Mereka masih di kediaman Toujo karena Naruto sendiri disuruh untuk menginap di rumah tersebut, dan saat ini Naruto berada di ruang tamu kediaman tersebut bersama dengan ayah Nozomi. "Ayah mertua, apa yang biasa di sukai oleh Nozomi? Aku penasaran."
"Parfait dan Yakiniku." Sang ayah tak menoleh sedikit pun, dia masih berkutat pada koran yang memang menjadi kebiasaannya setiap pagi saat sarapan. "Untuk apa memangnya?"
"Mungkin aku akan mengajaknya kencan besok," ujar Naruto. Ayah mertuanya pun melipat koran tersebut, dan dia menatap Naruto dengan dahinya yang berkerut. Senyuman Naruto tak lepas dari wajahnya, dia menatap ayah mertuanya itu dengan sangat yakin.
"Kau yakin? Nozomi tak menyukai hal-hal yang mewah loh."
"Mungkin aku juga akan membelikannya beberapa barang yang terlihat mewah, itu jika dia mau. Kalaupun tak mau, aku tak masalah." Pria bernama Koutaro Toujo ini mengangguk mengerti setelah dijelaskan oleh Naruto. "Baiklah, aku akan mengajaknya besok!"
"Semoga beruntung nak!"
"Terimakasih!"
-o0o-
Keesokan harinya, Naruto mengajak Nozomi untuk berkencan. Nozomi tak tahu apa maksud dari kencan tersebut, dia hanya mengangguk dan ikut bersama Naruto, kedua orang tuanya sendiri seolah tak mempermasalahkan hal tersebut, Nozomi benar-benar dibuat heran sekarang. Naruto seolah berbeda dari yang sebelumnya, entah kenapa dia lebih romantis dan manja pada dirinya.
"Neesan, apa kau tak mau kubelikan perhiasan?"
"Ti-tidak, aku ta-tak ingin hal seperti itu."
Yah, Naruto hanya memancing bagaimana reaksi dari istrinya itu dan benar apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya, Nozomi tak akan mau dibelikan perhiasan apapun, kecuali cincin pemberian Naruto.
"Ngomong-ngomong kita kemana?"
"Makan Yakiniku."
Wajah Nozomi langsung berbinar cerah, dia menarik tangan Naruto serta menyeretnya. "Ayo! Aku tahu tempat yang menyediakan makanan itu, di sana enak sekali loh."
"Benarkah?"
"Tentu! Ayo!"
Naruto tersenyum tipis melihat Nozomi yang dengan semangatnya menyeretnya ke tempat favoritnya untuk makan Yakiniku. Setelah sampai pada sebuah tempat, Nozomi langsung menarik Naruto masuk, di dalam sana terlihat beberapa meja yang kosong dan Nozomi langsung pergi ke sebuah meja kosong yang berada di pojok restoran.
Naruto sendiri memesan beberapa Daging dengan harga mahal, dan Nozomi hanya melongo tak percaya. "A-apa kau tak sayang uangmu?"
"Dia bisa di cari lagi nanti."
Nozomi hanya terdiam sembari mencerna perkataan Naruto, memang benar sih jika uang bisa di cari lagi, tapi Naruto ini seolah dia tak butuh uang sama sekali.
"Aku hanya butuh dirimu Neesan."
Wajah Nozomi merona saat itu juga, dia tertawa halus saat menerima pujian Naruto. "Kita saling membutuhkan. Lagipula aku istrimu Naruto-kun."
Naruto tersenyum tipis, sebuah rona merah pun hinggap di pipinya. "Oh, aku punya sesuatu untukmu." Naruto merogoh saku celananya. Dia memberikan sebuah kotak berwarna merah pada Nozomi, dan itu membuat sang istri terkejut.
"Ka-kau seharusnya tak memberikanku perhiasan apapun Naruto!"
"Neesan, sungguh aku hanya akan membelikan ini padamu seorang." Dia membuka kotak tersebut dan memperlihatkan sebuah kalung berwarna putih dengan bandul bertuliskan huruf N. "Karena nama kita awalannya sama, jadi aku memberikan bandul huruf N seperti ini."
Kebetulan mereka duduk bersebelahan, Naruto pun memasangkannya pada leher Nozomi, membiarkan wanita itu pasrah karena lehernya dipasangi sebuah kalung pemberian sang suami. "A-aku sebenarnya tak mau perhiasan sama sekali."
"Tak apa, sekali-kali aku akan membelikannya untukmu."
"Ini memalukan, baka."
Naruto tertawa kecil menanggapi perkataan Nozomi. Mereka pun menyadari jika pelayan restoran tersebut datang disertai makanan yang akan dimasak oleh mereka berdua. Tapi Naruto harus terkejut saat semua daging itu berada di depan Nozomi, dia mengerjapkan kedua matanya saat Nozomi dengan santainya memasak daging-daging tersebut.
"Neesan..."
"Diam! Aku akan makan semuanya."
"Rakus."
Nozomi hanya tertawa kecil mendengarnya, keduanya pun makan dengan santai serta sesekali Naruto melontarkan sebuah candaan yang membuat istrinya tertawa.
"Ngomong-ngomong, hari ini tanggal berapa?"
"Tanggal sembilan Juni... Tunggu dulu!"
"Selamat ulang tahun Nozomi-chan."
Wajah Nozomi merona, air matanya mulai meluncur melewati pipinya. Dia langsung dipeluk Naruto sambil mengelus kepala ungu miliknya. "Terima kasih Naruto...terima kasih..."
"Sama-sama, mungkin aku harus berterima kasih pada Ayah karena memberitahu semua hal yang disukai oleh Neesan."
"Dasar."
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Kimono Sakurako/Sunrise.
