*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O

DUNIA PARALEL

By : Kuroko Neophilina Phantomhive

Disclaimer : Tite Kubo

WARNING : Typo, OC, EYD

*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O

Sudah 10 tahun semenjak pertempuran melawan quincy, soul society sudah sepenuhnya pulih dalam hal pembangunan, sedangkan untuk hal kedudukan mereka belum sepenuhnya pulih terutama untuk divisi 4, 7, dan 8 yang tidak memiliki fukutaichou, dan taichou mereka yang belum mencapai bankainya. Tidak masalah, karena soutaichou yang saat ini dijabat oleh Kyoraku Shunsui percaya pada mereka, dan suatu saat mereka akan mencapainya, dengan damainya Soul Society, bahkan shinigami pengganti, sang penyelamat merasa tidak dibutuhkan kembali, dan fokus pada karir dan keluarga kecilnya.

Awal musim dingin kali ini, tidak tampak berbeda dari biasanya. Semuanya menikmati pergantian musim dengan ten-

"MATSUMOTO, KERJAKAN DOKUMENMU!''

Yah...mungkin untuk beberapa divisi gotei 13 tidak tampak tenang. Salah satunya adalah divisi 10. Taichou kec-maaf termuda maksud saya, dengan kesal mengerjakan dokumen miliknya dan dokumen fukutaichou pemalasnya, yang sudah kabur untuk pergi minum. Tidak ada misi penting, sepenting 10 tahun lalu karena semuanya damai. Terkadang ia merindukan masa-masa itu.

Oh tidak-tidak...Dia bukan Kenpachi taichou yang gila pertarungan.Sepertinya beristirahat sebentar akan membantu menenangkan pikirannya.

'Apa kau bosan?'

"Siapa kau?'' tanya sang taichou muda, dengan melihat sekitar, namun tidak ada siapa-siapa dan tidak ada reatsu didekatnya. "Mungkin aku memang butuh istirahat,'' ia pun menidurkan dirinya disofa dan menutup bola zamrud itu untuk masuk kealam mimpi.

'Hihihi...selamat bersenang-senang'

"Ro-chan''

"Shiro-chan''

"Toushiro-chan, ayo bangun,'' ucap seorang laki-laki, dengan lembut membelai pipi seorang anak yang tidur disofa. Anak itu pun mulai membuka matanya, kepalan tangan kecilnya mengucek lembut mata besarnya, dan perlahan visinya menjadi jelas. Ia pun kaget dan langsung menjaga jarak dengan shunpo hingga mendekati pintu.

"I-ICHIMARU? Tidak, tidak ini tidak mungkin, pertempuran musim dingin sudah lama berakhir dan kau seharusnya sudah mati. Ini pasti mimpi, yah ini pasti mimpi,'' ucap Toushiro, memijat pelan pelipisnya.

Seorang laki-laki yang lebih tinggi darinya tampak bingung, dengan sikap laki-laki kecil dihadapannya. Mengapa ia terkejut? Mengapa ia memanggil marganya sendiri? "Shiro-chan, ada apa?'' tanya Ichimaru, khawatir.

"JANGAN PANGGIL AKU SHIRO-CHAN! KENAPA KAU MASIH HIDUP BANGSAT!?''

Bingung, Ichimaru bingung dengan laki-laki kecil yang berdiri dihadapannya juga merasa khawatir dengannya. Ia pun melangkah maju kearahnya. "JANGAN MENDEKAT KAU RUBAH, SIALAN! KEPARAT!" teriak Toushiro, sambil menarik Hyourinmaru. Namun, ternyata itu tidak ada dan ia baru menyadari pakaiannya bukanlah seragam shinigami dan haori. Itu kimono musim dingin berwarna putih dengan obi hijau.

"Shiro-chan, apa yang terjadi? Jangan buat ayah khawatir,'' ucap Ichimaru, wajahnya menunjukan kekhawatiran.

"A,ayah? APA MAKSUDMU HAH? KAU BUKAN AYAHKU! AKU TIDAK PUNYA ORANG TUA! Tidak, tidak ini pasti mimpi buruk yah, ini mimpi buruk. Aku harus bangun, karena sepertinya Matsumoto tidak akan membangunkanku dalan waktu dekat,''

Deg

Sakit, itulah yang dirasakan Ichimaru saat ini melihat anaknya yang tiba-tiba menjadi aneh. Padahal baru pagi ini dia bermanja-manja dengannya. Ia menatap anaknya, sambil berjalan pelan kearahnya, ia ingin memeluk anaknya yang tampaknya sangat shock. Ichimaru, tidak tahu semakin dekat ia melangkah padanya, semakin panik Toushiro mencoba bangun dari mimpinya, dalan kepanikannya ia menemukan zanpakuto Ichimaru yang berada dekat meja kerja, ia pun bershunpo kearahnya dan mencabutnya dari sarungnya.

"Tidak, Shiro-chan! Lepaskan Shinsou, itu berbaha-''

'ZRASHHHH'

Terlambat

Toushiro sudah menusuk perut bagian kirinya, darah segar menembus pakaiannya. Ichimaru dengan cepat, melepas Shinsou dari perut Toushiro dan mengangkat tubuh kecil dan ringan itu berbaring dilantai untuk memudahkan dirinya dalam menyembuhkan luka pada perut Toushiro. Cahaya kehijauan muncul dalam telapak tangan Ichimaru, mencoba menyelamatkan anaknya yang mencoba bunuh diri. Wajahnya khawatir melihat anaknya yang, memandang lurus langit-langit dengan tatapan shock. "Sialan, Toushiro apa yang kau lakukan? Ini bukan mimpi!'' ucap Ichimaru, terus berusaha menyembuhkan anaknya.

Mengabaikan ucapan Ichimaru, Toushiro terus bergulat dengan pikirannya, mencoba memasuki dunia batinnya untuk menemukan Hyourinmaru. Nihil. Hyourinmaru tidak ada disana, dunia batinnya hanyalah kegelapan malam, yang disinari bulan purnama. 'HYOURINMARU! HYOURINMARU!' teriak Toushiro dalam batin, namun tak ada jawaban.

"Shiro-chan! Shiro-chan!'' panggil Ichimaru, saat melihat mata cerah itu kini menjadi gelap dan tampak kosong, dengan hati-hati ia menggendong Toushiro dengan bridal style dan membawanya ke divisi 4.

(つд)(つд)(つд)(つд)(つд)

Unohana taicho memulai pengobatannya dengan baik. Ia adalah dokter terbaik yang dimiliki Soul Society. Melihat Ichimaru taichou membawa anaknya dalam keadaan panik, membuat Unohana taicho dengan cepat memulai pengobatan, dan meminta penjelasan pada Ichimaru taichou. Betapa terkejutnya dia mendengar penjelasan Ichimaru taichou, yang mengatakan jika Toushiro menusuk dirinya sendiri agar terbangun dari mimpi menurutnya. Unohana taichou menatap mata Toushiro yang perlahan bercahaya, tidak segelap saat ia melihatnya.

"U..no..ha..na,'' ucap Toushiro, saat merasakan lukanya berangsur pulih. Ia tidak tahu, ini bukan seperti badannya, kekuatan yang ia miliki juga tampak seperti dirinya saat belum menjadi shinigami.

"Gin apa yang terjadi dengan Shiro-chan? Kenapa bayi kita menusuk dirinya sendiri?'' tanya seorang wanita dari luar ruagan, yang Toushiro kenal dari suaranya itu adalah fukutaichounya, Matsumoto Rangiku.

"Tenang Ran, dia akan baik-baik saja ditangan Unohana taichou,''

'Sial, sial, sial! Hyourinmaru apa yang harus aku lakukan?'

Mendengar suara pertengkaran, Unohana taichou pun langsung membuka pintu setelah selesai mengobati Toushiro.

"Dilarang berisik, disini. Mengerti?'' ucapnya, dengan senyum mautnya. Gin (saya mulai tulis Gin aja ya) dan Rangiku pun mengangguk cepat. "kalian sudah boleh masuk melihatnya,'' lanjutnya, mempersilahkan mereka masuk.

Rangiku yang melihat Toushiro duduk diatas ranjang divisi 4, langsung memeluknya erat. "Sayang, kau tidak apa-apakan? Apa masih sakit?'' tanyanya sambil mencium rambut putih Toushiro.

"Ran, kau terlalu menekan pelukanmu,'' ucap Gin yang melihat anaknya mencoba melepaskan diri dari pelukan Rangiku.

Rangiku pun melepas pelukannya dan mengangkat Toushiro dipangkuannya.

"Lepaskan aku! kau pasti bukan Matsumoto yang asli. Matsumoto yang asli akan membunuh Ichimaru!'' teriak Toushiro memukul pundak Rangiku mencoba melepaskan diri, namun Rangiku mendekapnya kembali.

"Sayang, apa maksudmu? Ibu tidak mungkin membunuh ayahmu, dan bagaimana kau tahu nama gadisku? Aku tidak pernah memberi tahumu. Sekarang namaku Ichimaru Rangiku, dan kau malaikat kecil kami, Ichimaru Toushiro, kau ingat?'' jelas Rangiku, menahan pukulan anaknya.

'I,ibu? Tidak, ini tidak mungkin pasti ini hanya sandiwara yang dibuat Matsumoto, aku tahu dia selalu memperlakukanku seprti anak-anak,'

(Master...)

'Hyourinmaru? Darimana kau?'

(Maafkan saya master, sepertinya kita bukan berada didunia yang seharusnya, dan itu membuatku sulit berkomunikasi denganmu)

'Dunia seharusnya?'

(Saya tidak tahu master, untuk sementara lebih baik master mencoba mengikuti alurnya. Saya akan mencari tahu sesuatu)

"Shiro-chan!''

"Shiro-chan!''

Mendengar namanya disebut, Toushiro kembali dari dunia batinnya dan menatap Gin, Rangiku, dan Unohana taichou yang khawatir. "Apa kau baik-baik saja, sayang?'' tanya Rangiku lembut.

"Aku mau pulang,'' ucap Toushiro, pelan.

"Aku tidak yakin, mengizinkanmu pulang. Setelah, apa yang terjadi,''

"Tolong, aku hanya mau pulang, aku janji tidak akan lagi seperti itu,''

Unohana taichou menghela nafas panjang, dan tersenyum lembut. "Baik, jika kau melanggar janjimu. Kau akan ditahan disini,'' ancamnya, yang membuat Toushiro merinding. Dia tidak suka hanya berdiam di divisi 4.

"Sepakat,''

( ˇωˇ)( ˇωˇ)( ˇωˇ)( ˇωˇ)

"Lepaskan tanganku Ichimaru!'' ucap Toushiro yang mencoba melepaskan diri dari genggaman Gin. Gin menggenggam lengan kecilnya, dengan erat dan itu membuat Toushiro hampir tersandung beberapa kali untuk menyesuaikan langkahnya. "Matsumoto! Lebih baik kau bilang padanya untuk melepaskanku!'' namun Rangiku mengabaikannya, dan terus berjalan didepan. Kesal karena, diabaikan Toushiro pun menggigit tangan Gin yang menggenggam tangannya. Gin melepaskan genggamannya, dan Toushiro tidak menyiakan kesempatan itu untuk kabur, namun Gin lebih cepat darinya dan membawanya dalam gendongan dibahu. "BANGSAT, RUBAH LICIK, PENGHIANAT LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU!'' Toushiro meronta-ronta dalam gendongannya.

Selama perjalanan banyak shinigami yang memandang mereka, karena heran dengan tingkah laku malaikat kecil yang mereka kenal. Tak lama kemudian keluarga kecil itupun tiba di kediaman Ichimaru yang berada di divisi 3. Rangiku mengunci gerbang dan memandang bayi kecilnya yang saat ini terus meronta di gendongan suaminya.

'Ini akan menjadi hari yang panjang'

(งω)ว(งω)ว(งω)ว(งω)ว

Yah...saya berusaha, untuk tidak terkena 'kemalasan' dalam melanjutkannya.