Naruto meliburkan dirinya kembali, dia sedang bersantai di dalam apartemennya sembari menikmati buah jeruk yang ada di atas meja.

Namun, ketenangannya di usik oleh istrinya yang baru saja datang dari rumah temannya. Naruto mengerutkan dahinya melihat kemeja yang dikenakan Nozomi.

"Umm neesan."

Nozomi menghentikan langkah kakinya, dia menatap sang suami yang sedang duduk di bawah, sontak itu membuat Nozomi berjalan mendekati Naruto dan duduk di sisi lain meja tersebut. "Ada apa?"

Naruto terdiam, dia tak mengatakan apapun setelah Nozomi duduk di depannya. Itu membuat Nozomi bingung, dia berpikir jika Naruto-nya sedang memikirkan hal aneh, atau sedang berusaha untuk menjahilinya.

"Memangnya ada apa?"

"..."

Belum ada jawaban sama sekali dari si pirang jabrik itu, dia masih setia untuk menutup mulutnya. Nozomi mengerutkan dahinya, dia menduga jika sekarang dirinya sedang dijahili oleh Naruto.

Nozomi menghela napas panjang, dia kemudian mengambil sebuah jeruk dan mengupasnya, Nozomi memakan buah itu dengan khidmat. Dia agak cemberut setelah Naruto yang tadi memanggilnya, malah diam tak berkata apapun.

Namun, tiba-tiba dua buah kancing yang menutupi bagian dada atas Nozomi melompat dari tempatnya. Naruto berhasil menghindarinya, dia tersenyum aneh melihat kejadian barusan.

Nozomi menatap kemejanya yang sudah kekecilan. "Ah, sepertinya aku harus membeli yang baru." Wanita itu kemudian menatap Naruto yang sedang tersenyum aneh, dia menyipitkan matanya saat melihat Naruto. "Ara, Naruto mesum," ujar Nozomi dengan nada centilnya.

"Ah, eh, apa?! Tidak! Aku tidak mesum!"

"Lalu, setelah kancing kemejaku terlepas, kenapa kau menatap dua buah ini terus?" Nozomi menununjuk ke kedua payudaranya, dia tersenyum menggoda pada suaminya itu.

"Oke, aku mengaku!" Nozomi tertawa kecil mendengar perkataan Naruto barusan. "Aku ingin berhubungan badan denganmu sekarang!"

"Eh, apa?!"

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love live by Kimino Sakurako