Ringkasan Cerita :

Bertemu dengan karakter favorite di dunia alternatif inggris Era Victoria pada bersama pelayan nya yang luar biasa

Halo, semuanya ini cerita pertama saya jadi harap dimaklumi kalau adanya kesalahan dalam kata, saya membuat Fanfiction tentang Black Butler atau Kuroshitsuji karena saya sangat menyukai mereka terutama undertaker agak tidak banyak fanfiction black butler dalam bahasa indonesia, jadi saya berinisiatif untuk mempublikasikan ceritanya. Ceritanya agak sedikit gaje deh ha ha ha saya juga memiliki akun wattpad tetapi masih belum mempublikasikannya karena agak khawatir cerita yang saya buat.

Cerita ini hanya meminjam karakter Yana Tobosho saja

Note : Masih dalam tahap revisi

Happy Reading!


WARNING!!!

DILARANG PLAGIAT KARYA ORANG!!

Jangan mau jadi silent reader! Untungnya buat kamu apa? Hargailah karya Author dengan memberikan vote, komentar, saran, like dan dukungan nya. Kan vote, komentar, saran, like dan dukungan itu nggak mesti bayar. Sebuah vote, komentar, saran, like dan dukungan para reader itu sangat memiliki arti tersendiri bagi penulis. Usahakan lah sebisa kalian untuk mendukung dan memberi semangat untuk para penulis favorit mu! Jangan lupa tinggal kan jejak sebelum membaca!


Kalian tahu otaku? Ya, aku seorang otaku yang menyukai anime, manga dan sesuatu yang berhubungan dengan anime tetapi aku tidak membeli action figuran atau poster seperti otaku pada umumnya, aku masih normal karena aku tahu hal - hal itu sangatlah mahal dan aku tidak ingin membebankan orang tuaku. Hanya karena itu aku menjadi agak anti sosial atau bisa dibilang anak introvert dan kecuali dengan orang - orang tertentu misalnya keluargaku atau teman yang aku anggap sahabat sendiri, sekarang aku sudah kelas sepuluh Sekolah Menengah Atas ( SMA ) dan sekarang hari sabtu karena anak Sekolah Menengah Atas ( SMA ) pada hari sabtu tidak lah libur melainkan masuk sekolah setelah beres belajar secara daring aku menutup zoom meeting.

"Sekolah hari sabtu tanggal dua puluh satu agustus tahun dua ribu dua puluh telah selesai! Saatnya menonton anime yang ingin ditonton!"

Pekikku bahagia, perkenalkan namaku Theresa Junita lahir tahun 2006 pada bulan Juni tanggal 17 tempatnya di bogor, ya, benar aku anak indonesia dan tahun ini aku berusia 15 tahun. Ya, ayahku Astono Joko Mursito adalah orang jawa tengah berprofesi sebagai seorang guru Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan ibuku Rosita Nigrum orang sunda ibu juga ibu pada umumnya yaitu ibu rumah tangga aku punya kakak laki - laki tertua yang entah dimana dia sudah menikah dan tinggal di jawa tengah tetapi aku sama sekali tidak mengenalnya dan juga otomatis aku sekarang anak perempuan kedua, tunggu! Aku juga punya kakak perempuan tertua namanya Tifanny Natasya Susanto dan juga Adik laki - laki termudaku Achmed Okto Sarjiono biasanya dipanggil aos dia sekarang duduk di kelas dua sekolah dasar ( SD ). Aku memberi tahu sedikit tentang kehidupan ku dimasa pandemi virus corona ini.

Ayahku sudah meninggal pada tahun ini sebelum aku masuk kelas sepuluh Sekolah Menegah Atas ( SMA ), aku harus kuat! Bagaimana pun orang yang sudah meninggal hanya bisa dikenang selama hidupnya, semoga ayah tenang disana.

Tiba - tiba saja pintu terbuka dan menampakkan mama pelaku yang membuka pintu kamarku." Tesa, sudah beres belajar daringnya"

Aku menengokkan kepalaku dan tanganku masih meraih handphone ku, "Ah, mama. Tadi barusan sudah selesai, oke."

"Owh, kalau begitu ganti seragam nya, sudah makan atau belum?" Tanya mama kepadaku.

"Iya, ma. Sebentar, dulu. Makan? Nanti saja ma." Jawabku dengan acuh tetapi dipikir - pikir melihat - lihat terlebih dahulu siapa tahu aku lapar dan ingin memakan sesuatu di dapur.

Mama menambah, " kalau ada tugas, ya, kerjain dulu baru main handphone."

Aku hanya mengangguk - anggukkan kepala, " iyaa, ma." Jawabku karena kalau tidak mengiyakan saja pertanyaannya takutnya semakin panjang urusannya.

Aku merasa penasaran dengan mama yang sedang berpakaian yang biasanya untuk berpergian dan juga mana wangi parfum tercium sampai kamarku aku ink orangnya sangatlah penasaran dan rasa ingin tahu yang besar. "Mama akan pergi kemana?" Tanya ku semakin penasaran.

"Ada urusan sebentar"

"Oh, aos dibawa sama mama?"

"Iya, jaga rumah, ya?"

"Iya, ma. Hati - hati dijalan, ma. Jangan lupa belikan aku makanan ringan atau minuman susu karamel atau rasa gula aren" Pintaku lalu keluar kamar sambil memegang handphone ku.

Mama sejak tadi keluar dan sedang mencari - mencari sesuatu. "Iya, jagain rumah sampai mama pulang, nanti akan mama belikan." Kata mama lalu mengambil kacamata nya dan memakainya lalu memakai maskernya dengan benar.

Aku melihat ada kakak laki - laki bernama fatur yang akan mengantar mama yang sedang ada utusannya, aku mengenal kakak laki - laki fatur ini. Mama dan adik laki - laki saya keluar aku menyenderkan bahuku di pintu ruang tamu dan aku menggertak dengan cara tanganku yang terlihat hendak memukul juga menghentak - hantak kan kaki dilantai dua kali kepada kak fatur dan dibalas olehnya dengan pura - pura akan memukul, aku tahu itu hanya bercanda dan itu sudah biasa setiap kali bertemu, aku langsung berdecih dan masuk ke dalam.

"Kak tesa, mama bawa kuncinya, ya." Kata mama mengambil sendal dan memakainya lalu tangannya memegang kunci dalam rumah dan mengeluarkannya lalu masukkannya dari luar.

"Ya, ma. Bawa saja, jangan lupa tutup gerbangnya yang benar." Ucapku dan juga menggingatkannya sudah biasa mengatakannya setiap kali mama akan pergi keluar.

"Ya, mama pergi dulu, Assalammu'alaikum." Jawab mama lalu menutup pintu rumah dan mengunci pintunya dari luar.

"Waalaikum'salam, ma." Setelah menjawab salam aku langsung masuk kedalam kamar ku sendiri dan aku tahu bahwa mama mengunci pintunya

"Jangan lupa ditutup pintunya yang benar, maa" tambahku karena takutnya pintunya tidak di tutup dengan benar oleh mama.