"Masih inget nggak, ini hari jadi kita yang keberapa?"
Bahu Shintarou mengedik, "gak tahu. Gak pernah hitung juga."
Seijuurou mengernyit, "kok gitu? Kamu gak bahagia, ya?"
"Siapa bilang?" Yang tak disangka, Shintarou justru tertawa. Majalah yang tengah ia baca ditutup, lalu diletakkan kembali di atas meja. Seluruh atensinya tertuju pada Seijuurou yang mukanya kini tengah menekuk kesal, "asal kamu tahu, ya. Hari-hari yang kita lalui bersama udah jadi hari spesial buatku. Spesialnya masih sama kayak hari jadi kita yang pertama, kedua, dan seterusnya, sampai sekarang ini. Kalau aku anggap tiap hari yang spesial itu hari jadi buat kita, kamu tega suruh aku hitung sampai ribuan kali banyaknya?"
Seijuurou tersentak, tak menduga Shintarou akan mengatakan hal sepanjang itu untuk menjawab pertanyaannya. Ingin membuang muka, namun dagunya lebih dulu ditarik oleh si pria yang kini malah terkekeh ringan, "bercanda. Selamat hari jadi kita yang kesebelas, Seijuurou sayang. Je t'aime beaucoup."
Bibirnya dikecup, dan Seijuurou merasa pipinya merah sampai ke telinga.
*
— kasur, 4 Juni 2021.
Selamat hari jadi, Hijau-Merah kesayanganku!
