Devil May Cry : The Legacy of Sparda

Disclaimer :

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichie Ishibumi

Devil May Cry by Capcom

Genre : Adventure, Supranatural, Fantasy, dan lain-lain

Rate : M

Warning : Devil!Naru, OP!Naru, Gaje, Typo, Ancur, mengandung kalimat bahasa Inggris, kata-kata kasar, dan lain-lain.

Summary :

Naruto adalah cucu dari Sparda, salah satu iblis legendaris yang terbuang dari Underworld karena diusir oleh saudaranya, Lucifer. Saat keluarganya ingin mengklaim hak milik kakeknya di Underworld, ia malah harus dijodohkan dengan teman masa kecilnya agar bisa mendapatkannya kembali. Namun dibalik itu semua, banyak rintangan yang telah menanti. Bagaimana ia menghadapinya?

Chapter 9

Sparda's Showtime

Kembali lagi di Devil May Cry : The Legacy of Sparda. Chapter 9 kali ini kita buka dengan pemandangan dimana kemunculan Katerea Leviathan yang menyerang pertemuan 3 Fraksi. Kemudian menjebak para pemimpin sehingga tak bisa bergerak. Namun, ia malah harus berhadapan salah satu dari Sons of Sparda, yaitu Vergil. Yang mana Katerea sama sekali tidak menduga hal tersebut.

"K-Katana itu...?! Jangan bilang kau adalah...keturunan Sparda?!," raut penuh keterkejutan tercetak jelas di wajah keturunan asli Leviathan itu. Melihat salah satu senjata legendaris milik Sparda berada pada genggaman Vergil.

"Hmm...you already knew that. Kenapa masih bertanya?," jawab Vergil dengan penuh intimidasi di setiap kata.

"Kenapa kau malah bersama mereka? Seharusnya keturunan kau membantu kami. Dengan begitu, kita sebagai keturunan asli penghuni Underworld bisa merebut kembali hak kita yang dirampas oleh mereka para Maou palsu!,"

"Interesting. Tapi maaf, kami sudah mengambil kembali hak keluarga kami di Underworld tanpa pertumpahan darah. Karena mereka tahu, mereka tidak akan bisa melawan meskipun jumlah keturunan Sparda hanya sedikit," balas Vergil, tetap dengan nada intimidasinya.

"Cih, apa boleh buat. Aku akan membunuhmu disini!," Katerea bersiap dengan tongkat sihirnya, memancarkan sinar ungu terang.

"Membunuhku? Are you kiddin' me? Menggoresku saja kau tidak akan bisa,"

"Jangan sombong kau Sparda!,"

SRIINGG

SRIINGG

SRIINGG

3 lingkaran sihir ungu tercipta di atas kepala Katerea lalu melesatkan tembakan pemusnah ke arah Vergil yang hanya diam saja.

"Trash...," desis Vergil.

SHIIINGG

Keanehan terjadi begitu 3 tembakan pemusnah itu tiba-tiba lenyap dalam kilatan biru di sekitar tubuh Vergil. Hal tersebut menimbulkan keterkejutan bagi Katerea dan para pemimpin 3 Fraksi.

"A-apa yang baru saja terjadi?," Michael bertanya-tanya.

"Vergil-dono menghancurkan sihir Katerea. Itulah yang terjadi," balas Azazel.

"Tapi, aku tidak melihat Vergil-dono bergerak sedikitpun?," Michael masih bingung.

"Jawabannya ada pada Yamato, Michael-dono. Katana itu bukan katana sembarangan. Katana itu memberkahi penggunanya dengan kecepatan yang lebih cepat daripada cahaya. Katana itu juga sangat tajam, sangat tajam hingga mampu membelah ruang. Dengan katana itulah, Sparda menyegel gerbang Temen-Ni Gru. Gerbang penghubung antara Netherworld dengan dunia manusia," tukas Sirzechs dengan penjelasan singkatnya mengenai Yamato.

"Sudah kubilang, kau tidak akan bisa membunuhku. Menyerahlah," Vergil menunjuk Katerea dengan Yamato yang masih tersarung.

"Menyerah katamu! Jangan bercanda! Aku sudah merencanakannya sampai sejauh ini! Haaarghhh...!," Katerea kembali melakukan spam tembakan sihir pada Vergil.

"Scum...," Vergil membalas dengan lesatan pedang-pedang spektralnya. Benturan antara sihir Katerea dan pedang spektral Vergil menimbulkan ledakan besar.

DHUARRR

"Cih, ini akan sulit!," desis Katerea, melihat tak ada satupun serangannya yang berhasil mendarat pada Vergil. Tapi sisi baiknya, Vergil juga belum mendaratkan serangan apapun pada dirinya.

"Jika kau tahu sulit, kenapa kau masih melawan?," suara Vergil terdengar dari belakang.

DHUAGHH

"Aaaghhh...!," Katerea tak sempat menghindar dan harus merelakan tubuhnya terhempas jauh usai dihantam di punggung dengan telak menggunakan ujung Yamato yang tersarung.

"Cut you down...,"

SHIING

SHIING

SHIING

"Aaarghhh...!," Vergil melesatkan beberapa tebasan pada Katerea yang sukses menimbulkan luka parah pada tubuh wanita berkulit coklat itu.

"Bagaimana Katerea? Menyerah?," nada sarkas kembali terlontar dari mulut Son of Sparda itu..

"Haaagh! Aku tidak akan memaafkanmu Sparda!,"

WUSHH

Tubuh Katerea mendadak diselimuti oleh ular-ular ungu. Ular-ular tersebut kemudian menggigiti tubuh Katerea sehingga ikut membuat seluruh tubuhnya berubah warna menjadi ungu.

"Hahahaha...! Dengan kekuatan ini, aku akan membunuhmu!,"serunya dengan suara menyeramkan dan kesetanan.

"Begitu rupanya, kau menerima kekuatan dari naga itu. Sungguh hal yang tidak terduga. Tapi, apa kau bisa menggunakan kekuatan sebesar itu dengan baik?,"

"Apa peduliku? Yang terpenting aku mendapatkan kekuatan untuk mewujudkan tujuanku! Dan sekarang adalah saatnya, kau untuk mati!,"Katerea kembali meng-spam lingkaran sihir dalam jumlah yang sangat banyak.

"Seharusnya aku yang berkata seperti itu,"

SYIUU

DHUARRR

Katerea memastikan bahwa serangan berskala besar tadi mengenai Vergil dengan telak.

"Hahahaha...sudah kubilang bukan? Aku akan membunuhmu. Ini akan menjadi sejarah bagiku dimana aku telah membunuh keturunan Sparda! Hahahaha-,"

"Apa kau sudah puas tertawa?,"

Kedua bola mata Katerea mendadak membulat sempurna begitu pendengarannya menangkap suara yang terdengar begitu menyeramkan berasal dari tempat Vergil tadi. Dan selanjutnya ia kembali terkejut melihat Vergil kini dalam wujud monster mengerikan berwarna biru, a.k.a wujud Sin Devil Trigger miliknya.

"A-Apa?!,"Katerea speechless. Seketika ia merasa down begitu merasakan tekanan kekuatan Vergil yang menggelitiki setiap inci kulitnya.

"Kekuatan macam apa ini?!,"Katerea berusaha untuk tetap melawan.

"Ini...adalah kekuatan yang sebenarnya. Kekuatan seorang Sparda. And now...,"Vergil mengambil kuda-kuda khas Iaido, yaitu gerakan menarik katana dari sarung.

"Prepare to die...,"

SYUUTTT

Dalam kecepatan yang luar biasa, Vergil menarik Yamato lalu menebas ruang sekitarnya hingga mengakibatkan celah dimensi dimana-mana.

SHIIINGG

TIK

JRASHHH

Tubuh Katerea mendadak terbelah menjadi potongan kecil begitu Vergil menyarungkan kembali Yamato setelah bunyi 'TIK'. Bukan hanya itu, pepohonan disekitarnya pun ikut menjadi korban.

WUSHH

Begitu Katerea lenyap dari dunia, ular-ular ungu yang menjerat para pemimpin 3 Fraksi pun ikut lenyap.

"Hahhh...akhirnya jalang itu mati juga," Azazel tersungkur sembari mengatur nafas sebab energinya terkuras oleh ular ungu tadi.

"Terima kasih Vergil-dono," ujar Sirzechs.

"Hmm, tunda dulu terima kasihmu. Ada hal lain yang belum selesai," balasnya menatap para penyihir yang terus bermunculan dari lingkaran sihir.

"Anda benar. Kita harus menghancurkan lingkaran sihir itu. Itulah media teleportasi mereka sehingga mereka bisa terus berdatangan," ucap Michael.

SYIUU

WUSHHH

DHUAGHHH

Vergil dengan sigap menghindari terjangan dari sosok armor putih lalu menyerang balik dengan Yamato yang tersarung sehingga membuatnya terhempas menabrak pohon.

"Hmm kurang cepat nak," sindirnya.

"Akhirnya kau menyingkap tirainya juga, Vali," tutur Azazel.

"Maaf Azazel. Tapi sisi yang ini lebih menyenangkan,"balasnya sembari bangkit dari pohon yang rubuh.

"Begitu ya? Sayang sekali. Terpaksa perdamaian yang kita buat harus tertunda,"

"Maksudnya, Vali adalah pengkhianat?!" Issei tak percaya dengan apa yang ia saksikan.

"Kurasa itu memang benar Issei," jawab Naruto.

"Aku mendapat informasi dari mata-mataku seputar sebuah organisasi teroris yang di dalamnya berisi orang-orang kuat dari latar belakang yang berbeda. Apakah kau salah satu dari mereka?," Azazel berniat memastikan.

"Benar. Khaos Brigade, itulah namanya. Pemimpin kami adalah Ophis, The Ouroboros Dragon, Sang Ketidakbatasan. Tujuan organisasi kami adalah mencari kekuatan, hanya kekuatan,"balas Vali yang meninggalkan reaksi terkejut pada wajah para pemimpin fraksi mendengar fakta bahwa organisasi teroris ini dipimpin oleh Ophis.

"Hmm tepat sesuai informasi. Pertanyaan terakhir, apa tujuanmu juga sama dengan Katerea? Mengambil yang seharusnya adalah milikmu?," pertanyaan Azazel membuat Sirzechs dan Serafall bingung.

"Tunggu dulu Azazel. Apa maksudnya dengan itu?," Sang Maou Lucifer menuntut penjelasan.

"Tidak. Aku sama sekali tidak tertarik dengan itu. Dan untuk pertanyaanmu tadi, nama lengkapku adalah Vali Lucifer..."pernyataan dari Vali mengejutkan semuanya kecuali Vergil.

"L-Lucifer?"

"Tidak mungkin!,"

"Benar. Aku adalah keturunan asli dari Lucifer. Aku terlahir dari rahim ibu seorang manusia. Hasilnya, aku iblis setengah manusia,"lanjutnya.

"Iblis setengah manusia? Jadi itu sebabnya kami tidak bisa menemukanmu dimanapun," ujar Sirzechs.

"Well, he's same like us. Dia sama seperti kita. Darah setengah iblis dan manusia," celetuk Nero.

"Aku penasaran seperti apa masa kecilnya? Apakah sama seperti kita Sasuke?," tanya Naruto.

"Sepertinya tidak. Dari gaya bicara dan sorot matanya sudah menunjukkan bahwa ia memiliki masa lalu yang buruk. Sama seperti Father," jawab Sasuke.

"Hoo...aku cukup terkesan kau bisa menebaknya. Keturunan Sparda benar-benar menarik,"

"Aku tidak butuh pujianmu," balas Sasuke. Vali menyeringai lebar dibalik topeng armornya. Ia lalu berganti menatap Issei.

"Hyoudo Issei. Sungguh ini takdir yang benar-benar ironis. Aku yang merupakan keturunan Lucifer ditakdirkan untuk menjadi Hakuryuukou, sementara kau yang merupakan Sekiryuutei hanyalah manusia biasa yang kini menjadi iblis reinkarnasi. Sungguh perbedaan yang ironis bukan?,"Issei tentu saja geram atas pernyataan memancing emosi dari Vali.

"Dengan kondisimu saat ini, kau tidak pantas menjadi rivalku. Aku lebih tertarik untuk menjadikan keturunan Sparda sebagai rivalku,"lanjutnya.

"So, let me guess. Kau ingin bertarung melawan keturunan Sparda?," tanya Naruto.

"Ya. Aku ingin membuktikan siapa yang terkuat. Keturunan Lucifer atau Keturunan Sparda?,"

"Jika seperti itu, maka 'Yes' dariku!," Naruto memunculkan Alastor dan berniat maju namun ditahan oleh Sasuke.

"What?," Naruto bingung kenapa Sasuke menghentikannya.

"Mundurlah, biar aku yang melawannya," jawab Sasuke.

"Hei, tapi dia yang pertama kali menyerangku waktu itu!," protes Naruto.

"Kau sudah bertarung melawan gagak itu kemarin. Setidaknya biarkan aku bertarung," balas Sasuke tak mau kalah.

"Oh ayolah kalian berdua. Berhentilah bertengkar," Nero mencoba melerai. Sementara Vergil memijit keningnya menyaksikan perdebatan antara anak dan keponakannya itu.

"Shut up!," bentak NaruSasu. Alhasil membuat Nero terskakmat.

"Fine, whatever. Terserah kalian," Nero angkat tangan tanda tak ingin ikut campur lebih jauh.

"Sasuke benar Naruto. Biarkan dia yang melawannya. Kau sudah bertarung melawan Kokabiel kemarin, kali ini gilirannya untuk bertarung. Jangan serakah, berbagilah dengan sepupumu," anak pertama Sparda itu menasihati kedua Sparda muda yang tadi berdebat.

"Ok, Uncle," jawab Naruto dengan lesu.

"Bagus. Sasuke, gunakan ini," Vergil melemparkan Yamato pada Sasuke.

"Hn? Kenapa kau memberikan Yamato padaku Father?," Sasuke tak mengerti.

"Kau sudah menguasai Kusanagi dengan baik. Perlu kau ketahui bahwa Kusanagi sebenarnya adalah pecahan kekuatan dari Yamato sebanyak 25%. Sekarang saatnya kau belajar untuk menggunakan Yamato. Karena kelak kau akan menjadi pemiliknya setelah diriku," tukas Vergil.

"Hn, aku mengerti," akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pertarungan antara Grandson of Lucifer melawan Grandson of Sparda. Pertarungan antar dua iblis berdarah setengah manusia.

"Jadi, kau yang akan melawanku ya, Sasuke Sparda?,"Vali kembali menyeringai.

"Hn. Sekarang kau sudah lihat lihat siapa lawanmu. Majulah!,"

WUSHH

Vali dalam balutan armor Hakuryuukou melesatkan tubuhnya ke arah Sasuke yang masih santai berdiri memegang Yamato.

"Haaagh!,"cucu Lucifer itu bersiap menyerang Sasuke dengan pukulannya.

SYUTT

Pukulan lurus ke arah kepala itu dapat dihindari dengan mudah oleh Sasuke dengan menelengkan kepalanya ke kiri. Namun tak sampai disitu, pukulan selanjutnya dari Vali melesat ke arah perut Sasuke.

WUSH

Akan tetapi Sasuke dengan sigap menghindari serangan lanjutan dari Vali dengan memutar tubuhnya ke sisi kanan. Saat gerakan berputar itu, ia menarik Yamato dari sarungnya lalu mencoba menebas punggung armor milik Vali.

SYIUU

Serangan balik Sasuke pun tak berhasil mengenai Vali sebab sang Hakuryuukou dengan cepat menerbangkan dirinya ke udara. Setelah itu ia menembakkan sihirnya pada Sasuke yang berada di bawahnya.

"Rasakan ini!,"

SYUUTT

SYUUTT

DHUARR

DHUARR

Sasuke membalas tembakan sihir tersebut dengan lesatan pedang-pedang spektral berwarna ungu. Benturan antara tembakan sihir milik Vali dan pedang spektral Sasuke menyebabkan ledakan di antara keduanya.

"Hmm...boleh juga"gumam Vali masih dengan seringai maniaknya.

SYUUTT

Namun seringai itu harus luntur begitu ia melihat sebuah bayangan melengkung dibalik debu hasil serangan mereka tadi. Dan itu adalah lesatan gelombang energi berwarna ungu. Cucu Lucifer itu dengan sigap mengelak.

"Cih, hampir saja,"

"Perhatikan sekitarmu," suara Sasuke tiba-tiba terdengar di depan dan tak sempat mengekspresikan keterkejutannya. Nampak Sasuke mengayunkan Yamato yang tersarung ke arah kepala Vali.

BRAKK

Dengan reflek terlatih Vali mampu menangkis serangan kejutan tersebut.

"Hn, reflekmu boleh juga," ujar Sasuke.

"Terima kasih, kau juga sangat cepat,"balas Vali

"Tapi, seperti kataku tadi...," kalimat menggantung Sasuke membuat Vali mengernyitkan dahinya.

"Perhatikan sekitarmu...,"

JRASHH

"Aaarghhh...!"Vali harus terkena serangan Sasuke untuk pertama kalinya. Nampak pedang spektral Sasuke menembus perut Vali hingga sampai ke punggung. Belum selesai, Sasuke menghantam tubuh Vali dengan Yamato yang masih tersarung dan membuatnya terhempas jatuh ke bawah dan menabrak tanah dengan keras. Serangan Sasuke belum berakhir, Grandson of Sparda itu kemudian menciptakan beberapa pedang spektral lagi lalu diluncurkan pada Vali yang tengah terbaring di tanah.

JLEBB

JLEBB

JLEBB

"Aaaarghh...!,"pedang-pedang spektral itu menusuk kedua tangan serta kedua kaki sang Cucu Lucifer sehingga membuatnya menempel di tanah dan tak bisa bangkit.

"Bagaimana? Menyerah?," Sasuke menunjuk Vali dengan Yamato.

"Serangan yang bagus...tapi, aku belum kalah, Sasuke Sparda!,"Vali membuka kedua telapak tangannya kemudian sayap birunya berkedip-kedip.

"Divide!...,"

WUSHH

Pedang-pedang spektral Sasuke menghilang begitu suara mekanik terdengar dari sayap biru Vali dan itu membuatnya bingung.

"Divide! Divide! Divide!...,"

Dan selanjutnya Sasuke merasakan tubuhnya melemah begitu suara mekanik itu terdengar lagi. Ia tiba-tiba tersungkur sambil menopang tubuhnya dengan Yamato.

"Apa...yang terjadi?," Sasuke bertanya-tanya dengan nafas memburu.

"Kau baru saja merasakan kekuatan dari Sacred Gear-ku, Divine Dividing. Kekuatannya adalah membagi kekuatan lawan yang telah kusentuh lalu menjadikannya milikku,"jawab Vali.

"Cih, begitu ya? Sepertinya aku tadi lengah hingga tak menyadarinya," balasnya.

"Dengan begini, keadaan telah berbalik. Bagaimana? Sasuke Sparda? Apa hanya segini kemampuanmu? Jika benar, maka sangat disayangkan ternyata cucu dari Sparda tidak sekuat yang kukira,"sindir Vali, masih dengan seringai maniaknya.

"Apa kau pernah mendengar bahwa, 'Pesulap punya banyak trik dibalik lengan bajunya?' " jawaban Sasuke malah membuat Vali bingung.

"Hmm...? Apa maksudmu?,"Vali begitu penasaran.

"Apa kau pikir kemampuanku hanya sampai disini saja? Kau bahkan tidak menyadari bahwa dari tadi aku jarang menggunakan Yamato dan hanya menggunakan kecepatan serta pedang spektral-ku. Dan itu artinya, aku belum serius," pernyataan Sasuke membuat Vali geram. Jadi selama ini Sasuke hanya bermain-main melawannya?

"Jadi, kau hanya mempermainkanku?!,"

"Menurutmu? Aku melakukan itu untuk menganalisa tentang bagaimana gaya bertarungmu dan lainnya. Aku sengaja membiarkan diriku terkena efek dari Divine Dividmg agar aku tahu bagaimana rasanya, hasilnya seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja," ucap Sasuke.

"Aku tidak terima ini! Sasuke Sparda, lawan aku dengan seluruh kemampuanmu! Akan kubuktikan bahwa keturunan Lucifer jauh lebih kuat daripada keturunan Sparda!,"ujar Vali dengan lantang.

"Aku baru akan melakukan itu. Aku juga akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya...,"

SYIUU

Jilatan api berwarna ungu berkobar dari tubuh Sasuke, seiring dengan itu Vali merasakan tekanan kekuatan Grandson of Sparda itu meningkat drastis. Dan itu malah menambah seringai maniak di wajah cucu Lucifer itu.

"Kekuatan seorang Sparda...,"

WUSHHHH

Dan detik berikutnya, seluruh tubuh Sasuke berubah menjadi sosok demon berwarna hitam-ungu gelap. Itu adalah wujud Devil Trigger miliknya.

"Ya! Bagus! Kerahkan seluruh kekuatanmu! Buat pertarungan ini menjadi lebih menarik,"Vali menatap wujud Devil Trigger Sasuke dengan penuh antusiasme.

WUSH

WUSH

WUSH

"Prepare for your Judgement, scum...,"ratusan pedang spektral tercipta di sekitar tubuh Sasuke. Dan atas kehendaknya, ratusan pedang spektral itu melesat ke arah Vali.

"Jangan harap aku aku akan terkena pedang itu lagi!"Vali mengarahkan tangannya pada datangnya ratusan pedang spektral tersebut.

"Divide! Divi-,"

"Hentikan Vali! Energimu sudah penuh. Jika kau tetap melakukannya, tubuhmu akan kelebihan muatan hingga membuat Scale Mail-mu hancur!,"peringatan Albion membuat Vali terkejut.

"Tidak mungkin! Hanya dengan sekali Divide?! Cih, sial!,"Vali harus menunda keterkejutannya sebab ia harus menghindar dari lesatan ratusan pedang spektral Sasuke.

SYIUUU

Vali terbang sejauh mungkin untuk menghindari ratusan pedang spektral itu. Sasuke menunggingkan senyum tipis melihat tindakan Vali yang menurutnya salah besar.

"Cut you down,"

SHIINGG

Sasuke mengirimkanJudgement Cutpada Vali yang sedang terbang. Cucu Lucifer itu tak menyadari serangan tersebut karena kecepatannya yang tak bisa dilihat dengan jelas.

(A/N : Judgement Cut adalah jurus andalan Vergil dalam game Devil May Cry. Tekniknya yaitu menarik Yamato dari sarungnya lalu melakukan tebasan yang sangat cepat lalu menyarungkannya kembali. Tebasan dari Yamato tadi mampu mencapai target yang jaraknya jauh dari pengguna. Selain itu ada Judgement Cut : End yang merupakan versi terkuat dari Judgement Cut)

"Aaarghh...!,"atas serangan itu Vali harus rela terjatuh kembali. Ia tak dibiarkan bernafas lega begitu matanya melihat Sasuke sudah berada di atasnya bersiap menyerang. Vali dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya di udara untuk kembali berhadapan secara langsung dengan Sasuke.

"Mari kita lihat sebaik apa dirimu dalam pertarungan tangan kosong,"Sasuke menyimpan Yamato lalu berganti senjata ke satu set armor tangan dan kaki warna hitam. Itu adalah Beowulf, sama seperti Balrog milik Naruto, itu adalah Devil Arm yang diwariskan oleh Vergil padanya.

BRAKK

BRAKK

BRAKK

Adu pukulan dan tendangan terjadi di udara. Baik Vali maupun Sasuke sama-sama bertarung all-out.

"Wow, kali ini Sasuke benar-benar serius," komen Naruto menyaksikan bagaimana sepupunya itu bertarung sengit.

"Naruto-kun!," suara lembut milik Rias mengalihkan perhatian Naruto dari pertarungan. Grandson of Sparda itu melihat tunangannya itu datang bersama Koneko dan Gasper.

"Are you ok guys?," tanya Naruto.

"Ya, kami baik-baik saja," jawab Rias, ia lalu berganti menatap pertarungan Sasuke melawan Vali yang sedang berlangsung di udara.

"I-Itu...," Gasper bertanya-tanya.

"Mirip seperti punya Naruto-niisan," timpal Koneko, melihat wujud Devil Trigger Sasuke.

"That's right. Itu adalah Sasuke dalam wujud Devil Trigger miliknya. Dia lebih dulu membukanya daripada aku," jawab Naruto.

"Apakah Sasuke-san akan menang?," tanya Rias.

"Sejauh yang kulihat, Sasuke baru mengeluarkan 50% persen kekuatannya. Sepertinya ia benar-benar ingin bermain-main dengan Vali," jawab Vergil selaku yang telah melatih Sasuke selama 2 tahun.

BRAKK

BRAKK

BRAKK

"Ughhh...! Harus kuakui, kau lawan terkuat yang pernah kuhadapi, Sasuke Sparda,"ujar Vali usai menerima pukulan di kepala armornya.

"Do you think so? Aku malah berpikir sebaliknya, sepupuku dan ayahku jauh lebih baik daripada ini,"balas Sasuke.

"Kalau begitu aku akan menambahnya dengan diriku!,"Vaki merangsek maju untuk melesatkan sebuah pukulan pada Sasuke.

BRAKK

Dengan sigap Sasuke menahan pukukan itu.

"Divide!,"

Namun Sasuke nampak baik-baik saja walaupun Vali telah membagi energinya.

DHUAGH

"Urrghh..! Sebenarnya sebanyak apa energinya itu? Kenapa hanya dengan sekali Divide saja sudah penuh?,"geramnya usai Sasuke menendangnya di perut.

"Kau mungkin tidak percaya akan hal ini Vali. Tapi, kenyataannya dia memang sangat kuat. Jauh lebih kuat dibanding iblis berdarah murni,"jawaban Albion membuat Vali jadi bingung.

"Huh? Bagaimana mungkin? Bukannya dia iblis setengah manusia sama sepertiku?,"

"Justru itulah yang membuatnya jauh lebih kuat daripada iblis murni. Darah Sparda akan bertambah kuat apabila mereka bercampur darah manusia. Kau lihat sendiri buktinya, Katerea yang merupakan iblis murni darah Leviathan nyatanya mati melawan keturunan Sparda yang merupakan iblis setengah manusia,"

"Jadi seperti itu. Pertarungan ini akan semakin menarik,"

Sasuke menyimpan Beowulf dan kembali memakai Yamato.

"Lama-lama aku muak pada dirimu, pencuri,"ucapnya dengan menusuk.

"Itu sudah menjadi kemampuan Sacred Gear-ku. Jangan salahkan aku,"balas Vali.

"Dan kau tahu apa yang harus dilakukan pada pencuri?,"Sasuke mengambil kuda-kuda, bersiap untuk menarik Yamato dari sarungnya.

"Hmm, apa itu?,"begitu juga Vali.

WUSHHH

"Sebuah hukuman...,"seluruh tubuh Sasuke kembali terbalut aura berwarna ungu. Nampak Yamato pun mengalami hal serupa. Vali meningkatkan kewaspadaannya saat merasakan intensitas kekuatan Sasuke meningkat drastis dibanding yang tadi.

"Dia akan mengakhirinya," gumam Vergil.

"Oh hell no! Seriously Uncle? Kau juga mengajarinya Judgement Cut : End?! Judgement Cut saja aku sudah setengah mati untuk bisa menghindarinya!," seru Naruto, melihat bentuk kuda-kuda Sasuke yang sangat ia kenali.

"Kelak dia akan menjadi pemegang Yamato yang selanjutnya, Naruto. Menguasai teknik itu adalah hal yang wajib," balas Vergil.

"Vali, entah kau merasakannya atau tidak. Tapi, sesuatu yang buruk akan terjadi,"ujar Albion.

"Itulah yang kuinginkan, aku ingin lawanku melawan dengan seluruh kemampuannya,"seringai maniak kembali menghiasi wajah Cucu Lucifer.

"Slay All...,"

(Jika videonya tidak muncul, gunakan link ini untuk melihat bagaimana teknik Judgement Cut : End)

https/m./watch?v=E9OaiB8CWNA

SYUUUTTT

TIKKK

JRASHHH

"Aaarghhh...!,"Semua terjadi begitu cepat. Begitu Sasuke menyarungkan Yamato dan terdengar bunyiTIK, armor Scale Mail milik Vali tiba-tiba hancur berkeping-keping bersama baju dan setengah celananya bersamaan dengan puluhan luka tebasan di sekujur tubuh. Bukan hanya itu, objek yang ada disekitar pun ikut terbelah.

"Hn, sudah berakhir," Sasuke kembali ke wujud manusianya dan berbalik meninggalkan Vali yang terbaring lemah di tanah.

"T-Tunggu! A-Aku...belum kalah!," Cucu Lucifer itu ternyata masih bisa bangkit, meski seluruh tubuhnya sudah terluka parah. Sasuke hanya menatap Vali dengan sudut iris onyx-nya.

WUSH

DHUAGH

"Aaarghhh...!," Sasuke tiba-tiba muncul di depan Vali lalu menghantam perutnya dengan ujung sarung Yamato hingga membuatnya menabrak pohon.

"Aku hargai semangatmu untuk terus bertarung, tapi ini benar-benar sudah berakhir, Vali Lucifer," jawab Sasuke dengan datar.

WUSHH

"Vali! Ya ampun! Apa yang telah terjadi padamu?!," tiba-tiba muncul sosok pria berarmor khas China memikul sebuah tongkat di dekat Vali.

"Bikou...A-apa yang kau lakukan disini?," tanya Vali dengan suara yang tersendat-sendat.

"Boss menyuruh kita untuk berkumpul. Kita akan berangkat menuju Norse. Ngomong-ngomong apa yang telah terjadi padamu?,"

"Apa kau tidak bisa melihat kondisi tubuhku?! Dasar monyet bodoh!" bentakan Vali membuat Bikou jadi down.

"M-Maaf, kalau begitu kami permisi dulu tuan-tuan. Sampai jumpa!," Bikou menancapkan tongkatnya ke lantai sehingga tercipta lingkaran sihir yang menelan mereka berdua dan pergi dari area Kuoh Academy.

"Kerja bagus Sasuke. Kau sudah bisa menggunakan Yamato dengan baik walau ini pertama kalinya kau memakainya," puji Vergil.

"Thank you Father. Harus kuakui, menggunakan Yamato agak sulit dibanding Kusanagi. Beberapa kali ia mencoba memberontak, untung saja aku bisa menjinakkannya," Sasuke menyerahkan kembali katana itu pada ayahnya.

"Yah, sepertinya dia masih asing pada tangan baru yang memegangnya. Bersyukur kau memiliki darah Sparda pada dirimu sehingga dia bisa jinak. Jika tidak, dia akan menjadi liar dan menusukmu," balas Vergil.

"Wow, aku tidak tahu kalau Yamato bisa seperti itu?," tutur Naruto.

"Hal yang sama juga terjadi padaku saat memegang Yamato untuk pertama kali," timpal Nero.

"Vergil-dono, kami sangat berterima kasih atas bantuan yang anda berikan dalam mengusir kelompok teroris ini. Kami harap, ketiga Fraksi bisa menjalin kerja sama dengan Fraksi Iblis Sparda ke depannya nanti," ucap Michael.

"Sama-sama. Soal tawaran kerja sama itu, Dante-lah yang memutuskannya, aku disini hanya untuk menggantikannya saja," jawab Vergil.

"Tapi, ada hal penting lain yang harus kita urus sebagai Aliansi 3 Fraksi, yaitu soal Khaos Brigade ini. Kita sudah tahu siapa pemimpinnya dan siapa saja anggotanya, kita harus secepatnya berbuat sesuatu," ujar Azazel.

"Anda benar Azazel-dono, pertemuan berikutnya akan diadakan di Underworld. Kami harap Dante-dono bisa hadir dalam pertemuan tersebut," ucap Sirzechs.

"Hmm, aku akan menyampaikannya," Vergil menarik Yamato lalu menebas ruang kosong di depannya sehingga tercipta robekan dimensi.

"Goodbye everyone, and good night...," Vergil, Naruto, Rias, Sasuke, dan Nero masuk ke dalam robekan dimensi lalu menghilang.

T.B.C

Yo! Chapter 9 is up!

Halo para pembaca sekalian! Bagaimana kabarnya? Akhirnya kita bertemu lagi. Maaf jika beberapa hari ini tak ada kabar dari author, karena apa? Saya sibuk dengan urusan lebaran dan lain-lain.

Di chapter 9 ini kita disuguhkan dengan pertarungan Vergil melawan Katerea, yang berakhir dengan mudah untuk kemenangan Vergil. Serta Sasuke melawan Vali yang berakhir untuk kemenangan Sasuke. Baik Katerea maupun Vali harus kalah dengan teknik serupa yaitu Judgement Cut : End. Sumpah saya main Devil May Cry 5 pas lawan Vergil susahnya minta ampun, yang nyebelin itu pedang spektralnya, Doppelganger, Judgement Cut, dan Judgement Cut : End. Judgement Cut bisa menjangkau lawan yang jauh serta terjadi secara cepat dan berulang-ulang, sementara Judgement Cut : End area jangkauannya berbentuk lingkaran besar dan damage-nya sakit banget.

Di chapter ini saya memutuskan untuk Sasuke-lah yang akan show-off, karena Naruto sudah saat bertarung melawan Kokabiel kemarin. Meskipun begitu, Naruto tetap menjadi MC-nya, Sasuke hanya menjadi support character layaknya di canon anime Naruto.