Pairing: LawLu (Law & Luffy)

Rated: M

Genre: Romance, Comedy, Slice of life, Friendship.

[ONE PIECE SCHOOL]

"Semua karakter ONE PIECE milik oda-sensei! Dan cerita fanfiction ini milik saya ORIGINAL."

PERHATIAN CERITA INI MENGANDUNG TYPO DAN EYD YANG CUKUP BERANTAKAN, JADI MAAF JIKA KALIAN MEMBACA NYA AKAN KEBINGUNGAN.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

[MONDAY]

"Hmnnnmmmmm..."

"Kau kenapa luffy?" Pria berambut hijau yang memiliki wajah tegas itu bertanya pada pria lain nya yang memakai topi jerami tersebut.

"Hari ini ace kembali bekerja, dan pulang nya seminggu. Hmmmm.. aku merasa bosan dan tidak bergairah jika pulang kerumah.." pria topi jerami itu menggerutu, dia luffy.

"Ah, bagaimana dengan kakak mu yang satu. Yang punya luka di sebelah mata nya."

"Sabo? dia akan pulang minggu depan juga... Hmmnnmm.. aku benar-benar merasa bosan.."

Luffy menempelkan kepala nya di meja dan sekali lagi menghela napas karena merasa bosan.

"Aku tau itu memang membosan kan, tapi jika kau terus mengeluh seperti itu yang ada kau akan merepotkan kedua kakak mu." Jelas pria itu, dan luffy terdiam mencerna perkataan sahabat nya itu.

Tapi sayang sekali, dia tidak bisa mencerna baik-baik perkataan nya. Yang ada perut nya menjadi bergerumuh.

"Ahh... Aku lapar..."

"Setelah percakapan ini kau bahkan masih sempat-sempat kelaparan."

"Hrrmmm..."

Tiba-tiba terdengar derap kaki menghampiri kelas dimana luffy dan zoro masih ada di dalam nya.

Dan derap kaki itu tidak lain adalah milik sahabat luffy, tapi dia terlihat seperti ketakutan. Membuat luffy mengangkat kepala nya itu dari meja dan menatap nya bingung.

"Luffy! Kau masih ada disini rupa nya!"

Wanita berambut pendek sebahu dan bewarna seperti jeruk di musim panas itu menghampiri luffy dan zoro dengan ekspresi takut.

Yang di tatap hanya bisa memasang tanda tanya besar di kepala nya.

"U..ussop.." nada suara nya bergetar, membuat zoro yang pertama kali mengerutkan kening nya karena bingung.

"Ussop? Kenapa dengan ussop?" Tanya luffy.

"Ussop di bawa pergi oleh doflamingo!"

Luffy dan zoro terkejut.

"Kenapa bisa, nami?" Tanya luffy kemudian. Wanita bernama nami itu mengatur napas nya dan masih menatap kedua sahabat nya ini

"Ini terjadi kemarin, ussop tidak sengaja mengagetkan salah satu keluarga doflamingo hingga pingsan. Dan.. akhir nya doflamingo sendiri yang turun tangan menghadapi nya."

"Dimana dia sekarang?" Tanya zoro dan berdiri dari duduk nya, luffy ikutan beranjak dari duduk nya dan memperbaiki topi jerami nya itu.

"Mereka ada di aula, tapi di aula sekarang sedang ada seminar dari sekolah lain. Jadi—"

"Oke! Di aula! Kita tinggal menghajar nya kan?" Tanya luffy

"Kali ini aku akan mematahkan kaki si alumni brengsek itu." Zoro berujar.

Merasa tidak di dengarkan nami langsung memukul kedua orang itu dengan geram, sehingga menimbulkan benjolan di kepala mereka berdua.

"Aku menyuruh kalian untuk menyelamatkan ussop, bukan berkelahi dengan doflamingo! Apa yang akan kepsek sengoku pikir jika kau dan zoro membuat kegaduhan?"

"Memang nya apa yang akan dia pikir? Mungkin lebih baik dia membiarkan nya saja kan? Alumni yang ikut campur urusan pribadi, itu sangat buruk." Zoro menyahut.

Nami menggeleng sambil melipat kedua tangan nya "Bukan! kepsek sengoku pasti bakalan menaikkan uang sekolah kita, Jika kalian membuat kegaduhan! Apalagi doflamingo itu bekas osis terbaik disini."

"Aku tidak bisa membiarkan orang tua itu menaikkan uang sekolah seenak jidad nya. Itu korupsi nama nya." Lanjut nami, membuat luffy dan zoro memasang wajah bengong

"Ternyata yang kau pikirkan hanya uang." Sahut zoro lagi.

"Tentu saja! Maka dari itu! Kalian berdua jangan mengajak nya berkelahi!" Tunjuk nami pada kedua orang tersebut yang memang sangat mudah terpancing perkelahian.

"Ini demi keuntungan kita." Kata nami lagi sambil membuat simbol bundar di jari nya.

"Yang lebih penting! Kalian hanya harus mengambil kembali ussop!"

"Cih, membosankan. Kalau seperti itu kondisi nya kenapa kau tidak menyuruh si alis keriting itu saja?" Tanya zoro.

"Aku sudah menyuruh nya! Dan dia sudah berada di dalam aula.. tapi keliatan nya itu mustahil jika dia sendiri, maka nya aku memanggil kalian berdua!"

Luffy tersenyum "baiklah kalau begitu, ayo kita ke aula!!" Teriak luffy yang kemudian keluar dari kelas di ikuti oleh zoro.

Nami pun buru-buru mengikuti nya di samping.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(DEPAN AULA)

Luffy dan nami sudah berada di depan pintu aula yang besar itu.

"Apa ini? Keliatan nya sepi sekali." Ucap luffy sambil memperhatikan pintu aula itu.

"Tidak, mereka sedang ada seminar di dalam. Jadi ingat luffy jangan membuat kegaduhan." Nami memperingatkan

"baiklah. Ohiya, dimana zoro?"

"Hah?"

Nami menoleh kebelakang, dan sosok pria tegas yang selalu membawa pedang kendo itu tidak ada di belakang mereka.

Nami menepuk jidad nya.

"Ya ampun, dia itu masih sempat-sempat nya tersesat!"

Luffy memiringkan kepala nya.

"Aku akan mencari nya! Luffy kau tunggu disini."

"Hm, baiklah.." di saat nami sudah pamit pergi padanya, kini yang tersisa tinggal luffy seorang di depan pintu aula yang besar itu.

Meskipun di suruh menunggu, luffy merasa tidak bisa menunggu. Tapi karena dia sudah berjanji pada nami agar menunggu nya terpaksa dia menunggu.

BRUAKKK!

Suara keras itu mengarah di dalam aula itu.

Luffy terdiam.

BRUAAKKK DUKK!

Sekali lagi suara itu menjadi-jadi.

Yang spontan luffy langsung mendobrak pintu aula itu dengan kasar.

Duakk!!

Suasana di dalam tidak begitu kacau, namun mata luffy mendapatkan sosok teman nya yang di ikat oleh seorang alumni yang bernama doflamingo itu di depan panggung aula.

Luffy berlari ke arah nya, dan langsung memukul doflamingo tepat di wajah nya.

Brukk!

Doflamingo jatuh, ussop yang terikat terkejut setengah mati, bahkan beberapa orang yang ada di aula sangat terkejut.

"Kau.. apa yang kau lakukan pada teman ku?" Tanya luffy, dan ussop bergetar hebat karena ketakutan.

"Aaaaa!! Lu..luffy! Kau benar-benar memukul nya!?" Ussop masih terkejut dan luffy menatap nya.

"Tentu saja, lagi pula kau di culik oleh nya kan?" Tanya luffy pada nya dan ussop hanya memasang ekspresi sangat terkejut.

"Tapi memukul nya itu kelewatan tau!!" Protes ussop.

"Ah kau benar, nami bahkan sudah memperingatkan ku. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur." Sahut luffy dengan enteng nya.

"Luffy! Ya ampun..! Aku sudah mengatakan nya pada mu tadi kan!?" Nami buru-buru menghampiri luffy dan melayangkan satu tampeleng sayang pada nya. Membuat pipi luffy memerah dan membengkak.

"Apa ini? kau tidak menyisakan nya untukku?" Tanya zoro yang merasa luffy tidak mengingat jatah nya yang akan mematahkan kaki doflamingo itu.

"Kau juga! Jika saja kau tidak tersesat luffy pasti tidak akan bertingkah sendiri seperti ini!" Marah nami pada zoro yang tidak lupa memukul nya juga.

"Ah! Nami swaann~ aku menunggu kedatangan mu~!" Suara itu milik sosok pria blonde dengan sebelah alis nya yang melengkung atau keriting itu menghampiri nami dengan langkah nya yang gemulai seperti melihat sosok malaikat.

Nami langsung memukul nya juga.

Ketiga orang itu mendapat pukulan dari sang wanita bermata duid ini.

"Sanji kau bahkan tidak menghentikan luffy bertingkah seperti itu! Kau tidak berguna!"

"Ah~ ah~ pukulan nami tidak.. pukulan dari seorang malaikat, benar-benar sangat MENGGAIRAHKAN! Mellorine! Mellorine!" Mata sanji sudah berbentuk hati bahkan dia sampai menari tidak jelas di hadapan nya.

Nami langsung menundukkan kepala nya dengan sangat sedih.

"Tamat lah sudah... uang sekolah akan di naikkan :')" gerutu nami.

"O-oi! Jadi kau sedih karena hanya uang sekolah!?" Heran ussop yang masih terikat itu.

Doflamingo yang terbaring itu mulai bangkit sedikit demi sedikit. Membuat kelima nya terdiam.

"AAAA! DIA MASIH HIDUP!" dan yang pertama berteriak ketakutan adalah ussop.

"Hahahaha! Mugiwara.. kau benar-benar sangat berani.." doflamingo memanggil sebutan Luffy, dan luffy keliatan nya sudah bersiap-siap untuk menghajar nya kembali, jangan kan luffy, baik zoro maupun sanji sudah siap juga.

"Ya.. kau boleh saja menghina ku, tapi jika sudah menyangkut teman ku. Aku tidak akan tinggal diam!" Luffy berucap dengan serius membuat doflamingo kembali tertawa terbahak-bahak layak nya seorang penjahat

"Apa yang kalian lakukan !!?"

Seseorang berteriak dari samping aula, pintu darurat, dan itu tidak lain adalah guru pengawas osis. Smoker dengan wakil nya tashigi.

"Oh tidak guru pengawas ada disini! Zoro! Sanji! Bawa ussop dan kita keluar dari sini!"

"Baik nami-swaaann~! ️" Dan dengan cepat sanji mematuhi perintah nami, mengangkat ussop yang masih terikat itu. Mereka tidak sempat membuka ikatan nya karena kedatangan guru pengawas yang tiba-tiba itu.

"Luffy! Sudah cukup! Kita sudah mendapatkan ussop! Ayo kita pergi!" Nami menarik luffy.

Kelima orang itu buru-buru keluar dari aula di saat guru pengawas itu sibuk berbicara pada doflamingo.

Saat luffy berlari, saat itu juga tanpa tidak di sengaja mata nya menangkap sosok yang saat ini memang sedang memandangi nya dengan tajam. Sosok yang luffy pikir bukanlah musuh maupun teman, namun tatapan nya itu menandakan sebuah peringatan bagi luffy.

Dan luffy tidak tau peringatan apa, yang jelas itu tidak membuat nya terintimidasi sama sekali.

Mereka berlima pun akhir nya keluar dari aula.

"Smoker-san! Kelompok mugiwara melarikan diri!" Pekik tashigi

"Ah, biarkan saja mereka, kita bisa memberi nya pelajaran besok. Yang lebih penting dari semua itu adalah kau, doflamingo." Tunjuk smoker pada doflamingo yang kesal itu.

"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"

Di lain tempat, di bagian kursi penonton aula di paling ujung, pria yang memakai topi bermotif hitam putih itu terdiam menatap ke pintu aula. Dimana beberapa saat yang lalu kelompok luffy melarikan diri.

"Ahhh.. jadi dia si mugiwara itu? Dia benar-benar sangat berani! Terlebih lagi saat memukul si doflamingo itu!"

"Mengerikan.. aku harap dia tidak berurusan dengan kita.. ya kan ketua."

Pria yang di panggil ketua itu kembali memalingkan tatapan nya ke depan, dan tersenyum sinis.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

- sementara kelompok luffy-

Mereka berlima masih berlari agar menjauh dari aula itu, meskipun memang jarak nya sudah cukup jauh, tapi yang mereka takutkan adalah guru pengawas si smoker itu. Dan ya..

Guru pengawas tersebut memang selalu menandai grup luffy sebagai ancaman yang bahaya.

Salah satu contoh nya seperti hari ini.

"Oi! lari mu sangat alis keriting!" Tegur zoro pada sanji yang saat ini memegang kaki ussop, sedang kan diri nya memegang kepala nya.

"Jangan banyak mengomentari ku! Dasar rambut lumut! Kau harus memegang kepala nya dengan baik juga!" Sanji tidak mau kalah.

"Berisik! Karena kau memegang nya tidak betul, lari mu pun sangat lambat!"

"Apa kau bilang!?"

Kedua orang itu memancarkan sentruman rival yang marah sambil membawa ussop, ussop yang di bawa oleh kedua orang ini hanya bisa terdiam pasrah namun wajah nya sudah merintihkan air mata karena dia merasakan akan ada hal buruk yang segera menimpah nya.

"Kau menangis ussop? Apa kau lapar?" Tanya luffy yang memperhatikan teman nya itu.

"Aku lapar.." sambung luffy lagi sambil memegangi perut nya.

"Jangan menyamakan diri ku dengan diri mu yang menangis karena lapar!" Komentar ussop.

"Aku sudah memberitahukan robin soal situasi kita, dan dia akan membuka pintu perpustakaan untuk kita! Ayo cepat!" Nami memerintah. Dan dengan serentak mereka menyahut.

Di saat nami dan luffy berbelok kekanan, Zoro mencoba berbelok kekiri namun sanji langsung berhenti

"Apa yang kau lakukan bodoh?! Arah nya bukan di sana!" Tegur sanji, yang langsung di beri tatapan kesal pada zoro.

"Berisik!" Dan zoro pun mengarah ke arah kanan sesuai intruksi sanji.

Entah apa yang di pikirkan pria yang di juluki pemburu berandalan ini, padahal sudah jelas di depan nya ada nami dan luffy yang menjadi petunjuk jalan, namun tetap saja dia buta arah.

Seakan-akan nami dan luffy yang berada di depan nya tadi hanyalah angin lewat yang tidak penting.

Jika saja mereka berdua tidak sedang menggendong ussop yang terikat ini, Zoro pasti nya bakal tersesat, dan sanji harus menemukan nya.

Meskipun dengan berat hati, tapi toh bisa saja sanji membiarkan nya dan pergi ke perpustakaan tanpa nya. Alih-alih alasan nya pasti "aku tidak tau dia dimana, saat berbalik dia sudah tidak ada di belakang ku."

Padahal nyata nya dia tau, jika zoro ini tersesat.

Berterimakasih lah pada ussop yang saat ini mereka berdua gendong. Jadi sanji tidak perlu berbohong dan bisa menuntun si pria buta arah ini ke jalan yang benar tanpa tersesat. Meskipun harus di awali dengan perdebatan dan pertengkaran dahulu.

ussop yang menjadi penonton itu hanya bisa terdiam, meskipun dia yang paling aktif soal berkomentar. Tapi tetap saja dia sudah begitu pasrah keliatan nya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

- Perpustakaan-

Semua nya berjalan lancar, mereka berlima dengan selamat sampai di perpustakaan.

Meskipun yang menjadi tukang gendong ussop mempunyai sedikit masalah akibat hampir tersesat. tapi syukurlah itu tidak sempat terjadi.

Luffy bersandar di salah satu kursi perpustakaan itu dengan wajah lesu.

Dan nami membuka ikatan tali ussop.

"Aku tidak menyangka kalau doflamingo akan turun tangan menghadapi mu langsung, ussop." Robin heran, ketua penjaga perpustakaan ini memang selalu kalem di setiap saat, bahkan mungkin dia paling dewasa di antara semua nya. Tapi yah..

Kadang keanehan nya juga sering muncul. Seperti membuat perandaian yang mengerikan, contoh nya 'kucing itu mungkin doyan makan daging manusia' atau 'orang itu mungkin di bunuh kemudian di awet kan, seperti tengkorak di museum'

Kira-kira seperti itu.

"a-aku juga kaget! Tiba-tiba saja doflamingo muncul di hadapan ku, memang benar aku membuat salah satu keluarga nya pingsan. Tapi dia tidak perlu sampai turun tangan kan!" Ussop dengan nada tidak percaya nya dan sedikit teriak itu membuat nami dan sanji memandangi nya dengan iba.

"Tapi, kau hebat juga ya, membuat salah satu keluarga doflamingo pingsan. Dengan ini kau pasti akan selalu di cari! Shishishi.." luffy memuji ussop.

"Itu tidak pantas di puji! Itu malah akan sangat menakutkan buat ku! Ba-bagaimana ini.. jika aku keluar dari gerbang sekolah, doflamingo pasti akan langsung membunuh ku.. yikes!" Ussop memeluk diri nya dan mulai bergetar takut, seperti biasa negative thinking nya mulai menghantui diri nya.

"Kau tinggal pukul dia saja kan?" Luffy menjawab keluhan ketakutan ussop, yang langsung ussop menarik baju nya dengan ekspresi ketakutan nya.

"Mana bisa gitu oi!" Ussop setengah teriak.

Untung nya saat ini perpustakaan kosong, jadi mereka tidak perlu berbisik bisik bicara. walaupun saat teriak suara nya bergema dan pasti nya akan terdengar keluar.

"kemungkinan nya saja kalian berdua yang akan di buruh oleh nya. karena luffy sudah memukul nya, dan ussop yang sudah membuat salah satu anggota keluarga nya pingsan." Sanji akhir nya ikutan menambahkan dan nimbrung dalam pembicaraan ussop itu.

"Ba-ba-bagaimana ini oi! Aku tidak menginginkan hal ini terjadi kau tau? Rasa nya seperti menggali lubang 2 kali!" Ussop panik.

"Tidak perlu khawatir, jika dia menangkap mu lagi, kami tinggal menyelamatkan mu lagi kan?" Zoro berucap dengan santai nya.

"Lagi?! Jika itu terjadi lagi mungkin aku sudah tidak hidup!" Ussop membalas perkataan zoro itu dengan nada panik nya.

"Kita bahkan tidak tau kalau anak buah doflamingo mungkin saja menunggu ussop di depan pagar, atau di suatu tempat? Jadi mereka bisa langsung menyergap nya." Jelas robin yang membuat ussop semakin panik

"O-oi, jangan mengatakan hal yang menakutkan seperti itu!"

"Ya, mungkin saja yang robin katakan itu benar. Kau tau doflamingo kan? dia tidak akan membiarkan mangsa nya pergi begitu saja." Sanji menambahkan.

Yang langsung ussop teriak histeris, dia ketakutan. padahal awal dari permasalahan ini adalah kesalahan nya, tapi nampak nya dia begitu tidak menyangka. masalah nya itu malah akan merenggut nyawa nya.

"Baiklah! Aku akan menemani ussop pulang. kalau mingo muncul aku akan menghajar nya!" Luffy membuka bicara, membuat seluruh teman nya itu menatap nya dengan tidak percaya. Yah.. lagi pula memang begitu sifat nya.

"Jangan gegabah luffy, yang kita bicarakan ini doflamingo. Sendirian pun kau akan tetap kewalahan menghadapi nya jika dia membawa teman nya kan?" Sanji berucap sambil menyalakan rokok nya itu.

"Kalau begitu mari kita buat kelompok yang akan menemani ussop pulang sekolah! kita akan membagi nya dengan undian!" Kata nami semangat dan di tangan nya sudah ada beberapa sehelai kertas yang dia genggam.

"Yang menang akan ada 2 orang yang menemani ussop." - Nami

"Ujung-ujung nya tetap mengundi." - Ussop

"Baik, nami-swaann! Aku harap aku bisa bersama nami-swaann atau robin cwhann!" -sanji

"Keliatan nya cukup menarik." - Robin

"Merepotkan.." - Zoro

Keempat orang itu pun secara bersamaan menarik secarik kertas yang di genggam oleh nami itu.

Satu...

Dua...

Tiga !

Dan yang memenangkan undian nya adalah..

Zoro, dan robin.

"Oi rambut lumut! Kalau sampai robin kenapa-kenapa aku akan menghantam mu, dan membuat kaki mu menjadi bingkai foto!" sanji mengancam pada zoro, dan zoro yang di ancam itu hanya memberikan nya tatapan kesal.

"Berisik kau! Alis mesum!"

"Apa kau bilang?! Dasar rambut lumut sialan!"

"Kelompok yang menang undian akan menemani ussop pulang selama 3 hari, hari berikut nya akan di gantikan oleh aku, dan sanji. Jadi semua nya dapat giliran."

Mereka mengangguk paham mendengar penjelasan Nami, terkecuali sanji dan zoro yang masih berdebat itu.

"Dengan begitu! ussop akan terjaga tanpa di culik oleh doflamingo seperti tadi." Nami menambahkan.

"Nami, kau benar-benar baik. Terimakasih banyak." Kata ussop.

"Tentu saja kau akan membayar nya kan, ussop?"

Hening.

Ussop terdiam.

ussop menunjuk diri nya dan nami mengangguk.

"Eh? aku..?"

"Tentu! selama 6 hari kami menjaga mu. 100beri perhari, berarti seminggu 600beri. Ah, tapi jika kau ingin membayar nya selama sebulan berarti semua nya 3,000 beri. Cukup mudah kan?" Nami menjelaskan membuat ussop cengo.

"Itu kebanyakan !! dan lagi kenapa aku harus membayar ?!" Protes ussop

"Tentu saja kau harus membayar nya! Disini kami melindungi mu dengan nyawa dan kekuatan kami. Apa kau pikir aku akan membuat nya gratis seperti bantuan sosial !? Tidak akan !" Nami ikutan protes.

"Ujung-ujung nya kau malah memperhitungkan semua nya dengan uang !" Ucap ussop.

"Kalau tidak mau, berarti misi melindungi mu ini batal."

"Aaa! Kau benar-benar iblis!"

"Tapi iblis ini akan menentukan kehidupan mu."

"a-aku tidak punya uang sebanyak itu! Kau pikir aku ini seorang pekerja ?! Bahkan pekerja sekali pun tidak menghasilkan 100beri perhari! Ini nama nya penculikan!"

"Memang betul 100beri perhari terlalu mahal. Tapi kau masih punya ginjal yang utuh dan beberapa organ yang lain nya kan?" Tanya robin dan ussop mengangguk berat.

"Kau tinggal jual saja salah satu nya, satu ginjal seharga 50juta beri. Itu cukup mudah kan? Dan untuk organ lain nya rata-rata diatas 50juta——"

"Aaa! Apa-apaan pikiran jalan pintas yang mengerikan itu! Semiskin apapun diri ku, aku tidak akan pernah menjual organ ku!" Ussop kembali memekik.

"Oh? Sayang sekali ya."

"Apa nya yang sayang sekali !? Lebih baik aku tidak membayar dari pada menjual organku!"

Dan luffy sendiri sedang sibuk mengupil, melihat seluruh teman-teman nya berdebat membuat nya cukup bosan. Dan terlebih lagi dia sudah kelaparan sedari tadi.

"Haah.. aku lapar.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luffy telah selesai mengantar ussop hingga sampai di rumah dengan selamat bersama dengan robin dan zoro, tak ada yang menghalangi mereka atau pun anak buah doflamingo yang tiba-tiba muncul.

Semua nya nampak seperti biasa, tapi kita tidak akan tau kondisi untuk keesokan nya seperti apa.

Maka nya nami menyarankan untuk menjaga si hidung panjang teman nya ini ussop selama seminggu. Jika dalam seminggu tidak terjadi apa-apa, maka misi untuk melindungi ussop pulang sekolah telah selesai.

Kini luffy sedang berada di supermarket, membeli beberapa makanan untuk diri nya, kedua kakak nya ace dan sabo tidak pulang kerumah selama seminggu karena kerjaan.

Dan jujur saja luffy sangat kesepian dan juga bosan.

Tapi luffy tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kedua kakak nya itu pulang.

Luffy menaruh keranjang belanja nya itu di kasir, isi dal keranjang itu cukup penuh membuat sang kasir keheranan.

"Ba-baiklah aku akan mulai menghitung belanjaan anda.." kata sang kasir dan dengan pelan-pelan menghitung satu persatu makanan yang luffy ambil itu.

Beberapa makanan instan seperti ramen, dan beberapa roti, juga jangan lupa dengan daging kalengan itu. Meskipun sampai di rumah luffy malah akan memakan daging itu secara mentah.

"Tuan total belanjaan nada semua nya 13ribu beri."

Luffy mengangguk, dan merogoh kantung celana nya, setelah itu merogoh kantung baju nya.

"Eh? Di mana dompet ku?" Luffy kebingungan. Dan masih mencari seisi kantung yang dia punya.

tiba-tiba saja seseorang menghampiri nya bersama sang kasir, dan menaruh sebuah bungkusan onigiri itu di atas meja kasir.

Jadi sang kasir pun berpaling pada nya, dan menghitung bayaran pria itu.

"Total nya—"

Pria itu langsung menaruh beberapa uang tunai itu di atas meja, tanpa mendengar penjelesan sang kasir hingga selesai.

"Anu.. ini terlalu banyak, belanjaan anda hanya—"

"Tidak apa-apa, sisa nya untuk membayar belanjaan nya." Tunjuk pria itu pada luffy, luffy yang di tunjuk kebingungan.

Sang kasir mengangguk-ngangguk dan menundukkan badan nya beberapa kali sebagai tanda terimakasih nya.

Pria itu pun pergi, luffy masih tetap bingung. Dan segera luffy menghampiri sang kasir. dia tidak mendapatkan uang nya di saku baju nya maupun celana nya.

Barangkali tertinggal di rumah, dan luffy akan bilang kalau dia tidak bisa membayar belanjaan makan malam nya itu.

"Anu.. belanjaan anda sudah di bayarkan."

"Eh? Di bayarkan? Oleh siapa?"

"Pria yang baru saja pergi sudah membayar belanjaan anda."

"Benarkah!?"

Luffy buru-buru keluar dari supermarket, mencari sosok yang telah membayarkan belanjaan nya itu.

Dia menoleh ke kanan dan ke kiri.

Tapi alhasil sosok itu sudah tidak ada. bahkan untuk jejak sedikit pun tidak ada yang keliatan maupun tertinggal.

Luffy terdiam kebingungan.

Terlebih lagi pria itu sudah pergi, namun jauh dalam pikiran nya luffy merasa pernah bertemu dengan pria itu.

Tapi dimana?

Luffy kembali ke dalam supermarket itu

"Ah, baiklah kalau begitu!"

Luffy langsung memegang plastik belanjaan nya yang besar tersebut, 2 kantong plastik belanjaan. yang isi nya hanyalah makanan untuk diri nya hidup kedepan nya hingga kedua kakak nya datang.

Segera luffy keluar dari supermarket itu, dia sempat terhenti dan menatap ke arah langit yang cukup gelap dan di hiasi beberapa bintang.

"Keliatan nya aku pernah bertemu dengan nya... Siapa ya?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

[TUESDAY]

- besok nya di sekolah 08:22-

"Haahh.. aku laparr..." Luffy memelas dengan nada tidak semangat.

"Ini masih pagi, bahkan pelajaran pun belum di mulai sama sekali." Heran ussop, keliatan nya dia baik-baik saja saat sampai di sekolah juga.

Zoro sendiri sudah tertidur di bangku nya, yang seakan-akan dia seperti begadang semalaman.

"Mie instan yang kumakan benar-benar tidak bertahan lama, maka nya aku begitu lapar..." Keluh luffy dan kembali menempelkan pipi nya di meja.

"Perut mu itu benar-benar tebuat dari apa sih?" Sekali lagi ussop heran.

Pelajaran pertama di kelas luffy adalah pelajaran sejarah, dan dari situasi yang di liat.. guru sejarah keliatan nya tidak datang, yang membuat kelas nya menjadi jam kosong.

Dan untuk pelajaran kedua adalah P.E. pelajaran yang cukup bebas dan di senangi oleh para murid yang ada disini.

Bahkan luffy pun paling semangat dengan pelajaran itu.

"Ah! Ngomong-ngomong luffy, karena kau sudah menemani ku pulang kemarin, aku akan mentraktir mu makan siang sebentar. Bagaimana?" Ucap ussop yang langsung luffy menatap nya dengan berbinar, bahkan air liur nya sudah sedikit keluar karena mendengar kata traktir dan makanan.

"Benarkah!? Kau terbaik ussop!"

"Tentu saja! Aku seorang ketua yang di hormati si ussop, akan membalas budi kebaikan mu!" Kata ussop yang tidak lupa juga membanggakan diri nya itu.

"Asikk! Makan gratis! Makan gratis! Makan gratis! Shishishi!" Luffy begitu bahagia, yah.. lagi pula ini menyangkut soal makanan sih, apa lagi itu GRATIS.

Setelah berbincang cukup lama, kini pelajaran kedua sudah di mulai.

Pelajaran PE. Luffy sendiri sudah duluan menuju ke lapangan dengan cepat, dia begitu tidak sabar untuk memulai pelajaran bebas ini.

"aneh.. aku pikir kelas kita siswa nya tidak sebanyak ini.." ussop melihat di sekitar lapangan yang memang murid nya lumayan banyak dari yang biasa.

"Apa kau tidak tau? Kelas 2C dan 2A mulai sekarang akan bergabung dalam pelajaran olahraga." Robin tiba-tiba saja muncul.

"A-ah benarkah itu!?" Ussop kaget.

"Tentu, kelas 2B dan 2D juga akan mengikuti pelajaran gabungan seperti yang kita lakukan di jam olahraga." Jelas robin.

"Ah, tidak heran aku melihat wajah yang begitu asing. tapi.. bergabung dengan kelas elit seperti itu membuat suasana jadi cukup canggung." Ucap ussop dengan wajah khawatir nya.

Di dalam sekolah mereka terdapat tingkatan kelas yang menyesuai kan kemampuan otak.

Kelas A di sebut sebagai kelas elit, karena murid-murid yang ada di dalam nya mempunyai kecerdasan dan logika yang tinggi. sekilas kalian pasti akan berpikir kelas ini hanya menyajikan pelajaran dan pelajaran saja. separuh nya memang benar, tapi separuh nya lagi tidak.

Pelajaran yang mereka dapatkan pun berbeda dari kelas lain nya. mengamati, menganalisa, dan berpikir. Itu lah prinsip dari kelas A.

Tidak heran fasilitas di dalam kelas nya pun di berikan perlakuan khusus. karena nyata nya kelas A adalah kelas orang-orang jenius yang memiliki kadar kegilaan separuh.

Kelas B di sebut sebagai kelas talent. Berbeda dengan kelas A, kelas B memiliki siswa yang bertalenta, baik dalam bidang sains maupun seni. tidak akan ada perbedaan, jika diri mu adalah orang yang mempunyai potensi dan bertalenta maka kelas B adalah kelas yang cocok.

Banyak yang berpikir kelas B adalah kelas untuk para penjilat seni, nyata nya itu bukan untuk para seniman saja. memang benar rata-rata para murid kelas B adalah murid yang memiliki kesenian yang tinggi.

Seperti yang di bilang dari awal, bahwa kelas B adalah kelas bertalenta jadi bukan hanya orang yang mempunyai jiwa seni saja, bahkan murid yang bisa menciptakan sesuatu di sebut sebagai orang yang bertalenta.

Apakah membuat sebuah robot adalah keahlian?

Bukan! Itu adalah talenta!

Apakah menciptakan seekor monster adalah kesalahan?

Tentu bukan! Itu talenta!

Dan tentu saja yang memiliki talenta adalah murid yang layak di taruh di kelas B ini.

Kelas C di sebut sebagai kelas yang biasa.

Tidak ada yang spesial, atau pun yang layak di banggakan.

Kelas C adalah kelas yang dapat kalian dapatkan di kelas sekolah pada umum nya.

Biasa-biasa saja. atau bisa dibilang kelas yang normal bagi murid yang mempunyai otak normal juga.

Dan kelas D di sebut sebagai kelas pembuangan, kelas terakhir yang memiliki reputasi yang sangat buruk.

Bukan preman maupun berandalan yang di tempatkan di kelas itu, namun orang-orang yang memiliki reputasi buruk juga.

Nama nya saja sudah di sebut sebagai kelas pembuangan, jadi otomatis orang-orang genius maupun yang bertalenta sekali pun dan terlihat tidak layak maka akan di buang di kelas D.

Tidak perlu khawatir, kelas D tetap memiliki beberapa murid berandalan.

Dan luffy sendiri berada di kelas C, bersama dengan ussop dan zoro.

Di kelas B, sanji dan nami.

Dan di kelas A, robin.

Jadi saat ini kelas luffy bergabung dengan kelas robin.

"Tidak perlu khawatir, kami semua tetap manusia." Robin menipali kekhawatiran ussop itu.

"Bagaimana pun jika kalian manusia tetap saja bagi kami kelas C itu sangat canggung !" Ucap ussop lagi yang membuat robin terkekeh.

"Oi luffy! Cepat lemparkan bola itu!" Zoro memanggil pada luffy yang sedang memegang bola voli tersebut.

"Oke! Ini dia!" Luffy melempar keatas bola voli itu, dan saat bola tersebut telah melayang diatas kepala nya. luffy melompat dan memukul bola voli itu dengan keras.

Zoro siap menerima bola itu, bahkan dia sudah memasang kuda-kuda nya.

Saat bola itu menjurus lurus ke hadapan nya nya segera zoro berputar, dan kemudian menendang nya, membuat bola itu terpantul sangat jauh hingga kelangit sehingga yang terlihat sisa kilauan saja.

"Ah, aku terlalu jauh memukul nya." Kata zoro.

"A-apa yang kau lakukan bodoh! Kenapa kau malah menerima bola nya dengan menendang nya kau pikir itu sepak bola! Dan lagi tendangan mu itu kejauhan!" Ussop mengomentari.

"Oii! Zoro! Akan ku lempar bola nya lagi!" Luffy berteriak lagi, dan keliatan nya dia sudah siap memukul bola voli lain nya.

"ah! Baiklah!"

"Woi! Kenapa kau malah melanjut kan nya! Sudah cukup!" Ussop menegur namun luffy dan zoro tidak mendengarkan nya.

Luffy kembali melempar keatas bola voli tersebut, melompat dan kemudian memukul nya. Namun kali ini pukulan nya tidak menjurus kedepan. malah melikuk. sehingga bola voli itu tidak bisa zoro tangkap dan berakhir mengenai kepala salah seorang murid.

DUKK!

Zoro sudah sempat berteriak 'awas!' tapi teriakan nya itu di kelabui oleh bola boli yang pertama mendarat di kepala murid itu.

Murid itu terjatuh, dia tidak pingsan. Dia hanya jatuh.

Segera luffy dan zoro menghampiri murid itu, tidak lupa dengan ussop dan robin yang mengikuti nya dari belakang.

Sosok itu meringis kesakitan, teman-teman nya sudah khawatir dengan kondisi nya. Lagi pula bola voli itu cukup keras jika mengenai kepala, jadi nya yang di rasakan korban pusing dan sakit pada titik yang di kenai.

"Apa kau tidak apa-apa? Maaf aku terlalu keras memukul nya. dan zoro malah membiarkan nya begitu saja." Luffy berucap, dan zoro merespon ucapan nya itu dengan pekikan "oi"

Cowok itu bangkit berdiri secara perlahan. dan lalu menatap luffy

"Ah iya, aku tidak apa-apa.. aku juga salah tidak melihat operan bola mu itu." Ucap sosok itu.

Luffy tidak merespon dia terdiam, menatap cowok itu. yang membuat cowok itu ikutan menatap nya juga dengan kebingungan.

Aksi tatap menatap itu cukup lama, membuat luffy yang terdiam itu langsung teringat sesuatu.

"Ah! Kau yang di supermarket kemarin malam kan !?" Luffy memekik.

Cowok itu diam.

"Kau benar-benar penyelamat! Jika saja kau tidak ada aku pasti tidak akan hidup selama 2 hari ini! Terimakasih ya!" Ucao luffy sambil tersenyum bahagia.

Cowok itu mengangguk "anggap saja itu sebagai balas budi ku, karena kau telah memukul doflamingo tepat di wajah nya."

Setelah mengatakan hal itu, cowok itu berbalik kebelakang dan pergi meninggalkan luffy bersama teman-teman nya.

"Oi luffy! Kau mengenal murid genius itu?" Tanya ussop tidak percaya.

"ya, semalam dia membayarkan belanjaan ku. dan aku tidak sengaja meninggalkan dompet ku di rumah. ahh.. dia benar-benar menyelamatkan ku!" Luffy menjawab nya dengan nada lega, karena akhir nya dia bisa memberikan ucapan terimakasih pada sosok yang membayar belanjaan makanan nya itu.

"Seperti biasa, luffy selalu mengenal orang yang tidak terduga ya." Robin memuji.

"Memang betul tidak terduga tapi.. dia itu orang berbahaya. Ja-jadi luffy jangan terlalu dekat dengan nya!" Ussop memperingatkan.

"Eh? Kenapa? Dia orang baik."

"Waspada saja luffy, dan lagi dia keliatan nya mengenal doflamingo. kita tidak akan tau jika dia musuh atau teman. bisa saja dia mencoba menangkap mu dengan ussop." Zoro menjelaskan dan ussop mengangguk mendengar nya.

"Hmm... Baiklah kalau begitu."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat nya pulang sekolah, kini luffy dan zoro sudah siap menemani ussop pulang lagi.

Namun yang ada di depan gerbang saat ini hanyalah dua orang. sanji dan zoro.

"Apa hari ini kau melihat sesuatu yang mencurigakan?" Tanya sanji pada zoro, dan zoro menggeleng.

"Mungkin si doflamingo itu belum bergerak sama sekali. aku tidak tau apa yang dia rencanakan." zoro menggerutu.

"Lalu.. Dimana luffy dan ussop? Bukan kah mereka harus ada disini bersama mu?" Sanji bertanya, dan kemudian zoro menghela napas.

"Luffy di tahan oleh guru pengawas smoker untuk diintrogasi soal kemarin." Jelas zoro membuat sanji kaget

"apa? dan kau membiarkan nya begitu saja?"

"tentu saja tidak bodoh, luffy yang menyuruh ku kesini duluan."

Sanji sempat terdiam, ia mengeluarkan bungkus rokok nya itu, mengambil sebatang dan menempelkan nya di bibir nya nya. Kemudian ia mengambil pematik yang ada di saku celana nya dan menyalakan rokok itu.

"Haah.. benar-benar waktu yang sangat tidak pas. terus apa yang akan kau lakukan?" Tanya sanji.

Zoro menghampiri pohon besar yang berada di samping pagar itu, kemudian bersandar dengan kedua tangan nya dia belakangi sebagai sandaran kepala nya.

"aku akan menunggu mereka berdua hingga selesai."

Sanji kembali terdiam lagi. dia segera menghampiri zoro dan memberikan tote bag pada nya. membuat zoro menatap nya dengan bingung.

"aku tidak bisa menunggu nya karena aku ada pekerjaan paruh waktu, jadi kalau kau bertemu dengan luffy, segera berikan dia itu. Itu makanan yang dia minta pada ku tadi siang." Jelas sanji, dan zoro mengambil tas itu.

"Kau memberikan nya makanan tadi pagi?" Heran zoro

"Tidak bodoh, aku baru saja selesai memasak makanan itu. lagi pula kedua kakak nya akan pulang minggu depan, dan aku tidak bisa membiarkan teman ku kelaparan karena insiden goblok yang tidak membawa dompet untuk membayar makanan.."

Zoro tersenyum saat mendengar penjelasan sanji itu.

"Ah baiklah, dia pasti akan sangat senang."

Sanji ikutan tersenyum yang kemudian dia pamit pergi meninggalkan zoro yang sedang nyander adem di bawah pohon besar itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu luffy dan ussop berada di ruang guru, dimana di sana dia diintrogasi habis-habissan oleh smoker.

Pada saat di berikan pertanyaan, jawaban luffy selalu membuat urat kesabaran smoker muncul. karena jawaban yang luffy beri selalu tidak masuk akal.

Meskipun yang luffy jawab itu sesuai fakta tapi smoker merasa itu hanyalah sebuah alibi.

Dan pada akhir nya luffy dan ussop di beri hukuman membersihkan seluruh gudang dan toilet sekolah selama seminggu, dan hukuman itu berlaku besok.

Luffy dan ussop dengan lemas berjalan menyusuri koridor sekolah yang sunyi itu.

"Ahh.. aku benar-benar tidak percaya kalau guru pengawas telah menandai kita di saat insiden itu.." keluh ussop.

Dan suara gemuruh perut luffy berbunyi keras merespon keluhan ussop itu, membuat ussop menatap nya.

"Kau itu.. tidak pernah melihat kondisi yang bagus untuk kelaparan." Heran ussop.

"Aku memang sangat kelaparan dari tadi... dan aku jadi tidak bisa menjawab pertanyaan pengawas dengan benar." Luffy ikutan mengeluh.

"Bukan nya memang dari awal kau menjawab nya tidak pernah benar?"

"Hmm... Rumit.."

"Jangan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan nya rumit." Protes ussop

"Haah.. keliatan nya aku dan kau terpaksa menjalankan hukuman in—"

Di saat ussop menoleh pada luffy, saat itu juga luffy terjatuh di sebuah lubang yang berada di pijakan nya.

Ussop langsung teriak.

"Luffy!!" Dia menghampiri lubang itu, terlihat bukan lubang biasa. Seperti ada seseorang yang membuat lubang itu sebagai perangkap.

Ussop masih berteriak, dan keliatan nya lubang itu mengarah pada suatu ruangan, tapi ussop tidak tau.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ketua! Apa hari ini kau akan pulang cepat?"

"Ya, keliatan nya begitu.. ah ngomong-ngomong tolong sembunyikan dokumen test yang ku ambil pekan lalu di ruangan kepsek. Kita membutuh kan dokumen itu di waktu yang genting."

Orang-orang itu mengangguk.

"Dan juga katakan pada pinguin untuk membawakan ku beberapa ma—"

BRUKKKK!!

suara keras akibat jatuh nya benda besar yang menghantam ke bawah itu membuat salah seorang yang belum sempat melanjutkan bicara nya itu di timpa oleh sesuatu yang berat.

Dia meringis, di saat yang sama pula yang menimpa nya pun ikutan meringis.

"aduh.. aduh.. itu benar-benar berbahaya sekali." Ucap orang itu yang tidak lain luffy.

"Ketuaa!!" Orang-orang itu memekik dan menuju ke arah luffy yang saat ini sedang menduduki sosok cowok yang di panggil ketua itu.

Luffy menoleh ke kanan dan ke kiri.

Sosok itu memegang lengan luffy membuat luffy menatap nya sorotan mata tajam, luffy sendiri meresppn tatapan nya itu dengan tatapan milik nya yang seperti biasa.

"...kau..!" Sosok itu memekik.

"Ah! Orang yang di supermarket!" Luffy ikutan memekik.

Kedua nya terdiam di kalang teman-teman cowok itu sudah memekik nama nya dengan sebutan 'ketua'

"kau.. benar-benar hobi mencari masalah ya?" Heran sosok itu, dan luffy merespon nya dengan bingung

"Hah? Apa maksud mu?"

"Turunlah." Perintah nya, dan luffy menuruti dengan turun dari tubuh nya itu

Dengan perlahan sosok itu berdiri dari jatuh baring nya. dan menoleh keatas dimana luffy jatuh menimpa nya.

"Apa kau tidak terluka?" Tanya sosok itu, membuat luffy melihat kondisi nya setelah itu menggeleng.

"Tidak."

Jawaban itu membuat sosok itu menjadi heran, dia kembali menatap ke atas

'padahal jatuh nya cukup tinggi, sangat tidak masuk akal jika dia tidak terluka.'

Sosok itu menghampiri nya, dan memperhatikan penampilan luffy dari bawah hingga keatas. Sehingga tatapan nya mendapat sebuah goresan yang cukup panjang di bagian pertengahan tangan nya.

"Kemarikan tangan mu."

Luffy melirik kedua tangan nya, dan dia baru sadar ternyata ada luka yang cukup lebar di tangan kanan nya. Padahal baru saja dia memeriksa kondisi tubuh nya. Tapi dia malah tidak memperhatikan spot di bagian tangan nya.

Luffy memberikan tangan nya itu pada nya, dan sosok itu mengambil tisu yang ada di saku nya. Melap darah yang ada di luka itu, setelah itu membalut luka luffy itu dengan sapu tangan milik nya.

"Luka nya cukup dalam. Itu terlihat seperti kena pecahan beling. jika dibiarkan tangan mu akan kena infeksi, dan kau bilang tidak apa-apa?" Sosok itu sempat mengulang kalimat luffy di terakhir.

Membuat luffy menatap nya dengan kaget.

"Ah! aku tidak memperhatikan nya, tapi syukurlah kau bisa segera mengobati nya!" Luffy lega.

"Yang lebih penting.. kenapa kau bisa jatuh dari ketinggian seperti itu?" Heran sosok itu, dan luffy ikutan menatap keatas.

Dia terkejut melihat lubang besar itu ternyata bekas dia jatuh.

"a-apa aku jatuh dari sana..?" Heran luffy dan sosok itu mengangguk.

"wah... He-hebat!! Aku benar-benar jatuh dari ketinggian itu!? Sangat hebat!!" Bukan nya takut ataupun shock, dia malah lebih senang dan antusias.

"Ah! Ngomong-ngomong kau menolong ku lagi. Aku benar-benar terselamatkan. nama ku monkey d luffy! dan kau?" Tanya luffy, sosok itu menatap nya.

"Trafalgar law."

"Tra..tar..fal.. apa?" Luffy nampak begitu susah mengeja nama nya. Trafalgar law.

Law menatap nya di saat dia kesusahan menyebut nama nya itu. Dan saat ini dia sedang memikirkan sesuatu.

"Ah! Baiklah, torao."

Panggilan itu membuat law cengo. dan ternyata yang dia pikirkan adalah panggilan yang menurut nya cukup simpel untuk dia ucapkan.

"...siapa torao?" Tanya law

"Kau torao." Ucap luffy, membuat law menghela napas dengan pasrah.

"Nama mu susah sekali, jadi aku memanggil mu saja torao."

"..lakukan saja terserah mu."

Luffy tertawa. Yang kemudian dia menyodorkan tangan nya untuk bersalaman pada law. Law sempat menatapi nya dengan heran

Senyuman lebar milik luffy itu membuat law ikutan tersenyum simpul, ia lalu merespon sodoran tangan nya.

"Mohon bantuan nya ya torao!"

"Kau benar-benar beban jika meminta bantuan ku terus."

"Shishishi!"

-To be continued-