Naruto x High School DxD
disclaimer : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
oneshoot
akhir-akhir ini, Rias merasa curiga dengan suaminya, Naruto. entah kenapa Rias merasa Naruto menyembunyikan sesuatu darinya.
terbukti dengan sikapnya yang aneh belakangan ini. dugaan ini bukan sekedar tuduhan belaka. Rias bisa membuktikannya kok.
Naruto bangun lebih pagi dari biasanya, ketika dia bertanya pada suaminya. Naruto hanya bilang–
"aku kan olahraga pagi"
–yah, Rias tau, Naruto suka berolahraga di pagi hari sebelum memulai aktivitasnya. tapi masa berolahraga sampai 4 jam setiap hari. mulai dari jam 6 pagi sampai jam 9 pagi, imposibble.
tapi sebagai istri yang baik, Rias menepis semuanya. mungkin Naruto memang menambah jadwal jam olahraganya, yah kan? dia harus berpikir positif pada suaminya.
hingga hari ke hari, minggu ke minggu, tingkah Naruto semakin aneh, membuat kecurigaan Rias semakin besar. kali ini ada buktinya juga.
pernah suatu hari, Rias tidak sengaja pulang lebih awal dari pasar. dia mendengar suara tawa Naruto di dalam kamarnya, Rias mengira mungkin suaminya itu sedang menonton salah satu acara tv yang lucu tapi dia tidak mendengar suara tv menyala.
Rias mengintip dan menemukan Naruto tersenyum dan cekikikan melihat ponselnya sendiri. menambah kecurigaan Rias jika suaminya itu– uhuk! tidak! tidak mungkin. Naruto itu suami setia.
sekali lagi, Rias menepis semuanya. mungkin Naruto sedang bertukar pesan pada temannya. mungkin saja. pikir Rias.
malamnya, kebetulan ponsel Rias mati, dia lupa menchargernya. Rias ingin meminjam ponsel Naruto untuk mengirimkan pesan pada ibunya tapi dia menemukan keanehan. Naruto seperti enggan untuk meminjamkannya dan malah memberikan tabletnya pada Rias.
Rias yang awalnya ingin berhenti mencurigai Naruto. malah semakin menambah kecurigaannya karena tingkah aneh suaminya.
-o0o-
pagi ini Rias sudah tidak tahan, dia ingin membuktikan bahwa kecurigaannya itu salah. saat ini Naruto bersiap untuk bekerja. Rias duduk di ranjang sambil menatap suaminya yang sedang berbenah diri.
"sayang"
Naruto berbalik menatap istrinya ketika sadar dia di panggil.
"ya, sayang?" Naruto bertanya dengan senyum manis.
Rias memasang wajah seriusnya.
"kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Rias to the point.
Naruto terkejut dengan pertanyaan istrinya. dia memaling wajahnya dan terkekeh gugup. astaga, Rias mulai curiga.
"a-apa yang kamu katakan, aku tidak menyembunyikan apapun darimu" ujar Naruto dengan senyuman gugup yang kentara. setetes keringat dingin jatuh melewati pipinya.
Rias semakin curiga dengan tingkah Naruto.
"kamu tidak berbohongkan?" tanyanya curiga.
Naruto tertawa garing, "hahaha tentu saja tidak sayang" jawabnya.
tidak ingin Rias bertanya ini dan itu. Naruto mencium kening istrinya dan buru-buru pamit ke kantor.
Rias memadang kepergian Naruto dengan sedih. rupanya suaminya memang menyembunyikan sesuatu darinya. Rias takut jika Naruto itu– tidak! pikir positif Rias. pikirnya.
"aku harus membuktikannya sendiri" ujar Rias penuh tekad.
-o0o-
rencana pertama : Rias membuktikan lewat bau kemeja Naruto jika pulang dari kantor.
"aku pulang" Naruto masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan sedikit lesu, maklum lah capek.
"selamat datang"
"eh"
Naruto terkejut ketika Rias tiba-tiba datang dan memeluknya erat, istrinya itu bahkan membenamkan wajahnya di dadanya.
"aduh, kamu pasti kangen aku, yah, kan?" tanya Naruto, dia membalas pelukan istrinya. Rias hanya mengangguk.
tanpa sepengetahuan Naruto, Rias mengendus-ngedus bau Naruto. dia hapal parfum suaminya. hmm, tidak berubah, baunya tetap sama. malah Rias semakin nyaman dengan pelukannya.
Misi Gagal.
-o0o-
rencana kedua : memeriksa ponsel Naruto
kebetulan Naruto sedang mandi, Rias ingin mengecek ponselnya, apa dia terlibat melakukan sesuatu yang menjurus ke ehm– tidak! tidak!
Rias mulai membuka dari pesan-pesan yang masuk. hmm, tidak ada yang aneh. rata-rata isi chatnya normal kok. lalu beralih ke media sosialnya yang lain, hmm tidak ada keanehan.
Misi Gagal.
-o0o-
rencana ketiga : mengikuti Naruto berolahraga pagi.
Naruto sedikit heran dengan Rias, tidak biasanya istrinya itu ngotot ingin ikut olahraga tapi dia membiarkan. toh dia tidak masalah sama sekali, malah dia senang-senang saja.
awalnya Rias memang tidak menemukan keanehan. terlihat normal. tapi hari ini Naruto menyelesaikan olahraganya dua jam lebih awal, kok bisa?
"kok olahraganya sudah selesai?" tanya Rias curiga ketika mereka sampai dirumah.
Naruto duduk di kursi yang terletak di teras rumahnya. "yah aku udah capek" jawabnya. dia mengipasi dirinya sendiri karena merasa panas.
Rias berpikir, karena dia ikut bersama Naruto. jadi Naruto tidak bertemu dengan seseorang.
"tapi biasanya kamu pulang jam 9 pagi" penyataan dari Rias mengejutkan Naruto.
"yah, emm, itu karena.. euh.. aku semangat aja" jawab Naruto asal. dia enggan menatap Rias.
Rias mengalah.
Misi Gagal.
-o0o-
Rias menyerah untuk membuktikan kalau Naruto itu- uhuk! mungkin Rias terlalu negatif thinking. Rias membiarkannya kali ini.
malam ini Rias sulit tertidur, tidak seperti malam-malam yang lalu. dia hanya memejamkan matanya tapi tidak benar-benar tertidur, berharap dia terlelap.
tetapi, bukannya segera terlelap, Rias merasa ranjang bergerak. Rias tetap diam dan pura-pura tertidur.
"sepertinya Rias sudah tertidur" gumam Naruto tetapi Rias mendengarnya dengan jelas. "bagaimana kalau aku melihatnya sekarang" gumam Naruto lagi.
Rias menunggu.
"nah, tunggu aku yah sayangku, aku segera kesana" ujar Naruto pelan.
Apa?!
Rias dalam tidurnya terkejut bukan main.
tadi Naruto memanggil seseorang dengan panggilan 'sayang'
ini tidak nyata, kan?! Rias sedang bermimpi, kan? tolong, siapapun. katakan kalau ini mimpi.
rasanya menyakitkan sekali.
Naruto dengan pelan turun dari tempat tidurnya dengan pelan agar tidak membangunkan istrinya. dia mengambil jubah tidurnya dan segera keluar dengan mengendap-ngendap.
setelah merasa Naruto telah keluar. Rias membuka matanya, tak lama cairan bening itu mengalir dari kedua matanya.
apa benar-benar kalau suaminya itu... selingkuh?
dia bahkan mendengar Naruto memanggil 'seseorang' dengan panggilan kasih sayang.
apa dia tidak cukup untuk Naruto.
dengan perasaan sakit, kecewa dan sedih. Rias mengikuti Naruto, membuktikan semuanya. dia mengikuti dari belakang.
Naruto keluar dari rumah mereka pada larut malam seperti ini. Rias bisa melihat, suaminya menuju area belakang... rumah?
aneh!
benar-benar aneh!
Rias bersembunyi di balik tembok, dia mengintip Naruto yang berdiri dengan sedikit tatapan sesal. Rias tidak bisa melihat 'siapa' di depan Naruto. dia hanya bisa melihat tubuh suaminya.
"maaf" ujar Naruto lirih.
Rias mendengarkan di balik tembok apa yang akan Naruto katakan.
"maaf, seharusnya aku tidak melakukan ini sejak awal" ujar Naruto lagi.
Rias menutup mulutnya. apa maksud perkataan Naruto itu?
"kau tau, istriku... dia mungkin tidak menyukaimu" ujar Naruto sesal.
apa maksudnya itu Naruto? jerit Rias dalam hati. entah mengapa rasa sakit menyerang hatinya.
"tapi aku menyayangimu. aku sangat ingin memilikimu" ucap Naruto lagi.
mata Rias melebar, air matanya semakin menganak sungai. rasa sakit itu semakin menyerang hatinya.
selama ini, Naruto menyembunyikan 'selingkuhannya'. selama ini dia bermain di belakangnya dengan 'seseorang'
"kau tau, aku benar-benar jatuh hati padamu, sayangku" ujar Naruto lembut, tak lupa senyum manis tersungging di bibirnya.
Rias semakin menangis, dia merosot di tanah, tak kuat dengan rasa sakit di hatinya. suaminya, dia 'berselingkuh' dengan seseorang. dia menangis tanpa suara.
"lihat, kau bahkan memiliki anak yang lucu. aku harap dia senang bersamaku" ujar Naruto lagi. dia tertawa geli.
APA?!
Rias terkejut bukan main. jadi Naruto 'berselingkuh' dengan 'orang' itu, sampai memiliki anak pula.
Rias tidak tahan, dia marah, dia sakit, dia kecewa. bisa-bisanya Naruto mempermainkan hatinya dan 'bermain' sesuka hatinya. dia keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap Naruto dengan tatapan nyalang dan marah yang membara.
Naruto terkejut melihat Rias ada disini, melihatnya. dia ketakutan.
"sa-sayang" panggil Naruto gagap.
Rias marah.
"jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu" raung Rias marah. dia menunjuk Naruto. tatapannya benar-benar terkunci 'hanya' pada Naruto.
"kamu, kamu, kamu..." Rias tidak sanggup menyelesaikan ucapannya. dia terlalu sakit untuk melanjutkan.
"ka-kamu sudah tau, yah?" tanya Naruto ketakukan. dia ingin mendekati istrinya tapi Rias menolak. menambah rasa bersalah Naruto pada istrinya karena 'menyembunyikan sesuatu' pada istrinya.
"kamu tega membohongiku?! kamu menyembunyikan semua ini dariku, kamu..." Rias menangis keras, dia merasa sesuatu menghimpit dadanya dan itu menyakitkan.
Naruto menundukkan kepalanya, dia tidak tau kalau reaksi Rias akan seperti ini. seharusnya dia mengatakan sejak awal.
"Rias, a-aku..."
"DIAM!" teriak Rias marah. "apa kurangnya aku, hah?! kamu tega melakukan padaku" teriaknya. air matanya masih mengalir deras.
"kalau begini a-aku. aku mau kita ce–"
sadar apa yang ingin di katakan Rias. Naruto buru-buru berlutut dan menganggam tangan istrinya.
"maafkan aku Rias, maaf..." Naruto memotong ucapan istrinya.
"ini salahku, seharusnya aku mengatakan ini lebih awal" ujar Naruto sesal. dia mengenggam tangan istrinya dan menatap Rias dengan rasa bersalah.
Rias terkejut, Naruto mengakuinya.
suaminya berkata jujur kalau dia itu sebenarnya, berseli–
"maaf, karena aku membeli kucing Ragdoll tanpa memberitaukanmu dan menyembunyikannya darimu" ujar Naruto dengan suara keras
–benarkan!? Rias ingin menangis lebih keras karena suaminya itu membeli kucing dan–
A-apa?!
Rias mematung mendengar Naruto.
"a-apa?" Rias bertanya dengan linglung. air matanya berhenti.
"maafkan aku, aku seharusnya bilang dari awal kalau aku ingin membeli kucing. maafkan aku" ujar Naruto lagi.
Rias melepas genggaman tangan Naruto dan mundur beberapa langkah, dia memegang keningnya.
"meow"
"meow meow"
Rias memalingkan wajahnya ke samping kanan dan melihat lima kucing dengan ras Ragdoll, dengan dua induk dan tiga anak kucing.
"sayang, kamu kenapa?" tanya Naruto khawatir.
Rias tidak menjawab, dia merasa seperti orang bodoh.
ja-jadi ini yang sembunyikan Naruto darinya?
dia menatap Naruto dengan tajam. membuat suaminya itu berjengit takut.
"kamu! kenapa kamu gak bilang!" bentak Rias kesal.
Naruto menelan ludahnya susah payah. dia memainkan jarinya karena merasa bersalah. dia mengalihkan pandangannya.
"soalnya kamu, kan geli sama hewan berbulu. aku liat peliharaan temanku dan aku jatuh cinta sama kucing jenis ini" jelas Naruto malu-malu. dia menatap istrinya dengan tatapan memohon. "sayang, aku mohon. biarkan aku memelihara mereka. kali ini saja, aku mohon" ujar Naruto. dia menangkup kedua tangannya di depan Rias.
Rias menghela nafas kasar, dia merasa awkward karena kejadian barusan.
apa-apaan?! dia sudah mikir sana-sini, ternyata Naruto hanya menyembunyikan kucing karena tidak ingin dia melarangnya.
"terserah"
wajah Naruto menjadi sumringah.
"tapi kamu tidur di sofa selama seminggu"
senyum Naruto menghilang.
"ta-tapi..." Naruto hendak protes tapi terhenti karena tatapan tajam istrinya. "ba-baik" dia mengalah.
Rias berbalik untuk masuk kembali ke rumah karena sudah mengantuk sebelum kembali berbalik menatap Naruto yang lesu.
"satu lagi, kamu dilarang makan ramen selama sebulan" ujar Rias sebelum beranjak.
Naruto membulatkan matanya terkejut.
tidur di sofa masih bisa di terima, tapi tanpa ramen selama sebulan. itu tidak mungkin.
Naruto mengejar Rias, "sayang, sayang, kok gitu. jangan, yah" dia membujuk istrinya.
Rias mengabaikan dan tetap berjalan, dia mengangkat kedua jarinya. "di tambah jadi dua bulan"
"hah?! sayang, tunggu dulu. kita bicarakan ini baik-baik" Naruto berkata dengan panik dia masih berusaha membujuk istrinya.
Rias tidak peduli, siapa suruh bikin dia mikir sana-sini, curiga berlebihan hanya karena kucing. suaminya memang keterlaluan.
"sayang!"
pada akhirnya kesalahpahaman itu segera berakhir. meski Naruto masih berusaha membujuk Rias agar hukumannya di tarik.
pasangan yang aneh.
fin.
