Lanjutan Gossip.

Hot spring.

Warning: Smut Fict, OOC, Semi-canon, Boruto Era, Lemon, Typo, cheating.

Pairing: Ino, Sakura, Hinata vs Naruto.

...

...

..

.

Enjoy it.

Sakura mengajak Ino serta Hinata untuk pergi ke pemandian umum di Konoha, ketiganya pun saat ini berada di pemandian air panas tersebut untuk menikmati nikmatnya air hangat yang ada di Konoha.

"Kebetulan tempat ini masih sepi pengunjung, dan tak ada siapapun. Apa karena ada pemandian yang lebih ramai?" Sakura bertanya entah pada siapa.

"Kau berbicara dengan siapa, jidat?" Ino menyahut dari belakang, dia saat ini sedang melepas pakaiannya. "Diam, dan nikmati pemandian ini!" Ino melilit handuk putih besar itu di tubuhnya, payudaranya terlihat tak muat saat handuk itu melilit tubuhnya.

"Entah kenapa aku melihat kalian seperti anak kecil saja, sifat kalian tak berubah sama sekali." Hinata yang selesai mengganti pakaiannya pun segera berjalan ke pintu geser yang menghubungkan ruang ganti dengan Onsen tersebut.

Ketiganya pun mulai membersihkan seluruh tubuh mereka, Sakura sendiri malah duduk dibelakang Hinata yang sedang menggosok tubunya. "Hey, Hinata. Bagaimana penis Naruto?" Hinata menghentikan kegiatannya membersihkan rambutnya, dia berbalik menatap Sakura yang seolah penasaran akan penis Naruto.

"Sakura-san, sudah kubilang jika Naruto-kun itu milikku."

Sakura malah mendekatkan tubuhnya pada tubuh Hinata. "Iya, aku tahu Hinata, tapi..." Sakura mulai meremas payudara Hinata dengan lembut. "Uhh, entah kenapa benda ini bertambah besar ya."

Wajah Hinata merona hebat, dia menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang akan keluar dari mulutnya. Sakura memainkan payudara Hinata dengan lembut, kedua puting susu Hinata berdiri tegap saat bagian sensitifnya dirangsang oleh Sakura.

"Benar-benar besar."

"Sa-sakura-san..."

Ino melihat keduanya dari kejauhan, dia menghela napas saat melihat kedua temannya sedang melakukan hal tak senonoh. "Ini onsen umum, dan kalian malah bermain seperti itu." Ino sendiri menyuci rambut panjangnya dengan shampoo yang tersedia. Namun, kegiatannya malah diganggu oleh Sakura yang menyiramkan air hangat pada wanita itu. "Kau gila apa?!"

Namun bukannya berhenti, Sakura malah mendekati Ino. Dia memeluk wanita pirang itu dari belakang, kedua payudara Ino mulai Sakura remas.

"Kau berubah haluan atau apa?" Ino menahan desahan yang akan keluar dari mulutnya. "Hnn..."

"Entahlah, aku hanya ingin bersenang-senang saja, Ino-pig." Sakura kemudian menggigit telinga Ino, jemarinya masih memainkan payudara Ino, kali ini kedua puting susu yang sudah ereksi Ino, di cubit oleh Sakura. "Buah dadamu besar Ino," bisik Sakura, dia kemudian mencium pipi Ino yang mulai merona.

Hinata dari kejauhan menatap kedua temannya itu, dia menutup mulutnya dengan kedua pipinya yang merona. Dia tak menyangka jika Sakura akan melakukan hal nyeleneh seperti itu.

Sementara itu, Sakura mulai menyentuh vagina Ino, membuat wanita itu melebarkan kedua pahanya. "Sakura..."

"Ada apa pig?"

"Cium aku!"

"Tentu."

Keduanya berciuman mesra seolah mereka adalah sepasang kekasih yang telah lama tak bertemu, Sakura menggesek payudaranya ke punggung Ino. Keduanya benar-benar menikmati ciuman tersebut.

"Huaaahh, akhirnya ada waktu libur."

Keduanya menghentikan kegiatan itu, mereka menatap sosok yang baru saja masuk ke dalam Onsen itu. Hinata sendiri menatap pria pirang yang sudah telanjang bulat, dia menatap bagian bawah pria tersebut.

"Na-naruto-kun?!"

Sakura dan Ino menatap intens penis milik Naruto yang masih belum ereksi sama sekali, keduanya menyeringai melihat ukuran penis itu.

"Hinata, pantas saja kau betah di rumah."

"Iya, punya Naruto saja begitu, pantas Hinata betah."

"Uuhhhh!"

Dengan segera, Sakura dan Ino menarik Naruto serta menutup pintu Onsen tersebut, mereka membawa Naruto untuk duduk di atas sebuah kursi kecil, Hinata terlihat panik sekali saat ini.

Bagaimana tidak? Suaminya di tarik dua orang wanita. Telanjang lagi.

"He-hey! Kalian!"

"Ada apa Hinata?" Sakura menyahuti Hinata. "Kemari saja!" Sakura malah menyuruh Hinata untuk mendekatinya. Wanita itu kemudian menggenggam penis Naruto yang mulai ereksi, sementara Ino menatap kagum penis Naruto.

"I-ino... Apa yang kau lakukan?"

Tangan putih Ino menggenggam penis Naruto yang ereksi, dia menggerakkan tangannya naik turun dengan tempo pelan, wajah Ino merona saat merasakan denyut penis Naruto, seolah benda itu sedang marah karena telah diganggu olehnya. Wanita itu kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, dia memasukkan penis Naruto ke dalam mulutnya.

"Hi-hinata tolong..."

Hinata sendiri tak bisa membantu banyak, vaginanya sendiri mulai basah melihat adegan panas di depannya itu, dan dia malah menyentuh vaginanya sendiri saat melihat Ino memberikan blowjob pada suaminya.

Sakura yang melihat Hinata bermain sendiri pun berjalan mendekatinya, dia menarik Hinata supaya mereka berempat bisa berdekatan. Sakura tersenyum saat melihat wajah terkejut dari istri Hokage itu, dia pun segera mencium Hinata serta meremas kedua payudara besar milik wanita itu. Tubuh keduanya berhimpitan, Sakura mengangkat kaki kanan Hinata, kemudian dia menempelkan vaginanya pada vagina Hinata.

Wanita berambut indigo itu mengerang di dalam ciumannya, kedua tangannya secara reflek memegang pinggul ramping Sakura, kemudian turun ke bawah hingga sampai ke pantat sintal Sakura.

Naruto yang melihat adegan itu terdiam, dia tak menyangka jika istrinya akan merespon seperti itu. Dia pun melihat Ino yang masih berkutat dengan penisnya, kali ini kedua payudara wanita pirang itu yang bekerja.

Kedua mata Aquamarine itu menatap Naruto dengan tatapan menggodanya. "Ada apa? Cemburu melihat istrimu sedang memadu kasih dengan rekan setimmu?"

"U-ummm..."

Ino tertawa menggoda, dia menarik diri dari tempatnya, kemudian duduk di atas paha Naruto. "Mari kita coba hal lain, Hokage-sama."

"I-ino-san! Di-dia suamiku!"

Ino memasang wajah cemberut serta mengalungkan kedua tangannya pada leher Naruto. "Ayolah Hinata, Hokage kita ini butuh refreshing," balas Ino. Wanita itu kemudian mencium bibir Naruto dengan mesra, kedua payudaranya menempel di dada bidang Naruto. Ino menekan kepala pirang itu untuk memperdalam ciuman mereka.

Ino juga merasakan penis ereksi anaruto yang menyentuh perut datarnya, ia pun mengangkat pinggulnya.

Ino menarik bibirnya, dan menatap Naruto dengan tatapan menggodanya. "Mari kita mulai Naruto," ujarnya, dia kemudian mengarahkan penis besar itu masuk ke dalam vaginanya, rasa nikmat mulai menjalar, Ino merasakan benda besar itu masuk ke dalam tubuhnya sedikit demi sedikit, bibir bawahnya dia gigit untuk meredam desahan yang akan keluar dari mulutnya.

Ino terus mendorong pinggulnya ke bawah, dia tak tahu jika penis Naruto akan lebih besar daripada milik suaminya.

"Ahhh..."

Lenguhan nikmat keluar dari bibir seksi Ino, wajahnya sudah memerah karena merasakan nikmat. Vaginanya sendiri sudah sangat basah akibat penis Naruto yang menusuk tubuhnya, napasnya begitu memburu saat penis Naruto sudah sampai pada ujung rahimnya.

"Hinata, kau hebat memilih suami!"

"Tapi itu suamiku!"

Ino menyeringai kecil, dia menggerakkan pinggulnya naik turun dengan tempo sedang, penis Naruto keluar masuk di dalam tubuhnya, Naruto sendiri juga merasakan nikmat saat penisnya masuk ke dalam tubuh Ino. Ini kali pertama dia berhubungan badan dengan wanita selain istrinya sendiri, kedua tangannya secara reflek memeluk pinggul Ino, serta meremas pantat sintal itu.

Naruto sendiri menenggelamkan wajahnya pada leher Ino, dia menjilati permukaan kulit Ino yang begitu lembut itu, dia juga tak lupa untuk menggigit leher Ino dan memberikan sebuah bercak merah di sana. Jilatan itu terus turun ke bawah hingga sampai pada payudara Ino.

Puting susu berwarna merah jambu itu terlihat begitu lezat untuk di makan.

"Uhhh, kau boleh menggunakan tubuhku Naruto!"

Hinata terkejut, dia kemudian menepuk dahinya. Ino benar-benar sudah dikuasai oleh nafsunya. Wanita dua anak itu juga melihat bahwa Naruto menghisap puting susu Ino seperti seorang bayi.

"Ada apa Hinata? Jangan cemburu begitu."

"Tapi Sakura-san, Naruto-kun adalah suamiku."

"Dan penisnya dibagi."

"..."

"Ahhhh!! Naruto, lebih cepat!!" Ino berteriak kencang saat penis Naruto menghujami tubuhnya dengan tempo cepat. "Penismu enak!"

Hinata menatap miris saat melihat suaminya melakukan hal seperti itu.

Sementara itu, Naruto membuat sebuah segel tangan, dia menciptakan lima bayangan solid. Sakura dan Hinata mengerjapkan kedua matanya menatap para bayangan itu. Seolah tahu apa yang dimaksud oleh Naruto, Hinata menatap Naruto dengan wajahnya yang membiru.

"Naruto-kun, kau bercanda?"

"Tidak, mungkin aku bisa memuaskan kalian dengan ini."

Sakura melihat Hinata yang seolah pasrah akan suatu hal. "Ada apa?" tanya Sakura, namun pertanyaan itu terjawab saat dia ditarik oleh bayangan Naruto. "Eh, eh, ada apa?!" Payudaranya pun di remas dari belakang oleh bayangan Naruto, sementara vaginanya dijilat oleh bayangan lain dari Naruto.

Sakura menutup kedua matanya saat merasakan lidah basah Naruto yang menjilati vaginanya, dia juga menikmati remasan dada yang diberikan oleh bayangan Naruto.

"Penis kami sama seperti milik boss, jadi jangan khawatir." Sakura mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, apa yang dikatakan bayangan Naruto? Ukuran penis? Pekikan kecil keluar dari bibir Sakura, tubuh rampingnya di angkat oleh salah satu bayangan Naruto.

"Apa yang akan kalian lakukan?!" tanya Sakura dengan gagap. Kedua matanya melihat kebawah, dia menatap penis bayangan Naruto yang mengarah ke vaginanya yang sudah basah. Sakura mengunci bibirnya untuk meredam desahan yang akan keluar jika penis itu menusuknya.

Bayangan Naruto mendorong pinggulnya, penis ereksinya mulai merangsek masuk ke dalam tubuh Sakura, wanita itu mendongak saat penis itu menusuknya, dia percaya jika rekan satu timnya ini punya benda besar seperti itu. "Hngh! A-apa yang kau lakukan di belakang?!" Dan yang lebih membuat Sakura tak percaya adalah, Naruto akan memasukkan penisnya dari lubang belakang.

"Menikmatimu, apalagi?"

"Akkhh!!!"

Dengan sekali hentak, kedua penis itu masuk ke dalam tubuh Sakura. Terlihat puting susu Sakura sudah sangat ereksi seolah ingin mengeluarkan air susu dari sana, dia mengerang saat kedua penis itu masuk ke dalam tubuhnya tanpa aba-aba sama sekali.

"Ka-kau jahat..." Tubuh Sakura seolah sesak karena benda besar itu berada di dalam tubuhnya, namun entah kenapa penis Naruto mulai terasa nikmat saat berada di dalamnya.

Bayangan Naruto yang berada dibelakang Sakura menyeringai, dan mulai menggerakkan pinggulnya. Penis yang ada di dalam lubang dubur Sakura bergerak, membuat sang empunya mengerang merasakannya. Sementara, bayangan Naruto yang ada di depannya juga ikut menggerakkan pinggulnya.

Kedua lubang Sakura saat ini tengah di tusuk oleh bayangan Naruto, namun Sakura merasakan nikmat saat kedua bayangan itu menusuk dua lubangnya.

Desahan menggairahkan keluar dari bibir Sakura, dia benar-benar menikmati setubuhan Naruto sekarang.

Hinata yang melihatnya pun hanya bisa menunduk dengan wajah cantiknya yang merona hebat. Kedua Naruto itu sungguh menggairahkan bagi Hinata, penis ereksi yang siap menghujamnya, serta vaginanya yang basah akibat rangsangan yang diberikan Sakura tadi. Hinata sudah siap jika Naruto akan membuat tubuhnya tak berdaya.

"Na-naruto-kun...mmmhhh..." Hinata mendesah saat payudaranya disentuh oleh salah satu bayangan Naruto, kedua benda besar itu diremas lembut oleh Naruto. Tangan Hinata mencengkram lengan Naruto, dia menahan agar tubuhnya tak jatuh.

Sementara itu, Naruto yang lain memeluk tubuh ramping Hinata, menariknya ke dalam sebuah pelukan hangat. Telinga Hinata di gigit lembut Naruto, serta penis dari pria itu keluar dari area selakangan Hinata. Kedua bayangan Naruto benar-benar membuat Hinata lemas.

"Na-naruto-kun..."

Hinata kembali memanggil nama Naruto, namun pria yang dia panggil tak menanggapinya. Bayangan Naruto yang ada dibelakang Hinata malah merebahkan tubuhnya di atas lantai, dia juga tak lupa untuk menarik Hinata hingga wanita itu duduk tepat di atas perut Naruto.

"Ka-kau bercanda kan?"

"Sudahlah, diam dan nikmati Hinata."

Naruto yang berada dibawah Hinata pun mengangkat pantat seksi Hinata, dia mengarahkan penisnya untuk masuk ke dalam vagina istrinya itu. Namun, dasarnya Hinata yang pernah berhubungan badan dengan Naruto, dia langsung mendorong pinggulnya turun. Bayangan Naruto yang masih berdiri, mengarahkan penis ereksinya pada wajah Hinata.

"Kau tahu apa yang harus dilakukan, Hinata?"

Hinata meneguk ludahnya kasar, wajahnya sudah merona hebat, tangannya yang bergetar mulai terangkat dan menggenggam penis Naruto. Dengan lembut, dia menggerakkan tangannya serta pinggulnya naik turun, Hinata meringis merasakan penis Naruto menusuknya setelah seminggu lalu dia bersetubuh dengan suaminya itu.

Hinata menjulurkan lidahnya, dia menjilati batang kemaluan suaminya itu, sembari tangannya yang lain bermain dengan buah zakar Naruto.

Ujung penis Naruto pun di cium oleh Hinata, dia kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan penis besar itu ke dalam mulutnya.

Hinata memberikan sebuah blowjob pada bayangan suaminya dengan vaginanya yang masih ditusuk oleh penis Naruto.

Hinata mendengar desahan-desahan nikmat dari kedua teman wanitanya, dia melihat Ino yang saat ini tengah di setubuhi oleh tiga orang bayangan Naruto. Kedua lubang bawah serta satu lubang atasnya disumbat oleh penis besar Naruto, hal itu membuat Hinata semakin bergairah untuk menggerakkan pinggulnya.

Dia semakin mempercepat gerakan pinggulnya, serta blowjob yang dia berikan pada Naruto. Hinata tak lupa untuk melihat teman pink-nya yang tak jauh darinya, dia melihat Sakura yang tengah dicium oleh Naruto, dia juga melihat sekilas sebuah cairan yang keluar dari puting susu Sakura.

Kedua lubang Sakura masih dihajar oleh penis Naruto, dan ketiga wanita itu benar-benar menikmati bagaimana Naruto memperlakukan mereka.

-o0o-

Mereka bertiga terus bersetubuh dengan beberapa posisi dan gaya, termasuk Hinata yang begitu menikmati bagaimana kedua lubangnya ditusuk oleh penis Naruto.

"I-ino aku keluar!"

Ino hanya diam, karena ketiga lubangnya disumbat oleh Naruto, Ino sendiri tak sempat berkata apapun saat Naruto menyemburkan spermanya yang sangat banyak pada tubuhnya, sperma Naruto meluber keluar dari vagina serta dubur Ino, sementara wajah Ino diselimuti oleh sperma hanya pria itu.

"Uhhh, hebat... Penismu benar-benar enak..." Ino mencolek sperma Naruto dan memasukkannya ke dalam mulut. "Aku tak sabat melakukannya lagi denganmu Hokage-sama."

Kedua bayangan Naruto menghilang dibalik asap, sementara yang asli tengah duduk beristirahat dengan napas yang terengah-engah.

Beralih dengan Sakura, Naruto mencabut penisnya dari dua lubang itu, kemudian mengarahkannya pada wajah cantik Sakura. Sperma hangat pun menyembur menutupi wajah rekan setimnya itu.

Sakura dengan senang hati menerima sperma itu, dia tersenyum saat itu juga, lalu mencolek sperma itu dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Hmmm..."

Sementara itu, Hinata masih di tusuk oleh penis bayangan Naruto. Desahan nikmat terus keluar dari bibir Hinata saat kedua penis itu menghujam tubuhnya. Putingnya sangat tegang, serta badannya mulai bergetar tak karuan, Hinata memegang tubuh Naruto untuk menahan tubuhnya yang lemas akibat beberapa kali klimaks.

"Na-naruto-kun aku keluar lagi!" Tubuh Hinata menegang, cairannya kembali keluar untuk kesekian kalinya, namun Naruto tak menghentikan gerakannya.

Dia terus menggerakkan pinggulnya, kedua penis itu keluar masuk di dalam tubuh Hinata. Tak berselang lama, kedua Naruto itu menenggelamkan penisnya dalam-dalam ke vagina serta liang belakang Hinata.

Keduanya mengeluarkan sperma hangatnya hingga meluber keluar dari kedua lubang itu, tubuh Hinata menegang saat itu juga. Dia benar-benar puas kali ini.

Poff, poff!

Kedua bayangan Naruto langsung menghilang meninggalkan Hinata yang sudah terkulai lemas di atas lantai Onsen.

"Sudah selesai kan?" Naruto mulai beranjak dari tempatnya, dia berjalan mendekati Hinata dan menariknya ke dalam sebuah pelukan hangat. "mari kita selesaikan mandi ini, dan kembali ke rumah masing-masing." Sakura dan Ino saling pandang, kemudian menganggukkan kepala mereka.

Keduanya setuju.

-o0o-

Di kediaman Uzumaki, Naruto menatap sebuah tempat yang berada di belakang rumahnya, tempat itu tertutup, serta dibawahnya ada sebuah sumber air panas yang kebetulan keluar dari tanah.

Dia segera membuat Onsen pribadi untuk keluarganya, dan sekarang tempat itu sudah jadi. Naruto sangat senang karena bisa mandi air hangat bersama keluarganya.

"Oohh, Onsen di dalam rumah." Naruto dikejutkan dengan Ino yang ada dibelakangnya, pria itu juga melihat Sakura yang menghela napas saat melihat antusiasme dari Ino.

"Ino, ini rumah orang." Tegur Sakura.

"Jadi Naruto-kun, bagaimana? Kami sudah siap loh." Hinata yang ada dibelakang kedua wanita itu, tersenyum penuh arti pada suaminya.

Naruto sendiri hanya bisa menghela napas pasrah melihatnya.

...

..

.

End!