Dari Kamu Baliknya Ke Kamu

Disclaimer: Ken Wakui.

Warning: OOC parah, typo, dll.

Author tidak mengambil keuntungan apa pun dari fanfic ini, dan semata-mata dibuat demi kesenangan pribadi.


Inspired by Montir Cantik Pencuri Hati, AU karya atha (aksamerta)


#Karma


Jika menurut Ryuguji Ken hidup hanyalah arena sirkus, dan semua berada di puncak komedi, bagi Mitsuya Takashi maka hidup merupakan panggung sandiwara (dengan dirinya tengah berdiri, pada roda paling atas dari komedi). Maksudnya dia ini tak melulu di puncak juga. Mitsuya baru ke situ, atau lebih tepatnya tiba-tiba di sana, gara-gara mengatai rekan kerja Ryuguji Ken alias Draken sedemikian totalitas menyerupai gembel.

Gembel dalam konteks lebih banyak serius, setengah bercanda. Lagi pula Mitsuya seharusnya tidaklah salah, karena montir yang sedang bekerja itu mukanya ada saja ketutupan oli, atau lusuh gara-gara masamnya keringat. Belum lagi rekan kerja si Draken ini, katakanlah memiliki tatapan yang judes. Dinginnya pun bukanlah dingin macam es krim atau mambo yang menyegarkan, tetapi lebih seperti kutub yang akan membunuh dengan membekukan.

Draken

Cakep kan? Naksir kan?

Gue tunggu video lo minum fanta pake idung.

Namun, pesan dari Draken yang benar-benar dipenuhi niat itu, telah membuktikan bahwa Mitsuya kali ini keliru. Sosok yang disangkanya kucel kayak pecel ternyata begitu elok. Rambutnya pirang. Netra biru dengan perilaku anggun. Masa iya Mitsuya belum jatuh cinta? Yang ada dia langsung dimasukkan ke RSJ kalau tidak kunjung naksir sama Seishu Inui.

"Jangan-jangan ini kali, ya, yang dinamakan karma? Kan sebelumnya gua ngatain kucel. Eh, malah berakhir naksir, dong."

Tetapi benarkah ini karma?

Yakin ini karma dan bukannya kurma? Karena, kok, bisa sangat manis? Namun, apabila memang begitulah kenyataannya, Mitsuya tidak keberatan untuk mengemban karma yang satu ini. Malah ia akan bersumpah untuk terus membawanya. Menggendong karma bernama Seishu Inui hingga ke puncak, dan akhirnya puncak komedi menjadi puncak cinta merekah dari mawar-mawar merah di atas tilam.

"Tapi gimana cara PDKT-nya, deh? Si Draken malah blokir gua."

Draken memang kampret. Harusnya uke-nya yang bernama Sano Manjiro, alias Mikey, dipanggil kimpret. Biar jadi pasangan kampret-kimpret sekalian!


#Tatapan


Seishu Inui diam-diam menyukai Takashi Mitsuya. Makanya setiap kali si abang ganteng datang ke bengkel agar motornya diperhatikan Inui, dia turut menontoni Mitsuya ketika paras tampan itu tidak sesamar afeksi Inui untuk Mitsuya.

Masalahnya adalah Inui masih memiliki bingung. Seperti, ya ... agaknya Mitsuya ini membenci dia, mungkin. Ataukah istilah benci pada pandangan pertama memang sudah keluar, guna menyaingi cinta pada pandangan pertama?

Terus, dua jam berdiam pun malah seperti baru saja terjadi. Belum lagi Mitsuya tampak risi, setiap kali yang memperbaiki motornya bukanlah Draken melainkan Inui. Kendatipun teman-temannya pernah dengan gamblangnya mengakui kecantikan Inui, siapa yang tahu pemikiran Mitsuya memang lain. Jadilah pada hari ini pun, tentu saja Inui kembali pada memperhatikan Mitsuya lagi. Rumah barunya yang begitu kikuk pun, Inui yakin dia langsung sayang.

"Setidaknya bolehkah hanya kau yang akhirnya menyadari tatapanku ini?"

Tanpa perlu Inui menjelaskan seperti yang dilakukannya kepada grup kerja kerja tipes, bahwa Inui takut Mitsuya hilang, makanya tatapannya terkesan silet untuk Mitsuya yang kertas origami–dibayangkannya Mitsuya menjadi hati, atau barangkali bird love. Jatuh cinta tampaknya selalu imajinasi yang begitu magis, juga musokal. Selain angan-angan ala sastra, bahkan Inui pun punya yang seperti:

"Kalau masih terlalu muluk, seenggaknya biarkan aku bilang, 'motornya bagus, apalagi pemiliknya, makanya aku perhatikan terus."

Yang entahlah ala-ala apa, atau mungkin itulah milik Inui seorang.


#Fanta


Karena suatu hari nanti Mitsuya ingin menjadi pria sejatinya Inui, makanya ia sampai mempersiapkan diri untuk meminum fanta lewat hidung. Tentunya penantian Draken sudah sangat tidak sabar, sampai-sampai Mitsuya bisa mendengarnya tertawa-tawa. Namun, pada akhirnya Mitsuya batal melakukannya, dan bukan karena Mitsuya mendadak pengecut. Lagi pula cara kerja fanta tidaklah sama dengan ingus–mustahil buat dieksekusi.

Akan tetapi gagal meladeni tantangan Draken pun, entah bagaimana Draken tetap bisa terbit sebagai malaikat baik hati. Bahwa tiada angin tiada hujan, Draken mau membantu Mitsuya mendekati Inui. Persahabatan bagai kepompong lantas diputar tiga hari dua malam guna merayakan Draken yang palingan, hanya se-pengertian ini satu kali dalam sepuluh tahun.

"Tapi sayang banget enggak bisa. Padahal udah kebayang kalo gue gagal, seenggaknya Inui menghampiri gue sambil panik."

Kepala Mitsuya tinggal pada lengan Inui. Bahkan mungkin bisa dibilang, hal tersebut akan menjadi mereka yang paling dekat sekaligus hangat–ada Inui, napas Inui, sentuhannya, pandangan mata, ekspresi, perasaan, hati ... di mana sepertinya tak hiperbolis apabila Mitsuya katakan, yang dapar Mitsuya miliki adalah segala tentang Inui. Namun, angan tinggallah angan. Lagi pula setelah Mitsuya memikirkan Inui berulang-ulang, dia mau yang lain.

"Bakal lebih bagus kalo Inui khawatir karena gue kecapekan, atau telat makan, 'kan?"

Soal fanta pun tetap dapat dikatakan banyak menolong Mitsuya, karena dari situlah ia memperoleh bantuan Draken. Juga khayalan mengenai Inui yang semakin menyemangati Mitsuya.


#Perfect


Dalam rangka memperkuat solidaritas agar selalu ingat, ia ini di atas segalanya, Draken mengajak banyak teman untuk bersama-sama menikmati neraka bertajuk masakan Mikey. Tentunya Draken turut mengundang Inui, meskipun ia lebih banyak diam. Sudah sangat puas sekadar mendapati mereka bersenang-senang yang ibaratnya, masa muda memang selalu bertahan di mana pun dan kapan pun.

Selain seramaknya pesta juga, sejujurnya Inui turut terpesona oleh pemandangan di mana, Mitsuya memetik gitarnya ditemani lagu Januari, karya Glenn Fredly. Sayang sekali Mitsuya bukan menyenandungkan Perfect, gubahan Ed Sheeran. Sebenarnya kalau boleh request, Inui malahan tak menginginkan aksen barat seperti itu. Lagu-lagu indie semacam Payung Teduh yang judulnya Kucari Kamu, menurut Inui juga cocok dengan warna suara Mitsuya.

"Gimana, ya? Dia udah perfect, sih, walaupun lagu Perfect enggak pernah diciptakan buat menggambarkan kesempurnaan."

Setidaknya jika itu adalah Kucari Kamu, Inui dapat merasa Mitsuya mencari-carinya dalam setiap jejak. Ibarat menunggu kabar dari matahari, tetapi terasa agak congkak apabila mentarinya Seishu Inui.

"Dia sudah bersinar dengan caranya sendiri, sih, dan selalu seperti itu."

Kira-kira semisal mereka jadian, Inui adalah apa bagi Mitsuya, ya?


#Dimsum


Memberikan dimsum kepada Inui selaku pegawai, sebenarnya bukanlah perkara yang spesial ataupun perlu diperinci. Apalagi jam telah menunjukkan pukul dua belas yang artinya, merupakan jam makan siang. Inui memang seharusnya sudah menikmati pemberian Draken, mungkin ditambah segelas ocha dingin serta bento khas konbini. Tetapi nyatanya ia masih saja memegang kunci inggris. Memperbaiki motor Mitsuya yang katanya, mau segera dipakai.

"Emang, sih, gue bilang mau dipake sesegera mungkin, tapi enggak begini juga."

"Begini apanya?" tanya Inui polos. Masih asyik sendiri mengambil serta menggerakkan berbagai perkakas, bahkan katanya bakalan dia bersihkan hingga kinclong di akhir servis.

"Makan dulu. Motorku enggak akan ke mana-mana juga, kok."

"Oh. Makan. Hmmm, iya, oke."

Namun, Inui sekadar mengangguk-angguk tidak jelas. Apakah itu untuk mendinginkan atensi dari Mitsuya, ataukah Inui akan bergegas mengeksekusinya? Ternya Inui masih menyangkutkan rasa asiknya pada lika-liku motor Mitsuya. Harusnya Mitsuya anggap menyebalkan pun, ketika ia memanggil-manggil nama Inui tuturnya tetap lembut. Malahan Mitsuya bisa-bisanya kepikiran untuk menyentil belakang kepala Inui.

"Katamu 'oke', kan? Berarti harus segera dikerjakan, bukan?" Tanpa mengatakan apa-apa Inui beranjak berdiri. Hendak mencuci tangan yang anehnya justru Mitsuya hentikan–jatuhnya terlalu lama, dan nanti dimsumnya kehilangan uap hangat.

"Terus gimana?"

"Biar kusuapkan. Dengan begitu lebih cepat, bukan?"

Inui setuju akan saran Mitsuya. Mulutnya dibuka lebar-lebar yang tanpa keresahan ataupun keraguan, Mitsuya menyuapkan dimsumnya pada Inui. Bahkan Mitsuya menawarkan bento agar Inui lebih kenyang. Sempat ditolak hingga akhirnya Inui luluh. Disuapkan lagi. Sampai Inui pun menyadari apa yang terjadi dengan menunjukkan pipi memerah.

"Ma-maaf! Aku akan makan sendiri."

"Kok gugup gitu, sih? Kan cuma–"

Mitsuya hanya menyuapi Inui, walaupun Mitsuya bukanlah seorang kakak yang merawat adik yang masih terlalu lugu di hadapan sendoknya. Inui pun terlampau besar untuk seukuran anak, lebih-lebih dimanjakan seperti ini, sehingga satu-satunya yang dapat menjelaskan semua ini adalah ...

Mereka pacaran, begitu? Mitsuya adalah ... pasangan Inui, kah? Karena hanya yang berpacaran yang biasanya beradegan seperti ini, dan Mitsuya juga serius. Mana ada dia semata-mata iseng, selain terus berharap Inui kenyang–sampai didoakannya pula Inui dibahagiakan oleh niat baik Mitsuya hingga makanannya kandas.

"A-ah ... maaf udah sembarangan, dan sekarang ... a-aku ada urusan. Burungku melahirkan, hehehe ..."

"O-oh, gitu. Selamat, ya."

Kepergian Mitsuya yang tidak etis itu kurang ditanggapi oleh Inui. Habisnya dari samar-samar yang lama-kelamaan cukup jelas, Inui dapat merasakan setiap suapan Mitsuya untuknya sangatlah sepenuh hati. Seolah-olah Mitsuya juga ingin Inui kenyang akan cinta (dari Mitsuya) serta kegoblokan jua, sebab mana ada burung melahirkan.


Tamat.


A/N: Seperti yang udah dijelaskan ini terinspirasi dari AU kak atha. Bedanya di sini aku ambil timeline-nya sebelum mitsu inui jadian, sedangkan di AU kak atha udah sampe jadian. Terima kasih buat kak atha yang udah mengizinkanku bikin berdasar AU-nya kakak, juga kepada nana yang udah bantuin nanya kak atha lewat CC. Semoga ini berkenan. Apabila menurut kak atha tidak berkenan, nanti bakal ku-delete. Buat kak atha juga, semangat lanjutin bengkel!AU nya.

Thx buat yang udah baca, fav, follow, review, atau numpang lewat doang. Mari bertemu di fanfic lainnya~