Kategori = Ringan

SEMI BAKU

Summery baru 2021 : Sekumpulan aktivitas dan chat Wa unfaedah from NS Family! the next NS generation 2022!!

Main Cast : ( parents : NARUTO and SAKURA)(Their Childs : Miyuki, Menma, Hanami and Shinachiku)

Profil :

NARUTO as Papa Tamvan/Papa

SAKURA as Ma-chan/Queen/Mama

MIYUKI as Kakak (Anak ke 1 cowok)

MENMA as Ba-bang/bang agus (Ke 2 cowok)

HANAMI as Nana/princess (ke3 cewek)

SHINACHIKU as dedek/Bocil/bosqu (cowok)

Desclaimer : MK (Masashi Kishimoto)

US (NS)

"Papa buruan deh... Kopinya keburu dingin tuh!!"

Opening berupa teriakan melengking dari seorang wanita cantik berbadan langsing, membuat Naruto langsung menoleh.

Pria beranak 4 itu tau, tau kalau istrinya sedang mengkhawatirkan kondisi kopi hitam yang akan segera dingin, dan Naruto sama sekali belum sempat meminumnya. Padahal tadi Naruto sendiri yang mengejar-ngejar Sakura, disuruh untuk membuatkannya Kopi.

"Iya Mama sayang... ini Papa lagi nge-check ban mobil, katanya Mama mau pergi ke percetakan.." Balas Naruto lalu langsung menuju ke teras rumah, tempat Sakura Namikaze menunggunya.

NaruSaku family itu memiliki 3 mobil di garasi rumahnya. Terdeteksi mereka adalah warga negara yang cukup tajir karena punya 3 mobil. Tapi kadang NS family terlihat melarat karena uang jajan mereka yang terlalu boros.

Mobil-mobil itu dirawat oleh Naruto, dan orang yang selalu membayar pajaknya juga Naruto, tapi mobil itu malah dipakai seenaknya oleh anak dan istrinya :")

wkwkwk maklumla~ Naruto kan si tulang punggung keluarga, jadi harus sabar dan tabah selalu diporotin uang sakunya untuk biaya kebutuhan keluarganya yang membengkak tiap hari.

Seperti halnya Mobil milik Miyuki, mereknya itu dari Audi A3 berwarna biru dongker. Naruto membeli dengan harga 720 juta saat Miyuki baru saja diterima kuliah, sayangnya pelunasannya pun masih di cicil sampai tahun depan :") jika sampai mobil itu lecet maka si Papa Tamvan yang paling doyan mengoceh sampai Miyuki kadang gedeg mendengarnya.

Lalu yang kedua, mobil milik Sakura mereknya adalah Mazda cx5 warna hitam.

Mobil itu dibeli oleh Naruto dengan harga 534 juta, sebagai hadiah anniversary ke 17 tahun pernikahan mereka.

Aww~~ Naruto memang se- so sweet itu pada istrinya. Dan untungnya Mobil Sakura sudah lunas jadi kalau istri tercinta membuat bekas penyok atau baret pada mobilnya, Naruto tidak akan bisa marah :") atau jatah grepe-grepe nya di hapus selamanya oleh Sakura.

Dan yang terakhir adalah Mobil SUV Pajero sport warna putih th 2020 milik Naruto, itu mobil yang sudah di tukar tambah olehnya.

Dulu model pajero yang jelek, tapi sekarang model mobil milik Naruto sudah yang paling baru dan keluaran langsung dari showroomnya.

Ya, begitulah wujud dari penghuni garasi rumah NS Family, kalau Menma dan Nana ingin mobil, nanti Naruto akan belikan mobil baru untuk mereka juga.

Kembali ke story, dimana Sakura sudah tampil rapi dengan balutan kemeja dan rok pendek, wanita itu tidak penah terlihat menua walaupun sudah memiliki 4 anak. Hari ini Sakura ingin ke percetakan, untuk mereview hasil cetak dari novelnya yang sudah diterbitkan.

Btw, Pekerjaan Sakura adalah seorang Novelis. Nama Sakura Namikaze sangat populer dikalangan penggemar novel romantis. Dan jam terbang Sakura akan padat jika sudah dalam masa promosi novelnya.

Sakura harus menghadiri acara fansmeet di beberapa kota sebagai seorang penulis, dan semoga saja salah satu karyanya bisa difilmkan, karena banyak pembaca yang menyukai buku karangannya. Hingga tak geran bisa laku keras meskipun harganya sangat mahal.

"Gimana Pa? mobil Mama bisa dipakek kan?" tanya Sakura yang sudah menyerahkan kopi hitam pada suaminya didepan teras.

"Mobil Mama aman kok, siap dibawa pergi jauh" balas Naruto dengan senyum cerahnya dan diiringi dengan meniup-niup singkat kopi hitamnya.

"Okey, makasi ya sayangku... Mama mau otw sekarang, biar nggak terlalu macet"

Sakura pun mengecup singkat pipi suaminya, sebagai bekal ijin pamitan. Membuat Naruto salting dan sangat gembira di kecup-kecup manja oleh istrinya, harusnya sih ciuman di bibir saja, kangennya makin awet.

"Hati-hati ya Mama sayang... kalau terjadi sesuatu, telpon Papa"

ujar Naruto yang ikut mengelus pipi mulus istrinya begitu lembut, seolah tidak rela akan ditinggal bekerja oleh Sakura. Padahal Naruto bisa menafkahi sendiri keluarga kecil mereka. Tapi kecintaan Sakura terhadap dunia menulis dan fashionnya itu, Naruto tidak bisa membatasinya begitu saja. Lagipula karir Istrinya cukup menjanjikan dan ada jalan untuk menuju ke suksesan besar suatu saat nanti.

"Papa nggak betah dirumah tanpa Mama tau..." ujar Naruto lagi, sedikit merengek seperti bayi. Sakura jadi gemas pada pria itu. Dan tidak pernah menyesal sudah menikahinya.

"Harus betah dong sayang... Kamu gantian jagain anak-anak kita dirumah..." sahut Sakura berusaha menghibur mood Naruto.

"Iyaa deh... iyaa... demi anak-anak, aku sabar nungguin kamu pulang" akhirnya Naruto mau juga melepas Sakura bekerja.

"Bye Papa see you soon, my love..."

Sakura dengan senyum manisnya melambaikan tangan pada Naruto, lalu melangkah menuju ke mobilnya dan menekan tombol unclock pada smartkey Mazda cx5 itu.

Naruto tersenyum samar saat Mobil Sakura sudah tidak ada digarasi. Hari minggu ini, Hanya Sakura yang ijin pergi, sementara Naruto libur bekerja dan semua anak mereka juga libur sekolah.

"Nah sekarang enaknya main PS5 sama Menma khukhukhu~ mumpung Sakura nggak ada"

Ucap Naruto, karena hari minggunya hanya stay dirumah. Pasti Menma juga mau bettle sama Papanya main PS5 di ruang tamu.

Akhirnya Naruto sampai di dalam rumah, dan kopi hitamnya sudah habis diminum.

"Papa!! Papa!! Papa!!..."

Suara Hanami membuat Naruto kaget, karena putri tunggalnya tiba-tiba turun dari tangga lantai 2 rumah mereka.

"Nana... awas jatuh sayang... Kamu kenapa lari-lari begitu sih??" tegur Naruto yang khawatir melihat putri semata wayangnya itu tergelincir.

Sementara Hanami yang dimarahi hanya cengar-cengir tanpa dosa dan akhirnya menatap mata blue saffir ayahnya. Memang suka membangkang si anak nomor 3 itu.

"Papa sekarang punya uang cash nggak?" tanya Hamani dengan mimik wajah sumbringah.

"Ada kok sayang, kenapa tanya begitu?" balas Naruto.

"Hehehe, soalnya tadi Nana mesen Gofood buat cemilan... bayarnya COD, karena Mama lupa topUp gopay milik Nana" ucap Hanami begitu imut. membuat Naruto meleleh dan tidak bisa menolak kehendak anaknya.

"iya nanti Papa yang bayar GoFood nya Nana deh... Jangan khawatir~"

"Yeeiii~~ Makasi papa tamavan nya aku!!... love you, muahh~" Hanami langsung jingkrak-jingkak karena cemilannya dibayari semua oleh Naruto.

"Nana liat Menma tidak? Papa mau ajak Menma main PS hari ini" ucap Naruto yang tidak melihat Anak nomor duanya itu.

"Ba-bang dikamarnya... mungkin masih tidur" balas Hanami.

"Jam segini Menma masih tidur?" keluh Naruto. dia heran pada jiwa mageran yang melekat pada Menma kalau hari minggu datang.

"Namanya juga libur sekolah Pah... kalau aja Nana nggak laper, pasti Nana juga masih bobok sampek jam 10 pagi" balas Hanami, dia duduk manis disofa rumah Namikaze itu.

"Anak perawan Papa nggak boleh begitu, Nanti nggak punya pacar" Naruto menggodanya.

Hanami adalah Naruto versi perempuan hanya saja mata hijau lumut yang meneduhkan itu adalah warisan dari Sakura. Sementara rambut blonde panjang dan tubuh tinggi sintal adalah warisan dari Naruto.

"Nana sebenernya males pacaran Pah, tapi disekolah Nana banyak yang naksir... Emangnya Papa mau ijinin Nana Pacaran??"

Hanami sangat ekspresif dalam hal bercerita, gadis itu akan sangat terbuka dengan keluarganya dan begitu dekat dengan Papa dan Mamanya. Jatuhnya dia anak yang manja tapi juga penyayang. Polos dan periang.

"Kalau pacarnya Nana baik dan tajir sih Papa dukung~" ucap Naruto begitu enteng, dia duduk disamping Hanami sambil memilih saluran tv untuk di tonton. Mana mau Naruto punya mantu yang hidup pas pasan. lebih baik Hanami menikah dengan pria kaya.

"Nggak mau deh... Pacaran itu merepotkan Pah, Nana masih mau belajar biar sukses kayak Mama"

Naruto mengangguk dengan ucapan anaknya. Yaa itu terserah Hanami aja sih, kalau masih risih buat pacaran kenapa Naruto harus maksa anaknya cobak?

Hanami masih terlalu kecil, Bahkan Miyuki yang sudah kuliah aja masih menjoblo, dan bujang yang gagal move on dari mantannya. Kasian nanti Kalau Hanami Patah hati bisa lebih buruk dari Miyuki gagal moveOn nya :")

"Yasudah nggak usah mikir pacar-pacaran deh kalau Nana nya nggak mau..." putus si Papa tamvan itu.

.

.

.

.

beberapa menit kemudian...

"Papa, dicariin nenek tuh, kenapa nggak angkat telponnya tadi?"

Kali ini Miyuki dan Shinachiku yang mampir ke ruang tamu. Miyuki membawa hp yang tadi dipakai untuk menerima telpon dari neneknya yang super ceret itu.

"Ahh??"

Naruto kelimpungan. Dia tidak tau jika Tsunade Namikaze tengah mencarinya. Alias emaknya Naruto.

"Hadeh, pasti Papa nggak bawa hp" lesu si sulung yang melihat Papanya planga-plongo nggak tau apa apa.

"Hp Papa di carger ada di kamar tuh" balas Naruto begitu enteng, Miyuki pun hanya bisa menghela napasnya.

"Nenek tuh bawel nelpon ke Yuki, nyariin Papa" lapor anaknya.

"Terus apa kata nenek?? sampek muka kamu jutek begitu ke Papa?" tanya Naruto, dia jelas melihat raut wajah Miyuki yang tidak senang. Si sulung itu malah marah sama Papanya.

Iya, gimana Miyuki bisa happy kalau hari minggunya disuruh menjaga Shinachiku oleh Mamanya. Terus tiba tiba di terror juga sama Neneknya.

"Nenek bilang, Papa disuruh pulang ke rumah Nenek... bantuin masang gentengnya" kata Miyuki.

"Oh iya!! Papa lupa..." pekik Naruto yang pikun hampir 24/7.

"Sana gih pergi... keburu Nenek ngamuk nanti" kata Miyuki yang siap mengusir Papanya tanpa rasa bersalah.

"Tapi kamu ikut ya... temenin Papa pergi" pinta Naruto begitu berharap pada Miyuki yang percis seperti jiplakan Sakura.

"Noway!! Papa pergi sendiri aja sana" tolak si husbando kampus Konoha internasional city itu.

"Dihh demit banget kamu sama Papa, padahal Papa mau quality time sama anak Papa"

Canda Naruto. tapi sepertinya dari gestur wajah yang dingin, Miyuki masih terus menolak ajakan Papanya.

"Kalau mau, Papa bisa ajak Dedek nih!! biar Miyuki nggak ada tanggungan beban dirumah" kata Miyuki sambil menyerahkan Shinachiku ke pangkuan Papanya.

"Aduh-duh... jangan nimpuk pisang nya Papa dong! kan sakit nih" keluh Naruto saat bagian selangkangnya ketindihan oleh anak bungsunya yang montok itu.

"Papa mau ke mana sih? Shina boleh ikut???" tanya Shina yang belum paham perdebatan Miyuki dan Papanya tamvan nya itu.

"hmm..."

Naruto lalu menatap Shinachiku, si anak terakhir yang berambut pirang jabrik dengan mata hijau. Awalnya Naruto ragu, tapi ibunya pasti akan senang kalau salah satu cucunya juga ikut berkunjung ke rumah orang tua Naruto, ajak si dedek juga lumayan hilangin rasa iseng dijalan.

"Yaudah Papa ajak dedek pergi aja deh, btw Hanami mau ikut nggak?" tanya Naruto pada Hanami.

"Nana nggak ikut kalau Shinachiku ikut sama Papa"

"lah??? maksudnya gimana nih??" Naruto jadi bingung.

Miyuki hanya memutar bola matanya dan ogah bicara lebih lanjut.

"Ya Nana mau dirumah aja, mending Papa sama dedek aja yang pergi" oceh si princess Namikaze itu.

"Jadi nggak ada yang mau jagain dedek nih??" tanya Naruto. Lalu Miyuki dan Hanami kompak mengangguk bersamaan. Mereka antara malas dan terpaksa harus menuruti perkataan Mamanya harus menjaga si dedek. Tapi karena kebetulan Papa mereka dirumah, ya biarin aja Papanya yang ngurus si bungsu.

"Lah emangnya dedek kenapa sampek kalian anti begitu sama dedek??"

Miyuki melempar tatapan pada Hanami lagi. Biar si princess yang menjawab pertanyaan dari Papa mereka itu.

"Dedek itu ancaman terbesar buat kita... dirumah yang betah sama dedek cuman Mama aja tuh..." oceh Hanami.

"hadehh... mentang-mentang kalian udah pada gede jadi ada nggk mau ngasuh adek kalian dengan suka rela..." tegur Naruto dengan wajah julidnya.

"Yaa gimana yaa, dedek tuh cengeng dan bawel Pah... Pokoknya Papa harus rasain sendiri sensasinya 24 jam bersama dedek" balas Hanami.

"Okeeyy Papa terima tantangannya! ini mudah kok, cuman 24 jam sama dedek... " ujar Naruto dengan smirknya yang tidak mau kalah dengan ucapan anaknya.

Gimana ya, apa Naruto bisa ngasuh dedek sendirian tanpa Sakura??

Iya, kali ini Naruto harus bisa membuktikan jika dia adalah Ayah yang handal dalam mengasuh anak, bukan hanya handal dalam hal membuat anak saja :")

Setelah ini Sakura pasti akan bangga dengan suaminya yang multitalenta ini.

.

.

.

.

.

tbc

ayoo meet matarinegan (ega) di kolom komentar see you soon my love