Kau tak akan tahu apa yang dikenakan oleh istrimu saat tidur, dan bagaimana keadaan pakaian yang dikenakannya saat bangun. Hal tersebut terjadi pada Naruto yang terbiasa bangun pagi.
Naruto lupa akan pakaian tidur yang dikenakan oleh Nozomi, dia seolah tak ingin memikirkan hal tersebut dan langsung tidur untuk mengembalikan staminanya.
Dan sekarang, dia bangun pagi sekali sebelum Nozomi bangun serta memasak sarapan untuk keduanya. Naruto benar-benar terbiasa untuk bangun pagi, karena dia akan membuat segelas kopi hitam dan meminumnya sembari menunggu matahari terbit.
Namun terkadang dia akan memasak sarapan pagi untuk mereka, dan kali ini Naruto akan membuatkan sebuah sarapan untuk dirinya serta istri.
Dia mengambil beberapa bahan masakan yang akan dia olah menjadi sarapan, seperti; Ikan Salmon, Miso, serta beberapa bahan yang lain.
Pria itu mengolah bahan masakan yang sudah ada dengan terampil, karena dia sendiri sering berada di dapur untuk memasak Ramen.
Sesekali Naruto menguap lebar saat dia sedang memasak, pria itu segera menyelesaikan semua masakan yang telah dia buat, rasa kantuk saat dia memasak pun hilang setelah kopi yang dia meminum kopi yang sudah dia seduh tadi.
Naruto menata semua masakan yang sudah jadi pada meja makan, dia hanya tinggal membangunkan Nozomi untuk sarapan bersama.
Namun, dia malah mendengar sebuah alarm dari dalam kamar, Naruto melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Dia segera masuk ke dalam kamarnya untuk melihat Nozomi yang baru saja bangun tidur.
"Pagi~"
Naruto melihat sosok wanita berambut ungu yang digerai dengan sebuah singlet berwarna hitam dan celana rumahan yang memperlihatkan paha putihnya. Entah kenapa wajah Naruto terasa panas melihat istrinya mengusap matanya setelah bangun dari tidurnya, wanita itu menguap lebar.
"Pagi?"
Tali singlet milik Nozomi yang longgar itu turun, dan salah satu gunung Nozomi hampir terlihat semua.
"Pagi." Naruto mendekati wanita itu, kemudian menangkup kedua pipi tembem istrinya. Dia mencubit gemas kedua pipi itu, lalu mencium bibir Nozomi.
"Uwwww..."
"Sekarang neesan ke kamar mandi dan basuh muka, kita sarapan bersama!"
Naruto melepaskan kedua pipi Nozomi, dan pergi meninggalkan istrinya yang terlihat setengah sadar. Naruto membiarkan Nozomi mengumpulkan nyawanya.
"Neesan..."
"Iya~"
Dan keduanya melewati sarapan pagi itu dengan Naruto yang menahan diri untuk tak menerkam Nozomi saat itu juga.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Kimino Sakurako & Sunrise
