Warning : OOC, Semi Canon, Suka-suka Ega!

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Kuro No Unmei

(seting waktu dan tempat : saat ujian Chunin Dihutan kematian )

Kepergian Orochimaru dari arena Hutan kematian dengan sangat mudah, hanya bisa di tatap bisu oleh si Sulung Uchiha itu. Tidak ada pertarungan apapun diantara mereka, namun mata Sharingan nya masih aktif sehingga Susano'o milik Itachi masih nampak hidup dan melindungi seluruh tubuhnya.

Dia sangat khawatir pada Sasuke, hingga akhir hayatnya Itachi bersumpah akan melindungi Sasuke. Beruntung sekali nalurinya sebagai seorang kakak mampu menyelamatkan Sasuke sebelum hal buruk terjadi padanya.

Salah satu dari kapten Anbu kepercayaan Hokage ke-4 itu, cukup terpancing emosi ketika Itachi tau jika Orochimaru tengah mengincar nyawa adik kesayangannya.

"Hokage ke-4 pasti akan marah besar setelah ini.."

Itachi bergumam pasrah, ketika dia ingat bahwa ujian Chunin di Konoha menjadi bahan pertaruhan nama baik bagi 5 Negara Besar Shinobi.

Melihat ujian Chunin nya di porak-porandakan oleh Orochimaru si ninja kriminal itu, pasti ke-5 Kage juga tidak akan diam setelah melihat kekacauan ini.

"Sakura... Aku tidak salah lihat kan??"

Kini suara Sasuke masuk kedalam indra pendengaran Itachi.

Adiknya itu nampak ketakutan, menatap rekan 1 teamnya yang tidak berdaya dipangkuan Sakura.

"Sasuke-kun!! kita perlu ninja medis sekarang juga... karena Tsunami-chan dalam bahaya!" pekik Sakura, dan akhirnya suasana menjadi sangat genting.

Gadis keturunan Damio Haruno itu bisa merasakan jika cakra Tsunami Senju semakin melemah dan keadaannya sangat mengenaskan dengan kulit keriput seperti orang tua. Nampaknya ada parasit tidak terlihat yang menggerogoti tubuh Tsunami secara terus-menerus.

Itachi pun langsung menoleh kearah team 7, dimana Sasuke dan Sakura sangat takut jika Tsunami tidak selamat. Dan selagi cepat, Itachi sedikit menyalurkan cakranya pada Tsunami.

"Sasuke, apa kau masih kuat?" tanya Kakaknya.

Si bungsu Uchiha itu langsung mengangguk, lalu terlihatlah Itachi yang menghampiri Sasuke dan mode Susano'o miliknya perlahan-lahan lenyap karena Itachi menon-aktifkan Sharingannya.

"Kau harus bawa Tsunami keluar dari Hutan kematian sekarang juga" titah Itachi begitu tegas.

Elit Anbu itu langsung memberikan hewan Kuchiose berupa burung elang pada Sasuke, yang akan menuntunnya menuju ke pintu keluar hutan kematian yang mengerikan itu.

Ini adalah salah satu taktik pintar milik Itachi, saat dia menyuruh Adiknya untuk menyelamatkan Tsunami yang notabena adalah putri kesayangan dari Tsunade Senju salah satu legenda Sannin milik Konoha.

Maka setelah ini bisa di pastikan hubungan klan Senju dan Uchiha akan menjadi lebih baik, setelah hutang budi dari 2 klan itu perlahan-lahan dibayar lunas oleh Sasuke. Dan Itachi yakin jika Arrata Senju akan memaafkan adiknya setelah menyelamatkan Tsunami dari kematian.

Tanpa sadar, Itachi langsung menumpukkan harapan besar dipundak Sasuke, demi kelangsungan 2 klan besar itu di Konoha.

"Elangku akan menuntun jalan kalian menuju ke pintu keluar hutan kematian... Dan apapun yang terjadi kalian tidak boleh berhenti"

ucap Itachi pada Sasuke yang sudah dengan suka rela menggotong tubuh Tsunami ala bridal style.

"Aku pasti bisa melakukannya! Meskipun dia selalu menjadi beban didalam team ku, tapi aku tidak bisa membiarkannya mati disini..."

Balas Sasuke penuh tekad, setidaknya masih ada jiwa kemanusiaan yang dimilikinya agar anggota team nya tetap selamat.

Hanya itu yang ada didalam kepalanya, sementara syarat untuk bisa lolos ujian ini terabaikan begitu saja. Seperti gulungan Langit dan Bumi yang harus mereka kumpulkan. Namun Sasuke sudah tidak peduli lagi.

"Kemungkinan besar, ujian ini akan dihentikan... Yoondaime Hokage tidak akan tinggal diam setelah dia mengetahui ada missing nin sekelas Orochimaru yang menyusup kemari"

Balas Itachi dengan nada serius. Lelaki berambut panjang diikat itu cukup geram menghadapi situasi ini.

"Pergilah Sasuke!... Aku harus mengejar Orochimaru" ucap Itachi, mengalihkan alibi agar adiknya mau membawa Tsunami menemui Arrata.

"Baiklah!!"

Balas Sasuke, lalu dia bersama dengan Sakura langsung pergi dan mengikuti burung Elang milik Itachi yang menjadi petunjuk arah untuk mereka keluar dari hutan kematian itu.

"Sasuke... aku harap kau bisa menemukan Arrata agar dia tau jika kau juga pantas dihargai, sebagai seorang Shinobi dari Konoha" guman Itachi.

Ini usaha untuk meredam kemarahan mantan kapten anbu itu, setelah Arrata mengatakan kebenciannya terhadap klan Uchiha.

Lalu itachi pergi menuju arah yng berbeda dengan Team 7. Tugas Anbu elit sepertinya lebih banyak dari Ninja biasa. Dan Sekarang Itachi harus menyusuri seluruh hutan kematian untuk mencari Orochimaru dan beberapa Team Genin yang masih tersesat.

.

.

.

Sementara itu di tempat lain.

Berita kemunculan Orochimaru di hutan kematian dan mengacaukan ujian Chunin tahun ini, sudah terdengar sampai ke telinga mantan Hokage ke-3 yaitu Sarutobi Hiruzen.

Dia tidak menyangka jika mantan muridnya yang menjadi salah satu ninja buronan 5 Negara besar itu akhirnya pulang ke Konoha dengan tujuan yang tidak baik!

Hiruzen sangat kesal, sampai Hiruzen tidak ingin menunda waktunya lagi untuk mengadakan rapat terbuka dengan Yoondaime Hokage dan merancang rencana penangkapan Orochimaru secepat mungkin.

"Tuan Yoondaime Hokage sedang bersama dengan 5 Kage beserta Damio... Sepertinya Ayah tidak bisa bertemu dengannya sekarang" ucap Asuma Sarutobi yang setia bersama ayahnya, karena Ninja sepertinya mendapatkan tugas untuk menjaga ketertiban rakyat sipil. Dan tidak terlibat langsung sebagai panitia ujian.

"Ini sangat memalukan, aku harap Minato bisa menghadapi masalah ini didepan 5 Kage... Dan mereka tidak memojokkan Kohona, sementara kita bisa mengurus Orochimaru untuknya"

Balas Hiruzen dengan hembusan napas beratnya.

"Ayah benar, sudah saatnya Konoha sendiri yang melenyapkan Orochimaru... Setelah itu penyesalan Ayah selama bertahun-tahun akan segera terbayarkan" sahut Anaknya.

Sementara itu Hiruzen hanya terdiam.

Tentu saja masih sulit baginya untuk membunuh dengan tangannya sendiri, salah satu murid tersayangnya itu. Tapi kali ini Orochimaru benar-benar sudah keterlaluan kepada desanya sendiri. Hiruzen sudah muak mendengar dan melihat tingkah kalu Orochimaru yang sangat membahayakan rakyat sipil di Konoha dan di desa-desa kecil lainnya.

.

.

.

.

.

Tsunade beserta Jiraya baru saja menapakkan kaki mereka didalam desa Konoha.

Dua sahabat karib itu segera pulang ke desa setelah Tsunade dengan keberuntungannya langsung memenangkan semua taruhan judi yang dia ikuti.

Jiraya tau, raga Tsunade sedang kosong dan pikirannya hanya tertuju pada keselamatan anak-anaknya. Karena jika ada keberuntungan dalam berjudi, maka kesialan akan menimpa Tsunade secara bertubi-tubi. Dia sangat takut, jika kejadian suaminya akan menimpa Arrata dan Tsunami selama dia jauh dari mereka berdua.

"Aku dengar banyak peserta ujian yang tidak selamat"

Desas-desus dari rakyat Konoha yang mengobrol tentang hasil ujian Chunin babak ke-2 di hutan kematian akhirnya terdengar oleh Tsunade.

Wanita pirang itu terdiam beberapa saat, untuk menguping informasi. Sementara Jiraya cukup penasaran dengan akhir dari kisah mengenaskan para peserta ujian Chunin itu.

"Anak-anak bodoh itu memilih jalan hidup yang sulit menjadi seorang ninja... biarkan saja mereka mati dihutan kematian... Aku tidak peduli!"

Balas pria yang sedang mengobrol dengan rekannya, mengenai ujian chunin yang berlangsung di Konoha.

Jiraya terpancing emosi saat salah-satu pria itu meremehkan pekerjaan Ninja yang rela mengorbankan diri mereka untuk melindungi Desa dan keluarga mereka.

"Hei Kalian!!..." tegur Jiraya dengan suara beratnya yng siap mencari ribut.

Alhasil, dua pria itu langsung kaget. Karena mereka bertemu langsung dengan legenda Sannin yang terkenal itu.

"Aku tidak salah dengar kan? jika kalian sedang meremehkan ninja anak-anak yang kelak dimasa depan mereka akan menjadi seperti diriku!?"

Ujar Jiraya dengan tampang yang cukup membuat pria-pria itu ngeri melihatnya. kepala mereka perlu di rasengan rupanya.

"Tuan Jiraya-sama... apakah itu anda?? Maafkan kami... kami tidak bermaksud begitu" ujar pria itu ketakutan langsung bersujud dihadapan Sannin itu.

"Yah, tapi aku terlanjur kecewa pada kalian... karena Ninja seperti ku hanya dipandang sebelah mata, bahkan direndahkan dengan kata-kata yang tidak pantas... sebelum kau lahir, aku sudah terjun ke medan perang untuk mempertahankan rumah yang kau pijak ini" ujar Jiraya dengan wajah agak jengkel.

"Jiraya bodoh! berhentilah berdebat dengan mereka..." keluh Tsunade.

Tujuan awalnya bukan untuk melihat Jiraya berdebat dengan rakyat sipil. Tapi untuk mencari tau hasil dari ujian chunin yang di ikuti oleh Tsunami, putri kesayangnnya itu.

Jiraya lalu menatap Tsunade, dan mengalah untuk wanita pirang itu.

"Hei kalian... jadi katakanlah padaku bagaimana hasil ujian Chuni di desa?? Apa ujiannya sudah selesai? Wanita ini sangat mencemaskan anaknya" ujar Jiraya sambil menunjuk Tsunade yang berdiri kaku dengan aura yang tidak enak.

Dua pria itu langsung menatap gemetar kearah Tsunade, salah satu Kunoichi Konoha yang sangat dihormati setelah mendiang istri hokage pertama, lalu mendiang istri hokage ke-3 dan kunoichi si red habanero Kushina Uzumaki yang juga sudah wafat itu.

"Astagaa, anda bersama dengan Nona Tsunade-sama... Kami sangat malu dan merasa bersalah karena telah bicara yang tidak-tidak tentang Ninja Konoha... Mohon maafkan kami" pria-pria itu lalu bergantian berlutut dihadapan Tsunade.

Mereka benar-benar merasa takut karena sudah menyinggung perasaan dari para legenda Sannin Konoha. Apalagi salah satu dari mereka, merupakan keturunan langsung dari Hokage pertama yang sangat dihormati.

"Berhenti berbelit-belit... katakan padaku, apa yang kalian ketahui tentang ujiannya?" tanya Tsunade dengan paksaan dan hampir meninju mereka.

"Kami tidak tau, apakah ujiannya di batalkan atau tidak... tapi yang jelas Hokage Yoondaime-sama telah mengumumkan jika Desa dalam keadaan siaga" ucap pria itu.

"Desa dalam keadaan siaga? apa yang terjadi disini?" Beo Jiraya dengan helaan curiga pada semua hal.

"Akan sulit menebaknya, jika kita tidak bertemu dengan Minato secara langsung!"

Ujar Tsunade pada Jiraya dan mengabaikan dua pria sebagai rakyat sipil itu, yang masih menyembah-nyembah mereka.

"Tapi mungkin saja dia sedang sibuk, ayo temui anakmu saja... Setidaknya jika salah satu diantara mereka baik-baik saja... kau tidak akan secemas ini kan? "

Usul Jiraya yang kepikiran dengan Arrata Senju yang bisa mereka andalkan setiap waktu.

"Bisakah kau tidak berucap yang aneh-aneh tentang anakku?? Aku harap mereka berdua tidak dalam bahaya"

Tuding Tsunade, yang mendadak ikut jengkel karena mulut ember dari rekannya itu.

Mana bisa Tsunade berpikir jernih sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana keadaan Arrata dan Tsunami saat ini.

.

.

.

.

Sementara itu di tempat pelarian team Nerro

"Aku baru tau tujuan sebenarnya dari ujian ini... ternyata tuan Orochimaru mau menyabotase ujian dan ingin menghancurkan Konoha"

kata Suigetsu setelah Kabuto sedikit membocorkan alasan mereka harus sembunyi didalam patung pahatan wajah hokage milik Konoha. Disana ada jalan rahasia, yang dulu pernah di pakai oleh Orochimaru, lagipula areal itu cukup kedap terhadap cakra dan terlindung dengan kekai yang dibuat oleh Hokage ke-2.

Orochimaru masih ingat cara masuknya, dan menyembunyikan anak-anak nakal itu disana untuk sementara, karena Madara juga sudah sampai di Konoha tapi tidak tau keberadaannya ada dimana.

Selain dikelan pelit bicara, Naruto dan Kimimaro juga enggan menghabiskan energi mereka untuk mengoceh seperti yang Suigetsu lakukan barusan.

Team Sunagakure, alias si kembar 3 yang merupakan anak dari Kazekage itu langsung melirik sinis kearah Suigetsu yang tak sengaja, juga mengajak mereka untuk bicara.

"Kalian terlalu dungu ya"

Ucap Temari. Dia sukses membuat Suigetsu mengalihkan tatapannya.

"Apa maksudmu mengatai kami dungu hah!!..." Balas Suigetsu begitu sengit. Dia lumayan tersinggung dikatai dungu oleh Temari.

"Ya, pikir saja sendiri... Memangnya kalian tidak sadar jika kalian hanya alat untuk perang dunia Shinobi ke-4?" tegur Temari.

"Hei, perempuan kipas!!.. Asal kau tau, kami tidak berminat mengikuti ujian ini... Hanya saja si Jabrik itu harus menjalani hukuman dari Tuan Orochimaru, makanya kami bisa ada disini"

Balas Suigetsu sambil menunjuk Naruto yang diam dengan tatapan tajamnya. Setelah dia kembali dengan selamat dan hidup untuk yang ke-2 kalinya di dunia ini.

"Jika hanya dia yang dihukum, kenapa kau juga mau ikut menemaninya?"

Tanya Temari, sementara itu Kankuro cukup menyimak adu mulut dari adiknya bersama Suigetsu.

"Karena aku temannya, dia tidak punya teman selain aku tau!!"

Balas Suigetsu lagi begitu sombong, karena bisa akrab dengan manusia es seperti Naruto.

Namun Kimimaro langsung menyenggol Suigetsu dengan tulang yang menyembul dari sikunya.

Sepertinya Kimimaro tidak terima jika dirinya *tidak* diakui sebagai bagian dari anggota team Nerro yang keren itu.

"siluman tulang sialan kau!!" umpat Suigetsu setelah melihat tulang milik kimimaro menusuk lengannya. untung saja lengan Sui otomatis berubah menjadi air, jadi tidak bolong dan berdarah.

Naruto sendiri tidak mau ambil pusing dengan tingah laku Sui dan Kimimaro. Sekarang yang ada dipikirannya adalah, bagaimana caranya mengembalikan cakra yang tersegel didalam tubuhnya??

Dan hal lain yang menggangu pikirannya adalah, tentang hubungan Ayah dan anak yang dia anggap special bersama Madara!

Ternyata selama ini Naruto sudah ditipu mentah-mentah oleh Madara.

Orang yang sudah dia anggap sebagai Ayah, adalah alasan mengapa ibunya bisa meninggal.

Dan Naruto malah menjadi ninja pelarian, yang seharusnya sekarang dia menjadi putra tunggal dari seorang Yoondaime Hokage. Dunia sangat lucu bisa membolak-balikkan takdir Naruto seperti ini.

Hatinya berkecamuk, dia tidak tau harus berbuat apa saat bertemu dengan Madara. mengingat kemampuan Naruto sangat jauh untuk melawan Madara saat ini. dan kecacatannya dalam mengontrol cakra membuatnya sangat putus asa. Alias saat Ini dirinya sudah menjadi manusia biasa. Tanpa carka perubah bentuk.

sruuuuubbbbbbbb...

Tiba-tiba suara menjijikan terdengar, dimana potongan tubuh Zetzu putih nampak menyembul dari dalam tanah.

Kemunculan Zetzu putih tanpa diundang itu, disambut histeris oleh Temari. Karena dia baru pertama kali melihat mahluk seperti itu. Sementara Garra masih pingsan dan Kankuro hanya bengong menatap Zetzu putih yang telanjang tanpa busana. Seperti gumpalan patung lilin putih yang hidup dan bersuara.

"Aaaaaaaa... Makhluk menjijikan!!"

Temari bersiap mengibaskan kipasnya tapi Tulang-tulang milik Kimimaro dengan sigap menahannya. Ada pedang tulang yang menyembul dari tangan Kimimaro dan menghentikan aksi brutal Temari.

"Yoo Naruto!!..."

sapa Zetsu putih dengan riang gembira dia kebetulan muncul dihadapan Naruto.

"hmm" balas Naruto dengan acuhnya.

"Astagaaa Makhluk menjijikan itu bisa bicara!!" pekik Temari. Membuat Zetzu putih menatapnya dengan aneh.

"Dia manusia lilin yang keren!! Sepertinya bagus untuk model kolaborasi dengan kugutsu ku, apa dia bisa dikendalikan dengan benang cakra"

Ujar Kankuro yang nampak semangat dengan kemampuan bergerak dan berbicara yang handal dari Zetzu putih.

"Bukankah mereka anak-anak dari Kazekage?" tanya Zetzu putih yang melihat team Sunna ikut berkumpul disana.

"Ah?? memangnya Kazekage punya anak?" ujar Suigetsu planga-plongo.

"Setauku sih Kazekage punya 3 anak" kata Zetzu putih. sambil menghitung team Sunna dengan jarinya. apakah mereka genap 3 atau lebih.

"Iya manusia lilin, kau benar!!... kami adalah anak-anak dari Kazekage ke 4" jawab Kankuro dengan bangganya telah memiliki darah Kaze didalam tubuhnya.

"APA??? KALIAN SEMUA ANAK KAZEGAKE KE-4??" Teriak Suigetsu.

"Hahahaha... kenapa kau kaget??" Ucap Temari dengan tertawa kemenangan.

Naruto benar-benar langsung menatap team Sunna dengan mata tajamnya. Dia juga sama kagetnya dengan Sui tapi ekspresi wajah Naruto tidak berubah sedikitpun dia masih dingin dan cuek.

"Aku terkejut, rupanya kalian benar anaknya Kazekage... Padahal aku hanya bercanda saja" ucap Zetzu dengan santainya.

"Ternyata sekutu Tuan Orochimaru tidak main-main, aku pikir mereka hanya kumpulan anak ninja biasa.. tapi cara bertarung mereka terlalu elit, dan membuatku curiga" oceh Suigetsu. Sementara Kimimaro hanya menyimak saja.

"Tapi sayang sekali, kalian tidak sebanding dengan kami" ejek Suigetsu pada Temari.

"Maksudmu apa mereka lebih lemah dari kalian??" Balas Zetzu pada Suigetsu sebelum Temari bicara.

"iya bisa dibilang begitu... buktinya rekan mereka pingsan"

Suigetsu menunjuk Gara yang masih belum sadar akibat obat milik Kabuto.

"kau salah Sui, justru kalian yang lebih lemah... karena mereka itu memiliki biju ekor 1, si pasir Sunna itu" ucap Zetzu putih, yang membuat Naruto menoleh padanya.

"Apa??" kali ini Naruto mendesis. ia pun tertuju pada team Sunna yang luarbiasa menyimpan senjata biju ekor 1.

Nampaknya Naruto juga lupa jika didalam tubuhnya ada biju ekor 9 yang cakranya tersegel kuat oleh buah iblis sialan itu.

"Dia sainganmu Naru kekekekeke..." Ucap Zutzu putih sambil tertawa. Zetzu putih tidak tau bedanya biju ekor 1 dan 9 yang beda dalam segi kekuatan.

"Apa yang kau lakukan disini" tanya Kimimaro pada Zetzu putih.

"Aku menyapa anak kesayangan Tuan Madara... dan memastikan Naruto baik-baik saja setelah penyerangan Orochimaru di hutan kematian" balas Zetzu putih.

"Jadi dimana Madara sekarang?" tanya Naruto dengan napas yang berat, menahan amarah. entah kenapa dia terbawa emosi saat mendengar nama Madara. tapi di satu sisi Naruto juga rindu dengan manusia Uchiha abadi itu.

"Dia ada di tempat yang jauh, bersama Ninja revolusi"

"Dan Madara-sama menyuruhku untuk menjemputmu Naruto" lanjut Zetzu.

"Kau hanya menjemput Naruto saja? lalu kami bagaimana?" tanya Suigetsu. overthinking, dan tidak mau diduakan atau dipisahkan dari Naruto.

"Aku tidak tau, kalian urus saja diri kalian sendiri... Kalian kan milik orochimaru, bukan milik Madara..." balas Zetzu dengan wajah lugunya yang menyebalkan itu.

"Aku ingin bertemu dengan Madara!!" ucap Naruto secara mendadak. Membuat Zetzu tersenyum senang dan segera mendekat padanya.

"Owhh kalu pasti sudah tidak sabar untuk menyapanya fufufufu..." goda Zetzu putih begitu jahil. tapi Naruto tidak senang dan tidak terhibur sama sekali.

"hm... Ngomong-ngomong, kenapa aku tidak bisa merasakan cakramu ya Naru?" tanya Zetzu sambil mengendus-endus tubuh Naruto dengan absurd nya.

"Menyingkir dariku!" tuding Naruto dan langsung mendorong tubuh milik Zetzu putih menjauh darinya sampai terjungkal ke tanah.

"hahahaha rasakan kau..." Sui tertawa puas saat Zetzu ternistakan oleh Naruto.

"Ayolah kita pergi... tinggalkan saja mereka" ajak Zetzu putih. Lalu Naruto mengangguk dan bahkan tidak bicara sepatah katapun pada Sui dan Kimimaro.

"Lihatlah sekarang... Temanmu itu malah menghianatimu" Temari mengejek Suigetsu lagi. setelah Naruto lenyap bersama Zetzu putih.

"Sudahlah!!... si jabrik sialan memang seperti itu!! dan aku harus terjebak dengan manusia tulang itu disini! Menyebalkan..."

Suigetsu sangat kesal pada Naruto dan dia sangat benci ditinggalkan bersama Kimimaro disana.

.

.

.

.

.

.

.

tbc

Happy weekend everyone!!!

hehehehehehe...

kalau kalian dapet notif email, silahkan di check karena Ega update yuhuu... jangan lupa komen ya, kalau nanti ada waktu Ega bales di Chapter berikutnya. udah 3 tahun aja kita nggak ketemu...

:")