Life and War

.

.

.

Disclaimer

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Naruto by Masashi Kishimoto

"Normal" bicara

"batin" bicara

Summary : Seorang pemuda yang awalnya hidup dengan tenang. Dengan kejadian yang tak terduga terseret kedalam dunia yang dia anggap hanya mitos bahkan tidak ada…





Prologue 1

"KISAMAAA!!!" Terdengar teriakan dari seorang lelaki menggema di sebuah tempat yang luas namun terlihat gelap dan mencekam. Ia lelaki bersurai pirang dengan penuh luka di sekujur tubuhnya, terlihat dari tatapan dan mimik wajah yang terlihat lelah dan frustasi.

Dihadapanya se-ekor monster yang memiliki perawakan seperti Griffin namun yang membedakan, monster tersebut memiliki tanduk besar di bagian kepala dan ekor layaknya Naga. "IANGGGRRRRRR" teriakan monster yang teredengar memilukan menambah kesan mengerikan, meski dengan kondisi dimana hampir di sekujur tubuhnya tertusuk oleh pedang, namun tak serta merta membuat monster tersebut jatuh, monster raksasa tersebut masihlah berdiri dengan gagah menggunakan empat kakinya. Dan jangan lupa aura hitam menguar dari sekujur tubuhnya.

Dengan sekuat tenaga, lelaki tersebut berusaha berdiri. Dan jika di lihat dengan teliti terdapat tiga sosok yang telah terkapar. Sosok pertama wanita dengan pakaian yang agak minim terkesan sexy namun juga elegan. Dengan lengan kanan yang sudah tidak ada pada tempatnya, ia gugur dengan perlawan yang sangat luar biasa. Terlihat dari tangan yang masih memegang busur panahnya.

Yang kedua adalah wanita berpakaian hitam berambut pirang dengan tongkat sihir di lengan kananya yang masih ia pegang erat hingga akhir hayatnya, dengan tubuh bagian bawah yang telah terpisah dari atasnya.

Dan yang ketiga, sosok seorang berambut hijau menggunakan pakaian putih dengan noda merah darah yang merembes dari luka tusukan benda seperti sabit besar berwarna hitam, yang melukai dada hingga perut bagian bawah.

Lelaki tersebut melihat sekelilingnya, melihat rekan-rekanya telah terbujur kaku dengan sangat mengenaskan. Hanya senyuman gerit yang terpampang di wajahnya, lelaki tersebut menutup mata "sepertinya akupun akan menyusul kalian" guman lelaki tersebut. Menghirup nafas panjang lalu membuangnya sembari membuka mata. "tapi setelah aku memusnahkan monster sialan ini, jadi tunggulah sebentar" lanjutnya.

Berjalan beberpa meter dengan gagah, percikan listrik berwarna merah tiba-tiba membentuk sebuah pedang aneh bergagang emas dengan aksen biru dan bermata tumpul berwarna hitam dengan aksen merah di ujungnya terdapat dua emas kecil yang melingkar.

Melirik senjatanya sembentar. Lelaki tersebut kembali melihat kearah moster yang berada bebrapa puluh meter di depanya dengan tatapan benci dan marah. "aku tidak akan mengecewakan kalian, terutama 'Kau' yang sudah memberikan ku kekuan untuk pedang benda ini." Batinya.

"bersiaplah menemui ajalmu!!!" mengangkat pedangnya ke atas, bilah hitam dari pedang tersebut berputar perlahan namun lambat laun putaranya semakin cepat. Percikan listrik dan aura merah keluar dengan sangat gila. Merasakan ancaman yang tak main-main dari serangan yang akan di lancarkan lelaki tersebut pun tak tinggal diam. Moster tersebut membuka mulutnya mengompres kekuatan sihirnya di satu titik, bola merah gelap lambat laun tercipta.

Melihat itu lelaki tersebut pun tak tinggal diam pula. "tak akan aku biarkan." Merantangkan tangan kirinya, puluhan lingkaran sihir langsung mengelilingi moster raksasa tersebut. dari dalam lingkaran sihir keluar rantai-rantai emas dengan mata rantai berbentuk seperti mata tombak, melesat mengikat bdan dan juga kepala moster tersebut. dan dengan begitu serangan moster tersebut gagal dan hanya dapat meraung dan meronta.

"Percuma. Semakin kau berusaha lepas semakin kuat rantai itu mengekang mu." Ucap lelaki tersebut. "ugh…meski sudah dalam keadaan seperti itu, dia masih memiliki kekuatan yang sangat besar. Rantai-rantai itu tidak akan bertahan lama." Lelaki tersebut melirik senjata atas ke arah senjatanya. "semoga sempat." Lanjutnya masih membatin.

CRANGGGGGG

Lelaki tersebut terkejut. Melihat rantai yang menggikat moster tersebut hancur. Moster yang telah lepas itupun dengan cepat mengompres kembali sihirnya tepat di depan mulutnya, dan tak lama bola hitam kemerahan tercipta. "kheh…tidak kusangka akan secepat itu." Guman lelaki tersebut dengan keringat dingin yang mulai turun dara pelipisnya.

Moster tersebut menghisap bola hasil dari kompresan sihir yang sangat besar tersebut. "IANGGGRRRRRR."

WOANGGGGGG

Sebuah tambakan laser yang besar keluar melesat mengarah kepada lelaki berambut pirang di sebrangnya. Dan sedang disisi lelaki pirang tersebut hanya dapat melihat dengan cemas sebuah laser yang mengarah padanya.

.

.

.

.

TBC..

Next chap : Prologue 2