'Setidaknya, menyiram rumput bisa membuat ku tenang,' batin Naruto yang kini tengah menyiram.

Sosok CEO ini masih tak percaya dengan kejadian kemarin, dirinya benar-benar bertunangan dengan gadis Periwinkle tersebut, namun yang mengetahui hal ini hanyalah beberapa orang.

Selain itu sifat dari calon istrinya ini sangat berbeda dengan kemarin, yang mana lucu, periang, baik hati. Namun setelah hanya berdua sifat lainnya muncul, bisa dikatakan sifat gelap dari seorang Nejire.

Sementara itu Nejire yang berada di dalam rumah kini menatap ke arah pemuda pirang yang tengah menyiram, ia menatap dengan kesal dan benci.

Ia kemudian, melanjutkan kembali menonton drama kesukaannya. Meski tetap saja ia sangat tidak suka dengan statusnya sekarang yang mana dirinya sudah menjadi calon istri dari CEO Zaia Enterprise.

Masa depannya terus di rebut oleh hasrat orang tuanya, bisnis dan masalah bisnis hanya itu yang mereka pikirkan. Bahkan untuk melihat dirinya berhasil menjadi juara satu saja saat masih SMP, tidak pernah mereka lakukan dan hanya mengirim perwakilan bawahannya untuk menjadi wali.

Karena itulah dia lebih memilih untuk tinggal di asrama U.A, dibanding rumah.

Namun itu malah membuat orang tuanya semakin tak memperhatikannya, bahkan mereka hanya mengirimkan uang mingguan ke dalam rekening gadis bermata biru ini.

Sekarang ia harus bertunangan dengan pemuda yang satu tahu lebih tua darinya, hidupnya seperti tidak adil bahkan serasa ia hanya sebuah alat.

Night

"Bisa kau katakan sekali lagi?,"

"Mulai sekarang, kau tidur di sofa ruang televisi dan aku tidur di kamar, paham pirang!," ucap gadis Periwinkle dengan tatapan tajam.

"Mana bisa begitu, Ne..."

Tatapan tajam langsung dikeluarkan Nejire, CEO dari Zaia Enterpris bisa merasakan perasaan tidak nyaman, lebih baik ia mengalah saja dari pada masalah ini tambah rumit.

Ditambah besok itu ia harus masuk pagi-pagi sekali bahkan mungkin tidak akan pulang ke rumah dikarenakan harus mengerjakan berkas-berkas hari ini yang tidak dikerjakan akibat mengambil cuti mendadak.

"Baik-baik, terserah dirimu."

Setelah mendengar itu, Nejire langsung saja berjalan meninggalkan Naruto. Ia menuju arah kamar yang kini menjadi miliknya.

Cleck!

Bruuk!

Pemuda berambut pirang yang melihatnya hanya bisa, menghela napas. Dirinya lalu menuju ruang televisi, ia lalu menyentuh alat yang terpasang di pergelangan tangan.

"Shesta, bisa kau laporkan berapa jumlah berkas hari ini?," tanya Naruto.

"Baik tuan muda, jumlah berkas hari ini ada sekitar 25 dan itu terbagi dalam dua bagian yaitu masalah proyek dan pengadaan alat terbaru,"

Click!

"Berita malam hari..."

"Lalu bagaimana dengan laporan hasil penyelidikan dari bagian Keuangan ?,"

"Sudah berada di meja kantor anda, tuan muda."

"Bisa kau kirimkan berkas itu dalam bentuk virtual."

"Hai."

Cwit!

Sebuah kertas berbentuk virtual muncul dari alat yang berada di pergelangan tangan, pemuda pirang genius ini lalu membaca isi berkas tersebut.

'Sudah ku duga,' batin Naruto.

Ternyata prasangka yang ia pikirkan terhadap, Yugata Shijiwa benar, sosok pemuda bermata biru samudera ini lalu memegang dagu. Ini dikarenakan dari beberapa transaksi ada yang mencurigakan bahkan dengan nominal tidak wajar.

"Shesta, kirim pesan pada kepala bidang Keuangan dan Pekerja, untuk menemui ku di kantor besok pagi."

"Baik, akan saya kirimkan segera."

'Ini sangat berbahaya, kalau sampai polisi mencium ini maka Zaia Enterprise akan kehilangan posisi sebagai perusahaan di percayai, bahkan ini bisa saja membuka rahasia Thouser,'

Pemuda berambut pirang ini, memejamkan kedua matanya sebentar. Namun masih ada pertanyaan yang menganjal di pikirannya, pada siapa uang itu dikirimkan. Karena dalam laporan tidak tercantum dari sang penerima.

Apakah ini adalah sebuah kesalahan penulisan atau memang begitu.

Tapi itu semua bisa dijawab esok hari.

The Golden Soldier: Thouser

"Egh!"

Gadis bermata biru kini terbangun, ia mencoba mengumpulkan kesadaran. Melihat keadaan kamarnya yang sedikit berantakan, tidak terlalu penting.

Lagi pula ia berencana untuk kembali tinggal di asrama sekolahnya, ia lalu berjalan menuju keluar.

"Oi, pirang jam berapa sekarang?," tanya gadis berambut Periwinkle terurai ini.

Namun tak ada jawaban, karena tidak di respons ia lalu berjalan ke arah ruang televisi.

"Hei pirang kau sudah..."

Nejire terkejut ketika melihat keadaan ruang televisi itu rapi, ia tidak melihat sosok CEO muda tersebut. Namun ada secarik kertas berada di atas sesuatu seperti kotak bekal makanan.

Karena penasaran ia segera mengambil kertas tersebut dan membacanya.

'Aku berangkat pagi-pagi sekali dan mungkin akan pulang malam jadi kau bebas menggunakan rumah ini, soal sarapan aku sudah menyiapkan kotak bekal kuharap kau memakannya, oke.'

Sreek!

Sreek!

Nejire lalu merobek kertas tersebut, ia lalu menatap pada kotak bekal makanan.

Grab

Prank!

Ia lalu melempar kotak makanan tersebut ke arah televisi, kedua telapak tangannya mengepal dengan napas yang tak teratur ia lalu pergi dari situ.

'Jangan sok perhatian padaku pirang, kau bukan siapa-siapa bagiku.'

Sementara

"Begitukah,"

"Yap, Naruto-Shachou, kurang lebih ini bisa membahayakan Zaia dan mohon untuk di pertimbangan saran dari pak. Shidori, untuk mengeluarkan perintah membuat surat pemecatan pada ," ucap seorang pria memakai jas biru tua dengan kacamata.

Naruto lalu menatap pada jendela kantornya, ia lalu berpikir mengenai masalah yang sudah berubah menjadi sangat berbahaya. Kepala cabang Zaia itu, diketahui melakukan transaksi kepada sebuah kantor.

Setelah di telusuri lebih jauh ternyata kantor tersebut palsu tidak ada bahkan dalam database perusahaan dan kantor milik pemerintah, tidak di jumpai kantor tersebut.

Karena itu akhirnya mereka fokus pada nomor rekening penerima, tetapi mereka menghadapi hambatan yaitu nomor itu sudah lenyap dengan data penggunanya. Transaksi antara pak Yugata dan orang misterius ini baru seminggu namun akun rekening dan sang penerima sudah terhapus.

Inilah yang membuat kepala bidang pekerja menyarankan CEO Zaia Enterpise untuk memecat kepala cabang tersebut karena dianggap telah melakukan transaksi tak wajar yang berpotensi membahayakan perusahaan dan menggunakan uang perusahaan demi kepentingan pribadi.

"Menurut kalian apakah ada cara membuat akun rekening dengan cepat dan aman, bahkan bisa hapus dalam jangka 3-4 hari ?," tanya Naruto pada kedua kepala bidang.

"Kenapa anda menanyakan hal itu Shachou?"

"Jawab saja!"

Kedua kepala bidang itu tersentak ketika sosok pemuda genius ini membentak, jika sudah begini maka tidak boleh ada yang ditutupi.

"Te...Tentu saja ada, untuk membuat akun rekening sebenarnya ada dua cara yaitu Online dan Offline kedua pembuatan ini memiliki keuntungan dan kerugian sendiri, jika kita melalui offline maka ada prosedur ketat yang harus dilalui sementara untuk online ini memiliki celah yang cukup berbahaya."

Lalu sosok kacamata ini mengeluarkan sebuah berkas yang berada di tas miliknya.

"Data mereka bisa saja palsu, karena sangat mudah di manipulasi. Namun meski begitu sistem tetap akan menganggap data itu nyata, dan akun rekening dengan data manipulasi pun jadi."

Pemuda berambut pirang ini lalu membuka berkas tersebut, berisi berbagai macam data-data yang sudah di coret dengan tinta hitam.

"Lalu mengenai penghapusan akun."

"Soal itu, tidak mungkin kecuali, seorang bisa menghapus akun rekening jika tidak ada tanda-tanda transaksi dan itu baru boleh dilakukan 3 bulan setelah pembuatan akun tersebut, tetapi bisa juga admin menghapus akun tersebut langsung karena beberapa faktor."

Naruto langsung menatap pada sang kepala bidang keuangan.

"Kau bilang admin bisa menghapus akun tersebut tanpa menunggu waktu 3 bulan."

"Iy..Iya," ujar kepala bidang.

"Menurut kalian apakah mungkin, penerima transaksi ini menyuap admin atau orang yang memiliki hak akses dalam menghapus akun."

Seketika kedua kepala bidang tersebut terdiam, mereka sama sekali tidak memikirkan hal seperti itu. Ini karena gaji dan tunjangan seorang admin dinilai sangat besar sehingga itu tidak akan memunculkan praktik korupsi.

Namun korupsi mungkin bisa saja terjadi, bahkan di bagian dengan gaji yang besar.

"Kemungkinan bisa terjadi, namun itu sangat kecil untuk apa seorang admin menerima suap, tapi kenapa kau menanyakan hal ini Shachou? ."

"Karena aku berpikir kalau penerima ini bukanlah orang biasa, bisa saja ia adalah seorang pemberi dana dalam dunia kejahatan."

'Dengan kata lain, dia punya berbagai cara membuat gertakan untuk mengancam korban maupun para oknum untuk menurut,' pikir CEO Zaia Enterprise.

Naruto lalu menatap ke kepala bidang pekerja.

"Katakan, selama beberapa minggu ini bagaimana kinerja dari Yugata?," tanya pemuda berambut pirang ini.

"Ha..Hai, Naruto-Shachou, menurut penilaian kinerja selama beberapa minggu ini, kinerja pak Yugata mengalami penurunan yang cukup membuat kaget, seperti telat masuk, beberapa berkas laporan tidak di kerjakan, dan ia lebih banyak melamun ketika ada rapat, padahal sebelum-sebelumnya ia adalah pekerja yang sangat rajin dan giat."

Setelah mendengar itu, pemuda pirang ini kemudian memejamkan kedua matanya, pasti ada hal yang membuat seseorang berubah akan tetapi ini sudah masuk pada wilayah pribadi orang tersebut.

'Mungkinkah, tapi ini sudah jadi masuk ke masalah pribadi,' batin Naruto.

"Shesta!"

"Hai, tuan muda," jawab suara yang berasal dari benda di pergelangan tangan CEO Zaia Enterprise ini.

"Aku ingin kau untuk..."

"Naruto-Shachou, Ka...Kau serius!"

The Golden Soldier: Thouser

'Egh! Apa yang harus kulakukan!,' pikir seorang pria berambut hitam yang kini tengah berada ruang kerjanya.

Tiiit!

Tiiit!

Tiiit!

Suara bunyi nada dering telepon kantornya terdengar, pria berambut hitam langsung mengangkat telepon tersebut dengan perasaan was-was dan ketakutan.

"Tuan Shijiwa, ku harap kau tidak lupa dengan apa yang ku minta," ucap suara berat.

Pria dengan marga Shijiwa hanya bisa berkeringat, ia lalu menatap pada sebuah kartu khusus milik perusahaan cabang untuk melakukan transaksi.

"Iy..Iya, tapi izinkan aku berbicara dengan istri dan anakku."

"Baiklah tapi hanya 1 menit, tuan Shijiwa."

"Ayah!"

"Shin!"

"Anata!"

"Yui!, Ka..Kalian tenang saja semua akan berakhir sebentar lagi, semua akan kembali seperti biasa," ujar pria berambut hitam ini.

"Ta..Tapi!"

"Ti..Tidak apa-apa, aku akan menerima semua risiko, yang terpenting sekarang kalian selamat."

"Ayah aku takut! Hiks! Hiks!"

"Tenanglah, Shin sebentar lagi semua ini akan selesai."

"Waktu habis, sekarang kirim dan kau hanya memiliki waktu sekitar 5 menit, jika kau melewati waktu tersebut maka akibatnya tidak akan main-main,"

"Ku...Ku mohon jangan sakiti mereka!,"

"Maka lakukan apa yang ku suruh,"

Tiiit!

Tiiit!

Tiiit!

Pria ini hanya bisa menghempaskan tubuhnya ke kursi dan menatap langit-langit, kenapa semua hal ini terjadi padanya dan keluarganya, bahkan ia harus mengkhianati perusahaan yang sudah memberinya yang terbaik.

'Naruto-Shachou, ku harap kau bisa memaafkan ku,' batin pria bernama Yugata ini.

Time skip

Tap

Tap

Tap

Terlihat sosok kepala cabang, kini tengah berdiri menunggu antrean, dalam sebuah bank yang begitu ramai. Namun dirinya begitu tertekan dan memiliki firasat tak enak, tetapi itu harus ia hiraukan yang terpenting sekarang keluarganya selamat.

"Kau terlihat gelisah sekali," ucap seorang yang tengah duduk di kursi samping dari pria berambut hitam.

"Eh... apa aku mengenal mu."

Sosok yang mengenakan setelan jas putih dengan topi fedora yang menutupi setengah wajahnya, ia kemudian menatap balik pada Yugata yang seperti was-was.

"Sudah kau tidak usah was-was, dan gelisah seperti itu, nah mari kita ganti topik dan juga untuk mengisi waktu, kau tahu kedatanganku ke bank ini hanya untuk mengecek keuangan perusahaan ku yang mengalami masalah di kantor cabang."

Mendengar itu seketika keringat dingin langsung membanjiri kening dari pada Yugata, ini pasti hanya sebuah kebetulan.

"Aku tidak tahu kenapa bisa yah, seorang kepala cabang yang sudah bekerja cukup lama tiba-tiba mengkhianati perusahaan dan menggunakan uang perusahaan untuk sesuatu hal,"

Deg!

Yugata semakin gelisah dan ketakutan ketika mendengarnya, ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Keringat dingin kini mulai keluar dari lehernya.

Deg!

'Tenang...tenang...tenang,' batin Yugata.

"Tetapi akan ku maafkan tindakannya itu, kau tahu kenapa karena ia melakukan dengan terpaksa dan demi keluarga yang di cintai, bukan begitu pak Yugata," ujar sosok yang diketahui adalah Naruto.

Deg!

Drop!

Sosok pria berambut hitam ini tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pemimpin dari pada perusahaan tempatnya bekerja kini berada di hadapannya.

"Na...Naruto-Shachou..."

"Ku maafkan perbuatan mu, karena kau melakukan apa yang menurut benar lagi pula uang itu bisa di ganti tetapi keluarga tidak akan pernah ada gantinya."

Wush!

"Maaf! Maafkan aku Shachou! Hiks! Hiks!"

Sosok pria berambut hitam ini bersujud di bawah kaki CEO Zaia Enterprise ini sambil gemetar, ia tidak berani menatap wajah pemimpinnya. Sementara Naruto yang melihat itu merasa tidak tega, apalagi sekarang mereka dilihat oleh puluhan orang.

"Sudahlah, berdiri."

Grab!

Namun tak ada respons, akhirnya pemuda pirang ini memaksa pria berambut hitam tersebut untuk berdiri.

"Jangan permalukan dirimu, masalah yang lalu biarlah berlalu, kau paham pak Yugata."

"Ha..Hai! Hiks...Hiks...tapi keluargaku, Shachou."

Naruto yang mendengarnya hanya bisa menghela napas, ia kemudian menarik sosok pria berambut hitam itu keluar dari bank.

Yugata yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa membiarkan dirinya ditarik oleh pemimpinnya.

"Lihatlah..."

"Hiks..Eh!"

"Ayah!"

"Anata!"

Pria berambut hitam itu terbelalak ketika mendengar suara dua orang yang sangat dicintai dan sayangi, sekarang tepat berada di depannya.

"Shin! Yui!"

Tap

Tap

Tap

Hug

"Hiks...Hiks..Hiks"

"Anata...Hiks.."

"Ayah..Hiks."

Naruto yang melihat itu hanya tersenyum, rencananya berjalan sukses

Flashback

"Melakukan pengecekan panggilan masuk pada telepon kantor atau smartphone milik pak Yugata, lalu jika ditemukan nomor yang selalu menelepon setiap 2-3 jam sekali selama satu minggu segera lacak asal tempat nomor tersebut,"

"Lalu aku ingin kau untuk mempersiapkan S.A.Z," perintah sosok CEO muda ini.

"Naruto-Shachou, Ka...Kau serius!" ucap terkejut kedua kepala bidang tersebut yang sangat tidak menyangka kalau sosok pemimpin mereka sangat tidak bisa di duga-duga.

"Tentu saja!"

"Te...Tetapi, bukankah tidak ada yang cukup serius membahayakan perusahaan."

Naruto lalu menatap dengan dingin pada kedua kepala bidang tersebut, yang membuat mereka langsung terdiam.

"Aku berpikir S.A.Z sangat di butuhkan sekarang karena ini berkaitan dengan nyawa seseorang, segala hal yang kita bicarakan tadi telah aku simpul kan bahwa pak Yugata tengah di paksa dalam tekanan oleh para penjahat," ucap pemuda bermata samudra ini.

"Dan juga, jangan sampai hal ini bocor kita harus tetap menjaga nama baik perusahaan, paham!"

"Hai! Sachou!"

Setelah mengatakan itu, Naruto lalu berjalan keluar ruangannya, dengan tatapan dingin.

'Kalian telah berurusan dengan pihak yang salah...'

Time Skip

Di sebuah tempat kini terlihat beberapa orang tengah berkumpul.

"Cih, ini sangat membosankan!"

"Tenang setelah semua ini, kita bisa bebas melakukan apa saja pada mereka, Heheheh."

Telihat seorang perempuan tengah memeluk seorang anak laki-laki yang ketakutan, rasa cemas dan gelisah sangat dirasakan oleh keduanya.

"I..Ibu aku takut, Hiks"

"Shussh, tenanglah semuanya akan baik-baik saja."

Kembali ke pada para penjahat yang, kini tengah mengisi kebosanan mereka dan menunggu perintah dari sosok yang menyuruh.

"Bisa kau berhenti menangis! Telinga ku sakit mendengarnya!" teriak seorang dari para penjahat itu.

Sosok perempuan itu langsung mencoba menengangkan putra yang masih menangis.

"Nona Shijiwa..."

Seketika sebuah suara misterius terdengar di telinga perempuan tersebut, dia lalu menengok ke kanan-kiri serta menatap ke arah para penjahat menagkapnya, namun tidak ada satupun yang seorang memanggil namanya.

"Tenanglah Nona Shijiwa, tidak usah cemas, sebentar lagi kau akan bebas."

Sosok ibu ini lalu mencoba menenangkan dirinya, dan lalu...

Sriing!

Tiba-tiba di depan perempuan ini muncul sosok emas dengan lima tanduk, sambil memegang sebuah senjata, tentu saja ini membuat terkejut sosok istri dari keluarga Shijiwa.

Sementara sang anaknya yang ada dalam pelukan ibunya, merasa ada yang tak beres dirinya lalu menengok dan melihat seorang sosok emas dengan visor berwarna ungu yang menyala.

Mata anak ini menatap dengan penuh harapan dan senang...

Pahlawan...!

"O..Oi Siapa dia!"

Seorang dari para penjahat itu terkejut dengan kehadiran sosok misterius yang kini berdiri tegak dengan hawa intimidasi, mendengar itu rekan-rekannya langsung mengalihkan perhatian dan langsung saja mereka semua terkejut dan terbelalak...

Thouser...

Sosok yang menjadi musuh di dua sisi kekuatan besar di dunia pahlawan dan penjahat.

"Hm, akan ku beri pelajaran karena telah menggangu keluarga pegawai ku."

Thouser lalu menyentuh tombol di samping senjatanya.

Barrier!

Jacking Break: The Defend Castle!

"Ha!"

Tap!

Sriing!

Thouser menancapkan senjatanya ke lantai dan dari situ munculah sebuah pelindung transparan yang melingkar, tentu saja ini membuat para penjahat panik karena mereka tidak tahu apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh sosok emas itu.

"Sekarang lakukan, S.A.Z"

Tick!

Thouser menjentikan jarinya dan...

Door!

Door!

Door!

Hujan peluru menghujani para penjahat, dan itu berasal dari belakang para penjahat.

Door!

Door!

Argh!

Aggh!

Tap!

Tap!

Sreek!

"Semua Aman!"

Thouser yang menatap pada pasukan berjumlah lima orang dimana mereka mengenakan sebuah armor seperti robot yang dinamakan Raider.

Sosok emas ini lalu mencabut senjatanya dan perlindung yang untuk dirinya serta ibu dan anak tersebut menghilang.

Sosok perempuan dari keluarga Serijiwa masih terbelalak dengan apa yang terjadi, sementara putranya hanya menatap pada sosok yang dia anggap pahlawan.

"Baiklah kalian cepat bawa mereka keluar dan periksa kondisi mereka!"

"Baik, Sachou!"

Langsung saja kelima sosok seperti robot ini langsung berjalan ke arah perempuan dan anak laki-laki lalu membawanya keluar.

"Tunggu! Siapa pun dirimu...Terima kasih!", ujar sosok istri dari keluarga Shijiwa.

Thouser yang mendengar itu dirinya hanya membalik-kan badan namun tangan kananya mengangkat keatas dan menampilan sebuah jempolan.

Sosok putra satu-satunya dari keluarga Serijiwa menatap itu dengan kagum.

'Keren...', batin Shinn.

Flashback off!

"Sachou!"

sosok pemuda pirang ini menatap pada pak Serijiwa yang menunduk 45 derajat.

"Terima kasih! Terima kasih banyak! Telah menyelamatkan mereka!"

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum, ia lalu berjalan mendekati sosok pria dewasa itu.

"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah sepatutnya aku membantu para pegawai ku yang mengalami kesusahan, nah bagaimana kalau setelah ku berikan kau cuti selama 3 hari agar kau bisa menghabiskan waktu bersama keluarga mu."

Mendengar itu air mata mengalir deras, pak Yugata merasa sangat berhutang pada sosok pemimpin perusahaan mereka yaitu Naruto-Sahcou.

Dirinya tidak bisa menyangka kalau pemimpin mereka sangat peduli dengan pegawainya.

"Tetapi, Hiks!"

"Sudah pekerjaan bisa di urus nanti, sekarang habiskan waktu dengan keluarga kecil mu, karena kau tidak akan bisa 1000% kembali berkerja jika tanpa dukungan orang-orang tersayang dan terdekat mu."

Setelah mengatakan itu sosok CEO muda ini berjalan pergi sambil melambaikan sebuah tanda yang hampir serupa dengan sosok pahlawannya, di mata sosok putra keluarga Serijiwa, Thumbs Up...

"Ibu..."

"Iya, Shinn-kun,"

"Mulai sekarang cita-citaku adalah menjadi seorang pahlawan! Seperti dia!"

Sosok perempuan bernama Yui Shijiwa ini menatap terkejut namun kemudian dia tersenyum hangat dan menatap senang ke pada putranya.

"Tentu saja, Shinn-kun,"

The Golden Soldier: Thouser

"Nejire, apa kau tidak apa-apa?, kau nampak kurang sehat" tanya seorang gadis rambut warna merah cerah pada sosok gadis Periwinkle, yang kini tengah seperti tertunduk lemas.

"Tidak usah khwatir, Yuyu-chan, aku tidak apa-apa hanya sedikit lelah karena acara kemarin," jawab Nejire dengan senyuman manis di wajahnya.

Sosok sahabat Nejire yang di panggil Yuyu ini hanya dapat mengiyakan karena ia tahu kalau sosok gadis berambut panjang itu keras kepala, namun di satu sisi ia juga memiliki sifat manis dan periang serta lebih memperdulikan kondisi yang lain dari pada dirinya sendiri.

"Hah..baiklah, kalau kau bilang begitu, namun jika kondisi mu semakin tak baik kita akan pergi ke uks yah,"

"Hai~"

Yuyu kemudian berjalan pergi, meninggalkan Nejire yang kini mulai mengepalkan tangannya kuat-kuat.

'Karena kau hidupku sekarang semakin menderita...' batin Nejire yang membayangkan sosok CEO muda berambut pirang yang ia benci.

Sosok gadis ini memegangi perutnya yang seperti sakit, namun ia lalu hiraukan sekarang jam istirahat, jadi sepertinya ke kantin akan menjadi tujuannya.

Ia hanya dapat berharap semoga dalam perjalanan tidak ada yang menggangu karena sekarang moodnya benar-benar sedang hancur.

"Kepada Nejire Hado, diharapkan untuk ke ruang kepala sekolah karena ada sesuatu yang penting,"

Kedua bola mata berwarna biru milik gadis berambut terurai ini, berubah menjadi tajam.

Kenapa di saat seperti ini kepala sekolah hewan itu! Memanggilnya!

"Hah...Hah!"

Nejire mencoba menenangkan diri, dia lalu mulai kembali ke sifat manisnya, dan berjalan pergi menuju ke ruangan kepala sekolah dari akademi pahlawan, U.A...

Time skip

Drink

Tok! Tok!

"Ah sepertinya itu tamu yang kita tunggu," ujar seorang hewan yang seperti gabungan antara beruang, anjing, dan tikus. Sosok ini adalah Nezu seorang kepala sekolah dari U.A.

"Silahkan masuk, Nejire."

Cklek!

"Baik, Nezu S...Sensei..."

Kedua bola mata membesar, dirinya sangat terkejut karena sekarang di ruangan tersebut ada sosok lain. Sosok yang ia sangat benci yaitu si Pirang...

"Yo!" ujar Naruto sambil memberikan simbol Peace

To be continued

Author Note:

Ok kita bertemu lagi yah Reader-san, dan maaf membuat menunggu kelanjutan cerita ini. Ini karena author mengalami stuck di beberapa hal dalm cerita jadi tolong di maklumi dan juga ada kesibukan lain di dunia nyata.

Jadi semoga kalian bisa terus menikmati cerita yang author berika ok.

Dan tetap jaga kesehatan dan ikuti Prokes.

Mungkin itu saja untuk sekarang, Jaa ne!