Nozomi menatap malas buah yang ada di tengah kotatsu, dia juga mendengarkan bibir Naruto yang tak berhenti mengoceh. Nozomi menghormati Naruto yang berbicara banyak hal, dimulai dengan sekolah, pekerjaan hingga keluarganya.
Tapi, Naruto malah keterusan mengoceh sesuatu yang mungkin tak penting bagi Nozomi, dan itu membuat kepala Nozomi sedikit pusing.
Wanita cantik itu segera menarik kerah baju Naruto, kemudian mencium pemuda itu. Nozomi menarik ciuman itu, dan menatap suaminya yang wajahnya saat ini sudah merona hebat.
"Diam." Nozomi menegerlingkan sebelah matanya, sambil menjulurkan lidahnya, Naruto sendiri mengangguk patuh akan perkataan tersebut. "Baiklah aku akan memasakkan sesuatu untuk makan malam kita. Tunggulah!"
Naruto kembali mengangguk patuh, wajahnya masih merona setelah diberikan sebuah ciuman oleh Nozomi.
-o0o-
Naruto baru saja pulang kerja. "Aku pulang!" Terdengar suara serapan kaki dari dalam tempat tinggalnya, Nozomi berjalan kaki mendekati Naruto yang baru saja pulang.
"Selamat datang! Bagaimana pekerjaannya?"
"Seperti biasa, banyak pelanggan dan barang datang." Naruto menghela napas lelah. Namun, baru saja dia melangkahkan kakinya, Nozomi tiba-tiba menciumnya.
Naruto tak siap akan hal itu, tapi dia masih bisa menahan tubuhnya agar tak jatuh. Nozomi menarik diri, dia pun berbalik dan berjalan menjauhi suaminya itu.
"Aku sudah membuatkan teh herbal untukmu, minumlah."
Nozomi pun hilang dari pandangan suaminya.
"Dia... Kenapa coba?" Naruto benar-benar heran dengan tingkah istrinya itu.
-o0o-
Pukul delapan pagi, Naruto sudah bersiap untuk berangkat kerja, dia sudah mempersiapkan semuanya untuk pergi ke minimarket tempatnya bekerja.
"Baiklah! Sudah siap semua!" Dia pun beranjak dari duduknya setelah memasang sepatu. "Neesan aku berangkat!"
"Ehh, tunggu!"
Naruto terkejut dengan Nozomi yang menghentikannya. "Ada apa?"
Nozomi langsung menarik kerah baju Naruto, dia mencium bibir Naruto dengan lembut, lidahnya masuk ke dalam mulut Naruto, serta dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Naruto.
Nozomi menarik dirinya, dia menatap suaminya yang masih dilanda keterkejutan, wanita itu tersenyum tipis sambil terus menatap Naruto yang memandanginya heran.
"Hati-hati ya? Jaga dirimu."
Namun, belum sempat Nozomi mundur, dia malah di peluk serta di cium oleh suaminya itu. Nozomi berusaha untuk melepaskan diri, namun dia tak bisa, tenaga Naruto terlalu besar.
Naruto menarik dirinya, dia menempelkan dagunya pada bahu Nozomi. "Kau tahu neesan, aku malah tak bisa pergi kerja jika kau menciumku seperti sebelumnya."
Kedua tangan Naruto memeluk pinggul ramping Nozomi, dia menghirup aroma anggur yang menguar dari tubuh istrinya itu.
"Uhhh, neesan tolong jangan menggodaku!"
Tawa kecil terdengar oleh Naruto, Nozomi tertawa karena tingkah Naruto yang menurutnya imut itu. "Neesan tak akan menggodaku lagi nanti."
"Janji?"
"Janji dong."
"Baiklah, aku berangkat!"
"Um, hati-hati ya."
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love live by Kimino Sakurako.
