Bugh!
"Ah, maafkan aku, apa ada yang sakit?"
Nozomi menatap kedua mata biru laut itu, rona merah menyelimuti kedua pipinya saat itu juga. "Eh, tidak, a-aku baik-baik saja kok." Nozomi berusaha untuk bangkit, dia pun menerima uluran tangan dari pemuda yang membuatnya jatuh itu. "Terima kasih."
"Ya, sama-sama. Maafkan aku yang tak melihatmu saat berjalan." Pemuda itu membantu Nozomi untuk bangun. "Apa tak ada yang sakit?" Nozomi menggeleng menjawab pertanyaan itu. Pemuda tersebut merasa tak enak setelah menabrak Nozomi.
"Sungguh, aku tidak apa-apa kok."
"Baiklah kalau begitu, aku akan melanjutkan perjalanan, sampai jumpa!" Pemuda itu melambaikan tangannya pada Nozomi, meninggalkan gadis berusia dua puluh tiga tahun itu.
Nozomi membalasnya dengan lambaian tangan, dan menurunkan tangannya setelah pemuda itu menghilang. "Dia pemuda yang baik." Ia tertawa kecil mengingat saat dia dibantu oleh pemuda itu. Gadis itu pun melangkahkan kakinya kembali ke apartemennya.
..
.
..
Nozomi keluar dari apartemennya, dia berencana untuk membeli bahan makanan yang akan segera habis dari lemari pendinginnya. Tetapi setelah dia keluar dari tempat tinggalnya, dia melihat ke sebelah. Di sana ada sosok pemuda yang menabraknya tadi siang, pemuda itu membawa barang belanjaan yang sedikit berlebih.
"Oh, kau yang tadi kutabrak. Maaf, kita ternyata bertetangga."
Nozomi mengerjapkan matanya menatap pemuda yang saat ini tengah tersenyum kepada dirinya. "..."
"Aku belum memperkenalkan namaku ya? Baiklah, namaku Naruto Uzumaki. Salam kenal..." Kedua mata biru itu melirik ke sebuah papan nama yang ada disebelah pintu masuk apartemen Nozomi. "Toujo-san." Pemuda itu sedikit membungkukkan badannya.
Nozomi terlihat gelagapan, dia langsung membungkukkan badannya. "Na-namaku Nozomj Toujo, salam kenal Uzumaki-san!"
"Semoga kita bisa menjadi tetangga yang baik, Toujo-san," ujar Naruto. Dia pun teringat akan sesuatu. "Ngomong-ngomong, aku beli bahan masakan banyak, bagaimana jika kau ikut untuk makan malam disini? Sekedar makan malam biasa."
Nozomi terlihat diam sebentar, lalu dia memasang sebuah senyuman manisnya. "Jika tak keberatan, akan aku terima ajakan makan malammu, Uzumaki-san," balas gadis itu.
Naruto pun tersenyum mendengar jawaban dari Nozomi, dia pun mempersilahkan gadis itu masuk ke dalam, dan dirinya akan memasakkan sesuatu untuknya.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Kimino Sakurako
