Suara desahan lirih terdengar dari balik sofa tempat Baekhyun biasa duduk menikmati sebuah film panas sebelum tidur, tangannya tidak tinggal diam, dia menggerayangi dirinya sendiri membayangkan jika pria yang difilm itu menyetubuhinya. Baekhyun juga laki-laki, benar benar lelaki asli dengan penis menggantung diantara dua pahanya. Dia hanya lebih suka disetubuhi dari pada menyetubuhi, dia lebih suka dibawah dari pada diatas, dia lebih suka penis besar berotot dari pada payudara besar dan vagina basah.
"aaahh~.." erangan panjang lolos dari mulut Baekhyun seiring dengan pelepasannya atas kerjasama tangan dan jari lentiknya. Tisu basah Baekhyun gunakan unutuk menghapus bekas cairannya, dia juga mematikan tv tanpa perlu repot repot mengeluarkan keping cd yang berada pada dvd, toh dia tinggal sendiri.
Denting bel rumahnya berbunyi menandakan jika temannya sekarang sudah sampai, Baekhyun hampir lupa jika dia ada janji dengan teman berisiknya yang sayangnya tampan. Baekhyun merapihkan baju dan sedikit menyemprotkan pengharum ruangan guna menutupi bau sperma yang mungkin tertinggal diruangan itu.
"Kenapa lama?" Baekhyun mencebikan bibirnya ketika Chen temannya itu langsung masuk sebelum Baekhyun mempersilahkannya.
"ya tuhan Baekhyun apa yang terjadi dengan ruangan ini?" Chen protes karena ruangan itu tampak seperti kandang babi dengan bunbgkus makanan dimana-mana, buah dan pakaian bersatu seperti bawang pada nasi goreng, Chen bergidik jijik.
"Kerjakan dikamarku saja"
"Jika disana sama atau lebih parah aku lebih baik pergi" Baekhyun hanya mengangkat bahu acuh lalu berjalan menuju kamarnya. Tidak berantakan bahkan terkesan rapih adalah kesan yang ada pada kamar Baekhyun sangat berbedajauh dengan keadaan ruang tengahnya.
"Ini kerjakan milikmu" Chen menyerahkan buku tebal dengan tulisan Fisika pada sampul depannya, Baekhyun berdecih karena jijik dengan pelajaran ini. Bukan karena pelajarannya susah, Baekhyun adalah murid pintar tapi karena gurunya lebih tampak seperti pelacur dengan memakai baju belahan dada rendah serta rok kurang bahan. Aneh kenapa komisi kedisplinan tidak melarangnya.
"Akan aku kerjakan nanti" Baekhyun naik keatas kasur, membuka handphonenya untuk bermain games meningalkan Chen yang sedang fokus dengan deretan soalnya.
Lima belas menit berlalu dan Baekhyun mulai bosan dengan permainannya, dia melihat kearah Chen yang duduk menyamping. Bulu mata panjang dan lentik Chen berkedip sekali kali, hidung bangirnya tampak indah, rahangnya juga terbentuk dengan sempurna. Urat urat yang menonjol pada tangannya yang sedang menari diatas kertas itu menarik perhatian Baekhyun. Bagamana jika tangan itu membelainya, dari atas sampai bawah. Baekhyun juga memperhatikan gundukan ditengah celana Chen yang tampak menggembung padahal masih tertidur, oh membayangkannya saja membuat penis kecil dan Lubang Baekhyun berkedut minta diisi, padahal dia baru saja beronani.
"Chen, kau punya pacar?" pertanyaan itu meluncur begitu saja
"ada. Kenapa?"
"Apa yang biasa kalian lakukan?"
"pacaran pada umumnya"
"Seks?"
Chen menatap heran pada Baekhyun, mereka memang laki-laki tapi membicarakan seks dengan bebas bukan tipe Chen.
"belum pernah"
"mau merasakannya"
"dia tidak mau melakukannya"
Baekhyun tersenyum setengah lalu turun dari ranjang, menyingkirkan buku yang menjadi fokus Chen.
"Hey byun Baekhyun, aku sedang menulis"
"Wanna sex with me?" Baekhyun duduk dipaha Chen dan membelai rahang lelaki itu.
"Kau gi—"
Baekhyun meraup bibir Chen menghentikan lelaki itu untuk melanjutkan perkataannya. Bibir Baekhyun melumat bibir tipis Chen, menyesap bibir bawah dan atas secara bergantian. Lambat laun ciuman itu Chen balas tak lagi menjadi ciuman sepihak Baekhyun, desahan bahkan lolos dari bibir Baekhyun.
Ciuman mereka terlepas dan Baekhyun memandang Chen dengan serius
"ini salah, Baek" ucap Chen
"karena kau memiliki kekasih?"
"karena kita laki-laki"
Baekhyun mengalungkan tangannya pada leher Chen, bokongnya juga ia gesekan pada gundukan celana Chen
"memangnya kenapa jika kita lelaki?"
Banyak yang terjadi selama beberapa menit berlalu, Chen menolak tapi pada akhirnya dia telentang dengan kedua tangan Baekhyun borgol di kepala ranjang, sex toy itu akhirnya berguna juga.
"Sial Baek, lepaskan aku!"
"tentu saja aku akan melepaskanmu" tapi bukan Chen yang Baekhyun lepaskan tapi celana lelaki itu agar sesuatu yang membuat Baekhyun penasaran terlihat
Baekhyun terkekeh kecil ketika melihat Chen sudah siap padahal laki laki itu jelas tadi menolak, ukurannya membuat Baekhyun tersenyum puas.
"kau berbohong sayang, kau bilang tidak mau"
Baekhyun memanjakan Chen dengan sempurna sampai laki-laki itu mengerang mendapat sensasi luar biasa atas pelepasannya dari Baekhyun. Baekhyun merasa bangga karena Chen terlihat puas, dia sudah menang karena bisa menyentuh Chen maka Baekhyun melepaskan ikatan Chen. Inginnya Baekhyun disodok oleh benda itu, tapi dia yakin Chen tidak akan suka.
"Kau gila baek" Chen mengelus tangannya yang lecet dia juga memandang Baekhyun dengan pandangan keras.
"maaf, aku sulit mengontrol diriku" Baekhyun menunduk.
"sialan!" Chen maju dan mendorong Baekhyun agar telentang lalu meraup bibir Baekhyun yang manis dan menyenangkan, bahkan ciuman dengan kekasihnya yang seorang perempuan Chen tidak pernah merasa semenyenangkan ini.
"Chenhh~.. ahhh" Chen mempermainkan Baekhyun dengan terampil bahkan Baekhyun terasa dia sedang terbang. Baekhyun mendorong Chen hingga Chen bangkit dari tubuhnya, segera melepas celana dan bajunya.
"kau harus menuntaskannya" Baekhyun menyodorkan bagian bawahnya.
"touch me please"
Semua berlalu dengan cepat, barang barang dikamar Baekhyun sekarang sudah tidak pada tempatnya, suara erangan dan gesekan kulit bergema diruangan itu. Karena rasanya sangat menyenangkan, mereka berdua terus melakukannya. Baekhyun tahu Chen sangat bersemangat untuk memenuhi tubuh Baekhyun
"Chenhh.. ohh. Aa shit! I wanna"
"not now honey!"
Chen terus mendorong pinggunya semakin dalam menusuk Baekhyun sampai mereka berada dipuncaknya.
"ah sial ini melelahkan" umpat Baekhyun
"kau yang memulai"
"aku pikir satu ronde cukup, lihat sekarang sudah malam dan kau sudah menghabiskan 4 ronde tambahan, sial kau seperti anjing dimusim kawin"
Chen mencium Baekhyun, ini semua menjadi candu baginya.
"aku harus pulang"
"janji dengan kekasihmu dan melakukan sex lagi dengannya?"
"Hahaha.. tidak, dia masih polos. Aku harus mengerjakan tugas kita Byun Baekhyun, jika kau tidak menggodaku tugas itu pasti seudah selesai dari tadi"
"Kau juga menikmati"
Baekhyun menarik selimutnya sampai dagu, menatap Chen yang membereskan barang-barangnya kedalam tas. Chen mengecup kening Baekhyun dengan lembut, sial jika terus begini Chen bisa jatuh hati pada Baekhyun.
"goodbye my baby Chen, kerjakan tugasnya dengan benar, aku sudah membantumu menikmati surga dunia" Chen tertawa sebelum melangkah keluar rumah. Jika begini dia akan sering satu kelompok dengan Baekhyun, tidak apa-apa telat sedikit mengerjakan tugas yang penting dia bisa menikmati keintiman yang luar biasa.
