Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichiei Ishibumi
Every element from other anime belongs to their respective owners.
The Pinnacle
Summary :
Dia adalah yang pernah ditolak dari kedua dunia, masa lalunya penuh diskriminasi dan hal-hal berharganya direnggut. Bahkan ketika ia bisa menghentikannya, ia tidak mampu. Namun kini ia kembali sebagai sosok yang melampaui keduanya, dan berdiri sebagai 'The Pinnacle.'
Brother?
...
"Ittai... Apa yang terjadi?"
Naruto menggaruk-garuk kepalanya yang terasa sakit. Ia terbangun di ruangan yang cukup gelap dan hanya diterangi oleh lampu dinding yang tidak terlalu terang.
Ia merasakan ia berada di sofa, namun ia tidak yakin bagaimana ia bisa berakhir disini. Seingatnya ia mengalahkan monster dan merasa mengantuk.
"Apa suara elang liar itu membangunkanmu? Naruto-san?"
Naruto hampir terjingkat saat mendengar suara asing.
Ia segera mengedarkan pandangannya dan menangkap sesosok gadis berambut merah dengan pakaian piyama yang cukup longgar dan hampir menampakkan kedua 'aset'nya yang besar.
"S-siapa kau gadis muda? Bagaimana bisa aku berada disini?" Ujad Naruto langsung berdiri dengan wajah terkejut.
"Ara, maafkan aku opsir Naruto, perkenalkan namaku Rias Gremory, akulah yang membawamu kemari setelah menemukanmu sekarat." Balas Rias tanpa menampakkan wajah malu sama sekali.
"A-aku... S-sekarat?"
Naruto terdiam sebentar dan berusaha mengingat-ingat. Kepalanya sedikit sakit seperti terbentur batu, namun akhirnya ia bisa mengingatnya.
"Benar... Aku memburu monster yang menculik warga yang tidak bersalah... Tapi aku menang bukan?" Ujar Naruto dengan wajah agak cerah.
Rias tersenyum kecil melihatnya. "Benar, itu benar-benar hal yang menakjubkan, Naruto-san! Kau sudah mengalahkan iblis liar itu!"
"I-iblis liar? Jadi itu nama monster itu? Tunggu, kau mengetahuinya?"
Rias mengangguk dengan tenang. "Benar, Iblis liar seperti merekalah yang membuat kekacauan di dunia manusia, lalu kau mungkin tidak akan percaya, tapi kami adalah iblis 'baik' yang bertugas menumpas mereka."
"T-tunggu? I-iblis? Baik? Apa maksud kalian? Ini sudah malam bukan? Aku ingin kembali bertugas." Naruto terkekeh pelan menanggapi omongan Rias.
"Ufu, Apa kau tidak percaya kalau kami Iblis? Naruto-san, sejujurnya kami tidak terlalu berbeda dengan manusia."
Rias menunjukkan sepasang sayap Iblisnya dan sukses membuat Naruto membeku ditempatnya.
"H-hei, i-ini b-bukan Halloween, j-jangan memakai cosplay seperti itu... terlebih dengan piyama... " Ujar Naruto sedikit terkejut dan tertawa garing.
"Tentu saja ini bukan Halloween, aku tahu kau terkejut melihat gadis cantik sepertiku adalah Iblis, berbeda sekali dengan monster yang kau temui bukan?"
Naruto terdiam mendengar perkataan Rias. Kalau ia pikir-pikir, monster itu memang memiliki bentuk yang sedikit menyerupai manusia jika mengabaikan tubuh laba-labanya, ia juga memiliki sayap yang mirip dengan gadis dihadapannya.
"Apa ini akan membuatmu percaya, Naruto-san? Eksistensi sihir itu nyata, begitu juga dengan makhluk supranatural seperti Iblis."
Rias memainkan sebuah lingkaran sihir merah crimson sambil menatap wajah Naruto yang terkejut.
"K-kalau begitu... A-apa yang k-kau inginkan dariku? I-iblis? "
Rias kembali tersenyum saat melihat raut wajah Naruto yang sedikit ketakutan.
"Aku berterimakasih padamu karena sudah membantu kami dengan mengalahkan iblis liar itu, namun sayangnya kamu sekarat terkena serangan iblis liar itu disaat-saat terakhirnya."
Naruto terdiam sebentar. Ia mengangguk lemah. Ia ingat sekarang, penyakitnya kambuh saat ia berbalik, dan sebelum ia sadar, ia sudah tertusuk dan merasakan ngantuk.
"Tunggu, seharusnya aku sudah m—"
"Aku mereinkarnasikanmu..." Potong Rias dengan cepat.
"Kau apa?! "
"Itu benar Naruto-san, aku berhutang budi karena kau mengalahkan iblis liar itu dan tidak bisa membiarkanmu mati begitu saja... "
"Kami iblis memiliki sistem spesial yang bisa mereinkarnasikan ras lain kedalam ras kami, dengan itu aku menyelamatkan hidupmu dengan menjadikanmu iblis sepertiku." Ujar Rias.
"Aku... Menjadi... Iblis? " Naruto memandang bingung. Ia tidak tahu harus berkata apa.
"Kalau kau masih tidak percaya, kau bisa mencoba mengeluarkan apapun yang kau rasa cukup menonjol sekarang, Naruto-san!" Ujar Rias.
Naruto sedikit melebarkan matanya. Ia merasakannya, disaat-saat dan situasi seperti ini, ia merasakannya. Sesuatu yang baru menonjol dari tubuhnya.
Krek!
"Benar begitu Naruto-san, kau berhasil mengeluarkannya."
Naruto menatap bengong kearah sepasang sayap Iblis kecil yang menonjol keluar merobek baju polisinya.
Tapi sesuatu lain membuat Naruto terkejut.
"Tunggu! Tangan kananku!!! Kemana tangan kananku??!!"
Teriaknya kebingungan saat menyadari tangan kanannya mulai dari pergelangan tangan yang lenyal seperti terpotong.
Rias juga sedikit terkejut, namun ia segera mempertahankan senyum dan wajah tenangnya.
"Naruto-san, mungkin saja dalam proses reinkarnasi, hal itu bisa saja terjadi karena kekurangan sihir untuk menampung Evil Pieces yang ditanam."
"Evil apa?"
Rias lalu menjelaskan tentang Evil Pieces dan reinkarnasi menjadi Iblis pada Naruto yang masih mengelus-elus tangan kanannya yang buntung dengan wajah sedih.
"T-tapi kau bisa memperbaiki ini bukan? A-aku tidak bisa bertugas jika seperti ini..."
"L-lalu menjadi Iblis... I-ini seperti aku mengkhianati diriku sendiri... " Gumam Naruto dengan wajah murungnya.
"Jangan khawatir Naruto-san, meski aku tadi mengatakan bidak, namun kamu akan selalu menjadi anggota keluargaku, Gremory."
"Sistem aristokrasi Iblis sudah berubah Naruto-san, selain itu dengan posisiku, justru kamu bisa tetap menjalankan tugasmu sebagai polisi di Kota ini, bahkan lebih baik dari sebelumnya." Ujar Rias.
Naruto terdiam dan menatap mata gadis merah itu. Gadis itu memang memperlakukannya dengan baik sedari tadi dan tidak merendahkannya sedikitpun.
Lalu dari cerita tentang Evil Pieces dan serba-serbinya tadi, ia mengetahui tentang 'penguasa' bayangan di kota ini, yaitu Gremory dan Sitri.
Hal yang logis jika kau akan mendapatkan hak dan kewenangan lebih jika kau bekerja sama dengan penguasa bukan? Dengan begitu Naruto bisa menjalankan tugasnya sebagai polisi dengan mudah.
Dan soal keluarga... Ia tidak bisa mengingat-ingat apapun soal itu. Ia tidak memiliki tempat kembali maupun orang-orang yang dapat ia sebut sebagai 'keluarga'. Ia tidak ingat, jadi ia tidak pernah punya bukan?
Mungkin... Jika kehidupannya bisa berjalan seperti biasa, dia bisa menjalankan tugasnya lebih baik lagi untuk melindungi Kuoh terutama dari para Iblis liar itu... Dan memiliki 'keluarga', tempat kembali... Itu tidak masalah bukan? Siapapun akan menerimanya dengan senang hati bukan?
"Itu benar Naruto-san, selamat datang menjadi keluarga Gremory, maafkan aku karena terlambat menyadari proses reinkarnasi yang tidak sempurna itu." Ujar Rias berjalan mendekat kearah Naruto. Ia membuka kancing piyamanya yang paling atas.
"A-apa yang mau kau lakukan? K-kau ini masih gadis bukan?" Kaget Naruto.
"Ara, tenang saja, aku tidak pernah tidur dengan pakaian, selain itu, dengan kulit kita langsung bersentuhan, proses transfer sihirnya akan lebih optimal dan pergelangan tanganmu dapat kembali sembuh." Ujar Rias membuka kancing keduanya.
"T-tunggu itu... T-tapi tanganku... " Gumam Naruto memerah dan mengacak-acak rambutnya kebingungan dengan situasinya.
Sebagai opsir tentu ia tahu kalau tindakan gadis dihadapannya ini... Tapi tunggu dulu... Ia adalah Opsir bukan? Opsir...?
!!!!!!!!
Lengkingan elang liar kembali terdengar dan kali ini kaca di ruangan itu pecah dan membuat kedua insan yang sedang dalam situasi panas itu terkejut.
"Elang?!" Kaget Rias dan Naruto melihat seekor elang dengan mata merah menyala yang memecahkan kaca jendela dan berputar-putar di ruangan itu.
Elang itu mengepakkan sayapnya dan menukik kearah Naruto yang secara reflek menyilangkan tangannya untuk menahan sambaran paruh tajamnya.
Disaat-saat itu, Naruto entah darimana mendengar suara yang tak asing. Seakan memandunya, ia mengucapkan kata yang ia dengar dengan lirih.
"Kenyataanku... Kembalilah...!"
Elang mendarat tepat di pergelangan tangan Naruto yang buntung dan melebur, berubah menjadi tangan kanan yang sempurna.
Flashback...
Rias dan peeragenya kecuali Issei dan Asia yang pamit untuk pulang membawa tubuh Naruto yang tidak sadarkan diri ke gedung klub mereka.
"Tunggu Buchou, kenapa pergelangan tangan Naruto-san yang sebelah hilang?"
Rias segera melihat pergelangan tangan kanan Naruto setelah mendengar ucapan Kiba. "Aneh, seharusnya sudah sembuh total tadi." Ujarnya heran.
"Apa mungkin ini kutukan iblis liar yang terbunuh? Apa Asia bisa menyembuhkannya?" Gumam Akeno kebingungan.
"Entahlah, aku terlanjur meminta mereka berdua pulang malam ini, yang jelas ini bukan luka biasa, karena seharusnya sudah sembuh." Balas Koneko.
"Kau benar, kita bisa minta Asia melihatnya besok, untuk hari ini kurasa sudah cukup, beristirahatlah kalian." Ujar Rias.
"Yawn... baiklah, Buchou..." Ketiganya mengangguk pelan lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Naruto masih terbaring di sofa dengan nafas halusnya.
"Aneh sekali, tapi aku harap dia bisa berguna, sekarang saatnya bersih-bersih..." Ujar Rias melenggang kearah kamar mandi.
...
"The fool, tepat seperti apa yang aku rencanakan..."
Tanpa diketahui oleh siapapun, jauh diatas akademi Kuoh, seekor burung mirip elang dengan sepasang mata merah terbang berputar dan terus menatap tajam kebawah, seolah-olah sedang menandai mangsanya.
Ia telah mengikuti kemana kelompok Gremory itu membawa tubuh Naruto. Dan kini ia sampai di akademi Kuoh.
Akademi ini, aku baru tahu kalau ini wilayah kekuasaan Gremory dan Sitri, jika saja aku tidak melihat kontrak iblis yang nyasar, aku tidak mungkin menemukannya disini... "
"Tapi untuk bisa menemukan dia disini, benar-benar perjalanan yang panjang, dan sekarang aku bisa merasakannya, dia dekat..."
Elang itu berhenti di udara sebentar, ia mengambil nafas sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menukik dengan cepat kearah gedung akademi Kuoh, lebih tepatnya, gedung Occult Research Club.
Ia menuju kearah Kiba yang sedang membuka pintu gedung klub untuk pergi keluar.
"The World – Toki wo Tomare!!!!"
Waktu terhenti, Kiba yang hendak menutup kembali pintunya juga terhenti disana. Elang itu dengan mudah menerobos masuk, melewati Akeno dan Koneko yang berada di koridor tanpa disadari oleh siapapun, tujuannya adalah satu ruangan khusus.
Elang terutama jenis khusus dapat terbang hingga kecepatan 320km/jam, hanya butuh beberapa detik saja bagi elang spesial itu untuk dapat terbang dari atas akademi Kuoh hingga menyusup masuk.
"Empat detik berlalu... Waktu kembali berjalan."
Dan semuanya kembali bergerak, Kiba menutup pintu dan Akeno serta Koneko meneruskan perbincangan mereka seolah tidak terjadi apapun.
Elang itu menjelajahi koridor dengan cepat dan akhirnya mencapai sebuah pintu dengan banyak garis bertuliskan "Keep Out" mirip seperti garis polisi.
Di mata orang kebanyakan itu mungkin terlihat seperti ruangan tua yang sedang rusak sehingga harus disegel agar tidak menimbulkan korban yang ceroboh memasukinya.
Namun di mata elang itu, ia tahu kalau sebuah sihir yang cukup kuat juga melapisi hal itu.
Elang itu hinggap diatas tanda penunjuk ruangan itu.
"Kapasitasku hanya The World sekarang, sepertinya tidak ada cara lain."
Elang itu membuka paruhnya dan melengking keras. Dan kembali melesat pergi.
"Saatnya kembali ke tubuhku."
Flashback End...
"Naruto-san??" Gumam Rias melihat Naruto yang masih menyilangkan tangannya yang kini telah utuh sepenuhnya.
Brak!
"Buchou/Rias?!"
Perhatian Rias teralihkan oleh sebuah dobrakan bintu. Kiba, Akeno, dan Koneko adalah pelaku yang mendobraknya. Mereka datang dengan wajah khawatir.
"Buchou! Kami mendengar suara kaca pecah! Apa yang terjadi?!" Teriak Kiba khawatir.
"Tunggu, seekor elang liar menerobos dan, Naruto-san... "
Ketiga peeragenya itu langsung mengedarkan pandangan mereka saat Rias menyebut nama 'Naruto', seseorang yang baru saja di reinkarnasikan kedalam bidak Rook oleh Buchou mereka.
"Kemana dia?! Tadi ia ada disini!" Kaget Rias menyadari Naruto tidak ada ditempatnya, padahal bahkan Kiba tidak bergeser dari pintu keluar.
"I-ini... Sihir suci?!!"
Rias dan peeragenya segera keluar dengan tergesa-gesa saat merasakan sihir yang tiba-tiba muncul.
"Sihir suci?! Dan ini... Ini memblokir kita!!!" Kaget Akeno melihat sihir suci yang digunakan untuk memblokir koridor.
With Naruto.
Naruto sekarang sedang berdiri di depan pintu dengan banyak garis polisi itu, tentu ia menyadari bahwa sebuah sihir kuat juga menghalanginya.
Namun wajahnya tidak menampakkan apapun selain wajah yang sedikit gembira.
The World, Humanoid dengan kulit sepucat besi dan kelopak mata sehitam langit malam itu muncul disisinya.
The World dengan halus mendorong pintu ruangan itu dan membukanya, seakan sihir yang digunakan untuk menyegel ruangan itu tidak berdampak apapun.
"E-eek?!! Siapa disana?!!" Suara yang cukup nyaring langsung terdengar saat Naruto membuka ruangan itu.
Seorang berambut pucat dengan pakaian ala gadis dengan warna mata merah memandang takut dari balik sebuah peti mati dengan komputer yang menyala.
"Ternyata benar... kau disini, aku mencarimu cukup lama... Gasper Vladi." Ujar Naruto melangkah dengan tenang, ia melenyapkan The World.
"S-siapa kau?!"
Sosok yang dipanggil Gasper itu bergetar melihat sosok asing yang datang dari balik gelapnya ruangan.
Naruto yang masih diselimuti oleh kegelapan itu berhenti sebentar.
"H-hiiiii!!!!!"
Gasper semakin melonjak ketakutan saat sepasang mata merah menyala muncul dari balik kegelapan dan kini sepasang mata itu... menyusut?
"Halo, apa kabarmu, Gasper?"
Seorang anak seperti berumur lima belas tahunan keluar dari balik kegelapan dan terkena cahaya dari layar komputer.
Dengan kaos biru dan rambut pirang pucat dan mata merah ruby.
"T-tidak mungkin..." Gasper langsung tercekat melihat sosok itu. Itu sosok yang pernah ia ketahui.
"N-niii?" Dengan ragu dan ketakutan, kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya.
"Aku tahu kalau kau akan selalu mengenaliku... " Gumam Naruto tersenyum.
"Nniiiiiii!!!!"
Gasper melompati peti matinya dan segera memeluk tubuh Naruto.
"N-Niii?!!!" Ia bahkan kehilangan kata-katanya.
"Hai-hai, ini aku, maaf karena sudah meninggalkanmu selama ini... aku benar-benar menyesal." Ujar Naruto menepuk-nepuk punggung Gasper.
"T-tapi... m-mereka bilang N-nii sudah mati! N-nii sudah jatuh dan terkubur!!!" Ujar Gasper sesenggukan.
"Begitu, memang itu momen yang cukup menegangkan bagiku... Bahkan bagi kita para Dhampir yang hampir abadi. " Balas Naruto.
"Nii bisa menemukanku... Aku benar-benar bersyukur... huaaaaaa...!!!"
"Hahahahaha, sebenarnya aku kebetulan melihat kontrak yang kau sebarkan di internet, dan tak kusangka kau menjadi keluarga Gremory huh?"
"Tapi aku senang kau tumbuh menjadi sosok yang cerdas, menyebarkan kontrak lewat internet... anak pintar, anak pintar." Naruto masih menepuk-nepuk punggung adiknya itu.
"R-rias Buchou menampungku disini setelah aku selamat dari perburuan vampire..."
"Yea, aku mengerti, dunia vampire masih sama seperti dulu huh?" Gumam Naruto menghela nafas.
"L-lalu, A-apa Nii sudah bertemu dengan Buchou dan yang lainnya? M-mereka benar-benar baik!" Ujar Gasper melepas dekapannya.
"Aku bisa mengetahuinya, mereka cukup baik, bahkan memberiku waktu untuk bertemu denganmu." Balas Naruto.
"S-syukurlah..."
"Gasper, aku tidak memiliki banyak waktu... "
Gasper yang baru saja terlalut dalam kegembiraannya tiba-tiba terdiam dengan ucapan Naruto.
"Tetapi masih cukup waktu untuk mendengarkan ceritamu loh! Jadi, bisa kau ceritakan apa saja yang terjadi selama aku tidak ada?" Tanya Naruto sambil duduk.
Wajah murung itu kembali cerah. "B-baiklah... E-etoo... Mulai dari mana?... B-begini... "
Meski dengan gagap, Gasper berusaha menceritakan malam dimana ia selamat dari perburuan vampire, pertemuannya dengan Rias, hingga hal-hal seperti kekuatan tak terkontrol miliknya.
"A-aku m-mungkin hanya bidak yang lemah... aku bahkan tidak berani keluar dari sini... a-aku... "
"Stop, stop, tidak apa-apa, kau bisa keluar saat dirimu siap, kau hanya butuh sedikit dorongan, kau adalah anak yang cerdas, aku kira iblis itu sekumpulan boomer yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman hahahaha. " Tawa kecil Naruto.
"L-lalu Nniii? K-kemana saja N-niii selama ini? Aku senang Niii selamat juga, t-tidak ada hal buruk yang menimpa N-nii bukan?"
"Eh?!"
Gasper terkejut melihat wajah Naruto yang berfikir.
"Hum... Tidak ada, aku berkeliling dunia dan menjadi traveler yang normal!!!" Ujarnya dengan percaya diri.
"Terlihat sekali tidak seperti itu!!!!!!"
Naruto tertawa kecil melihat wajah protes Gasper.
"Kalau begitu, apa kau akan percaya jika aku terjatuh kedalam goa purba, bertemu dengan patung yang bisa bicara, lalu berjalan mengelilingi dunia untuk mencari kelereng merah dan boom! Aku mencapai Heaven?!"
"I-itu... perjalanan yang aneh..." Gumam Gasper memiringkan kepalanya.
"Hahaha, benarkan! Aku sendiri tidak pandai menceritakannya, tapi aku bersyukur kita bisa bertukar cerita saat ini." Ujar Naruto.
"Hai... Aku ingat kita bertiga dulu sering berkumpul seperti ini..." Gumam Gasper memandang peti matinya dengan sedih.
"Valerie-san huh? Dia masih berada di Romania?" Gumam Naruto.
"V-valerie-tan... Aku ingin sekali menyelamatkannya... aku... aku ingin membebaskannya... " Gumam Gasper sedih.
"Yosh! Sudah kuputuskan, sepertinya aku akan kembali sejenak ke dunia Vampire!" Ujar Naruto.
"N-nii?!! T-tetapi mereka tidak menyukai kita, kita akan langsung dibunuh jika menampakkan diri!" Kaget Gasper.
"Mungkin itu benar, tapi tenang saja, sudah saatnya para vampire kolot itu membuka mata mereka pada kenyataan." Ujar Naruto menepuk punggung Gasper lalu berdiri.
"N-nii?"
"Sudah kubilang kan? Aku tidak memiliki banyak waktu, sebelum membawamu, aku harus memastikan dunia vampire terlebih dahulu." Ujar Naruto berjalan.
"N-niiii!!!"
"Jangan khawatir, aku akan kembali lagi nanti... "
"N-nii?"
Bruk!
Gasper tiba-tiba merasa mengantuk dan terjatuh ke dalam peti matinya, sementara Naruto berjalan keluar dan menutup pintu ruangan itu.
Naruto sampai di luar ruangan itu. Ia melihat penghalang sihir sucinya sudah menipis dan segera hancur. Ia segera kembali ke 'wujud' aslinya, seorang pemuda yang terlihat berada di umur 25an.
Pyar!!
Dan benar saja, beberapa detik kemudian, sihir itu hancur dan menampakkan Kiba dengan sepasang pedang hitamnya yang terlihat seperti 'memakan' sihir suci milik Naruto.
"Apa yang kau lakukan, Naruto-san?!" Ujar Rias terkejut melihat Naruto berdiri dengan tenang.
"Urusanku disini sudah selesai, Gremory, minggir dan biarkan aku pergi." Naruto membalas dengan tenang.
"Pergi? Apa maksudmu? Kau sudah menjadi bagian dari Gremory! Bidak Rook yang tertanam di dalam dirimu itu sudah membangkitkanmu dari kematian." Balas Rias bingung.
"Apa kau mau menjadi iblis liar?" Koneko mengucapkannya dengan nada getir. Ia tahu betul apa yang terjadi pada iblis yang melawan tuannya.
Naruto terlihat sedikit melebarkan matanya lalu memegang kepalanya sendiri dengan tangannya.
"Pfft... Haha... Hahahahahahaha! Aku? Mati?" Ia lalu meledakkan tawa yang membuat Rias dan peeragenya yang ada disana memandanginya dengan kebingungan.
"Kau pikir iblis rendahan itu bisa membunuhku?!" Ujar Naruto.
"Kenyataannya, kau sekarat dan akan mati jika aku tidak menghidupkanmu dengan Evil Pieces." Balas Rias dengan tenang.
Dipikirannya, mungkin manusia didepannya tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia mati dan menjadi iblis, jadi jika ia ingin mendapatkan kepercayaan darinya, ia harus sedikit lebih berwibawa dan menunjukkan fakta yang sebenarnya.
"Evil Pieces heh? Maksudmu benda ini?"
"Huh?!" "Tidak mungkin!"
Tetapi, wajah tenangnya hancur seketika dan berubah menjadi keterkejutan saat ia melihat Naruto memegang sebuah benda mirip bidak catur, Rook.
Ia ingat betul bidak itulah yang masuk ke tubuh Naruto dan menghidupkannya dalam proses reinkarnasi melalui Evil Pieces.
"Bagaimana bisa!?" Kiba juga terlihat melebarkan matanya.
Naruto melempar bidak rook itu dan langsung ditangkap oleh Rias yang masih memandangnya tak percaya.
"Ini bidak milikku! Bidak yang sama dengan yang kemarin!" Kagetnya.
"Benar, bukalah matamu, inilah kenyataannya." Ujar Naruto bersidekap dan memandang rendah mereka.
"T-tapi! K-kasus seperti ini... Aku tidak pernah mendengarnya!" Ujar Akeno turut kaget.
Tidak hanya dia, tetapi mereka tidak pernah mendengar ada yang bisa melepas Evil Pieces dengan sesuka hatinya, terlebih, Naruto tidak menunjukkan tanda-tanda efek samping sama sekali.
"Kau! Dengan tingkahmu tadi, apa kau menipuku?!!" Geram Rias.
"Tidak, yang kau lihat tadi adalah kenyataan, dan yang kau lihat saat ini juga adalah kenyataannya yang lain, dua-duanya benar dan sesimpel itu." Balas Naruto tenang.
"Kiba! Hentikan dia! Apapun yang terjadi, kita harus tahu bagaimana ia bisa lepas dari Evil Pieces ini!" Perintah Rias.
Menurutnya akan sangat berbahaya membiarkan orang yang tahu cara melepas Evil Pieces berkeliaran dengan bebas.
"Baik, Buchou!"
Kiba dengan sigap menarik pedang iblisnya dan melesat kearah Naruto.
"Sayangnya aku tak punya banyak waktu... "
"Heaaa!!!"
"The World!!"
Sebelum pedangnya mencapai Naruto, semuanya telah terhenti.
"Sedikit pemanasan memang menarik, namun aku tidak ada niat untuk berlama-lama disini, mungkin 10 detik sudah cukup." Ujarnya.
The World muncul dalam wujud humanoidnya. Dengan kulit berwarna silver dan sepasang kelopak mata hitam dengan pupil putih. Ia menghantam Kiba dengan kepalan tangannya, membuat pemuda yang membeku di udara itu sedikit terlempar ke samping, namun segera kembali berhenti di udara.
"Tiga detik berlalu..."
Naruto berjalan kearah Rias dan peeragenya yang tersisa, yaitu Akeno dan Koneko. Ia berhenti dibelakang mereka bertiga.
"Lima detik berlalu."
Dengan tangannya sendiri, Naruto memukul tengkuk Akeno dan Koneko dengan keras.
Tenaga manusia normal tidak akan cukup untuk membuat seorang iblis meskipun hanya gadis kecil pingsan.
"Delapan detik berlalu..."
"Dan waktu kembali berjalan."
"Arghhh!!!"
"Akhh/Akhh."
Rias melebarkan matanya saat melihat Naruto tiba-tiba menghilang dan Kiba yang tadinya hampir mencapainya tiba-tiba terlempar dan menjebol dinding dengan keras.
Bruk!
"Akeno?! Koneko?!"
Keterkejutannya bertambah ketika melihat Akeno dan Koneko yang berada disisinya tiba-tiba jatuh pingsan dalam saat yang bersamaan.
"Well, ternyata lebih cepat dari dugaanku." Ujar suara familiar di belakangnya.
Rias segera berbalik dan menemukan Naruto bersandar di dinding sambil bersidekap dan menatapnya dengan bosan.
"Apa yang terjadi?! Apa yang kau lakukan?! Kiba... bahkan Akeno dan Koneko... aku sama sekali tidak menyadari gerakanmu!!" Ujar Rias mulai bergetar sambil sedikit meluapkan sihirnya.
"Tentu saja kau tidak akan menyadarinya, tidak ada siapapun kecuali aku yang akan menyadarinya, karena waktu terhenti bagi kalian." Balas Naruto dengan tenang.
"Kau apa?!"
"Aku menghentikan waktu, bahkan aku bisa membunuh kalian semua sebelum kau menyadarinya, bagimu aku tidak butuh sedetikpun untuk mengakhiri nyawa kalian." Ujar Naruto.
Rias benar-benar kehilangan ketenangannya kali ini. "Menghentikan waktu?! I-itu sama dengan..."
"Gasper Vladi bukan? Kau benar, benar-benar takdir yang membuatku sendiri tertawa." Potong Naruto. "Gasper... Bagaimana kau bisa tahu itu?!" Kaget Rias.
"Mudah sekali... Nama asalku adalah Naruto Vladi, aku kakaknya."
"Kau apa?!"
"Originku adalah Dhampir, setengah manusia dan vampire, yang ditolak kedua dunia." Balas Naruto menunjukkan sepasang sayap Vampirenya.
"Vampire?! Terlebih... Dhampir..." Gumam Rias terpaku melihat sayap Naruto.
"Tapi simpan saja itu untuk nanti, aku kemari hanya untuk melihat kondisi adikku saja, aku tidak berniat membuat masalah lebih lanjut lagi." Balas Naruto menghilangkan sayap Vampirenya.
"Tapi camkan ini... aku akan membawa Gasper suatu hari nanti, namun sebelumnya aku harus mengurus beberapa masalah."
"Membawa Gasper?! Gasper sudah menjadi keluargaku, aku tidak akan membiarkanmu membawanya pergi kemanapun!" Teriak Rias.
"Aku sudah menduganya, terlebih satu-satunya harapanmu melawanku adalah Forbidden Balor View bukan?"
Rias terdiam. Ia memang berpikir cepat, baginya satu-satunya cara melawan penghenti waktu adalah dengan kekuatan yang sama.
Terlebih jika sosok ini benar Dhampir, ia pasti bisa menggunakan serangan sihir yang mematikan fakta bahwa ia masih hidup dan peeragenya tidak terbunuh adalah karena Naruto masih menahan diri hanya menggunakan serangan fisik.
Tetapi ia sendiri masih ragu, karena jika benar Naruto adalah kakak dari Gasper, maka...
Naruto tersenyum kecil.
"Percuma saja iblis kecil, aku bukan lagi Dhampir, aku hanya menggunakannya sebagai base-ku saja, aku sudah melampaui hal itu, terlebih didepan Standku yang telah berevolusi ke bentuk terkuatnya, semua tindakanmu sia-sia saja, namun bukan berarti tidak layak untuk dilihat... hahahahaha!"
"Tetapi..."
Rias melebarkan matanya saat Naruto tiba-tiba menghilang dan muncul di sisi lain koridor sambil berjalan pergi.
"Dia melakukannya lagi... Tunggu! " Teriaknya frustrasi. Ia tidak berdaya melawan kekuatan seperti ini.
Naruto tidak menghentikan langkahnya, ia semakin menjauh dari Rias yang masih kesulitan untuk melangkah.
"Karena kau sudah memberi tempat untuk adikku selama ini, aku berhutang padamu, dan aku pastikan hutang itu akan terbayar."
Naruto mengacungkan jari telunjuknya keatas seperti mengisyaratkan angka satu.
"Hanya satu kali... satu kali saja, jika kau atau peeragemu dalam keadaan hidup atau mati, aku akan menyelamatkanmu."
"Menyelamatkanku atau peerageku...?" Rias tidak tahu harus bersikap apa saat ini. Ia juga cukup sesak ketika menyadari ketidakberdayaannya.
"Ada apa? Seharusnya kau senang bukan, Ruin Princess? Kalau kau tidak paham juga, anggap saja aku memberimu satu kali kesempatan untuk mengubah takdirmu, membaliknya, atau apapun yang dapat otakmu pahami, hahahahahaha!!!!"
Dengan itu Rias hanya dapat menatap kosong kearah Naruto yang sekarang sudah tidak ada lagi di depannya. Ia tidak tahu harus apa... senang atau sedih? Yang jelas... Ia lelah... Dan ia terjatuh begitu saja...
Tap! Tap! Tap!
"Saaa... Vampire-vampire kolot... Bersiaplah kalian semua!!!!"
TBC
Author Notes :
Sesuai yang ku katakan kemarin, Naruto mati konyol? Jadi Iblis? Ku bahas di chapter ini. Dan well kalau ada yang aware soal diskripsi penampilan 'The World' kemarin mungkin bakal sadar kalau engga semudah itu Naruto menjadi 'Iblis', apalagi jadi peerage Rias. NO.
Dan Yes, disini originnya Naruto itu Dhampir, sama kaya Gasper. Entah mengapa aku tiba-tiba pingin bikin konsep seperti ini, dan yang aware juga pasti tahu Naruto makhluk apa saat ini. Ini berkaitan juga sama 'Pair'nya untuk sementara mungkin Valerie atau Ingvild? Huuh... Pengenku yang Half-Breed sih... itu dulu yang ada dipikiranku, atau mungkin ada saran tambahan?
Dan Naruto's Best Friend, Sasuke-teme juga akan ada disini, ini penting dan memang harus ada, soal pair? Entahlah dikasih siapa makhluk judes itu.
Group? Mungkin ada tapi masih mikir siapa saja, tapi yang jelas manusia dan Stand user semua.
Btw, Thank You All, udah mampir baca ramaikan kembali FFN21.
Just an Answer ;
Ryoukusuma99 : Racunnya bakal nambah lagi bang, Stone Ocean mau rilis :v
New Author on Fanfiction : Aku tahu kok perasaanmu Senpai, soal Naruto jadi iblis itu, dan disini Naruto 'Freebird' kok, gak relate sama fraksi manapun kecuali originnya, Vampire. Dan soal kekuatan suci, itu relate sama 'makhluk' apa dia sekarang.
Guest : Entahlah, My imagination goes wild, apalagi masa PPKM gini. Jadi bisa dinilai sendiri.
See Ya...!
