Devil May Cry : The Legacy of Sparda

Disclaimer :

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichie Ishibumi

Devil May Cry by Capcom

Genre : Adventure, Supranatural, Fantasy, dan lain-lain

Rate : M

Warning : Devil!Naru, OP!Naru, Gaje, Typo, Ancur, mengandung kalimat bahasa Inggris, kata-kata kasar, dan lain-lain.

Summary :

Naruto adalah cucu dari Sparda, salah satu iblis legendaris yang terbuang dari Underworld karena diusir oleh saudaranya, Lucifer. Saat keluarganya ingin mengklaim hak milik kakeknya di Underworld, ia malah harus dijodohkan dengan teman masa kecilnya agar bisa mendapatkannya kembali. Namun dibalik itu semua, banyak rintangan yang telah menanti. Bagaimana ia menghadapinya?

Chapter 8

The Meeting

Awal chapter ini kita buka dengan kemunculan karakter baru yang tiba-tiba nimbrung dan menghentikan Vali yang berniat menyerang Naruto. Adalah sosok pria berjubah hitam dengan baju ungu gelap, rambut emo hitam, mata berwarna onyx, serta menenteng sebuah katana di pinggangnya. Sesuai yang Naruto sebutkan di akhir chapter kemarin, dia adalah Sasuke. Grandson of Sparda selain Naruto dan Nero, sekaligus sepupu kedua dari Naruto.

"Akhirnya kau datang juga...Sasuke," cengiran khas menghiasi wajah Naruto sebagai reaksi atas kemunculan sepupunya itu.

"Hn, maaf jika aku sedikit terlambat," balasnya dengan datar.

"Yeah, fine. Setidaknya kau sudah datang membantu,"

"Jadi, dia Hakuryuukou itu?," Sasuke mengarahkan perhatian pada sosok Vali yang sedang berusaha bangkit usai terkena ujung sarung dari katana miliknya.

"That's right. Dia cepat juga. Sebenarnya tadi aku bisa saja menghindarinya, namun aku tiba-tiba kelelahan karena memakai Devil Trigger untuk pertama kalinya," balas Naruto

"Kau baru membangkitkan Devil Trigger-mu?," Sasuke menaikkan sebelah alisnya.

"Yeah. Ada yang salah?,"

"Hn, nothing. Hanya saja, kau terlambat. Aku sudah membangkitkanya terlebih dahulu. Sekitar seminggu yang lalu," pernyataan Sasuke seketika membuat Naruto menjadi down. Dia merasa tertinggal selangkah dari sepupunya itu.

"Fuck. Ini pertama kalinya kau selangkah di depanku. Sepertinya aku harus berlatih lebih lagi," rutuknya.

"Ngomong-ngomong, dimana Uncle dan Aunty?," lanjut Naruto.

"Mereka sudah berada di Devil May Cry. Aku datang kesini karena merasakan aura kekuatan yang cukup besar. Dan ternyata berasal dari armor putih itu," jawah Sasuke.

Beralih ke sisi para iblis muda Gremory plus Duo Exorcist serta Nero. Beragam reaksi mereka tunjukkan sebagai respon atas kemunculan Sasuke yang menurut mereka dramatis.

"Haha, that's my brother," ujar Nero.

"Eh? Dia adikmu Nero-niisan?," Rias terkejut, begitu juga yang lain.

"Ya. Dia seumuran dengan Naruto dan juga kalian. Namanya Sasuke Sparda. Bisa kukatakan kekuatannya jauh di atas kalian semua. Atau lebih singkatnya, dia sama kuatnya dengan Naruto,"

"Seperti itukah? Lalu kenapa dia baru muncul sekarang?," tanya Rias lagi.

"Dia sedang menjalani latihan dengan ayahku. Latihannya dimulai sejak 2 tahun yang lalu. Dan sekarang dia sudah kembali," jawab Nero.

"Ara-ara~... dia tampan sekali. Ne, Nero-san. Apakah dia masih single?," yang ini tidak perlu saya tuliskan siapa yang berkata. Para pembaca 100% pasti sudah tahu.

"Hmm maybe? Aku juga tidak tahu. But let me tell you Akeno. Dia itu sangat irit bicara pada orang yang tidak ia kenal. Ia juga tidak banyak berinteraksi dengan wanita selain wanita di keluarga kami. Datar dan dingin, itulah dia," tukas Nero.

"Hmm dia seperti kebalikan dengan dirimu dan Naruto-kun," ujar Rias.

"Of course. Aku dan Naruto besar di lingkungan Dante yang bebas. Sedangkan Sasuke dibesarkan oleh ayahku yang ambisius dan tidak suka bermain-main,"

"Serangan yang bagus,"ujar Vali, menatap Sasuke dengan tatapan ketertarikan dibalik topeng armornya.

"Hn, apa tujuanmu menyerang sepupuku?,"

"Sepupumu ya? Seperti yang kau lihat. Dia berhasil mengalahkan Kokabiel. Sudah pasti dia adalah orang yang kuat. Maka dari itu aku menantangnya untuk bertarung untuk kepuasan diriku sendiri,"

"Maniak bertarung rupanya. Dia mengingatkanku pada Uncle," ucap Naruto.

"Sayang sekali. Dia sedang kelelahan setelah mengalahkan gagak itu. Jadi sebagai gantinya, biar aku yang melawanmu," Sasuke bersiap untuk menghunus pedangnya.

"Oh, ini sungguh menarik. Aku terima tawaranmu. Tapi tidak sekarang. Aku harus segera kembali untuk melaporkan hal ini pada Azazel. Dia juga berpesan bahwa apa yang Kokabiel lakukan ini atas kehendaknya sendiri dan tidak ada sangkut-pautnya dengan Azazel. Kurasa sampai disini saja, sampai jumpa,"

WUSHH

Vali terbang meluncur entah kemana usai mengucapkan salam perpisahan. Meninggalkan keheningan pada lingkungan Kuoh Academy yang kini rusak disana-sini.

GREPP

"Naruto-kun! Syukurlah kau tidak apa-apa!," Rias kembali melanjutkan tindakannya yang tadi tertunda, yaitu memeluk tunangannya ini.

"Yeah, i'm here baby. It's okay. Butuh ribuan tahun bagiku untuk bisa kalah," balas Naruto sembari mengusap-usap punggung Rias.

"Hn, sepertinya aku harus mengatakan ini, walau sudah diwakilkan oleh ayahku. Congratulations cousin, kuharap kau hidup bahagia," Sasuke mengucapkan selamat pada Naruto yang resmi bertunangan.

"Thanks cousin / Arigatou Sasuke-san," balas Naruto dan Rias.

"Hey brother. How you doin' ?," sapa Nero pada Sasuke.

"I'm fine. Hn, kau disini, apakah kau meninggalkan Kyrie di rumah sendirian?,"

"Tentu saja tidak. Ada Nico disana," balas Nero.

"Bodoh. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Nico sama sekali tidak bisa bertarung. Untung saja kami sudah sampai disana," tutur Sasuke dengan sedikit tidak santai.

"Wow wow. Chill brother. Huhh...satu lagi tentang dirinya. Lebih sayang pada kakak iparnya dibanding kakaknya sendiri," goda Nero.

"Itu karena kau menyebalkan. Berbeda dengan Kyrie yang begitu baik dan ramah padaku. Dialah yang merawatku dan Naruto sejak kecil saat yang lainnya pergi berburu demon," balas Sasuke dengan menusuk.

"Kupikir sudah cukup untuk perdebatan saudara ini. Aku lelah dan ingin istirahat sekarang," Naruto melerai dengan wajah yang menahan kantuk.

"Yeah, you're right. Kalau begitu, aku duluan, see you later guys!,"

WUSH

Nero mengibaskan sepasang sayap biru transparan lalu terbang meluncur meninggalkan Kuoh Academy.

"Hn, aku juga. Sampai jumpa,"

SLASH

WUSH

Kemudian Sasuke juga ikut menyusul Nero dengan menciptakan lubang dimensi dengan katananya lalu masuk ke dalamnya.

"I guess we're leaving too. Bye everyone, and good night!,"

BRUMM

BRUMM

Naruto memunculkan Cavaliere dari ketiadaan lalu mengendarainya bersama Rias. Melaju meninggalkan Kuoh Academy yang sedang diperbaiki oleh anggota OSIS.

.

.

.

Time Skip

Naruto mendapati dirinya berada di ranjang kamarnya, bersama Rias disisinya yang masih tertidur. Jam menunjukkan pukul 6 tepat. Masih banyak waktu sebelum ia dan Rias berangkat ke sekolah.

"Baby, wake up. Sudah pagi," Naruto mencolek-colek bahu Rias.

"Eunghh...aku masih ngantuk Naruto-kun...," Rias enggan untuk bangun dan malah membelakangi Naruto.

"Come on baby, ayo bangun," bujuk Naruto lagi.

"Eummhh...cium~," Rias dengan nada manja.

'Oh God,' Naruto geli dalam hati.

CUPP

Grandson of Sparda itu memberikan kecupan singkat pipi. Naruto tak memilih di bibir karena area itu khusus untuk pernikahan mereka nanti. Ketika hubunga mereka berdua sah.

Usai kecupan hangat mendarat di pipi mulusnya, Rias perlahan membuka mata dan bangun. Memakai pakaian yang sudah ia persiapkan di sampingnya karena ia tidak bisa tidur jika tidak telanjang.

"Ayo mandi, setelah itu kita turun sarapan," ujar Naruto.

"Hai' Naruto-kun,"

Beberapa menit berlalu, setelah Naruto dan Rias selesai dengan ritual kebersihan pagi hari mereka. Sudah dalam berpakaian seragam lengkap. Begitu sampai di ruang makan, mereka mendapati Kyrie, Lady, dan Nico sedang mempersiapkan makanan, Nero yang sibuk membaca koran, Vergil yang sedang duduk santai di singgasananya, lalu Sasuke yang menonton tv. Hal yang menarik perhatian adalah Sasuke pun terbalut dalam seragam Kuoh Academy.

"Morning everyone!,"

"Morning too Naruto!,"

"Kelihatannya semua baik-baik saja. Ah, kau juga masuk ke akademi ya Sasuke?," ucap Naruto.

"Hn, ayahku sudah membicarakan ini dengan Sirzechs-san saat pesta pertunanganmu saat itu," balas Sasuke.

"Benar. Aku ingin Sasuke bisa berinteraksi dengan anak-anak seusianya. Rasanya sudah cukup dengan bimbingan tegas dan serius dariku. Waktunya dia menjelajahi dunianya sendiri, dunia para remaja," timpal Vergil.

"Woah, that's cool. Aku bisa membantu," ujar Naruto.

"Hmm, terima kasih Naruto. Ngomong-ngomong Rias, bagaimana soal kejadian tadi malam?," tanya Vergil.

"Semua sudah beres Uncle. Onii-sama sudah mengetahuinya dan dia akan mengadakan pertemuan 3 fraksi yang bertempat di akademi kami," balas Rias.

"Pertemuan 3 fraksi ya? Hmm, interesting. Aku jadi penasaran bagaimana pertemuan antar ras itu yang sudah saling bermusuhan sejak lama,"

"Kau berpikir untuk menghadirinya honey?," tanya Lady.

"Aku hanya akan datang jika diundang," jawabnya.

"Itu sudah pasti. Aku, Naruto, dan Sasuke berada di sana saat kejadian itu. Bahkan aku dan Naruto bertarung dan mengalahkan mereka," celetuk Nero.

"Hmm, benar juga,"

SRIIING

Lingkaran sihir merah tercipta di dekat mereka. Dari lingkaran sihir itu muncul sosok wanita berpakaian maid dengan surai silver khasnya.

"Grayfia-oneesama? / Grayfia-sis? / Ms. Grayfia?" seluruh anggota klan Sparda bertanya-tanya atas kemunculan Grayfia di rumah mereka.

"Salam Vergil-dono, saya membawa pesan dari Lucifer-sama,"

"Apa itu?,"

"Anda diundang untuk menghadiri pertemuan 3 fraksi yang akan diselenggarakan malam ini di Kuoh Academy. Dalam hal ini anda mewakili Fraksi Iblis Sparda. Sebenarnya Dante-dono lah yang harusnya diundang, tapi beliau bersama istrinya sedang memantau pembangunan wilayah teritotial klan Sparda di Underworld," tukas Grayfia.

"Hmm, baiklah aku akan datang,"

"Terima kasih sudah menerima undangannya Vergil-dono. Kalau begitu aku permisi,"

"Tunggu Onee-sama, titip salam untuk Otou-sama, Okaa-sama, Onii-sama, dan Milicas-kun ya?," ujar Rias.

"Yeah, me too. Katakan bahwa calon menantu keluarga Gremory yang tampan ini menyapa mereka. Ah, tolong berikan ini pada Milicas ya Sis?," Naruto menyodorkan sebuah action figure karakter Eren dalam mode Attack Titan-nya.

"Aku akan menyampaikannya. Terima kasih hadiahnya Naruto-kun, Milicas-kun sangat menggemari Shingeki no Kyojin. Dia pasti akan sangat senang,"

"You're welcome Sis. Katakan padanya jika dia mau lagi, tinggal bilang padaku. Aku punya koleksi lengkap,"

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih. Aku permisi dulu,"

SRIINGG

Usai mengatakan itu, Grayfia menghilang dalam lingkaran sihir merah tadi. Meningalkan keluarga Sparda yang kembali khidmat melanjutkan acara sarapan yang tadi tertunda.

.

.

.

Time Skip

Kehebohan kembali tercipta di Kuoh Academy. Penyebabnya masih seputar tentang Naruto, apa lagi kalau bukan karena Sasuke yang langsung menarik perhatian para siswa-siswi disini. Kurasa saya tidak perlu menjelaskannya secara panjang lebar karena para pembaca yang budiman 100% pasti sudah tahu seperti apa reaksi mereka.

Mereka juga tambah terkejut begitu mengetahui identitas Sasuke yang mengaku sebagai sepupunya Naruto. Bertambahlah daftar pria tampan di akademi ini. Dan itu membuat para jones semakin pundung atas hal itu.

Dan sekarang mari kita sorot apa yang sedang mereka lakukan saat ini.

"Sasuke-kun mau tambah teh-nya?,"

"Hn, terima kasih,"

Anak kedua dari Vergil Sparda itu nampak sedang duduk santai di sofa ruangan gedung klub ORC bersama Akeno yang sedang menuangkan poci berisi teh ke dalam cangkir di depan Sasuke, ditemani beberapa cemilan seperti roti dan cookies.

"Kelihatannya Akeno sedang berusaha mencari perhatian Sasuke-san," Rias mengomentari pemandangan itu.

"Ya, Akeno harus berusaha keras. Sasuke itu sangat tertutup kau tahu?," balas Naruto.

"Kalian berdua besar bersama bukan? Apakah kalian sering bertengkar?," tanya Rias.

"Benar. Kalau soal bertengkar, tentu saja sering. Soal makanan lah, mainan lah, pakaian lah, dan lain-lain. Nero yang seharusnya menjadi penengah malah berbuat sebaliknya, dia sering mengompori kami. Alhasil Kyrie-lah yang harus turun tangan, karena Mommy dan Aunty Lady sendiri menyerah atas kelakuan kami yang sering bertengkar," tukas Naruto, mengenang memori masa kecilnya dengan Sasuke.

"Bagaimana dengan Daddy dan Uncle Vergil?," tanya Rias lagi.

"Kau berharap mereka berdua pusing karena hal itu? Big no, mereka malah berkata, 'Biarkan saja, sudah jadi kodrat laki-laki untuk bertengkar,' dan 'Hitung-hitung sebagai latihan sebelum terjun ke dunia Demon Hunter'," Naruto tak habis pikir dengan pernyataan ayah dan pamannya itu.

"Ahahaha, seperti yang kuduga. Keluargamu benar-benar unik Naruto-kun,"

"Hanya di keluarga Sparda kau bisa menemukan hal seperti ini,"

.

.

.

Time Skip

Latar tempat masih berkisar di lingkungan gedung klub ORC. Yang mana saat ini sudah memasuki waktu malam dan itu artinya pertemuan 3 fraksi akan segera dilaksanakan. Nampak Naruto, Sasuke, dan Rias bersama para peerage-nya sudah siap untuk menghadiri pertemuan itu.

"Naruto-kun, apa kau masih ingat soal Bishop-ku yang satunya?," Rias membuka konversasi.

"Yeah. Kau bilang kau menyegelnya di suatu ruangan. Mengapa demikian?,"

"Karena ia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dengan bauk. Ia memiliki Sacred Gear Forbidden Balor View, Sacred Gear yang mampu menghentikan waktu. Karena kekuatan yang berbahaya itu, aku mereinkarnasikannya sebagai iblis dengan Mutation Piece, Evil Piece khusus yang dibuat jika Evil Piece biasa tidak mampu menampung kekuatan dari calon iblis itu sendiri," tukas Rias.

"Hmm... Interesting. Boleh aku melihatnya?,"

"Tentu. Aku juga berencana akan melepaskannya. Aku harap dia terkendali dengan baik," mereka semua dipandu oleh Rias berjalan menuju sebuah pintu yang dihiasi pola khusus. Begitu Rias membukanya, tekanan aura di ruangan tersebut menjadi cukup padat.

"Gasper, sudah waktunya bagimu untuk keluar," ujar Rias.

"Tidaaak...! Aku tidak mau...! Aku lebih suka disini...!," Naruto, Sasuke, Issei, dan Xenovia seketika terkejut mendengar suara jeritan yang terdengar imut itu.

"Woahh... dia imut sekali!," Issei terpesona begitu menyaksikan penampilan Gasper yang sedang terduduk di peti mati yang dikelilingi kelambu.

"Maaf jika aku mengacaukan fantasimu Issei, but he's a boy. Dia laki-laki," pernyataan Naruto membuat Issei melebarkan matanya.

"Eeehhh...?! Laki-laki?!,"

"Sayangnya itu benar Issei. Tapi, darimana kau mengetahuinya Naruto-kun?," tanya Rias. Ia penasaran bagaimana Naruto bisa langsung mengetahui identitas Gasper sebagai laki-laki.

"Darah Sparda membuat kami memiliki kemampuan untuk merasakan dan membedakan aura dari makhluk yang berjenis laki-laki maupun perempuan," bukan Naruto yang menjawab, melainkan Sasuke.

"Now you got the answer. So, what's your name Pretty Boy?," tanya Naruto.

"Na-Namaku G-Gasper Vladi. A-Aku setengah va-vampir. S-Sa-Salam kenal se-semuanya...," perkenalan penuh kegugupan dari Gasper mengernyitkan dahi Naruto.

"Apakah dia memang seperti itu?," bisik Naruto pada Rias.

"Dia punya masalah dengan pendekatan sosial Naruto-kun," Naruto hanya mengangguk paham mendengar jawaban tunangannya.

"Baiklah, semuanya kita akan berangkat ke ruangan pertemuannya. Gasper, kau tetap disini ya? Aku khawatir kau tiba-tiba menggunakan kekuatanmu secara tidak sengaja saat pertemuannya sedang berlangsung. Jangan khawatir, Koneko akan menemanimu disini," tukas Rias. Gasper merespon dengan sebuah senyum.

"Hai' Rias-buchou!,"

"Ini, biar kau tidak merasa kebosanan," Issei menyodorkan sebuah Nintendo Switch pada Gasper.

"Terima kasih senpai!,"

Sementara itu, Naruto menghampiri Koneko dan memberikan sebuah kotak penuh snack.

"Here you go, lil' sis," Koneko kemudian memeluk Naruto lalu menerima kotak penuh snack itu.

"Terima kasih Naruto-oniisan!," Naruto merespon dengan mengusap-usap pucuk kepala Koneko dengan pelan.

Naruto, Sasuke, bersama ORC kemudian melangkah menuju ruang pertemuan. Nampak Tsubaki membukakan pintu bagi mereka untuk bisa masuk.

"Maaf kami terlambat," ujar Rias.

"Tidak apa-apa. Rapatnya juga belum dimulai. Semuanya, perkenalkan dia adalah adikku, Rias Gremory bersama Peerage-nya. Mereka adalah salah satu dari yang menghentikan aksi Kokabiel," Rias bersama Peergae-nya menunduk hormat begitu sang Maou Lucifer memperkenalkan mereka.

"Dan dia adalah tunangannya Rias, Grandson of Sparda, Naruto Sparda bersama sepupunya, Sasuke Sparda," Naruto dan Sasuke pun ikut menunduk hormat.

"Sebuah kehormatan bagiku bisa bertemu dengan keturunan Sparda. Perkenalkan, namaku Michael. Pemimpin dari Fraksi Malaikat," pria bersurai pirang dengan halo di atas kepala serta mengenakan armor emas menundukkan badannya dengan hormat.

"Sebuah kehormatan bagiku juga bisa bertemu dengan pemimpin malaikat seperti anda," balas Naruto dengan ramah.

"Namaku Azazel. Gubernur Fraksi Malaikat Jatuh. Sebelumnya aku minta maaf atas apa yang dilakukan Kokabiel," seorang pria berjubah merah gelap serta bersurai hitam dengan kuning di bagian depan berdiri dan memperkenalkan dirinya pada Naruto.

"Yeah, aku terima permintaan maafmu. Sebenarnya aku juga ingin berterima kasih padamu, berkat gagak itu aku bisa mendapatkan sedikit hiburan setelah sekian lama tidak memburu demon," jawab Naruto dengan smirk tipis.

"Baiklah, Lucifer-dono. Bisa kita mulai rapatnya sekarang?," ucap Michael.

"Mohon tunggu sebentar, Michael -dono. Ada satu peserta rapat lagi yang belum hadir," jawaban Sirzechs membuat Michael dan Azazel menautkan alis.

"Aku kira kedua Grandson of Sparda ini yang kita tunggu-tunggu?," tanya Azazel.

SLASH

WUSHH

Robekan dimensi berbentuk tanda tercipta di dekat mereka. Dari robekan dimensi itu, keluarlah dua sosok pria bersurai putih. Satunya bergaya klimis, satunya lagi bergaya cepak.

"Sepertinya aku datang tepat waktu," ujar pria berambut klimis.

"Kau memang selalu tepat waktu, Uncle," timpal Naruto sebagai respon atas kedatangan pamannya itu.

"Hn," celetuk Sasuke.

"Ah, selamat datang Vergil-dono. Semuanya perkenalkan, beliau adalah Vergil Sparda, anak pertama dari Sparda. Dan juga Nero Sparda, anak pertama dari Vergil-dono," Nero melambaikan tangan sedangkan Vergil menunjukkan smirk khasnya, sebagai respon.

"Baiklah. Karena peserta rapatnya sudah lengkap. Mari kita mulai rapatnya," Serafall bersuara.

Karena sama seperti di Canon, maka kita skip saja.

"Demikian, laporan dari saya. Sekian, terima kasih," Rias menutup laporannya.

"Terima kasih atas laporannya, Rias-san. Sekarang aku ingin bertanya padamu, Sona-san. Apakah yang dikatakan oleh Rias-san tadi adalah benar?," tanya Michael.

"Saya, Sona Sitri menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Rias tadi adalah benar dan fakta," jawab Sona tanpa keraguan.

"Baiklah, terima kasih Rias, Sona. Cukup untuk laporannya," tutur Sirzechs, lalu menatap Azazel.

"Sekarang, mari kita dengarkan tanggapan dari anda, Azazel-dono," lanjutnya. Seluruh pasang mata seketika mengarah pada Azazel, kecuali Vergil yang hanya memejamkan matanya.

"Si brengsek itu tidak terima saat aku menarik mundur pasukan saat Great War dahulu. Jadi, dia memutuskan untuk memulai perang lagi untuk ia selesaikan sendiri," jawaban Azazel cukup masuk akal. Terlihat dari reaksi para peserta rapat yang mengangguk-angguk.

"Intinya, ini semua adalah keinginannya sendiri?," tanya Michael.

"Ya, aku bahkan sudah mengingatkannya jika dia tetap bersikeras, maka nyawanya yang akan jadi taruhan. Sekarang dia sudah lenyap, dan akhirnya aku bisa beristirahat di kota ini," jawab Azazel lagi.

"Tolong tetap pada topik pembahasan rapat," tegur sang Maou Lucifer.

"Sebelumnya aku sudah mengirim Hakuryuukou untuk menangkapnya. Namun dia sudah lebih dulu tewas di tangan Grandson of Sparda. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan bukan?," jawaban Azazel sedikit memancing emosi. Dan Vergil salah satunya.

"Kau berkata seperti itu membuktikan bahwa kau tidak berkompeten menjadi pemimpin. Kau bahkan tidak bisa mengatur anak buahmu sendiri. Sangat menyedihkan melihat sosok pemimpin sepertimu hanya diam berpangku tangan sambil menunggu orang lain menyelesaikan masalahmu. Huh, manja," Azazel seketika terskakmat begitu mendengar pernyataan sarkas dari Vergil.

"A-Ah, ka-kalau soal itu. Aku benar-benar minta maaf. Itu murni kesalahanku," balas Azazel dengan canggung.

"Jangan terlalu sering minta maaf. Cobalah introspeksi diri," kembali Vergil dengan sarkasnya. Dan lagi-lagi Azazel terskakmat.

"Ahahaha. Baiklah, mari kita menuju topik pembahasan kita selanjutnya. Mengenai perjanjian perdamaian antara 3 Fraksi. Bagaimana tanggapan anda sekalian?," tanya Michael, mencoba mencairkan situasi.

"Hmm. Aku setuju. Sudah saatnya kita mengakhiri perseteruan ini," ucap sang Maou Lucifer.

"Aku juga setuju. Jujur saja aku sudah lelah dengan semua ini. Yang kuinginkan hanyalah hidup dengan tenang tanpa ada senjata atau sihir yang senantiasa memburu," timpal Azazel.

"Bagaimana dengan anda, Vergil-dono?,"

"Jika itu berarti untuk melindungi umat manusia seperti yang dilakukan ayahku. Maka jawabannya adalah ya,"

"Baiklah. Selanjutnya bagaimana dengan Sekiryuutei dan Hakuryuukou? Apa pendapat kalian?," tanya Michael lagi.

"Asalkan aku bisa bertarung dengan orang yang kuat," ujar Vali, menatap Sasuke dengan seringainya.

"Kau bisa menantang seseorang untuk bertarung tanpa harus berperang," balas Azazel.

"Bagaimana denganmu Sekiryuutei?," seketika semua pandangan tertuju pada Issei, menunggu jawaban darinya.

"A-Ah, ano...aku tidak begitu paham soal ini. Aku baru beberapa hari menjadi iblis. Jadi, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan," ucap Issei dengan senyum canggungnya.

"Well, let me make it simple for you. Jika ada perang, kau tidak akan bisa meremas payudara sesukamu. Jika ada perdamaian, maka kau bisa meremas payudara sepuasnya sampai kau mati," celetuk Naruto, membuat Issei terbengong laku menunjukkan senyum mesumnya.

"Perdamaian! Aku ingin perdamaian saja! Hidup perdamaian!," sontak saja seluruh pasang mata dibuat sweatdrop begitu mendengar proklamasi yang memalukan dari Issei.

SYIUUU

Suatu keanehan terjadi. Dimana ruangan sekitar mereka terselimuti oleh lapisan berwarna ungu, yang membuat Sona, Tsubaki, Akeno, dan Asia diam tak bergerak.

"Apa yang terjadi?," Kiba bertanya-tanya, sekaligus penasaran kenapa pedang Holy-Demonic miliknya tiba-tiba berada pada genggamannya. Hal yang sama juga terjadi pada Xenovia dan Irina.

"Ada yang menghentikan waktu," ucap Michael.

"Ada sesuatu yang terjadi pada bocah vampir itu. Kami para pemimpin tidak terpengaruh karena kekuatan kami yang besar,"

"Aku dan anak-anakku serta keponakanku tidak terpengaruh karena darah Sparda dalam diri kami. Rias juga tidak terpengaruh sebab ia senantiasa bergandengan tangan dengan Naruto," Vergil dengan analisanya.

"Aku dan Issei terlindungi oleh Sacred Gear kami," ujar Vali.

SRING

SRING

SRING

Mereka melihat keluar jendela dan menyaksikan pemandangan banyak sosok berjubah berdatangan dari lingkaran sihir yang banyak.

"Siapa mereka?!," Irina bertanya-tanya, begitu juga yang lainnya.

"Tidak salah lagi, dari pakaian mereka adalah penyihir," jawab Azazel. Para penyihir itu kemudian mulai menyerang para iblis, malaikat, malaikat jatuh yang berjaga diluar gedung.

"Kita harus segera menghentikan mereka," ucap Sirzechs.

"Aku akan pergi menyelamatkan Gasper dan Koneko!," Rias mencoba mengaktifkan lingkaran sihirnya, namun tidak bisa.

"Huh? Kenapa tidak bisa?," Rias bingung.

"Mereka juga menghalangi sihir teleportasi kita," jawab Grayfia.

"Aku tahu, aku akan bertukar tempat dengan bidak Rook-ku yang belum terpakai," ujar Rias.

"Benar juga. Grayfia, tolong bantu Rias. Issei juga harus ikut bersamanya untuk menyelamatkan Gasper dan Koneko," titah sag Maou Lucifer pada istrinya.

"Hai' Lucifer-sama,"

SRING

Rias dan Issei menghilang dalam lingkaran sihir dan kemudian muncul sebuah bidak Rook yang Rias maksud.

"Sepertinya ada yang tidak suka dengan perdamaian," ujar Nero, sambil menonton pertarungan diluar gedung.

"Hm, apa kau hanya akan diam saja disitu?," Vergil memberi kode pada anaknya untuk turun membantu.

"Are you kiddin' me Father? Tentu saja tidak,"

WUSHH

Nero memunculkan sayap birunya yang berbentuk tangan lalu terbang keluar memecahkan jendela.

"Bagaimana denganmu Vali?," Azazel pun demikian.

"Kau sudah tahu jawabanku," Vali juga melakukan hal yang sama dengan yang Nero lakukan.

"Sasuke...," Naruto memunculkan Alastor di genggamannya.

"Hn, aku tahu,"

Sasuke menarik katananya lalu menebas ruang kosong di depannya sehingga tercipta robekan dimensi, ia dan Naruto masuk ke dalamnya dan tahu-tahu sudah berada di luar gedung. Membasmi setiap penyihir di sekitar mereka.

"Kita juga harus membantu mereka!," seru Kiba.

"Ya!/Ayo!," Xenovia dan Irina juga keluar dari gedung. Turut melakukan hal yang sama, yaitu membasmi para penyihir yang menyerang pertemuan 3 Fraksi.

DHUARRR

Begitu mereka keluar, tiba-tiba serangan terjadi di dalam ruangan tersebut dan meledakkannya. Untung saja para pemimpin 3 fraksi sempat membuat pelindung.

"Itu tadi hampir saja," ucap Michael.

"Kali ini apalagi?," Azazel bertanya-tanya.

Begitu asap memudar, mereka melihat sosok wanita berkulit coklat, rambut berwarna coklat serta berkacamata berada di tengah-tengah mereka.

"Katerea Leviathan. Keturunan asli dari Maou Leviathan," desis Sirzechs dengan tajam.

"Huh, lama tidak bertemu, Sirzechs, Serafall," nada sarkas terlontar dari mulut Katerea.

"Katerea? Kenapa kau melakukan ini?," Serafall menuntut penjelasan.

"Kenapa katamu? Sudah jelas untuk merebut tahta Maou Leviathan darimu. Tahta Yondai Maou hanya bisa diduduki oleh kami sebagai keturunan aslinya! Dan sekarang, kami akan mengambilnya kembali!,"

SRIIINGG

SYUUTT

GREPPP

Lingkaran sihir tercipta di setiap lantai yang mereka pijak. Dan keluarlah ular-ular ungu yang langsung melilit tubuh mereka.

"A-Apa ini?," Serafall mencoba melepaskan diri.

"Ular-ular ini menyerap energi kita!," seru Azazel.

"Hahahaha! Kalian tidak akan bisa melepaskan diri dari lilitan ular itu!," Katerea tertawa jahat melihat para pemimpin 3 fraksi mencoba melepaskan diri.

"Sepertinya kau lupa jika ada aku disini..."

SYUUT

"Apa?!," Katerea kaget melihat sebua pedang astral berwarna biru melesat ke arah kepalanya. Dengan sigap ia memblok pedang astral itu dengan lingkaran sihir pelindungnya.

BRAKKK

Vergil keluar dari sisi gelap ruangan itu. Menunjukkan eksistensinya untuk pertama kalinya pada Katerea Leviathan.

"Siapa kau?!," Katerea menuntut penjelasan.

"Aku tidak perlu memberitahu siapa diriku," Vergil memposisikan tangan kirinya di depan.

SHIIING

"Tapi ini bisa memberitahumu," Yamato secara ajaib muncul pada genggamannya. Membuat Katerea melebarkan matanya, terkejut luar biasa.

T.B.C

Yo chapter 8 is up!

Kali ini berkisar ppada pertemuan 3 Fraksi. Dimana Vergil ikut hadir menggantikan Dante yang sedang ke Underworld untuk meninjau pembangunan wilayah teritorial klan Sparda. Perlu diketahui bahwa meskipun sama-sama ras iblis, Klan Sparda tidak terikat dengan pemerintahan Fraksi Iblis. Mereka berdiri sendiri dengan nama Fraksi Iblis Sparda, dengan Dante sebagai kepala klan.

Chapter depan akan membahas bagaimana pertarungan berlangsung. Vergil melawan Katerea. Sementara Vali melawan siapa? Naruto? Sasuke? Atau dua-duanya sekaligus?

Pemberitahuan

AKUN INI TELAH BERALIH KEPEMILIKAN. PEMILIK SEBELUMNYA BERPESAN BAHWA "THE DEATH SAND" AKAN DI ROMBAK DAN DIPUBLISH ULANG DI WATTPAD.

SEMENTARA UNTUK "DEVIL MAY CRY : THE LEGACY OF SPARDA" AKAN KEMBALI DILANJUTKAN. KARENA SAYA DAN PEMILIK SEBELUMNYA SUDAH SEPAKAT BAHWA SAYA BOLEH MELANJUTKANNYA. SEBENARNYA DEVIL MAY CRY : THE LEGACY OF SPARDA INI ADALAH IDE HASIL SAYA DENGAN PEMILIK SEBELUMNYA. SEDANGKAN THE DEATH SAND ADALAH IDE MURNI HASIL PEMILIK SEBELUMNYA.

JADI, STAY TUNE UNTUK KELANJUTANNYA ! ! !

ADIOS . . .