Romansa Kuroo Tetsuna
.
.
.
HAIKYUU
FURUDATE HARUICHI
.
.
.
Fem! Kuroo. Jadi, Si Kuroo ini jadi cewek gaes... Gitu... Paham kan?
Woe... Mo nanya nih! Baca baek-baek ya?
Pernah suka seseorang?
Pernah ditolak sama orang yang disuka?
Pernah ngeliat orang yang kalian suka malah lebih tertarik ke orang lain?
Pernah merasakan friendzone?
Pernah menjadi yang nomer sekian dari list prioritas Doi?
Nah... Jika kalian pernah merasakan semua itu, maka Kalian pasti bisa merasakan yang di rasakan salah satu cewek manager voli putra SMA 2 satu ini.
Punya tampang canteeq, badannya bohay, tatapan matanya tajam dan manis. Incaran seluruh siswa cowok satu sekolahan. Dan dengan keogebannya malah menyukai kohai manisnya, yang lebih ogebnya lagi sama sekali tidak tertarik sedikitpun padanya.
Oke, biar aku kenalkan dia pada kalian. Nah, Namanya Kuroo tetsuna. Cewek yang gosipnya pernah jadi atlit Voli di tahun pertamanya, namun pensiun di tahun keduanya.
Punya otak yang sablengnya nggak ada tandingannya, pernah punya impian jadi atlit voli andal namun harus terurungkan gara-gara suatu hal.
Katanya sempet digosipkan sedang menjalani naksir berat dengan bro-nya yang dari SMA lain.
Begitu sayang dan cinta pada kouhai-kouhainya, terutama si cowok imut berambut mirip puding yang juga menjabat menjadi tetangga dekat rumah.
Punya impian ingin nikah dan kawin juga menjadi istri si rambut puding, namun selalu tertolak dengan ucapan penuh semangat si rambut puding mengenai Shouyo, Shouyo, dan Shouyo. Sempat Kuroo merasa lega saat si rambut puding tidak membahas Shouyo dengannya, tetapi oh tetapi, Kuroo harus merasakan 'gedubrak' capek saat si rambut puding malah mengajaknya mereview konsol dan ps.
Nah, Kita selesai dulu dengan Kuroo. Sekarang kita ke sisi lain. Ke si Rambut puding yang di sukai Kuroo.
Namanya Kozume Kenma. Cowok imut, manis, juga cool yang berhasil membuat senpai juga tetangga dekat rumah punya mimpi menjadi istrinya. Seorang setter handal dan juga otak tim.
Sempat dan akan selalu risih dengan tatapan kuroo yang seolah-olah melihatnya seperti dewa agung saja.
Punya masa lalu yang buruk dengan Kuroo. Maksudnya, Waktu nge-gamenya pasti bakal terrampas paksa dengan Kuroo yang memintanya menjadi setter dadakan. Sempat Kenma menolak, tapi Kuroo bakal nangis kencang dan ngadu ke Ibu Kenma. Kalau udah begitu, Mau tak mau Kenma harus menuruti Kuroo jika tidak mau Ibunya terus-terusan bicara panjang lebar.
Punya teman yang selalu ia kagumi. Entah bagaimana awalnya, tapi melihat semangat Shouyo juga semua tingkah bikin gemesnya, Hati Kenma meluluh begitu saja. Bagi Kenma, Shouyo dan Kuroo itu sangat berkebalikan. Jika Shouyo itu manis juga sangat polos, maka Kuroo itu ngeselin dan sok manis. Tapi, biar begitupun, Kenma masih menyayangi Kuroo.
Ingin mengolah hobi nge-gamenya supaya bisa menghasilkan uang untuk masa depan.
Dan sebenarnya masih banyak hal-hal mengenai Kenma. Tapi, cukup sampai sini dulu. Authornya nanti capek ngetik.
Kita alih fokus cerita. Maksudnya, kembali lagi ke Kuroo, pemeran utama di cerita ini.
Nah... Hari sudah mulai sore, maka tibalah waktu Kuroo untuk mendekatkan diri pada Kenma. Oh... Bukan maksudnya untuk dekat-dekat mepet-mepet gitu. Hanya saling mengakrabkan diri.
"Ken...ma...!" Panggil Kuroo pada kouhai manisnya yang baru selesai bebersih Gym. Dan menyeret tangannya, tak memperdulikan para figuran di cerita ini yang menatap mereka jahil.
Kuroo menyeret tangan Kenma untuk pulang ke rumah, dan sengaja menghentikan perjalanan saat sampai di dekat taman. Niat hati ingin mengungkapkan perasaan dan menyuruh Si Doi melamarnya waktu sudah lulus dan punya pendapatan tetap.
"Ada apa, Kuroo?" Tanya Kenma datar, pelan, lembut, juga merdu seperti biasanya.
Kuroo jadi semakin dag-dig-dug ser mendengar omongan Kenma. Tapi sesegera mungkin berdehem guna meredakan rasa gugupnya.
"Etto... Aku... Aku..." Kuroo terbata-bata dengan wajah menunduk yang mulai memerah sempurna. Padahal kemarin dia mengucapkan 'aku mencintaimu' pada gulingnya saja tak sampai segugup ini.
Kenma mengangkat sebelah alisnya bingung, "Kau kenapa, Kuroo? Cepatlah!"
Kuroo malah semakin gugup dan memainkan jari jemarinya, "Aku suka... Suka... Suka..."
Kenma semakin tak sabar dengan sesuatu yang dikatakan Kuroo. "Suka? Suka apa, Kuroo?"
"Suka Ken-"
"KUROOSISST!"
Kuroo menggeram kesal mendengar teriakan cetar dari balik punggungnya, dia menoleh dan mendapati sesosok cowok jangkung dengan gaya rambut berdiri mirip tanduk owl berlari ke arahnya dan Kenma.
Nah, makhluk satu itu bernama Bokuto Kotaro. Ace juga kapten tim voli SMA sebelah yang diduga sempat menjadi tempat singgah hati Kuroo. Tingkahnya yang nggak beda jauh sama bocah TK, tentu saja cukup merepotkan Akaashi.
Siapa Akaashi?
Oh... Dia gebetan baru Bokuto yang sekaligus merangkap status jadi babysitter si OWL berrambut putih-hitam. Gosipnya, si Akaashi ini cuma pelarian Bokuto gara-gara gagal jadian sama si Kuroo. Makanya, nggak banyak yang tahu kalau Akaashi dan Bokuto jadian.
Contohnya, Kenma. Dia tidak tahu kalau Bokuto itu pacarnya Akaashi. Jadi, dia dengan salah pahamnya malah menganggap kalau Bokuto dan Kuroo sedang memadu kasih.
Nyatanya, Bokuto itu orang yang keterlaluan polosnya sampai-sampai baru tahu makna pacar setelah pacaran dengan Akashi. Juga Kuroo yang ternyata tingkat innosennya masih terjaga di samping tampang mirip cabe-cabean di komplek sekitar.
"Oh, Kuroo? Kau tinggal bilang jika ingin aku menemanimu sampai pacarmu datang" Kenma tersenyum kecil, lalu menepuk kepala Kuroo yang tingginya sebetas hidungnya. "Baiklah. Bersenang-senanglah dengan pacarmu. Aku akan pulang dahulu."
Kenma hendak berbalik, namun lengan jaketnya di tarik Kuroo, "Ada ap-" ucapan Kenma terhenti begitu saja melihat wajah Kuroo yang (ternyata) masih memerah sempurna. Hati dan Otaknya blank seketika. Matanya mengerjap, "Kuroo? Sejak kapan kau bisa seimut ini?" Kenma mencubit pipi Kuroo gemas.
Wajah Kuroo makin menjadi-jadi merahnya, rasanya seperti demam, dan kayak mau pingsan saja.
"Kuroossiisst! Apa kabar?" Tanya Bokuto, dan merangkul akrab bahu Kuroo. Dan dengan entengnya meletakkan dagunya di pucuk kepala Kuroo.
Kenma menggeram kesal melihatnya, 'Kok kesel ya ngeliat tuh makhluk bego meluk-meluk Kuroo. Pengen kutebas aja'
Kuroo yang otaknya sedikit korslet gara-gara terbakar rasa malu, cuma diem-diem aja saat Bokuto memeluknya. Bahkan seinchi anggota tubuhnya tidak bergerak sedikitpun.
"Weit! Ngapaian sih peluk-peluk segala! Bukan mahromnya!" Kenma menampar tangan Bokuto yang masih bertengger manis di bahu Kuroo.
"Eh...?" Bokuto mengerjab bingung. Seketika ingat ucapan Akasshi Kemarin.
"Bokuto-san! Jangan sentuh atau peluk-peluk orang lain ya! Cemburu aku lihatnya!"
Dan otak Bokuto seketika blink-blink, "Woah...! Kuroossiisst udah jadian sama Doi yaa...? Doinya jadi operprotektif" celoteh Bokuto sembari menatap Kenma dan Bokuto bergantian.
"Yaudah, Kurossiisst...! Aku duluan ya...? Mau ngajak Akgaaseehh Kencan...!" Bokuto melambai heboh dan berlari tak kalah hebohnya.
Meninggalkan Kenma yang menatapnya bingung gara-gara celotehannya mengenai Doi Kuroo sudah jadian sama Kuroo.
Juga Kuroo yang otaknya makin korslet gara-gara celotehan Bokuto.
"Kuroo... Siapa Doimu?" Tanya Kenma penasaran. Bahkan pesan juga telephone dari Shouyo benar-benar terabaikan. Sore ini, Kenma bisa merasakan sesuatu yang terasa asing juga menyenangkan. Apalagi setelah melihat wajah Kuroo yang benar-benar sewarna tomat, terlihat begitu manis.
Kuroo mau tenggelam, 'Makk! Ya kali langsung kasih tahu begini! Aku takutnya malah tepar duluan sebelum ngomong.'
"Kuroo...?" Kenma jadi khawatir melihat Kuroo yang gugupnya kebangetan. Jarang banget melihatnya segugup ini. Kan yang biasanya gugup itu dirinya.
"Kenma" lirih Kuroo. Dia menutup mukanya malu. Tak sedikitpun punya keberanian menatap wajah Kenma.
Kenma mengernyit, "Kenma? Doimu namanya Kenma? Kenapa bisa mirip denganku...?" Kenma terlihat berpikir keras, otaknya jadi sableng seketika. Matanya membelalak seketika. "What de nani, Kuroo?! Maksudnya... Doimu itu aku gitu? Kuroo... Ano... Tetsu suka Kenma? Begitu?" Tanya Kenma beruntun, campuran antara terkejut, senang, dan tidak percaya.
Kuroo mengangguk cepat mendengarnya.
Kenma jadi semakin bahagia melihatnya. Bahkan dia tidak sadar saat tubuhnya bergerak sendiri hendak memeluk Kuroo.
Kuroo yang mengetahui gelagat Kenma langsung menjaga jarak aman, "Nggak boleh, Kenma! Kata Mama, nikah dulu baru boleh peluk-pelukan!" Ucapnya tegas.
Kenma melongo, auranya menyuram seketika, "terus? Kenapa tadi mau-mau aja dirangkul Bokuto?" Tanyanya (sok) sedih.
Kuroo mengernyit, kepalanya miring ke samping. "What! Jangan ngomong tadi Bokuto sempat kemari dan peluk-peluk aku?!" Seru Kuroo murka. Hilang sudah sikap manisnya tertelan kenyataan dunia yang sempat ia lewatkan.
Kenma mengangguk dengan wajah suramnya.
Kuroo menggeram kesal, "AWAS KAU BROKUTOO...!"
"BERDO'A SAJA SEMOGA MASIH BISA MENGHIRUP UDARA SEGAR!"
"DAN KAU KENMA! KALO UDAH KERJA... BURUAN LAMAR AKU! AKU NGGAK MAU NUNGGU SAMPAI TUA! JADI, PASTIKAN KAU CEPAT-CEPAT PUNYA KERJA!" Kuroo menunjuk Kenma dengan telunjuknya. Sangat tak sopan memang. Tapi biarlah, yang namanya kucing, kalau murka pasti sopan santun juga tata krama bakal terlupa. Lalu berbalik pergi.
Meninggalkan Kenma yang masih terbengong dengan teriakan Kuroo. "Maksudnya? Aku aja belum bilang untuk menerima perasaannya"
Kenma menghela nafas, "Biar begitupun, rasanya asyik juga kalau jadi pacarnya. Kuroo aja manis gitu... Meski masih banyak ngeselinnya."
Kenma lalu memandang hamparan langit yang semakin menggelap, "Oh, Shouyo. Benar apa katamu kalau Kuroo menyukaiku" tawa kecil keluar dari bibirnya. "Nggak salah menerima saranmu untuk membuatnya cemburu"
Kenma berbalik badan, dan berjalan santai pulang ke rumah, "Mma... Mungkin aku punya ide... Semoga ideku bisa terlaksana. Jadi pernikahanku dan Kuroo juga cepat terlaksana"
"Kuroo... Aku juga mencintaimu"
.
.
.
Apa cuma aku yang nganggep kalau titisan jamet berspesies kucing garong, berrambut jengger ayam itu imut-imut manis? Nggak ada? Yodah lah gapapa
