Suka-suka ega :3
--
NAIK DERAJAT
--
Pergi ke sekolah dengan 1 mobil bersama orang asing membuat Princess Senju itu begitu cemberut. Bagaimanapun kobaran api emosi masih menyelimuti Sakura begitu pekat.
Alih-alih bisa menolak, tapi karena ancaman dari Kakeknya yaitu Tobirama Senju, terpaksalah Sakura harus tunduk padanya.
Tobirama tidak mau melepas atensinya pada Sakura, mungkin karena mereka sudah lama dekat dan bergantung satu-sama lain, sehingga tidak akan mudah memutus tali batin mereka, meskipun Sakura notabena adalah cucu tiri dari Tobirama Senju dan Marga Senju milik Sakura hanya titipan untuk sesaat.
Disisi lain perjalan ke Scorpio High School sangat membosankan bagi Naruto.
Remaja tampan itu nampak tidak bersemangat, bahkan pikirannya menerawang jauh seakan-akan masih sangat rindu pada sahabatnya di rumah susun (Shikamaru) dan juga tempatnya bekerja di pulau Gitzu.
Hari pertama sekolah pun, Naruto diantar langsung oleh ketua Mafia dari daratan utama pulau Ginza. Yakni s kakek Tua Tobirama Senju, nampaknya Tobi, tidak punya pekerjaan yang lebih penting selain mengantar para cucu kesayangannya untuk pergi bersekolah hari ini.
Akhirnya mobil Roll Royce itu sampai didepan Lobi mewah sekolah menengah atas (Scorpio high school). Tobirama turun dari dalam kursi kemudi, lalu membukakan pintu untuk Sakura dan Naruto.
"Selamat belajar cucu-cucuku..."
Ucap Tobirama dengan senyum keriputnya. Masih penuh harap agar Sakura dan Naruto bisa akur satu sama lain. tapi nyatanya, hal itu sulit terjadi. Bagaikan bumi dan langit yang tidak akan pernah menyatu.
Sakura itu gadis yang keras, karismatik dan juga pemberani. Itulah sebabnya Tobirama sangat suka dengan auranya. Coba saja Sakura itu anak laki-laki pasti akan menjadi pewaris sempurna untuk keluarga Senju. Tapi Tobirama tidak perlu khawatir lagi, karena dia sudah punya Naruto yang akan mewariskan semua harta milik keluarga Senju di masa depan.
Didepan lobi sekolah, lalu-lalang murid begitu padat pagi ini. Sakura kesal, sekarang ada banyak teman-temannya yang melihat Sakura turun dari mobil kakeknya bersama dengan Naruto.
Mereka pasti akan membuly Sakura, jika tau apa yang terjadi diantara dia dan Naruto. Terlebih lagi jika sampai marga Senju dicabut paksa dari Sakura, maka habislah riwayat Sakura di sekolah ini.
"Minggir kau!"
Sakura sedikit mendorong bahu Naruto, karena remaja itu menghalangi jalannya.
Tobirama sama sekali tidak senang akan hal itu, lalu menegur Sakura dengan batas wajarnya sebagai Kakek yang adil berbagi kasih sayang kepada cucu-cucunya. Namun pengelihatan Sakura lebih jeli dari apapun, dia langsung tau jika Tobirama ingin memarahinya.
"Ayolah Sakura jangan kasar begitu pada Naruto..." ucap si pak tua itu, guna menurunkan tensi si Princess.
Sakura hanya memutar bola matanya, merasa jengah dan lihatlah sekarang, bahkan Kakeknya tidak pernah membela Sakura lagi, gara-gara si jabrik anak pungut itu.
"Sakura, kau ajak Naruto berkeliling sekolah ya... Agar dia tidak bingung di lingkungan baru..." pinta Tobirama. tapi seperti nya Sakura tidak mau.
"Kakek... aku tidak ada waktu untuk mengurus dia"
Balas Gadis cantik itu dengan nada dengki, sambil menghempaskan rambutnya yang panjang sepinggang itu.
Dia benar-benar gadis yang memiliki harga diri tinggi, bahkan Sakura tidak pernah menatap sejengkalpun bagian tubuh sintal milik Naruto.
"ini permintaan dari Kakekmu... kenapa kau membantahnya Sakura?"
Tanya Tobirama, guratan halus tercetak di pelipisnya. Dia memandang Sakura dengan mata tajamnya.
"Kenapa juga aku harus peduli padanya? dia bukan siapa-siapaku!" kesal Sakura. nadanya mulai meninggi.
Melihat Sakura yang merajuk, Tobirama tidak bisa memaksanya lagi. Sementara itu Naruto tampak diam saja, dia enggan ikut mengoceh dengan dua manusia Senju itu.
"Baiklah-baiklah... kau pergi saja ke kelas lebih dulu, biar Naruto Kakek yang urus!"
Ucap Tobirama kemudian mengalah pada Sakura.
Mengalah bukan berarti kalah, hanya saja Tobirama berusaha mengontrol emosinya agar tidak meledak di depan umum.
"Bagus!! dan ingat ya Kek... aku tidak mau 1 kelas dengan dia!!! tolong Kakek atur bagaimana caranya... Karena aku akan berhenti sekolah jika aku 1 kelas dengan dia"
Kata Sakura begitu dominan mengancam Kakeknya, banyak maunya dan seenak jidat, seperti dia adalah bos nya.
Bagaimanapun juga, Sakura tidak mau sampai 1 kelas dengan Naruto. Karena kelas Sakura cukup elit yang terdiri dari 7 siswa saja. jika Naruto masuk ke sana, maka Sakura akan memilih homeschooling selamanya, agar tidak bertemu setiap hari dengan orang yang mengaku sebagai anak dari Almarhum bibi Tsunade itu.
"Baiklah, Kakek akan pikirkan dan memilih kelas yang cocok untuk Naruto... Terpisah darimu juga tidak masalah!!!" balas Tobirama begitu dalam dan penuh penekanan.
Lalu Sakura nampak senang dengan jawaban Kakeknya, kapan lagi dia bisa melihat Tobirama tidak berdaya dibawah kendalinya. Sungguh menyenangkan menjadi princess di keluarga Senju ini.
"Arigatou Kakek~ aku mau keklas dulu ya, byee..."
Akhirnya Sakura melambaikan tangannya begitu manis kearah Tobirama. Dan si Kakek juga meresponnya dengan senyum singkat. Tobirama tidak ingin bermusuhan begitu cepat dengan cucu cantiknya itu.
Dan kini giliran Naruto beserta Tobirama yang masih berada didepan lobi sekolah itu.
"Cucumu itu sangat menyebalkan ya, hei pak tua... aku kasihan padamu... kau terlihat takhluk dengan mudah dihadapannya" ejek Naruto pada Tobirama.
Jelas sekali Naruto merasa sangat terganggu dengan tingkah Sakura. Padahal Naruto tidak melakukan apapun, bahkan dia juga tidak mengajak Sakura untuk bicara, lalu kenapa Naruto malah mendapat ujaran kebencian dari gadis itu?
Bukankah dengan menunjukan rasa kesalnya, itu artinya Sakura sangat cemburu dan iri pada Naruto, karena sebagai orang baru Naruto bahkan bisa sedekat itu dan menjadi anak yang sangat disukai oleh Kakek Tobirama.
"Mulutmu sangat lentur jika dipakai untuk menghina orang tua sepertiku... sama halnya dengan Tsunade" ketus Tobirama.
Lalu dia meraih ponselnya untuk mengirim pesan pada kepala sekolah di Scorpio high school.
"Apa aku benar-benar semirip itu dengan ibuku? sampai kau terus mengaitkan aku dengannya?"
Tanya Naruto yang penasaran, dengan sosok asli mendiang ibunya. karena setiap detik Tobirama selalu bilang jika Naruto sangat mirip dengan Tsunade.
Lalu mata tajam Tobirama menatap lurus wajah Naruto. diapun membalas pertanyaan cucu barunya itu.
"Perilaku, dan sikapmu sangat mirip dengan putriku... Tapi fisikmu menjiplak habis semua hal yang Minato miliki, sejujurnya aku sangat membencinya" ucap Tobirama dengan sangat jujur.
Jika saja fisik Naruto dominan kearah Tsunade, maka cucunya akan 1000 kali lebih tampan dengan kulit putih, rambut putih dan mata coklatnya yang indah.
"Nanti ceritakan lagi padaku apa saja kesukaan ibuku, dan bagaimana dia disaat masih muda... Kau berhutang banyak padaku pak Tua" titah Naruto dengan seenak jidatnya.
Tobirama sedikit terkekeh, karena Naruto begitu penasaran dengan asal muasal Ibunya. Tapi Tobirama tidak akan keberatan untuk menceritakan semuanya pada cucunya itu.
"Baiklah... aku masih punya sisa umur yang panjang untuk menjawab semua pertanyaanmu.. tapi sekarang kau harus sekolah dulu Naruto" balas Tobirama.
Lalu beberapa saat kemudian Tobirama terlihat melambaikan tangan kearah seseorang yang berjalan mendekati Naruto.
"Selamat pagi Tuan Tobirama..."
Sapa seorang wanita dari belakang Naruto. Suaranya sangat lembut sehingga Naruto yakin kalau orang yang mendatangi mereka adalah perempuan.
Dan Naruto pun berbalik badan untuk melihat, siapa yang menghampiri mereka.
"Gruvia, kemarilah!!..."
Pinta Tobirama dengan ramah, kepada wanita cantik berambut biru itu.
"Ada apa memanggilku Tuan Tobirama? Tadi aku sudah melihat Sakura masuk kedalam areal sekolah" Kata Gruvia.
Dia adalah satu guru sekaligus asisten kepala sekolah yang tercantik dan juga terseksi di sekolah Scorpio high school.
"ini bukan tentang Sakuraku"
Tobirama mendesah lelah, lalu melirik Naruto. sementara Gruvia malah heran dengan maksud kakek Tua itu.
"Nande?? lalu??"
Balas Gruvia sedikit kebingungan.
"Kenalkan pemuda yang ada disampingmu itu, dia adalah cucuku... namanya Naruto Senju" ucap Tobirama mengenalkan Naruto pada Gruvia. wajah Tobirama sangat bahagia saat ini.
Gruvia terlihat kaget, karena disampingnya ada Naruto yang tak pernah dilihatnya sebelumnya. Apalagi Tobirama sampai mengklaim jika pemuda itu adalah cucunya.
Wow, kejutan apa ini?
"Apa maksud anda??? Remaja ini adalah cucu anda???" Gruvia kaget bukan main.
"Tapi, bukankah cucu laki-laki yang anda miliki itu Namanya Hideki Senju? kakaknya Sakura?"
Ucap Gruvia, dia juga adalah guru dari Hideki, sebelum lulus dari sekolah ini.
"Kau benar, Hideki adalah cucuku juga... Tapi Naruto adalah anak dari pernikahan Tsunade dan Minato... mulai hari ini Naruto akan sekolah disini" balas Tobirama.
Gruvia pun mencerna perkataan Tobirama dengan seksama. Jika salah satu keturunan Tobirama masih ada selain Hideki.
"ahhh... jadi seperti itu, Naruto anaknya Tsunade ya... dia sudah sebesar ini rupanya" ucap Gruvia dengan senyumnya yang lebar dan manis.
"Iya begitulah, aku membutuhkan banyak waktu untuk menemukannya... Jadi tolong kau urus keperluan Naruto disekolah ini, jangan sampai kau lalai dalam melakukan tugasmu" titah Tobirama. Lalu Gruvia pun mengangguk.
"Baik Tuan Tobirama... Serahkan saja padaku"
Sahut Gruvia dengan yakin, dan tidak akan mengecewakan salah satu donatur terbesar Scorpio high school itu.
Kemudian Tobirama pun menepuk bahu Naruto dengan pelan dan membisikkan sesuatu.
"Dengar nak, jika kau butuh sesuatu tanyakan saja pada dia... Gruvia adalah gurumu" pesan Tobirama pada Naruto.
"Hm.."
Balas Naruto sesingkatnya dan tampak acuh, tapi Naru paham betul apa suruhan dari kakeknya.
"Baiklah, aku harus pulang sekarang... karena ada sesuatu yang harus aku urus"
Kata Tobirama menyela untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Kalau begitu hati-hati dijalan Tuan Tobirama" pesan Gruvia.
Tobirama hanya mengangguk sementara Naruto menatap kepergian Kakeknya dengan wajah datar seperti triplek.
.
.
.
.
"Arraa.. Naruto-kun ayo ikut aku menuju ke kelas sementara yang bisa kau ikuti... sementara aku akan mengurus berkasmu"
Ucap Gruvia sambil menuntun Naruto masuk kedalam areal sekolah SHS itu.
Sambil berjalan melewati lorong koridor sekolah, Naruto nampak risih karena dia terus mendapatkan tatapan dari murid-murid lainnya.
Jam pelajaran belum mulai jadi banyak murid yang masih berkeliaran di luar kelasnya.
Dan kehadiran Naruto membawa dampak yang cukup besar untuk menjadi bahan gosip karena ada murid baru yang asal-usulnya belum diketahui oleh yang lainnya. Kecuali oleh Sakura, Karin dan Kushina mereka bertiga memiliki hubungan khusus dengan Naruto yaitu Persatuan Saudara Tiri Klan Senju.
"Jadi benar kau anaknya Tsunade ya" ucap Gruvia sembari menuntun jalan untuk Naruto.
"iya..." balas Naruto begitu singkat.
"Jika saja aku punya anak, mungkin sekarang sudah seumuran denganmu..."
Gruvia terus bicara sampai Naruto harus hati-hati menyikapinya. Tapi sejauh ini Naruto tidak ingin menyahuti wanita itu.
"Tsunade adalah temanku" ucap Gruvia.
Sontak saja pengakuan itu membuat Naruto berhenti, lalu Gruvia menatapnya penuh arti.
Senyum Gruvia terparti pada wajahnya, dia membiarkan Naruto menatapnya dengan mata bulat-bulat.
"Aku sangat sedih karena Tsunade meninggal saat tragedi Tsunami di pulai Gitzu, tapi setelah melihatmu masih hidup aku merasa lega..."
Tutur wanita itu. Lalu kembali berjalan membuat Naruto melanjutkan langkahnya juga.
"Kau tidak banyak bicara ya..." Gruvia terkekeh dengan tingkah stay cool yang Naruto berikan.
"Saudaramu juga sekolah disini, kau sudah tau kan?" tanya Gruvia.
"Tentu saja aku tau!!..." balas Naruto dengan nada agak dingin.
"Lalu apa kau akrab dengan mereka? siapa yang paling dekat denganmu?"
"Jami tidak akrab dan tidak ada yang dekat denganku!! aku tidak peduli pada mereka!"
Balas Naruto sambil menggaruk tengkuknya. setelah itu Naruto menyimpan kedua tangannya didalam saku celana.
"Tapi perselisihan itu biasa terjadi dalam hubungan persaudaraan... Aku yakin kalian semua saling menyayangi" ucap Gruvia tanpa melirik Naruto.
'Guru ini cerewet sekali, aku benci harus mendengar omong kosong darinya!!!' Batin Naruto.
Dia lelah mendengar ocehan Gruvia dari tadi dan kenapa mereka malah belum sampai juga di kelas yang Gruvia maksud. Lama sekali!!
"Naruto-kun, kau tau kan si Kembar Kushina dan Karin?" tanya Gruvia lagi.
"iya aku tau..." juteknya penuh gaya.
"Kau akan sekelas bersama mereka untuk 1 hari ini, besok kepala sekolah akan memindahkanmu ke kelas yang sebenarnya" ucap Gruvia.
"Terserah kau saja lah... yang penting aku bisa duduk secepatnya!!"
Naruto pasrah dan tidak peduli dengan nasibnya di sekolah ini. Mendapatkan kelas yang buruk juga tidak apa-apa, justru Naruto merasa tertantang untuk bergaul disana.
"Baik-baik... rupanya kau tidak sabaran ya Naruto-kun~"
.
.
.
.
.
.
.
tbc
bertemu dengan Ega di kolom komentar yukk~~
jika ada, nanti akan Ega Buatkan sesi balas komentar di next chapter~~ Sankyu~~
