[ Tangga Ati ]

Ansatsu Kyoushitsu / Assassination Classroom (c) Matsui Yuusei. Tangga Ati (c) garekinclong.

Hanya demi kepentingan pelampiasan stress dan mencoba produktif, bukan komersiil.

Indo!AU. Less deskripsi. Plot cepat. OOC. Kumpulan drabble. Misuh words. Ada bagian drabble yang berupa chat saja.

Asano Gakushuu / Akabane Karma.

Enjoy!


.

.

.


tab browser


UTS sudah berlalu, Asano Gakushuu pun hanya absen di hari pertama UTS. Sehari setelah pengakuan cinta yang abnormal itu, Karma dan Gakushuu dianggap melalui fase-fase "biasanya" di kelas.

Mereka puasa bicara semingguan ini. Dan memang ada periode tertentu dimana mereka bertengkar seperti itu, setidaknya itu yang dimaklumi teman satu kelas mereka. (Sungguh pengertian.)

Untuk interaksi kecil seperti pengumpulan tugas kelompok bersama atau hal lain masih mereka lakukan. Hanya... pembicaraan di luar sekolah yang tak lagi mereka lakukan di kelas.

Namun, ada yang berbeda. Kali ini sungguh berbeda.

Akabane Karma tidak pernah lepas dari smartphonenya, sama sekali.

Ada yang berprasangka, jangan-jangan mereka berdua puasa bicara secara oral, tetapi tetap saling memaki di kolom chat mereka berdua. Tentunya tidak, itu salah besar, kawan. Mereka sama sekali tidak berbicara satu patah kata pun, baik daring maupun luring.

Jika Karma bisa akui, tuturnya akan menjelaskan bahwa saat ini ia tengah mencari cara untuk merespon apa yang diakui oleh Asano Gakushuu tempo hari. Benar, logikanya saat ini tengah berperang dengan emosinya. Ia tak ingin membalas sembarangan, salah-salah nanti Asano Gakushuu demam dua bulan karena sakit hati.

(Bisa dilihat, bagaimana posisi emosinya ini lebih sedikit di atas daripada posisi logikanya).

Ada 4 tab tambahan yang baru ditambahkan di browser Karma akhir-akhir ini.

Tab tambahan 1: Kenapa orang demam suka melantur

Tab tambahan 2: Obat apa yang manjur menghilangkan halusinasi orang sakit parah

Tab tambahan 3: Kata-kata apa yang bisa diucapkan saat tetanggamu aneh dari biasanya

Terakhir, tab yang saat ini tengah dibaca baik-baik oleh Karma ketika jam makan siang.

Tab tambahan 4: Apa yang harus dilakukan jika ada orang yang mengaku suka pada kita

...Dan Okuda Manami tak sengaja membaca tak tersebut karena ia melewati Karma yang tengah duduk dengan tenang di bangkunya.


.

.

.


a wild guess that hit the target


["Padahal kalau kamu sukanya main boneka-bonekaan yang berujung main rumah-rumahan, aku mau kok jadi Papanya."]

Seketika Karma teringat mimpi masa lalunya itu, setelah menelaah baik-baik isi artikel yang sudah ia cari melalui peramban. Ia benar berasumsi bahwa Gakushuu sudah memiliki perasaan padanya sejak lama. Lantas... Apa sekarang Gakushuu membutuhkan jawaban Karma? Atau sebatas pengakuan saja, supaya lega?

Maka inilah Karma memanggil Shiota Nagisa, salah satu sumber pencerah kalang kabutnya, di kantin sekolah. (Kebetulan mereka papasan, Karma menepuk bahu Nagisa dan bergestur 'kita-harus-bicara'.)

"Ada apa, Karma? Tumben memintaku bertemu empat mata begini. Atau..."

"Atau?"

"Bertiga? Dengan Asano?"

Karma menggeleng cepat sambil berdecak, "Orang itu. Masalah utamanya."

Nagisa sudah menduga jika ini terkait hal Asano Gakushuu, tapi ia tetap berekspresi terkejut. "Asano kenapa?"

"Sepertinya Nagisa sendiri sudah tahu dia kenapa."

Nagisa kali ini benar-benar terkejut, membelalakkan mata. Apa yang ia duga benar-benar terjadi?

"Asano sudah nembak Karma?"

Pekikan pelan Nagisa membuat Karma bungkam. Akan tetapi... pekikan pelan itu juga yang membuat satu kantin turut bungkam seperti Karma.

Karma berharap semoga setelah ini tak ada kabar burung apapun yang menyebutkan namanya (walau, mustahil).


.

.

.


nggak ngaku bingung, ngaku mati


[ KARMA: iya ]

[ Nagisa: hah. apanya? ]

[ KARMA: eh nggak. dia cuma nyatain perasaan, nggak nembak. ]

Daripada berabe, Karma langsung meminta Nagisa untuk berbicara di chatroom saja, walau mereka berdua berhadapan di meja kantin. Nagisa cukup mengerutkan kening pada awalnya, tapi ia iya-iya saja.

[ Nagisa: oh... terus udah kamu bales? ]

[ KARMA: kita diem-dieman seminggu ini. makanya aku tanya ke kamu, kalau ada orang yang konfes begitu, bales apa? ]

[ Nagisa: ya bales aja? menurut kamu gimana? ]

[ KARMA: apanya? ]

[ Nagisa: Asano, lah. ]

[ KARMA: dia orgil. ]

[ Nagisa: nggak, maksudku, perasaan kamu ke dia. hubungan kalian selama ini. ]

[ KARMA: ... aku respek sama dia? ]

[ Nagisa: cuma itu? ]

[ KARMA: harus ada jawaban lain? ]

[ Nagisa: ada jawaban lain? ]

[ KARMA: kind of. ada satu kejadian yang mulai bikin aku mulai agak memandang dia berbeda. ]

[ Nagisa: apa tuuh? ]

Karma terdiam sebentar sebelum membalas chat Nagisa. Ia sempat keluar dari room chat mereka untuk mengecek deretan chat, sambil berpikir. Haruskah ia mengakuinya? Kalau tidak, ia sendiri yang akan kesusahan.

Karma membuka room chat teratas untuk membalas Nagisa, kemudian mengetik cepat untuk mengakuinya. No regret, for my best.

[ KARMA: sejak aku nyium bibir si Asano itu, kayaknya aku juga mulai begitulah. cuma selama ini aku nyoba kayak gak ada apa-apa, biasa saja, itu menurutku. ]

Karma menunggu balasan Nagisa agak lama, tapi, entah kenapa Nagisa yang ada di depannya malah menyeruput minuman sambil memandang yang lain. "Oi itu jawab, udah kubales." Karma mengingatkan Nagisa.

"Oh ya?" Nagisa segera mengecek ponselnya, "Mana? Gak ada."

"Hah. Jangan ngeprank."

"Mana pernah aku ngeprank, Karma... Mungkin belum kamu pencet 'send'?"

"Aku yakin sudah—"

Karma mengecek kembali ketikan yang sudah ia kirim ke sebuah room chat. Ia membaca baik-baik nama room chat tersebut.

'ASSASIN (Anak Sepuluh Sains Tiga Inside)'

"Anjingggggg." Sesegera mungkin Karma menghapus pesan tersebut dan mematikan ponselnya. Ia melihat sudah ada beberapa orang yang membaca pesan tersebut. Sungguh... Kali ini, dia benar-benar... isdet.


.

.

.


muka tebal


X MIPA 3 benar-benar menggila akan pesan tersebut, tapi mereka tidak heboh secara fisik. Melainkan, mereka heboh melalui room chat pribadi antar kontak. Tentu saja mereka tahu Karma pasti mencoba bermuka tebal setelah kejadian salah kirim chat itu... teman kelas yang pengertian. (2)

Karma tengah membaca buku pelajaran yang sejatinya tidak pernah ia baca setelah UTS, untuk mendistraksi pikirannya. Ponselnya mati, dan ia berusaha untuk tak menghidupkannya sama sekali.

Satu tepukan kepala terasa di puncak ubun-ubun Karma. Laki-laki berambut merah itu menengadah, mencari tahu tangan siapa yang seenaknya seperti itu.

Ah. Tangan milik orang yang membuatnya harus tebal muka seperti ini.

"Chat itu... benar apa bohong?"

Asano Gakushuu berterus terang, mengakhiri puasa bicara mereka selama satu minggu ini.

"Chat apa? Yang mana?" Karma berpura-pura tidak tahu. Tolonglah.

"Yang tadi dikirim ke grup kelas."

"Nggak, itu salah kirim."

"Berarti benar, 'kan? Aku tanya isinya."

Gakushuu tidak menggunakan elo-gue. Gakushuu tidak berbicara kasual a la preman. Nada bicaranya berubah.

"Apa dah, isinya nggak penting. Dah sana." Karma memalingkan pandangannya, kembali berkutat ke buku pelajaran matematika.

"Karma."

"Apaan."

Gakushuu berjalan dan memposisikan kepalanya sejajar dengan meja milik Karma; benar, ia berjongkok di sebelah Karma. "Tatap mata orang kalau ngomong. Biar aku tahu kamu bohong apa nggak."

Karma tidak mematuhinya, "Kok ngatur."

Bumi gonjang-ganjing, meja berderit, ada yang tiba-tiba terpeleset dan sengaja menjatuhkan barang yang mereka pegang, setelah mendengar tiga kata tujuh huruf dari anak kepala SMP sekaligus salah satu anak OSIS kelas 10 ini.

"I love you."


.

.

.


gosip fangirl no context


Group name: ASAKARU BERLAYAR

[ violet: AAAAAAAAAAA ]

[ daisy: AAAAAAA? ]

[ jasmine: AAAAAAAAAAAAAA ]

[ lily: DASLKDALKJDLKALSAD ]

[ daisy: KOK LU BEDA SENDIRI ]

[ lily: KURANG PUAS KALO GA KEYBOARD SMASHING ALIAS ASNDJANLKAJLKASJ! ]

[ violet: NO KOMEN GUE BAHAGIA ]

[ jasmine: ITU LU KOMEN EGO ]

[ violet: GANTI NAMA GRUP INI ]

Jasmine changed the group's name to "ASAKARU BERLAYAR (REAL NO TIPU TIPU)".


.

.

.


epilogue


"Ayah, nanti anak tetangga main ke rumah."

Selesai membantu menutup toko agen sosis, ayah Karma mengangguk mendengar kedatangan tetangga ke mari. "Main apa mau beli sosis?"

"Ya.. Gitulah.. Nanti juga tahu. Tapi nanti Karma mau di kamar waktu dia ke sini. Jangan gedor pintuku, ya."

"Lah. Gimana gimana?"

Dan Asano Gakushuu, anak dari Asano Gakuhou, benar-benar datang ke rumah... dengan penampilan yang lumayan rapi? Harum semerbak? Rambut yang disisir belah tengah?Kepala keluarga Akabane agak memiringkan kepala.

"...Gakushuu? Habis kondangan?"

Tak menjawab perkataan tersebut, Gakushuu sedikit membungkuk, "Perkenalkan, nama saya Asano Gakushuu, putra Asano Gakuhou, tetangga Anda. Kedatangan saya di sini—"

"Tunggu, tunggu, kok kamu formal sekali nak?" potong ayah Karma makin sulit menangkap apa yang sedang terjadi.

"—untuk meminta restu Ayah dari Akabane Karma, karena saya berniat menjalin komitmen jangka panjang dengan anak Anda."

Duaaar.

Konfeti imajiner meledak di pikiran ayah Karma, menandakan apa yang baru saja ia dengar adalah hal yang nyata, riil, dan konkret.

Gakushuu melanjutkan, "Apakah izin saya diterima?"

Ayah Karma berdeham agak lama dan sedikit memijat pelipis sebelum akhirnya menyahut permintaan izin Gakushuu.

"Apa nak Gakushuu bersedia menjaga nak Karma?"

Yang ditanya mengangguk mantap, "Iya, Pak."

"Oke, itu saja cukup. Sana pacaran! Hahaha."

Ibu Karma yang datang dari dapur langsung turut nimbrung dalam percakapan, "Di sini ada kondangan, ya?"


Thanks to Akasuna no Yumi [ HAHAHAHA KUYANG (KURANG KASIH SAYANG) iya bener banget dah, asano bisa ngegombal kayaknya punya buku saktinya deh wkwkwk. ], SnowyFruitcake [ ya kaan tuh anak orang sampe sakit gegara luh, kar! Wkwkw coba cari aja link joinnya xD ], Bebe Alifiandra [ baper dong wkwkwk ni dah selesai niih ], [ WKWKWK lagi nyari tanggal bagus nih buat kawinan! Ada saran tanggal? Terima kasih banyak udah nunggu~ ], Chic White [ SAMA SEBENERNYA WKWKWK aaa kangen juga huhuhu ], Asinnn [ uname wp sama kayak unem ffn hehehe ], Mamee-chan [ iyaa niat mau lanjutin sampai selesai.. saya kira bakal butuh 2 chapter lagi, tapi buat 1 chapter aja rentangnya agak lama. Jadi yah, enjoy.. ], sacyukie [ wkwkwk sama kayak unem ffn kok xD ], Nur Fadilah Arwin [ iyaa AsaKaru, wkwkw semoga makin histeris! Jaga kesehatan tenggorokannya ya xD ], AkaiCrimson [ aaa jadi terharu bacanya, yesh hidup beneran gak tenang kalo ffnya stop di sini, jadi enjoy yah! Baca komenmu juga jadi moodbooster saya hihihi ], etsukoyukiai [ sudah menemukan jawaban dari pertanyaanmu di chapter ini? hehehe. Dijodohin apa menjodohkan sendiri yaa? ], xiuminseokie [ nopee, dia seme yaa ], nanasmanis [ sekarang kelas berapa kamuu, maaf yah baru bisa update chapter terakhir sekarang hiks. Ni saya juga bikin dari SMA sampe semester akhir kuliah baru kelar wkwkwk. Thank you sudah setiaa ], Aufklargs [ aaaa makasihh dibilang uwu, authornya juga uwu gak? /gk. Semangat juga kamuu ], mayurare [ terharu banget sampe dibaca ulang, baca komenmu juga moodbooster sangat huhuhu. Makasih banyaak, semangat juga kamu yaa ], cheeseberry25 [ hellooo ini lanjut dan chap terakhirr ], Rachima [ WKWKWK gimana, apa makin amburadul? xD ], Peachygurl [ yak ni lanjuut, enjoyy! ], WinYuzukiN, Yuu Yukimura, FlyToTheSky017, Dusty-Sky Chapters, Rakkuis-mybf, Canie, kesayanganmu, Nacchan12, Laina-chan, KumisHaru, YamaguchiHinaru04, Hasagawa Kimi, ndaark, Papan Oujia, Yume Shin, dan seluruh pembaca yang sudah mendukung Tangga Ati serta pembaca yang akan datang nanti!


a/n: Akhirnyaa. Walaupun keliatan fast paced banget dan agak memaksa yah jujur aja, tapi saya bisa menyelesaikan Tangga Ati sekarang. Sekarang bisa tenang, dan Tangga Ati bisa dibaca berulang kali dari awal sampe akhir (gak nunggu chapter lanjutan lagi). Senang? Iya. Sedih? Iya juga. Soalnya Tangga Ati yang mempertemukan saya dengan pembaca-pembaca baik nan sabar seperti kalian hehehe.

Semoga chapter terakhir ini cukup mengobati kerinduan kalian yaa, even though I know ini belum memuaskan sebagai ending. Terima kasih atas dukungan baik dari komentar, fav, alert list, sampai reach di wattpad juga hahah, pokoknya makasih banyak!

Mungkin saya bakal lebih sering nangkring di ao3, di fandom yang berbeda. See you when I see you, terima kasih atas 4 tahun ini! You all are my moodbooster. Love you all.

~Tangga Ati (2017-2021)~

[ sign, ffn user garekinclong ]


.

.

.


omake


Kriit. Pintu kamar Akabane Karma dibuka oleh sang lelaki berparas tampan berambut oranye, well, siapa lagi kalau bukan pangeran kita: Asano Gakushuu.

"... Apa lo."

"Diizinin kan? Ga percayaan lu, yang."

"Hah? MANGGIL APA BARUSAN?"

"Kan kita dah jadian, taplak meja sayang?"

"CIMOL GEPENG BGST STOP."