"Ayah, mengapa kau menghitamkan sayapku seperti malaikat jatuh? Apa salahku hingga kau melakukan ini padaku!" seorang pria berambut pirang keemasan dengan iris biru safirnya menatap sosok cahaya terang.

"Salahmu adalah kau sudah kotor wahai malaikat perang Naruel, hatimu sudah terpenuhi nafsu dan kemalasan. Sebab itu aku menjadikan sayapmu menjadi hitam kemerahan... Aku tidak menjadikanmu sebagai malaikat jatuh, melainkan malaikat terkutuk!" sosok cahaya itu bersuara.

'Malaikat terkutuk?!' batin pria bernama Naruel itu dengan mata melebar.

"A-ayah kumohon ampuni Naruel-kun, aku yakin dia tidak sengaja berbuat hal seperti itu. Ayah" seorang wanita berambut pirang berlutut memohon kepada sosok yang di panggil ayah itu.

"Keputusan ku adalah hal mutlak, jadi. Tidak yang bisa di tawarkan lagi, wahai ciptaanku Gabriel" sosok itu bersuara lagi dengan nada tegas.

"Baiklah ayah, aku terima keputusanmu itu. Aku terima jika aku adalah malaikat perang yang terkutuk olehmu" sosok pria bernama Naruel menatap serius kepada sosok cahaya terang itu.

"T-tapi Na-"

"Sssttt, tidak apa-apa Gabriel. Aku sudah menerima ini semua, jadi. Kau tak perlu membela malaikat terkutuk sepertiku" Naruel memotong perkataan Gabriel.

Grep

Gabriel memeluk Naruel dengan erat, terlihat bening air mata dari iris biru indahnya. Naruel hanya terdiam saat Gabriel memeluknya.

"Tidak Naruel-kun, kau tidak seperti itu... Dan j-jika kau pergi siapa yang akan menemaniku nanti" Gabriel terisak pelan di dada bidang Naruel.

Naruel melepaskan pelukan Gabriel lalu memegang kedua pundaknya dan menghapus air mata di pipi lembutnya.

"Jika aku tak menemanimu kakakmu, Michael. Pasti menemanimu Gabriel aku sudah tak pantas di tempat suci ini lagi, sudah saatnya aku pergi, selamat tinggal Gabriel!" setelah mengatakan itu Naruel mengeluarkan sayapnya bewarna hitam kemerahan, seperti warna merah darah yang berjumlah 6 pasang sayap.

Naruel mengambil pedang cahaya yang agak panjang, saat Naruel sudah memegang pedang cahaya itu, pedang itu berubah menjadi hitam dengan bilah hijau terang dengan aura mengerikan di dalamnya, Naruel melihat itu sedikit terkejut tapi itu hanya sebentar, dia pun mengepakkan sayapnya lalu pergi dari sana.

"NARUEL-KUN!"

Gabriel berteriak kencang saat Naruel pergi dari surga, saat Gabriel mau mengejar Naruel tapi dia di tahan oleh Michael sambil menggeleng pelan kepada Gabriel, Michael tahu bahwa adiknya sangat sedih setelah kehilangan Naruel, sebenarnya dirinya juga sedih setelah jatuhnya Naruel.

Selama perjalanan Naruel, banyak sekali para malaikat yang menangis karena kehilangan sosok Naruel yang dikutuk oleh Tuhan sama seperti Lucifer, pada masa inilah malaikat perang yang agung di kutuk oleh Tuhan setelah dirinya kotor karena terbawa nafsu akan peperangan dan haus akan darah.

.

.

.

Title : Cursed Angels Boy

Disclaimer : Masashi Kishimoto And Ichie Ishibumi.

Rate : M

Warning : bahasa gak baku, typo, acak-acakan, Over Power, and God-Like, Remake

Genre : Adventure, supernatural and fantasy.

.

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Chapter 1 : The Cursed Angel's Son

.

.

.

Di sebuah tempat gereja, terlihat disana ada seorang pemuda berambut pirang keemasan, iris biru safir cerah dengan kulit putih, memakai jas merah dengan dalaman kaos putih, celana hitam panjang, memakai kalung berlian bewarna hitam dan memakai gelang hitam di lengan kirinya.

Pemuda itu memandang kaca-kaca bergambar salib dengan gambar-gambar para paus terdahulu dan para malaikat yang turun ke dunia manusia.

"Aku ingin tahu bahwa Tuhan itu masih hidup atau tidak" gumam pemuda itu dengan pelan.

"Hm, dari yang kulihat dia itu sudah mati Naruto, bahkan aku melihatnya sendiri bahwa Tuhan bible mati melebur menjadi percahan cahaya" suara mengiang di kepala pemuda itu.

"Jika Tuhan mati alam semesta seharusnya sudah hancur? Bukankah alam semesta bergerak layaknya mesin, jika mesin utamanya mati maka itu berdampak pada yang lainnya juga" pemuda bernama Naruto membalas suara itu.

"Kau benar, alam semesta bergerak layaknya mesin tapi misteri dunia masih belum terpecahkan, maka dari itulah dunia dan alam semesta masih ada berdiri kokoh tanpa adanya Tuhan" suara misterius itu bersuara kembali.

"Misteri yah, kurasa kau benar dunia itu banyak sekali misteri yang belum terpecahkan. Mungkin kau benar bahwa dunia masih berdiri tanpa adanya Tuhan"

"Hehehehe, yah kau adalah putra dari Naruel. Malaikat perang yang di kutuk oleh Tuhan karena dia begitu haus akan darah dan perang"

"Bisakah kau tak menyebut nama ayahku,"

"Kenapa? Kau membencinya? Apakah kau tak suka memiliki darah yang sama seperti dirinya. Jika orang lain pasti mereka akan senang jika karena memiliki darah Naruel"

"Tidak, aku tidak pernah membencinya. Aku hanya tak suka melibatkan urusannya kepadaku" Naruto berkata dengan datar.

"Begitukah?"

"Yah, sekali lagi jangan samakan aku dengan ayah, aku ini berbeda dengannya.Draco"

"Hehehehe, meski sikapmu beda dengannya tapi fisikmu sama dengannya"

"Mungkin karena gen, seperti pepatah orang dulu 'Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya', Draco"

"Yah, baiklah aku mengerti Naruto!"

Draco, sosok yang sedang berbicara dengan Naruto. Dia adalah sosok naga hitam keputihan yang mendiami tubuh Naruto dalam bentuk Sacred Gear, sebuah senjata yang di anugrahi oleh Tuhan kepada para manusia yang spesial.

Lalu seorang wanita cantik berpakain gereja berniat menghampiri Naruto, sementara pemuda itu hanya terdiam walaupun dirinya tahu bahwa ada yang sedang mendekat pada dirinya.

Pluk

Wanita itu memegang pundak Naruto. Naruto ada yang menyentuh pundaknya melirik wanita itu dari ekor matanya.

"Apakah tuan sedang berdoa?" wanita itu berkata dengan lembut dan halus.

"Tidak, aku sedang tidak berdoa. Aku hanya mengujungi Negara Vatikan karena salah satu gereja ini yang sangat terkenal di berbagai Negara" Naruto berkata dengan pelan, tapi suara Naruto masih terdengar oleh wanita gereja itu.

"Ahh, begitu yah. Aku memakluminya karena orang-orang luar berkunjung ke gereja ini berdoa kepada Tuhan atau hanya sekedar berkunjung saja karena gereja ini cukup terkenal selain museum di Vatikan" wanita itu tersenyum lembut.

"Oh, kalau nama tuan siapa jika boleh tahu?" wanita melanjutkan perkataannya dan bertanya pada Naruto.

"Naruto, Archie Lucian Naruto Van Valace"

Wanita itu mengerjapkan matanya beberapa kali setelah mendengar nama pemuda itu, namanya terlalu panjang dan rumit untuk dimengerti.

"Huh?"

"Haah. Archie Lucian Naruto Van Valace!"

Naruto menyebutkan namanya lagi dengan menghela nafas, dia tahu bahwa namanya ini sungguh rumit dan terlalu panjang.

"Nama yang rumit diberikan oleh ayahmu" Draco kembali bersuara melalui telapati.

"Diamlah! Aku tak butuh pendapatmu"

Setelah mengatakan itu, Naruto bisa mendengar bahwa Draco sedang tertawa kencang dalam pikirannya.

"Mmm, namamu terlalu panjang dan begitu rumit, apakah aku boleh memanggilmu Lucian atau Naruto? Dan oh yah namaku adalah Griselda Quarta... Salam kenal tuan Naruto" wanita bernama Griselda itu tampak tersenyum ramah.

"Salam kenal juga, panggil aku Naruto saja... Dan jangan panggil aku tuan, karena aku masih muda" Naruto menatap datar Griselda.

"Ah, pantas saja aku merasakan bahwa auranya itu adalah seorang malaikat, ternyata dia malaikat reingkarnasi dan ratu dari Seraph Gabriel" Draco mengutamakan pendapatnya.

Naruto hanya terdiam setelah mendegar Draco, dia tahu bahwa wanita di samping kirinya ini mempunyai aura malaikat, meskipun kecil tapi dia masih merasakannya.

"Baiklah N-naruto" entah kenapa Griselda gugup setelah menyebut nama pemuda itu, lidahnya terasa tergilincir dan kaku.

"Baiklah aku pergi dulu, senang berkenalan denganmu nona Griselda" Naruto berjalan keluar menuju pintu.

Sementara Griselda hanya terdiam setelah kepergian pemuda itu, entah kenapa wajah pemuda itu terasa familiar. Apalagi rambut pirang keemasan dan iris biru safirnya, dia seperti familiar dengan wajahnya itu.

"Entah kenapa aku pernah melihat wajahnya. Tapi dimana yah?" gumamnya dengan lirih.

.

.

.

Sementara di suatu tempat, disana ada seorang pemuda berambut perak yang sedang melihat langit-langit malam yang di penuhi bintang.

"Akhir-akhir ini kau selalu bengong, Vali. Ada apa yang ada di pikiranmu itu sehingga kau akhir-akhir bengong dan tidak mencari lawan yang kuat,"

Suara berat mengiang di pikiran pemuda bernama Vali atau Vali Livan Lucifer karena dia adalah keturunan putra pertama Lucifer, Rizevim Livan Lucifer.

"Kau tahu bahwa aku menemukan Al-kitab minggu kemarin, Albion" pemuda bernama Vali membalas suara itu.

"Al-kitab? Apakah Al-kitab itu berisi tentang Great Red, Vali?" Albion bertanya pada Vali.

"Bukan. Al-kitab itu berisi tentang malaikat perang yang di kutuk oleh Tuhan, aku baru tahu bahwa ada malaikat lain yang di kutuk oleh Tuhan selain Satan Lucifer"

"Malaikat perang yang terkutuk? Ah, mungkin itu adalah Naruel. Satu-satunya malaikat perang yang membasmi para pengacau di bumi, tapi dia di kutuk oleh Tuhan karena terbawa oleh nafsu, haus akan darah dan peperangan abadi"

"Kau mengenal malaikat terkutuk itu, Albion?"

"Tentu, karena aku sudah lama hidup. Dialah yang membunuhku dan Ddraig saat Great War, dia juga hampir menghabiskan pasukan 3 Fraksi, banyak yang memanggilnya The Angel Of Destruction dan Angel Of Darkness, dan masih banyak lagi panggilannya"

"Lalu dimana keberadaan malaikat terkutuk perang terkutuk itu. Albion?" Vali bertanya.

"Entahlah, dia menghilang bagaikan di telan oleh bumi" Albion menjawab

"Hahhh," Vali yang mendengar itu hanya menghela nafas dan mulai menatap langit-langit malam.

.

.

.

Sementara di tempat Naruto, dia sekarang berada di hutan Amazon, setelah berkunjung di Vatikan sekarang berada di hutan Amazon yang letaknya di Amerika selatan, dan berbatasan di Negara Brazil, Kolombia, Peru, dan Venezuela.

Terlihat pemuda pirang itu sedang terbang dengan sayap bewarna hitam kemerahan dengan 6 pasang sayap, sayap itu terlihat lebar dan kokoh daripada sayap-sayap seperti malaikat atau malaikat jatuh.

"Jadi, kenapa kita disini Naruto?" Draco bersuara di pikiran Naruto.

"Hmm... Mencari benda pusaka" jawab Naruto pelan.

"Benda pusaka? Memangnya benda pusaka apa yang ada di hutan kosong ini, Naruto?"

"Kau tahu, setelah kematian ayah dia berpesan padaku untuk menemukan percahan-percahan kekuatannya dalam bentuk benda pusaka, dia bilang aku harus menemukan kedua anugerah kekuatannya yang di berikan oleh Tuhan, ayah bilang bahwa kekuatannya itu terkubur di berbagai belahan dunia" jawab Naruto.

"Ah, begitukah. Pantas saja kau berpetualang dan melawan orang-orang yang di berbagai Mitologi"

"Heh, mereka itu terlalu bar-bar. Jadi mereka tanpa berpikir langsung menyerangku" Naruto memejamkan iris matanya dengan pelan dan membukanya lagi perlahan.

Lalu tanpa lama lagi Naruto mengangkat kedua tangannya, di kedua telapak tangannya muncul pendar hijau cerah dan semua energi disana seakan terhisap. Mau itu energi alam maupun energi di sekitarnya semua terhisap, terlihat telapak tangannya menyerap semua energi disini.

'Ternyata disini bereaksi, berarti benar bahwa kedua anugerahnya disini' batin Naruto melihat sekitarnya.

'Huh, energinya benar-benar mengerikan. Kurasa benar bahwa Naruel adalah malaikat terkuat selain Lucifer, Raphael, Bellial dan Michael' batin Draco.

Setelah itu muncullah sebuah cincin hitam dengan bola hijau kecil di tengahnya ada tulisan-tulisan kuno yang sangat sulit untuk di mengerti, tapi Naruto bisa di artikan bahwa tulisan berarti adalah 'kekuatan senja'.

Naruto yang melihat cincin itu melayang di depannya langsung mengambilnya dan memasang cincin di jari telunjuk lengan kanannya, setelah Naruto memakai cincin itu tubuh Naruto bergetar dan mengejang.

'Sial, kekuatannya besar sekali. Aku harus mengstabilkannya' batin Naruto.

Tubuh Naruto mengeluarkan cahaya hijau terang kehitaman, tampak 6 pasang sayapnya semakin lebar dan kokoh, warnanya berubah menjadi hitam merah darah yang pekat.

"Guah, hah, hah, hah, hah," Naruto terengah-engah setelah mendapatkan kekuatan cincin itu masuk kedalam tubuhnya, terlihat tubuhnya berkeringat deras dan wajah tampannya sudah peluh keringat.

"Kau baik-baik saja, kid?"

"Aku baik-baik saja, terimakasih telah mengkhawatirkanku"

"Cih, siapa yang mengkhawatirkanmu,"

"Heh, dasar naga tsundere," kekeh Naruto dengan pelan.

Sementara Draco hanya mendengus saja, Naruto hanya memejamkan iris biru safirnya yang cerah. Dia membukakan matanya setelah melihat bola hitam keunguan dengan ukuran bola sepak yang mengarah padanya dengan cepat.

Tusshhhh

Booooommmmmmm

Ledakan cukup besar terjadi saat Naruto menepis bola itu dan mengenai hutan daratan Amazon.

"Khukhukhukhu, inikah energi kuat yang kurasakan tadi," suara seorang pria di depan Naruto.

Pria itu berambut hitam bercampur pirang panjang di sisir kebelakang, iris kuning di kanan dan iris hitam di kiri. Memakai jas hitam panjang, pria itu tengah menyeringai ke arah Naruto.

"Raja naga hitam Crom Cruach kah?" gumam Naruto melihat pria itu.

"Hooo, ternyata kau mengenalku yah bocah" pria bernama Crom Cruach masih menyeringai ke arah Naruto.

'Huh, aneh sekali auranya memang malaikat, tapi kenapa sayapnya hitam kemerahan?!' batin Crom Cruach heran.

'Heh, sayap itu mengingatkanku pada malaikat perang Naruel itu' lanjutnya.

"Apa mau mu raja naga hitam Crom Cruach?" Naruto menatap datar kepada Crom Cruach.

Terlihat naga yang memiliki julukan, 'The Black Dragon King', itu sedang terbang melayang dengan sayap hitam lebar khas naga.

"Apa mauku? Mungkin bertarung denganmu karena aku penasaran energi yang kurasakan dalam dirimu itu" Crom Cruach menyeringai tipis, lalu melesat ke arah Naruto dengan sebuah pukulan di lapisi energi hitam.

"Kulayani kau. Mongrel" Naruto melesat ke arah Crom Cruach dengan sebuah pukulan yang sudah di lapisi energi hijau terang.

Blaaarrrrrr

Sebuah dentuman besar terjadi saat kedua pukulan saling beradu, angin kencang terhempas setelah pukulan itu beradu.

"Lidahmu itu tajam juga yah, bocah" Crom Cruach menyeringai dengan posisi yang masih beradu dengan pukulan Naruto.

"Terserah kau, Mongrel"

Perkataan Naruto membuat geram Crom Cruach, karena harga dirinya sebagai raja naga seperti di lecehkan atau dikotori oleh bocah di depannya ini.

Sring

Kalung yang di pakai Naruto tiba-tiba memunculkan sebuah cahaya putih.

"Nehahahaha, kau selalu terpancing dalam ejekan kecil yah. Crom Cruach!" tampak kalung mengeluarkan suara seperti layaknya robot.

"Suara ini... DRACO KAUKAH ITU?!" Crom Cruach berteriak setelah terlepas dari aduan tinju Naruto.

"Yah, ini aku kau terlihat terkejut setelah melihatku lagi, setelah kita tidak bertemu dalam ratusan tahun"

Tampak setelah Draco berbicara kalung yang Naruto pakai berkedip-kedip bewarna putih cerah.

"ZEAHAHAHA. Tak kusangka kau akan di segel dalam bentuk Sacred Gear seperti Vritra dan kedua naga surgawi bodoh itu" Crom Cruach tertawa lepas.

"Cih, para naga disegel karena kedua naga Kaisar surgawi bodoh itu, dan sepertinya kau terkejut setelah melihatku dalam bentuk ini"

"Tentu saja aku terkejut... Karena 'The Great Sky White Dragon King', tersegel juga oleh Tuhan bible. Yang katanya raja naga terkuat sampai mengalahkan kedua naga surgawi bodoh itu dan menghancurkan seluruh daratan bumi dalam satu serangan saja" Crom Cruach menjelaskan itu dengan sebuah seringai tipis.

"Dan kau mempunyai seorang host malaikat murni, tapi bagaimana bisa?! Bukankah Sacred Gear di turunkan kepada manusia atau setengah manusia saja!" Crom Cruach melanjutkan perkataannya dengan penuh keheranan.

"Dulu aku setengah manusia, jadi wajar saja kalau aku mempunyai Sacred Gear. Tapi, saat aku mau umur ke-15 darah malaikat terkutuk ini mulai mendominasi semua darah yang ada di dalam tubuhku" kali ini Naruto yang menjawab.

"B-bagaimana bisa?! Itu tidak mungkin!" terlihat Crom Cruach terkejut setelah pernyataan dari Naruto.

"Dan kau bilang malaikat terkutuk?... Apakah kau keturunan Naruel?" Crom Cruach bersuara lirih di akhirnya.

"Bisa dibilang begitu, ibuku adalah seorang manusia biasa dan ayahku malaikat perang terkutuk, Naruel" Naruto berkata dengan datar dan pelan.

"HAHAHAHA. Menarik, menarik, sungguh menarik sekali apa yang kudapatkan ini" Crom Cruach tertawa menggelegar.

"Kalau begitu kita lanjutkan pertarungan ini, sudah cukup reuninya. Aku ingin tahu kekuatan keturunan dari malaikat perang terkutuk, Naruel" setelah mengatakan tubuh Crom Cruach mengeluarkan energi orange kehitaman.

"Kita mulai lagi,"

Naruto mengeluarkan sebuah aura hijau terang di seluruh tubuhnya, sementara 6 pasang sayapnya bercahaya hitam keunguan.

Nguuungg

Crom Cruach menciptakan bola orange kehitaman dengan sangat banyak, sementara Naruto menyipitkan matanya setelah melihat itu.

"Coba kau tahan ini bocah" seringai melebar di wajah Crom Cruach setelah melesatkan bola-bola ciptaannya.

Sementara Naruto hanya tenang setelah bola-bola itu di tembakkan ke arahnya, Naruto menepis semua bola dengan kedua tangannya seperti bermain bola volly.

Booommm booommmm booommmm

Setelah Naruto menepis bola-bola itu, ledakan besar terjadi saat bola-bola itu mengenai permukaan tanah hutan.

"Yare, yare kau hebat bocah" puji Crom Cruach.

Naruto hanya terdiam saja saat di puji oleh, 'The Black Dragon King', raja naga hitam yang sudah terkenal di berbagai kalangan supranatural.

"Kau butuh bantuanku untuk mengalahkan si hitam, Naruto"

"Tidak perlu, kekuatanku cukup mengalahkannya" .

"Baiklah seterah kau saja, gaki"

Naruto hanya terdiam tidak membalas perkataan Draco, tapi dia kembali melihat ke arah Crom Cruach yang sedang melesat ke arahnya dengan sebuah pukulan yang sudah di lapisi oleh energi hitam pekat.

"Ayo kita lanjutkan yang tadi, bocah" Crom Cruach melesatkan pukulannya.

"Dengan senang hati. Mongrel" Naruto melesatkan pukulannya yang sudah di lapisi energi hijau terang.

Boooommmmmm

DUUUUAAAAAARRRRRRRRR

.

.

.

Di sebuah tempat terlihat ada sosok wanita cantik berambut pirang, yang memakai sebuah gaun putih dengan garis-garis emas, sosok wanita itu sedang duduk bersender di pohon belakangnya.

"Naruel-kun!" gumamnya pelan.

Drap drap drap

Suara langkah mendekat ke arah wanita itu, terlihat seorang pria berambut dan berparas tampan mendekati wanita itu.

"Sudah kuduga kau berada disini jika kau sedang sedih, Gabriel" pria itu berkata pada wanita itu yang sedang melamun.

"Michael-nii," wanita bernama bernama Gabriel itu mendongakkan kepalanya dan melirik pria bernama Michael.

"Kau pasti memikirkan Naruel lagi bukan?"

Gabriel tidak menjawab pertanyaan Michael, tapi dia hanya mengganguk pelan sebagai jawaban sosok kakaknya itu.

"Aku ingin sekali bertemu dengan Naruel-kun, sudah ratusan tahun aku tidak bertemu dengannya" Gabriel berkata dengan lirih.

"Kau tahu bukan Gabriel bahwa Naruel menghilang entah kemana, bahkan pasukan kita yang terbaik untuk mencarinya dimana pun tetap saja tidak bisa menemukannya, dia hilang bagaikan ditelan oleh bumi"

Gabriel menangis dalam diam setelah mendengar kakaknya, sementara Michael yang melihat itu hanya tersenyum sedih saja. Dirinya tahu bahwa Gabriel selalu bersama Naruel saat dia masih di surga, tapi. Setelah kepergian Naruel atas dia dikutuk oleh Tuhan karena terbawa oleh nafsu dan haus akan darah serta mengiginkan perang abadi, Gabriel selalu melamun dan bersedih setelah kepergiannya.

'Apa yang aku harus lakukan Ayah?' batin Michael sambil memejamkan matanya.

.

.

.

Amazon

BOOOOMMMMMM

"GUAHHHHHH," Crom Cruach terpental kebelakang setelah menerima serangan dari Naruto.

"Hah, hah, hah, hah," terlihat Crom Cruach sedang mengatur nafasnya yang memburu. Jas hitam yang dipakai sudah tidak ada, dia bertelanjang dada dan menyisakkan celana hitam panjang.

"SIALAN KAU BOCAH! BERANINYA KAU MEMBUATKU BEGINI" Teriak Crom Cruach dengan penuh amarah.

Naruto hanya memiringkan kepalanya saja, dia tahu bahwa Crom Cruach sedang terluka parah atas serangan salah satu anugerah Tuhan kepada ayahnya ini, kekuatan gelang hitam yang berada di lengannya ini sungguh luar biasa, pantas saja ayahnya selalu di gadang-gadangkan malaikat terkuat selain Lucifer.

"Heh, mungkin kau saja yang lemah, sehingga kau begini, Mongrel" Naruto berkata dengan seringai tipis, dengan senyuman khas maniac.

Sementara Crom Cruach sudah naik pitam mendengar itu, sudah cukup! Harga dirinya sebagai raja naga terinjak-injak oleh bocah di depannya ini.

"ROOOAAAAARRRRRRRRRR"

Crom Cruach berteriak sangat kencang sehingga menggema di hutan Amazon, teriakannya membuat para burung di sekitarnya bertebangan, tampak Crom Cruach merubah dirinya menjadi naga hitam dengan ukuran tak main-main.

"Hooo, itukah wujud aslimu," Naruto melihat seekor naga hitam dengan ukuran yang besar.

"Itulah wujud dari si hitam, kau butuh kekuatanku untuk mengalahkannya kid?" Draco bertanya.

"Tidak, simpan saja kekuatanmu untuk nanti. Aku ingin menguji seberapa kekuatan ku ini" Naruto menjawab sambil mengeleng pelan.

"Hm... Baiklah," Draco membalasnya dengan nada santai.

Sementara Crom Cruach mengaung keras layaknya naga, langit-langit mulai mendung dan suara gemuruh guntur mulai menggelegar dari langit.

"GRAAAAOOOOOOO. KAU AKAN MATI DITANGANKU KETURUNAN NARUEL!" Crom Cruach mulai mengamuk dalam wujud naganya.

"Hm, membunuhku? Memangnya kau bisa melakukan itu kadal busuk" Naruto bersedekap dada dan menatap rendah Crom Cruach yang berada di bawahnya.

"GRRRRR... RASAKAN INI!"

Crom Cruach menembakan sebuah cahaya bewarna orange seperti laser yang keluar dari mulutnya.

Naruti yang melihat itu langsung menahannya dengan sebuah perisai bewarna emas dengan tulisan-tulisan kuno di depan perisai itu.

DUUUUUAAAAAARRRRRRRRR

Dentuman besar terjadi setelah cahaya orange itu mengenai perisai milik Naruto, asap mengepul di tempat Naruto. Asap mengepul menghilang setelah tertiup oleh angin.

Tampak Naruto baik-baik saja sambil memegang perisainya, perisai milik Naruto ada retakan-retakan kecil setelah menerima serangan dari Crom Cruach.

"Kekuatannya meningkat setelah merubah wujudnya menjadi naga" gumam Naruto pelan.

Tapi Naruto memperhatikan ada ular-ular hitam yang melilit tubuh Crom Cruach, tampak ular-ular hitam terus menambah kekuatan Crom Cruach.

"Ular apa itu? Kenapa aku merasakan bahwa ular itu terus menambah kekuatan kadal hitam itu" gumam Naruto, yang terus melihat Crom Cruach.

"Ular itu milik Ophis, Naruto" Draco memberitahu pada Naruto apa yang di lihatnya.

"Ophis? Maksudmu naga tak terbatas itu, Draco?" Naruto bertanya pada Draco.

"Yah, tentu saja naga hitam itu, siapa lagi naga yang tak terbatas selain Ophis, kid"

"Souka," Naruto hanya mengganguk pelan.

SRING

Tampak lingkaran sihir bewarna hijau muncul di tangan kanan Naruto, lingkaran sihir itu mengeluarkan sebuah pedang bewarna hitam dengan bilah hijau terang yang beraura mengerikan.

'Grrrr... pedang itu. Pedang terkutuk itu' batin Crom Cruach melihat Naruto.

Crom Cruach tahu pedang yang di pegang oleh Naruto, pedang itu adalah pedang terkutuk. Pedang yang terkutuk dan dosa yang menghabisi berbagai makhluk, pedang itu juga sangat di takuti oleh berbagai makhluk supranatural, pedang itu di setarakan dengan 7 pedang legenda yang berada di dunia ini, contohnya saja Ex-Calibur asli, Durandal pedang yang bisa memotong apapun, Ascalon pedang pembunuh naga dan pedang-pedang legenda lainnya yang di gunakan oleh para pahlawan atau raja terdahulu.

"Pedang ini adalah yang digunakan oleh ayahku, The Curse Sword Of Sin. Pedang yang penuh akan dosa dan noda darah" Naruto berkata dengan lantang sambil memutarkan pedang miliknya yang berada di gengamannya.

[KAKYŪ]

WUUUSSSSHHHHH

WUUUSSSSHHHHH

WUUUSSSSHHHHH

Crom Cruach melesatkan serangannya, serangan Crom Cruach berupa bola-bola api yang keluar dari mulutnya.

Sementara Naruto menghindar dari bola-bola api milik Crom Cruach, terkadang Naruto membelah bola api itu menjadi dua oleh pedang miliknya.

NGUUUNNGGGG

Terlihat Crom Cruach membuat sebuah bola hitam di mulutnya, bola hitam itu yang tadinya mengecil bertambah besar di mulut Crom Cruach.

BWUUUSSSHHHH

Crom Cruach melesatkan bola hitam itu ke arah Naruto, sementara pemuda itu menunggu bola hitam itu mendekati dirinya dan menggengam pedangnya dengan erat.

SLASH

Naruto membelah bola hitam itu menjadi oleh pedang miliknya.

BOOOOMMMM

BLAAARRRRRR

Ledakan besar terjadi saat bola itu terbelah menjadi dua, Naruto menatap datar Crom Cruach, tapi di sudut bibirnya dia menyeringai tipis.

"Apakah hanya ini batas kemampuanmu. Mongrel" Naruto menatap Crom Cruach dengan datar.

"TUTUP MULUTMU! AKU AKAN MENGHABISIMU DESCENDANTS OF NARUEL!" Crom Cruach berteriak dengan raungan yang keras.

"Hooo, begitukah? Baiklah kurasa sudah cukup main-mainnya" gumam Naruto pelan.

"Flash,"

SRING

Setelah mengatakan satu kata itu Naruto tiba-tiba menghilang dari tempatnya, meninggalkan kilatan hijau, sementara Crom Cruach yang melihat itu terkejut.

'Dimana bocah itu,' batin Crom Cruach sambil melihat kiri dan kanan.

"Mencari sesuatu," tiba-tiba Naruto sudah ada di depan Crom Cruach, tepat di kepalanya dengan energi hijau di kedua tangannya. Crom Cruach yang melihat terkejut bukan main.

[LIGHT SHOT]

BLAAAARRRRRRRRR

"GROOOAAAAAARRRRRR,"

Crom Cruach meraung kesakitan saat Naruto melesatkan cahaya hijau seperti laser dengan skala besar, Crom Cruach terpental beberapa meter setelah menerima serangan dari Naruto.

NGUUUNGGGG

Tak sampai disitu saja Naruto menciptakan sebuah bola cahaya bewarna hijau terang di telapak tangan kanannya, bola hijau itu bertambah besar saja berukuran hampir sama dengan bulan.

"Coba kau tahan ini, jika kau benar-benar raja naga terkuat selain Tiamat dan Fafnir" Naruto bergumam dengan pelan.

[BALL OF LIGHT : REMOVAL OF GLORY]

BWUUUUUSSSSHHHHH

BOOOOOOOMMMMMMMMMM

DUUUUUUAAAAAARRRRRRRRRRR

.

.

.

TBC

.

.

.

Fiuuhhh! Selesai juga remakenya.

Yo guys! Kita berjumpa lagi di cerita ini, cerita ini terpirinrasi dengan karakter game Mobile Legends, jika kalian pemain ML pasti tahu, karena ini adalah ceritanya Argus, seorang malaikat perang yang jatuh karena haus akan darah, tapi saya mengubahnya menjadi malaikat terkutuk.

Tadinya aku mau wordnya 5k atau 6k tapi author sepertinya tidak kuat lagi, karena abis ujian akhir semester banyak pikiran, oh yah Sacred gear Naruto kali ini bukan naga surgawi melainkan raja naga, namanya aku ambil dari Film yang berjudul Dragon Heart, seekor naga hitam, yang ku ubah menjadi naga putih.

Kekuatannya akan terbongkar chapter kedepannya, oke segitu saja yang saya sampaikan.

See You Next Time~