Chapter sebelumnya...
Setelah merasa adik-adiknya cukup beristirahat, dan matahari mulai terbit, Sakura mengajak mereka ke pantai.
"Ayo ke pantai," ucapnya.
.
.
.
.
-oOo-
My Family
Naruto by : Masashi Kishimoto
Story by : Awy77Andrian
Warning : OOC, OC, Typo(s), AU, Dsb.
Rated : T
Genre : Family, Romance
Main Pair : Narusaku (slow)
Mohon maklumi semua kegajean, keanehan dan hal yang tidak masuk akal dalam cerita ini. Bukan tanpa alasan ini disebut fanfic, kan?
If you don't like don't read
Happy Reading! :)
-oOo-
.
.
.
Setelah pergi ke pantai dengan berjalan kaki dan menghabiskan beberapa waktu di sana, kini Sakura dan adik-adiknya sedang dalam perjalanan kembali ke vila untuk sarapan karena perut sudah mulai keroncongan.
Saat di jalan, sebuah bus mini melewati mereka.
Hanabi yang melihat bus itu sontak langsung memberikan komentarnya. "Bus yang cantik, sepertinya ada banyak orang di dalam bus itu."
Bus itu berwarna putih, lalu bagian badannya bergambar rumput hijau dengan pohon-pohon bunga sakura yang bermekaran.
"Kurasa juga begitu," sahut Hinata.
"Mungkin sebuah keluarga," terka Shion.
Saat sudah semakin dekat dengan vila yang mereka tempati, mata mereka melihat bus yang lewat tadi kini parkir di area vila tepat di depan vila mereka.
Kiba menatap bus itu. "Bukankah itu bus yang melewati kita tadi?"
Mendengar ucapan Kiba, Hinata dan Hanabi sontak mengangguk kompak.
"Mereka menempati vila tepat di depan vila kita," ujar Karin.
"Mereka akan menjadi tetangga liburan kita kali ini," tutur Hanabi.
Shion mendengus. "Siapa peduli dengan mereka." Ia lalu menatap Sakura. "Nee-chan, aku lapar. Kita memasak atau memesan makanan?" tanyanya.
"Aku dan Shisui akan memasak, kalian pergilah mandi," jawab Sakura.
Mereka patuh, namun si bungsu tentu melakukan sesuatu.
Dia menolak untuk segera mandi, dan ingin ikut serta dalam membuat sarapan bersama Sakura dan Shisui. Dengan alasan jika ia ingin segera minum susu hangat dan ingin menjadi orang yang pertama kali mencicipi makanan.
Setelah sarapan hampir siap, Sakura menyuruh Hanabi dan Shisui untuk pergi mandi. Namun Hanabi mengulur waktu dengan dalih, ingin menemani Sakura di dapur. Beruntung Sakura tidak marah dan malah membiarkannya melakukan apa pun yang diinginkannya.
Akibatnya, saat sarapan sudah siap. Begitu juga dengan saudara-saudaranya yang sudah siap untuk makan, ia masih juga belum turun ke bawah untuk sarapan. Sehingga, semua kakaknya harus menunggunya terlebih dahulu, untuk sarapan bersama. Bahkan Sakura yang pergi mandi terakhir, sudah duduk di kursi makan.
Tak lama kemudian Hanabi muncul dari lantai atas, menuruni tangga dengan agak tergesa sembari membawa teropong di tangannya.
"Kau lama sekali, Hanabi-chan," celetuk Karin.
Hanabi menatapnya. "Maafkan aku," ujarnya sambil meletakkan teropongnya ke atas meja, lalu duduk di kursi bersiap memulai sarapan.
"Sebenarnya aku sudah siap sejak tadi. Tetapi aku terlalu asik melihat tetangga liburan kita," lanjut Hanabi sembari menyumpit sosis panggang.
Karena keterbatasan bahan-bahan masakan, pagi ini Sakura, Shisui dan Hanabi memasak sarapan yang simple. Yah, meski kontribusi Hanabi bisa dibilang hampir tidak ada selain ikut menyumbang kehadirannya saja.
Menu sarapan mereka kali ini adalah roti gandum panggang yang diolesi selai kacang, sosis panggang, dan tamagoyaki, lalu teh hijau sebagai minumnya. Sebagai makanan terakhir, Sakura menyiapkan berbagai buah beri untuk mereka konsumsi.
Kiba mengernyitkan dahinya. "Tetangga liburan?"
Dengan masih mengunyah sosis Hanabi mengangguk mengiyakan.
"Maksudmu, penumpang bus tadi pagi yang menyewa vila di depan kita?" tanya Karin dengan pipi yang menggembung berisi roti gandum panggang.
Menelan sosis di mulutnya, Hanabi lalu menjawab. "Ya, mereka. Tadi aku sedang melihat pemandangan laut dari balkon menggunakan teropong. Kemudian aku melihat ke arah vila itu lalu melihat mereka. Lalu tanpa sadar, aku terus memperhatikan mereka," jelas Hanabi.
"Kalian ingin tahu siapa mereka?" tanya Hanabi kemudian.
"Memangnya siapa mereka?" tanya Shion acuh tak acuh.
"Mereka satu sekolah dengan kita."
Sontak ucapan Hanabi mencuri perhatian saudara-saudaranya. Tak terkecuali Sakura dan Shisui yang sejak tadi tetap diam sembari sarapan dan hanya ikut memperhatikan.
"Apa? Satu sekolah? Dengan kita?"
"Ya, Karin-nee?" jawab Hanabi.
Shion menatap Hanabi. "Apa kita mengenal mereka?"
"Kita tidak bergaul dengan murid lainnya, kata 'mengenal' kurang tepat."
Hinata menatap adik kembarnya itu. "Jadi maksudmu, kita tahu siapa mereka meski tak mengenalnya secara pribadi, Hanabi-chan?"
"Ya, mereka adalah-" Hanabi menggantung kalimatnya, lalu menatap saudaranya bergantian.
"-Namikaze, Uchina, Nara dan yang lainnya," ungkap Hanabi.
"Empat belas orang itu berlibur ke sini. Saat aku melihat mereka, mereka sedang senam bersama di halaman depan."
Setelah menyelesaikan sarapannya, kini Sakura dan keenam adikknya pergi menuju pantai. Dengan tak lupa, sebelumnya mereka memakai sun block yang dibeli oleh Hanabi dan Hinata saat ke mall sebelumnya. Mereka semua memakai sun block, kecuali dua orang, Kiba dan Sakura.
Saat sampai di sana, mereka berlari-larian. Mereka bersenang senang, hingga matahari mulai semakin meninggi.
"Nee-chan, aku ingin topi itu."
Hanabi menunjuk sebuah bangunan yang menjual topi pantai tak jauh dari mereka berdiri sekarang.
Setelah membelikan keempat adik perempuannya topi pantai, Karin mengatakan jika dia ingin bermain layang-layang. Kini mereka sedang berlomba menerbangkan layang-layang dengan dua orang di setiap tim. Shisui dengan Hanabi, Kiba bersama Hinata, lalu Karin dan Shion. Sedangkan Sakura menjadi juri, menentukan layang-layang siapa yang lebih tinggi untuk menjadi pemenangnya.
Setelah bersenang senang dan memainkan berbagai permainan, kini mereka sedang menyantap makan siang di restoran pinggir pantai.
"Karena baru saja diambil dari laut, ikan ini terasa segar sekali," ucap Hanabi setelah memakan ikan mentah dengan saus rahasia restoran.
Setengah jam setelah menyantap makan siang, mereka kembali ke pantai. Lalu menyewa kapal untuk pergi menjelajahi lautan, dan juga untuk memancing ikan laut dengan didampingi orang yang profesional.
Mereka kembali saat matahari sudah akan tenggelam. Dengan membawa ikan laut hasil pancingan mereka, kini ketujuh orang itu berjalan bersama menuju vila.
Beberapa saat setelah mereka berada di vila, sebuah mobil datang ke vila mereka. Mobil itu membawa banyak bahan makanan dan minuman. Dan ternyata yang mengirim itu semua adalah keluarga Otsutsuki.
Saat malam hari, sesudah makan malam dengan menu utama ikan yang mereka tangkap. Ketujuh orang itu kembali belajar dengan durasi waktu yang lebih singgat dibanding kemarin, mereka belajar hanya selama satu jam saja.
Setelah waktu belajar selesai, kini mereka sedang berkumpul di halaman samping vila dengan api unggun yang menyala.
Shion, dan Hanabi sedang membakar marshmallow, Sakura dan Shisui sedang memanggang sisa ikan tangkapan mereka, juga daging sapi dan beberapa sosis. Sedangkan Kiba dan Karin sedang bermain dengan ponselnya. Karin sedang menonton sbuah video sedangkan Kiba sedang memainkan game online.
Setelah selesai, Sakura dan adik-adiknya pergi ke kamarnya masing-masing. Mereka perlu mengisi ulang energi untuk memulai esok hari.
OoO
Di tengah gelapnya malam, seseorang yang memakai celana panjang dan hoodie dengan membawa sesuatu di tangannya, sedang berjalan ke suatu tempat.
Setelah sampai di tempat tujuannya, yaitu sebuah kamar, ia lalu berjalan mendekati ranjang dengan seseorang yang sedang tertidur di atasnya.
Saat sudah dekat dengan orang yang sedang tertidur pulas. Tatapannya melembut, lalu ia tersenyum. Kemudian, tangannya meletakkan setangkai bunga matahari di atas meja kecil samping ranjang.
Setelah itu dia membungkuk, lalu tangannya bergerak melepas tudung hoodie di kepalanya. Membuat surai merah mudanya terlihat.
Tangannya terulur pada sosok yang sedang tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka.
Dengan tatapan yang lemut dan senyum manis di bibirnya, ia membelai pelan penuh sayang pada pipi orang itu. Pipi yang memiliki tiga tanda seperti kumis kucing. Setelah itu dia menyingkirkan beberapa helai rambut di dahinya.
Kemudian, ia semakin mengeliminasi jarak antara mereka. Hingga kini wajahnya keduanya saling berhadapan.
Dengan tatapan yang dalam saat menatap orang yang sedang tertidur itu, ia lalu memejamkan mata dan membuat jarak mereka semakin dekat.
Kemudian ia mengecup pelan dahi sosok itu.
.
x X x My Family x X x
.
"Nee-chan, bisakah kita melakukan snorkeling hari ini?"
"Ah, aku juga ingin itu,"
Sakura menatap Karin dan Hanabi yang ingin melakukan snorkeling.
"Jika saudara kalian yang lainnya setuju."
Sontak perkataan Sakura membuat Karin dan Hanabi segera menatap saudara mereka yang lain.
"Aku mau," ujar Kiba.
Hanabi mengangguk. "Aku juga setuju, Nee-chan."
"Bukan ide buruk," kataShisui dengan senyum tipis di bibirnya.
"Bagaimana denganmu, Shion-nee?" tanya Hanabi saat Shion tak kunjung memberi tanggapan.
"Terterah, tapi aku sedang malas berenang. Aku hanya akan ada di kapal saja nanti," jawab Shion santai.
"Yey! Kita akan snorkeling," seru hanabi senang hingga berdiri dari kursinya.
"Kembalilah duduk dan lanjutkan sarapanmu."
.
x X x awy77 Andrian x X x
.
Di tempat lain, seorang pemuda sedang keluar kamar dengan raut wajah bingung dan tampilan kusut khas bangun tidur. Saat langkahnya yang kedua, sebuah suara terdengar di telinganya.
"Cucilah wajahmu sebelum keluar kamar, Dobe."
Pemuda yang baru bangun itu lekas menengok ke arah sumber suara. Ia menatap seorang pemuda tampan yang sering bertengkar dengannya.
"Aku akan mencucinya saat mandi nanti," ucapnya malas.
Keduanya lalu pergi ke area ruang tengah, tempat yang lainnya berkumpul. Menunggu sarapan siap, yang sedang dibuat oleh beberapa dari mereka. Semuanya sepakat untuk membuat jadwal memasak selama mereka berlibur.
Saat sudah sampai di sana, pemuda yang baru bangun dengan ciri rambut pirang cerah dan kulit tan eksotis itu bertanya.
"Teman-teman, siapa yang meletakkan setangkai bunga matahari di atas meja samping ranjangku?"
.
.
.
Chapter 12 selesai.
-oOo-
Muhammad Dani : Ini fast up :) Terima kasih reviewnya ya.
