Disclaimer: I own nothing.
Chapter 2: Elemental Nation
Matahari pagi di Kirigakure mulai bersinar, menembus kabut yang menyelimuti desa ini. Udara dingin masih terasa oleh mereka yang telah bangun dari tidurnya. Sama seperti hari-hari sebelumnya, aktivitas pagi ini berjalan ramai.
Di salah satu rumah besar yang berada cukup dekat dengan pantai, rumah tersebut memiliki dua tingkat dengan halaman yang cukup luas. Rumah itu memiliki arsitektur zaman dahulu–rumah adat Jepang–dengan bagian belakangnya terdapat kolam ikan koi. Rumah ini merupakan tempat tinggal baru Naruto dan Hinata yang diberikan oleh Terumi Mei.
Hinata membuka pintu kamar dan melihat Naruto yang masih tertidur pulas dengan kondisi telanjang dada. Ia tersipu melihat wajah polos Naruto saat sedang tidur ditambah dengkuran halusnya. Ah, Hinata jadi teringat tentang kegiatan malam mereka. Mungkin Naruto kelelahan setelah bermain 7 ronde tadi malam.
Meski cukup enggan membangunkan Naruto, Hinata mau tidak mau membangunkannya karena suaminya harus pergi ke markas cabang untuk bertugas. Mereka baru saja tiba kemarin dan Naruto langsung menghandiri upacara penyambutan pemimpin markas cabang. Setelah itu ia pulang dan hari ini adalah hari pertamanya bertugas sebagai pemimpin.
"Naruto-kun, bangun!" Hinata menggoyangkan tubuh Naruto. Tak lama, pemuda itu terlihat mengerang dan membuka matanya.
"Ohayou, Hinata," ucap Naruto disela-sela menguapnya.
"Ohayou, Sayangku. Sarapan pagi sudah siap," kata Hinata dengan senyum manisnya.
"Ah baiklah, aku akan ke meja makan setelah bersiap-siap."
Naruto kemudian bangkit dari kasurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu Hinata kembali ke dapur yang berada di lantai satu–kamar Naruto dan Hinata berada di lantai 2–untuk mempersiapkan meja makan sekaligus memanggil Hanabi.
Kini mereka bertiga sedang makan bersama. Naruto sudah siap dengan seragam hitam militernya, begitu juga Hanabi. Namun, seragam militer Hanabi berwarna hijau tua. Dalam kesatuan angkatan darat, warna seragam militer hitam menandakan bahwa mereka adalah perwira. Sedangkan hijau tua menandakan non-perwira.
Selama mereka makan tidak ada suara yang terdengar. Ini adalah adat keluarga Hyuuga di mana jika berbicara saat sedang makan dianggap tidak sopan. Alhasil, acara sarapan pagi ini dihiasi dengan kesunyian.
10 menit kemudian, mereka sudah menghabiskan makanan masing-masing. Hinata segera mencuci piring kotor dibantu oleh Hanabi.
"Ingat Hanabi, kau harus fokus kepada tugasmu." Hinata memberi nasihat pada adik perempuannya.
Hanabi mengangguk. "Tentu saja aku akan fokus kepada tugasku. Aku bukan lagi anak kecil!"
Mendengar hal itu, Hinata menghela napas pasrah. Justu jawaban seperti itulah yang membuatmu terlihat seperti anak kecil, batin Hinata dalam hatinya. Hinata kemudian berbincang dan memberi sedikit arahan kepada Hanabi. Mereka bukan lagi ninja yang akan diberi tugas berbeda di setiap misinya. Mereka sekarang adalah prajurit negara yang ditugaskan sesuai perintah atasan.
Setelah semuanya sudah siap, Naruto dan Hanabi pamit pergi menuju markas.
Kirigakure merupakan daerah dengan suhu tidak terlalu panas, diselimuti oleh kabut dan dikelilingi oleh pegunungan. Banyaknya pegunungan yang menjadi sumber mata air membuat Kirigakure memilik banyak sungai. Sungai-sungai itu kemudian bercabang dan membentuk kanal-kanal kecil yang bisa dilewati oleh perahu. Kirigakure sudah seperti kota air saja.
Kemajuan pembangunan di sini juga tidak kalah dengan Konoha. Terdapat banyak gedung tinggi di setiap sudut dan rekreasi airnya membuat Kirigakure sangat cocok dijadikan tempat berlibur.
Dalam perjalanan, Naruto dan Hanabi berbincang tentang banyak hal. Ini adalah momen pertama mereka begitu dekat. Naruto dibuat sedikit kerepotan setelah Hanabi bertanya kisah cintanya dengan Hinata. Tipikal gadis mulai masuk masa pubertas.
Mereka berdua kemudian berpisah di pertigaan kanal karena tempat Hanabi ditugaskan bukan di gedung markas cabang. Hanabi masuk ke dalam satuan pengintai. Regu Pengintai 1 Markas Cabang Kirigakure. Hanabi dan regunya bertugas mengawasi wilayah pantai timur. Mereka kadang bekerja sama dengan angkatan laut dalam mengamankan wilayah lautan.
Markas cabang angkatan darat Kirigakure berada tidak jauh dari kota dermaga. Wilayahnya luas dan dikelilingi oleh kanal. Markas cabang itu terdiri dari beberapa gedung dan satu gedung paling tinggi. Kantor Naruto berada di lantai paling atas gedung tinggi itu.
Ruangannya tidak terlalu berbeda dengan kantor Hokage yang ada di Konoha. Terdapat banyak kaca di dindingnya sehingga Naruto bisa melihat pemandangan kota dan laut yang indah. Ia lalu duduk di kursi empuknya.
Tak lama setelah kedatangan Naruto di kantornya, pintu kantor itu dibuka setelah mendapatkan izin dan menampikan seorang wanita cantik berambut hitam mengkilap dengan mata berwarna coklat. Seragam militernya berwarna hitam menunjukan bahwa ia termasuk perwira. Ia memberi hormat kepada Naruto dengan cara membungkuk. Saat wanita itu membungkuk, Naruto dapat melihat logo pangkat di bahunya berupa satu balok emas.
Wanita yang berdiri di hadapan Naruto itu tersenyum kemudian memperkenalkan diri. "Perkenalkan, saya Second Lieutenant Yukata. Saya ditunjuk sebagai asisten pribadi Letjen. Naruto!" ucapnya dengan penuh semangat.
Yukata dulunya merupakan kunoichi Sunagakure. Ia juga salah satu orang yang selamat dari perang besar ninja keempat. Dalam perang, Yukata berada di divisi Gaara bersama dengan Temari, Matsuri, dan Shikamaru.
Naruto mengangguk dengan senyum tipis. "Salam kenal dan mohon kerjasamanya. Kalau begitu berikan aku informasi tentang markas cabang ini. Berapa total pasukan yang ada semacamnya."
"Dimengerti!" Yukata lalu menyerahkan dokumen tebal yang berisi informasi lengkap tentang markas cabang Kirigakure. Naruto membacanya dengan serius sementara Yukata sudah pergi ke mejanya yang berada tidak jauh di samping meja Naruto.
Mari kita totalkan berapa jumlah kekuatan militer sekarang. Dimulai dari perang besar dunia ninja keempat yang dimana pasukan gabungan dari 5 desa besar menghasilkan 100.000 prajurit. Setelah perang besar dimenangkan oleh aliansi shinobi total yang selamat sekitar 60.000.
Kini, setelah dua tahun berlalu kekuatan masing-masing desa mulai pulih. Jika ditotalkan dengan shinobi yang naik menjadi chuunin dalam dua tahun terakhir ini dan shinobi yang baru lulus dari akademi maka total jumlah pasukannya adalah 115.000.
Ke 115.000 shinobi baik dari satuan ANBU, jounin, chuunin, dan genin. Dipecah menjadi angkatan darat dan laut. Kedua satuan itu memiliki jumlah anggota yang cukup seimbang di mana angkatan darat beranggotakan 70.000 dan angkatan laut beranggotakan 40.000. ANBU beranggotakan 5.000.
Kita fokuskan pada angkatan darat. Ke 70.000 personel itu dibagi 5 markas, maka tiap markas memiliki anggota setidaknya 14.000 personel. Markas cabang yang Naruto pimpin kebetulan beranggotakan sekitar 18.000 personel karena Kirigakure merupakan gerbang bagi negara lain untuk masuk. Jika penyerangan terjadi maka Kirigakure-lah yang pertama diserang.
"Begitu ya, markas ini sebagai tembok pertama pertahanan. Dan aku adalah pemimpinnya, seorang shinobi terkuat."
Semenjak Naruto menikah, kepribadiannya mulai dewasa dan ia dapat menganalisis masalah dengan lebih tenang. Ditempatkannya Naruto di sini ternyata bukan tanpa alasan. Ia adalah ujung tombak bagi kekuatan militer neraga ini. Naruto tahu bahwa ia adalah benteng pertahanan pertama sekaligus terkuat dan ia bertaruh jika atasan akan melakukan perang maka kesatuan yang Naruto pimpinlah yang pertama maju ke medan peperangan.
Negara baru harus menunjukkan kekuatan militernya pada negara lain. Setidaknya itulah yang harus dilakukan agar musuh berpikir ulang jika ingin menjajah.
Naruto yang berpangkat Lieutenant General dan pemimpin markas cabang Kirigakure otomatis memimpin Divisi 2. Divisi merupakan satuan militer terbesar dengan kekuatan penuh. Memiliki kesatuan-kesatuan tempur dan pendukungnya seperti artileri, satuan medis, pusat komando, dan lainnya.
Yang saat ini sedang dikerjakan Naruto adalah membuat struktur militernya sendiri agar lebih terorganisir. Dalam satuan divisi yang masih belum terorganisir secara penuh ini, Naruto akan mengelompokan personelnya ke dalam empat brigade. Satu brigade terdiri dari 4.500 personel dan akan dipimpin oleh seorang Brigadier General. Brigade adalah satuan tempur yang terdiri dari beberapa batalyon.
Dengan cekatan Naruto segera membentuk struktur militernya sampai kepada satuan terkecil yaitu regu. Memilih siapa saja yang akan memimpin tiap satuannya dengan tepat. Naruto ingin dalam waktu dekat struktunya akan rampung. Ia memiliki firasat jika sesuatu akan datang menghampiri negara ini.
Siang hari di lepas laut Kirigakure, terlihat tiga kapal layar dengan peralatan tempur. Kapal itu berwarna biru tua berlapis biru muda di beberapa bagian dengan dekorasi garis bergelombang seperti lambang Kirigakure. Itu adalah kapal angkatan laut–bentuk kapalnya mirip kapal perang marine di anime One Piece hanya saja ukurannya lebih kecil. Ketiga kapal itu memiliki jolly roger berupa bendera putih bertuliskan kanji 'persatuan'. Itu adalah bendera United States of Elemental. Ketiga kapal itu sedang berpatroli rutin.
Hanabi yang berada di salah satu crow's nest kapal terlihat sedang mengamati laut sekitarnya menggunakan Byakugan. Saat ini ia sedang terlibat dalam operasi gabungan dengan angkatan laut untuk mengawasi lautan. Operasi gabungan ini dilakukan bukan tanpa alasan, kemarin ANBU mengirimkan informasi bahwa akan ada 10 kapal perang dari kekaisaran Gran Chaos yang menuju negara Elemental.
"Hanabi, apa kau melihat hal yang mencurigakan?" sebuah suara pertanyaan terdengar dari earphonenya. Suara itu bernada berat.
Hanabi menekan tombol earphonnya yang berada di telinga untuk berbicara. "Sampai sejauh ini tidak ada yang mencurigakan, Pak."
"Tetap awasi sekitar. Jika informasi yang dikirim ANBU akurat maka sebentar lagi kapal-kapal dari Gran Chaos akan terlihat."
"Laksanakan!"
Yang tadi berbicara dengan Hanabi adalah ketua tim berpangkat Chief Private. Satuan regu terdiri dari 20 personel dan dipimpin oleh Chief Corporal. Di dalamnya terdiri dari beberapa tim kecil.
Hanabi kembali mengawasi sekitar, Byakugannya telah aktif dalam jangka waktu lama membuat chakranya terkuras banyak. Beberapa bulir keringat jatuh dari pelipisnya. Tak lama kemudian matanya membulat saat melihat siluet kapal dari jarak 3 km. Ia segera memberitahukan kepada atasannya.
"Di sebelah timur terlihat siluet 10 kapal dari jarak 3 km!" ucap Hanabi para earphonenya.
Sontak semuanya bersiaga. Elemental nation memiliki teknologi informasi yang maju, sangat mudah menyampaikan sinyal kepada dua kapal lainnya untuh segera bersiap. Para prajurit angkatan laut bersiaga di tempat masing-masing. Lama kelamaan mereka dapat melihat tanda-tanda kemunculan kapal asing.
Sementara di sisi kapal kekaisaran Gran Chaos, seorang prajurit berteriak jika ada tiga kapal asing di depan mereka. Jeanne sebagai pemimpin pasukan langsung memeriksa kebenaran informasi tersebut memakai teropong sihirnya. Benar saja, tiga kapal identik telah menunggu mereka di depan
"SEMUANYA! Bersiap pada posisi masing-masing! Kita tidak akan menyerang mereka kecuali mereka menyerang duluan! Jika memungkinkan kita akan menggunakan jalur damai." Jeanne memerintah dengan kharismanya. Ia lalu menunjuk salah seorang prajurit. "Hei kau, siapkan bendera putih!"
"Dimengerti, Jeanne-sama."
Komando yang diterima dari sisi Elemental Nation tidak terlalu berbeda jauh. Operasi ini dipimpin oleh seorang Major dari angkatan laut bernama Yamashiro Aoba.
Kapal dari kekaisaran Gran Chaos semakin dekat, lebih dekat. Lalu teriakan dari Hanabi melegakan semua kru kapal. "MEREKA MENGIBARKAN BENDERA PUTIH! AKU ULANGI, BENDERA PUTIH!"
Bendera putih adalah simbol damai, itu digunakan kapal asing untuk memberi tahu yang lainnya bahwa mereka datang dengan damai. Setelah kejadian yang cukup menegangkan tersebut para personel militer dapat menghela napas lega.
Tak lama kemudian 10 kapal itu sudah berada di dekat kapal angkatan laut. Satu kapal besar berhenti di sisi armada angkatan laut dan melemparkan papan yang digunakan sebagai jembatan penghubung. Aoba dan seluruh bahawannya telah berdiri berjajar di dek kapal untuk menyambut tamu tak diundang.
Jeanne menyebari kapal menuju armada angkatan laut dengan beberapa prajurit di belakangnya. Setelah sampai ia berhadapan dengan seorang lelaki berkacamata dan memakai seragam militer berwarna merah gelap dengan garis putih. Dari penampilannya Jeanne tahu bahwa dia adalah pemimpin armada ini.
Jeanne memberi salam ala Ksatria. "Perkenalkan, namaku Jeanne Euphoria. Jenderal dari Gran Chaos Empire sekaligus adik dari kaisar saat ini."
"Namaku, Yamashiro Aoba. Major dari angatan laut United States of Elemental dan pemimpin armada ini." Aoba memperkenalkan dirinya dengan sopan.
Jeanne sedikit terkejut. Ia mendapat informasi bahwa pulau misterius yang muncul secara tiba-tiba ternyata adalah sebuah negara. Ini sedikit melegakan karena kemungkinan terburuk tak akan terjadi.
Jeanne tersenyum manis. "Mohon maaf sebelumnya karena kami datang tanpa pemberitahuan lebih dulu."
Aoba membenarkan letak kacamatanya. "Alasan itu bisa kami mengerti mengingat situasi yang saat ini terjadi. Lalu, apa tujuan seorang jenderal dari negeri lain datang ke sini?"
Jeanne menelan ludahnya kasar. Belum apa-apa langsung dihadiahi pertanyaan seperti itu. "Kami datang dengan damai. Kami ke sini untuk memastikan keadaan pulau yang muncul secara tiba-tiba di laut lepas," jawabnya serius.
Aoba mengangguk mengerti. "Normalnya orang akan tertarik dengan tempat misterius dan ingin mengetahuinya lebih jauh. Itulah yang Jeanne-dono lakukan sekarang."
Jeanne mengangguk.
"Yang bisa aku katakan sekarang adalah kami merupakan sebuah negara berdaulat. Itu saja."
"Tapi Aoba-dono, bolehkah kami mengunjungi negara Anda untuk urusan diplomatik?" tanya Jeanne.
Aoba sedikit terdiam. Ia tidak bisa menjawab karena ini bukan kuasanya untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan. Tak lama kemudian seorang prajurit mendekatinya dan berbisik. Rupanya ia telah menghubungi markas pusat untuk meminta jawaban.
"Kami telah mendapatkan perintah dari atasan untuk mengizinkan kalian datang ke negara kami dalam urusan diplomasi. Kalau begitu akan kami antar menuju Konoha," jawab Aoba.
Jeanne membulatkan mata. "Mendapatkan laporan perintah katanya? Ini terlalu cepat untuk bertukar informasi di lautan lepas seperti ini. terlebih aku tidak melihat tanda-tanda mereka memberikan laporan. Apakah United States of Elemental memiliki teknologi yang sangat maju?" batinnya dengan rasa penasaran.
Ketiga kapal angkatan laut itu kemudian menuntun rombongan prajurit kekaisaran menuju dermaga utama di Konoha.
Di waktu bersamaan, Naruto sedang membaca kertas berisi laporan rinci tentang kedatangan 10 kapal dari Gran Chaos Empire. Ini sangat cepat, batinnya. Apakah kedatangan negara lain merupakan hal bagus bagi Elemental Nation atau justru sebaliknya? Di kondisi negara yang masih menyusun fondasi seperti ini?
"Sepertinya aku harus lembur malam ini," gumam Naruto.
Bersambung
Terima kasih atas review kalian yang positif. Di bawah ini balasan reviewnya.
Kazuma-san: Terima kasih atas sarannya. Saya rencana buat scene itu saat flashback di sela-sela cerita. Dan terima kasih juga telah mengingatkan typo.
FI. PenDragon: Gimana rasanya? Yang pasti senang karena fic ini secara tak langsung yang membuat fandom Naruto x How a Hero Rebuilt the Kingdom.
Jangkryx: Yang pasti teknologi elemental nation lebih unggul. Telepon dan alat foto handheld sudah ada. Tapi laptop, game console tidak ada karena itu berada di zaman Boruto.
Labut: Kalau penggambaran characternya bisa cari di google. Ini animenya udah keluar jadi pasti banyak bertebaran foto-foto characternya.
Dlucifer35: alurnya semi-canon.
Raiu: Gimana rasanya? Yang pasti senang karena fic ini secara tak langsung yang membuat fandom Naruto x How a Hero Rebuilt the Kingdom. Untuk mereka beraliansi atau tidak itu rahasia.
Segitu. Jangan lupa review lagi.
[02/11/2021]
