Kematian Kyuhyun membuat seluruh warga desa heboh, pria 42 tahun itu ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi penis yang menghilang. Hal ini tentu membuat Baekhyun terkejut, gadis cantik itu bahkan terus bergetar karena terlalu terkejut.

"Bagaiamana bisa?"

"Memang seperti itu cara mereka meninggal, arwah Lereng Gunung Kelam akan membunuh korbannya dengan cara memakan kemaluan mereka."

"Kenapa harus seperti itu? Itu sangat mengerikan."

"Seperti yang aku bilang sebelumnya, arwah itu sangat membenci kaum lelaki. Dulu, ia juga membunuh suaminya dengan cara seperti itu. Itu adalah hukuman yang setimpal bagi mereka, para lelaki yang tidak setia pada pasangannya."

Baekhyun mengusap wajahnya kasar, ia jadi cemas, bagaimana jika orang-orang tau jika Kyuhyun adalah korban pesugihan? Nyawanya bisa saja terancam.

"Aku pikir kau akan mengorbankan Jaehyun, aku cukup terkejut karena korban pertamamu justru pria mesum itu, kau berubah pikiran?"

"Tidak, Kyuhyun juga orang yang aku benci. Dia tidak pernah memperlakukanku dengan baik. Aku sering sekali dihina jika telat membayar uang sewa."

"Bagus kalau begitu, dari yang aku dengar Kyuhyun juga senang berselingkuh. Ia sering bermain api di belakang istrinya, laki-laki seperti itu memang lebih baik mati."

"Tapi bagaimana jika warga tau kalau Kyuhyun adalah korban pesugihan? Mereka pasti akan membunuhku."

"Tidak, kau tidak perlu khawatir. Mereka tidak punya bukti, cepat atau lambat mereka akan melupakan kasus ini. Oh iya, kau sudah menyimpan beberapa daun kelor, kan?"

Baekhyun mengangguk. "Sudah, tapi aku belum sempat memeriksanya."

"Kalau begitu cepat kau periksa, aku yakin kau pasti akan terkejut melihatnya."

Baekhyun berjalan masuk kedalam kamar, ia menyibak bantalnya pelan dan terkejut melihat daun kelor yang semalam ia simpan berubah menjadi lembaran uang.

"Itu hadiah karena kau telah memberikan tumbal pertama," ucap Kyungsoo yang berdiri di ambang pintu.

Baekhyun tertawa pelan melihatnya, ia sentuh uang-uang itu dan tertawa semakin keras setelahnya. Hidupnya benar-benar berubah, ia tidak akan miskin lagi sekarang, jika ia tau mendapatkan uang akan semudah ini maka ia akan melakukannya sejak dulu.

.

.

"Bi, buatkan kopi dan mie rebus."

"Iya."

Jaehyun mendudukan dirinya di salah satu warung yang ada di kampungnya, ia bosan dan memutuskan untuk nongkrong sebentar di sana. Setelah menyalakan rokok, ia terdiam dan kembali teringat soal kejadian beberapa hari yang lalu, saat di mana Kyuhyun ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan. Ia dan beberapa temannya yang secara tidak sengaja menemukan mayat juragan kontrakan itu di dekat kebun tomat milik salah satu warga, saat itu ia baru pulang berpesta di rumah temannya dan malah menemukan Kyuhyun yang sudah tak bernyawa.

Kondisinya benar-benar mengerikan, wajahnya seperti habis dicabik-cabik dan ada banyak sekali darah yang keluar dari area selangkangannya. Setelah diperiksa, organ kemaluan pria 42 tahun itu sudah menghilang. Bukan menghilang secara ajaib, tapi seperti digigit secara paksa, terlihat seperti bekas gigitan hewan buas. Sangat mengerikan, Jaehyun bahkan tidak bisa tidur sampai berhari-hari. Karena kejadian itu warga desa curiga ada serigala atau hewan buas lainnya yang turun dari gunung dan tersesat di kampung ini untuk mencari makan, jika benar seperti itu maka kampung ini sudah benar-benar tidak aman.

"Bi, aku mau beli shampoo dan pasta gigi."

Itu Baekhyun, lamunan Jaehyun langsung buyar. Baekhyun cantik sekali dengan rambut yang dikuncir seperti itu, ia mengenakan gaun tidur panjang berwarna putih yang cukup ketat, lekuk tubuhnya terlihat samar dari sini. Kenapa Jaehyun baru sadar jika Baekhyun punya tubuh sebagus itu?

"Oh Baekhyun, sudah lama aku tidak melihatmu."

"Iya, Bi, kemarin aku pergi ke kota untuk melakukan operasi plastik."

"Operasi plastik? Wah pasti mahal sekali."

"Semuanya sudah dibayar ka Kyungsoo, ia yang menanggung semuanya. Ia tidak tega melihatku diejek terus-terusan oleh orang-orang."

"Syukurlah kalau begitu, kau terlihat sangat cantik sekarang."

"Hehe, terima kasih, Bi, semuanya jadi berapa?"

"Jadi sepuluh ribu."

"Biar aku yang bayar." Jaehyun tiba-tiba berdiri dan menghampiri Baekhyun.

"Sepuluh ribu, kan? Sekalian bayar mie dan kopiku tadi." Ucapnya sembari memberikan uang 50ribu.

"Tapi mienya belum jadi."

"Tidak apa-apa, nanti aku kembali lagi kesini. Sekalian saja ambil kembaliannya."

"Tidak usah Jaehyun, biar aku bayar sendiri saja," kata Baekhyun yang merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa, sekalian saja. Kau bisa menggantinya kapan-kapan."

Baekhyun tersenyum. "Ya sudah, kalau begitu terima kasih."

"Kau mau pulang? Biar aku antar."

"Ah, apa tidak merepotkan?"

"Tidak, sama sekali tidak. Tidak baik perempuan pulang sendiri malam-malam begini."

"Ya sudah, Bibi aku pamit, ya."

"Iya, hati-hati."

"Ayo." Jaehyun tersenyum, ia mempersilahkan Baekhyun untuk jalan terlebih dahulu.

Bibi penjaga warung hanya bisa menghela nafas melihatnya, Jung Jaehyun itu, padahal dulu ia sering sekali mengejek Baekhyun, tapi sekarang sikapnya berubah 180 setelah Baekhyun menjadi cantik. Dasar, semua laki-laki memang sama saja, gak bisa kalo ngeliat yang bening-bening.

Kalau sampai Rose tau, ia mungkin akan sangat marah, apalagi sebentar lagi mereka akan menikah.

.

.

"Apa tidak apa-apa mengantarku sampai ke rumah?"

"Tidak apa-apa, kampung kita sangat sepi saat malam, aku takut kau kenapa2. Setelah apa yang terjadi pada pak Kyuhyun, orang-orang berpikir mungkin ada serigala atau hewan buas lain yang turun dari Gunung Kelam. Orang-orang jadi takut untuk keluar rumah."

Baekhyun mengangguk pelan. "Oh iya, aku dengar kau akan segera menikah dengan Chaeyoung."

Jaehyun menghela nafas. "Aku terpaksa, sebenarnya aku tidak pernah benar-benar mencintai gadis itu. Dia yang terus memaksaku untuk menikah dengannya."

"Kenapa tidak kau tolak saja?"

"Aku tidak bisa, ia selalu mengancam akan bunuh diri jika aku tidak segera menikahinya."

"Sayang sekali ... aku pasti akan sangat sedih jika kau menikah dengannya."

Jaehyun sontak menoleh. "Hm?"

Baekhyun menghentikan langkahnya, ia menatap Jaehyun kemudian. "Sebenarnya aku ingin mengatakan ini, aku sudah menyukaimu sejak lama. Tapi dulu aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya kepadamu. Kau tau, kan? Aku terlalu buruk rupa hingga tidak punya keberanian bahkan hanya untuk sekedar menatap wajahmu. Tapi sekarang, setelah wajahku berubah, sepertinya aku tetap tidak bisa memilikimu karena aku sudah terlambat."

Jaehyun tersenyum kecil, ia tidak menyangka Baekhyun menyukainya. Tidak mengherankan memang karena dari dulu banyak gadis2 muda kampung ini yang jatuh cinta kepadanya, dengan wajah yang terlalu tampan seperti Jaehyun, tentu bukan perkara sulit baginya untuk menjerat wanita manapun yang ia mau.

"Hey, jangan bicara seperti itu. Aku tidak masalah jika harus meninggalkan Chaeyoung."

"Kau bilang dia akan bunuh diri jika kau tidak segera menikahinya."

"Biarkan saja dia mati, aku tidak akan bertanggung jawab atas kematiannya. Ia yang menginginkannya."

Baekhyun tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu ... kau mau ikut denganku?"

"Ke mana?"

"Ayo ikut saja." Baekhyun menarik tangan Jaehyun dan membawanya ke area perkebunan yang sangat sepi.

"Kenapa kau membawaku ke sini, Baek?"

Baekhyun melepas dua kancing teratas dari gaun tidur yang ia kenakan dan dengan sengaja memperlihatkan belahan payudaranya. hal itu sontak saja membuat Jaehyun tertegun.

"Sebelumnya aku sempat membaca sebuah artikel di internet, di sana ditulis sperma laki-laki bisa membuat seseorang awet muda jika kita meminumnya. Jadi ... jika boleh, aku ingin meminta sperma darimu agar kulit wajahku tetap sehat."

Wajah Jaehyun tiba-tiba saja memerah mendengarnya, belum pernah ada perempuan yang secara blak-blakan meminta sperma darinya. Sebenarnya ia malu, tapi ini kesempatan bagus yang sayang kalau dilewatkan.

"Jae, boleh, kan?" Ini Selasa Pahing, dan sudah waktunya Baekhyun meminum sperma seorang pria agar manfaat susuknya tidak hilang

Baekhyun terlihat memelas, bibirnya sengaja ia kerucutkan, melihatnya saja sudah membuat Jaehyun bergairah.

"Kau mau membantuku mengeluarkannya? Spermaku tidak bisa keluar dengan sendirinya."

Baekhyun mengangguk antusias. "Tentu aku mau."

"Dengan cara apa? Dikocok, dihisap, dijepit gunung atau di ... " Jaehyun menatap kebagian bawah tubuh Baekhyun.

"Dijilat ... " ucap Baekhyun sambil menjilat bibirnya sensual.

Jaehyun tertawa. "Terserah kau saja."

Ia lepas sabuk di celananya dan dengan cepat menurunkan celana dalamnya. "Bangunkan dia baby ... "

Baekhyun kemudian berlutut, ia kocok kejantanan pria di hadapannya yang masih tertidur. Jaehyun mendesis, Baekhyun langsung memasukan batang penis Jaehyun kedalam mulutnya. Jaehyun mendongak, ia menutup kedua matanya. Ia biarkan Baekhyun memanjakan miliknya sampai benda panjang itu menyemburkan lahar putihnya.

.

.

"Apa? Kau bilang apa?"

"Aku melihat Jaehyun dan Baekhyun di pasar malam, mereka terlihat cukup mesra. Mereka terus bergandengan tangan."

Chaeyoung mengepalkan tangannya erat, belakangan ini sikap Jaehyun berubah. Ia selalu cuek setiap kali bertemu dengannya dan selalu menghindar setiap kali Rose membahas soal pernikahan. Sekarang ia mengerti, jalang itu ternyata penyebabnya.

"Chaeyoung apa kau tidak merasa Baekhyun banyak berubah?"

"Berubah?" Ia menatap Na-eun sahabatnya.

"Kau lihat wajahnya, luka bakarnya sudah hilang. Jika benar karena operasi, tidak mungkin sampai semulus itu. Semua laki-laki di kampung ini tergila-gila padanya."

"Aku tidak peduli, tapi jika ia berani menyentuh milikku, maka aku sendiri yang akan memberikan pelajaran pada jalang itu!"

..

Baekhyun tersenyum melihat cincin emas yang melingkar di jarinya, Jaehyun yang memberikan ini. Pria itu bilang ia akan melamar Baekhyun setelah urusannya dengan Rose selesai. Pria itu terlalu percaya diri, dia pikir Baekhyun benar-benar menyukainya. Bagaimana mungkin ia menyukai laki-laki yang dulu selalu membully-nya? Baekhyun hanya tinggal menunggu waktu saja sampai ia mengorbankan pria itu sebagai tumbal pesugihan.

"Akkkkhh.."

Baekhyun meringis, refleks ia menyentuh rambutnya yang tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang dari belakang, kepalanya dibenturkan ke sebuah pohon besar sampai terluka. Belum sempat ia melawan, ia sudah ditampar terlebih dahulu sampai pipinya memerah.

PLAKKK

Lehernya dicekik, Baekhyun sampai kesulitan bernafas. Rose, gadis ini benar-benar gila!!

"Ini akibat karena kau berani mengganggu milikku Byun Baekhyun!!"

Baekhyun terbatuk, sungguh ia kesulitan bernafas.

"Jaehyun milikku!! Jangan pernah berani menggodanya!!" ucapnya sambil melepas cengkraman tangannya di leher Baekhyun dengan kasar.

Baekhyun menyentuh kulit lehernya yang memerah, ia menatap gadis di hadapannya dengan tajam.

"Kau merasa di atas awan karena semua pria di desa ini menyukaimu? Kau harus sadar diri Baekhyun, kau hanyalah itik buruk rupa dan selamanya akan tetap seperti itu!! Kecantikanmu palsu, jika bukan karena operasi itu wajahmu bahkan jauh lebih buruk dari kotoran sapi!!"

"Kau!!"

"Apa?! Kau tersinggung? Aku bicara kenyataan, kau harus sadar di mana posisimu!! Ini peringatan terakhir dariku, jika kau berani mendekati Jaehyun lagi aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!!"

Baekhyun kembali didorong hingga bahunya membentur batang pohon, rasanya perih, ia menangis, ia menangis kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika Chaeyoung menyakitinya.

.

.

Baekhyun menatap beberapa helai rambutnya yang rontok karena Chaeyoung, ia kesal, sungguh ia kesal. Wanita itu benar-benar punya tempramen yang buruk.

"Kau akan diam saja? Kau akan terus2an membiarkan wanita itu menginjak2 harga dirimu?" tanya Kyungsoo, ia cukup terkejut melihat Baekhyun datang ke rumahnya sambil menangis.

Baekhyun mengepalkan tangannya. "Aku ingin sekali membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!!"

"Kalau begitu cobalah, kau bisa membunuhnya."

"Apa?" Baekhyun menatap heran.

Ekspresi wajah Baekhyun terlihat bingung, Kyungsoo lantas berjalan masuk ke dalam kamar dan mengambil sesuatu di sana.

"Kau bisa membunuhnya dengan ini."

Boneka? Ukurannya kecil, hanya sebesar telapak tangan. Boneka berbentuk jerami dengan bagian kepala yang terikat.

"Benda apa ini, Kak?"

"Boneka santet, kau bisa membunuh Chaeyoung dengan ini hanya dalam hitungan detik."

"Bagaimana caranya?"

"Kau hanya tinggal menusuk-nusuk boneka ini dengan menggunakan benda tajam sambil berkali-kali menyebut nama seseorang yang ingin kau bunuh. Hanya dalam sekejap mata, orang yang paling kau benci akan musnah seketika. Coba saja jika kau tidak percaya."

Baekhyun menatap boneka itu dalam diam, ia cengkeram boneka itu kemudian. Ia benci! Rasa bencinya pada Chaeyoung sudah terlalu besar. Apa yang tadi gadis itu lakukan pada Baekhyun benar-benar tidak bisa dimaafkan.

"Tentu ada harga mahal yang harus kau bayar jika ingin menggunakan boneka ini."

"Aku tidak peduli, apapun akan aku lakukan agar aku bisa membalas dendam pada Chaeyoung."

"Kau yakin?"

"Aku sangat yakin."

"Baiklah, kau bisa melakukannya."

.

.

"Chaeyoung kau ini kenapa? Ayo cepat makan, ibu sudah susah2 membuatkan makanan kesukaanmu."

"Aku tidak nafsu makan, Bu."

"Kenapa? Karena Jaehyun lagi?"

Chaeyoung terdiam, moodnya memang benar-benar buruk gara-gara laki-laki itu.

Nyonya Park menghela nafasnya panjang, ia simpan nampan berisi sup dan telur goreng kesukaan putrinya. Belakangan ini Chaeyoung suka sekali mengurung dirinya di kamar. Hubungannya dengan Jaehyun sepertinya sedang kurang baik, pemuda itu sudah jarang berkunjung ke rumah.

"Jika memang Jaehyun tidak menyukaimu lagi, sebaiknya kau lepaskan saja dia, kau bisa mencari laki-laki lain."

"Aku tidak bisa melakukan itu Ibu! Aku terlalu mencintainya, aku lebih baik mati daripada harus kehilangan Jaehyun."

Chaeyoung tidak bisa meninggalkan Jaehyun, ia benar-benar tidak bisa. Ia sudah terlanjur menyerahkan semuanya pada laki-laki itu, Jaehyun sudah merenggut semuanya, ia tidak boleh meninggalkannya begitu saja.

DEG

"Akkhhh ... "

"Chaeyoung kau kenapa?"

Rose tiba-tiba saja mencengkeram perutnya erat, rasa sakit luar biasa tiba-tiba saja membelenggunya.

"Akkhhhhhh ... "

"Chaeyoung!!"

Nyonya Park panik, putrinya terlihat semakin kesakitan. Sebenarnya ada apa? Chaeyoung terlihat baik-baik saja tadi.

"AKKKHHHH IBU!!"

"CHAEYOUNG!!"

Nyonya Park histeris, perut Chaeyoung tiba-tiba saja membesar seperti perut wanita hamil.

"AKKKHHHH IBU TOLONG AKU HIKS INI SAKIT SEKALIIII!!!"

Nyonya Park langsung berlari keluar rumah, ia berteriak kencang meminta pertolongan pada siapapun yang mau menolong putrinya.

"TOLONG!! SIAPAPUN TOLONG SELAMATKAN PUTRIKU!!"

..

JLEB

Baekhyun menancapkan sebuah paku pada boneka yang diberikan Kyungsoo tepat di bagian perut. Sorot matanya penuh dengan kebencian, kebencian selama bertahun-tahun pada seorang gadis yang selalu merundungnya.

Kyungsoo tersenyum melihatnya. "Sepertinya santetnya sudah mulai bekerja, sebentar lagi seluruh penduduk desa pasti akan heboh."

"Apa kau yakin?"

"Sangat yakin, sebaiknya sekarang kau pulang dan bersihkan dirimu. Tidak lama lagi kau akan mendengar kabar kematian dari salah satu musuhmu."

..

Ucapan Kyungsoo nyatanya terbukti, Baekhyun baru selesai membersihkan diri dan sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin. Kabar itu sudah menyebar ke seluruh penjuru kampung. Chaeyoung meninggal, gadis gila itu meninggal dengan kondisi perut yang terurai. Baekhyun tertawa bahagia, ia tidak pernah merasa sesenang ini sebelumnya. Satu hal yang tidak Baekhyun sadari, keputusannya untuk bersekutu dengan iblis membuat hati nuraninya semakin lama semakin terkikis, ia begitu menikmati ketika ia berhasil melenyapkan nyawa orang lain dengan tangannya sendiri. Semakin lama, Baekhyun akan berubah menjadi iblis itu sendiri.

Lampu di kamarnya tiba-tiba mati, Baekhyun menggeram kesal, ia berdiri untuk mengambil lilin di lemari, namun belum sempat ia mengambilnya lampu secara tiba-tiba kembali menyala.

DEG

Tubuhnya terlonjak kaget, ia melihat sesosok anak kecil yang sedang duduk di atas ranjangnya.

Baekhyun seketika berteriak, ia berlari keluar kamar dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi. Tubuhnya bergetar hebat, ia ketakutan setengah mati. Buru-buru ia ambil ponsel dari saku celananya dan dengan tangan gemetar ia berusaha menghubungi Kyungsoo.

"H-halo ... "

"Halo, kenapa, Baek?"

"D-dikamarku, a-ada anak kecil, wajahnya sangat menyeramkan, bagaimana bisa dia ada di rumahku?"

Kyungsoo terdiam di seberang sana.

"K-Kak, kau mendengarku, kan?"

"Dia adalah hantu yang telah membunuh Chaeyoung."

"A-apa?"

"Kau ingat bayi tanpa kepala yang digendong Arwah Penunggu Gunung Kelam? Hantu itu yang telah membunuh Chaeyoung, ia masuk ke dalam rahim Chaeyoung dan menghancurkannya dari dalam. Ia bisa memunculkan anggota tubuhnya secara utuh jika ia mau."

"Lalu kenapa ia datang padaku? Apa yang ia inginkan dariku?"

"Ia meminta imbalan."

"Apa?"

"Aku sudah bilang ada harga yang harus dibayar mahal atas perbuatanmu."

Baekhyun tertegun, ia meneguk ludahnya kasar. "A-apa yang makhluk itu inginkan dariku?"

"Kau harus menyusuinya."

"Apa? Kyungsoo apa kau gila?! Bagaimana mungkin aku melakukan itu? Aku bahkan bisa mati hanya dengan melihat wajahnya saja!"

"Kau bilang kau siap melakukan apapun asal bisa membalaskan dendammu pada Chaeyoung."

Baekhyun menangis, ia takut sekali sekarang. "Apa yang harus aku lakukan? aku bahkan tidak punya asi."

"Dia tidak membutuhkan asi, ia hanya ingin menghisap darah."

..

Baekhyun duduk menghadap cermin sambil melamun, wajahnya sudah sangat pucat. Kemarin malam adalah malam yang paling menakutkan dalam hidupnya. Mau tak mau ia harus menyusui setan kecil itu, wajahnya mengerikan, Baekhyun bahkan tidak bisa tidur semalaman. Rasanya sangat sakit, seluruh darahnya seperti dihisap habis. Ia ambil boneka pemberian Kyungsoo, ia simpan di dalam sebuah kotak kecil dan menyimpannya di dalam lemari. Ia bersumpah tidak akan menggunakan benda itu lagi.

..

"Ini susu jahe, minumlah, ini bisa membuat tubuhmu hangat."

Ini sudah beberapa hari semenjak Chaeyoung meninggal, Jaehyun terlihat seperti orang frustasi. Ia sepertinya sangat terpukul setelah kematian kekasihnya, hari ini saja Baekhyun menemukan laki-laki ini sedang termenung di makam Chaeyoung. Baekhyun langsung mengajaknya untuk berkunjung ke rumah.

"Aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini, aku merasa bersalah, sebelum kematiannya aku berencana untuk membatalkan rencana pernikahan kami."

"Kau jangan merasa seperti itu, aku yakin Chaeyoung juga tidak akan suka melihatmu seperti ini. Kau harus mengikhlaskannya." Baekhyun menggenggam lengan Jaehyun sambil tersenyum lembut.

"Sebentar lagi hujan, sepertinya aku harus segera pulang." Jaehyun berdiri dan melihat keluar jendela, ia bersiap untuk pulang.

Baekhyun menggenggam lengan pria itu. "Jangan pergi Jaehyun, aku takut ditinggal sendiri, kau tau banyak kejadian aneh yang terjadi di kampung kita belakangan ini, kan? Aku takut, bagaimana jika sesuatu terjadi padaku setelah kau pergi?"

Jaehyun jadi tidak tega, memang kampungnya sedang dalam keadaan rawan belakangan ini. Ia tidak mungkin meninggalkan Baekhyun sendirian dalam kondisi mencekam seperti saat ini.

Baekhyun tiba-tiba saja memeluknya erat. "Jangan tinggalkan aku, aku mohon."

"AAAHHHH."

Diluar hujan lebat, petir begitu menggelegar hingga Baekhyun ketakutan dan memeluk Jaehyun dengan erat.

"Aku takut, Jae," ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jaehyun.

"Kau tidak perlu takut, ada aku di sini."

"Aku ingin ke kamar, aku takut di sini."

"Ye?"

"Ayo kita pindah ke kamarku Jae."

"Tapi-"

"Ayo."

Jaehyun pasrah saja ketika tangannya ditarik masuk ke dalam kamar, Baekhyun bahkan langsung mengunci pintu kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya dan Jaehyun di atas kasur, ia dengan berani memeluk tubuh Jaehyun dan dengan sengaja menempelkan dadanya, membuat gairah kelelakian yang sedaritadi berusaha Jaehyun tahan kembali bergejolak.

"Kau sengaja melakukan ini?"

Baekhyun mendongak, ia menatap Jaehyun dengan tatapan polosnya. Jarak mereka sudah terlalu dekat, keduanya bahkan bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.

"Kau sengaja menggodaku."

Baekhyun menunduk, ia menempelkan wajahnya di leher Jaehyun. "Aku minta maaf, aku tidak bermaksud, tapi jika Jaehyun tergoda aku bisa apa?"

"Aku tidak akan menahannya lagi jika kau mengijinkan."

Baekhyun mengangguk malu-malu, dengan itu, Jaehyun menyentuh wajah Baekhyun dan sedikit demi sedikit menghapus jarak di antara mereka.

.

.

Jaehyun pulang ke rumah setelah hujan reda, ia melepas pakaiannya dan menperhatikan tubuh kekarnya di depan cermin.

Tubuhnya sudah penuh oleh kissmark, terutama leher, dada dan juga perutnya. Ia tidak tau jika Baekhyun selihai itu di atas ranjang, Jaehyun terkekeh, jika seperti ini, ia tidak begitu menyesali kepergian Rose karena ia masih punya Baekhyun untuk menghangatkan penisnya.

Pria berbadan tegap itu berjalan menuju kamar mandi, Jaehyun tinggal sendiri, ibunya meninggal ketika melahirkannya dan ayahnya meninggal beberapa tahun lalu akibat penyakit jantung. Rumahnya benar-benar sepi, terkadang Jaehyun memilih untuk menginap di rumah temannya karena ia benci sendiri, ia tidak suka kesepian.

Masuk ke kamar mandi, Jaehyun melepas semua pakaiannya, ia langsung meyalakan shower dan mengguyur tubuh tingginya untuk membersihkan diri

TOK TOK TOK TOK TOK

Jaehyun mengernyit, pintu kamar mandinya diketuk dari luar, tapi siapa? Di rumah ini tidak ada siapapun selain dirinya.

TOK TOK TOK TOK TOK

Ketukan itu semakin terdengar keras, Jaehyun meneguk ludahnya kasar. Perasaannya jadi tidak enak. Ia membuka pintu kamar mandinya dan melihat keluar, tidak ada siapapun. Sepi, rumahnya tetap sunyi seperti biasa. Merasa tidak menemukan siapapun, Jaehyun kembali masuk ke dalam kamar mandi, ia mematikan shower dan bersiap menyelesaikan kegiatan mandinya lebih cepat dari biasanya.

BRAAAKKK

Pintu kamar mandi tiba-tiba tertutup sendiri, Jaehyun panik, ia berusaha membuka pintunya kembali namun pintu itu tetap tidak terbuka.

DEG

Belum selesai rasa terkejutnya, shower di belakang tubuhnya tiba-tiba menyala sendiri. Suara tawa seorang wanita tiba-tiba terdengar di belakangnya. Jaehyun meneguk ludahnya kasar, tubuhnya bergetar hebat, ia sama sekali tidak berani untuk berbalik.

Kedua bola matanya membulat lebar tak kala sepasang tangan berkuku panjang tiba-tiba menyentuh pundaknya, tubuhnya langsung ditarik hingga membentur dinding kamar mandi.

BUGGHH!!

Sebelumnya, Jaehyun tidak pernah tau jika kematian akan menghampirinya secepat ini.

.

.

.

TBC

Cerita ini juga diposting di Wattpad, ya, guys!