Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: Kata tak baku, serta beberapa kata kotor, dan mature content. Ooc, Alternatif Reality, OC (Okita Shinn/Author)
Author Note: Cerita ini berisi sebuah Dialog panjang dengan Diksi serta paragraf yang pendek, jadi jangan heran jika kalian menemukan banyak Dialog antara sang Author dengan Character.
...
..
.
Podcast: Naruto and Author.
...
..
Enjoy it!
"Baiklah! Kita mulai!" Sang Author atau yang bisa dipanggil dengan Okita Shinn, dia membenarkan kacamata miliknya serta Headphone yang terpasang di kedua telinganya, kedua mata hitam itu menatap sosok lain yang duduk santai di depannya, seorang pria berambut pirang jabrik dengan sebuah senyum yang bisa membuat para wanita meleleh. "Stop diksinya! Ah, apa kabar Naruto Uzumaki! Hokage ketujuh dari Konoha?"
"Eh? Memangnya aku Hokage?"
Okita Shinn menatap datar si pirang itu. "Kau memang bodoh atau pura-pura bodoh?"
Dia tertawa kikuk saat mendengarkan suara dingin dari Okita Shinn. "Aku baik kok, terlebih lagi banyak sekali para Fans yang membuat cerita tentang diriku, entah itu di dunia Shinobi, sihir ataupun realita yang lain. Aku cukup senang dengan cerita dari mereka, termasuk kau."
"Eh, saya? Aduh, jadi malu."
"Ya, kau membuatku berpasangan dengan Okaasan."
Okita Shinn menyeringai kejam menatap Naruto. "Apakah kau mau kubuatkan cerita Insect tentang kau dan Ibumu yang bermain dibelakang Ayahmu?!"
"Aaaaa, jangan gitu woi!"
Okita Shinn tertawa keras mendengarnya. "Bercanda kok, tenang saja. Mungkin mulai sekarang akan aku usahakan untuk membuatnya menjadi Normal."
"Syukurlah kalau begitu."
"Ngomong-ngomong, bagaimana pandanganmu tentang dunia ini?"
Dia terlihat berpikir sejenak, tak lupa untuk meminum jus jeruk yang ada di atas meja. "Tak ada komentar yang berarti. Terlebih lagi banyak sekali keunikan para author fanfiction yang lainnya, fansku sendiri sangat banyak dibandingkan karakter populer lainnya, aku bersyukur saja sudah diciptakan oleh Kishimoto-sensei."
"Apa kau juga bersyukur karena aku sering memasangkanmu dengan Kushina-san?"
Wajah Naruto langsung merona hebat. "Y-ya, tidak buruk juga sih. Okaasan memang cantik jika dilihatin terus, jika aku hidup di jaman itu, mungkin sudah kupinang saat itu juga," balasnya di akhiri dengan tawa tak enak. Dia bisa merasakan hawa membunuh yang sangat kental. "Pak, tolong bahas yang lain."
Author yang sudah kebal akan aura menakutkan itu pun tak mempedulikannya, dia malah menyeringai melihat wajah ketakutan serta rona merah yang hinggap di wajah Naruto. "Ara, kau ketakutan."
"Iyalah takut, lah wong dia ada di sana, aduh pak gimana sih kau itu!?"
Okita Shinn membenarkan kacamata itu, dia menatap sosok wanita berambut merah yang berkibar menakutkan. "Abaikan dia, kau akan kuberikan kamar untuk berduaan dengan wanita seksi itu."
"Gagitu woi!"
"Kita beralih ke topik lain!" Okita Shinn membenarkan duduknya di kursi. "Aku minta pendapatmu soal Overpower."
"Eh, Overpower? Hmm, sebenarnya level kekuatanku sendiri sebanding dengan Sasuke-chan...aduh, Sasuke! Kenapa kau melempar sandalmu?!" Naruto mengambil sandal khas seorang wanita yang dilempar oleh sahabatnya itu. "Ih, sekalian keduanya juga biar nanti bisa kujual di Le-Bay!"
"Namaku Satsuki, Uchiha Satsuki, dasar Naruto bego!"
"Oke teruskan pertengkaran suami-istri kalian, aku taruhan Satsuke yang akan menang."
"Diam kau Author sialan!"
Author berdehem, dia meminum kopi hangatnya saat itu juga. "Mari kita lanjut!"
"Sampai dimana? Overpower? Oh, sebenarnya tak usah ditambahkan juga tak masalah sih, lagipula ada Kurama, Senjutsu serta Kagebunshin. Untuk cerita lain memang dibuat bertahap sih, skill, sihir ataupun Sacred Gear. Man, that was awesome dude, kau tahu pak, mereka semua author yang hebat, beberapa dari mereka melakukan hal yang berbeda. Tapi sayang..."
"Sayang ada apa?"
"Aduh aku jadi malu dipanggil sayang."
"HOMBRENG KAU! ITU LIHAT! KUSHINA SUDAH MAU MELEMPAR KURSI!"
"E-eh?! Okaasan?!" Naruto langsung sujud meminta maaf pada Kushina.
"Wanita emang ngeri seka-"
"Sayang, tidur di lantai!"
"Oh Fuck! Punggung ini sakit lagi!"
...
..
.
TBC
