Semua bukan milik saya kecuali plot cerita ini.
EXO slight SuLay.
Yes, our leader and our unicorn. Karena lagi kangen banget sama mereka (dan EXO tentunya!).
Fanfik ini jauh dari kata sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan (dan cinta.. JIAKH).
Happy reading, warga 1001 yang haus akan konten!
"Untuk penerbangan ke Seoul, kau ingin penerbangan terakhir atau pertama?" Manager Xu—manager Yixing—bertanya kepada artisnya yang kini meluruskan kakinya di sofa, dengan pandangan yang juga menatap lurus benda portable berlogo buah.
"Penerbangan terakhir." Yixing menjawab singkat.
"Yakin? Kau tidak lelah?" Manager Xu memastikan, dijawab anggukan singkat oleh sang artis. Pasalnya, ia akan terbang ke Seoul di hari yang sama dengan diselenggarakannya Weibo Night, dan sebagai musisi yang berpengaruh, jelas ia akan hadir dan menampilkan performance kerennya di sana. "Baik, kupesan penerbangan terakhir. Kalau waktu tampilmu ngaret bagaimana?"
Masih dengan jari yang menari di atas layar, Yixing menjawab, "Reschedule."
Manager Xu menghembuskan napasnya, menahan gondok. "Baik."
Weibo Night 2020.
Acara bergengsi yang dihadiri oleh orang-orang berpengaruh di Tiongkok.
Maka Yixing pun hadir dengan persiapan matang.
"Lay Zhang, 5 menit lagi naik panggung!" Panitia bernametag berseru kepada manager yang ada di luar ruang tunggu.
Sebelum naik panggung, Yixing menyempatkan diri mengetikkan sebuah pesan singkat.
Yixing:
Aku mau tampil, doakan aku agar lancar!
Sent.
Setelah memastikan pesannya terkirim, Yixing mengubah mode ponselnya menjadi mode pesawat dan menyerahkan ponselnya kepada sang manager.
Sesuai dengan komentar para penggemar, slay can't spell without LAY.
Lay Zhang tampil sempurna dengan membawakan Joker. Oh, ia juga membawa pulang piala Producer of the Year.
Tanpa menunggu acara selesai hingga akhir, Yixing meninggalkan venue setelah MC mengucapkan terima kasih dan serentetan kalimat penutupan acara. Ia berpamitan dan bertukar senyum dengan beberapa tamu yang ada di sekitarnya sebelum mengangkatkan kaki dari venue.
Yixing menyenderkan tubuhnya ke jok mobil yang empuk. Senyum otomatis terlukis di bibirnya dan menciptakan lesung pipi yang timbul dengan manisnya, begitu ia membaca balasan dari pesan yang ia kirim sebelum naik ke panggung.
Jongin: Hyung, jiayou!
Minseok: Pasti lancarrr!
Junmyeon: Fighting, Xing-ah!
Baekhyun: Wuiwuiwuiwuiwuwiwuwi yeoksiiii uri Lay Zhang! Jokerr! Yuhu!
Jongdae: Our pray goes with you!
Chanyeol: Sok Inggris Jongdae. Tapi fighting hyung!
Sehun: Pasti LIT!
Baekhyun: Jangan nggak jelas Sehun
Sehun: Tolong ngaca Baekhyun
Kyungsoo: Semangat, Zhang Yixing!
Masih dengan senyum yang terlukis, ia mengetik balasannya dengan segera,
Yixing: Hehehe thank you, semua! Kalau bukan karena kalian pasti aku membuat kesalahan ^^
Baekhyun: Bisa-bisanya sok merendah
Jongin: Kau jadi terbang kesini, hyung?
Yixing: Iya, ini aku otw menuju bandara
Jongdae: Woah, kau tidak lelah?
Yixing: Kalau aku pergi dengan penerbangan pertama besok, pasti akan lebih lelah hehe. Jadi malam ini saja. Lagipula aku kangen kalian.
Sehun: Awwww :3
Junmyeon: Safe flight.
Yixing: Pasti, leadernim.
Aku sudah sampai di bandara dan akan menonaktifkan ponselku. Sampai ketemu nanti, semuanya!
Dan lagi-lagi, ia mengaktifkan mode pesawat.
Jongdae: Seseorang harus begadang untuk menunggu Lay hyung sampai
Chanyeol: Iya, aku khawatir dia lupa password dorm kita
Pada akhirnya, semua member terjaga malam itu menunggu kepulangannya.
Yixing sampai di dorm EXO pukul setengah satu dini hari. Dengan raut mengantuk, ia menekan empat digit angka dan segera melangkahkan kaki setelah mendengar bunyi tiiiit sebagai tanda pintu telah terbuka.
"Oh, kau sudah sampai,"
Meski mengantuk, otaknya masih bisa mengidentifikasi bahwa yang bersuara barusan adalah Junmyeon, leadernya.
Yang kemudian ditanggapi dengan anggukan lemah.
"Managermu?"
"Langsung ke hotel," ia menjawab singkat sambil melepas jaketnya.
"Hyung!"
Yixing menoleh dan mendapati si maknae yang sedang bersantai di sofa ruang tengah. "Hai, Sehun."
"Hyung! Mau cokelat panas?" Entah datang darimana, Chanyeol muncul di hadapan Yixing dengan secangkir cokelat panas.
Yixing yang mengantuk terdiam beberapa detik, mata sayunya menatap lurus mata bundar Chanyeol yang memancarkan binar antusias.
"Dia mengantuk." Suara Junmyeon menginterupsi.
"Hei, hyung, apa benar tadi kau bertemu dengan—ADUHHH!" Baekhyun si berisik tiba-tiba memekik ketika Kyungsoo memukul punggungnya dengan keras.
"Mau mandi dulu atau ganti baju saja, hyung?" Seolah tidak baru saja melakukan tindakan kekerasan (well.. bagi Baekhyun itu adalah tindakan kekerasan), Kyungsoo bertanya dengan nada kalem begitu matanya bertemu dengan Yixing.
"Hah? Oh, iya." Yixing menjawab linglung. Sepertinya rasa kantuk mengambil alih 70% kesadarannya.
"Kutunjukkan jalan ke kamar mandi kalau kau lupa," suara yang Yixing kenal sebagai suara Jongdae terdengar dan tanpa basa-basi mendorong punggung Yixing yang membuatnya bergerak ke arah kamar mandi mereka.
"Aku sangat mengantuk," Yixing mengeluh ketika ia sudah sampai di depan pintu kamar mandi.
"Hehe, aku tau, hyung. Tapi kau harus dalam keadaan bersih jika kau ingin tidur dengan nyaman. Masuklah, nanti aku beri handuknya."
Yixing menatap senyum kotak pemuda di hadapannya, kemudian mengangguk lemah sebelum memutar tubuhnya memasuki kamar mandi.
Yixing membanting tubuhnya ke ranjang. Terima kasih kepada Kim Jongdae, kini ia berbaring dengan lebih nyaman karena tubuhnya yang bersih.
Suara derit pintu terdengar.
"Yixing?"
Mendengar seseorang memanggil namanya, Yixing yang tidak punya tenaga untuk mengangkat kepalanya sekalipun hanya bisa menggumam, "Hmmm, Minseok hyung?"
Jangan meremehkan Zhang Yixing, karena meski mengantuk, Yixing tetap hafal suara membernya tahu!
"Ada yang ingin kau makan besok?" Minseok bertanya lembut.
"Hhhmm… ayam?" Yixing menjawab setengah sadar.
"Okay, call! Besok kita makan ayam, sepuasmu. Sleep well, Yixing!" Minseok menutup pintu dengan hati-hati setelah mendapat jawaban dari pemuda yang baru sampai.
Member yang masih terjaga—sebut saja Kyungsoo, Chanyeol, Sehun, Junmyeon, Baekhyun, Jongdae, dan Minseok—berkumpul di ruang tengah. Jongin sudah tidur karena besok ada syuting salah satu acara ragam terbaru.
"Dengar-dengar, ia menang Producer of the Year, ya?" Jongdae bersuara sambil mengunyah popcorn yang Baekhyun buat.
"Yeoksiiii, Lay kita memang keren," timpal Baekhyun dengan semangat.
Junmyeon menatap Baekhyun heran, "Ini hitungannya sudah masuk dini hari, kenapa bateraimu masih penuh sekali?"
"Aku senang kita kembali lengkap hihihihi," Baekhyun tertawa riang.
"Hyung, aku penasaran." Suara Jongin tiba-tiba terdengar, membuat semuanya menoleh ke arah sumber suara.
"Kau tidak tidur? Bukankah kau ada syuting pagi ini?" Kyungsoo bertanya.
"Terbangun." Jongin mengambil tempat di sofa, bersandar pada tubuh tinggi si maknae, "Hyung, apa betul Kris hyung, Luhan hyung, dan Tao juga hadir disana?"
"Kau repot-repot keluar dari kamar hanya untuk pertanyaan itu?" respon Jongdae dengan alis terangkat.
"Ini pertanyaan penting!" Jongin membela diri.
"Iya, mereka kan termasuk artis terkenal dan cukup berpengaruh di Tiongkok. Wajar mereka hadir," Junmyeon angkat bicara.
"Hei, apa menurut kalian mereka sempat berinteraksi dengan Lay hyung? Bercengkerama di backstage?" Chanyeol melanjutkan pembicaraan dengan raut wajah persis seperti ibu-ibu yang sedang bergosip dengan tetangga.
Sehun mengusap dagunya, berlagak layaknya detektif, "Hmm.. menurutku sih—"
GDEBUG
Bunyi seperti sesuatu yang besar terjatuh terdengar dari kamar yang tertutup rapat, membuat pembicaraan yang sedang berlangsung terhenti otomatis.
Chanyeol berdiri dengan sigap, "Aku saja!" Kemudian mengambil langkah seribu menuju kamar yang ditempati Yixing.
Ketujuh sisanya melanjutkan obrolan yang sempat terhenti.
"Hei Baekhyun, bukankah kau ada jadwal rekaman?" tanya Junmyeon pada sosok yang sedang asyik mengaduk gelasnya dengan sedotan.
"Hmm iya. Tapi siang, hyung. Aku masih punya sisa waktu untuk tidur," jawabnya santai.
"Kau juga bukannya ada pemotretan?" Jongin yang masih bersandar dengan nyamannya bertanya kepada Sehun.
"Jadwal pemotretanku itu kemarin, bukan hari ini," Sehun menjawab malas.
"Teman-teman, pagi ini kita makan ayam, ya. Untuk tambahan kalian bisa langsung katakan padaku. Aku yang traktir!" Minseok berseru semangat.
"Yes! Hyung, aku—"
"Hyung, hyung, hyung!" Chanyeol datang dari kamar dengan langkah yang tidak santai, membuat obrolan lagi-lagi terputus.
"Lay hyung demam! Dahinya panas sekali! Sepertinya tadi dia mengigau, dia jatuh dari kasur."
Keenam member lainnya berdiri dengan paniknya.
"Hei, haruskah kita bawa dia ke rumah sakit?"
"Atau kita panggil dokter kesini?"
"Hubungi manager hyung?"
"Ini pasti salahku yang menyuruhnya mandi.."
"Apa dia sakit setelah bertemu kita?"
"Kenapa dia tiba-tiba demam.."
"Hei, tenang." Junmyeon menengahi situasi ruang tengah yang lumayan kacau. "Ini hanya demam. Kyungsoo, siapkan air panas, lap kecil, dan termometer. Chanyeol, ambil air hangat untuk dia minum. Minseok hyung, tidurlah. Sehun, Jongdae, Jongin, dan Baekhyun, cepat pergi ke kamar dan istirahat. Aku yang mengurusnya."
Tidak seperti waktu-waktu sebelumnya, mereka patuh setelah mendengar instruksi dari Junmyeon.
Setelah ketujuh membernya bergerak sesuai yang diperintahkan, Junmyeon sendiri bergegas menuju kamar dimana Yixing berada.
Dilihatnya sosok pemuda yang tertidur, namun kentara sekali bahwa ia gelisah.
Junmyeon menyentuh permukaan dahi Yixing dengan telapak tangannya.
Panas, batinnya.
"Hyung," cicit Chanyeol dari pintu. Junmyeon menoleh, kemudian mengambil gelas yang Chanyeol bawakan. "Terima kasih, Chanyeol. Sekarang lekaslah tidur."
Chanyeol meninggalkan ruangan, digantikan dengan kehadiran Kyungsoo yang membawa baskom kecil, lap kecil untuk mengompres, dan termometer.
"Terima kasih, Kyungsoo. Boleh tolong kau cek temperaturnya?"
Tanpa menjawab, Kyungsoo meletakkan baskomnya di meja, kemudian mengarahkan thermogun untuk mengetahui suhu tubuh Yixing.
Kyungsoo menatap angka yang tertera, "38,5 derajat celcius, hyung."
"Cukup tinggi," Junmyeon menjawab singkat sambil memeras handuk kecil, kemudian meletakkannya di dahi Yixing dengan hati-hati.
Yixing masih terlihat gelisah dalam tidurnya, sesekali ia mengigau kecil dan terlihat sekali bahwa ia tidak nyaman.
"Tidurlah, Kyungsoo."
"Iya, hyung." Dan Kyungsoo melangkahkan kaki keluar kamar, menutup pintu dengan rapat dan meninggalkan dua pemuda tampan berdua.
"Kenapa kau bisa langsung sakit setelah datang kemari, hmm?" Junmyeon bertanya pelan, tangannya bergerak perlahan menuju telinga pemuda itu.
Yang dilakukan berikutnya adalah mengelus telinganya dengan lembut dan hati-hati.
"Capek, ya? Tidak apa-apa, capek itu wajar," Junmyeon masih bermonolog dengan volume suara yang sangat kecil, seolah suara itu akan menyapa Yixing dalam mimpinya.
"Sukses memang keren dan menyenangkan, tetapi akan jauh lebih menyenangkan jika kita sukses dengan keadaan sehat. Jangan sakit lama-lama ya, sayang? Aku dan yang lain akan sedih jika kau sakit begini," bisiknya lembut, masih dengan tangannya yang mengelus daun telinga pemuda itu.
Ini adalah salah satu kebiasaan Mama Zhang ketika anak semata wayangnya sakit dan tidur dalam keadaan gelisah. Junmyeon mengetahuinya, hanya Junmyeon lebih tepatnya.
Igauan Yixing perlahan berkurang, lama-kelamaan berganti dengan dengkuran halus dan napas yang teratur.
Menyadari Yixing telah larut dalam tidurnya yang nyaman, Junmyeon berdiri dengan pandangan yang tak lepas dari wajah pemuda itu,"Tadinya aku ingin kembali ke kamar, tapi dipikir-pikir, aku kangen juga denganmu."
Hal yang dilakukan berikutnya adalah bergerak menaiki ranjang dengan perlahan dan hati-hati, kemudian menempatkan diri di samping pemuda dengan kompres di dahinya.
Keduanya ditemukan tidur berpelukan pada pagi harinya.
HEHEHEH gimanaaa? Jujur insipirasi ini dateng ketika aku nonton Star Show 360 dan Junmyeon beberapa kali ngelus telinganya Yixing gitu terus aku yang kayak sjkhsdcnshuwhodh MAMAAAA GEMES BANGET?
