Tokyo Revengers

Ken Wakui

.

.

Met Ultah, Babu (Sayangku)

Aoicchane

.

.

HanKisaHan — Spesyel Ultahnya Kang Shuuji

.

.

"Pibesde ga tuh?" —Othor

"Yaiyalhaa. Mana kado gue?" —Hanma

"Kok minta Othor?" —Othor

"Terus minta saha?!" —Hanma

"Ke Mas pacar noh!" —Othor

.

.

"Hah... Ini menyedihkan"

Untuk kesekian kalinya, keluhan masam terdengar kala belah bibirnya membuka, pun tak lupa tangan menyangga jidat sembari jari mengurut pelipis. Dinginnya malam benar-benar tidak mengganggunya dari aktivitas meratap nasibnya. Lekang nian geraman rusuh di depannya yang tadi mengajaknya Nongki di cafe. Ini pertama kalinya nongki santuy di cafe, dia anak Warkop btw.

"Lo ngapain sih?" Puas sedari tadi tidak kunjung dihiraukan, tangan kecoklatannya mencubit pinggang pemilik jambul seiras Monas Jakarta tersebut.

Si Monas—Hanma—merengut, masih segan menyahuti tindakan anarkis lelaki di sampingnya—Kisaki. Bukan maksud tidak suka atau benci, apalagi muak. Mana bisa si pemilik nama tengah Bulol itu repot-repot merasakan 3 hal yang sempat terbaca tadi. Kalau sampai terjadi, Bisa saja Author yang jadi korban keganasan Hanma karena menulis hal sekejam itu pada hubungannya dan yayang-nya, maaf! Author masih sayang nyawa.

Alasan Hanma cuek bebek, gamau peduli seperti tadi hanya karena...

KISAKI GAINGET ULTAH GUE, J* * * *K!!!

Oke, memang kasar isi pikiran preman berjuluk raja kematian ini. Bahkan kata umpatan berawal huruf J dan berakhiran huruf K ini sudah menjadi kali ke-120 ia gaungkan di pikiran semenjak 1 menit yang lalu dia meratap masam. Mungkin sekitar 2 kali tiap menitnya.

Sedikit melirik ke tempat Kisaki duduk minum santai Jus Jeruk, untuk kesekian kalinya kata J* * * *K kembali berkumandang di pikiran. GAPEDULI BANGET NIH PACAR!!!

Hanma cemberut, menjijikkan sekali bagi Kisaki yang memandang. Tidak mau berpandangan juga tidak mungkin, Hanma duduk di hadapannya. Waktu noleh ke arah lain juga si Hanma malah makin ngelunjak hantam-hantamin kaki ke tanah. Kisaki khawatir jika lantai tempat nongkinya ini bakalan rusak.

"Kita bakal ngapain sih? Bosen tau gak nunggu diem dari tadi!" Hanma menyalak galak, wajahnya makin tertekuk, bahkan secercah senyum sinting tidak juga eksis di wajahnya.

Baru kali ini Kisaki melihat Hanma sejutek ini. Tidak pernah sekalipun terlintas di benak jeniusnya jika Hanma benar-benar tidak menghadapnya dengan senyum sintingnya. Terasa ada yang kurang dan... Tidak nyaman.

BUSETT!!! GUE UDAH NYALAK KAYAK TADI AJA YAYANG MASIH TETEP GAMAU PEDULI!!!

Sekali lagi isi hati Hanma berteriak, menjerit kecewa betapa minim responnya Kisaki. Tidakkah terlalu kejam melupakan hari lahir kepala Monas satu ini? Plus duduk diam tanpa cakap selama ini, Hanma bisa makin panas karena emosi nanti.

"Tunggu sebentar lagi!" Sedikit usaha untuk menjaga kekaleman suara, Kisaki turut memandang Hanma yang makin gusar di samping cemberut di wajahnya.

"Ini sudah lama!!"

"Baru 5 menit"

Muka Hanma makin kusut, dia menenggelamkan kepalanya di lipatan lengannya, berujar galak, "Kisaki jahat!!"

"Gue antagonis kalau misal Lo lupa" sahut Kisaki singkat.

Hanma makin mengkerut duduknya, susah-susah menjaga nafas kala asap sudah mengepul di kepala. INI GUE MARAH BANGET!!! UDAH ULTAH GUE AJA LUPA!!! SEKARANG NYURUH GUE NUNGGU KEK ORANG TOLOL PADAHAL DIA TAHU KALO GUE GASUKA NUNGGU!!!

Ah, Hanma... Dirasa-rasa kamu gemas juga.

Puk.puk.puk

Kepala bersurai layaknya Monas itu ditepuk-tepuk lembut, di lanjut elus-elus manja. Nyaris saja Hanma mendengkur layaknya Kucing Persia.

"Lo tidur aja dulu, nanti gue bangunin"

Bukannya menuruti, Hanma yang entah kenapa sifatnya berubah 270 ini malah menegakkan punggungnya, memangku dagu di kedua punggung tangannya. Jangan lupa dengan tatapan super sebalnya untuk Kisaki di depannya, "Gamau! Gue lagi fase galak-galaknya ini!"

Kisaki merengut, lalu membuang nafas berat, "Iya deh..., Terserah"

"LO...!" Hanma sudah menarik kerah baju Kisaki, menuai tatapan kaget dari empunya baju. Dengan tambahan bisikan beberapa pengunjung lain.

"Ma-maaf..., Ini pesanan anda" bahkan pelayan yang melayani agak tergagap takut di bawah tatapan sadis remaja tanggung tersebut, meletakkan cepat-cepat pesanan dan ngacir gitu aja.

Hanma yang niatnya mau ngamuk kayak kucing liar ketemu mantan, mendadak belok haluan menjadi anjing rumahan sayang tuan. Binar mata penuh sebalnya tergantikan binar bahagia.

"Hmm..., Selamat Bertambah Umur, Babu (Sayangku)"

Tau apa yang dilihat Hanma sampai-sampai ilang sebalnya?

Iya, Kue Tart. Pesanan spesial dari Kisaki untuk Hanma.

"Beneran buat Gue kuenya?"

"Lo bisa baca! Jelas jelas ada nama Lo"

Penuh dramatis selagi instrumen haru berputar di latar belakang, Hanma udah nangis bombai menyendok si Kue ke mulutnya. Ternyata pacar Gue inget. Jadi ngerasa bersalah udah kasar.

Tidak selesai-selesai dengan suasana penuh drama, Hanma malah makin santai senyum (sok) manis untuk Kisaki yang mendadak punya semacam ekspresi sewot. Pengen nanya, tapi keburu kebawa arus suasana drama. Jadi, ya gitu... Si Hanma masih siap sedia makan kue tart diiringi senyum haru dan air mata buaya.

Berganti sudah pemilik unjuk image Kucing liar ketemu mantan. Karena, kini Kisaki yang menjadi pemiliknya.

B* * * * *T YAA? GUE KIRA BAKAL DISUAPIN!! EH MALAH DICAPLOK SENDIRIAN!!! GAMAU LAGI NGUCAPIN MET ULTAH KE BABUNYA INI. KAPOK.

"Han, dirasa-rasa... Lo yang jahat"

"Ha?"

--

Huhuhu... Met Ultah Kabukicho's Infamous Reaper, Akang Hanma Shuuji. Muachh...( ꈍᴗꈍ)